Chapter 10

Saori was Found

By : Angela Lucille (dulu Cecilia Angela, aku ganti pen name lagi. Hehe ^^)

"Hmm," ujar Seiya bingung. Dia kesulitan memilih jalan yang harus dilewati. Setelah berpikir beberapa menit, Seiya sudah tahu jalan yang mana. "AHA! Aku pilih jalan kiri. Ayo, Shun."

"Yakin nih?" tanya Shun heran.

"Aku yakin, ini pasti jalan keluarnya!" jawab Seiya. "Setelah keluar dari sini, kita cari dimana Saori berada."

"Ya udah, kalau gitu cepat keluar dari lorong ini." ucap Jabu tidak sabar.

Shiryu, Hyoga, Ban, dan Nachi melewati jalan depan kanan. Mereka malah sampai duluan dibanding Seiya, Shun, Jabu, Geki, dan Ichi.

"Lama sekali," kata Hyoga sambil duduk bersila.

"Bersabarlah. Mungkin sebentar lagi mereka keluar." tukas Shiryu.

20 menit kemudian, Seiya dan yang lainnya berhasil keluar dari Istana Hades.

"Akhirnya kalian berhasil keluar juga," tukas Hyoga.

"Kalian baik-baik saja, kan?" tanya Shiryu.

"Ya, kami baik-baik saja." jawab Geki. "Sekarang, ayo kita cari Saori bersama!"


Di perjalanan, kesembilan Bronze Saints berlari menuju hutan. Tetapi, perjalanan mereka tidak selamanya lancar. Mereka dihadang oleh anjing hutan dan serigala.

"Gawat! Banyak sekali anjing hutan dan serigala. Bahkan kita dikepung." ujar Hyoga.

"Kita lawan saja! Siapa takuuuut," ujar Seiya. "METEOR PEGASUUUUUUUSSS!"

"RANTAI NEBULA!" teriak Shun.

"Rasakan ini!" ujar Jabu sambil menghajar anjing hutan itu.

Setelah melawan anjing hutan dan serigala yang menghadang Bronze Saints, mereka pun menemukan tempat dimana Saori berada. Tempat yang asing itu seperti rumah yang hampir bobrok. Di dalam, terlihat Roshi sedang menjaga Saori yang masih dalam keadaan pingsan.

"Ka-kakek?" ujar Shiryu terbata-bata. "Rupanya Kakek yang menjaga Saori."

"Ya," jawab Roshi. "Kakek menemukan Saori yang pingsan di hutan."

"Kakek, terima kasih sudah menemukan Saori. Kalau dia hilang, aku akan cemas." ucap Seiya.

"Tidak perlu berterima kasih.

Saori terbangun dan membuka matanya. "Dimana aku?"

"Kamu berada di tempat Kakek Roshi. Kakek telah menyelamatkanmu." kata Seiya.

"Seiya? Semuanya? Kalian datang untuk menyelamatkanku?" kata Saori.

"Nona baik-baik saja, kan?" tanya Jabu.

"Ya, tidak apa-apa. Aku hanya pingsan tadi."


Ikki terbangun dari tidurnya. Ia melirik jam. Jam itu menunjukkan pukul 3 sore.

"Aaaah, nyenyak sekali tidurku," ujar Ikki. "Jam 3, saatnya makan cemilan!" (jiah, nyantai benar ini anak -,-)

Ketika ia sedang mengambil cemilan kacang pistachio kesukaannya, Ikki mendengar suara HP berbunyi. Namun ia tidak mengangkatnya.

"Seek and destroy, seek and destroy," terdengar lantunan ringtone Metallica-Seek and Destroy.

"Ah, itu pasti Seiya yang suka iseng miscall padaku." gumam Ikki.

"Duh, kenapa Ikki tidak mengangkat telepon dariku?" tanya Seiya. "Sekarang kan aku serius."

Untuk kedua kalinya HP itu berbunyi lagi.

"AAAAAH! Seek destroy, seek destroy mlulu!" gerutu Ikki. Kelihatannya Ikki masih berada di bawah kesadarannya. Ikki menuju kamar dan mengangkat telepon dari Seiya. "Halo?"

"Ikki! Saori telah ditemukan!" teriak Seiya kegirangan. "Ia ditemukan oleh seorang Nenek tua. Aku senang Saori tidak hilang."

"Ya ya ya, aku tahu. Cukup sampai disini dulu!" tukas Ikki.

"Halo? Ikki? Ikki?" tanya Seiya. "Yah, udah ditutup teleponnya. Padahal aku belum beres ngomong, tahu! Dasar Ikki SEMPRUUUUUUUULLL!"

TBC

Maaf kalau plot-nya kurang jelas. Aku buru-buru membereskannya karena hari Jum'at ada ulangan Akuntansi .

And, I choose Pelayan Hermes to continue the story. Good luck!

Tag to go :

Mini Author Gita