Title : Prince Frog~ Kyumin Version (Lunatic Honey karya….) yang pasti cerita ini saya ambil dari komik…^^
Author : Cho Kyomin (Dan dengan kurang ajar-nya saya juga lupa siapa penulis komik-nya….o)
Cast : KYUMIN *siapa lagi coba? The best couple #tepuk tangan
Length : The last Chaptered (4 of 4)
Disclaimer : Yang punya tentu saja yang buat Komik yang saya sendiri lupa apa judul-nya *deep bow #maafkan author kurang ajar ini
−−−−−−−− Lalalala lalalala −−−−−−−−
"Young Min! Kwang Min! kenapa kalian ada disini?" pekik Kyuhyun menahan amarah
"Hyung….bogoshipo~~~~" Tiba-tiba dua anak itu sudah menyerang Kyuhyun dengan pelukan
"Mwoo? Wajah mereka sama!" Pekik Sungmin saat benar-benar melihat wajah kedua anak itu
-Part 4 {ending}-
Kedua anak itu mendengar suara Sungmin yang memekik pelan , sehingga setelah menyerang Hyung-nya dengan pelukan sekarang mereka malah memandang Sungmin dan meninggalkan Kyuhyun yang terbaring di bawah lantai sambil memegang tubuh-nya sendiri seperti sedang kesakitan.
"Nonaaaaaaaa~~" Panggil mereka berdua
"N…ne?" Jawab Sungmin , dia sendiri bingung harus berkata apa
"YA! kalian menginjak baju-ku , lihat kotor kan" Pekik Kyuhyun sambil mencoba bangun dan segera masuk kedalam kamar-nya
Tapi seperti-nya kedua anak itu tidak memeperdulikan bentakan Kyuhyun , mereka malah asik senyum-senyum di depan Sungmin.
"Annyeong Cho Young Min imnida , adik dari Cho Kyuhyun tapi lebih cantik dari anak di sebelahku…^_^V" Kata namja kecil berambut pirang
"Annyeong Cho Kwang Min imnida , juga adik Cho Kyuhyun tapi lebih tampan dari anak disebelahku…(¬_¬)," Kata namja kecil berambut hitam sambil melirik kesebalah-nya
"Mana rasa hormat-mu pada hyung-mu sendiri?" Tana Youngmin ikut memandang Wajah kembaran-nya
"Tadi kata-nya tidak mau dipanggil Hyung , mian aku memakai bahasa informal pada-mu Young min-ah," Sahut Kwang Min cuek
"Ka…kalian sama seperti Kyuhyun? Dari dunia dongeng?" Tanya Sungmin mulai menyudahi pertengkaran tidak penting kedua bocah lucu itu
"Heemmm…" Jawab mereka bersamaan sambil mengangguk
"Kyaaa…manis sekali" Pekik Sungmin lalau memeluk kedua bocah itu , sementara Kyuhyun yang baru habis mengganti baju-nya langsung menghampiri mereka lagi
"Ya! bocah kenapa kesini? Pulang sana!" Kata Kyuhyun sinis pada kedua dongsaeng-nya
"Tapi kan Hyung kami rindu padamu , kami boleh menginap disini kan noona?" Tanya Youngmin dengan senyum imut-nya
"Tentu saja….kau manis sekali sih" Pekik Sungmin sambil memegang wajah Youngmin
"Tidak kalian harus pergi!" Kata Kyuhyun sambil mencoba mengangkat kedua tubuh adik-nya , tapi Kwangmin dengan cepat menghindar dan saat yang tepat Youngmin mendorong tubuh kakak-nya , sehingga mereka berdua jatuh dengan Tubuh Young min yang menindih tubuh Kyuhyun
Dengan menggunakan isyarat mata , Kwangmin dengan ajaib sudah memegang segulung kain. Dengan cepat kedua anak itu menggulung tubuh Kyuhyun dengan kain itu sampai seperti mumi.
"Akkhhh…lepaskan hyung , dasar kalian!" Pekik Kyuhyun yang berusaha lepas dari gulungan kain itu , sementara kini Kwang min duduk diatas tubuh kakak-nya dan sibuk memegang ujung kain
Youngmin sendiri langsung menghampiri Sungmin lagi sambil tersenyum manis.
"Jadi apa kalian sama seperti Kyuhyun?" Tanya Sungmin
"Apa?" Tanya Youngmin masih kurang mengerti
"Bisa memiliki tubuh dewasa jika di cium?" Tanya Sungmin penasaran
"Hemm..bagaimana ya? atau noona bisa mencoba-nya saja" Tawar Youngmin sambil mengedipkan sebelah mata-nya
Sungmin sendiri hanya terkikik geli dengan tingkah Youngmin yang hampir sama seperti kakak-nya.
"Sungmin jangan dengarkan anak itu!" Teriak Kyuhyun yang sama sekali belum bisa bebas dari kungkungan kain putih yang membentuk-nya jadi musi sedari tadi
"Kwang-min Kyu hyung terlalu ribut" Kata Youngmin , seolah sudah terencana kini Kwangmin sibuk menutup mulut Kyuhyun dengan kain yang masih tersisa
"Hehehehe…." Tawa Kwangmin saat menutup mulut hyung-nya sendiri
"Jadi noona mau mencium-ku?" Tanya Youngmin menyadarkan Sungmin saat masih menatap Kyuhyun dan Kwangmin ngeri
"Eh…hmm, ne…." Jawab Sungmin lalu mendekatkan bibir-nya ke pipi Young min
Cup~
Selang beberapa lama sama seklai tidak ada yang berubah , bocah berambut pirang itu masih saja memiliki tubuh mungil khas anak kecil.
"Hehehehe…aku hanya menggoda-mu noona , Cuma hyung yang terkena kutukan" Kata Youngmin memecah keheningan tadi
'Ya! Kakak adik sama saja , suka mempermainkan-ku!' Pekik Sungmin dalam hati
"Youngmin-ah aku bosan , noona kamar kami dimana?" Tanya KwangMin yang seperti-nya sudah mulai ngantuk karena memang sudah lumayan larut
"Ikuti noona…^^" Ajak Sungmin lalu berjalan ke arah kamar tamu , dengan senang hati Cho Twins mengikuti Sungmin
Membutuhkan waktu lama untuk menidurkan kedua anak itu , apalagi Youngmin. Setelah keluar dari kamar mereka Sungmin sudah melihat Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari kamar kedua adik-nya
"Jangan dengarkan perkataan mereka , aish…sungguh mengganggu" Kata Kyuhyun terdengar kesal
"Mereka adik-mu juga kan?" Kata Sungmin lalu mendahului Kyuhyun untuk segera tidur
−−−−−−−− Lalalala lalalala −−−−−−−−
Kini Kyumin setiap pulang dari sekolah pasti langsung ke tempat Kyuhyun Syuting. Tapi seperti-nya hari ini akan sedikit berbeda , karena kini Youngmin dan Kwangmin ikut kelokasi Syuting Hyung mereka.
Sambil mendengus pelan Kyuhyun memulai sesi pemotretan-nya. Kyuhyun tidak butuh lama untuk jadi terkenal , dengan tampang-nya yang tampan ia dengan cepat dikenal banyak kalangan di masyarakat korea. Bahkan ia sekarang sudah punya fans club sendiri.
"Wah….Hyung jadi artis ya?" Kata Youngmin masih memandang kakak-nya yang sibuk berpose untuk iklan sebuah pakaian
"Iya , tidak kukira hyung bisa seperti itu" Jawab Kwangmin
"Tapi hyung jadi terkenal…^^" Pekik Youngmin lagi
Sekarang kedua anak itu malah sibuk bermain berdua . Kadang mereka bermain sehingga menimbulkan suara yang cukup ribut. Tapi mereka akan kembali tenang saat Sungmin memperingati mereka. Dan dua pasang kaki mungil itu sekarang sibuk diayunkan di udara , Kyuhyun sendiri malah terus memandang khawatir ke arah kedua adik-nya. Bahkan ia kali ini sering dimarahi oleh fotografer karena tidak konsentrasi dari tadi
"Youngmin , Kwangmin kita keluar ya…noona membawa bekal untuk kalian^^" Ajak Sungmin yang mengerti dengan terganggu-nya konsetrasi kyuhyun
Tanpa berfikir dua kali Youngmin dan Kwangmin langsung mengikuti Sungmin yang berjalan menjauhi ruangan. Diluar ruangan ternyata ada sebuah kursi memanjang , mereka bisa memakai tempat itu untuk sekedar makan siang.
"Ini untuk Youngmin , kalau ini untuk Kwangmin" Kata Sungmin sambil membagi makanan yang telah ia siapkan
"Punya-ku kenapa seperti ini? Aku mau-nya itu" Kata kwangmin sambil menunjuk kotak makanan Youngmin yang ada gambar anime pokemon yaitu 'pikachu'
"Isi-nya sama , hanya kotak bekal-nya saja yang beda," Kata Sungmin menjelaskan pada Kwangmin yang hampir menangis
"Sudahlah noona , ini kita tukar saja" Kata Youngmin lalu menukar kotak bekal-nya
Sementara Sungmin hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah mereka berdua , kadang selalu bertengkar tapi padahal mereka bisa saling mengerti.
"Wahhh….ini enak sekali" Pekik Kwangmin untuk yang pertama kali-nya
"Benarkah?" Tanya Sungmin agak kaget , padahal ia tau Kwang jenis anak yang tidak begitu respek dengan suatu hal *kecuali masalah pikachu* tapi melihat Kwangmin yang sampai berseru begitu Sungmin jadi sedikit bangga dengan hasil masakan-nya
"Ne , masakan-nya sungguh enak…nyammm , wah ada bendera kecil , lucu…^^" Sahut Youngmin lalu melahap makanan mereka dengan rakus
"Pelan-pelan saja , memang kalian tidak pernah makan-makanan seperti ini?" Tanya Sungmin , ia ingat bagaimana dulu Kyuhyun juga merespon seperti kedua adiknya
"Ibu kami selalu sibuk jadi jarang dirumah , jadi aku selalu sama Kwangmin saja dan juga sama Kyu hyung" Jwab Youngmin sedikit sedih
Sungmin yang mendengar-nya jadi ikut merasa sedih , bagaimanapun nasib mereka sama dan Sungmin sudah pernah mengalami-nya. Tidak bersama ibu saat mereka seharus-nya tumbuh dengan kasih sayang seorang ibu , itu sungguh mengerikan. Dengan gerakan protektif Sungmin lalu memeluk kedua anak kembar itu. Sontak Cho twins langsung membelalakan mata-nya
"Untuk sementara aku akan menjadi ibu kalian" Ucap Sungmin tulus , bahkan terdengar sangat tulus
Di balik punggung Sungmin Kwangmin Dan Youngmin saling memandang , walaupun ada perasaan senang tapi sebenar-nya di wajah mereka tampak raut kesedihan disana.
Sungmin segera melepas pelukan-nya , mengingat kedua anak angkat-nya(?) belum menyelesaikan makanan mereka.
"Sudah selesaikan makan kalian" Suruh Sungmin sambil tersenyum manis
"Ne…" Jawab Cho twins lalu melanjutkan makan mereka dalam diam
"Sungmin-shi" Panggil seorang staff wanita , dengan tas berwarna merah jambu di bawa di tangan-nya
"Ini , coklat kiriman dari fans untuk Kyuhyun , Valentine sudah dekat" Kata wanita itu lalau menyerahkan satu tas yang isi-nya berbagau macam coklat
"Banyak sekali" Gumam Sungmin yang mengintip kedalam tas
"Iya , ternyata Kyuhyun cepat dikenal di kalangan remaja , eh…eonni kesana dulu ya…^^" Pamit wanita itu lalu meninggalkan Sungmin dan Cho Twins
"Hmmm….aku juga mau buat satu ah…^^" Gumam Sungmin sambil tersenyum senang
"Kalian tunggu sebentar disini ya , noona mau beli minum sebentar" Kata Sungmin lalu pergi meninggalkan mereka
Tepat saat Sungmin pergi Kyuhyun keluar dari ruangan , lalu namja jangkung itu menghampiri kedua adik-nya yang sekarang sama-sama sedang memandang punggung gadis manis itu.
"Jangan katakan pada-nya ya" Suruh Kyuhyun yang kini telah kehilangan bayangan Sungmin
"Ne…." Jawab Cho twins bersamaan , lalu mereka kembali melanjutkan acara makan mereka
−−−−−−−− Lalalala lalalala −−−−−−−−
Dua orang anak sedang berbaring di sebuah tempat tidur besar dengan warna biru sapphire. Mata kedua anak itu sedang sibuk memandang sebuah bendera kecil yang mereka acungkan tepat di depan wajah mereka masing-masing.
"Kwangmin , aku tidak bisa membohongi umma lagi" Gumam Youngmin
"Ya! dia bukan umma , tapi Sungmin noona" Bantah Kwangmin
"Tapi dia mau jadi umma sementara kita kan" Kata Youngmin masih kekeuh dengan pendapat-nya
"Aku tau , tapi bukankah akan lebih sulit nanti kalau kita harus meningglkan umma , aku lebih suka kata meninggalkan noona dari pada umma" Jelas Kwangmin
"Kwangmin-ah , apa kita beritau saja ya?" Tanya Youngmin lagi , sementara Kwangmin sendiri hanya menggidikan bahu-nya
−−−−−−−− Lalalala lalalala −−−−−−−−
Nyala api itu jangan terlalu besar , taruh mangkuk diatas air yang tadi dipanaskan dan ingat untuk terus mengaduk-nya sampai lumer. Tahap demi tahap dilakukan Sungmin untuk membuat coklat yang akan dia berikan pada orang special.
"Dulu aku sering memberikan ini pada Hangeng dan Min woo , tapi sekarang aku ingin memberi-nya pada orang lain" Kata Sungmin sambil mengaduk-aduk pelan coklat batangan yang sudah hampir lumer semua-nya
"Mungkin aku akan mengatakan-nya saat nanti aku menyerahlan coklat itu" Gumam Sungmin saat ia siap mencetak tiga buah coklat , satu berukuran besar sedang dua beukuran kecil.
Kreeeekkk
"Sedang apa Min?" Tanya Kyuhyun yang ternyata keluar sambil membawa botol air yang kosong
"Hmm…tidak , aku—"
"Itu apa?" Tanya Kyuhyun curiga sambil menengok kebelakang Sungmin
"Bu..bukan apa-apa , cepat masuk sana" Suruh Sungmin kini sudah agak merona
Deg
Kyuhyun melihat jelas apa yang ada di belakang Sungmin
"Untuk Hangeng hyung ya? sudahlah aku sudah tau kau tidak perlu menyembunyikan-nya" Kata Kyuhyun sedikit sinis—mungkin
"Ah..ahniyo…" Jawab Sungmin sambil menggerak-kan tangan-nya mengatakan tidak
"Sudah jangan berbohong padaku Min" Sahut Kyuhyun yang memandang wajah Sungmin yang kini sudah meredup
'Padahal aku menyiapkan semua-nya untuk-mu' Batin Sungmin miris , lalu karena tidak mau menangis disini Sungmin langsung berjalan melewati Kyuhyun beralasan ia ingin segera tidur
Tapi belum sempat Sungmin meraih kamar-nya , tubuh-nya sudah ditahan oleh sepasang tangan yang memeluk-nya dari belakang.
"Aku tidak bisa menunggu lagi" Gumam Kyuhyun tepat ditelinga Sungmin , dengan perlahan si balik-nya tubuh Sungmin
"Apa kau sudah menyukai-ku?" Tanya Kyuhyun lagi , tentu saja diikuti wajah mereka yang semakin mendekat
Sungmin sama sekali tidak menjawab , ia sudah tenggelam dalam manik mata Kyuhyun yang seperti mengintimidasi-nya. Sedikit lagi bibir mereka bertemu,
"Hmmm…apa yang kalian lakukan?(-_-*)" Tanya seorang namja kecil berambut hitam yang sudah berdiri di samping mereka dengan gelas kosong ditangan-nya
"Ah...tidak , aku tidur dulu" Jawab Sungmin lalau lari kekamar-nya sendiri
"Aish,…padahal sedikit lagi , dasar setan kecil" Bisik Kyuhyun lalu ikut berlalu kekamar-nya
−−−−−−−− Lalalala lalalala −−−−−−−−
Sungmin sudah menetapkan hati-nya kini ia tau apa yang ia rasakan , Sungmin sudah menyukai—tidak malah ia sudah mencintai laki-laki yang selama beberapa minggu ini berasama-nya. Dengan sekotak coklat ini Sungmin akan mengabari Kyuhyun tentang perasaan-nya
'Aku berharap kisah cinta kita sama seperti dongeng itu' Batin Sungmin yang sudah bersiap menyusul Kyuhyun ditempat Syuting-nya malam ini
Tapi saat ia hendak mencapai pintu depan Youngmin dan Kwangmin menghampiri Sungmin. Mereka berdua tampak sedang berjalan pelan mendekati Sungmin
"Oh…ini untuk kalian , selamat hari valentine…^^" Kata Sungmin senang
"Noona akan mencari Kyu Hyung?" Tanya Youngmin sambil meraih kotak coklat itu, lalu tentu saja Sungmin mengangguk pelan
"Aku tidak bisa mnunggu lama lagi…" Jawab Sungmin sambil memperlihatkan sebungkus coklat pada kedua bocah itu
"Jangan…" Cegah Kwangmin yang menghadang pintu rumah
"Kenapa? Ayolah aku ingin menemui Hyung kalian!" Kata Sungmin berusaha membujuk Kwangmin
"Noona sekarang akan menemui Hyung lalu kalian akan pacaran kan? Noona akan melepas kutukan Hyung kan?" Tanya Youngmin seperti akan menangis
"Hemm…tenang kalian boleh tinggal disini lebih lama kok…" Kata Sungmin yang menebak kalau kedua bocah itu takut kehilangan Hyung-nya
"Bukan , jangan cium Kyu Hyung" Kata Kwangmin
"Kenapa? Bukankah itu yang seharus-nya aku lakukan?" Tanya Sungmin bingung , tapi jawaban yang ia dapatkan hanya gelengan dari kedua anak itu
Kwangmin mulai menjauh dari pintu , merasa Sungmin tidak mungkin pergi sebelum mereka menceritakan semua-nya. Dengan berdiri berdampinagn mereka saling melempar pandang lalu mulai mengangkat kepala untuk menatap Sungmin
"Sebenar-nya semua yang Kyu Hyung ceritakan hanya bohong , masalah gadis berkerudung merah jambu itu hanya alat bagi Kyu Hyung" Kata Kwangmin mulai bercerita
"Maksud kalian?" Tanya Sungmin makin tidak mengerti
"Kyu Hyung hanya memerlukan ciuman tulus dari orang yang benar-benar mencintai-nya , jadi selama ini Kyu Hyung hanya menunggu noona sampai noona benar-benar menyukai-nya lalu mendapat Ciuman sukarela dari noona , mianhae" Lanjut Youngmin yang mulai tertunduk
"Tidak mungkin" Gumam Sungmin pelan , ini terlalu sulit untuk-nya
"Ini benar , kalau memang Hyung hanya perlu sebuah ciuman ia bisa saja memaksa noona mencium-nya tapi Kyu Hyung tidak melakukan-nya kan? Ia menunggu sampai noona sendiri yang mencium-nya—dengan sukarela tanpa paksaan" Jelas Kwangmin lagi
'Dia hanya mempermainkan-ku! Dia—namja itu sama saja!' Batin Sungmin berteriak histeris , airmata pun tidak bisa ditahan lagi , coklat yang tadi di bawa-nya terjatuh
Kreeekkk
"Annyeong…' Sapa namja jangkung yang baru pulang dari Syuting , tapi ia melihat keganjalan
"Minnie weayo? Keu kenapa menangis?" Tanya Kyuhyun khawatir
"Dasar Brengsek!" Pekik Sungmin sambil memukul tubuh Kyuhyun , setelah melakukan itu Sungmin langsung pergi kekuar rumah dan berlari
"Ada apa ini?" Tanya Kyuhyun bingung , lalu ia menatap kedua adik kembar-nya
"Mian Hyung , Sungmin noona sudah tau semua-nya" Jawab kedua anak itu ,
Kyuhyun langsung kaget mendengar pernyataan kedua adik kesayang-nya. Dengan tampang takut Kyuhyun berlari keluar rumah untuk menyusul Sungmin. Kaki-nya terasa tidak merasa lelah mencari sosok Sungmin yang kini sudah tidak terlihat dari pandangan Kyuhyun
"Kemana lagi anak itu" Kata Kyuhyun panic
Dia terus berlari sampai di tempat dimana Sungmin pernah menangis di pelukan Kyuhyun.
.
.
Sungmin terus berlari tanpa peduli dengan tatapan aneh orang sekitar , yang ia tau ia hanya perlu berlari terus sampai ia tidak bisa berlari lagi. Di tengah-tengah keramaian Sungmin mulai berdiam diri , lalu dengan bingung ia memilih berlari kearah kiri , tapi sial-nya ia menabrak seorang namja tinggi.
Saat Sungmin mendongakan kepalanya , tampaklah wajah namja tadi. Wajah oriental yang melekat kuat , tanpa menunggu lagi Sungmin langsung memeluk-nya erat dan akhirnya menangis.
.
.
Kyuhyun sudah berada di tengah keramain , tapi saat ia mulai putus asa mata-nya menangkap seorang namja yang sedang di peluk oleh seorang gadis yang sangat familiar bagi-nya.
Sungguh menyakitkan melihat-nya , melihat wanita yang kau cintai memeluk namja lain. Dia tau dia salah , lalu tanpa ada niat mengganggu mereka Kyuhyun dengan langkah gontai menjauh dari tempat itu. Saat berjalan pulang Kyuhyun mengucapkan kata-kata tak lazim dari mulut-nya
−−−−−−−− Lalalala lalalala −−−−−−−−
[Sungmin POV]
Dia tega melakukan ini semua , pertama ia mendekatiku mencoba menciumku beberapa kali. Tapi itu tidak pernah berhasil , dan saat aku akan dengan rela mencium-nya aku akhir-nya tau apa yang sebenar-nya ia inginkan. Ia mempermainkan ku lagi , ia hanya memakai-ku sebagai alat-nya.
Baiklah kau berhasil Cho Kyuhyun aku telah jatuh padamu. Bagaimana apa kau senang hah?
"Kau seharus-nya menemui-nya jangan lari seperti ini" Untuk pertama kali-nya aku mendengar suara itu malam ini
"Tapi ia mempermainkan-ku" Kata ku bernada menolak pernyataan Hangeng Oppa
"Aku yakin dia juga mencintaimu" Kata Hangeng lagi
"Tidak dia hanya mempermaikanku" Tolakku lagi , seolah ingin membuat tuli telinga-ku agar aku tidak mendengar kebohongan itu lagi
"Dia mencintaimu Sungmin , aku bisa melihat itu dari mata-nya. Bagaimana ia begitu marah saat tau aku menolak-mu saat itu , semua gerik-nya yang selalu ingin melindungi-mu , sudah sangat jelas" Kata Hangeng menatap sebuah papan iklan besar dengan wajah Kyuhyun disana
"Mungkin memang itu alasan-nya mendekatimu , tapi ia juga tidak akan bersikap seperti itu jika tidak mencintaimu. Apa kau mau kehilangan-nya? Kehilangan orang yang begitu menyayangi-mu?" Tanya Hangeng oppa lagi , aku mulai menyadari sesuatu
Aku menarik kesimpulan sendiri tanpa mau menunggu penjelasan dari Kyuhyun. Bodoh-nya kenapa ku tidak mencoba menyatakan-nya dulu saja , aku berani menyatakan pada Hangeng oppa yang jelas-jelas sudah ku tau memiliki wanita lain dihati-nya. Tapi kenapa pada Kyuhyun aku langsung berfikir pendek? Bahkan mendengar penjelasan-nya saja aku tidak sempat
Aku tidak mau kehilangan lagi , apalagi kehilangan orang sebaik itu.
"Gomawo oppa" Ucap-ku sambil memandang poster besar itu
"Kejarlah dia" Ucapan terakhir yang kudengar sebelum Hangeng oppa pergi meninggalkan-ku
Sebentar , kenapa wajah Kyuhyun jadi samar di poster besar itu? Tidak , wajah-nya mulai hilang. Aku kini mencoba menghubingi nomor-nya , tapi tidak aktif. Aku panic , saat kulihat nama kontak-nya perlahan ikut memudar di layer ponsel-ku
Tidak , aku tidak ingin dia meninggalkan-ku,
Dengan sekuat tenaga aku berlari menuju rumah lagi , dengan kasar kubuka pintu rumah,
"KYUHYUN!" Teriak-ku begitu keras
'Ploop'
'Ploop'
"Noona , Hyung ada di taman depan , sebentar lagi Hyung akan kembali ke dunia kami" Kata Youngmin dan Kwangmin bersamaan
Sambil tersenyum manis pada mereka aku segera pergi untuk mencari Kyuhyun.
[Sungmin POV end]
.
.
[Author POV]
Seorang namja jangkung kini sedang duduk di atas sebuah bangku memanjang disebuah taman , badan-nya menghadap bulan penuh yang bersinar terang. Sungmin yang sudah menemukan Kyuhyun mulai mendekati-nya dengan gerakan pelan.
Kyuhyun yang tau bukan diri-nya sendiri yang berada di taman ini langsung mebalikan tubuhnya. Wajah kyuhyun begitu tampan diterpa cahaya bulan saat itu , baju-nya sudah berubah dengan baju kemeja dan jas panjang.
"Kau kembali?" Kata Kyuhyun
"Ne , aku kembali" Jawab Sungmin masih mendekat terus
"Mianhae , aku tidak bermaksud—"
"Aku tidak dengan tujuan mendengar penjelasan-mu , aku kesini untuk memberi tau-mu sesuatu" Ucap Sungmin saat benar-benar sudah ada dihadapan Kyuhyun
"Apa?" Tanya Kyuhyun , tepat saat itu pula Sungmin menarik kerah baju Kyuhyun dan mengecup bibir Kyuhyun lembut
Kyuhyun sendiri hanya bisa membelalakan mata-nya saat mendapat perlakuan seperti itu dari Sungmin. Dengan kedua jantung orang itu yang berdetak semakin kencang , saat Sungmin melepas tautan-nya,
"Aku mencintaimu" Ucap Sungmin begitu tulus
"Nado…tapi mian sebentar lagi aku harus pergi" Ucap Kyuhyun sedih sambil memegang kedua sisi kepala Sungmin
"Jangan pergi , aku sudah melepas kutukan-mu kan?" Rengek Sungmin dan untuk yang ketiga kali-nya Sungmin kembali menangis dihadapan Kyuhyun
"Aku sudah mengucapkan mantra agar aku kembali dan itu tidak bisa ditolak , beberapa menit lagi aku akan menghilang , semua kenangan tentang diriku saat masih berada disini akan menghilang emua-nya…" Kyuhyun tidak melanjutkan perkataan-nya , ia hanya menghusap cairan bening yang sedari tadi membasahi pipi gadis tercinta-nya
"Dan kau…kau juga akan melupakanku" Lanjut Kyuhyun dengan air mata yang mulai merembes sampi menitik di pipi Sungmin
"Jangan pergi , kumohon…" Pinta Sungmin begitu memelas , suara tangis-nya kini sudah tak bisa ditahan lagi
"Tidak bisa , aku harus pergi , mianhae…" Jawab Kyuhyun tanpa bisa berkata apa-apa lagi
"Aku…aku tidak pernah akan melupakan-mu..hikzz…tidak akan.." Jawab Sungmin sambil menggeleng lemah dan memejamkan matanya erat
Sungmin mulai memandangi wajah Kyuhyun lagi , akan ia ingat setiap seluk beluk wajah namja itu.
Lalu wajah mereka kembali saling mendekat , dan sebelum Kyuhyun menempelkan bibirnya di bibir Sungmin , bibirnya kembali membentuk kata-kata tak lazim itu lagi. Mereka akhirnya kembali beciuman , ciuman penuh dengan cinta , rasa rindu dan kesedihan sebelum berpisah.
Perlahan genggaman Sungmin pada baju Kyuhyun mulai memudar , sampai akhir-nya bibirnya terasa hampa dan hanya menyentuh angin. Sungmin mulai membuka mata-nya tanpa melihat Kyuhyun dihadapan-nya lagi dan ia kembali menangis disana.
Semua-nya telah terjadi , dan ia sudah terlambat.
-Fin-
*Listen to : Kim Ryeowook (Super Junior) – If you Love Me More
#Epilog
Satu bulan telah terlewati , dan entah mengapa ingatan tentang namja itu masih melekat di otak-nya. Bahkan semua jejak Kyuhyun di dunia enterteiment dan sekolah sudah menghilang tanpa bekas. Tapi kenapa kenangan Kyuhyun di otak Sungmin belum terhapus sama sekali? Apa karena mantra yang Kyuhyun ucapkan sebelum namja itu mencium Sungmin?
Pagi itu Sungmin kembali bangun di ranjang-nya , suasana sepi seperti biasa-nya. Bagaimana tidak? Ia hanya sendiri dirumah itu , tanpa Kyuhyun dan tanpa Cho twins yang begitu ribut. Seulas senyum tipis terukir dibibirnya saat mengingat momen bahagia itu.
Saat ia akan berangkat kesekolah , seperti biasa ia berpamitan pada ibu-nya yang sebenar-nya hanya sebuah pigura yang berisi foto dirinya dan ibu-nya.
"Umma aku kesekolah" teriak Sungmin
BLAMMM
Sungmin mulai berjalan kesekolah-nya , ia harus segera membiasakan hidup tanpa seseorang lagi.
"Min Woo-yah , mau berangkat?" Tanya Sungmin yang lagi-lagi melihat adik Hangeng akan berangkat kesekolah
"Ne , hehehe…noona annyeong…^^" Pamit bocah imut itu
Sungmin terus berjalan menuju sekolah-nya sampai tanpa sangaja ia melihat seekor kucing liar dengan bulu berwarna agak coklat. Sungmin menghampiri-nya lalu mengelusnya pelan,
"Kau mengingatkan ku pada seseorang , bulu coklat tatapan mata tajam , hahaha…apa aku pelihara saja ya? akan kuberi nama kau Kyuhyun…^^" Sungmin langsung menggendong kucing itu
Ia ternyata berniat membawa kucing itu pulang dulu sebelum kembali berangkat kesekolah , toh masih ada waktu.
"Semoga dengan ada-nya kamu , aku tidak kesepian lagi , hihi…benar-benar mirip Kyuhyun" Kekeh Sungmin lagi sambil menggendong tinggi kucing itu
"Kenapa tidak memelihara yang asli-nya saja?" Tiba-tiba suara seorang lelaki terdengar di belakang Sungmin
Sungmin sepintas menganggap semua itu ilusi langsung menggeleng kepala-nya lalu hendak pergi.
"Kau lebih memilih kucing itu dibanting dengan-ku?" Suara itu bicara lagi , dengan ragu Sungmin membalikkan badan-nya
Tidak jauh dari tempat berdiri-nya , seorang namja tampat tinggi sedang bersandar di tembok tepat disamping-nya.
"Kyuhyun!" Panggil Sungmin sangat gembira , ia segera berlari kearah Kyuhyun yang sudah merentangkan tangan-nya , dengan erat mereka kembali berpelukan.
"Kenapa kau kembali?" Tanya Sungmin
"Kau tidak suka aku kembali?" Tanya Kyuhyun pura-pura kaget
"Ahni , tapi bagaimana kau bisa kembali?" Tanya Sungmin mengoreksi perkataan-nya
"Aku terkena kutukan lagi sehingga harus kembali kesini" Jawab kyuhyun serius
"Mwo? Kutukan apa lagi?" Tanya Sungmin kaget
"Kutukan untuk hidup bersamamu selamanya" Jawab Kyuhyun sambil menggoda Sungmin dengan menggesekan ujung hidung-nya dengan ujung hidung Sungmin
"Hmm..jangan-jangan aku yang sudah mengutukmu" Ucap Sungmin sambil tersenyum manis
"Mungkin , dan itu akan menjadi kutukan terfavoritku" Gumam Kyuhyun sambil memangdang wajah Sungmin dengan bahagia
-Aku tidak mau kehilangan-mu lagi , kau terlalu berharga untuk hidupku , kita akan selalu bersama kan? Tolong ucapkan mantra lagi , agar kita benar-benar tidak terpisah selamanya-
-THE END-
*listen to : Sunflower – Super Junior 5jib
#Thx to*plakk , kayak mau bikin 6jib(?) aja!* :
Terima kasih pada (?) , karena komik anda menginspirasi saya…^^V
Terima kasih untuk reader yang sudah mau membaca dan komen di ff saya yang sebenar-nya ceritanya punya (?) , tapi saya mengubah-nya sesui dengan ingatan dan inisiatif sendiri *maklum udah nambah umur , jadi agak pikun
Terima kasih pada (?) , karena sudah mengingatkan saya siapa yang punya komik…hehehe*bener-bener author kurang ajar saya!
Terima kasih pada Kyuhyun dan Sungmin yang masih langgeng sampai saat ini , aku akan menjadi KYUMIN SHIPPER yang kuat mulai sekarang…. 3 *Terima kasih pada Kak Soona yang sudah mengajariku jadi Kyumin Shipper yang tahan banting(?) #lho?
Terima kasih buat lagu-lagu oppa-oppa di Super Junior yang sudah memberikan semangat pada saya setiap kali aku mendengar lagu dan suara kalian , kalian begitu berharga bagiku…*yaelah curhat nih
Terima kasih untuk :
Komen kalian membuat begitu berharga untuk autror amatiran seperti saya , terima kasih karena Komen kalian telah memberi saya semangat untuk menyelesaikan FF ini.
Walaupun saya tidak bisa membalas setiap komen kalian , yakinlah kalau saya sudah pasti membaca-nya…hohoho*plakkk
GamsaHAE….
Terakhir mungkin setelah ini , saya tidak akan membuat FF berchapter lagi untuk sementara waktu , karena saya akan pusing untuk melanjutkan-nya bagaimana , saya aja masih banyak punya tunggakan , kebanyakan FF berchapter saya kan masih pada pengakitan (red : ToBerColusis)*ngegaje lagi #plakk
*Ni orang bener2 ngejiplak thx to-nya Haeppa deh…ckckckckck#kyo frustasi
I Love You nae reader 3
Gamsahamnida…*bow
04:32 am
NB : ini sbnr-nya ff lama...^^*ga da yg nanya!
buat ripiu-nya , saya sangt2 brtrima ksih...*deep bow
slam cup muachhh bwt kalian smua...:*
hehehehehehe
