Title : GONE
Main Cast :
- Cho Kyuhyun
- Lee Sungmin
and another support cast
Main Pair : Kyumin
Genre : BL / Romance / Hurt / Comfort
Rating : T
Length : Chapter
Author : Matsuo Kumiko
Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun dengan erat. Kepalanya bersandar pada dada Kyuhyun yang kini telah kurus dan semakin tak berisi. Sungmin menyamankan dirinya di dalam pelukan Kyuhyun yang selalu terasa hangat baginya, namun tiba-tiba tubuhnya terasa terdorong ke belakang. Hal itu membuatnya melepaskan pelukannya. Punggung dan kepalanya terbentur lantai dengan sangat keras.
BUG! PRANG!
"Kyu!"
Sebuah benda terjatuh tepat mengenai kepala Sungmin. Bau anyir tercium di udara. Donghae dan Hyukjae melihat ke arah Sungmin. Mereka tersendak kaget saat mendapati Sungmin yang tengah terbaring di lantai dengan cairan merah yang menggenang di sekeliling kepalanya.
"Minnie!"
Kyuhyun tersentak kaget. Ia segera berlari ke arah Sungmin dan memeluk namja itu erat.
"Minnie..." panggil Kyuhyun sembari mengusap pipi Sungmin lembut.
Pandangan Sungmin semakin menggelap. Kesadarannya sudah mulai hilang. Jujur, ia sangat kaget saat Kyuhyun memeluk tubuhnya keras. Saat itu, ia melihat mata Kyuhyun yang menatapnya... ketakutan. Apakah kini ia membuat Kyuhyun merasa takut padanya?
"Minnie, sadarlah!"
Mata Sungmin telah tertutup rapat. Suara-suara yang ada di sekelilingnya hanya terdengar samar bahkan tak terdengar sama sekali. Akhirnya Sungmin pun tak sadarkan diri di dalam pelukan Kyuhyun.
"Engh…"
Sungmin membuka matanya perlahan-lahan. Kepalanya terasa sangat pusing dan seluruh tubuhnya terasa sangat sakit. Apa yang terjadi?
"Minnie, kau sudah sadar? Oh, syukurlah" ujar sebuah suara.
"Di mana?" tanya Sungmin lirih.
"Kau ada di rumah sakit, Minnie-ah"
Sungmin melihat ke arah suara itu berasal dan mendapati seorang namja berambut pirang duduk di samping ranjangnya sembari menatapnya khawatir.
"Nuguya?" tanya Sungmin bingung.
Namja itu tersentak kaget. Air matanya mengalir membasahi pipinya.
"Minnie, kau tidak mengenalku?" tanya namja itu.
"Hyukkie baby, gwenchanayo?"
Seorang namja berambut coklat berjalan mendekati Hyukjae dan Sungmin.
"Nugu?" tanya Sungmin lagi.
Ia merasa bingung. Siapa mereka? Apakah ia mengenalnya? Dari mana mereka mengetahui namaku?
"Sungmin, kau... Aku akan memanggil dokter" ujar namja itu sembari berjalan pergi.
Aku menatap namja berambut pirang yang masih duduk di samping ranjangnya sembari menangis.
"Hey! Kau mengenal Kyuhyun?"
Hyukjae mengangkat wajahnya dan menatap Sungmin tak percaya. Kyuhyun?
"Ne, tentu saja aku mengenal namjachingu-mu"
"Dari mana kau tau bahwa Kyuhyun adalah namjachingu-ku?"
"Kau yang memberi taukannya padaku"
"Aku? Mianhae, tapi aku tidak mengenalmu"
Seulas senyum terukir di wajah Hyukjae, namun bukan senyum kebahagiaan yang terukir di sana. Melainkan senyum kesedihan.
CEKLEK!
Pintu ruangan itu terbuka. Beberapa orang masuk ke dalam ruang rawat Sungmin, salah satu di antara orang-orang tersebut adalah Donghae.
"Bisakah Anda keluar terlebih dahulu? Kami ingin memeriksa keadaan pasien terlebih dahulu" ujar seorang namja yang mengenakan jas berwarna putih.
Hyukjae segera beranjak dari tempatnya dan berjalan ke arah Donghae yang telah berjalan ke arah pintu terlebih dahulu. Donghae mengulurkan tangannya dan disambut Hyukjae. Sebelum Donghae menutup pintu, Hyukjae menatap Sungmin dan tersenyum padanya. Namun senyum yang terukir diwajahnya tetaplah senyum kesedihan, meski pun ia sudah berusaha untuk tersenyum manis.
SKIP TIME
Beberapa hari kemudian
Hari-hari berlalu tanpa ada hal yang berarti. Donghae dan Hyukjae tetap menemui Kyuhyun pada sore hari serta menjenguk Sungmin pada malam hari. Keadaan Kyuhyun tak berubah, ia masih tetap mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan setelah bertemu Sungmin beberapa hari yang lalu, kondisinya semakin memburuk. Setiap orang yang dilihatnya, Kyuhyun selalu menganggap bahwa orang tersebut adalah Sungmin. Sedangkan keadaan Sungmin tak jauh berbeda dengan keadaan Kyuhyun. Meski pun kondisi fisiknya semakin membaik, namun mentalnya semakin menurun. Kehilangan ingatan secara permanen membuatnya bingung dengan segala hal yang terjadi di sekelilingnya.
-Flashback
"Dokter, bagaimana keadaan Sungmin?" tanya Hyukjae saat setelah dokter keluar dari ruang rawat Sungmin.
"Apakah saya bisa berbicara dengan orang tua atau wali-nya?"
"Kedua orang tua-nya tidak tinggal di Seoul dan ia tidak memiliki wali. Tapi kami adalah temannya"
"Baiklah, tolong ikuti saya"
"Silahkan duduk"
"Jadi, bagaimana keadaan Sungmin?"
Namja yang memakai jas berwarna putih itu bertopang dagu dengan kedua tangannya di atas meja dan menatap Donghae serta Hyukjae serius.
"Sebenarnya, pasien mengalami amnesia atau dikenal dengan… hilang ingatan"
"A-a-apa? A-amnesia? Tapi bagaimana mungkin…?" tanya Hyujae.
Donghae yang duduk di samping Hyukjae, segera melingkarkan lengannya di pinggang namjachingu-nya untuk menenangkan namja pecinta strawberry itu. Dengan perlahan, tangan mengelus punggung Hyukjae dengan lembut.
"Hal itu dikarenakan benturan keras yang dialami pasien dan karena alam bawah sadar pasien sendirilah yang menginginkan untuk melupakan kejadian yang ia lupakan saat ini" jelas dokter.
Tak beberapa lama, air mata Hyukjae menetes. Namja itu segera memeluk Donghae dan membenamkan wajahnya di dada bidang milik Donghae. Sedangkan Donghae semakin memeluk tubuh Hyukjae dengan erat.
"Dan kemungkinan amnesia yang di alami pasien adalah amnesia permanen" ujar dokter.
"Amnesia… permanen…"
-Flashback End
Sebuah tangan melingkar di pinggang Hyukjae, membuat Hyukjae tersentak dari lamunannya. Namun tak perlu melihat lengan siapa yang melingkar di pinggangnya, karena orang tersebut pastilah… Donghae.
"Hae"
"Baby, apa yang kau lakukan?"
Donghae membenamkan wajahnya di leher Hyukjae dan mencium harum tubuh namjachingu-nya.
"Hae… Seteleh ini, apa yang akan terjadi pada Kyuhyun dan Sungmin?"
Donghae menghentikan kegiatannya dan memeluk Hyukjae semakin erat.
"Entahlah, aku juga tak tau. Namun mereka pasti merasa bahagia karena mereka bersama, meskipun dengan keadaan yang seperti ini"
"Tapi, Hae—"
"Tenanglah, baby. Mereka pasti merasa bahagia, karena mereka kini telah bersama kembali. Besok kita akan menemui mereka, arasseo?"
"Ne, baiklah"
"Apakah Minnie mencintai Kyu?" tanya seorang namja berambut hitam.
"Ne, tentu saja Minnie mencintai Kyu" ujar seorang namja manis yang duduk dipangkuan namja berambut hitam itu.
Namja berambut hitam itu mencium puncak kepala namja manis tersebut. Tangannya dengan lembut mengusap perut namja manis itu yang terlapisi sebuah baju.
"Kyunnie~"
"Ne, baby?"
"Apakah kau akan selalu ada di sampingku?"
"Tentu saja, Minnie chagi"
Sungmin yang mendengar jawaban yang keluar dari mulut Kyuhyun, tertawa senang. Tangannya semakin erat memeluk sebuah kelinci berwarna pink soft berukuran sangat besar yang sedari tadi berada dalam pelukannya.
"Minnie tertawa? Minnie senang?"
"Ne, Minnie sangat senang"
"Waeyo?"
"Karena Kyu akan selalu ada di samping Minnie. Minnie tidak akan sendirian"
Kedua namja itu tertawa senang. Namun tak jauh dari mereka, berdiri dua orang namja lainnya yang menatap sedih pada Kyuhyun dan Sungmin. Namja berambut pirang itu memeluk namja berambut coklat dan membenamkan wajahnya di dada bidang milik namja berambut coklat, sehingga ia tidak dapat melihat Kyuhyun serta Sungmin. Namun ia masih dapat mendengar dengan jelas suara tawa Kyuhyun dan Sungmin yang sangat bahagia.
"Hae…"
"Sudahlah, chagi. Kini mereka sudah berbahagia"
"Tapi—"
"Bukankah itu sudah cukup? Asalkan mereka bahagia, bagaimana pun keadaan mereka. Itu sudah cukup" ujar Donghae.
Hyukjae kembali menangis. Ia sungguh tidak kuat untuk menghadapi semua ini. Sahabatnya kini sudah tak mengenalnya lagi, ia adalah orang asing di mata mereka. Kyuhyun yang selalu tersenyum walaupun sering membuat kesal, kini telah berubah menjadi seorang namja yang overprotective dan paranoid. Jika ada yang mendekati Sungmin, maka Kyuhyun akan mulai memukulnya. Jika Kyuhyun tak melihat Sungmin di dekatnnya, ia akan marah dan mulai melempar benda yang dapat dijangkau oleh tangannya. Sedangkan Sungmin? Semenjak mengalami amnesia, ia menjadi bingung dengan sekelilingnya. Secara perlahan-lahan, kejiwaannya pun mulai terganggu. Terutama saat Sungmin melihat Kyuhyun yang berada di rumah sakit jiwa sembari memeluk boneka kelinci miliknya. Tepat pada hari itu, kejiwaan Sungmin semakin terganggu. Ia sering menangis seorang diri, tertawa pada dirinya sendiri, ataupun marah tanpa sebab. Dan akhir, Sungmin pun harus dipindahkan ke rumah sakit jiwa yang sama dengan Kyuhyun.
Donghae dan Hyukjae berjalan menjauhi kedua namja yang tengah tertidur sembari berpelukan. Semakin lama, sosok kedua namja itu semakin menghilang. Sungmin dan Kyuhyun masih tetap tertidur, namun sebuah senyuman terukir di wajah kedua namja itu. Ya, meski pun kejiwaan mereka terganggu mereka akan tetap meresa bahagia. Karena… mereka selalu bersama.
THE END
Minahae...
Update chap terakhir aku undur 1 minggu, seharusnya aku update minggu kemaren
Huft~
Ini chap terakhir, tp masih ada epilog'nya
Epilog'nya adalah mengapa Sungmin pergi meninggalkan Kyuhyun
Mianhae x(
Ceritanya sgt tdk memuaskan, mian mengecewakan
Balesan review :
- MegaKyu : mianhae, tp keungkapnya di epilog... gomawo atas reviewnya
- Nha SimpleLoveYa501KMS : wow... ga nyangka FF'ku adalah FF yg pertama kali chingu review di SP :) Gomawo atas reviewnya
- Appa males login Part II XD : ini ampe epilog appa xD aku males ga kasih tanda baca, udah kebiasaan... =.=
- Meong : iy, pastinya berantakan bgt... trus bau #plak Nanti alasan kepergian Sungmin di epilog. Gomawo atas reviewnya
- KyuMin aegyanya KyunnieAppaSamaMinnieUmma : ini udah update kok... minhae, chap ini jg kurang memuaskan. Gomawo atas reviewnya
- YukiLOVESUNGMIN : khekekeke... mianhae, aku emank coman bisa update akhir minggu... Ne, alur'nya emank sengaja aku bikin cepat tp tentu aja ga cepet bgt. ga mungkin donk gra" liat Min, Kyu lgsung waras =.=
Ntk masalah wonkyu, tergantung. Kalo ntk brothership mereka emank real, tp kalo bener" saling cinta itu ga deh... soalnya siwon oppa emank melakukan skinship dgn siapa pun. soal KMS, itu hak mereka. Namun menurut saya, mereka udah menjadi seorg KMS yg gagal. bkn nge-judge, tp menurut saya mereka terlalu plin-plan. Ada wonkyu bertebaran, mereka langsung pindah. tp sekali lg, itu hak mereka. yg pasti, saya kecewa tp mau gmn? masalah haehyuk, mereka itu sahabat tp jg real. sikap mereka berbeda pd member lain. menurut aku, mereka itu terlalu deket, udah kayak org married... gendong"an, peluk"an, yah walaupun ga pernah kissu. Dan aku sbg EHS, tentu aja yakin kalo mereka real! \(^o^)/ kalo yewook, aku ga terlalu merhatiin... tp mereka deket hyung-dongsaeng... ntk masalah real apa ga, chingu bisa nanya langsung sama yewook shipper
- Ms. KMS : wkwkwkwk... kok Kyupil? Kyu-upil? Kyu-evil? Alasannya di epilog nanti, chingu. Gomawo atas reviewnya
- Cho yui chan : tunggu epilog yah chingu :D Gomawo atas reviewnya
- Chikyumin : tunggu epilog yah chingu :D Gomawo atas reviewnya
- Laura Rose : jgn nangis eon... masa nangis? kan coman jd gila, blom jd psycho#plak. Gomawo reviewnya eon
- Drak 038 : salam kenal jg chingu :) tunggu epilog yah chingu :D Masih bingung? Bingung knp, chingu? Gomawo atas reviewnya
- princekyu : khekekeke, masa jd warasnya cepet bgt? ga seru donk xD tunggu epilog yah chingu :D Gomawo atas reviewnya
- Mimiyeon : wkwkwkwk... kok pengn Kyu tetep gila chingu? Ada dendam yah? Udah lanjut chingu, gomawo reviewnya
- evilkyumin : tunggu epilog yah chingu :D Mianhae, aku ga bisa bikin Kyu jd waras... Ga seru kalo akhirnya Kyu jd waras#plak Gomawo atas reviewnya
- jojojoooo : aku ga buat chap panjang chingu, takut kehilangan mood cerita trus akhirnya malah berhenti di tengah jalan. Gomawo atas reviewnya
- cottoncandyme : mianhae, update'nya lama... ini udah lanjut chingu. Gomawo atas reviewnya
=3=
Review chap 1 berkurang
Apakah tidak memuaskan?
Kalo emank ga memuaskan, gpp...
Nanti epilognya aku ga bikin, biar ga makin kecewa
Jeongmal mianhae
Minta review lg, please...
