Title : Heaven

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : T

Pairing : KrisTao/TaoRis and other

Genre : Romance and Drama.

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : Cinta memang tak mengenal apapun, bukan? Kalau begitu inilah sebuah kisah kecil tentang seorang pria tampan yang menemukan surga dunianya di sebuah rumah sakit dengan seorang malaikat manis disana. It's YAOI! KRISTAO/TAORIS IS HERE!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

GYAAAA~! Last chap sudah diupdate XDD.

Minhiamnida karna telat update -3-

Beneran perjuangan panjang bikin ini fic XD. oh iya, karna fic ini tamat, bakalan ada fic pengganti. Judulnya nanti bisa dilihat di akhir XD

Nah, ayo balas ripiu~

Brigitta Bukan Brigittiw : wkwkwkwkwk, namanya juga cinta~ *apadehbahasaluthor*

mayuka57: wkwkwkwk, hati2 chinguya, D.O umma udh mencak2 tuh XD *tunjuk2 D.O*

Eternal Clouds : wkwkwkwwk, membingungkan yah ficku ini -_-.

Ryu JiHyun : ne~! Baby Pandaku yang imut~ bukan aku loh yang ngetik, tanganku yang ngetikna *peluk2Tao**disemburKris*

Jin Ki Tao : wkwkwkwkwk, KrisTao itu couple jjang! Pasti bisa kalo ama masalah yg begini doing XD

BabySuDo : Ya Tao, nanti pulangnya bawa oleh2 yaXD *dibekep Kris*

carkipul94: hohoho~ dipisahin dikit tak ape apelah XD

Jiway137 : ne Tao, Kris disini aku yang menjaganya XD *diwushuTao*

BbuingBbuing137: gyaaa~! Jangan chingu, nanti masuk Koran XD *plakplak*. Kris diriku yang menjaganya XD *dilemparTao*

Choi Sooyeon : baru sadar ya chingu? Aku jg baru sadar Kris oppa romantic banget dibalik wajahnya yang sedingin api, dan sepanas gunung es XDD *maksudlo?

Jisaid: ne, ini udah dilanjut kok XD

meyminimin : Pororo it kok mrip sm karakter a d Keroro y XDD *plakplak*. Diantara mereka, ada diriku yang mengejar XD *Ea bahasanya

blue minra: kalo terlalu mundur, ada paku dibelakang *pengalaman sendiri kalo terlalu mundur motornya, ada paku dibelakang -_-

miyazaki aika : ne ne, gwaenchana. It msih bsa review XD. chap ini panjang? Liat dulu deh XD

halliypanda: ne~! mereka itu couple tercucok yang pernah ada XD. semua EXOtics tuh pasti kenal sm TaoRis. Couple yg terkenal it pasti TaoRis *ngotot**ditendang

min neul rin : tak ape apelah chingu, demi Tao XD

Muthiara9105 : ne, in udh dilanjut ^^

Septaaa : galau itu bukannya galau pasir yang buat manisin minuman itu ya XD?. in udh d lanjut ^^

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

.

.

RAICHI

.

.

.

.

Pagi ini udara terasa begitu dingin. Walau matahari yang hangat sudah membagi hangatnya pada dunia, udara terasa dingin saat itu.

Tao terduduk didalam ruangannya. Matanya tertuju kedepan. Pikirannya hanya satu, yaitu meninggalkan Kris demi dirinya yang akan melihat dunia lagi dan tentu saja dapat melihat Kris.

"Hiks…aku tidak mau berpisah dengan Kris-ge…" isak Tao yang menunduk. Hatinya pedih.

Belum lama, ruangan Tao terbuka dan menampakan seorang yeoja cantik yang membawa troli berisi sarapannya.

"Tao? Kenapa kau menangis? Bukankah hari ini kau akan berangkat ke California? Kau harusnya tersenyum bahagia karna kau akan melihat dunia lagi." ucap Victoria yang menyiapkan sarapan Tao. Tao menghapus air matanya lalu menarik napas.

"Biar aku tebak, tentang Kris, bukan?" tebak Vic sambil memberi senyum manisnya. Tao mengangguk. Victoria tersenyum. Dia duduk disamping tempat tidur Tao. Vic mengambil tangan Tao. "Gwaenchana, Kris pasti bisa mengerti. Aku yakin, karna dia mencintaimu, dia akan membiarkanmu pergi demi impianmu agar bisa melihat dunia, lagi." ucap Victoria. Tanpa diduga, setetes airmata lolos dari Tao.

"Tapi…bagaimana kalau dia jatuh cinta dengan yang lain? Waktu setengah tahun begitu lama, Noona..hiks.." tangis Tao. Vic mengelus tangan Tao.

"Jangan pernah berpikir begitu. Kalau aku lihat, Kris begitu mencintaimu. Aku yakin, tuhan tidak akan tega melihatmu tersakiti berkali-kali. Kau percaya akan ada keajaiban, bukan? Nah, untuk mendapatkan keajaiban atau mungkin malah mukjizat, kau harus mengorbankan sesuatu. Dan kau harus mengorbankan Kris untuk kau tinggal di Korea selama setengah tahun. Itulah yang sering disebut bayaran untuk sebuah mukjizat." Jelas Vic. Tao menunduk lalu mengangguk pelan. Tanda kalau dia paham. Vic tersenyum. "Nah, sekarang ayo sarapan." Ucap Vic lagi. Tao mengangguk lalu mulai menikmati sarapannya.

.

.

.

.

Tao terlihat sedang duduk ditaman belakang rumah sakit itu.

Ya, baginya taman belakang rumah sakit ini adalah surga. Dengan hanya dirinya dan Kris yang ada didalamnya. Layaknya Adam dan Hawa.

Tinggal disana, hidup berdua disana. Disurga.

Tao menghela nafas. Bagaimana caranya dia mengatakannya dengan Kris-gege?

Ini begitu mendadak, walau Tao harus jujur dia sangat menunggu mukjizat donor mata untuknya. Dan inilah saatnya. Dia akan memiliki mata baru, dan akan melihat dunia, dan tentu saja melihat malaikat yang sudah memberinya cinta. Memberinya semangat, mengajarkan sebuah kesetiaan. Tao berat sekali memikirkan ini. Dia berat meninggalkan Kris.

"Aigo…bagaimana ini..~? Tao~! Kenapa kau begitu bodoh sehingga sulit sekali berpikir, eoh?!" tanya Tao sambil mengacak rambutnya frustasi. Otaknya benar-benar terasa akan meledak kalau begini terus.

Tanpa Tao ketahui, sesosok tubuh tegap mendekatinya perlahan agar tidak ketahuan dengan Tao dan..

"HAP! Hayo, apa yang pandaku ini lakukan?" tanya namja bernama Kris yang memeluk Tao dari belakang.

"Kris-ge! Aku kaget sekali!" ucap Tao kaget. Kris tertawa kecil. Kris berjalan duduk disamping Tao.

"Dui bu qi, Baby. Nah, jadi katakan denganku." Ucap Kris lembut yang duduk disamping Tao begitu dekat. Tangannya mengelus rambut dan bahu Tao. Tao merasa nyaman dibuatnya.

"Eh? Katakan apa ya?" tanya Tao bingung. Kris menghela nafas lalu tersenyum.

"Katakan apa masalahmu sehingga kau sampai berteriak merutuki dirimu sendiri. aku lihat, kau sedang bingung dan cemas. Ada apa? Kau bisa menceritakannya denganku dan kita bisa memecahkannya bersama." Ucap Kris sambil terus tersenyum. Bagi Kris, walau Tao tidak bisa melihat betapa besar makna cinta dibalik senyuman Kris untuknya, hal itu bukanlah masalah. Kris tidak pernah mempermasalahkan fisik Tao. Dia hanya memperhatikan betapa Tao bisa membuatnya merasa disurga bila berdekatan dengan Tao.

Tao menghela nafas berat. Sepertinya kelelahan. Kris mengambil tubuh Tao dan menyandarkannya ketubuhnya. Kris seolah memeluknya. Tao memejamkan matanya. Nyaman.

"Katakanlah, Baby. Aku tidak suka melihatmu menderita seperti ini." Ucap Kris lembut sambil sesekali menghirup aroma tubuh khas Tao. Ya, Kris menyukai hal ini. Bahkan hal kecil seperti menghirup aroma tubuh khas Tao dapat membuatnya merasa bagai disurga.

Tao menarik nafas kembali lalu mulai mempersiapkan mentalnya untuk mengatakannya.

"Kris-ge…aku.." ucap Tao. Kris terus tersenyum sambil mendengarkan namja manisnya ini.

"Ya?"

"Aku mendapat donor mata dan akan dioperasi dengan segera." Ucap Tao yang bisa merasakan betapa dia ingin menangis. Kris langsung terbelak kaget.

"Baby, itu bagus..! aku mendukungmu untuk di operasi. Semangatlah, kau akan melihat dunia sebentar lagi..dan melihatku.." ucap Kris lembut sambil tersenyum senang. Sungguh hal tidak terduga bagi Kris. Airmata Tao menetes deras dari kedua matanya. Kris sungguh bingung. "Ada apa, Baby?" tanya Tao lagi.

"Hiks…kenapa kau mendukungku ge..harusnya kau melarangku..aku..aku..hiks..hiks.." tangis Tao pecah. Kris menarik tubuh Tao dan memeluknya erat. Memberikan ketenangan.

"Shh…kau jangan berbicara seperti itu…bukankah itu bagus? Bukankah kau ingin sekali bisa melihat kembali? Ini juga demi kebaikanmu.." ucap kris. Tao mengangkat wajahnya. wajahnya memerah karna menangis.

"Hiks..a..aku..hiks..tidak operasi disini..hiks…aku..akan operasi di California.." ucap Tao ditengah isak tangisnya. Kris terdiam.

"Ba..baby…" bisik Kris. Tao terus menangis.

"Dan aku..akan disana selama setengah tahun untuk pemulihan..hiks..a..aku akan pergi nanti sore..hiks.." tangis Tao kembali pecah.

Kris?

Dia sudah terdiam. Tidak percaya pada apa yang dikatakan dengan Tao, dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Baby…kau sedang tidak bercanda, 'kan?" tanya Kris lembut. Tao terus menangis hingga bahunya bergetar dipelukan Kris. Tao menggeleng pelan.

"Tidak..aku tidak berbohong, Kris-ge…aku tidak pernah berbohong.." isak Tao. Kris terdiam.

"Baby…aku.." Kris terdiam. Menarik nafasnya. Ayolah, tersenyumlah untuk membuktikan, kan menyayanginya.

"Kris-ge..hiks..aku tidak mau berpisah denganmu..aku mencintaimu..hiks.." tangis Tao. Kris menunduk lalu memeluk Tao erat.

"Aku mencintaimu baby..tapi.." bisik Kris. Keduanya saling mengangkat kepalanya.

"Tapi apa ge? Apa kau tidak lagi mencintaiku hingga kau akan membiarkanku pergi ke California selama setengah tahun?" tanya Tao sambil menahan tangisnya. Kris menggeleng. Tangannya menggenggam bahu Tao erat. Menyalurkan betapa salah, dan betapa dia mencintai Tao sepenuh hidupnya.

"Tidak Baby..justru karna aku mencintaimu, makanya..aku akan mendukungmu pergi ke California..tidak apa-apa Baby..aku mengerti ini.." ucap Kris. Tao mengeleng sambil terisak.

"Ge..hiks.. bagaimana kalau kau tidak mencintaiku lagi..parahnya..bagaimana kalau kau melupakanku dan jatuh cinta pada yang lain..aku..aku..hiks…" bisik Tao. Kris menghela nafas sambil tersenyum.

"Tidak Tao..aku berjanji..aku akan terus menunggumu disini, mencintaimu, mengasihimu..selamanya..tidak perduli aku harus menunggumu hingga berapa lama..entah itu aku harus menunggu setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan atau mungkin beberapa tahun kemudian..selamanya..aku akan mencintaimu..pergilah..jangan kecewakan aku.. ini juga demi kebaikanmu..dan..kau akan melihat..wajahku yang tidak sempurna ini.." jelas Kris. Tao menggeleng kuat.

"Tidak ge..bagiku, kau sempurna..hiks..ya..kau harus janji ge..aku mencintaimu.." tangis Tao. Kris mengangguk. Sebulir airmata mengalir dimata darkblack milik Kris. Harus Kris akui, dia juga sangat berat berpisah dengan Tao. Dalam jangka waktu setengah tahun. Itu bukanlah waktu yang cepat. Waktu setengah tahun adalah waktu yang sangat lama.

"Berjanjilah Tao, kau akan selalu mencintaiku..aku akan selalu menunggumu disini.." ucap Kris. Tao mengangguk dalam tangisnya.

"Ya..ge..terima kasih..aku tidak akan mengecewakanmu. Aku akan terus mencintaimu.." ucap Tao.

Kris mengangguk.

"Jadi, jam berapa kau akan pergi..?" Tanya Kris.

.

.

.

Kris dan Tao terlihat menikmati saat terakhir ini.

Tao tertidur karna terus menangis. Tao tertidur sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Kris. Kris juga menyandarkan kepalanya pada kepala Tao.

Mata Kris terus terbuka. Dia juga tadi menangis karna merasa begitu sesak.

Tak lama, sesosok tubuh wanita cantik mendekati keduanya sambil membawa sebuah nampan dengan isi 2 gelas jus buah. Ya, dia adalah Victoria.

"Kris-ssi.." panggil Victoria. Kris menoleh dan mendapati Vic yang tersenyum lembut. Kris menunduk sedikit. "Aku bawakan jus buah untuk kalian.." ucap Vic. Matanya melihat Tao yang terlihat menangis kelelahan. Air wajahnya yang tadi berseri sekarang ikut berubah sedih karena melihat Tao menangis.

"Kau pasti sudah tahu perihal Tao akan ke California hari ini, bukan?" tanya Victoria. Kris melihat kedepan. Senyum tipis terukir diwajah tampannya. Dia hanya mengangguk.

"Ya…aku sudah tahu.." ucap Kris. Kris menghela nafas lalu kemudian menunduk. "Aku..jujur saja..tidak bisa merelakannya..aku takut..disana..dia akan menemukan yang lain…aku mencintai Tao..melebihi apapun." Ucap Kris mantab. Victoria tersenyum.

"Maka kalau kau mencintainya, kau juga harus percaya kalau dia juga mencintaimu. Aku yakin, kalian akan saling bertemu kembali disini dan akan kembali bersatu. Tahukah Kris-ssi? Ada sebuah kepercayaan ditaman rumah sakit ini." Ucap Vic. Kris menoleh.

"Apa itu..?"

"Kepercayaannya adalah, kalau kau menemukan cinta disini, maka bila kau terpisah sejauh apapun, kau dan pasanganmu atau orang yang memberimu cinta akan kembali bertemu lagi disini, meskipun waktu untuk menunggu pertemuan itu sangat lama." Jelas Vic sambil tersenyum manis. Kris tersenyum mendengarnya.

"Baguslah kalau begitu..aku senang mendengarnya.." ucap Kris. Vic tersenyum.

"Tao akan berangkat ke California jam 17:00 PM. Sekarang jam 14:30 PM. Nikmatilah waktu kebersamaan kalian dulu, ne?" tanya Vic. Vic meletakkan nampan itu. "Dan suruh Tao meminum jus ini. Dia harus tercukupi vitamin dan serat sebelum pergi. Aku cemas kalau dia akan terkena jet lag." Tambah Victoria lagi. Kris mengangguk.

Vic tersenyum lalu berbalik menuju tempatnya.

Kris tersenyum melihat kelangit.

"Tidak apa-apa..aku yakin..kami berdua akan bertemu disini lagi.." ucap Kris. Matanya melirik Tao. "Dan kami bisa melewati ini.." bisik Kris lalu mengecup puncak kepala Tao lembut.

.

.

.

.

"Hiks…Kris-ge..hiks.." tangis Tao. Sekarang, Tao bersama kedua orangtuanya sudah ada di Bandara Internasional Incheon. Kris ada disana untuk menggiring Tao menuju Negara yang akan menyembuhkannya. Dan membuatnya dapat melihat lagi.

"Sssh…uljimayo, ne? jangan menangis lagi. Aku yakin, kita akan bertemu lagi." ucap Kris lembut. Kedua ibu jari Kris sudah menghapus airmata Tao.

"Nak Kris..terima kasih..aku senang melihat kalian saling mencintai. Doakan saja, Tao bisa kembali secepatnya.." ucap ibu Kris.

Ya, tadi Kris dan Tao sudah menceritakan perihal hubungan mereka, dan dengan senang hati, kedua orangtuanya merestui hubungan baik ini. Kedua orangtua Tao sudah percaya dengan Kris.

PENUMPANG DENGAN KEBERANGKATAN CALIFORNIA, SILAHKAN BERSIAP UNTUK NAIK KE PESAWAT.

Setelah operator berbicara begitu, Kris tersenyum.

"Sampai bertemu lagi, Baby. Wo Ai Ni.." ucap Kris lalu mengecup bibir Tao. Tao mengangguk. Setelah berpelukan sebentar, kedua orangtua Tao dan Tao berbalik dan mulai menuju pesawat.

Kris juga berbalik. Kakinya mulai melangkah menuju parkiran.

Tiba-tiba tubuhnya terhenti. Matanya terpejam sebentar sambil menggeleng. Tubuhnya terdiam disana untuk beberapa saat.

"Aish..sial!" ucap Kris. Kris berbalik lagi dan mengejar Tao.

Terlambat, Tao sudah naik kepesawat.

Bahkan, pesawat sudah siap lepas landas.

"TAAAOOO..! BERJANJILAH PADAKU KITA AKAN BERTEMU LAGI…" pekik Kris. Moncong pesawat itu sudah mulai terangkat. "Aku mencintaimu.." bisik Kris. Sebulir air mata dari mata darkblack milik Kris telah menetes.

Kris berbalik dan mulai berjalan meninggalkan Bandara Internasional Incheon.

.

.

.

.
.

.

.

SATU TAHUN KEMUDIAN..

.

.

Kris terlihat sedang bersiap-siap. Tubuh tegap itu telah dibalut dengan pakaian ala anak muda yang membuatnya terlihat semakin tampan.

Kris berjalan keluar kamarnya sambil membawa satu bucket bunga. Kris tersenyum.

Kris berjalan keluar kamarnya sambil membawa bunga itu. Kris berpapasan dengan orangtuanya yang sedang duduk sambil menikmati teh hangat mereka.

"Kris…" panggil ibunya. Kris menoleh.

"Ne?"

"Apa kau akan tetap pergi kesana dan menunggu Tao…lagi..?" tanya ibunya. Kris hanya tersenyum.

"Tentu saja..aku mencintainya..aku percaya padanya. Sudah dulu, ne? aku harus pergi. Bye.." ucap Kris lalu berlari kecil menuju mobilnya.

"Anak itu begitu setia pada namja itu ya..?" tanya ayahnya yang menyeruput minumannya. Ibu kris hanya tersenyum.

"Ya..dia setia sekali.." ucap ibu Tao. "Dan aku akan merestui mereka.." ucap ibunya. Ayah Kris tersenyum.

"Aku akan merestui apapun itu yang bisa membuat anakku bahagia. Bagusnya dia bisa membatalkan pernikahannya dengan Seohyun..karna keluarganya ternyata terjaring kasus hutang dengan Yakuza." Ucap ayahnya. Ibu Kris tersenyum

.

.

.

.

Kris terlihat turun dari mobil dan berjalan sambil membawa sebucket bunga berwarna pink lembut.

Kris berpapasan dengan Nickhun.

"Ah, Annyeong. Mau kesana lagi? ini sudah satu tahun, dan..Tao..belum kembali." Ucap Nickhun. Kris tersenyum.

"Ya..aku akan kesana lagi, aku akan setia menunggunya. Entah itu harus berpuluh tahun kemudian..dan..selamat atas pernikahanmu yang sebentar lagi akan berlangsung dengan Victoria." Ucap Kris. Nickhun tersenyum.

"terima kasih.." ucap Nickhun. Kris tersenyum lalu berjalan meninggalkan Nickhun.

Setelah agak jauh, Nickhun mengambil walkie talkienya.

"Tao…Kris sudah akan datang, dia sedang berjalan menuju taman. Bersiaplah." Ucapnya.

"Roger..!" ucap suara itu.

.

.

Kris berjalan menuju taman rumah sakit itu. Selama satu tahun, belum pernah tempat ini berubah sama sekali. Bahkan aura menenangkannya tetap sama. Terasa seperti melindungimu.

Kris mendekati bangku tempatnya duduk pertama kali dan bertemu disana. Kris melihat sesosok tubuh yang menggunakan jaket hitam putih yang coraknya sama seperti panda. Tudung jaket itu menutupi kepalanya. Hm, mungkin orang lain yang baru selesai menjenguk seseorang disini.

Kris mendekati sosok itu dan duduk disebelahnya. Kris sedikit merasa kaget. Sesuatu ditubuhnya terasa berdebar kencang. Tidak tahu kenapa.

"Annyeong…" ucap namja itu. Namja ini sedikit aneh. Tudung jaketnya hampir menutupi setengah wajahnya. kacamata hitam, dan juga masker berwarna putih.

"Ah, annyeong." Balas Kris.

"Sedang menunggu seseorang?" tanya namja berkacamata itu. Kris tersenyum sambil matanya menatap lurus.

"Ya..aku sedang menunggu seseorang.." jawab Kris. Namja itu mengangguk.

"Siapa?" tanya namja itu. Entah kenapa, jantung Kris tidak bisa diajak kompromi. Semakin dia mendengar suara namja ini, dia semakin berdebar. Harus Kris akui, suaranya sedikit mirip suara Tao.

"Orang yang aku cintai seumur hidupku. Orang yang aku anggap sebagai malaikat." Ucap Kris tulus. Namja itu sedikit terkejut. Dia mengangguk mengerti.

"Arra…" ucap namja itu. "Dan sudah berapa lama kau menunggunya?" tanya namja itu sambil melirik ke arah Kris. Kris tersenyum.

"Sudah satu tahun…ya, dia memang mengatakan kalau akan setengah tahun..tapi..ternyata sampai satu tahun. Ya, biarlah. Walau sampai harus 5 tahun atau berpuluh tahun, aku akan terus menunggu disini. Entah hujan, salju atau badai sekalipun." Ucap Kris mantab. Namja itu menutup mulutnya kaget.

"Dan aku berjanji…kalau dia kembali lagi..aku akan menanyakan sebuah pertanyaan yang sebenarnya ingin aku tanyakan padanya semenjak setengah tahun yang lalu.." ucap Kris. Kris juga sedikit tidak paham mengapa dia bisa menceritakan segalanya dengan namja asing ini.

"Apa itu?"

"Huang Zi Tao, disini, ditaman yang kita anggap surga ini, maukah kau menerima cinta seorang Wu Yi Fan yang selalu kau panggil Kris ini?..dihadapan tuhan..aku melamarmu..maukah kau hidup bersamaku..hingga hanya tuhanlah yang berhak memisahkan kita..?' itulah yang ingin aku tanyakan padanya." Ucap Kris. Kris menoleh dan sedikit kaget ketika namja itu menangis seperti..menangis terharu.

"Ya Ge..aku ..." ucap namja itu. Kris sedikit terkaget.

"Maksud anda?" tanya Kris. Namja itu melepas tudung jaketnya. Kris terkejut ketika melihat sosok itu. sosok itu melepas masker dan kacamatanya.

"Aku kembali ge…" ucap Tao sambil memberikan senyum manisnya untuk kris. Kris terkejut.

Disana, Tao. Tao dengan matanya yang berwarna darkchoco. Senyum manisnya terkembang.

Kris segera memeluk Tao erat.

"Jeongmal bogoshippoyo..Tao-ah.." ucap Kris. Sebulir airmata lolos dari matanya.

Kris terus memeluk Tao.

"Hiks..nado..ge..hiks.." bisik Tao. Kris melepaskan pelukannya. Matanya menatap mata Tao.

"Kemana saja kau selama ini?" tanya Kris. Tao tersenyum bersalah.

"Maafkan aku..tanpa diduga, mata baruku sedikit membuatku susah menyesuaikannya…Ge..sekarang aku sudah pulang.." ucap Tao. Kris tersenyum.

"bagaimana kau bisa tahu kalau ini aku?" tanya Kris. Tao tersenyum.

"Vic Noona dan Nickhun hyung yang memberitahukan wajahmu denganku. Dan bahkan tadi kau sudah memberitahukan namamu." Ucap Tao. Kris tersenyum.

Kris bersujud dihadapan Tao. Kris mengambil sesuatu dikantongnya.

"Aku sudah menyiapkan ini kalau-kalau kau pulang suatu hari.." ucap Kris. Tao terkejut ketika Kris memperlihatkan sepasang cincin untuk pasangan.

"Ge..i..ini.."

"Huang Zi Tao, dihadapan tuhan dan ditempat ini..aku melamarmu..maukah kau menerimaku? Menerima perasaanku? Menerimaku yang tidak sempurna ini?" tanya Kris. Tao menangis terharu lalu mengangguk.

"Ne..Kris-ge…" ucap Tao. Kris mengambil tangan Tao dan memasangkan cincin itu ke jarimanis Tao."

.

.

.

AND SOMEDAY

.

.

"Selamat Uri Panda..hiks..Kris-ah, jangan sekali-kali kau kecewakan Tao, ne?" ucap Vic.

Ya, semua orang kini sedang menghadiri acara pernikahan Tao dan Kris.

"Ne..tentu saja..Noona.." ucap Kris. Keduanya terlihat begitu serasi. Begitu bersinar.

"Baby, sekarang saatnya kau melempar bunga." Ucap ibu Kris pada Tao. Tao mengangguk sambil tersenyum.

"Oke, aku akan lemparkan ini, ne~?" tanya Tao riang. Teman-teman Kris sudah datang dan para seme sudah siap menangkap bunga itu. sedangkan para uke sudah sweatdrop sendiri.

HANA

DUL

SET..!

"Gyaaa! Itu milikku!" pekik Kai.

"Andwae, itu milikku!" pekik Chanyeol.

Sementara para teman-teman Kris sedang berebut. Tao kembali lagi mendekati Kris.

"Aku mencintaimu.." ucap Kris lalu mengecup pipi Tao.

"Aku juga mencintaimu..Wu Yi Fan.." ucap tao yang juga mengecup pipi Kris.

Ya, inilah akhir bahagia.

Penderitaan dan kesabaran Tao, sudah diberi balasan oleh tuhan.

Kalian percaya mukjizat, bukan?

.

.

END

.

.

HURAAAAYYY!

Fic ini sudah tamat XDD

Oke, akhir kata, mind to review without, flame and bash? No silent readers and no PLAGIAT!