Chapter 9
By : Glace Aquarii
.
"Jadi apa yang akan kita lakukan pada arwah Deathmask sekarang?" tanya Aiolia malas, dia langsung duduk di lantai kayu perahu yang katanya milik sang dewa lautan "tubuhnya dimana ya?"
"Kita bawa kok" Aldebaran mengangkat tubuh Gold Saint Cancer itu penuh semangat, hampir saja dia melempar keluar tubuh itu.
Arwah Deathmask pun memasuki tubuhnya dan dalam beberapa saat matanya terbuka "kalian lama banget sih, si Cancer gila itu mau bunuh aku tahu ga?" teriaknya.
"Kita juga udah usaha kali mau selamatin kamu, sampe aku harus ngedate sama Poseidon. Ya gapapa sih dia kan ganteng" ucap Aphrodite yang mengedipkan sebelah matanya pada Poseidon.
"Kita bahkan lebih mementingkan kamu dari pada Athena" jelas Kanon malas "kalau tahu kamu ga akan bilang terima kasih gini mah aku ga mau selamatin kamu"
Tiba-tiba saja Shura bangkit dari posisi duduknya dan tampak seperti mencari sesuatu disana, membuat pemuda cantik disana bingung.
"Shur, kamu cari apa an?" walaupun dia bertanya begitu, dia pun ikut mencari ke arah sahabatnya melihat.
"Aku lagi cari Athena, siapa tahu dia ada di sini gitu" jawabnya polos, para Goldies lain langsung memukulinya hingga ia terkapar.
"Sudahlah, lebih baik kita beristirahat dulu" ucap Mu melihat keadaan mengenaskan teman-temannya "selagi menunggu kita sampai di Sea Sanctuary"
Beberapa detik kemudian yang terdengar hanya suara dengkuran para Goldies dan Shaka menyempatkan diri untuk menulis sesuatu lalu melemparnya ke lautan.
Sementara itu Ikki di Sea Sanctuary tampak bosan menunggu "kenapa mereka lama sekali sih mana aku ga boleh ikut dengan alasan ga jelas gitu" dumel Ikki kesal."
Tiba-tiba saja sesuatu menutupi pandangan matanya hingga ia berteriak dengan keras "mati lampu! Aku tidak bisa melihat!" dia berlari berputar-putar lalu jatuh saat keseimbangannya hilang dan 'benda' itu terlepas.
Ikki bangun dan sedikit mengutuk benda yang mengerjainya tadi "Cih apa-apa an sih nih kertas" dia pun membukanya dan melihat deretan tulisan rapi.
.
"Kepada Ikki,
Selamat siang, kami ingin sekali membantu kamu dan sekarang dalam perjalanan menuju Sea Sanctuary, tapi ada satu kabar buruk yang harus aku sampaikan padamu. Semuanya tidak sadarkan diri karena kelelahan termasuk Deathmask, mungkin kamu harus melanjutkannya sendirian, saat Deathmask bangun akan ku suruh dia membantu mu.
Shaka"
.
"Melawan kepiting dewa, huh? Aku ingin lihat sebesar apa itu makanan seafood yang sering bikin orang alergi" gumam Ikki, dia membuang kertas itu lalu menuju pintu keluar dari sana "apa boleh buat kalau mereka tidak bisa melanjutkan, biar aku cari petunjuk dimana adikku dan teman-temannya serta Athena"
Ikki mencari ke semua tempat yang ia lalui, bahkan ia meneriakan nama Saori pada sebuah tempat sampah dan juga selokan.
"Capeeee.. Sudah kucari kemana-mana tapi tidak bisa ku temukan juga, lebih baik aku pulang dan beristirahat setelah itu aku cari lagi deh" Ikki melangkahkan kakinya ke arah rumah yang Saori beli dengan cara mencicil selama 100 tahun.
Saat dia membuka pintu, lagi-lagi ia disapa pemandangan YH dengan banyak orang yang berjalan kearah lubang itu.
"Kenapa ini harus terjadi padaku oh dewa Zeus" ucap Ikki lalu menutup kembali pintunya dengan keras beberapa saat kemudian dia membukanya dan pemandangan tadi hilang di gantikan dengan ruang tamu biasa "baguslah"
Jam menunjukan jam 10 saat ia selesai bersih-bersih dan memutuskan untuk menelepon para Goldies yang sejak tadi siang tidak ada kabarnya lagi. Pemuda berambut biru itu memutuskan untuk menelepon Saga karena Shaka tidak mempunyai handphone.
"Halo, ada apa?" tanya suara Saga dari seberang sana "kamu sudah menemukan petunjuk baru?"
"Be- tunggu, kamu sedang ada dimana? Kenapa aku bisa mendengar musik yang tidak familiar?" tanya Ikki yang mendengar musik yang sangat asing baginya, wajar dia tidak pernah ke klub malam (?)
"Ah eto.. k-kamu sudah tahu keberadaan Athena belum?" tanya Saga mengalihkan pembicaraan.
"Belum, aku sudah mencarinya kemana-mana tapi aku tidak bisa menemukan rambut hijau adikku" jawab Ikki lalu berbaring di atas tempat tidur empuknya.
"Yang aku tanya itu Athena bukan adikmu tahu" teriak Saga dari sana.
"Kamu sendiri udah tahu cara menyegel kembali kuil Cancer belom?" balas Ikki tidak terima di bentak oleh seniornya "malah maen-maen, katanya cape!"
"Deathmask sih udah ketemu, tapi dia sendiri masih tepar tuh di pojokan" balas Saga "pokoknya kamu harus cari tahu dimana Athena dulu deh" dan hubungan di putus begitu saja.
"Cihhh..siapa yang peduli sama tuh dewi jadi-jadian deh. Saga paling cuma mau nagih gajinya yang belom dibayar dan kalo kenyataannya si Saori udah nowhere to be found dia pasti pesta di Kido's Mansion sama yang lainnya" Ikki meletakan handphonenya lalu memejamkan matanya "tidur aja ah"
.
"Seiya bangun" seorang pemuda berambut hijau mencoba membangunkan temannya yang tampak semaput di lantai sebuah ruang mewah "Seiya!"
"Aduh Shun kamu bisa lihat ga kita udah bosen denger kamu panggil-panggil nama Seiya mulu" ucap Shiryu kesal, dia sedang bermain kartu dengan Hyoga, Ichi dkk.
"Tapi Seiya ga bangun-bangun dari kemarin, belum makan belum minum belum bla bla bla bla bla bla bla..."
Jabu yang kesal dengan tingkah keibuan Shun pun kesal dan langsung duduk di atas punggung Seiya "Sei bangun ga lo! Kalo lo ga bangung gw bakal hajar lo sampe mampus" tak ada reaksi dari pemuda berambut coklat itu dan akhirnya Jabu memutuskan untuk lompat-lompat di atas Seiya.
"Buset Jabuuuu! Lu udah gila? Kalo sampe Seiya patah tulang gimana?" tanya Ban takjub dengan kelakuan autis temannya.
"Patah tulang mah udah biasa dia, waktu lawan Hades aja dia ketusuk pas di jantung masih bisa bangun" balas Jabu yang masih melakukan aksinya.
"Wehhhh gw udah bangunnnnnnnn" teriak Seiya yang langsung berontak dan membuat saint Unicorn itu jatuh terguling "Gw hampir ketemu sama my princess tahuuu!"
Tak ada seorang pun yang menghiraukan perkataannya, oleh karena itu dia berguling-guling bersama Jabu.
"Ngomong-ngomong soal Hades.." Hyoga mengantungkan kalimatnya untuk menarik mata semua temannya "kita ada dimana ya?"
Shiryu memukul kepala anak mama itu kencang "apa hubungannya kita dimana sama Hades? Emang dia sekurang kerjaan itu sampe dia nyulik kita dan taro kita di kamar super duper mewah kaya gini? Kita kan hanya saint rendah Athena, kenapa dia tidak menculik Goldies saja kalau memang ini kelakuan Hades?"
Yang lain terbengong dan yang buka mulut selanjutnya adalah Shun "I dunno"
Seiya takjub atas kelakuan Shun yang membalas pertanyaan bejibun Shiryu dengan dua kata yang Seiya sendiri tidak mengerti (maklum lah dia baru aja mau sekolah n tiba-tiba ilang).
"Kita harus keluar dari sini gimana pun caranya" Geki berdiri lalu mendorong pintu mewah berlapis emas "ga bisa kebuka, di kunci!"
"Kita udah coba buka tuh pintu dari kemaren, tapi ga bisa kebuka" ucap Ichi pasrah.
"Minggir, biar aku, Shiryu yang buka" semuanya minggir untuk membiarkan Shiryu berjalan menuju pintu tersebut "Rozan Shouryuu Ha"
Tapi pintu itu tetap tidak bergeming sedikit pun "wow anti cosmo" ucap Nachi terkagum-kagum.
"Minggir biar aku yang buka" Hyoga mendorong Shiryu kesamping dan menarik pintunya perlahan "beres deh" lalu dia keluar.
"Benar-benar menakjubkan ilmu yang Camus berikan pada Hyoga" ucap kelima Bronze saint tak di aggap.
"Bzz nenek gw juga bisa buka kaliiii kalo cmn tinggal di tarik" dumel Seiya lalu menyusul Hyoga keluar "Buset"
Shiryu yang kesal karena kegeniusannya di kalahkan oleh Hyoga pun ikut keluar "idih gelap banget"
"Kita kaget bukan masalah gelap atau ngga nya, tapi kemana kita harus pergi? Ke depan kanan atau kiri?" tanya Seiya bingung memandang sekitar.
"Gimana kalau kita berpencar aja?" usul Shun.
.
Di suatu tempat yang tidak di ketahui oleh para Saint..
"Loh siapa ini gadis berambut ungu pake dress putih panjang? Kok sepertinya aku pernah lihat" ucap suara tua disana.
.
.
.
To be continue..
.
.
Maaaaaaf kalau gajelas banget...
Glace ga pernah buat fic berantai soalnya.
Berhubung banyak tugas jadi kebut deh T.T
Maaf kalau mengecewakannnnn huaaa
.
Pilih siapa ya..
Okaay.. Cecillia Angela, ganbantte!
Tag to go :
Mini Author Gita / Pelayan Hermes
