A/N : Halo, Pelayan Hermes di sini. :D maap menunggu lama, ga dapet inspirasi. Oh, ya, han bingung soal segel Cancer itu sudah ditutup atau belum, (han sudah membaca ulang beberapa kali namun tetep aja bingung) jadi han putuskan saja segel Cancer masih terbuka. Maap kalau agak membingungkan. /sigh/ yap, selamat membaca. :D
Disclaimer : Masami Kurumada
Warning : pendeknya kebangetan, jelek, alur kecepetan, jelek, OOC, dan ada OC dari Seika Hoshino nimbrung bentar (kalau bingung, silakan baca chapter 3 kembali), :D jelek, typo(s) cerita mulai enggak sebagus chap sebelumnya, dan sudahkah aku bilang jelek?
Jumlah kata (minus A/N, disclaimer, warning) : 765 kata. Pendek yah? T_T
Setelah bronze saint menemukan Athena, ayo kita lihat perkembangan gold saint.
Tuuut tuuut tuuut. Handphone si Saga bunyi. Di layar hapenya ada nama orang yang Saga kutuk karena lupa ngasih artikel dan laporan jurnal kemaren. Mood Saga yang tadinya jelek karena klub malam yang ditempatinya bersama gold saint lain tutup karena pemiliknya tiba-tiba pengen liburan bareng seluruh anak buahnya, jadi makin jelek karena itu orang nelpon.
"Artikel sama laporan jurnalnya udah beres?" 'sapa' Saga dingin.
"Ha-lo, s-su-sudah, Pak" jawab bawahan Saga dengan nada takut.
"Bagus, dua menit lagi saya ke sana."
"Hah? Dua menit?"
"Iya, satu menit lima puluh detik lagi"
"Si-siap, Pak"
Saga pun diteleport oleh Mu ke kantornya. Semoga kamu selamat dari amukan kepribadian gandanya Saga yah bawahan Saga.
Tak berapa lama, hape para gold saint ikutan dari Mu yang mesen suku cadang, Alde yang mesen matras, sampai-sampai Shaka udah mengenal teknologi dengan menggunakan video call dengan murid-muridnya yang membutuhkan pencerahan. Eh, si DM enggak ikutan, dia kan ga punya hape dan ga punya kerjaan selain menambah koleksi pajangan kepala di kuilnya.
Jengah dengan teman-teman seperjuangannya mulai sibuk sendiri, DM mulai hunting kepala baru untuk pajangan kuilnya. Belum sempat dia melakukan sesuatu, dia sudah diteleport Mu ke kuilnya. Membiarkannya seorang diri menutup segel Cancer. Ya, seorang diri. (efek suara dramatis ala sinetron)
\(^o^\) (/^o^)/
"A..ano, Seiya"
"Ya, Shun?"
"Apa kata Kakakku?"
"Ya ya ya, aku tahu. Cukup sampai disini dulu!" kata Seiya sambil mencoba meniru gerakan Ikki kalau berkata begitu.
"Sudah kuduga akan begini." Shun mendesah, "Kemarikan hapemu."
"Untuk apa?"
"Jangan banyak nanya" ujar Shun sambil memberi tatapan Hadesnya.
"O..oke. Nih" Seiya melempar hapenya yang tidak berdosa ke tangan Shun.
Shun lalu menangkap hape yang nyaris menabrak dinding dan menekan-nekan tombolnya.
"Emangnya buat apa sih?" Seiya nanya sambil takut-takut.
"Nyabotase pulsa kamu," jawab Shun polos. Wah, Shun cakep-cakep suka ngambil pulsa orang. (dikeroyok Shun FC)
"Napa enggak beli aja?" Seiya menunjuk sebuah kios pulsa yang terletak sekitar lima puluh meter di depannya.
"Duitku ketinggalan." Jawab Shun polos (lagi).
"Sudah kuduga," sahut seluruh bronze saint kompak.
"Psst, aku mau nelpon Kakak nih," sahut Shun.
Setelah terdengar bunyi hapenya, Ikki lalu mengangkat malas. "Ada apa lagi Seiya?"
"Kakak, kami tersesat Kak," kata Shun.
"Shun! Kamu di mana?" Ikki mulai panik.
"Kalau aku tau ada di mana aku enggak tersesat kakak" ujar Shun bete.
"Oh iya yah. Benar juga katamu" jawab Ikki polos.
"Ya benarlah. Tapi jangan bilang benar aja. Jemput dong. Dan jangan pakai tampang polos."
"Baiklah. Tapi dari mana kamu tau Kakak pakai tampang polos?"
"Oh jadi Kakak beneran pakai tampang polos ya? Aku cuma nebak aja," ujar Shun enggak kalah polos.
"Oke, jangan ke mana-mana ya." Kata Ikki sweatdrop.
"Yap"
"Teman-teman, kita makan yuk, gue laper nih," kata Shiryu.
"Mau makan apa?" tanya Hyoga.
"Sekalian menunggu jemputan dari Kakak"
"Bakmi" jawab Shiryu polos.
"Noh, di sana ada kedai bakmi" tunjuk Seiya.
"Mana-mana-mana? Oh iya!" seru Shiryu. Dengan tenaga naga, ditariknya Bronze saint yang lain.
"Ternyata yang punya kedai pulsa dan bakmi adalah Roshi a.k.a Dohko. Dan jadilah mereka dapet pulsa dan bakmi gratis.
"Err, helloooow? Ada yang inget sama gueeh?" tanya Saori yang dengan tidak elitnya terlupakan oleh semua orang.
Seiya nongol. "Duh, Nona ke mana aja sih? Ga ikutan makan? Sini," Seiya lalu menarik tangan Athena menuju kedai bakmi untuk makan bareng.
\(^o^\) (/^o^)/
"Aduh, Shun di mana yah kira-kira?" Ikki bicara sendiri sambil masang pose berpikir.
"Hm, gue tanyain Hades aja yak?" Ikki terus masuk ke Elysion dengan sekehendak hatinya (A/N : anggap aja karena tubuh Shun itu dipakai Hades, dia jadi punya akses ke seluruh bagian Underworld)
"Oooi Hades! Adek gue di mana?" tanya Ikki ga sopan.
"Kamu itu enggak pernah diajarin sama Athena tentang sopan santun yah?" kata Hades sinis dan dingin serta datar.
"Kamu tuh yang ga punya sopan-santun, bukannya ngejawab pertanyaan orang malah balik nanya." Kata Ikki sewot.
"Terus kamu mau apa? Toh adek kamu ga ada di sini"
"Eh, ga ada?"
"Hmph, ditanya malah balik nanya."
Ikki langsung salah tingkah karena kata-katanya dibalikin sama Hades.
"Yasudahlah, ga ada juga gunanya gue di sini" kata Ikki.
"Nah, itu tau. Pergi dari kediamanku."
Setelah didepak sama Hades, Ikki mulai nyari di hutan yang sama dengan tempat Athena ditemukan. (A/N: jangan tanya kenapa bisa sama, author juga gatau. -_-'a)
"Shuuun! Shuuuun! Kamu di manaaa?" Ikki teriak pakai toa yang entah gimana bisa ada di sana.
"Aku di sini, Kaaaak!" kata Shun.
"Di manaaaa?"
"Di kedai bakmiii!"
Ikki langsung sweatdrop. Kruyuuuuk, perut Ikki bunyi. Ternyata camilannya sudah habis dimakan cacing di perutnya. (dihajar Ikki FC) "Sisakan untuk akuuuu!" dengan kecepatan cahaya, Ikki ikutan nimbrung ke kedai Roshi.
\(^o^\) (/^o^)/
Bagaimanakah kelanjutannya? Apa maksud dari teriakan yang hanya didengar Ikki di rumah Athena yang baru? Bagaimana nasib sekolah para bronze saint? Apakah DM berhasil menyegel Cancer kembali? Apakah DM akan mendapat pekerjaan?
TBC
A/N : Selamat berjuang Mini Author Gita. Selesaikan fanfic ini!
Akhir kata, maap kalau enggak memuaskan.
-Pelayan Hermes-
