A/N: akhirnya kelar juga. Sebelumnya Queen juga mau nucapin terimakasih buat niisan yang udah bantuin ^^. Langsung aja ya... sedikit flashback:

Sreek

Ikki menginjak sesuatu. Ternyata sebuah kertas (lagi). Penasaran para Gold Saint juga ikut nimbrung.

"Maaf, pillar utama kami sedang direparasi, harap tunggu tiga hari lagi jika kalian benar-benar ingin melihat atau berkunjung ke pillar tercintaku. Terima kasih." kata mereka serempak.

Siiing...

"APPA!"

Saint Seiya © Masami Kurumada

Shout

Chapter 8


3 hari kemudian….

Mereka kembali lagi ke pillar Poseidon.

Ternyata, di pillarnya ada spanduk bertuliskan "HUT RI, -17-08-1945- dan kami sekeluarga tak lupa mengucapkan 'Selamat Hari Raya Idul Fitri'.

"aku tidak mengerti … " gumam Milo yang sweatdrop setelah melihat tulisan di spanduk.

Tiba – tiba…

"Apa yang kalian lakukan disini?"

Semua goldies terdiam dan menatap tajam seseorang yang menghampiri mereka.

"P-Poseidon?" kata goldies kompak.

"Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Poseidon, dingin.

Semua mata tertuju pada Milo.

"Kami datang kesini untuk meminta-"

"Minta THR? Sorry yah… gw lagi 'kanker'," Potong Poseidon. Dan kemudian matanya tertuju pada sosok bermata biru muda dengan bibir sexy dan wajah menawan. "Hm… pucuk dicinta ulam pun tiba…" pikir Poseidon.(?)

"Kanker? Apaan tuh?" celetuk Shaka.

"Kanker tu nama penyakit," kata Camus. Dasar bego! Kata Camus, dalam hati.

"Aku bisa mendengarmu," kata Shaka sambil menatap tajam ke arah Camus.

Lebih tepatnya Kantong kering. Pikir Aiolia -_-

"Bukan…! Kami ingin meminta bantuanmu untuk menyelamatkan Deathmask," Kata Milo.

"err… gimana yah~ err… boleh… tapi ada syaratnya," kata Poseidon sambil tersenyum licik.

Perasaan gw nggak enak nih… pikir all goldies + Ikki.

"apa itu?" kata Aiolos.

"Aku ingin salah satu dari kalian menemaniku malam ini," kata Poseidon sambil tersenyum nakal.

Semua gold saint + Ikki diam seketika.

Hening.

.

.

.

"sialan! Itu tidak mungkin! Mana mungkin kami, gold saint mau melakukan hal seperti itu!" seru Aiolos.

"Yahh… baiklah… kalau tidak ada yang bersedia, tidak apa – apa…" jawab Poseidon sambil beranjak pergi meninggalkan mereka.

"tunggu dulu," cegat Aphrodite.

"Hm?"

"Baiklah, demi menyelamatkan temanku… aku bersedia,"

Semua gold saint terdiam.

Membatu…

Menatap sang Pisces.

ARGH! Wanjriiiiiitt! Dasar maho sialan! Kata gold saint lain dalam hati.

Mereka juga muntah, dalam hati.

Mereka teriak, dalam hati. (hadeh -_-)

Kanon langsung keluar dari istana karena tak bisa menahan muntahnya.

"Maho detected." Gumam Ikki.

"Tapi, kalian harus ingat bahwa… AKU INI LAKI – LAKI SEJATI!" sambung Aphrodite.

"Baiklah… kalau begitu, ayo kita jalan - jalan… sayang," kata Poseidon dan langsung menggandeng tangan Aphrodite.

"Baik sayang~" balas Aphrodite, sambil berjalan ala banci kaleng. Berjalan berdampingan dengan Poseidon. Berjalan dengan mes-ra.

Hueek… camus langsung keluar mengikuti jejak Kanon. Kanon yang baru masuk malah langsung tepar. Aldebaran menutup mata Mu karena adegan tak layak tonton. Milo berubah menjadi pucat pasi seketika. Shura pink-sun. Ikki tepar. Aiolos menutup mata Aiolia. Saga menutup telinga Aiolia. Shaka tidak diketahui keberadaannya.

"Oh… satu lagi. Kalian bisa bermalam disini, karena semua anak buahku sedang mudik." Kata Poseidon, terus berjalan menuju kamar pribadinya.

"t-tunggu-

"yah… ngomongnya nanti waktu makan malam aja… aku lagi bad mood, jaa~ ayo sayang…" potong Poseidon sembari mencolek pipi Aphrodite.

"Hihi~" tawa Aphromah- Aphrodite.

Semua goldies muntah berjamaah. Ikki yang baru saja siuman langsung tepar lagi karena adegan berbahaya tersebut.

BRUKK.

Ternyata itu adalah suara Shaka yang jatuh dari langit karena melihat adegan terlarang dua sejoli. Entah mengapa ia bisa ada di atas sana…

.

.

.

Ruang makan, pukul 08.00 p.m..

Semua goldies + Ikki menyantap hidangan lezat yang tersedia diatas meja makan. Tetapi, nafsu makan mereka hilang karena melihat 'kemesraan' dua sejoli. Camus yang tidak terpengaruh (pura – pura nggak lihat) memecah suasana 'menyeramkan' tersebut.

"Jadi… apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan Deathmask?"

"Oh… iya ya… hampir lupa…" kata Poseidon.

"tadi aku sudah diberitahu my honey (semua langsung muntah) kalo Deathmask di cuklik oleh hantu Cancer kan? Jadi… kalian harus menyegel si hantu pake kepiting dewa." Sambungnya.

"A-apa…? Kepiting dewa?" kata semua goldies (kecuali Shaka) dan Ikki kompak.

"Hmm… pasti rasanya lezat…" celetuk Shaka.

"Yosh! Kalau begitu, besok kita harus memancing kepiting itu besok!" Seru Shura penuh semangat.

"Yup… tapi, dimana kita bisa mendapatkan kepiting itu?" kata Mu.

"Eto… besok kita berangkat dengan kapal andalanku… tenang aja…" jawab Poseidon santai.

"Ohh…" kata mereka kompak, kecuali Aphrodite yang sedang sibuk menggunakan lip gloss.

Lalu Poseidon mengalihkan pandangannya ke Aphrodite, kemudian memeluknya.

Semua langsung tepar, kecuali Shaka yang sudah antisipasi dengan kacamata hitam. (gaul juga ternyata, haha XD)

[Adegan di skip, karena nggak mutu]

.

Keesokan harinya…

"This is it! Kapal canggih nan keren ala Poseidon!" kata Poseidon sambil memamerkan kapal 'keren'-nya.

"H-HUA! Ini kapal hantu yang kemarin!" teriak Milo.

"A…AP-APA?! Kapal hantu?!" kata Poseidon.

"iya, kemarin kapal ini jalan sendiri," celetuk Mu.

"wkwkwk… kalian ternyata ndeso juga ya… kapal ini sudah dilengkapi dengan system auto pilot. Kapal ini seharga 1 m dolar," jawab Poseidon samba tersenyum bangga.

"Ohh…" kata goldies kompak.

Dan akhirnya mereka berangkat ke TKP, tanpa Ikki. Karena ditakutkan Ikki akan melihat adegan berbahaya lagi.

.

.

.

Sesampainya di TKP...

"Wah… kepitingnya besar sekali…" kata Mu.

"baiklah… kita langsung saja…" kata Aldebaran.

"Yosh!" seru Aiolia penuh semangat.

"Ayo kita mulai!" teriak Milo.

Dan…

Mereka semua mulai melempar umpan mereka yang sudah di jampi – jampi terlebih dahulu oleh mbah Shaka.

Tetapi semuanya sia – sia karena si Kepiting nggak doyan sama umpannya. Lalu Poseidon yang sejak tadi menonton mereka kemudian berkata "oh… aku hampir lupa! umpannya harus manusia… yang masih hidup…"

Bayangan Aphrodite langsung muncul di benak mereka, mereka saling berpandangan. Saga pun berkata "kita lempar saja maho itu…" semua mengangguk setuju.

Saga langsung memasukan cacing – cacing tak berdosa itu kedalam mulut Aphro. Aldebaran memasukan pelet ikan, dan gold saint lainnya juga melakukan hal serupa. Shaka kemudian mengambil pose ala mbah dukun dan langsung menjampi – jampi Aphro. Akhirnya, Aphro yang malang di lempar ke arah kepiting dewa.

"AAAAA…. TIDAK… TOLOOOOONG~" teriak Aphrodite.

"NOOOOOO~ Poseidon…. Tolong aku!" teriak Aphrodite.

"Bye bi… honey…" jawab Poseidon sambil melambaikan tangannya dan ber-evil-grin ria.

Takdir pun berkata lain. Aphrodite pun jatuh ke tangan kepiting dewa dan malangnya, dan anu-nya di capit.

"AAAAAAAARRRGGGHHH~ TIDAAAAAAAAAAAK!" teriak Aphrodite penuh penderitaan.

Kesempatan itu pun tak disia - siakan oleh mbah Shaka. Ia langsung terjun bebas ke kepiting dan berkata "tatap mata Ojan… eh salah! Maksudnya, tatap mata Shaka… sekarang kamu jadi penurut… penurut…"

Semua langsung sweatdrop tak terkecuali Poseidon.

Kepiting dewa pun berhasil di kalahkan. Tentunya dengan bantuan duo cantik, Aphro dan Shaka.

Tiba – tiba, sesosok bayangan hitam datang mengahampiri mereka, membawa seonggok tubuh yang tak sadarkan diri. Bayangan itu pun berkata "Buahahaha… kalian tidak akan berhasil menangkapku… dan menyelamatkan teman kalian ini,"

"grr… itu tidak akan tejadi! EXCALIBUR!" Shura langusng menyerang arwah Cancer.

Semuanya ikut menyerang. Tetapi, Poseidon pun memanggil Shaka dan Aldebaran.

"Ayo kita mulai upacara penyegelan Cancer," kata Poseidon.

"Baik," jawab Shaka dan Aldebaran kompak.

"Siapkan kayu bakar dan panci," kata Poseidon.

Tanpa ba bi bu, mereka berdua langsung memenuhi perintah Poseidon. Poseidon pun menyalakan api unggun, dan merebus Kepiting Dewa. "Min kuman kamin, kuman jadi vitamin," mulut Poseidon membaca mantra.

Poseidon langsung mulai mencabuti cangkang kepiting, dan memakan isinya.

"jadi kepiting besar ini hanya untuk makan?!" kata Aldebaran.

"Iya… ayo bantu aku untuk mengabiskan ini." kata Poseidon kepada Aldebaran. "Kau juga, mbah dukun,"

"namaku Shaka," kata Shaka, dingin.

"terserah…"

Mereka mulai memakan isi kepiting dewa. Gold saint yang bertarung kesal karena di saat – saat genting seperti ini, mereka malah sibuk mengisi perut mereka.

"dasar Poseidon sialan! Ternyata dia cuma memperalat kita!" kata Kanon.

"Kanon, jika kau berbicara seperti itu lagi, gajimu akan ku potong." Balas Poseidon.

"Iy-iya… sorry sorry…"

"tenang saja, ini juga bagian dari ritual… kita tidak boleh menghancurkan cangkangnya," kata Poseidon.

Setelah Poseidon dan kawan – kawan menghabiskan isi kepiting tersebut. cangkang kepiting itu menyala dengan terangnya dan arwah Cancer langsung masuk kedalam cangkang yang tersusun secara otomatis.

"MISSION COMPLETE!" seru Milo dengan senangnya.

Yeay! Semua gold saint bersorak sorai merayakan kemenangan mereka, kecuali Shaka dan Aldebaran karena kekenyangan memakan daging kepiting.

Tetapi, cangkang yang sudah terisi arwah Cancer itu pun mengamuk, menghancurkan benda – benda di sekitarnya.

AAAAA… teriak semua gold saint, termasuk Shaka dan Aldebaran yang kekenyangan. Poseidon langsung mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.

"Sinar Pengecil…" seru Poseidon sambil mengarahkan sinar tersebut ke arah kepiting. Dalam sekejap kepiting itu berubah menjadi kecil.

"Waaahh… kayak kantong ajaib Doraemon…!" kata Mu terkagum – kagum.

"haha… Poseidon gitu loh~"

.

.

.

Akhirnya mereka berhasil menangkap arwah Cancer dan berhasil menyelamatkan Deathmask. Dan bagaimana keadaan Sanctuary? Lalu bagaimana dengan nasib Seiya cs? Satu lagi... DIMANA ATHENA?!

.

.

.

To be continued…


*sigh* maaf kalo gaje ya ^^"

yo... milih siapa ya...? Err... *muter muter[?]*

yup! Glace Aquarii, good luck! :D

Tag to go :

Cecillia Angela / Mini Author Gita / Pelayan Hermes