Huaaaaaa… gak nyagka responnya bagus dari pada readers….

Wkwkwk…

Present

"kakak ken? Apa maksudmu layla?" sepertinya pernyataan layla tadi membuat pertanyaan baru lagi bagi sora. "hahaha… sudahla sora, aku juga yakin expresimu akan begitu"layla diam sebentar dan matanya seperti menerawang jauh "nanti akan kujelaskan , karena sekarang bukanlah saat yang tepat"

Cklek! Suara pintu terbuka langsung membuat mereka berdiri. Tanpa piker panjang layla langsung menghampiri sangb dokter " bagaiman keadaannya?" "tenanglah layla dia hanya kelelahan hanya saja tadi tekanan darahnya sangat rendah, sebaiknya kau jangan biarkan dia seperti ini lagi. sekarang kalian bisa melihatnya"

Tersirat kekhawatiran yang semakin besar di wajah layla.

Kamar Rawat Ken

Terlihat tubuh ken terbaring lemah. Wajahnya sangat pucat, tertancap selang infuse di tangan kirinya. Wajahnya juga tertutupi masker oksigen.

"ken.." panggil layla sangat pelan di dekat wajah ken. Perlahan ken membuka matanya. "ka..kak?" "dasar kau ini membuat ku khawatir saja" "ma..af" terlukis wajah yang sangat bersalah di wajah ken. Layla hanya tersenyum mendengar permintaan maaf ken tadi. Tak lama ken menyadari kehadiran sora diruangan ini. "sora?" "ya ken?" "terima kasih ya, kalau kau tidak menemukanku aku tidak tau apa yang terjadi" "hahaha sudahlah itu hanya kebetulan"

"sora, ini sudah malam yuri akan mengantrmu pulang", "lalu layla pulang dengan siapa?" "aku akan menjaga ken" "baiklah" lalu sora berjalan keluar ruangan "selamat malam"

/skip perjalanan\

Begitu sora sampai di kamar, dia langsung menghempaskan tubuhnya dikasur.

Sora POV

Ken… layla….. hhhhhhhhhh…. Sudahlah toh layla juga bilang akan menjelaskannya padaku nanti. Tapi jika ken sekarang dirumah sakit. Tak mungkin pertunjukanku…. Sudahla lebih baik aku tidur dulu!

Normal pov

"kau serius mia" "tentu saja aku serius sora!" tentu saja sora terkejut. Dia tiadak menyangka dia dan leon akan membawakan pertunjukan itu malam itu juga. Tapi dia teringat.."mia, ken kan sedang sakit mana mungkin dia bisa mengubah semusa settingngannya kan?". Tiba-tiba ada yang ikut dalam pembcaraan mia dan sora "tenang saja aku bisa kok" ujar ken dengan senyumnya seperti biasa. " lo ken?""tenang saja, aku tidak apa-apa kok". "ken benar sora, ken saja bilang tidak apa-apa" mia berusaha meyakinkan sora. perlahan mia mendekatkan wajahnya ketelinga sora. "kapan lagi kau akan bermain dengan leon" bisikan mia langsung membuat pipi sora merona merah. Ken yang tidak mengerti langsung meninggalkan mereka berdua.

Di ruangan lain

Ken tak berkutik dari laptopnya. Dia tampak serius tentu saja. Pertunjukan ini untuk gadis yang sangat dicintainya. Sekarang perasaannya campur aduk. sekarang dia harus senang atau sedih. Seharusnya dia senang karena melihat sora senang. Tapi tentu dia juga merasa cemburu karena dia hanyalah manusia biasa. "ukh…" tiba-tiba ken mersakan nyeri di dadanya tapi rasa nyeri itu dihiraukannya saja.

Ken's POV

Sora atau keegoisannku yang harus aku pilih…

Hhhh… dasar hidup ini memang penuh pilihan

Sora.. sekali saja…. Kumohon.. dengarkan aku

Normal POV

Ken mengeluarkan benda kecil dari kantongnya dan mulai mengetikkan serangkaian kata yang berubah menjadi kalimat "akku tunggu di pantai setelah pertunjukan" lalu dia menekan tombol send.

Tidak lama kemudian hpnya berbunyi, dan dia langsung membuka sms balasan dari sora. di layar tertuliskan "ok". Terlukis senyum di wajahnya mungkin inilah saatnya pikirnya.

Malam

Ken berjalan menuju ruang persiapan. Tapi di yengah perjalanan dia kembali merasakan nyeri didadanya. Kli ini rsa sakit itu tak tertahannkan. Tubuhnya hamper limbung tapi untung lah ada yg menahannya dari belakang.

Thanks buat yg udh nge-riview cerita ini akan selesai pada chapter 6