Sumpah ini fanfic makin GJ, makin dramatis, dan lain-lain. Tapi masih terus berharap masih ada yang mau baca terus review. To the point aja ya,.
Dan hasilnya..
.
.
Kyuhyun, Ryeowook, ditambah Sungmin dan Minhyun sedang dalam perjalanan menuju rumah Kyuhyun dipinggiran kota Seoul. Hanya keheningan yang menyelimuti mereka selama perjalanan. Mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ryeowook sibuk memandang keluar jendela, Kyuhyun fokus mengemudi, dan Sungmin sibuk menidurkan Minhyun.
30 menit kemudian, akhirnya mereka sampai di rumah Kyuhyun dan Ryeowook. Segera saja Ryeowook berlari masuk setelah dirasa mobil Kyuhyun berhenti sempurna. Ia abaikan Kyuhyun yang berteriak memanggil namanya. Sungmin menyeringai, lalu mengikuti Kyuhyun yang sudah turun duluan dan masuk ke rumahnya.
~di dalam rumah~
"Wookie?! Anyeong." Saat baru saja Ryeowook memasuki rumahnya, ia dikejutkan oleh dua mahluk ah ani tiga mahluk termasuk seorang bayi sudah berada di dalam rumahnya. Segera ia menghapus air mata yang sempat terjatuh ke pipinya, karena takut diketahui oleh dua dari tiga mahluk yang adalah sahabat yang telah dianggap saudaranya sendiri –Donghae, Eunhyuk dan aegya mereka ~Lee Dongjae~-
"Oppa? Eonni? Kenapa kalian ada disini?" Ryeowook berusaha bersikap setenang mungkin. Ditanya seperti itu Donghae dan Eunhyuk hanya nyengir.
"Hyung, Noona? Kenapa kalian bisa ada disini?" Belum sempat Donghae maupun Eunhyuk menjawab pertanyaan Ryeowook, Kyuhyun yang baru masuk keburu menyela.
"Hehehe, rumah kami sedang di renovasi besar-besaran, jadi bolehkah kami menginap disini selama rumah kami direnovasi? Jebal saeng." Donghae menangkupan kedua lengannya memohon sambil melancarkan fishy eyes nya (?).
"Ah andwae! No way." Tolak Kyuhyun dengan tidak sopannya. Membuat Donghae mendengus dan Eunhyuk terkikik melihat suaminya memohon pada raja setan itu.
"Aish jinjja kau Cho Kyuhyun. Jebal. Kita kan bersahabat." Ucap Donghae sambil mengerlingkan matanya. Kyuhyun tetap menolak dengan menggelengkan kepalanya.
"Boleh ne Wookie?" Kini Donghae berusaha memohon pada Ryeowook yang terkenal dengan ketidak tegaannya pada siapapun.
"Tentu saja oppa. Kau oppa dan sahabatku. Tinggalah disini, agar aku ada teman jika Kyuhyun sedang pergi. Dan aku senang jika ada babi Jae disini." Gotcha! Benar saja Ryeowook pasti tidak tega. Apalagi pada Donghae dan Eunhyuk. Kyuhyun tak bisa berbuat apa-apa jika Ryeowook sudah menentukan.
Ryeowook mengambil alih Dongjae dari Eunhyuk dan menggendongnya. Tiba-tiba Sungmin masuk dengan menggendong Minhyun. Sontak membuat Donghae dan Eunhyuk terkejut karena tiba-tiba ada orang asing yang masuk tanpa memberi salam sebelumnya.
"Nuguya?" Tanya Donghae dan Eunhyuk bersamaan pada Sungmin.
"Anyeonghaseyo. Lee Sungmin imnida. Aku.." Jawab Sungmin yang terpotong karena ucapan Ryeowook.
"Sungmin-ssi adalah yeoja yang MEMPUNYAI ANAK DARI KYUHYUN." Ucap Ryeowook menekankan kata-kata berhuruf besar. Terdengar ada emosi dalam nada bicara Ryeowook. Kyuhyun menundukan kepalanya setelah mendengar ucapan Ryeowook.
"MWORAGO?" Saking terkejutnya Donghae dan Eunhyuk berteriak ~lebay~. "Jangan bicara yang tidak tidak Cho Ryeowook." Ucap Donghae sedkit memelankan suaranya.
"Ani. Kami sudah melakukan DNA dan hasilnya POSITIF." Jawab Ryeowook setenang mungkin. Ia tak mau emosi didepan Dongahae dan Eunhyuk.
"Impossible. Bagaimana ini bisa terjadi?" Donghae menatap Ryeowook dan Kyuhyn bergantian dengan tatapan tak percaya.
"Ini salahku oppa. Seharusnya aku bisa memberi Kyuhyun keturunan. Tapi karena aku tak bisa memberikannya, mungkin Kyuhun mencari jalan keluar dari semua ini. Aku tahu Kyuhyun lelah terus didesak Siwon appa dan Kibum eomma, jadi Kyuhyun mencari yeoja yang bisa memberinya keturunan. Dan Sungmin-ssi lah yang Kyuhyun pilih. Ini memang saran dari ku kok oppa, agar Kyuhyun mencari yeoja lain, dan ya, akhirnya berhasil memiliki anak." Jawab Ryeowook santai namun hatinya mendidih karena emosi yang meluap saat mengucapkan itu.
Kyuhyun yang tadinya hanya menundukan kepala, kini mengangkat kepalnya karena terkejut atas ucapan Ryeowook.
"Demi Tuhan Cho Ryeowook, aku tak pernah melakukannya. Aku juga tidak percaya ini pernah terjadi. Sebelumnya sekalipun aku tak pernah mengenal Sungmin-ssi." Bela Kyuhyun.
"TAPI INI APA CHO KYUHYUN?" Bentak Ryeowook menunjukan hasil DNA yang tadi dipegang oleh Sungmin. "Apa ini kurang membuktikan kau telah melakukannya? Sadarlah Kyuhyun! Terima kenyataan." Hilang sudah pertahanan Ryeowook. Ia keluarkan emosi yang sedari tadi ia tahan sekuatnya.
Kyuhyun kembali menundukan kepalanya. Kali ini dengan mata yang memerah dan airmata yang mulai mengalir ke pipinya.
"Hahh." Ryeowook menghela nafasnya. "Kalian lapar kan oppa, eonni? Aku akan memasak dulu kalau begitu. Bisa kau bantu aku eonni?" Ryeowook yang mulai bisa mengontrol kembali emosinya mencoba mengalihkan pembicaraan. Buru-buru Eunhyuk mengangguk mengiyakan ajakan Ryeowook.
"Tenang saja Sungmin-ssi. Kyuhyun akan menikahimu secepatnya. Nanti malam akan ku undang appa dan eomma Kyuhyun untuk datang kesini. Dan kita bicarakan pernikahan kalian. Sekarang istirahatlah dikamar sebelah utara sana. Kau pasti lelah. Aku tak mau anak dan calon istri suamiku kelelahan. Saat makanan siap, akan kupanggil." Ryeowook menunjuk kamar yang akan ditempati Sungmin sebelum ia berlalu kedapur diikuti Eunhyuk.
Air mengalir makin derasa dari mata bulat Kyuhyun. Sungmin sudah berlalu kekamar yang tadi ditunjuk Ryeowook. Sedang Donghae, masih menatap tak percaya kepada Kyuhyun.
"Aku rasa aku ingin membantu istriku dan dongsaengku memasak." Donghae lalu berjalan kearah dapur. Meninggalkan Kyuhyun yang sedang menangis dalam diam. Bohong jika Donghae berkata akan membantu Eunhyuk dan Ryeowook. Ia pergi kedapur karena ingin memastikan keadaan Ryeowook. Ia bisa lihat pancaran emosi dan kesedihan mendalam dari mata indah Ryeowook yang tadi terlihat sayu. Donghae yakin sekarang Ryeowook sedang menangis.
Benar saja. Saat Donghae memasuki dapur, ia lihat Ryeowook sedang menangis dipelukan Eunhyuk.
"Wookie." Panggil donghae. Ryeowook melepas pelukannya pada Eunhyuk dan mengalihkan pandangannya pada Donghae.
"Oppa." Timpal Ryeowook dengan airmata yang terus mengalir dari matanya yang sudah memerah dan suaranya yang berubah sedikit parau. Ia berjalan menghampiri Donghae yang merentangkan tangannya. Sebelum memeluk Donghae Ryeowook berbalik menghadap Eunhyuk meminta persetujuan Eunhyuk untuk memeluk suaminya. Eunhyuk yang mengerti kedekatan Ryeowook dengan Donghae hanya mengangguk. Ia tak pernah cemburu jika Donghae memeluk atau mencium pipi Ryeowook, karena Eunhyuk ingat saat Donghae bercerita ia bermimpi bertemu dua orang paruh baya bersayap yang menyuruhnya menjaga Ryeowook dengan baik dan jangan sampai Ryeowook tersakiti.
Setelah mendapat persetujuan Eunhyuk, Ryeowook segera memeluk Donghae.
"Oppa. Hiks.." Ryeowook makin menenggelamkan wajahnya di dada bidang Donghae, saat Donghae mengelus lembut punggung Ryeowook.
"Gwenchana Wookie-ah. Everything's gonna be okay. Semua akan baik-baik saja. Ada oppa dan eonni disini yang akan selalu ada untuk Wookie. Ini hanya cobaan kecil untuk rumah tangga kalian. Tuhan memberi cobaan ini, berarti Tuhan percaya kau dan Kyuhyun bisa menjalaninya. Tuhan percaya kalian mahluknya yang kuat. Aku juga percaya kau wanita yang tegar dan kuat. Jangan menangis. Wookie yang oppa kenal tidak secengeng ini. Wookie yang oppa kenal adalah yeoja ceria dan selalu tersenyum. Uljima sayang. I'll be there for you, everytime, everyday, everywhere, now and forever." Ucap Donghae terus mengelus punggung Ryeowook dengan airmata yang ikut mengalir.
Ya, seperti merasakan kesaktan hati Ryeowook, Eunhyuk dan Donghae ikut menangis.
"Kyuhyun tidak mencintaiku oppa." Ryeowook perlahan melepaskan pelukannya pada donghae.
"Tidak. Kyuhyun mecintaimu, sangat. Mungkin saat itu Kyuhyun tidak bisa berpikir rasional. Sudahlah, oppa yakin kalian bisa menjalaninya. Sekarang berhenti menangis dan kembali menjadi Wookie yang oppa kenal. Arraeso?!" Donghae menyeka airmata Ryeowook dan tersenyum hangat.
Ryeowook mengangguk dan tersenyum lembut. Tak pelak membuat Eunhyuk dan Donghae kembali tersenyum senang.
"Sekarang masaklah. Oppa lapar. Palli ne yeobo, saeng." Ucap Donghae memegangi perutnya.
Setelah menganggukan kepalanya, Ryeowook dan Eunhyuk segera memulai acara memasaknya.
30 menit kemudian, masakan sudah matang semua. Ryeowook dan Eunhyuk tersenyum puas melihat hasil masakan mereka. Donghae yang terlalu lama menunggu sampai tertidur dimeja yang ada didapur. Eunhyuk dan Ryeowook terkikik melihat donghae yang tertidur.
"Hae-ya, ireona! Makanan sudah siap. Jangan tidur disini." Eunhyuk membangunkan Donghae, mengusap lembut rambut dan pipi donghae.
"Eunghh sudah matang ya?" Gumam Donghae meregangkan otot-otot kakunya.
"Apa kami masak terlalu lama oppa, sampai kau ketiduran seperti ini?" Tanya Ryeowook diikuti kikikannya.
"Ah ani, aku memang lelah. Hehehe." Donghae hanya nyengir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kajja kita ke ruang makan!" Ajak Eunhyuk pada Donghae.
Eunhuk, Donghae dan Ryeowook berjalan membawa hasil masakan keruang makan
"Aku akan memanggil Sungmin eonni dan dan Kyuhyun dulu." Ryeowook berlalu menuju ruang tengah.
-Living Room-
"Kyu, makanan sudah siap. Sebaiknya kau segera keruang makan. Disana Hae oppa dan eonni sudah menunggu. Aku akan panggil Sungmin eonni dulu." Ucap Ryeowook menatap Kyuhyun sebentar lalu kembali berlalu kekamar Sungmin.
'Tuhan, jangan buat Ryeowook membenciku dengan apa yang kuperbuat. Kumohon Tuhan.' Iner Kyuhyun sebelum akhirnya ia berlalu ke ruang makan.
- Ruang makan-
"Mari kita makan!" Seru Ryeowook lalu mengambilkan beberapa lauk untuk Kyuhyun.
"Makan yang banyak Kyu! Kau belum makan dari siang." Ryeowook menaruh beberapa potong Daging sapi lada hitam dipiring Kyuhyun.
"N..Nne." Jawab Kyuhyun gugup. Apa sebenarnya yang membuat Kyuhyun menjadi gugup pada Ryeowook? Rasa bersalahnya pada Ryeowook yang membuatnya gugup seperti itu.
"Makan yang banyak Sungmin eonni." Ryeowook tersenyum kearah Sungmin, dan dibalas senyuman lagi oleh Sungmin.
Setelah selesai makan, mereka semua berkumpul di living room, menonton sebuah acara televisi.
"Aku sudah menelepon appa dan eomma untuk datang kesini. Nanti malam mereka akan datang." Ryeowook yang baru kembali dari tempat telepon mendudukan dirinya disamping Kyuhyun ikut berkumpul.
"Aku perlu bicara denganmu Wookie." Ucap Kyuhyun tiba-tiba memecah keheningan.
"Ada apa?" Ryeowook mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun.
"Apa kau keberatan jika kita bicara dalam kamar?"
"Aniyo. Tentu saja tidak. Kajja!" Ryeowook menarik tangan Kyuhyun ke kamar mereka.
-KyuWook's room-
"Wookie, mianhae." Setelah menutup pintu kamarnya, Kyuhyun segera berlari memeluk tubuh Ryeowook yang sudah terlebih dahulu duduk diranjang mereka. Tak lama Kyuhyun mulai menangis dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher jenjang Ryeowook.
"Maaf aku menghancurkan kepercayaanmu, maaf aku menghianatimu maaf aku melukaimu." Ucap Kyuhyun disela isakannya.
"Gwaenchana. Kita hanya perlu menjalaninya bersama. Dan semua akan baik-baik saja." Ryeowook menelusupkan jari mungilnya kesurai coklat hazzel Kyuhyun untuk diusapnya.
"Kau tak marah dan benci padaku?" Kyuhyun melepas pelukannya dan menatap Ryeowook dalam.
"Semua telah terjadi, memang kita bisa berbuat apa? Membencimu sama saja membunuhku Kyu, jadi itu tak akan mungkin. Gwaenchana. Jalani saja ini sudah kehendak Tuhan. Maaf tadi aku membentakmu." Ryeowook kembali menarik Kyuhyun kedalam pelukannya.
Kyuhyun menggeleng.
"Sudah, Kyuhyun yang Wookie kenal tidak cengeng seperti ini. Kyuhyun yang Wookie kenal adalah Kyuhyun yang kuat dan selalu tersenyum bagaimanapun keadaannya. Uljima. Lebih baik kita bersiap, appa dan eomma akan datang sebentar lagi." Ryeowook melepas pelukannya pada Kyuhun dan menyeka airmata yang sempat mengalir dipipi Kyuhyun.
'Wookie terlalu tabu untuk disebut sebagai manusia.'
~malam harinya~
"Anyeonghaseyo appa, eomma, Min, baby Ho. Apa kabar?" Sapa Ryeowook menundukan kepalanya diikuti Kyuhyun yang berdiri disampingnya saat menyambut keluarga Kyuhyun yang baru tiba dari Busan.
"Ne, anyeonghaseyo." Balas Keluarga Kyuhyun.
"Silahkan masuk appa, eomma." Kyuhyun mempesilahkan orangtua dan dua dongsaengnya untuk masuk.
"Noonna. Bogoshippo." Minho dan Changmin berebut untuk memeluk Ryeowook. Kyuhyun yang biasanya akan protes kali ini hanya diam, dan tentu membuat Changmin yang sudah dewasa mengerti sesuatu tengah terjadi pada hyungnya itu. Sementara Minho yang masih kecil dan belum mengerti cuek saja malah minta digendong oleh Ryeowook.
Ryeowook dan Minho masuk mengikuti Siwon dan Kibum. Sementara Changmin masih menatap Kyuhyun bingung.
"Sesuatu telah terjadi. Apa itu hyung?" Changmin menggenggam pundak Kyuhyun. Sementara Kyuhyun hanya menunduk tak berani menatap sang namdongsaeng.
"Ini berat untuk hidupku Min. Bantu aku. Aku tak mengerti kenapa semua ini bisa terjadi. Aku bingung Min." Keluh Kyuhyun tanpa mendongakkan kepalanya sedikitpun.
"Ayo kita masuk. Kau berhutang penjelasan padaku." Changmin merangkul tubuh hyungnya yang sedikit lebih pendek darinya.
~Living Room~
"Oh Hae-ya, Hyukkie-ah kalian disini?" Siwon tampak terkejut melihat Donghae dan Eunhyuk juga Dongjae sedang duduk diLiving room rumah anaknya.
Buru-buru Eunhyuk dan Donghae berdiri memberi hormat pada Siwon juga Kibum.
"Anyeonghaseyo ahjussi, ahjumma." Sapa Eunhae berbarengan.
"Ne, kami memang sedang menginap disini ahjussi. Karena rumah kami sedang direnovasi besar-besaran." Lanjut Donghae. Siwon dan Kibum hanya mengangguk-anggukan kepala.
Ryeowook datang dengan menggendong Minho.
"Apa appa dan eomma sudah makan malam?" Tanya Ryeowook melepas gendongannya pada Minho dan mendudukan Minho disofa samping tempat duduknya.
"Sudah chagi. Sebelum kami sampai kami makan dulu direstaurant dekat sini." Jawab Kibum disertai senyuman manisnya.
"Baiklah kalau begitu eomma."
Kyuhyun dan Changmin beriringan memasuki Living room dan mendudukan tubuhnya disofa yang berdampingan dekat Ryeowook.
"Jadi ada pembicaraan penting apa yang akan kalian sampaikan pada kami?" Tanya Siwon memecah keheningan.
"Begini appa, emmh sebaiknya aku panggilkan dulu seseorang agar lebih jelas." Ryeowook berlalu menuju kamar Sungmin.
.
"Appa, eomma kenalkan ini Lee Sungmin. Sungmin eonni adalah yeoja yang memiliki anak dari Kyuhyun. Dan ini Cho Minhyun anak Kyuhyun dan Sungmin eonni." Tutur Ryeowook berusaha setenang mngkin, walau kini hatinya menjerit sakit saat menyebutkan nama yeoja yang memiliki anak dari suaminya.
"Mworago? Jangan mengada-ada Cho Ryeowook." Bentak Siwon.
"Jeongsonghamnida appa, tapi.. ini.. kenyataan." Kyuhyun yang merasa sakit saat melihat Ryeowook dibentak sang appa segera angkat bicara. Membantu Ryeowook yang kini menunduk karena dibentak Siwon.
Changmin, dan Kibum sangat terkejut. Namun tak mampu mengeluarkan suara. Mereka hanya diam dalam keterkejutannya. Minho yang tidak mengerti hanya menatap bingung para orang tua yang tengah bersitegang, lalu menggedikan bahunya dan melanjutkan permainan pada PSP nya. Eunhae yang sudah mengetahui hanya bisa menunduk takut pada Siwon yang sedang marah seperti sekarang.
"Cih, bagaimana bisa? Jadi kau menghamili Sungmin-ssi tanpa menikahinya huh?" Siwon mendecih. Raut wajahnya terlihat sangat emosi.
"Mianhananda appa. Aku sendiri tidak mengerti dengan semua ini." Kyuhyun makin menundukan kepalanya.
"Brengsek! Kau bilang tidak mengerti? Apa appa pernah mengajarkanmu menjadi namja brengsek dan pengecut huh?" Dengan paksa Siwon menarik dagu Kyuhyun agar mendongakkan kepala menatap mata elangnya.
Kyuhyun menggeleng.
"Lalu kenapa sekarang kau malah jadi namja Brengsek dan pengecut Cho Kyuhyun?" Dengan emosi yang meluap, Siwon menampar pipi Kyuhyun keras dan sangat keras. Membuat pipi Kyuhyun lebam hanya karena sebuah tamparan.
"Yeobo." Panggil Kibum lemah. Tak kuasa ia melihat anaknya disiksa seperti itu. Ia coba menahan emosi Siwon.
"Mana janji yang selalu kau katakan pada kami semua bahwa kau akan terus mencintai dan menjaga Ryeowook dengan baik? Mana janji seorang namja yang tak akan menyakiti yeoja yang menjadi istrinya? Inikah Cho Kyuhyun? Brengsek!" Lagi, Siwon meanpar pipi Kyuhyun keras. Kini menyebabkan sudut bibir anak sulungnya berdarah.
"Appa kumohon hentikan. Ini salahku appa. Seharusnya aku bisa memberi Kyuhyun keturunan, bukan malah menjadi yeoja tak berguna seperti ini." Ryeowook bersujud dihadapan Siwon dan Kibum. Ia menangis pilu. Membuat donghae, eunhyuk dan changmin ikut menangis.
"Jangan begini Wookie. Maafkan kami yang selalu mendesak keturunan pada kalian. Harusnya kami bisa mengerti." Dengan berlinang airmata, Kibum menuntun Ryeowook bangun dari sujudnya.
Siwon sedikit luluh. Ia jatuhkan tubuhnya disofa, kasar.
"Haahhh. Sudahlah, lebih baik sekarang semua istirahat. Besok persiapkan untuk acara pemberkatan lusa. Sebelum semua orang tahu. Semua masuk kamar masuk masing-masing." Perintah Siwon mutlak.
Semua mengangguk lemah dan menghapus airmatanya, kecuali Sungmin.
"Kajja baby Min, kita tidur!" Ajak Changmin pada Minho berniat menggendongnya.
"Shireo! Aku mau tidur dengan noona." Tolak Minho dan berjalan kearah Ryeowook merentangkan tangannya minta digendong.
"Kajja." Ryeowook menjawab dengan suaranya yang parau. Lalu menggendong Minho kekamarnya.
Setelah Ryeowook berlalu masuk kekamarnya, semuanya pamit pada Siwon untuk kembali kekamar masing-masing kecuali Changmin.
~KyuWook's Room~
Keheningan menyelimuti mereka. Ryeowook sibuk menidurkan Minho dalam pelukannya. Sedangkan Kyuhyun sibuk bergelut dengan pemikirannya tentang ucapan sang appa tadi. Ia ingat bagaimana hebohnya dia saat berjanji akan mencintai dan selalu menjaga Ryeowook dan tak akan menyakiti Ryeowook SELAMANYA, dihadapan orangtua dan adik-adiknya, didepan Donghae dan Eunhyuk dan temannya yang lain, tapi apa? Ia kini malah menyakitinya.
Sibuk bergelut dengan pemikirannya, membuat dada Kyuhyun kembali sesak. Matanya kembali memanas dan airmata dengan lancar turun kepipi tirusnya. Entahlah, ia sudah tak perduli tanggapan oranglain tentang dirinya yang cengeng, karena saat ini adalah saat tersulit bagi Kyuhyun dihidupnya selama 26 tahun hidup didunia.
Setelah berhasil menidurkan Minho, Ryeowook menghadap keraha Kyuhyun yang masih duduk sambil menangis.
"Gwaenchana Kyu. Appa hanya sedang emosi. Uljima." Ryeowook membawa Kyuhyun kepelukannya. Ia lingkarkan kedua tangannya dileher Kyuhyun, sementara Kyuhyun memeluk pinggang ramping Ryeowook.
"Mianhae." Satu kata berhasil lolos dari bibir tebal Kyuhyun disela isakannya.
"Sudah kukatakan tak apa-apa. Aku memaafkanmu. Kita hanya perlu menjalaninya." Ryeowook elus rambut soft curly sewarna hazzle milik Kyuhyun.
"Kenapa kau memaafkanku? Seharusnya kau marah dan benci padaku." Ucap Kyuhyun masih disertai isakannya.
"Karena aku mencintaimu. Karena kau hidupku, aku tak akan bisa marah padamu ataupun membencimu. Uljima chagi. Kau membuatku ingin menangis lagi." Ryeowook melepaskan pelukannya lalu menyeka air mata Kyuhyun.
"Sudah, aku mau bawakan obat dulu untukmu." Ryeowook beranjak menuju sebuah meja didekat toilet dikamarnya untuk mengambil kotak obat. Dan kemudian mengambil air hangat yang ada ditoiletnya.
Setelah alat-alat sudah siap, Ryeowook mulai mengobati luka dipipi Kyuhyun karena tamparan Siwon.
"Kau terlalu baik untukku yang hanya namja brengsek. Kau tak pantas menjadi istri si pengecut sepertiku. Kau terlalu baik Wookie." Ucap Kyuhyun saat Ryeowook membersihkan darah disudut bibir Kyuhyun. Kyuhyun menatap dalam tepat dimata indha Ryeowook.
"Kau ini bicara apa? Jadi kau menyesal menikah denganku?" Ryeowook tetapmelanjutkan aktifitas mengibati luka Kyuhyun.
"Ani! Bukan itu maksudku, aku hanya merasa tidak enak padamu. Aku sudah menghianatimu tapi kau tetap saja baik dan masih menerimaku. Aku, ah, kau terla-" Rancauan Kyuhyun terhenti seketika ketika Ryeowook membungkam mulut Kyuhyun dengan bibi mungilnya.
"Berhenti bicara yang tidak-tidak Cho Kyuhyun. Istirahatlah! Ingat yang appa bicarakan, besok kita harus bersiap-siap." Suruh Ryeowook setelah menutup luka Kyuhyun dengan plester khusus.
"Jaljayo." Ryeowook membatu Kyuhyun untuk berbaring, lalu mengecup singkat bibir Kyuhyun, sebelum akhirnya mengikuti jejak Kyuhyun dan Minho yang sudah berada dialam mimpi.
~Keesokan harinya ( ruang makan KyuWook house)~
"Aku sudah bicara pada Cho Harabeoji untuk langsung menjadi ppastur diacara pemberkatan Kau dan Sungmin." Tutur Siwon melirik kearah Kyuhyun lalu Sungmin saat semua keluarga Cho ditambah Sungmin dan Donghae juga Eunhyuk sedang sarapan.
"Kita bagi tugas. Kyuhyun, Sungmin dan aku ke kantor urusan pernikahan. Kibum dan Ryeowook diantar Changmin siapkan baju pengantin. Dan aku minta bantuan kalian Donghae dan Eunhyuk untuk mencari pendekorasi khusus pernikahan. Kalau masalah gereja kita pakai gereja milik Cho Harabeoji yang sekaligus menjadi pasturnya. Tak usah undang banyak tamu. Keluarga terdekat saja. Semakin banyak orang tahu, akan semakin berantakan." Jelas Siwon panjang lebar.
Semuanya hanya bisa mengangguk pasrah.
.
.
Waktu baru menunjukan pukul 07.30 KST, tapi semua mahluk yang berada dirumah mewah miik Kyuhyun sudah siapa untuk menjalankan tugas masing-masing dari sang kepala keluarga aka Cho Siwon.
Siwon, Kyuhyun dan Sungmin yang tidak membawa Minhyun yang saat itu karena sedang dititpkan bersama Dongjae dan Minho kepada ahjumma penjaga rumah Kyuhyun, tatap duduk didalam mobil BMW keluaran terbaru berwarna silver metalic milik Siwon, bersiap meluncur kekantor usuran pernikahan.
Disebuah mobil produksi Ford terdapat Eunhyuk dan Donghae yang juga sedang menyiapkan segalanya untuk melakukan segala perintah sang Samchon.
Sedangkan Changmin, Kibum dan juga Ryeowook nampak baru memasuki sebuah mobil BMW X5 keluaran teranyar berwarna hitam metalic milik Kyuhyun, bersiap meluncur kebutik yang sudah Kibum tentukan. Mereka tak perlu membawa Kyuhyun dan Sungmin untuk mengukur baju. Ada Changmin yang ukuran tubuhnya sama denga Kyuhyun, juga ada Ryeowook yang sepertinya satu ukuran dengan Sungmin.
Lalu setelah ketiga mobil itu siap, ketiganya berjalan beriringan keluar dari halaman rumah megah Kyuhyun walu akhirnya mereka terpisah arah tujuan.
.
.
~Next Day~
Sebuah pemberkatan sedang berlangsung disebuah gereja sederhana di kota Busan. Seorang namja tua sedang membacakan doa-doa pemberkatan. Kini tiba saatnya sepasang pengantin itu memasangkan cincin dijari mereka masing-masing, dan setelah itu Sang Pastur menyuruh kedua pasangan itu untuk berciuman menyalurkan kasih mereka, mungkin? Membuat seorang yeoja kini harus menunduk sembari menggigit bibirnya menahan tangis yang akan pecah menahan sakitnya hatinya. Disamping yeoja itu berdiri dengan gagah sang sahabat yang juga sudah ia anggap kakaknya sendiri memeluk pinggang si yeoja menahannya takut-takut si yeoja tak kuat menahan berat tubuhnya sendiri, sambil terus membisikan kata 'Gwaenchana'.
~Malam~
Acara pemberkatan telah terlaksana. Kini semua tokoh utama dalam cerita ini (Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Donghae, Siwon, Eunhyuk, Kibum, Changmin, Minho, Dongjae juga Minhyun) sedang berkumpul dirumah Cho Harabeoji.
Setelah mengobrol-ngobrol ringan, mereka memutuskan untuk tidur dikamar masing-masing. Ya, karena perjalan Busan-Seoul cukup memakan waktu, mereka memutuskan untuk menginap dirumah kepala keluarga besar Cho ini.
Karena merasa belum mengantuk, Siwon memilih bersantai menikmati malam di Busan dari balkon yang ada dirumah ayah dan ibunya ini. Walau sudah sering ia tak pernah merasa bosan. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di bahunya. Ia melirik sekilas tangan siapa yang melingkar dibahunya itu. Hanya sekilas, tapi ia sudah bisa mengetahui siapa pemilik lengan itu. Dan pemiliknya adalah...
"Appa." Panggil si pemilik tangan yang sedang melingkar dibahu Siwon. Siwon melepaskan tangan itu dari bahunya, dan berbalik menatap sang pemilik lengan.
"Ada apa Kyu?" Tanya Siwon dingin. Tak bisa diperkirakan, kini Kyuhyun tiba-tiba berjongkok dihadapan Siwon dan memeluk lutut Siwon. Siwon melotot.
"Jeongsonghamnida appa. Jangan membenci Kyu atas perbuatan Kyu kali ini. Maafkan Kyu appa. Kyu tak bisa dibenci appa." Kyuhyun mulai menangis dengan tetap memeluk lutut Siwon walau Siwon telah memberontak.
Tak kuasa, Siwon pun menitikan air matanya. Sekeras apapun hatinya, ia tak tega melihat anaknya sendiri bersujud dihadapannya memohon dimaafkan.
"Berdiri nak! Jangan seperti ini. Appa tak mungkin bisa membenci Kyu. Kyu anakk appa. Jika appa membenci Kyu, itu berarti appa membenci diri appa sendiri. Sudahlah tak apa Kyu." Dengan air mata yang mengalir, Siwon membawa Kyuhyun dalam dekapannya.
"Maafkan appa. Kemarin appa emosi. Appa kecewa padamu yang bisa melakukan tindakan bodoh seperti ini. Appa memang menginginkan cucu, tapi bukan dengan cara seperti ini. Appa ingin cucu yang terlahir dari rahim Ryeowook yeoja yang Kyu cintai. Tidak seperti ini. Tapi semua sudah terjadi. Ini kehendak Tuhan, dan Kita hanya perlu menjalaninya dengan seluruh kesabaran dan lapang dada. Maka masa-maasa sulit ini akan terlewati. Sudah jangan menangis! Appa mau kau kembali menjadi Kyuhyun yang ceria tidak murung seperti ini. Arraeso?" Siwon melepas pelukanya lalu mengusap pipi Kyuhyun.
"Appa hanya berpesan padamu, sekarang kau memiliki dua istri, itu berarti kau memiliki dua tanggung jawab. Appa minta padamu agar kau bisa berlaku adil yang seadil-adilnya pada kedua istrimu. Appa tahu kau hanya mencintai Ryeowookie, tapi appa mau kau juga tidak berbuat yang tidak baik pada Sungmin. Bagaimanapun, ia adalah istri sahmu. Arraeso?" Siwon menggenggam bahu Kyuhyun memberikan pengertian pada sang sulung.
"Ne appa. Arraseo." Kyuhyun mengangguk lalu tersenyum lembut.
"Nah, sekarang kembalilah menjadi Kyuhyun yang ceria, suka merajuk, manja, dan jahil. Appa merindukan kau yang dulu, ne?! Sekarang kembali ke kamarmu. Ini sudah larut, kau harus tidur karena besok pagi appa dan eomma akan mengantarmu pulang ke Seoul dan menginap selama beberapa hari disana karena harus mengurus bisnis yang ada disana. Changmin dan Minho pun akan ikut karena mereka sedang libur." Ucap Siwon pangjang lebar.
Kyuhyun mengangguk.
"Ne, appa. Kalau begitu, Kyu permisi dulu." Kyuhyun lalu berjalan meninggalkan Siwwon yang masih tetap berdiri dibalkon menuju kamarnya.
~Next Day~
"Setelah sarapan kami izin undur diri pulang ke Seoul appa eomma." Siwon membuka percakapan.
"aigoo, kenapa buru-buru? Eomma dan appa masih merindukan kalian." Heechul sedikit tak rela ditinggal anak dan cucunya.
Siwon dan yang lainnya hanya tersenyum.
Dan benar saja, setelah mereka menyelesaikan acara makannya, mereka langsung bergegas memasuki mobil untuk segera kembali Seoul.
~Skip Time~
Sesampainya di Seoul, atau lebih tepatnya rumah Kyuhyun.
~Living Room~
"Lelah chagi?" Tanya Kyuhyun mengelus rambut Sungmin dan Ryeowook bersamaan. Ya, walaupun Kyuhyun tak mencintai Sungmin, ia ingat perkataan ayahnya yang harus adil pada kedua istrinya, bagaimanapun perasaan hatinya.
Ryeowook tersenyum miris, karena kasih sayang Kyuhyun telah terbagi untuknya, Sungmmin dan Minhyun. Sedangkan Sungmin mengangguk imut.
"Kalau begitu istirahatlah! Aku juga lelah ingin istirahat." Ucap Kyuhyun. Mereka bertiga lalu bergegas kekamar, karena Siwon, Kibum, Changmin dan Minho, juga keluarga kecil HaeHyuk sudah beristirahat terlebih dulu.
Saat baru saja Kyuhyun akan masuk kekamarnya bersama Ryeowook, langkah Kyuhyun dicekal oleh tangan Sungmin.
"Kyu, ini kan masih hari pengantin kita. Harusnya kau banyak menghabiskan waktu denganku bukan dengan Wookie. Tidurlah bersamaku Kyu!" –Sungmin
Kyuhun dan Ryeowook terkejut dengan ucapan Sungmin. Kyuhyun melirik kearah Ryeowook, dan..
TBC.
Mendekati ending karena udah gak semangat lanjutin. Mian.
