UPDAAATTTEEE…

Masih ada yang nunggu gak? Kalau ada syukur, kalau enggak, Ya gak apa-apa :'/

Mian chingu yang chap 3 sedikit ya? Mian soalnya bikinnya malam jadi agak gak konsen soalnya ngantuk . Jeongmal mianhaeyo ne?! gomawo^^ mian update-nya ngaret. *PD amat kayak ada yang nungguin* ~abaikan~

Aku balik lagi nih bawain chap 4 nya. Janji yang sekarang bakal panjang deh :D makasih buat yang udah review, walau cuma dikit, tapi cukup buat penyemangat.

"Aku bersedia."

"Noona, seharusnya kau menikah denganku, bukan malah dengan si maniac game ini."

"Aku Lee Sungmin. Demi Tuhan, tega sekali kau melupakanku Cho Kyuhyun."

"Mworrago? Kau yeoja saiko." Kyuhhyun tersenyum meremehkan.

Tittle: angel, human, and demmons

Genre: drama, hurt/comfort, semi fantasy

Main cast: Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin (datengnya nanti)

Other cast: all artist SMEnt.

Pair: Kyuwook slight Kyumin

Rated: T+

~mianhae kalau gak rame, TYPO bersebaran, GJ, abal, pasaran dan teman-temannya~

(Seoul, 21 Juli 2012pukul: 08.00 KST)

Sebuah acara pemberkatan pernikahan sedang berlangsung disebuah gereja di Kota Seoul yang terbilang megah. Acara pemberkatan dihadiri oleh banyak tamu, yang tak lain tak bukan adalah kolega kerja Siwon, teman-teman Kibum, Kyuhyun, Ryeowook dan haelmoni dan haelboji Kyuhyun –Cho Hangkyung (haelboji), Cho Heechul (haelmoni)-.

"Cho Kyuhyun, apakah kau bersedia menjadi suami dari Kim Ryeowook, mendampinginya saat sedih atau senang, sehat atau sakit, kaya atau miskin, menerima segala kekurangan dan kelebihannya, juga mendapinginya sampai ajal memisahkan kalian" Pastur itu berkata menatap Kyuhyun, setelah sebelumnya membaca beberapa doa.

"Ne, aku bersedia." Jawab Kyuhyun tegas dan lantang.

"bagaimana denganmu Kim Ryeowook, apakah kau bersedia menjadiistri dari Cho Kyuhyun, mendampinginya saat sedih atau senang, sehat atau sakit, kaya atau miskin, menerima segala kekurangan dan kelebihannya, juga mendapinginya sampai ajal memisahkan kalian" Ucap sang pastur kini beralih memandang Ryeowook.

"Aku bersedia." Jawab Ryeowook tak kalah mantap dengan Kyuhyun.

~skip time~

(pukul: 20.00 KST)

Acara pemberkatan pernikahan Kyuhyun dan Ryeowook telah selesai dilaksanakan, kini mereka dan keluarga juga para tamu lainya sedang berada disebuah ballroom disebuah hotel mewah di pusat kota Seoul, sedang melangsungkan resepsi pernikahan KyuWook couple.

"Kau lelah nona Cho?" Untuk pertama kalinya setelah mereka menikah Kyuhyun memanggil Ryeowook dengan sebutan 'nona Cho', walaupun sebelumnya sudah sering Kyuhyun mengatakannya. Tapi sekarang beda, ada rasa sangat menyenangkan lebih bagi Ryeowook saat dipanggil 'nona Cho' oleh Kyuhyun.

Ryeowook bersemu, dipukulnya pelan lengan kanan Kyuhyun. "Kyu.." Malu? Ya tentu saja, karena kini Ryeowook, dan Kyuhyun sedang duduk bersama semua keluarga Kyuhyun.

"Chukae hamnida hyung. Cepat-cepat memberiku keponakan ne?!" Changmin yang memang baru berkumpul dengan keluarganya, menghampiri lalu memeluk Kyuhyun.

"Tenang saja Min, akan ku buat kakak iparmu ini hamil dalam waktu 1 minggu. Hahaha." Kyuhyun mencoa menggoda Ryeowook yang sedari tadi hanya diam terlihat canggung.

Ryeowook menahan malunya karena dari tadi terus digoda oleh Kyuhyun. Akibatnya, wajah Ryeowook kini lebih memerah dari sebelumnya. Ryeowook menundukan wajahnya mencoba menyembunyikan wajah semerah tomatnya.

"Aigoo noona, kau manis sekali saat malu seperti ini." Tangan Changmin terulur untuk mencolek dagu Ryeowook, namun langsung ditepis oleh Kyuhyun.

"Yak! Dasar dongsaeng kurang ajar!" Hardik Kyuhyun, mengundang gelak tawa mengejek dari Changmin dan Minho.

"Noona, seharusnya kau menikah denganku, bukan malah dengan si maniac game ini." Ucapan polos terlontar begitu saja dari bibir namja kecil kira-kira berumur 8 tahun, yaitu Minho.

"Yak apalagi itu? Kau masih kecil baby Hoo." Ucap Kyuhyun terdengar mengejek Minho. Sedangkan Minho hanya mendengus sebal.

(pukul: 22.00 KST)

Kini, pasangan pengantin baru itu sudah kembali kerumahnya. Untuk mala mini, mereka akan menginap dikediaman Cho, karena haelboji dan haelmoni Kyuhyun memintanya sebelum mereka pulang ke China. Dan sepasang kekasih yang dipertemukan dengan cara diluar nalar manusia normal ini, kini sedang berada dikamar Kyuhyun dulu.

"Apa malam ini kita akan bermain peluh yeobo?" Kyuhyun mencoba menggoda yeoja yang kini menyandang gelar sebagai istrinya.

"Tentu saja Kyu, sebelum menikah saja kita sering melakukannya, masa sudah menikah malah tak melakukannya? Mana bisa tahan aku tak disentuhmu Kyu" Ryeowook menutup mulutnya cepat. Ia merutuki kata-kata bodoh itu bisa begitu saja keluar dari mulutnya.

"Aigoo, rupanya kau sudah tak sabar baby? Baiklah kajja!" Kyuhyun menampilkan evil smirknya, dan mendorong tubuh Ryeowook membentur tembok.

"Ahh Kyu jangan sekarang. Kau mandi dulu sekarang." Elak Ryeowook mendorong pelan tubuh Kyuhyun.

"Shireo.. aku tak mau menahannya lagi. Pokoknya harus sekarang." Kyuhyun mulai merape tubuh Kyuhyun, dan….

"eunghh Kyu.."

"nikmat chagii.."

"akhh Kyu appo.."

"sempithh Wookie."

"Kyuuuu/Wookkk…"

"Saranghae jeongmal Cho Ryeowook/Cho Kyuhyun."

.

*End Flashback mode*

"Ahh, indahnya masa-masa itu. Aku bahagia bisa memilikimu Wook baby." Kyuhyun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya lagi sambil tersenum lebar.

"Hey kau menangis chagi? Waeyo?" Ketika melirik kesampingnya, ia mendapati Ryeowook tengah terisak. Diusapnya lembut pipi Ryeowook dengan jarinya, meyeka air mata yang turun dari manic Ryeowook.

"Aku merasa belum sempurna menjadi seorang istri Kyu. Aku belum bisa memberimu keturunan selama setahun pernikahan kita ini. Aku malu pada appa dan eomma, juga Changmin kau pernah sesumbar padanya." Ucap Ryeowook masih terisak, namun kini sudah berada dalam pelukan Kyuhyun.

"Sttsss Uljima! Persetan ucapan eomma atau orang lain disekitar kita. Aku bahagia walaupun belum memiliki aegya. Bertahanlah chagi! Kita akan terus berusaha. Percaya padaku, suatu saat nanti, jika Tuhan telah mempercayai kita memiliki aegya, aku yakin kita akan segera mendapatkannya. Sabarlah!" Kyuhyun membelai lembut rambut coklat kemerahan Ryeowook.

"Saranghae jeongmal, Cho Kyuhyun." Ryeowook makin mempererat pelukannya pada Kyuhyun.

"Nado Saranghae Cho Ryeowook. Aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku. Trust me if you believe." Kyuhyun melepaskan pelukannya pada Ryeowook lalu menangkupkan wajah Ryeowook dengan kedua telapak tangannya.

"I trust you Cho Kyuhyun." Ryeowook mulai tersenyum, dan tak lama Kyuhyun mendekatkan wajahnya dengan wajah Ryeowook, dan merekapun tenggelam dalam sebuah ciuman mesra.

Keesokan harinya…

"Wook-ah, apa persediaan makanan kita masih banyak? Atau kebutuhan yang lain mulai menipis?" Tanya Kyuhyun pada sang istri. Kini Kyuhyun dan Ryeowook sedang sarapan diruang makan rumah mereka.

"Aku rasa, semua mulai menipis. Kenapa kau bertanya begitu chagi? Tumben sekali." Ryeowook terheran saat Kyuhun berkata demikian. Karena biasanya Kyuhyun tak pernah perduli pada hal seperti itu.

"Ah ani, hanya aku sedang ingin berbelanja bersama istriku yang manis ini. Eottoghae?" Kyuhyun mengerlingkan matanya.

"Memang hari ini kau tak bekerja chagi?" Tanya Ryeowook sebelum menyuapkan brokoli kemulut Kyuhyun.

"Aku malas. Aku sudah bicara pada appa, dan ia mengizinkan aku tidak masuk. Entahlah aku hari ini rasanya hanya ingin menghabiskan waktu berdua denganmu Wook-ah."

"Kau aneh Kyu."

(10.00 KST)

"Kau sudah siap sayang?" Tanya Kyuhyun saat melihat Ryeowook keluar dari kamarnya dengan pakaian rapih namun tetap santai.

"Ne, kajja Kyu!" Ryeowook menggaet(?) lengan kanan Kyuhyun, dan mereka berjalan menuju mobil untuk segera pergi ke supermarket.

Selama perjalanan, Ryeowook terus memandang Kyuhyn dengan tatapan bingung, karena sepanjang jalan, Kyuhyun terus saja tersenyum tanpa sebab. 'Ada yang tidak beres denganmu Kyu.' Batin Ryeowook.

Sesampainya di Supermarket..

Kyuhyun dan Ryeowook segera menelusuri tiap sudut supermarket tersebut. Mulai dari counter peralatan mandi, kebutuhan makan setiap hari, dan lain-lain. Saat akan menuju counter buah dan sayur, mereka melewati counter susu bayi, dan pandangan Ryeowook langsung tertuju pada seorang yeoja muda yang tengah menggendong bayinya yang sepertinya baru berumur 3 bulan itu.

Kyuhyun yang merasa Ryeowook tak mengikuti langkahnya, langsung saja menghentikan langkahnya. Ia mendapati Ryeowook tengah memandang seseorang yang ia tak kenal sambil menangis lagi.

"Hey, gwenchana?" Kyuhyun menarik lembut dagu Ryeowook agar bisa menatapnya.

"Bisakah aku sepertinya Kyu? Berbelanja dengan anakku. Akankah itu terjadi?" Lirih Ryeowook.

"Tentu saja, asal kau percaya kehendak dan takdir yang Tuhan berikan, tak akan nada yang tak mungkin di dunia ini chagi. Don't cry baby ." Kyuhyun membawa Ryeowook kedalam pelukan hangatnnya.

"Akhir-akhir ini kau sering sekali menangis chagi. Dan kau manja padaku, aku jadi susah meninggalkanmu." Lanjut Kyuhyun seraya melepaskan peukannya dan merangkul Ryeowook.

"Benarkah? Apa aku cengeng dan manja akhir-akhir ini? Mianhae Kyu." Ryeowook menundukan kepalanya merasa bersalah.

"Aissh jinjja.. Bukan begitu maksudku chagi. Aku sebenarnya bingung kenapa dengan kau yang sering menangis, bukan melarangmu menangis. Kau ini ada-ada saja. Aku malah senang kau bermanja padaku. Biasanya aku yang bermanja padamu Wookie." Kyuhyun mengacak rambut Ryeoowook dengan tangan kirinya, kara tangan kanannya ia gunakan merangkul Ryeowook.

"Kau mau sayur apa saja Kyu?" Tanya Ryeowook saat mereka baru saja sampai discounter sayur.

"Jika aku tak mau makan sayuran, bolehkan?" Kyuhyun memamerkan puppy eyesnya yang sangat tidak pantas.

"No, no, no. Eomma bilang kau harus banyak makn sayur. Lihat kulitmu sepucat mayat Kyu. Kau kurang vitamin." Ryeowook malah menasihati Kyuhyun -_-

"Arraeso, apa saja asalkan tidak pahit. Bagaimana jika aku dapat imbalan karena mau makan sayur?" Kyuhyun menyeringai.

"Kau ini. Padahalkan ini semua demi kebaikanmu,tapi kenapa minta imbalan segala."

"Ya sudah. Mau apa tidak? Kalau tidak jangan harap aku mau memakan makan ulat itu."

"Baiklah, baiklah. Apa itu?"

"Malam ini kita dinner romantic. Tempat dan waktu aku yang tentukan. Eottoghae?"

"Seutuju."

"Cho Kyuhyun? Hay apa kabar? Kau masih mengingatku?" Seorang yeoja yang tadi dipandang Ryeowook saat melewati counter susu bayi, tiba-tiba dattang menghampiri Kyuhyun.

"Nuguya?" Kyuhyun menaikan sebelah alisnya. Ryeowook hanya ikut bingung.

"Aku Lee Sungmin. Demi Tuhan, tega sekali kau melupakanku Cho Kyuhyun." Jawab yeoja itu menepuk bahu Kyuhyun. SKSD eoh?

"Eh? Mianseo, tapi aku benar-benar tak mengenalmu. Neo nuguya?" Kyuhyun dan Ryeowook makin dibuat bingung karena tingkah si yeoja asing yang ternyata bernama Sungmin itu.

"Haahh,, baiklah aku coba mengingatkanmu. Aku Lee Sungmin, yeoja yang pernah kau setubuhi 11 bulan silam. Kita bertemu disuah pub daerah Busan. Kau bercerita kenapa kau datang ke pub itu. Yaitu karena kau kecewa pada istrimu yang tak kunjung memberimu keturunan. Lalu kau memintaku tidur denganmu. Dan kau tahu? Selama 11 bulan ini aku mencari keberadaanmu, untuk meminta pertanggung jawaban darimu. Ini anak kta Kyu." Yeoja bernama Sungmin itu berbicara panjang lebar, dan tak ayal membuat Kyuhyun maupun Ryeowook membelalakan matanya serta membuka lebar mulutnya.

"Mworrago? Kau yeoja saiko." Kyuhhyun tersenyum meremehkan.

"Demi Tuhan Cho Kyuhyun, aku bersungguh-sungguh." Bela Sungmin lagi.

"Cih, jangan pernah membawa-bawa nama Tuhan jika untuk sebuah kebohongan." Kyuhyun mulai geram dengan ucapan yeoja yang baru dikenalnya itu.

"Aku tak berbohong. Cek saja jika tak percaya. Kita lakukan DNA." Sungmin tetap ngotot dengan ucapannya.

"Hah, bualanmu tak akan ku percaya YEOJA JALANG!" Bentak Kyuhyun.

"Hentikan Kyu!" Jerit Ryeowook menutup telinganya. Kyuhyun mendecih, Sungmin menyeringai.

"Kita lakukan sekarang juga DNAnya Sungmin-ssi." Lanjut Ryeowook dengan nada lebih lembut.

"Tapi, untuk apa mempercayai WANITA MURAHAN YANG TAK TAHU DIRI ini Wookie-ah." Sinis Kyuhyun memandang jijik kearah Sungmin.

Plaaakk..

Ryeowook menampar pipi Kyuhyun. Kyuhyun membelalak terkejut, sedang Sungmin makin melebarkan seringaiannya.

"Kubilang hentikan Cho Kyuhyun! Jangan berbicara sesuka hatimu. Aku wanita, aku bisa rasakan yang Sungmin rasakan. Apa kau mau jika aku yang diperlakukan seperti itu oleh namja lain, huh?" Mata dan wajah Ryeowook makin memerah menahan amarah, juga tangis. Para pengunjang supermarket hanya menyaksikan pertengkaran tiga orang itu.

"Sebaiknya kita pergi dari sini sekarang, dan segera melakukan DNA itu." Ryeowook menarik Kyuhyun dan Sungmin hanya membuntuti mereka.

Setelah membayar belanjaan yang sempat ia ambil, juga belanjaan Sungmin, Ryeowook dan Kyuhyun ditambah Sungmin, berjalan menuju parkiran tempat mobil Pajero Sport milik Kyuhyun.

30 menit diperjalanan, akhirnya Kyuhyun, Ryeowook dan Sungmin tiba di Rumah Sakit Yangsobgy, Seoul. Mereka bertiga lalu beriringan menuju ruang khusus DNA, dan mulai melakukan tes setelah sebelumnya berkonsultasi dengan dokter yang menanganinya. Pada awalnya, sang dokter memberi tahu bahwa hasil baru akan keluar 3 hari lagi, karena masih banyak orang yang harus dites sebelum Kyuhyun, tapi dengan uang yang sangat banyak bahkan 5x lipat dari harga DNA, akhirnya si dokter menyetujui untuk mendahulukan hasil tes Kyuhyun juga Minhyun -anak yang dibawa Sungmin-.

Dokter bernama Kang Daesung itu mulai melakukan hasil, mulai dari mengambil sedikit rambut Kyuhyun juga Minhyun. Setelah selesai melakukan tes, hanya tinggal menunggu selama 2 jam, maka hasilnyapun akan diketahui apakah Sungmin mengada-ada atau memang benar.

Kyuhyun lebih memilih menghabiskan uang 50 juta untuk melakukan DNA cepatnya itu. Karena Kyuhyun yakin dan sangat yakin, setelah ia menikah dengan Ryeowook ia tak pernah meniduri wanita lain selain istrinya itu walau ia dalam keadaan mabuk sekalipun. Jadi ia berani melakukan itu. Walau ia yakin tak pernh meniduri wanita lain selain Ryeowook, tetap saja Kyuhyun merasa gusar.

Ryeowook duduk dengan menundukan kepalanya, Kyuhyun duduk dengan gusar, Sungmin nampak duduk santai sambil terus menggendong anaknya. Tak lama hasil DNApun keluar.

Dan hasilnya..