Title : Heaven
Author : Raichi Lee SangJin ELF
Rated : T
Pairing : KrisTao/TaoRis and other
Genre : Romance and Drama.
DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.
Summary : Cinta memang tak mengenal apapun, bukan? Kalau begitu inilah sebuah kisah kecil tentang seorang pria tampan yang menemukan surga dunianya di sebuah rumah sakit dengan seorang malaikat manis disana. It's YAOI! KRISTAO/TAORIS IS HERE!
Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!
Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?
Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.
GYAAA~
Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^
tolong tetap beri saya review anda *bow*
.
.
Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
I TOLD YOU BEFORE!
.
.
IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!
.
.
RAICHI
.
Pagi hari yang agak mendung di kediaman Wu.
Seorang namja tampan bernama Wu Yi Fan atau yang dipanggil Kris tengah sarapan pagi bersama keluarganya.
Matanya menatap tajam lebih dari biasanya. Sarapannya juga hanya dia makan sedikit. Ibunya yang menyadari ini sedikit heran.
"Kris..are you oke, son?" tanya ibunya itu. Kris berusaha mengatur amarahnya dengan mengatur nafasnya. Ayahnya sudah pergi menuju pekerjaan yang sudah menumpuk di kantornya.
"Aku sedang tidak baik, Mom." Ucap Kris yang berusaha menekan amarahnya. Ibu Kris semakin cemas.
"Kau marah? Kenapa? Apa sarapanmu tidak enak? Apa kami melakukan kesalahan? Katakanlah denganku, son." Ucap ibu Kris hati-hati. Kris berdiri.
"Ya, Mom! Kalian melakukan kesalahan fatal! Dengan menjodohkanku dengan yeoja sialan bernama Seohyun itu. Kalian berpikir apa, huh?! Aku tidak sudi dijodohkan! Aku…aku.." ucap Kris yang menumpahkan segala emosinya yang dia tahan. Ibu Kris sedikit terkejut.
"Kris…apa kurangnya Seohyun bagimu? Dia cantik, sifatnya lembut dan manis, dia juga sangat pintar dan berasal dari keluarga terpandang. Kurang apa dia?" tanya ibu Kris sambil berusaha memberi pengertian.
"Ck, ini hidupku Mom. Biarkan aku yang menjalaninya, termasuk urusan pribadi seperti ini. Aku…aku sudah memiliki siapa yang mengambil hatiku ini, Mom." Ucap Kris yang juga berusaha memberi pengertian.
"Benarkah? Kalau begitu, kalian harus berakhir..Dad dan Mom tau apa yang terbaik untukmu.." ucap ibu Kris. Kris membelak kaget. Penuh amarah.
"Kalian tidak tahu apa-apa tentangku! Kalian tidak tahu pribadiku seperti apa! yang kalian mengerti adalah perasaan kalian, bisnis kalian dan kehormatan kalian!" ucap Kris yang benar-benar diluar kendali.
"Son.." bisik ibunya yang merasa ucapakan Kris itu sebenarnya benar. Ibu dan ayah Kris kurang begitu mengerti seperti apa perasaan Kris, perasaan dipaksa berjodoh, dan berbagai perasaan Kris yang tidak mereka mengerti. Kris mengatur nafas.
"Hhhh…kau tahu Mom, aku mendengar perjanjian bisnis kalian. Lalu kalian anggap aku ini apa?! Penghasil uang kalian?! Aku mohon Mom…ini hidupku..biarkan aku menjalaninya. Biarkan aku memilih pendampingku sendiri.." mohon Kris yang kemudian terduduk lagi. Ibunya menatap sedih.
"Son…maafkan kami..tapi tawaran orangtua Seohyun sangat akan menguntungkan perusahaan kita. Kau tahu? Seohyun sudah lama menyukaimu." Ucap ibu Kris. Kris menampakan wajah penuh amarahnya.
"Mom! Sekarang, pilih! Biarkan aku menikmati hidupku dengan orang yang sudah mengambil hatiku, atau tetap menjodohkanku dengan Seohyun yang berakibat aku akan menceraikannya dalam 3 hari pernikahan kami juga aku tidak akan menganggap kalian orangtuaku lagi!" bentak Kris dengan emosional lalu berjalan pergi meninggalkan ibunya yang terdiam.
"Son…" bisik ibunya yang tertunduk sedih.
.
.
.
.
Ditempat lain, Tao terlihat menikmati udara kala itu. Begitu nyaman dan begitu membuat perasaan siapapun tenang.
"Kris-ge lama ya.." bisiknya sambil tersenyum hangat.
"Hap~! Pandaku ini sedang melamun, eoh?" tanya sebuah suara yang langsung memeluk Tao dari belakang. Siapa lagi kalau bukan Kris.
"Kris-ge~ kau mengagetkanku~!" ucap Tao dengan nada manjanya yang membuat siapapun gemas. Kris tersenyum lalu duduk disamping Tao.
"Kau sudah sarapan?" tanya Kris sambil mengusap rambut Tao. Inilah yang disukai Kris. Ketika dia bersama Tao ditempat ini, amarahnya hilang, rasa penatnya hilang. Yang ada, hanyalah perasaan nyaman dan hangat. Benar-benar terasa disebuah tempat yang tidak ada didunia ini. Mereka seperti..disurga.
"Hm, aku sudah sarapan Kris-ge~" ucap Tao manja. Kris memeluk namja manis yang sudah mengambil hatinya itu. Menghirup aroma vanilla lembut yang alami keluar dari tubuhnya.
Iya, ini yang Kris cari. Kebahagiaan akan menyelimutinya ketika dia memeluk seseorang yang memberikannya cinta. Dan dia adalah Tao. Hanya Tao, dan tidak akan pernah tergantikan walaupun dibandingkan dengan yeoja sialan bernama Seohyun itu.
"Kris ge, kau bisa peluk aku lebih erat lagi? entah kenapa aku merasa begitu nyaman kalau kau memelukku seperti ini.." ucap Tao polos sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Kris. Kris tersenyum.
"Tentu, aku akan terus memelukmu, Baby.." ucap Kris lembut yang semakin mengeratkan pelukan hangatnya untuk Tao.
Dari kejauhan sepasang bola mata milik seorang yeoja cantik menatap sinis keduanya. Ya, dia adalah Seohyun.
"Ck, oppa..apa bagusnya dia..? kalau dia tidak bisa pergi dari hidupmu, maka aku yang akan membantu kalian berpisah." Bisik Seohyun sambil menyeringai jahat.
Seohyun mengeluarkan ponselnya dan mencari nama seseorang disana. Setelah mendapatkannya, Seohyun menelponnya dengan seringai terus menghiasi wajahnya.
"Yeoboseyo? Ada apa, Seohyun-ah? Tumben sekali kau menelponku semenjak kau mengajakku putus?" ucap sebuah suara namja. Seohyun memutar bola matanya.
"Hei, aku butuh bantuanmu.." ucap Seohyun. Namja disebrang sana terkekeh kecil.
"Dengan senang hati. Kau ingin aku melakukan apa?" tanya namja itu lagi. Seohyun menyeringai.
"Aku ingin…kau hancurkan mental seorang namja bernama..Huang Zi.. Tao.. karna kudengar..dulu kau pernah dekat dengannya dan pergi meninggalkannya begitu saja.." ucap Seohyun sambil menyeringai menatap Tao dan Kris yang sedang bercanda sambil sesekali tertawa.
.
.
.
Siang yang menjelang sore.
Tempat ini tetap begitu indah. Kris menggenggam tangan Tao erat. Berbagi kehangatan dan menggambarkan perasaan mereka. Cake buah yang dibawakan dengan Vic tadi sudah lama habis dengan mereka. Kepala Tao menyandar pada bahu Kris. Matanya terpejam nyaman. Kris juga begitu. Menyandarkan kepalanya pada kepala Tao dan menikmati tubuh hangat Tao yang menyelimuti hatinya.
"Ugh….aku kekenyangan lagi..Kris-gege~" rengek Tao manja. Kris terkekeh kecil. Kris mengecup puncak kepala Tao sayang.
"Hum, siapa suruh pandaku ini menghabiskan 3 kue mangkuk ukuran sedang, eoh?" tanya Kris sayang. Tao terkekeh dengan matanya yang masih terpejam.
"Tapi tadi kelaparan ge~ aku khawatir kalau aku gendut, kau tidak akan menyayangiku lagi.." ucap Tao. Kris mengernyit.
"Kau salah, Baby. Walaupun kau jadi gendut, aku akan tetap menyayangimu..selamanya.." bisik Kris sayang. Tao tersenyum. Hangat sekali, dan Kris menyukainya.
"RRTTT…RRTT…" ponsel Kris berdering. Kris melihatnya. Ah..ternyata panggilan dari ibunya. Ck, mau apalagi sih?
"Baby, sebentar, ne? ada panggilan dari ibuku." Ucap Kris memberi pengertian. Tao mengangguk lalu melepaskan genggaman tangannya dan duduk lurus. Kris secepatnya berjalan agak jauh meninggalkan bangku yang ada dibalik pohon beringin besar itu dan mencari tempat untuk mengangkat telepon itu. dan tanpa dia sadari..tindakannya meninggalkan Tao sedikit berbuah kesedihan untuk Tao.
Tao terlihat bersenandung ringan sambil menikmati udara sekitar yang lembut. Entah kenapa, ketika Kris pergi untuk mengangkat telepon dari rumahnya, dia merasa sesuatu yang tidak mengenakkan akan datang padanya.
Tep..
Tep..
Tep..
Tao mendengar suara langkah kaki. Hihi, pasti Kris-gege yang ingin mengejutkannya.
"Aniyo, Kris-gege~! kau tidak bisa mengagetkanku." Ucap Tao dengan nada riang. Tubuh itu duduk disamping Tao. Tao mulai merasa tidak beres. Aroma maskulin ini…tidak mirip dengan aroma tubuh maskulin Kris. Begitupula aura tubuh Kris yang begitu hangat..yang ini terasa dingin.
"Nu..Nuguya..?" tanya Tao takut-takut. Tao bisa mendengar kekehan kecil dari tubuh yang duduk disamping Tao. Tao..merasa kenal suara ini..ja..jangan bilang.
"Senang bertemu denganmu lagi setelah sekian lama, Tao.." ucap suara itu. Tao terkejut. Mata Tao terbelak suara ini!
"Ka..kau.."
"Bagaimana kabarmu? Aku lihat kau sudah memiliki penggantiku. Ck, sama saja yak au seperti Vic jalang itu. setelah ditinggal Lee Joon, dia malah mendapat namja bernama Nickkhun itu." ucap suara itu merendahkan. Air mata Tao mengalir deras.
"Shim Changmin…Vic Noona bukan wanita jalang! Kaulah yang brengsek!" pekik Tao penuh amarah. Namja yang selama ini meninggalkannya dan membuatnya hampir menghilangkan selembar nyawanya ini bernama Shim Changmin. Kembali, Changmin terkekeh.
"Aku? Brengsek? Memangnya apa hakmu mengecapku brengsek? Kau bukan siapa-siapaku. Karna memang sejak awal, aku tidak pernah menganggapmu ada." Ucap Changmin sadis. Hati Tao terasa teriris pedang mendengar kalimat itu.
"Changmin-ge.."
"Ck, mana mungkin semua orang akan menganggapmu. Lihat dirimu, kau buta, kau tidak mengerti apapun didunia ini.." ucap Changmin yang menyeringai kejam. Tao menutup telinganya. Berusaha untuk tidak mendengar ucapan sadis Changmin.
"A..aku mohon..berhenti..hiks..hiks.." isak Tao sambil berusaha menutup telinganya. Changmin semakin menyeringai kejam.
"Semua orang tidak pernah menyayangimu..! kau adalah beban semua orang..termasuk Victoria.." ucap Changmin lagi.
"Hiks..hentikan..aku mohon..hiks.." isak Tao yang memohon kepada Changmin untuk menghentikan ucapan yang begitu membuat Tao merasa sakit. Nafasnya sesak. Air mata itu terus mengalir deras dari mata Tao.
"Atau mungkin..namja yang tadi bersamamu itu…juga tidak menyayangimu dan menganggapmu bebannya? Hahaha.." tawa Changmin.
"Hentikan…! Kris-gege bukan namja sepertimu! Dia menyayangiku! Dia tidak akan meninggalkanku!" pekik Tao yang sepertinya berusaha menyakinkan dirinya sendiri. Changmin hanya merasa senang bisa membuat emosi Tao tidak terkendali.
"Haha..memangnya kau tau dari mana..Huang Zi Tao..? apakah kau sudah mencari tahu segalanya tentangnya..? kau bahkan tidak tahu masalah-masalahnya, bukan?" tanya Changmin yang semakin membuat emosi Tao tidak terkendali.
"Hiks..Kris-ge.." tangis Tao. Percuma..walau dia sudah menutup telinganya seperti apapun, dia tetap mendengar ucapan sadis Changmin. Changmin yang berada didekat Tao terus membuat emosinya tidak terkendali.
.
.
"Ne? ada apa, Mom..?" tanya Kris.
"Kris…" bisik suara itu. Kris mengernyit. Hei, sejak kapan suara ibu Kris menjadi suara seorang gadis belia?
"Hei, ini siapa? Kenapa kau memegang ponsel Mom?" tanya Kris lagi. Suara itu terkekeh.
"Lihatlah keadaan Tao sekarang.." bisiknya yang masih terdengar dengan Kris. Tiba-tiba ponselnya mati. Kris membelak kaget. Secepat kilat Kris berlari menuju Tao dan matanya terkejut ketika melihat Tao yang menangis sesunggukan dengan namja disampingnya yang sepertinya menyeringai kejam.
"APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN TAO, BRENGSEK?!" pekik Kris marah. Tao langsung mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk.
"Kris-gege.." bisik Tao. Kris mendekati namja itu dan dengan sekuat tenaga, dia mengangkat kerah baju namja itu dan..
BUK..!
Kris terus menyerang namja itu dan memukulinya hingga namja itu tidak memiliki kesempatan apapun untuk membalas.
"Pergi! Jangan pernah kembali dan mengganggu Tao lagi! kalau kau kembali kesini, kau akan aku bunuh! Ingat itu, brengsek!" pekik Kris penuh amarah. Namja itu menyeringai sambil mengelap darah yang keluar dari mulutnya
"Ck, tugasku sudah selesai. Bye pasangan gila." Ucap Changmin lalu melangkah pergi. Kris berusaha mengatur nafasnya lalu dia ingat Tao. Secepatnya Kris berlari menuju Tao yang masih sedikit terisak. Kris duduk disebelah Tao dan langsung menarik Tao untuk masuk kepelukannya. Tao langsung menangis didada Kris.
"Gwaenchana, namja sialan itu sudah pergi…jangan menangis lagi, Baby.." ucap Kris lembut sambil mengecup puncak kepala Tao dan mengelus punggung Tao yang sepertinya terus bergetar akibat menangis.
"Kris-gege..hiks..hiks.. hatiku sakit…hiks…" ucap Tao yang menekan dadanya. Kris semakin merasa tersayat.
Ini salahnya.
Harusnya dia tidak meninggalkan Tao hanya untuk mengangkat telepon sialan itu. harusnya dia terus bersama Tao..agar Tao tidak menangis..agar dia selalu tersenyum..agar dia selalu tenang bersamanya. UGH! Kau bodoh Kris! Harusnya kau biarkan saja telepon itu! lihatlah sekarang! Orang yang kau cintai, malaikat yang kasihi sekarang menangis begitu pilu.
Kris mengangkat kepala Tao. Kris mengarahkan bibir itu untuk mendekat padanya. Hingga akhirnya sebuah ciuman untuk menenangkan Tao tercipta. Tao memejamkan matanya. Perasaannya begitu tenang sekarang. Begitu nyaman. Kris melepaskan ciuman itu ketika yakin Tao sudah tidak terisak lagi. Kris memeluk Tao erat.
"Maafkan aku Baby…ini salahku..harusnya aku tidak pergi meninggalkanmu untuk mengangkat telepon itu..aku mohon maafkan aku.." ucap Kris sambil terus memeluk Tao. Tao tersenyum dan menyandarkan kepalanya dibahu tegap Kris yang nyaman.
"Kris-ge…" bisik Tao lembut. Kris sedikit tersenyum.
"Yes, My Panda?" tanya Kris lembut. Kris terus mengusap punggung Tao.
"Apa..kau mencintaiku..?" tanya Tao. Kris sedikit kaget juga.
"Bodoh..aku sudah jelas mencintaimu, Tao. Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Kris lembut.
"Aku..hanya ingin tahu..Ge.." bisik Tao lembut. Kris tersenyum.
"Kau sudah tahu jawabannya, bukan? Aku akan tetap mencintai dan mengasihimu yang sudah menjadi pelengkap puzzle hidupku. Aku akan selalu ada disisimu. Aku mencintaimu.." ucap Kris lembut. Tao merasa nyaman dan perasaannya menjadi hangat karna mendengar ucapan Kris yang terasa nyaman sekali.
"Ge…aku ingin ke ruanganku.." ucap Tao. Kris bisa melihat raut lelah akibat menangis.
"Hm, baiklah." Ucap Kris. Kris mengangkat Tao ala bridal style dan berjalan menuju ruangannya. Kris tidak melihat kalau Tao begitu merona akibat Kris yang menggendongnya seperti ini.
.
.
.
Tao terbaring ditempat tidurnya. Kantuk sepertinya mulai menyerangnya. Kris putuskan untuk tetap disini sampai Tao benar-benar tertidur.
"Kris-ge…" racau Tao. Kris tersenyum sambil terus mengelus lembut wajah Tao. Mata Kris tertuju pada sebuah cd recorder. Uhm..
"Sepertinya ini adalah diary suara Tao..aku pinjam..untuk mencari tahu siapa namja sialan itu..sepertinya tidak apa-apa." Ucap batin Kris. Kris mengambil cd recorder itu lalu memasukkannya kedalam saku jeansnya.
Setelah yakin Tao tertidur, Kris segera mengecup pelan dahi Tao sayang lalu melangkah pergi dari ruangan Tao.
.
.
.
Kris mulai menyalakan tombol play dan bersiap mendengarkan apa yang diucapkan dengan Tao pada cd itu.
"Hari minggu, bulan X tahun XXYY. Hari ini, Changmin-ge sedikit aneh..dia jadi tidak ramah. Ada apa dengan Changmin-ge? Apa aku berbuat salah? Dari tadi dia berbisik seperti menelpon seseorang dengan sebutan 'Seororo'. Siapa sih, dia? A..aku memang bukan siapa-siapa Changmin-ge..tapi..aku..aku cemburu..aku menyayangi Changmin-ge.." ucap suara Tao disana. Kris sedikit cemburu mendengar Tao berucap begitu, tapi Kris sadari itu masa lalu. Sekarang, Kris yakin dialah yang ada dihati Tao. Tapi tunggu. 'Seororo'? hei..apa Seororo ini maksudnya Seohyun?
"Hari Senin, bulan X tahun XXYY. Hari ini begitu menyakitkan. Changmin-ge membentakku dan mengatakan kalau aku adalah pembawa sial dan namja buta tidak berguna..hiks..aku sadar…aku namja buta sekarang. Kalau disuruh jujur, aku juga tidak ingin menjadi buta.." ucap suara itu. Kris menggenggam stir mobilnya geram. Jadi namja tadi bernama Changmin, eoh. Cih!
"Hari senin, bulan J tahun XXYY. Aku sudah sadar dari koma..Vic Noona begitu mencemaskanku. Dia begitu takut kehilanganku…aku begitu senang..walau aku buta dan merasa merepotkan siapapun, masih ada yang menyayangiku. Dan menganggap aku adalah adiknya…aku senang sekali..terima kasih tuhan…" ucap Tao di sana. Kris mematikan alat perekam itu lalu terdiam. semuanya sudah jelas. Jadi Seohyun, eoh?
Sepertinya ini bisa digunakan untuk mempermalukannya..dan membatalkan segalanya..!
Dan dia tahu, darimana dia harus mendapatkan informasi untuk semua itu. Kris mengambil ponselnya dan mulai menelpon salah satu temannya yang terkenal hebat dalam informasi. Ya, siapa lagi kalau bukan Kai?
"Yeoboseyo, ne? ada apa Kris-hyung?" tanya Kai disebrang sana. Kris menyeringai.
"Kai, bisa bantu aku mengumpulkan informasi tentang namja bernama Shim Changmin dan yeoja bernama Seohyun?" tanya Kris.
"Oh! Changmin? Shim Changmin? Dan..eh? Seohyun Noona. Tetanggaku dulu? Kenapa? Aku bisa carikan data keduanya. Kau mau kapan aku serahkan data mereka?" tanya Kai.
"Kalau bisa, aku ingin kau berikan datanya padaku dalam waktu 1-2 jam." Ucap Kris.
"Oh, baiklah. Kau tunggu saja." Ucap Kai lalu langsung mematikan sambungan teleponnya.
.
.
.
.
"Ah, Kris sudah pulang ternyata. Ini adalah Seohyun." Ucap ibu Kris. Kris menyeringai melihat Seohyun. Kris berjalan mendekati ibunya. Seohyun bersama dengan ibunya saat itu.
"Wah, ternyata ada salah satu pembunuh yang bernama Seororo disini. Mana Changmin? Tidak jadi membunuh Tao?" tanya Kris pada Seohyun. Seohyun terdiam. matanya terbelak menatap Kris. Sebulir keringat jatuh dari pelipisnya. Ibu Seohyun dan ibu Kris menatap bingung.
"A..apa maksud anda..nak Kris?" tanya ibu Seohyun. Kris tersenyum sedikit. Kris duduk di samping ibunya dengan penuh elegan.
"Hari ini, kau datang ke sebuah rumah sakit..menelfon seorang namja bernama Shim Changmin. Meminta pertolongannya untuk menghancurkan mental seorang namja buta bernama Huang Zi Tao. Apa itu bukan sebuah tindak criminal, Seororo?" tanya Kris. Seohyun terbelak kaget.
"Murah sekali kau..menghancurkan seorang namja yang lemah. Kau bisa aku laporkan atau kasus pembunuhan.." ucap Kris tenang dengan seringai. Ibu Seohyun dan ibu Kris mulai cemas.
"Ka..kau..salah. Aku..aku..aku tidak melakukan itu…" ucap Seohyun sambil menunduk. Kris mengambil sebuah kertas disakunya lalu meletakkannya dimeja.
"Kau pikir aku tidak tahu? Changmin sendiri yang mengatakannya.." ucap Kris yang berusaha memancing Seohyun. Seohyun menggenggam jarinya.
"I..Ini..tidak mung-"
"Ho…~ jadi betul..kau adalah seorang pembunuh. Apa alasanmu? Kau ingin hanya memilikiku? Aku bahkan tidak suka padamu. Kau pengecut, pembunuh..dan aku bisa laporkan kau kepolisi bersama Changmin karna melukai orang yang aku cintai, loh." Ucap Kris.
"Hentikan..!" pekik Seohyun. Seohyun mengatur nafas. "Iya! aku yang menelpon Changmin dan menyuruhnya seperti itu! aku mohon…jangan..laporkan aku ke polisi." Ucap Seohyun. Ibu Seohyun menatap berang Seohyun.
"Kau dengar, Mom? Ah..~! dengan ini aku menolak menikah dengan yeoja pembunuh. Aku tidak akan menikah, masalah selesai. Bye." Ucap Kris singkat lalu berjalan menuju kamarnya.
Ah, terima kasih untuk Kai yang memiliki berjuta koneksi hingga mendapatkan informasi sehebat ini.
.
.
.
Terlihat disebuah ruangan serba putih, Tao sedang makan malam dengan Vic yang menyuapinya.
"Noona, aku sudah kenyang." Ucap Tao. Vic tersenyum.
"Baiklah, minum vitamin ini dulu, ne?" tanya Vic. Tao mengangguk dan dengan dituntun dengan Victoria, Tao meminum 3 tablet kecil obatnya.
"Tok..tok..tok.." pintu Tao terketuk.
"Ne..?" tanya Tao. Pintu itu tebruka dan menampakan seorang yeoja cantik dan seorang namja tampan yang keduanya sama-sama berumur. Mereka adalah orang tua Tao. Vic tersenyum. Tidak disangka rencana mereka akan dibicarakan mala mini dengan Tao.
"Tao, coba tebak siapa yang datang?" tanya Vic lembut. Tao sedikit mengubah ekspresi wajahnya jadi riang.
"Ibu dan ayahkah,?" tanya Tao riang. Vic tersenyum lalu berdiri.
"Ya, Tao."
"Panda..~! ibu merindukanmu~" ucap yeoja cantik yang ternyata ibu Tao lalu berlari dan memeluk Tao.
"Ibu…huwe…aku merindukan kalian..~" ucap Tao.
"Maafkan kami, Tao. Kami baru sekarang mengunjungimu." Ucap ayahnya. Tao tersenyum.
"It's okay.."
"Vic, bisa kau keluar sebentar? Ini menyangkut rencana kami." Ucap ayah Tao. Vic tersenyum lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan Tao. Tao sedikit bingung.
"Ada apa, ayah? Ada sesuatu yang penting?" tanya Tao. Kedua orangtuanya tersenyum.
"Kami..mendapatkan donor mata untukmu, Tao. Dan donor itu cocok untukmu. Operasinya akan dipikirkan kapan kau siap." Ucap ayahnya. Tao tersenyum cerah. Oh tuhan, ini bukan mimpi, kan?
"Kau yakin, yah?" tanya Tao. Ayah Tao hanya tersenyum. Ibu Tao sedikit beraut sedih.
"Tapi…kau tidak di operasi disini, Tao.." ucap ibunya. Tao membelak kaget.
"A..apa maksudnya? A..aku tidak akan disini..?" tanya Tao kaget. Ayah Tao tersenyum lembut.
"Kau akan di operasi di California dan akan disana untuk pemulihanmu selama setengah tahun. Kita akan disana setengah tahun." Ucap ayah Tao.
Dan Tao merasa dunia begitu berat ketika mendengarnya.
Itu artinya…dia akan meninggalkan Kris selama setengah tahun?
"Dan kita akan berangkat naik pesawat besok sore." Tambah ibu Tao lagi.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Oke, need review for this part.
Hehehe, fic ii akan segera tamat~
Aigo~ benar-benar melalui perjuangan menulis fic ini~ XD
Maafkan Rai yang gak bisa balas review kalian karna nulis fic ini buru-buru. Tapi Rai janji chap depan, Rai akan jawab semua review readers.
Akhir kata, mind to review without flame and bash?
No silent readers, please? ^^
