Shout

Chapter.4 – Pesan

By: LittleScarlet

A/N: Minna-san, fic ini kali pertama Scarlet dalam menulis fic berantai, jadi mohon dukungannya ya! Ohya, mungkin chapter ini awalnya agak ngaco, tapi gapapa ya. Ehehehe...

Disclaimer: SS itu punya om Kurumada.

Warning: sedikit ada YAOI.


Kabar duka cita Athena bertamasya ke Yomotsu Hirasaka menyebabkan tingkat statistik kegalauan di Sanctuary bertambah tinggi. Para Goldies pun mulai menjambak rambut masing-masing sangkin frustasinya kecuali Milo, yang malahan menjambak rambut Saga.

"WOI!"Bentak Saga yang akhirnya sadar bahwa rambutnya dijambak Milo.

"Apaan sih?! Orang lagi geram nan frustasi tingkat gold saint legendaris, kamu malah bentak-bentak aku! Mau apa? Jadi sundel bolong? Sini kamu! Biar kulobangin kamu!"Balas Milo membentak balik ngak tanggung-tanggung amarahnya!

"A-Hah? Apa-apaan sih? Kan salahmu sembarangan jambak-jambak rambutku?! Tau ngak berapa banyak shampo yang kupakai per hari untuk merawatnya?"Saga melotot dengan mata merahnya, tanda-tanda kegilaan.

"Oh, iya yah. Maaf 'Ga. Saya lupa kalau barang aib ini rambutmu."Sindir Milo ngak mau kalah.

"Udah-udah! Kepalaku mau pecah dengarin kalian berantem disini!"Lerai Shura diambang membelah Milo.

Berkat Shura, suasana mulai mendingin walaupun seharusnya Camus lah yang mendinginkan suasana. Keheningan mulai merayap bagaikan kegelapan YH dan juga lubang hidung DM yang menganga lebar ditengah kuil Cancer. Para Goldies masih dalam tahap tertekan karena perbuatan nekat dewi mereka yang terkasihi dan diberkati dengan segala masalah di alam semesta, alam dewa, dan alam baka.

"Jadi bagaimana ini?"Kata Aphro memecah keheningan.

"Hhmmm...Bagaimana kalau kita semua kembali ke kuil kita masing-masing dan memikirkan ini dengan kepala dingin?"Saran Shaka, satu-satunya goldies yang masih bisa berpikiran logis dalam keadaan mencekam seperti ini.

"Tapi, bagaimana dengan Athena-sama?"Tanya saint kambing yang memang terkenal atas kesetiaannya terhadap dewi mereka tersebut.

"Ah, tenang saja lah...kalau dia nyasar para Bronzies pasti bisa nyelamatin dia kok! Lagian YH kan sudah bukan tempat yang asing bagi mereka."Ujar Alde, sambil berusaha mengingat apakah dia sudah mematikan kompor sebelum datang berlari ke kuil Cancer.

"Cih! Tapi kenapa sih harus pada saat generasi kita-kita sekarang yang menjaga kuil, segelnya harus terlepas?"Tanya Kanon jengkel.

"Segel yang terlepas."Gumam Mu yang tampaknya agak khawatir mengenai segel tersebut. Mungkinkah ia mengetahui rahasia kelam yang tersegel dibalik segala kegelapan yang terpendam dalam kuil Cancer?

"Halah! Kalian sudah ngak perlu banyak tanya lagi! Lihat saja si kepiting yang ngak kompeten ini! Ngak heran deh, segelnya terlepas!"Gerutu Aphro yang dibalas oleh tatapan DM yang jelas sekali berkata 'awas-kalo-lo-berani-hina-gue-satu-kata-lagi-kutendang-ke-YH!' namun sayangnya tatapan panas penuh api(cinta?) yang berkobar itu tak dihiraukan Aphro.

Hening.

"Baiklah! Mari kita kembali ke habitat kita masing-masing-"

"Tunggu!" Sela Shura, dan tentu saja semua tatapan –kebanyakan tatapan jengkel– tertuju kepada Shura.

"Tidakkah kita sebaiknya mengirim salah seorang gold saint ke lubang tersebut untuk memantau keadaan dan memastikan bahwa Athena-sama baik-baik saja?"Lanjut Shura cemas.

Lantas para goldies menatapnya dengan tatapan kagum karena masih ingat terhadap dewi yang menghilang tersebut.

"Kalau begitu, siapa-"Ujar Shaka namun tersela oleh bunyi ringtone HP Milo yang berdering riang nan ceria. Ternyata si iseng yang menelpon pada saat kritis tersebut adalah tak lain dan tak bukan si saint bebek tengil yakni Hyoga.

"Halo? Ya, napa Hyoga?"Tanya Milo penasaran atas dasar apa Hyoga menelponnya. Para Goldies lain mendengar dengan seksama dan berharap mendapatkan seberkas informasi kecil apa pun mengenai YH yang terbuka di Jepang.

"Milo. Ini gawat! Kami baru menemukan informasi penting mengenai-"

"Heh! Jawab dulu kenapa engkau kali ini memilih untuk menelponku daripada si kulkas sang gurumu yang kau puja melebihi nyawamu itu?"Sela Milo tak sabar menantikan pujian bahwa dia lebih baik dari si raja Es tersebut.

"Oh, ngak ada apa-apa kok! Tadi aku cuma ngak sengaja nampak gambarmu di buku koleksi model pakaian dalam di majalah si Seiya"Jawab Hyoga polos tak berdosa.

Dikejauhan, terdengar cekikikan para Goldies secara telepati karena tertawa secara biasa saja tak akan dapat mengungkapkan kebahagiaan mereka yang meluap.

Runtuhlah harga diri Milo, rahasianya sebagai model pakaian dalam terungkap. Padahal sebenarnya para Goldies yang lain mengira bahwa dia bekerja jadi model perusahaan fashion terkenal.

"..."

"Sudahlah, jangan depresi dulu! Keadaan disini gawat!"Dari nada bicaranya Hyoga terdengar agak khawatir. Namun apa yang dapat membuatnya sampai menelpon ke Sanctuary menghabiskan sisa pulsa terakhirnya?

"Jabu hilang-"

"Jadi bagaimana ini, sudah kalian cari belum?"Tanya Kanon merebut hp Milo. Ternyata tidak disangka berita hilangnya sang Saint unicorn tersebut dapat membawa dampak yang cukup dramatis bagi Kanon.

"Kami sudah berusaha mencarinya tetapi yang kami temukan hanya kaus kakinya yang berbecak darah!"Jawab Hyoga cemas.

"Darah?"Kanon terdengar mulai panik, keringat dingin mengucur dahinya.

"Iya. Tapi ada yang lebih aneh lagi, darah itu-"

Tiba-tiba saja suara Hyoga menjadi kabur dan terdengar suara-suara aneh dari ujung lain telefon tersebut disusul oleh teriakan dan terputusnya jaringan telfon.

"Hyoga! Hyoga!"Teriak Kanon panik berusaha mendapatkan balasan tetapi sia-sia. Gold saint yang lain terdiam dan menatap ke arah Kanon yang berdiri tegak dengan raut yang tak dapat terbaca. Tapi yang lebih mengusik pikiran para Goldies adalah apa gerangan yang terjadi diantara Jabu dan Kanon sehingga Kanon sampai berperilaku sedemikia rupa?

"Ini gawat."Kata Saga.

"Tentu saja ini gawat! Sekarang kita tak bisa apa-apa selain menunggu kabar dari sana yang tak pasti akan datang atau tidak!"Teriak Aphro semakin frustasi.

"Atau kita dapat menginfestigasi dari gerbang kegelapan yang terbuka disini."Jawab Shaka tenang.

"Dimana Gold saint yang lain, bukankah mereka sudah seharusnya sampai disini?"Kata Aiolia yang mulai cemas.

"Sudah kucoba menghubungi mereka melalui telepati, tapi..."Mu tampak tertekan dan mukanya memerah dengan ekspresi yang sulit dimengerti.

"Apa yang terjadi?"Tanya saint Leo tersebut.

"Sinyal telepatinya terganggu. Dan terdengar sebuah suara."Jawab Mu.

"Suara?"Kata para Gold saint serentak.

"Ya, suara. Suara yang sangat kukenal."

Mu memalingkan wajahnya dan menatap kedalam kegelapan yang terlepas dari segel tersebut.

"Apa yang dikatakan suara tersebut?"Tanya Shaka dengan raut serius.

"Dia-dia...mengatakan 'maaf, pulsa telepati anda tidak cukup untuk melalukan panggilan'."

BUAAAAKKK...!

Hamtaman keras pun melayang kearah wajah tampan saint Aries tersebut.

"Tu-tunggu dulu! Tapi ada suara lain lagi!"Kata Mu seraya mencoba menyelamatkan wajahnya dari kuku tajam Milo yang memang sudah sangat ingin melampiaskan segala amarahnya.

"Apa lagi? cepat katakan!"Balas Shura yang sudah siap menguliti domba malang tersebut.

"Dia mengatakan:

'Segel yang terbuka dan kelahiran kegelapan baru,
Bergabunglah wahai ksatria dunia atas,
Lepasnya iblis terpenjara waktu,
Bergabunglah wahai penjaga dunia bawah.'"

Para saint terdiam mendengarkan pesan tersebut dengan seksama.

"Begabunglah wahai ksatria dunia atas."Ucap Alde,"Itu berarti kita."

"Bergabunglah wahai penjaga dunia bawah. Jangan-jangan..."Milo melihat ke sekeliling ruangan dan ternyata gold saint yang lain telah menyimpulkan hal yang sama. Terlepasnya segel ini bukan hanya karena ketidak-becusan DM tetapi juga karena ada sesuatu yang terjadi di underworld.

"Ini, benar-benar gawat."Kata Shura.

"Sebaiknya kita segera kembali menjaga kuil kita masing-masing. Saya memiliki firasat buruk bahwa sebentar lagi akan ada sesuatu yang besar terjadi."Gumam Shaka seraya berjalan meninggalkan Cancer menuju Virgo.

Keheningan berlanjut. Sementara para Gold saint kembali ke kuil mereka masing-masing, perhatian Milo terus terpusat kepada sesuatu yang sudah dari tadi mengusik pikirannya, Camus. Firasat buruk terus menerus menghantuinya setelah apa yang terjadi dengan Hyoga. 'Tidak, ini tidak mungkin terjadi.'pikirnya,'Camus adalah seorang gold saint yang kuat yang dapat melindungi dirinya sendiri.'

Sesampainya di kuil Scorpio yang dijaganya, Milo langsung merasakan sebuah aura kuat yang berasal dari meja tulisnya. Di atas meja tersebut terdapat secarik kertas yang bertuliskan:

'Wahai ksatria dengan hati yang membara
Hampirilah dia yang berhati dingin
Di tanah dewi yang menghilang berkelana.'

Begitu Milo selsai membaca pesan itu, kertas tersebut langsung lenyap tanpa jejak. Saint Scorpio tersebut berdiri atas shock yang diterimanya. Bukan karena pesan misterius yang memberitahukan keberadaan Camus. Tetapi sejak ia membaca pesan tersebut, segala kekuatan dan Cosmonya terasa meninggalkan tubuhnya. Tidak, bukan meniggalkan tetapi seakan-akan ditarik secara paksa.

Pandangan Milo terasa kabur, dan suhu tubuhnya meningkat drastis. Tak tahan lagi dengan sakit yang dirasakannya, saint tersebut pun terjatuh dan berusaha menenangkan diri. Segalanya terasa jauh dan gelap. Sampai tiba-tiba terdengar suara yang amat dikenalnya. Benarkah? Suara tersebut memanggil namanya berulang kali. Dan perlahan-lahan tubuhnya terasa hangat.

"Milo! Milo! Bertahanlah, apa yang terjadi?"Kata suara tersebut dipenuhi kecemasan.

"Camus?"Kata Milo seraya membuka mata birunya dan memang benar dihadapannya saint Aquarius sahabat karibnya memandang dengan tatapan cemas. Dan apakah memang benar atau hanya ilusi yang mempermainkan pikiran Milo? Milo secara tak sengaja menemukan setetes air mata di ujung mata sahabatnya.

"Camus, kamu-"

"Sudahlah."Sela Camus agak kasar seraya memalingkan wajahnya, matanya terarah jauh kedepan seakan sedang memikirkan sesuatu.

Milo berusaha bangkit dari lantai yang dingin. Cosmonya telah kembali walaupun kondisinya masih lemah. Tetapi hatinya terasa hangat. Mungkinkah ini berkat bantuan dari Camus? Saint yang terkenal berkat kedinginannya.

"Terima kasih, Camus."Gumam Milo menatap punggung sang Gold saint yang sudah beranjak pergi tersebut

Milo tak mengharapkan balasan terhadap perkataannya tetapi Camus menghentikan langkahnya dan berkata,"Jika semua insiden ini telah selesai. Aku mengharapkan penjelasan mengenai kondisimu yang tadi."

Milo tertegun. Mungkinkah Camus, yang memiliki hati sedingin es mengkhawatirkannya? Namun, jika Camus ada disini, siapakan yang dimaksudkan oleh pesan itu? Ada apa dengan Jabu dan Kanon? Dan juga bagaimana mungkin akibat suatu pesan tiba-tiba Milo kehilangan cosmonya walaupun hanya sementara? Misteri pesan tersebut menjadi semakin rumit dan apakah gerangan rahasia segel yang disembunyikan oleh Mu?

To Be Continued...


TA-DA! Chapter ke-4 selesai deh, gimana? Dari awal chapter yang agak Gaje Scarlet alihkan ke jalur yang benar(jalur rada yaoi).

Author berikutnya yang kena tag...*random*

Istar fantasy

Selamat berjuang Istar-san!

Tags to go :

Cecillia Angela / Mini Author Gita/ Glace Aquarii / Pelayan Hermes / LittleSunion / Reizu YuukiNeezuri / RedQueen19