Chapter 2

My Love Is Pain

Summary : Bagaimana rasanya mencintai seseorang tetapi seseorang itu tidak mencintai kita? Itulah yang kini dirasakan Sasuke, seorang lelaki yang memendam perasaannya pada seorang putri yang cantik namun dingin,hidupnya penuh dengan kemewahan,dan selalu memandang rendah orang lain yang tidak sederajat dengannya.

Disclamer : Masashi Kishimoto

Genre : Hurt/Comfort, Romance (Slight Humor)

Pairing : Sasuke and Sakure

Rated : T

PRUKK…

Dia merasakan ada seseorang yang menjatuhkan sesuatu di badannya,Sakura mendongakkan melihat Konan sedang menengkurapkan tempat sampah tepat diatasnnya.

Terdengar keras suara bahakan semua orang di sekitar Sakura.

"Ups, maaf putri Sakura yang terhormat. Aku tidak sengaja, hahaha." Ujar Konan, sambil menahan tawa.

"Apakah kau baik-baik saja putri Sakura yang terhormat?" Ejek Karin.

"Atau harus kupanggil putri sampah?kurasa itu lebih cocok untukmu hahahahahahaha."Sambung Ten ten, sambil meninggalkan Sakura diikuti yang lainnya.

Setelah mereka meninggalkan Sakura cukup jauh,dia menggerutu sambil membersihkan sampah yang menempel di tubuhnya.

"Aku benci mereka."

.

"Aku benci mereka."

.

"Aku benci mereka."

Gerutunya berulang-ulang.

.

.

.

TRINGGGGGGGG…..

Tidak terasa bel pun berbunyi,yang menandakan semua siswa harus masuk ke kelasnnya dan memulai pelajaran terakhir.

Namun karna Sakura masih kesal,dia memutuskan untuk diam di kamar mandi sampai pelajaran terakhir selesai.

Berjam-jam Sakura menunggu sambil membersihkan tubuhnya.

Tiba-tiba masuk seorang lelaki yang hendak menuju toilet, ia kaget melihat kondisi Sakura yang masih sama seperti tidak disangka-sangka lelaki itu adalah Sasuke.

"Apa kau lihat-lihat? Apa kau juga ingin mengejekku seperti mereka?" Tanya Sakura dengan wajah datar.

Glek..
Sasuke pun menelan liurnya dengan susah payah, ia sama sekali tidak bisa mencerna perkataan Sakura. Butuh waktu lama untuk Sasuke mencernanya.

"Kenapa diam? Ejek saja! Aku tidak peduli." Bentak Sakura sambil melotot ke arah Sasuke.

Sasuke langsung memasuki bilik dan langsung menutupnya tanpa menjawab Sakura,Ia terlalu senang karena bisa berbicara bersama Sakura walaupun dengan nada membentak.

"Huh, akhirnya aku bisa berbicara ." Batin Sasuke senang.

Setelah puas membatin, Sasuke pun keluar dari bilik kamar mandi dengan wajah sumringah bagaikan kebanjiran uang.

Tiba-tiba wajah sumringahnya berubah menjadi suram saat pandangan matanya bertemu dengan pandangan mata Sakura yang menusuk.

"Noonaaaaa, jeongmal bogoshipo(Kakak, aku sangat merindukanmu)." Ujar Sasuke tiba-tiba sambil menunjukan keimutannya. Sakura pun menatap mata Sasuke dengan tatapan membunuh.

CRIIIIIIIING!

"Oh..Eh.. Anu itu Sakura aku bercanda." Ucap Sasuke gelagapan.

"Kau? Kau sudah mengejekku, kau sudah mentertawakanku, kau sudah menunjukan sesuatu yang membuatku ingin memuntahkan semua makananku. ENYAH KAU DARI SI- "

Tanpa mendengarkan kata-kata yang terus keluar dari mulut Sakura, Sasuke pun lari terbirit-birit bagaikan dikejar setan.

Keesokan harinya

Di kamar Sasuke

"Muachhhhh kemaren lovely day!"teriaknya sambil memperhatikan wajahnya di depan cermin.

Datang adiknya dengan wajah bingung sambil memperhatikannya.

"Nii-chan masih normal?"tanyanya dengan polos dan tak berdosa.

Sasuke tidak menganggap adiknya yang sedari tadi memperhatikannya dan menunggu jawaban yang keluar dari mulut kakaknya,Sasuke malah mengusap-usap kedua pipinya dengan mulut terbuka.

"KAA-SAN, NII-CHAN GILAAA!"

Mikoto(Kaa-san) pada saat itu sedang keasikan berduaan bersama sang ayah(Fugaku) di taman sambil meniup balon.

Adiknya lari mencari-cari kaa-sannya setelah dia mendapati kaa-sannya yang sedang gila bersama sang tou-san dia cengo, dan berguman kecil.

"Kurasa,didalam keluarga ini hanya aku yang masih waras."sambil berdecak kesal,membuang muka sambil memejamkan mata.

Tidak disangka-sangka akibat kecerobohannya sang adik,Hikari. Dia sukses menabrak tembok dengan membuat kepalanya keluar tonjolan berwarna merah,sehingga dia pun pingsannnn di tempat.

BRAKKKKKKKKKKKKKKKKKKK.

"Ahh tou-san ada apa itu?"Tanya kaa-sannya.

"Sudahlah paling juga ada lalat jatoh,lupakan saja."Jawab tou-sannya.

"Oh."

Kaa-sannya hanya bengong dan tidak terlalu memikirkan hal itu

Sedangkan Sasuke malah mengira ada maling,dia sudah mengenggang erat kamus bahasa Indonesia,yang akan ia pukulkan namun dia tidak melihat apa-apa.

'Sudahlah mungkin kecoa.'gumamnya dalam hati.

Lalu dia pun menutup pintu kamar dan terbang lalu mendarat tepat di KASURR.

Dia pun menarik selimut dan berlayar ke alam mimpi.

"Kesempatan hari minggu.. tidur seharian aye.."

FLASHBACK

Pada Saat Sasuke masih berumur 5 tahun,orang tuanya sedang menjalani tugas ke Otogakure.

Mereka menemukan anak yang masih berumur 1 tahun anak itu perempuan,dan anak itu kasian sekali.

.

.

.

Bajunya sangat sangat kotor,rambut acak-acakkan,kucel and kummel.

Tidak punya rumah,dan tidur di bawah jembatan dengan alas yang hanya berupa kardus bekas.

Orang tua Sasuke pun hatinya tersentuh,dan merasa iba melihat anak itu.

Akhirnya mereka pun berniat untuk mengadopsi anak itu.

.

.

Awalnya Sasuke belum bisa menerima adik barunya itu.

Tapi setelah dia pikir-pikir lagi,akhirnya Sasuke merasa kasihan.

Akhirnya mau menerima adiknya itu.

Dan anak itu diberi nama "Hikari".

END FLASHBACK

-To Be Continued-