"Kak mau kemana!" Pekik Shun bingung.

"Mengambil barang! Kalian duluan saja!"

Ikki berlari dengan kekuatan supernya menuju rumah itu namun, saat ia membuka pintu, tanpa sadar ia melihat sesuatu. Sesuatu dengan aura yang sama, yang membuat seluruh bulu kuduknya berdiri.

.

.

.

.

A saint seiya fanfic

Author: Kenedict leo

Disclaimer: Masami Kurumada

Warning: bahasa terlalu kaku

Hope you enjoy it minna

.

.

.

"kkhh. . .khekh. . .kheee. . . ."

"KYAAAAAAAAAA"

Ikki menjerit ketakutan saat melihat sumber dari rasa ketakutan dan kegalauannya selama ini, dia tidak peduli jika teriakannya saat ini sangat lebay dan kecewekkan sekali, dia yakin bahwa shaka pun pasti akan melotot kaget jika melihat hal yang serupa ini.

Bukan, yang ikki lihat bukanlah setan, jin, hantu, atau semacamnya, tetapi lebih menakutkan lagi, rumah yang baru saja diberikan Athena sekarang berisi dengan kumpulan mayat hidup yang sedang antri berbaris dan bergerak menuju suatu titik, sang saint phoenix yang saat ini hanya diam mematuh masih shock dan memandang tak percaya, bagaimana bisa? Bagaimana bisa isi rumah ini berubah menjadi padang tanah lapang yang penuh dengan mayat-mayat hidup ini?, apakah ini memang benar-benar kutukan dari Zeus kaena Athena masih mencicil rumah ini 100 kali dalam 100 tahun? , berbagai spekulasi dan pertanyaanpun muncul dalam benaknya.

Merasa seperti ada yang menyadarkannya, ikki melihat diantara barisan mayat-mayat hidup itu ada seseorang. . .bukan, beberapa orang yang tinggal bersamanya, beberapa orang yang bersamanya berjuang melindungi Athena, para bronze saint! Dia melihat para bronze saint pun berbaris mengantri dan bergerak menuju ke suatu bukit yang berlubang besar, termasuk adiknya sendiri, termasuk Shun!, melihat shun yang ikut berbaris dalam antrian kematian itu, tak ayal ikki mengejar saint andromeda itu yang sudah dekat mendekati lubang besar itu.

"SHUUUUNNNN!"

Dalam distopia dan kepanikannya, sang bronze saint terkuat itupun berlari berusaha mencegah adik kesayangan sekaligun satu-satunya keluarga yang dimilikinya untuk terjun ke lubang yang tak berdasar itu, dia tak peduli akan bronze saint lainnya, yang ada dalam benak dan pikiran ikki hanyalah menyelamatkan dan membawa shun keluar dari sini, perisitiwa yang hampir mirip yang dia lakukan saat shun masih bayi

Saat ikki hampir berhasil menarik shun keluar dari barisan kematian itulah pemandangan dan peristiwa itu lenyap, apa yang dilihatnya tadi hilang tak berbekas, seakan kejadian tadi hanya ilusi, rumah baru bronze saint itupun kembali menjadi rumah biasa dimana ikki sedang berada di selasar teras,sungguh yang bisa dia lakukan sekarang adalah diam mematung, keringat dingin pun bercucuran akibat shock yang kembali menyerangnya, Bronze saint paling tua itupun tidak tau apa yang sebenarnya terjadi tadi, tempat macam apa itu? ,mayat-mayat itu? Lubang itu? Dan. . . . .SHUN!

Mengingat saint Andromeda itu ikki bergegas mengejar para bronze saint yang sudah lebih dulu pergi ke sekolah, semoga itu tadi hanyalah sebuah ilusi usil Shaka, semoga tidak terjadi apa-apa pada mereja, semoga shun baik-baik saja, pokoknya harus memastikan keberadaan mereka terlebih dahulu

.

.

.

.

.

.

.

"Yomotsu Hirasaka" ujar Athena pelan, sang Dewi Kebijaksanaan itu memandang cemas di hadapan ikki dimana mereka berada di ruang perpustakan Kido Mansion setelah ikki melaporkan apa yang telah dialaminya, terlihat jelas pada wajah ikki terlihat putus asa, saat dirinya bermaksud mengejar mereka ke sekolah untuk memastikan keberadaan para bronze saint, yang ia temukan hanya tas-tas mereka berserakan di pinggir jalan, dalam kepanikan itulah sang bronze saint terkuat itu merasa tidak ada yang bisa dilakukannya kecuali memberitau pada Athena yang berada di rumah putihnya.

"tenanglah ikki, mereka baik-baik saja, aku bisa merasakan cosmo mereka belum melemah" hibur Athena seraya menutup buku ensiklopedinya dan menepuk pundak ikki pelan, melihat wajahnya yang sudah mulai tenang, Athena melanjutkan perkataannya "Yomotsu Hirasaka adalah tempat bagi orang yang telah meninggal sebagai jalan untuk menuju ke dunia kematian, tempat seharusnya mereka berada" .

"Tidak mungkin para bronze saint sekarang berada disana. . . . ."

"lalu. . .apa yang kulihat tadi itu?, aku melihat mereka dan shun dengan mataku sendiri, dan aku tidak merasa bahwa itu ilusi, aku bisa menjamin itu!"

"Yomotsu Hirasaka berada di Sanctuary, tepatnya di kuil cancer, tempat yang dijaga oleh Gold Saint Deathmask, jika terjadi apa-apa dengan tempat itu, pasti aku juga tau apa yang terjadi" potong Athena, sebenarnya dirinya tau apa yang sebenarnya terjadi pada para bronze saint itu, kejadian yang dialami ikki, dan Sanctuary, tapi. . . .

Menjulurkan tangannya tepat di wajah saint phoenix itu, sekelebat cahaya kuning, cosmo Athena terlintas terlihat oleh ikki, sebelum keseimbangannya goyah dan jatuh pingsan di hadapan Dewi Perang itu.

"maaf ikki, tapi ini terlalu berbahaya bagi mu" desah Athena pelan, setelah mengambil tombak Nike nya, dia berkata..

"sekarang, giliranku yang melindungi kalian, seorang diri. . ."

Dan yang tersisa sebelum ikki kehilangan kesadaran sepenuhnya adalah bekas semburat cosmo Athena yang baru saja melakukan teleportasi, ke tempat dimana seharusnya Dewi Perang itu berada. . . . . .

TBC.


Kyaaaaa, apa ini? Kenapa bahasa gue jadi kaku bangettt.! T-T

Fanfic ini sudah kurombak beberapa kali, jadi melenceng jauh dari rencananya yg ada adegan Y*Oinya

Errr oke selanjutnya siapa yah yang ken pilih, euuummmhhh. . .^_^"

Seika Hoshino!

-Entah kenapa gue khawatir nasib athena jika yang nulis cerita si seika, tapi yo wes lah. .. .-

tag to go (Choose Random, dear) :

Cecillia Angela / Mini Author Gita/ Glace Aquarii / Kenedict Leo / LittleScarlet / Pelayan Hermes / LittleSunion / Reizu YuukiNeezuri / Istar fantasy / RedQueen19/ Seika Hoshino