Shout

Chapter: 6

N/A: Maaf updatenya lama. Saya kehabisan ide, banyak ujian, PR banyak, dll. Fic ini juga berkat kakakku yang 'tercinta'(dia yang suruh tulis tercinta), LittleScarlet. Pokoknya enjoy aja deh ceritanya...

Disclaimer: SS punya om Kurumada dan riddlenya sumbangan dana dari Scarlet.


Dari dalam lubang YH nampak sebuah tangan yang merangkak naik keatas. Dan ternyata, itu adalah sang saint Scorpio Milo!

"THIS IS SPARTAAA!" teriak Milo.

"GYAH!" teriak Kardia spontan saat Milo menendangnya masuk ke lubang YH dengan kekuatan maksimum, tidak menghiraukan para gold saint yang lain.

"Milo?! Apa yang telah kamu lakukan ?!" kata Aiolos .

"Berani-beraninya kau menendangku masuk ke lubang YH!" teriak Milo.

"Milo...Apa yang terjadi? Mengapa...dari mana...bagaimana bisa..." Camus terlalu shock sampai tidak bisa berkata-kata.

"Aku tidak begitu yakin dengan apa yang telah terjadi. Tapi, saat sampai di YH bersama kalian, ada seseorang yang tiba-tiba menabrakku dari belakang dan menendangku masuk ke lubang YH. Dan aku yakin seyakin-yakinnya itu adalah Kardia."

Setelah mendengar cerita Milo, para gold saint terdiam. Suasana YM menjadi hening.

"Bagaimana kalau kita pikirkan dulu arti sebenarnya dari pesan yang kita dapatkan." saran Saga.

"Pesan?" tanya Ikky. "Pesan apa?"

"Tadi siang kami mendapat suatu pesan misterius lewat telepati Mu. Isinya..." Shura pun menyatakan pesan itu pada Ikky. Ikky terdiam sampai ia berhasil mencerna arti dari pesan itu.

"Apakah ini berarti kita harus menggabungkan kekuatan dengan para specter?" tanya Ikky.

"Bisa jadi,"kata Aiolos. "Tapi, apakah mereka mau?"

"Mungkin kita sebaiknya pergi dulu ke Underworld. Siapa tahu mereka bisa membantu kita." Usul Aiolia.


Sesampai di Underworld, terlihat permandangan yang sangat menyedihkan. Kebanjiran terjadi di mana-mana. Para Gold Saint + Ikky pergi ke ruang kerja para hakim neraka dan menceritakan apa yang telah terjadi, serta pesan yang mereka dapat.

"Jadi, maukah kalian mau membantu kami?" tanya Shura.

"Kita juga mendapat pesan itu dua hari yang lalu. Tapi, kita punya masalah yang lebih besar." jawab Aiacos.

"Es di Cocytus meleleh, dan menyebabkan Underworld banjir seperti yang bisa kalian lihat." sambung Minos

"Kita akan membantumu, tapi ada syaratnya." kata Rhadamanthys.

"Apa syaratnya? Apapun akan kulakukan!" kata Ikky.

"Kembalikan Cocytus seperti semula. Kuberi kalian lima menit, dan pertimbangkanlah dengan baik, apakah kalian setuju atau tidak." jawab Rhadamanthys dengan tenang.

Para goldies terdiam sejenak, kemudian berpaling ke arah Camus.

"Kutolak. Meskipun kalian berlutut sambil mencium-cium kakiku pun akan tetap kutolak." kata Camus dingin, sedingin-dinginnya.

"Camus, kau adalah harapan terakhir kita." kata Milo sambil berlutut di hadapan Camus.

"Tidak ada saint lain yang bisa melakukan pekerjaan seberat ini selain kamu." sambung Aiolia yang juga berlutut di depan Camus.

"Camus, lakukanlah ini demi muridmu Hyoga." bujuk Saga.

"Ayolah Camus, demi keselamatan umat manusia." kata DM. "Jika kamu mau, kosmetik Aphro pun akan kuberikan."

"Sembarangan! Asal kau tahu saja, kosmetik-kosmetikku seratus kali lebih berharga dari nyawa Athena!" kata Aphro dengan tegasnya.

"Dasar banci kaleng! Sudah mukanya mirip pocong, gak sadar-sadar juga!" balas DM.

"Kamu juga! Udah jelek, senget, goblok, IQ rendah, bau mayat, muka mirip nenek gayung, kerjanya cuma makan, tidur, ngorok lagi!" balas Aphro.

"Dari pada kamu! Dilihat dari setiap sudut, sisi, dan diagonal manapun, mukamu tetap mirip pocong! Walau kau berobat ke klinik Tong Fang pun tidak akan bisa menyembunyikan mukamu yang mirip pocong itu! Shura, kamu pasti setuju denganku kan!" DM berpaling ke arah Shura yang sedang berdiri terbengong melihat kedua sahabatnya.

"Umm...bukankah mukamu yang lebih mirip pocong?" jawab Shura yang sudah kehabisan akal dan mengatakan semua yang terlintas di pikirannya.

"Lihat? Shura saja mendukungku." tawa Aphro dengan wajah penuh kemenangan.

Ketiga hakim neraka cengar-cengir menonton drama para goldies yang sedang berdebat. Akhirnya waktu lima menit pun habis.

"Jadi, apa keputusan kalian?" tanya Minos dengan senyuman lebar.

"Kami terima!" Jawab Aldebaran tanpa ragu.

"Ta-tapi Cocytus sangatlah luas! Cosmoku tak akan cukup untuk mengembalikan semuanya seperti semula. " kata Camus panik.

"Tenang saja Camus, kita akan membantumu. Kita adalah saint, dan saint selalu bekerja sama." kata Saga.

"Baiklah... akan kucoba semampuku." kata Camus dingin.

"Ayo kita pergi ke Cocytus!" teriak Aiolia dengan semangat.

Sesampainya di Cocytus, Camus menaikkan cosmonya sampai maksimum dan dengan bantuan Gold Saint lainnya, Cocytus kembali seperti semula dalam waktu kurang dari satu jam. Para goldies pun kembali ke ruang kerja para hakim neraka.

"Sesuai perjanjian, kami para Specter akan membantu kalian memperbaiki Segel Cancer yang rusak tersebut." kata Aiacos.

"Pertama, kita harus menemui arwah Saint Cancer yang melepaskan Segel Cancer, dan mencari tahu tujuan utamanya melepaskan segel tersebut." kata Rhadamanthys.

Minos membuka sebuah pintu yang terletak di pojok ruangan. Para Saint pun masuk ke ruangan tersebut. Di dalam ruang itu terdapat perlengkapan ritual pembangkit setan yang bermacam-macam. Minos membacakan mantra-mantra gak jelas, dan muncullah arwah sang Saint Cancer di tengah ruangan.

"BLAHAHAHAHAHA...!" tawa sang saint Cancer.

Tiba-tiba DM terjatuh dan pingsan. Cosmonya hilang, jantungnya berhenti berdetak, dan terdengar suara di benak mereka.

"Wahai para Gold Saint! Akulah mantan Saint Cancer yang telah berhasil melepaskan segel Cancer dengan keja kerasku selama ratusan tahun. Jiwa Saint Cancer murahan ini sekarang ada di tanganku. Jika kalian mau jiwa ini kembali, bawakan gajiku yang tidak dibayar-bayar oleh Athena." kata

"Anu...kira-kira berapa yang belum dibayar?" tanya Aldebaran.

"Lima puluh trilliun." jawab Saint Cancer tersebut.

"UAPAAAAAA?!" teriak para goldies dengan serentak.

"Untuk sementara, akan kusimpan jiwa ini di suatu tempat yang bisa kalian jangkau."

"Kok tempat yang bisa terjangkau?" tanya Kanon.

"Kalau tak yang tidak bisa terjangkau, uangku gak sampai-sampai dong. Lagipula, untuk apa kusimpan jiwa murahan seperti ini lama-lama." Kata mantan Saint Cancer tersebut."Dengarkan baik-baik ya."

Di antara ke-tujuh penjaga

Dimana perunggu menjadi emas

Dibawah langit beriak

Di dalam gulungan ombak

Setelah menyatakan teka-teki penuh misteri, arwah Saint Cancer tersebut pun lenyap. Para gold saint terdiam dan berpikir sejenak.

"Oh! Aku tahu dimana!" Teriak Kanon.

"Dimana? Dimana?" kata para Gold Saint.

"Itu lho...kalian ingat gak episode dimana cloth para bronzies berubah jadi emas?"

"Gak."

"Masa kalian lupa sih!"

"Lupa."

"Duh...padahal ada aku lho."

"Maksud lo yang di Poseidon chapter itu?" Tanya Saga.

TING

Akhirnya nyambung juga otak para goldies. Ternyata tempat terjangkau tersebut adalah...

"Pillar Utama Poseidon."

To Be Continue...


Author yang kena tag : Reizu YuukiNeezuri

Selamat berjuang !

Tags to go :

Cecillia Angela / Mini Author Gita/ Glace Aquarii / Pelayan Hermes / RedQueen19