Maaf hiatus panjang! Well! Aku MINI AUTHOR GITA akan akhiri FIC ini!

Warning: Gaje, Alur Aneh, Deathmask ga jadi seorang diri menyegel YH *pelayan hermes's said*, Yaoi, Jelek, Ada Baku n NonBaku, ada Loscan Chara

Disclaimer: Masami Kurumada!

SHOUT! Last Chapter!

FlashBack: Mu meneleport Deathmask ke Kuil Cancer buat ngingetin tentang YH tersebut... Seiya and The Gank lagi makan Bakmi di kedainya Roshi. Saori udah ditemukan dan sekarang dia lagi tidur di Kamar Mayat eh... Maksudku udah di kembalikan ke Kuil Athena... Dan gak lupa lagi, Saga menuju Kantor buat ngasih laporan ke Bosnya, jadi kayaknya dia gak bisa gabung untuk nyegelin...

Kuil Cancer, dipenuhi Amarah sang Cancer... "GYYYAAAAAAA! MU APAAN SIH!? GW LAGI NYARI MANGSA BEGOOOOO!" DM saking marahnya pada Mu gara-gara kasih teleport ke Kuilnya sendiri. "Ahh... Kau ini... Inget gak sih sama YH?! YH tuh masih terbuka Tau!" Mu nyekek2 lehernya DM.

"Halo Deathmask!" Seorang Pria yg Familiar menyapa Deathmask. "Shura?! Ngapain?" Deathmask terkejut. "Ahh... Aku punya kabar bagus..." Shura tersenyum. Deathmask gembungin pipinya sambil bertanya, "Kabar apaan? Lo mau Jadian sama gw? Makasih yaaa..."

"Ya, termasuk itu... EH WHAT?! OGAH! GW GA MAHO YA! SORRRYYYYY!" Shura dengan kesalnya dianggep mau jadian sama DM, padahal pastinya dia ngeblush. (Bagian ini sama kayak chapter 3 ^o^)

"Jadi apa?"

" Gini lo... Athena akhirnya sudah ditemukan... Sekarang dia lagi di kamar mayat... Eh! Maksudku di Kuil Athena!"

"Oh ya, Ikki juga nyariin Shun... Katanya Shun dimana?"Mu bertanya.

"Ah.. Shun aman kok... Dia lagi makan Bakmi kebetulan juga sama Ikki..."

"Lu tau kabar ini dari siapa?"

"Dari Shiryu-Chan..." Shura jawab dengan ceria.

"Guhh..." Mereka berdua sweatdrop kecuali Shura.

"Btw, panggil yang lain yuk! Bronze saints juga diajak... Supaya ga terjadi apa-apa kayak tadi..." Shura menyarankan. "Benar juga... Kita harus nyegel YH itu supaya tidak terjadi apa-apa pada Sanctuary ini.. Jika tidak, Sanctuary sudah kiamat.." Kata Mu sambil menjelaskan.

"Sepertinya Saga gak bisa nolong... Dia kan lagi terlibat sama Bosnya..." Katanya Shura.

"Gw summon aja yang laen! Minus SAGA!" Deathmask sambil ngeluarin HPnya bwt SMS Goldies minus Saga, Shion n Dohko, dan Bronzies. "Dah! Udah dikirim tuh!"

Akan tetapi.. "GYAAAAA!" Deathmask saking syoknya ngeliat beberapa orang di kuilnya. "Oi! Deathmask!" Aiolia kegirangan dengan Expresi Shota-nya menyapa Deathmask. "Alah... Gw teleport semua nih..." Kata Mu.

"Hoho... SMS baru nyampe setelah diteleport! Kasian banget sih Mask?" katanya Milo dengan wajah yang sinis n Isengnya. "Si..Sial!" Deathmask kesal dengan wajah Iblisnya *DM iblis? FTW!*

"Udah... DM jangan marah~ ntar aku cium nihh..." Shura dengan tenangnya menjepit kedua pipi DM dengan tangannya dan menengok ke DM. DM yang diem-diem suka sama Shura monyongin bibirnya supaya dicium sama Shura. Padahal Shura cuma bercanda dijadiin hal yang serius oleh Deathmask. "Gyaaaa! Bohong! BOHONG! Gw cuma bercanda!" Shura malah panik dengan wajah horornya melihat DM monyong kayak Naso Lituratus *Semacem Ikan monyong gitu dah..* "Cinih donk... Katanya mau ciummm... Nyuuuuuuuuu..." Bibir deathmask semakin lama semakin Monyong.

"hiii! MAHOOOO! PAITPAITPAITTT!" Aiolos sambil menutp mata Aiolia. Ikki melakukan hal itu sama seperti Aiolos untuk menutup mata Shun. Seiya, Shiryu, Hyoga n Jabu cuma Ketawa-Ketiwi aja. Kalo Goldies yang lain minus aphro muntah darah sampe busung laper. Aphro malah Jeles ngeliat adrgan Mahonya ShuDm.

"Ampyuuuuuuunnnn!" Shura lari tunggang langgang di kejer DM yang menjadi Maho. "Ciniiuuhhh! nyuuunyuunyuunyuuunyuuu!" DM ngejer-ngejer Shura dengan icon Hatinya yang melambung di atas kepalanya.

Tetapi, Kambing minta bala bantuan dari seekor Ikan yang jeles, "APHROOOO! HEELEEEEPPP!" Katanya Shura sambil memeluk kepalanya Aphrodite.

"Sweetykuuu! Jangan takut! Aku disiniii! Ugh!" Waktu ngeFlirting DM sudah selesai gara-gara mukanya di pukul wajan oleh Aphro.

"Ohhh! Aphro! Makasih banget ya?! Lu nyelametin ane dari Makhluk Maho ituuu! *justru aphro juga maho kali?* Ugh!" Shura bukan dibalas terima lasihnya, malah dikasih wajan lagi. "Lo? Kenapa?!"

"Maksud lo apaan tuh?! Sama Maho kepiting gitu?! Lo duluan kali yang ngajak dia Cium!" Aphrodite kesel sambil gembungin pipinya.

"Ahh... Maaf! Aku kan cuma bercanda kokkk!" sahut Shura yang ingin minta maaf.

"Udah ahh! Kapan nih nyegel YHnya?! Ntar sanctuary kiamat, seluruh koleksi *Sensor*ku itu hancur semua!" Katanya Milo dengan wajah yang tak berdosa. "Apa lu bilang?! Koleksi apa?!" Ikki kaget.

"Alah... Bukan urusan Anak kecil!" Katanya Milo dengan jengkel. "Ok.. Gw pasti yakin jika YH itu berasal dari Kuil Cancer... Tapi Ikki kau merasakan hawa dingin kan?" Aiolos menjelaskan kemudian ia bertanya.

"Hmm... Disini jauh lebih dingin daripada di rumah Athena yang nyicil 100 kali..."Ikki Menjawab dengan ekspresi gugupnya.

"Berarti pastinya ini Yomotsu Hirasaka yang sebenarnya ada disini..." Shaka memastikan jika YH terletak di kuil Cancer. "Jadi dimana dan Bagaimana kita menyegelnya?" Pikir Shaka.

Tiba-tiba muncul suara seseorang yang mirip sekali dengan DM, "Aku tahu bagaimana!" kata orang itu. "Ah? Deathmask? Tunggu ada dua Deathmask?!" Mu kaget. Ia melihat seseorang dengan Cloth cancer dan mirip sekali dengan DM. "Eh! Salah! Aku bukan Deathmask!"

"Siapa lu?! Bisa aja ya lo ngikutin gaya rambut n baju gw?! Lo pikir lo siapa?!" Sang Cancer pun marah. "Maaf, aku lupa perkenalkan diri... Namaku Manigoldo Cancer! Aku Inkarnasi Saint cancer di abad 18!"

"Trus lo ngapain disini?! Mau kuasa lo?!" Deathmask masih jengkel. "Sudahlah Mask... Dia sepertinya menolong..." Shura menenangi DM bwt bersabar.

"Haha.. Tenang saja, aku bukan orang yang mencabut segel cancer itu! Dia memang lebih tua dariku... Jadi... Yang jelas aku tidak tahu siapa yang mencabut segel itu..." Manigoldo dengan riang menjelaskan.

"Bagaimana menyegel YH?" Shaka bertanya lagi. "Hmm... Begini... Aku juga menjelaskan sambil memberi kalian kabar... Segel cancer yang menangkal YH itu rusak oleh Saint Cancer sebelum aku... Jadi, itu karena balas dendam dirinya pada Athena... Jika kau ingin menyegelnya lagi, aku berikan ini..." Manigoldo memberikan segel cancer yang baru.

"Ini segel baru? Yakin nih akan kuat sampe ribuan tahun?" Deathmask merasa belum percaya. "Tentu saja! Sebenernya aku nyolong Segel ini dari Thanatos... Dia kan punya segel yang kokoh..."

"Tunggu... Sejak kapan Thanatos punya segel?" Camus jadi bingung. "Ohh.. Dia lagi pengen jadi kolektor segel... Memang aneh sih... Tapi aku lebih baik nyolong aja Salah satu segelnya..." Manigoldo pun nyengir. "Baiklah! Makasih ya buat nolong! Jadi... Bagaimana kau tahu jika Sanctuary akan Kiamat karena YH?"Ikki bertanya.

Tiba-tiba saja, ekspresi Manigoldo menjadi lesu, "Aku bisa merasakan masa depan saat aku tinggal di kuil Cancer... Jadi.. Untuk menyelamatkan sanctuary, aku datang ke masa depan untuk berikan kalian segel baru.."

"Hmm... Baiklah saatnya Selamatkan sanctuary!" Seiya bersemangat, Para gold saints dan bronze saints lainnya mengangguk. Namun, mereka bingung lagi, "Tapi, dimana letak YH?"

"YH memang terletak di Kuil sini.. Tetapi..." Manigoldo belum selesai bicara, Lalu mereka semua yang ada di dalam kuil Cancer merasakan Gempa yang dahsyat. Mereka semua panik dan merasa sangat ketakutan.

"Aaahhh! Apa ini?!" Aphrodite merasa ketakutan. Shaka bertanya dengan tegang, "Apakah Yomotsu Hirasaka akan memulai menghacurkan segalanya pada saat ini?!" Shaka berpikir YH akan memulai aksinya. "Kakaaaaaakkk! Aku tidak mau mati!"Shun juga panik ketakutan sambil memeluk kakaknya, Ikki. "ini bukan YH!" Shiryu sendiri bisa merasakannya. "Tunggu... Tidak mungkin!" Deathmask merasakan sesuatu yang aneh. "Apa itu?!" Mereka serentak bertanya sambil menatap Deathmask kecuali Manigoldo. Deathmask pun menjelaskan, "Ini seperti Knock up stream! Sepertinya Saint cancer yang sebelum gw sedang membawa kita ke dunia lain!"

"Tidaak!" Aphrodite merasa ketakutan sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya, Knock up stream di dalam kuil cancer sangat terasa, Mereka dikirimkan oleh Saint Cancer sebelum DM n Manigoldo untuk ke dunia lain.

BYAAAAARR!

"Uhh... Dimana aku?" Ikki bertanya pada dirinya, Ia terbangun di suatu tempat yang sunyi. Ia bisa merasakan Hawa dingin yang sangat dingin dari rumah pemberian Athena dan Kuil Cancer. "Sial... Dingin sekali..." Ia gerutu kedinginan, Namun, Ia melihat sesuatu yang besar, "Ya ampun..."

Para Gold saints dan Bronze saints terbangun dan melihat sesuatu yang dahsyat yang dilihat oleh Ikki, "Yo..Yomotsu...Hirasaka..." Ucap mereka bergetar. Yang mereka Lihat adalah gerbang raksasa yang membuka Yomotsu Hirasaka dengan Segel Cancer yang rusak. Hati mereka bergetar dan tegang melihat Hal tersebut.

"Selamat datang Ksatria dunia atas..." Ucapan bergema itu muncul. Seiya bertanya dengan kesalnya, "Siapa kau?! Tunjukkan dirimu!" Ucapan itu muncul lagi, "Maaf, aku tidak bisa... Jadi apakah terlihat indahkah, melihat Yomotsu Hirasaka terbuka dari gerbangnya? Haha!" Mereka sangat kesal mendengar hal tersebut.

"Dasar bodoh! Kenapa kau balas dendam Athena?!" Katanya Shura dengan marahnya.

"Kau yang seharusnya bodoh, kenapa kau harus setia kepada Athena yang manja itu?! Dia benar-benar orang yang sensitif!" Ucapan seseorang yang bergema itu terdengar kasar dan keras.

"Ku..kurang hajaarr!" Shura siap-siap mengeluarkan Excaliburnya, Tetapi tangan Shura dihindari oleh Manigoldo, "Jangan Shura... Lebih baik kita segel Gerbang YH itu! Nanti dia akan merasa kalah!"

"Jadi bagaimana?" Hyoga bingung.

"Aku tahu caranya... Sage pernah mengajarkanku untuk menyegel Segel baru di Gerbang YH... Jadi, pertama-tama, kita harus tutup gerbang itu... Lalu kita Tempelkan Segelnya di antara 2 Gerbang itu..." Manigoldo berbisik.

"Gampang banget!" Pikir Aiolia.

"Tidak... Belum tentu gampang... Gerbang itu sangatlah berat... Dan gerbang itu lebih tinggi... Seharusnya Aldebaran harus menutup gerbang itu..."

"Ahh.. Kalau begini aku hanya bisa menutup satu gerbang aja... Kalo dua kan, tanganku masih belum panjang... Kan gerbangnya besar sekali..." Katanya Aldebaran sambil mengeluh.

"Tunggu... Shun, bisa tolong Aldebaran?" Ikki bertanya. Shun merasa percaya diri ingin menutupi gerbang itu dan berkata, "Ya! Aku bisa menutupnya dengan rantaiku!"

"Bagus, Aku suka dengan percaya dirimu! Baiklah Aldebaran.. Shun... Pergi menuju gerbang YH dan tutup gerbang itu!" Manigoldo memberi perintah. Shun dan Aldebaran mengangguk dan kemudian mereka berdua pergi, "Oh ya... Deathmask..." Manigoldo memanggil reinkarnasinya

"Iya? Gw harus apa?" Deathmask menoleh ke arah Manigoldo. "Karena kau saint Cancer, Kau yang menempelkan Segelnya..." Manigoldo memberi perintah pada Deathmask.

"Kenapa bukan lo aja?" Tanya Deathmask dengan ekspresi yang sinis, Manigoldo pun menepuk pundak Deathmask, "Deathmask... Inget gak, YH menghisap semua koleksi wajah mayatmu?" Deathmask mengangguk dengan cepat. "Nah, lebih baik kau segel... Dan aku tidak mungkin kan menyegelkan YH? Aku kan Era 1700an... Lebih baik kau Segel YH ini di eramu sendiri Ok?" Manigoldo mengedipkan satu matanya.

Shura pun tersenyum dan menuju ke arah Deathmask, "Deathmask... Jika kau tidak menyegelnya, aku pun akan mati... Kau cinta padaku, ya kan?"

"...ya Shura... Aku benar-benar cinta... Padamu..." Deathmask Tersenyum sambil menatap Shura dengan indahnya melihat Senja di sore hari, akan tetapi... "Ugh!"

"GOBLOK! BUKAN SAATNYA MAHOAN TAUK! SAATNYA PERAAAAANGGG!" Aphrodite dengan marahnya memukul Shura dan Deathmask dengan Korannya *Sejak kapan di daerah YH ada koran? Hehe bawa kali...*

"Baiklah... Ugh... Maaf!" Deathmask berlari mengikuti Shun dan Aldebaran.

Suara gema Saint Cancer itu muncul, "Kau... Adalah manusia tak berdaya... Kau ksatria dunia atas... Akan ku kirimkan ke dunia bawah! HAAAAA! Ia pun mengeluarkan Hantu-Hantu kepiting yang lebih banyak untuk menyerang Shun, Alde dan DM yang pergi menuju Gerbang, "Ahh! Cepat!" Shun dkk. Berlari secepatnya menghindari kepiting hantu itu,

"Sial! Kepiting antu tidak akan kubiarkan untuk menyerang adikku! Rasakan ini! PHOENIX! GENMA KEN!"Ia menyerang dengan tekhnik itu untuk menghancurkan para hantu kepiting yang hampir menyerang Shun. "Ayo! Semua tolong Ikki! Aku juga akan menolongnya!" perintah Seiya dan Manigoldo serentak.

"Pegasus! Ryu sei ken!" Seiya menyerang pasukan hantu kepiting itu, sementara yang lainnya juga menyerang dengan berbagai jurus.

"Kau akan mati jika kau menyerang temanku! Crystal Wall!" Mu mengeluarkan Crystak wallnya. "Kau tidak bisa membunuh Deathmask-Ku! EXCALIBUUUUUURRR!" Shura menebaskan hantu kepiting itu.

Lebih buruk dimana setelah hantu kepiting itu diserang, malah ditambah lebih banyak lagi, "Dia terlalu banyak!" Milo berkeringat ketakutan, "Aku akan otomatis membuat mereka merasa kalah! ATOMIC THUNDERBOLT!" Aiolos mengeluarkan anak panah lebih banyak untuk menyerang Hantu kepiting itu, Hantu kepiting itu lenyap dengan jurus Aiolos yang sangat cekatan.

"Bagus kak!" Aiolia riang melihat kakaknya menyerangnya dengan mantap.

"Dasar tak berguna... Aku tambahkan lebih banyak! HUMP!" Saint cancer di Suara Gema itu menjebak para Saint dengan Mayat-mayat zombie. "Tidak! Apa-apaan ini?! Hyoga kaget. "Zombie?! Shiryu pun merasa takut.

"Ufufufu... Kau akan merasa lemah pada Zombie ini! Kau siap mati!" Suara gema itu siap membunuh para Saint.

"SHUN! ALDEBARAN! DEATHMASK! CEPAAATT!" mereka serentak meneriakkan untuk pertolongan.

Aldebaran selesai menutup gerbang kirinya, "Ugh... Sudah... Shun... Gunakan rantaimu.." Aldebaran memerintah, "Baiklah! Hiyaaa!" Shun mengeluarkan rantainya dan mengikat pegangan gerbang itu. "Deathmask... ugh... Bantu aku untuk menariknya!" Shun merasa berat, hanya setengah saja untuk membuat gerbang itu bergerak, "Baiklah!" Deathmask membantu Shun untuk menutup gerbang kanan itu. "Berhasil!" Aldebaran dan Shun senang.

"Baiklah.. Kusegel..." Deathmask kesempatan terakhir menempelkan Segel pemberian manigoldo itu,

PYOOOONGGG...

Keluarlah cahaya di segel itu, gerbang YH berubah menjadi emas dan kokoh, Mayat-mayat yang menjebak para Saint pada lenyap, sementara Saint cancer yang tersembunyi itu akan siap menghilang, "Tidak! JANGAN! AKU...AKAN KEMBALI! KSATRIA DUNIA ATAS! TIDAK MUNGKIN! AAAAAAAAAAAHHHH!" Suara gema itu menghilang dan memberi tanda jika semuanya berakhir bahagia.

"Uf...uff... Huff..." Suara nafas itu terdengar jelas dengan cahaya. Namun, terdengarlah suara 2 Orang, "Deathmask... Kau lakukan yang terbaik..." Kata seorang pria berambut ungu kebiruan itu yang mirip dengan Deathmask itu, "Ya... Kau selamatkan segalanya..." Ucap salah satu pria berambut hitam itu.

Akhirnya YH sudah tersegel. Deathmask selamatkan segalanya dengan bantuan para Saint. Athena? Dia masih ngorok gara-gara menuju YH... Baiklah... Begini kisah setelah penyegelan YH!

-BRONZE SAINTS-

Seiya dan lainnya pada tinggal di rumah Athena yang nyicil 100 kali tersebut, Ikki merasa tenang dan nyaman. Ia tak akan pernah mendengar jeritan menyeramkan itu. Tetapi, Shiryu pun bertanya, "Ikki... Kau pernah dengar jeritan menyeramkan kan saat sebelum YH di segel? Kira-kira... Kau dengar suara apa?"

"Sangat menyeramkan.. Sebenarnya itu suara Lubang YH di dalamnya dipenuhi dengan jeritan..."

"Lalu... Hawa dingin itu?" Hyoga bertanya.

"Itu adalah... dekteksi YH! Jika hawa sangat dingin, berarti... Disanalah tempat YH!" Ikki dengan riang kembali tanpa kegalauanya menunjuk Hyoga.

"Ahhh! Dasar Ikki!"

-SAGA

"Ahh... Akhirnya lega juga... Gaji banyak dari bos... Dia sangat suka sekali ya, dengan berita kita?" Katanya Saga dengan bajunya seAbrek dengan duit sambil menengok ke Aiolos, "Haha... Sebenarnya itu cuma berita JKT48 dateng ke Tokyo dome... Kenapa ya, Bos jadi suka berita itu?" Aiolos tersenyum sambil terpikir.

"jangan-jangan Bos adalah Fans JKT lagi... Hahaha!"

-Setahun kemudian...

Deathmask memandang senja yang indah saat dilahat dari kuil Cancer. Ia juga merana gara-gara teringat kepala mayatnya pada ludes gara-gara Yomotsu Hirasaka. Ia menghela nafasnya dengan Galau. Tiba-tiba, Ia melihat Shura menaiki tangga, "Hai Death..." Ia tersenyum ramahnya.

"..." Deathmask masih terdiam. Shura memandangnya kasihan pada Deathmask. "Aku tahu apa perasaanmu, mask... Jadi... Tentang kepala mayatmu itu? Maafkan soal itu ya..." Shura juga berpikir Sedih.

"Shura..." Deathmask memanggil nama Sang Capricorn itu, "Ya?" Shura menjawab panggilan itu. "Aku merasa sendirian... Jadi... Aku ingin sekali pekerjaan... Athena... Sungguh pelit..."

"Sangat kebetulan sek ali Death.." Shura tersenyum. "Ah? Maksudnya?" Deathmask bingung. Shura pun mendekati Deathmask, "Aku sebagai pemahat... Tidak ingin sendirian... Jadi... Maukah kau... Temani aku untuk bekerjasama?" Shura tersenyum untuk mengajak Deathmask.

Deathmask pun mengangguk, "Ya! Aku lakukan yang terbaik!" Shura tersenyum mendengar hal tersebut. "Baiklah... Besok ikut aku... Dan kau kerja bersamaku ya?" Deathmask dan Shura pun masuk ke Kuil Cancer...

+END+

Akhirnya tamat juga! Maaf ya, sebenernya aku nulis pake Tab! Alhasilnya sebenernya selesai hari Kamis! dan aku punya banyak tugas! Maaf ya kalo jelek n Gaje! Trus juga, bwt Saint Holic fan, SAMPAI JUMPA DI CERITA BERIKUTNYA!