Chapter VI
Sungmin dan Kyuhyun berjalan masuk kekamar Sungmin bersamaan. Ya, Kyuhyun memutuskan untuk tidur bersama Sungmin setelah sebelumnya ia bertanya pada Ryeowook, dan tentu saja dengan terpaksa Ryeowook menganggukan kepalanya.
Kecanggungan sangat terasa dalam kamar bernuansa kream dan putih yang berhuni Sungmin dan Kyuhyun. Sementara Minhyun, Sungmin titipkan untuk tidur bersama Ryeowook karena sedari tadi Minhyun menangis, tapi setelah digendong Ryeowook, tangisnyapun berhenti.
Kyuhyun mulai membaringkan tubuhnya dikasur, diikuti Sungmin. Awalnya Kyuhyun menjaga jarak dngan Sungmin, namun Sungmin terus saja mendekat pada Kyuhyun dan berakhir dengan posisi Sungmin memeluk tubuh Kyuhyun sementara Kyuhyun diam canggung.
Sementara itu dikamar Ryeowook.
Ryeowook dan Minhyun yang memang belum merasa ngantuk malah bermain main ringan. Ryeowook memegang salah satu tangan Minhyun.
"Meskipun kau bukan anak yang terlahir dari rahimku, kau tetap darah daging suamiku. Dan aku akan tetap mencintaimu seperti anakku sendiri tak peduli kau lahir dari rahim yeoja manapun. Aku menyayangimu. Sekarang tidurlah." Ucap Ryeowook sambil sesekali mencium wajah Minhyun. Sementara Minhyun hanya menjawab dengan gumaman kecil ala bayi.
Keesokan harinya.
Kyuhyun masuk kekamar Ryeowook, bermaksud untuk membangunkan istrinya itu untuk ikut sarapan bersama. Kyuhyun juga sekalian mau bersiap untuk pergi kekantor.
"Wookie ireona! Kajja kita sarapan." Kyuhyun mengelus sayang pipi Ryeowook.
"Arraeso Kyu. Tapi aku sepertinya tak enak badan. Sepertinya aku masih mabuk perjalanan. Nanti saja aku sarapannya. Kau sarapan lah duluan." Jawab Ryeowook tanpa membuka matanya. Memang ia merasa sangat pusing.
"Apa perlu kupangggilkan dokter?" Kini Ryeowook beralih mengelus rambut Ryeowook.
"Ani. Aku hanya perlu istirahat, ugghh.." Ryeowook membuka matanya cepat dan bangun dari tidurnya. Dengan berlari ia masuk kekamar mandi dikamarnya.
Kyuhyun hanya menatap Ryeowook bingung, lalu detik selanjutnya ia ikut berlari menyusul Ryeowook ke kamar mandi.
Kyuhyun mendapati Ryeowook tengah bersusah payah mengeluarkan isi perutnya, dalam kata lain Ryeowook tengah muntah di wastafell.
"Gwaenchana?" Tanya Kyuhyun mengelus unggung Ryeowook.
"Gwaenchana. Kyu sebaiknya kau keluar. Kau akan jijik melihatku muntah." Ryeowook sedikit mendorong tubuh Kyuhyun keluar kamar mandi.
"Kau ini bicara apa? Aku tak mungkin merasa jijik melihatmu. Bagaimanpun keadaanmu, sekalipun kau berubah menjadi kodok kau tetap istriku yang aku cintai." Jawab Kyuhyun terus mengelus punggung Ryeowook dan memijit tengkuk Ryeowook membantu Ryeowook mengeluarkan apapun yang ingin dikeluarkan. Namun hasilnya nihil, tak ada apapun yang keluar, Ryeowook hanya merasa mual.
Kyuhyun mengambil minyak angin yang tersedia dikotak obat dikamar mandinya. Ia lalu membuka piyama Ryeowook dan menggosokan minyak itu disekitaran perut dan dan punggung Ryeowook.
"Bagaimana? Membaik?" Tanya Kyuhyun sedikiit khawatir. Ryeowook mengangguk. Kyuhyun kembali mengancingkan piyama Ryeowook.
"Baiklah kalau begitu ayo kita sarapan dulu baru kau istirahat lagi." Kyuhyun menuntun Ryeowook keluar kamar mandi dan menuju ruang makan.
"Kenapa kalian lama sekali?" Tanya Siwon saat melihat Kyuhyun dan Ryeowook baru datang keruang makan.
"Mian appa, tadi ada sedikit urusan." Jawab Kyuhyun. Ia tak mungkin mengatakan bahwa tadi Ryeowook sempat muntah pada semua yang sedang bersiap makan. Siwon hanya mengangguk.
"Mari kita mulai makannya." Seru Kibum. Siwon, Kibum, Kyuhyun, Ryeowook, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Changmin dan Minho mulai menyantap makanan yang tersedia.
Baru saja acara makan dimulai beberapa saat, Ryeowook kembali berlari. Kini ia berlari ke kamar mandi yang berada didekat ruang makan.
Semua mata yang ada disana menatap Kyuhyun penuh tanda tanya.
"Dia memang seperti itu saat tadi baru bangun tidurpun ia dengan cepat berlari kekamar mandi dan throw up. Dia bilang dia mabuk perjalanan." Jawab Kyuhyun memandang pintu kamar mandi yang kini tertutup rapat.
"Cepat bantu dia, hyung babo!" Kata Changmin menyadarkan Kyuhyun.
"Aigoo, kenapa aku bisa lupa." Kyuhyun berlari cepat kearah kamar mandi dan mengetuk pintu itu.
"Gwaenchana Kyu. Lanjutkan saja makanmu." Ucap Ryeowook sedikit berteriak dari dalam kamar mandi.
Kyuhyun kembali ke meja makan dan mendudukan dirinya dikursi yang tadi ia tempati. Tak lama setelah Kyuhyun kembali melanjutkan makannya Ryeowookpun keluar dari kamar mandi dan berjalan kemeja makan.
"Gwaenchana Wookie?" Tanya Siwon.
"Gwaenchana appa. Maaf membuat makan kalian terganggu." Ryeowook mendudukan diri disamping Kyuhyun yang memang tempat duduk awalnya. Semua yang ada diruang makan hanya mengangguk.
Kyuhyun menyodorkan segelas air putih pada Ryeowook, dan diterima Ryeowook dan langsung diminumnya.
"Kau terlihat pucat. Sebaiknya kau panggil dokter Kyu. Dan hari ini tak usah masuk kerja." Suruh Siwon.
"Tak perlu appa. Aku tak apa-apa. Hanya perlu sedikit istirahat." Tolak Ryeowook halus.
"Tak ada penolakan. Turuti kata appa. Arraeso? Appa tak mau kau sakit dan dibiarkan." Timpal Siwon yang sudah menyelesaikan sarapannya.
"Arraeso appa." Ryeowook mengangguk pasrah.
'Cih, benar-benar dimanja.' Bantin Sungmin.
"Telepon dokter sekarang juga Kyu!" Suruh Kibum. Mereka semua sudah selesai makannya.
"Araeso eomma." Jawab Kyuhyun berjalan menuju meja telepon dan menelepon sebuah klinik.
"Kajja kita tunggu dikamar Chagi!" Kyuhyun menggandeng tangan Ryeowook kembali kekamarnya.
-At KyuWook room-
Ryeowook bersandar pada sandaran kasur. Kyuhyun duduk disamping kanan Ryeowook menggenggam tangan kanan Ryeowook dengan tangan kirinya dan tangan yang kanan ia gunakan mengelus perut Ryeowook. Disamping kiri Ryeowook Minhyun masih tertidur pulas dengan selimut menutupi sebagian tubuhnya. Sebagian bayi memang selalu bangun siang, kan?
"Tak apa Kyu. Kau pergilah ke kantor. Aku hanya mabuk perjalanan. Tak usah sekhawatir ini." Ryeowook menggenggam tangan Kyuhyun yang sedang mengelus perutnya.
"Sajangnim telah memutuskan." Jawab Kyuhyun santai sambil tersenyum pada Ryeowook.
Tak lama, seorang namja bertubuh gempal dengan pakaian putih datang bersama Kibum disamping namja itu. Dia adalah uisa yang akan memeriksa keadaan Ryeowook.
"Shindong seonsaengnim?" Kyuhyun terkejut ketika tahu jika yang akan memeriksa istrinya adalah gurunya di SMA dulu yang juga menjabat sebagai dokter. Dulu, Kyuhyun sangat dekat dengan Shindong. Mereka sudah layaknya teman, walaupun Shindong sudah cukup berumur.
"Cho Kyuhyun? Kau kah itu? Muridku yang nakal dan jahil?" Shindong memeluk Kyuhyun.
"Seonsaengnim.." Protes Kyuhyun
"Hahaha, aku begitu merindukanmu nak. 8 tahun sudah kita tak bertemu dan lost contact. Sekarang saat kita bertemu kau sudah memiliki istri. Kau terlalu cepat dewasa nak." Ucap Shindong melepas pelukannya dari Kyuhyun.
"Seonsaengnim tak banyak berubah. Seonsaengnim tetap awet muda. Hahaha." Goda Kyuhyun membuat yang berada diruang itu tertawa kecil.
"Bisa saja kau Kyu. Sekarang apakah aku bisa mulai memeriksa istrimu yang manis ini?" Tanya Shindong mendudukan tubuhnya dikursi yang disediakan disamping tempat Ryeowook duduk.
"Ne, seonsaengnim." Jawab Kyuhyun.
Shindong memulai pemeriksaannya pada Ryeowook. Setelah selesai, Shindong menatap Kyuhyun intens.
"Apa kau tak menyadari apa yang terjadi pada istrimu?"
Kyuhyun bingung dengan ucapan Shindong. Raut khawatir mulai nampak diwajah Kyuhyun, Kibum dan Ryeowook.
"Apa yang terjadi seonsaengnim? Cepat katakan padaku." Kyuhyun mulai panik.
"Apa kau selalu merasa mual dan pusing akhir-akhir ini?" Bukannya, menjawab pertanyaan Kyuhyun, Shindong malah bertanya pada Ryeowook.
"Ani uisa. Baru hari ini aku mengalaminya." Jawab Ryeowook seadanya.
"Apa datang bulanmu lancar?" Tanya Shindong pada Ryeowook lagi. Membuat raut khawatir makin nampak diwajah Kyuhyun.
"Kalau tak salah, sudah hampir empat bulan ini aku tak datang bulan." Jawab Ryeowook lagi. Sungguh ia masih bingung dengan pertanyaan Shindong, ia hanya menjawab seadanya. Kyuhyun menggenggam tangan Ryeowook erat. Ia khawatir terjadi seuatu yang fatal pada Ryeowook.
Kibum yang sudah mulai mengerti dengan situasi, perlahan menarik sudut bibrnya membentuk senyuman manis.
"Apa tak terasa sesuatu yang berbeda pada dirimu? Apakah ada susuatu asing dalam tubuhmu?" Tanya Shindong lagi. Kyuhyun sedikit kesal karena Shindong tak kunjung memberi tahu yang sebenarnya. Ryeowook hanya menggeleng.
Shindong menghela nafas. Membuat Kyuhyun seketika panik.
"Apa yang terjadi seonsaengnim? Palli, katakan padaku apapun itu! Jebal~" Kyuhyun memegang pundak lebar Shindong dengan erat.
"Baboya!" Shindong tiba-tiba menggeplak (?) kepala Kyuhyun, membuat Kyuhyun meringis.
"Wae? Kenapa memukulku?" Tanya Kyuhyun protes.
"Karena kau bodoh. Istrimu hamil, kenapa kau tak menyadari itu? Kenapa juga bayi kalian sangat tenang didalam sini? Tapi aku tetap bisa mendengar detak jantuk dan aliran darahnya, jadi tak perlu khawatir." Jawab Shindong pada akhirnya.
Kibum makin melebarkan senyumnya. 'Benarkan dugaanku? Ah akhirnya hari ini datang juga. Aku sangat bahagia.'
1 detik..
2 detik..
3 detik..
"MWORAGO SEONSAENGNIM? Ryeowookieku hamil? Kau tak bercanda dan mengada-ada kan?" Kyuhyun berteriak bahagia.
"Apa untungnya untukku? Itu memang benar, dan usia kandungannya hampir memasuki usia empat bulan." Shindong tersenyum bahagia melihat Kyuhyun bahagia seperti itu.
"Ahh, nae haengbokhan. Gamshahamnida jeongmal seonsaengnim, saranghae." Kyuhyun menubruk tubuh besar shindong dan memeluk namja yang berjasa dalam hidupnya itu dengan erat.
"Aku turut bahagia Kyu." Ucap Shindong lalu berdiri dari duduknya. "Kalau begitu aku permisi dulu. Tugasku sudah selesai. Nah, cantik, kau harus banyak beristirahat jangan bekerja yang berat-berat tapi jangan juga hanya diam ditempat tidur. Arra?" sambungnya.
"Arraeso uisa. Gamshahamnida." Ryeowook tersenyum lembut.
"Biar ku antar." Kata Kyuhyun menggandeng tangan Shindong.
"Ani. Biar eomma yang antar Shindong uisa keluar." Cegah Kibum lalu berjalan berdampingan dengan Shindong keluar kamar KyuWook.
Beberapa saat, Kyuhyun dan Ryeowook hanya saling memandang dengan tatapan yang meancarkan rasa bahagia dan haru.
Namun sedetik kemudian Kyuhyun langsung merengkuh tubuh Ryeowook mendekapnya hangat. Air mata bahagia keluar begitu saja dari manik indah mereka berdua.
"Sudah kubilang saat-saat ini pasti akan terjadi. Ahh Wookie aku sangat bahagia hari ini. Terima kasih banyak Tuhan. Sebentar lagi aku akan menjadi ayah. Aku bersumpah ini hari membahagiakan kedua setelah pernikahan kita Wookie." Kyuhyun berkata antusias. Tak pelak membuat Ryeowook tersenyum bahagia.
"Aku sangat bahagia Kyu." Jawab Ryeowook tersenyum lirih.
"Saranghae." Kyuhyun menciumi seluruh bagian wajah Ryeowook mulai dari dahi, hidung, pipi, kelopak mata, dan berakhir dibibir cherry Ryeowook. Tanpa sadar sepasang mata tengah menatap atau lebih tepatnya memperhatikan secara tajam kedua mahluk Tuhan yang sedang berbahagia itu.
'Sial. Baru saja aku akan memenangkan permainan ini, dia sudah memiliki senjata baru untuk mengalahkanku. Lihat saja, tak akan ku biarkan.' Batin si pengintip mengepalkan tangannya.
Sore harinya.
Siwon, dan Donghae yang sudah kembali dari kantor masing masing ikut berkumpul bersama anggota keluarga yang lain diruang keluarga setelah mandi dan mengganti pakaian menjadi pakaian santai. Mereka sedang bercengkrama kecil, saling bergurau dan tertawa riang.
"Appa kau tahu? Sebentar lagi aku akan menjadi ayah." Ucap Kyuhyun dengan raut wajah senang.
"Bukankah kau memang sudah menajadi seorang ayah?!" Hanya satu kalimat yang terucap dari bibir Siwon mampu menurunkan mood Kyuhyun seketika. Kyuhyun tersadar dengan hadirnya Minhyun. Seketika wajahnya memburam, ditundukannya kepalanya. Sungmin menyeringai.
"Maksud Kyuhyun, ia akan menjadi ayah dari anaknya dengan Ryeowook." Kibum yang sudah tahu tentang kehamilan Ryeowook segera membela Kyuhyun dan berusaha membuat suasana kembali ceria.
Kyuhyun mendongkan kepalanya menatap Kibum lalu tersenyum. 'Eomma I Love You.' Walaupun Kyuhyun mengucapkan itu tanpa suara Kibum dapat menangkap artinya. Ia tersenyum melihat tingkah anaknya.
"Jadi maksudmu Ryeowook hamil?" Siwon memastikan.
Kyuhyun mengangguk pasti dengan semangat yang kembali naik.
"Jijja? Ahh terimakasih God kau selalu baik." Siwon tampak senang tak kalah dengan Kyuhyun. Namja tinggi itu memeluk tubuh sang menantu. Semua yang sedang berada di living room tersenyum bahagia kecuali satu orang yang malah tampak sebal.
"Chukhae saeng." Giliran HaeHyuk yang mengucapkan selamat pada Ryeowook setelah sebelumnya Changmin yang mengucapkan selamat.
Ryeowook tersenyum malu campur bahagia.
'Cih, so ratu sekali dia. Lihat saja akan kubuat kau dibenci semua orang yang menyayangimu itu.' Batin rival Ryeowook siapalagi jika bukan Sungmin.
.
.
Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa kini kehamilan Ryeowook memasuki usia 8 bulan. Namun semua tak berjalan lancar selancar aliharan air di sungai Han. Beberapa kejadian kecil yang hampir mencelakakan janin Ryeowook, membuat Kyuhyun makin overprotectif pada Ryeowook.
Siapalagi kalau bukan seseorang yang tidak menyukai kehamilan Ryeowook yaitu Sungmin yang menyebabkan kecelakaan-kecelakaan itu itu. Saat Kyuhyun bertanya kenapa kecelakaan itu bisa terjadi, Sungmin dengan mudah membalikan fakta atau membuat omong kosong.
Ryeowook hanya bisa diam dan mengikuti arah permainan Sungmin. Kenapa ia begitu? Karena ia diancam Sungmin untuk tak mengatakan yang sebenarnya pada Kyuhyun atau Sungmin tak akan segan-segan membunuh Ryeowook dan janinnya lalu membuat kebohongan pada Kyuhyun yang sedikit banyak mulai menyayangi dan mempercayai Sungmin.
Bukan tak pernah Ryeowook ingin melaporkan kelakuan Sungmin pada Kyuhyun. Ia pernah mencobanya, namun pada akhirnya Sungmin dengan nekad hampir menusuk perut Ryeowook dengan pisau jika saja tak ada ketukan pintu yang mengharuskan Ryeowook membukanya. Ryeowook masih bisa bernafas lega, ia selamat dari kekejian Sungmin. Dari situ ia tak berani untuk mencoba melaporkan kelakuan Sungmin lagi.
Donghae dan Eunhyuk yang sudah kembali kerumah mereka sendiri, Kyuhyun yang sedikit lebih sibuk dengan pekerjaannya, juga orangtua Kyuhyun dan adik Kyuhyun sudah kembali ke Busan, membuat mereka tak bisa mengetahui apa yang tengah terjadi pada Ryeowook.
Ryeowook sebenarnya sudah mengetahui bahwa Sungmin adalah keturunan bangsa Red Phyrena. Bagaimana Ryeowook bisa tahu? Karena pernah suatu hari ia bermimpi bertemu dengan appa dan eomma nya. Dan orang tuanya mengatakan bahwa akan datang suruhan kerajaan Red Phyrena untuk menghancurkan hidup Ryeowook yang dengan seenaknya membatalkan perjodohan dengan Yesung keturunan bangsa Red Phyrena juga dan bertransformasi menjadi manusia.
Karena Sungmin sudah tahu Ryeowook sudah mengetahui identitas aslinya, ia mulai dengan terang-terangan berbuat jahat pada Ryeowook, namun saat didepan Kyuhyun ia akan berubah menjadi kelinci imut dan baik hati.
Tapi untunglah Tuhan masih menyayangi Ryeowook dan janinnya. Sehingga sampai saat ini Ryeowook dan janinnya masih dalam keadaan baik walau sedikit lemah.
~One day~
Jam dinding bergambar menara eiffel Paris yang berada didinding kamar Ryeowook menunjukan pukul 14.50 KST. Ryeowook sedang membereskan baju Kyuhyun yang tadi baru diantar laundry kedalam lemari sang suami dengan agak kerepotan karena perutnya yang mulai membesar.
Tiba-tiba ia tertarik kebelakang karena rambutnya yang ia kuncir satu ditarik seseorang.
"Kau! Pel lantai kamarku sekarang!" Ucap Sungmin kasar. Tanganya masih menjambak kasar rambut Ryeowook.
Ryeowook hanya mengangguk dan keluar kamarnya dan mulai mengepel lantai kamar Sungmin. Sungmin berdiri angkuh didepan pintu kamarnya memperhatikan Ryeowook yang dengan susah payah membersihkan lantai yang sebenarnya tak terlalu kotor karena setiap hari ada ahjumma yang dibayar Kyuhyun untuk merapikan rumahnya.
Minhyun yang kini sudah berumur 7 bulan sedang berada diatas kasur sambil menangis dan bergumam seperti memanggil 'eomma'. Karena kesal, Sungmin berjalan cepat mendekati Minhyun lalu menarik telinga Minhyun kasar.
"Berhenti menangis anak nakal!" Kini giliran tangan yeoja kecil itu menjadi sasaran kebengisan Sungmin. Tanganya memerah dan sedikit biru karena cubitan Sungmin. Minhyun makin menangis kencang. Ryeowook yang tak tega secepat mungkin menyelesaikan acara ngepelnya lalu segera menggendong Minhyun.
"Sudah eonni! kumohon jangan sakiti Minhyun terus. Ia masih sangat kecil untuk mendapatkan perlakuan kasar. Apa eonni tak punya rasa keibuan?" Ryeowook menenangkan Minhyun dalam gendongannya.
"Sialan kau!" Sungminkembali menjambak rambut Ryeowook.
"Cepat bawa anak sialan itu keluar dari kamarku. Kalau suara tangisnya masih terdengar olehku akan kupastikan besok ia sudah berada ditempat kremasi." Sungmin mendorong tubuh Ryeowook keluar kamarnya. Dan untung saja tak membuat Ryeowook terjatuh.
Ryeowook menggelengkan kepalanya saat memasuki kamarnya. Ia tak habis pikir, kenapa Sungmin bisa-bisanya memperlakukan anaknya sendiri seperti itu.
Ryeowook membaringkan tubuh Minhyun dikasurnya. Ia usap kepala bayi 7 bulan itu.
"Sssttss jangan menangis sayang. Kau membuatku ingin menangis. Maafkan Sungmin eomma ne?! Ia hanya sedang kesal saja. Uljima chagi." Ryeowook membawa tubuh Minhyun dalam dekapannya. Perlahan tangis Minhyun mereda. Dan Ryeowook lihat Minhyun sudah terlelap dalam dekapannya.
~17.34 KST~
Kyuhyun baru kembali dari kantornya. Ia lalu menuju kamar Ryeowook untuk mengganti bajunya sekalian mandi. Karena hari ini ia akan tidur bersama Ryeowook karena malam kemarin ia tidur dengan Sungmin.
Saat Kyuhyun masuk, ia mendapati Ryeowook sedang bersandar pada sandaran ranjang, sembari memegangi perut besarnya, ia terlihat seperti sedang kesakitan.
"OMO! Wae chagi? Kau kenapa? Apa sakit?" Kyuhyun berlari mendekat pada Ryeowook lalu mengelus perut istrinya. Ryeowook hanya tersenyum walau raut wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa sakitnya.
"Hanya sakit sedikit Kyu. Eomma bilang ini biasa, tadi eomma meneleponku." Jawab Ryeowook saat Kyuhyun mengelus rambutnya dan menyeka keringat yang keluar didahi Ryeowook.
"Eumm, arra. Aku mandi dulu." Kyuhyun mencium kening Ryeowook sebelum ia masuk kedalam kamar mandi tentunya untuk mandi.
15 menit kemudian Kyuhyun keluar dari kamar mandi menggunakan celana piyama berwana biru safir dengan keatasan kaus santai berwarna putih. Ia lalu mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.
Setelah rambutnya kering, ia berjalan menuju Ryeowook yang masih dalam posisi awal, duduk berselonjor dengan punggung yang menyandar pada sandaran kasur. Kyuhyun lalu membaringkan kepalanya diatas paha Ryeowook.
"Apa dia baik-baik saja didalam sana hari ini?" Kyuhyun mengubah posisi tidurnya menghadap perut buncit Ryeowook lalu mengelus dan menciuminya.
Ryeowook mengangguk. Tanganna yang semula ia gunakan mengelus perutnya sendiri, kini ia gunakan untuk mengelus rambut Kyuhyun yang sedikit ikal, dan tangan satunya ia gunakan mengelus pipi Kyuhyun.
"Aku tak sabar menunggu ia keluar. Chagi, jika kau namja, apa kau akan setampan dan tinggi seperti appa? Atau kau akan pendek seperti eommamu?" Kyuhyun mulai berdialog dengan calon bayinya itu. Ini memang kebiasaan Kyuhyun yang dimulai saat Kyuhyun tahu Ryeowook hamil.
Ryeowook mencubit pipi Kyuhyun sebagai tanda protes, karena ia disebut pendek walaupun ia tak bisa memungkirinya juga.
"Ack." Kyuhyun meringis kesakitan. Namun kemudian Ryeowook segera mengelus pipi Kyuhyun yang tadi ia cubit.
"Tapi jika kau yeoja, kuharap kau akan secantik eommamu dan sependek eommamu. Karena jika yeoja tinggi seperti appa itu akan aneh dinegara ini. Hahaha." Kyuhyun kembali melanjutkan dialognya bersama sang calon aegya. Ucapan Kyuhyun tadi membuat Ryeowook bersemu.
"Ahh, rasanya aku ingin cepat cepat bulan depan supaya cepat cepat bisa melihat wajah tampan atau cantik aegyaku." Kyuhyun tampak sangat tak sabaran saat mengucapkan itu. Ryeowook hanya tersenyum kecil mendengarnya.
"Kau harus selalu baik-baik saja didalam sana. Jangan berbuat sesuatu yang membuat eommamu kesakitan dan jangan juga terlalu tenang, itu akan membuat kami khawatir. Kau harus selalu menjaga eommamu dengan baik walaupun kau didalam sana, arrachi?!" Kyuhyun mencium perut Ryeowook sekali lagi sebelum ia mengubah posisi tidurnya menjadi disamping Ryeowook.
"Arraeso appa." Ryeowook menjawab ucapan Kyuhyun. Lalu ia ikut berbaring disamping Kyuhyun. Mereka lalu memejamkan mata bersama.
~Next Day~
"Chagi aku berangkat ke kantor dulu. Ingat jika ada apa-apa hubungi aku segera, arreso?" Ucap Kyuhyun sambil membenarkan dasi dan jasnya. Hari ini ia akan ada meeting bersama perusahaan yang didirekturi Donghae. Jadi ia harus berangkat pagi-pagi sekali.
"Arraeso." Ryeowook mengangguk.
Sebelum keluar rumahnya Kyuhyun sempatkan mencium kening Ryeowook dan Sungmin yang memang masih berada diruang makan.
Setelah Kyuhyun benar-benar keluar Sungmin segera menarik paksa rambut Ryeowook kearah kamarnya.
"Kau tahu? Aku sangat benci melihat muka mu yang so cute dan manja dihadapan Kyuhyun. Kau membuatku mual." Sungmin mendorong tubuh Ryeowook kekasur dikamarnya, membuat Ryeowook meringis dan memegangi perutnya.
"Aku juga benci melihat mukamu." Gumam Ryeowook pelan bahkan sangat pelan sambil menunduk.
"Apa kau bilang?" Sungmin mendongakkan kepala Ryeowook dengan menjambaknya. Ryeowook menggeleng cepat.
"Arrgghht aku benci kenapa kau harus mengandung anak Kyuhyun? Kau membuatku makin susah memenangkan permainan ini, kau tahu? Aku ingin melenyapkanmu yang berani-beraninya menolak oppaku." Teriak Sungmin memukul-mukul perut Ryeowook.
Ryeowook meringis. Sungguh ia merasakan sakit yang amat sangat pada perutnya. Merasa tak kuat, Ryeowook menggenggam erat tangan Sungmin lalu mendorong Sungmin hingga terjungkal.
"Kau! Berani-beraninya kau melakukan ini padaku? Kau tak takut anakmu ini tak akan lahir dengan selamat, hah? Beraninya kau." Sungmin bangkit dari posisi jatuhnya.
"Aku lelah terus mengalah padamu iblis. Sekarang aku tak peduli dengan semua ancamanmu iblis! Aku percaya Tuhan pasti akan selalu melindungiku dan bayiku. Lebih baik kau kembali saja ke neraka sana! Iblis kau!" Akhirnya setelah sekian lama terus mengalah pada iblis itu Ryeowook kini berani melawannya. Kenapa bukan dari dulu Ryeowookie? Walapun saat mengucapkannya Ryeowook sedikit meringis karena sakit diperutnya masih ia rasakan.
"Kurang ngajar kau Kim Ryeowook! Mati kau hari ini juga." Sungmin mencekik leher Ryeowook lalu meremas-remas perut Ryeowook.
"Hentikan! Sakit Sungmin!" Jerit Ryeowook. Keringat dingin keluar dari seluruh tubuh Ryeowook. Selang 2 detik, darah segar turun diselangkangan Ryeowook.
"Kyu.." Panggil Ryeowook lirih.
~Sementara itu~
"Hyung, kenapa aku merasa tak enak hati ya?! Aku merasa terjadi sesuatu pada Ryeowook. Eottokhae hyung?" Kyuhyun tampak gelisah diruangannya. Ia sedang bersama Donghae.
"Aku juga merasa begitu Kyu. Sebaiknya kita undur meetingnya besok. Aku takut terjadi sesuatu pada Wookie. Ia sedang mengandung." Donghae mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun.
"Ne hyung, kajja kita kerumahku sekarang." Kyuhyun berjalan cepat kearah parkiran, diikuti Donghae disampingnya.
~Back to Ryeowook~
Sungmin menyeret Ryeowook masuk kekamar mandinya. Sungmin menyalakan bethub dengan air sampai penuh. Sementara darah segar masih terus mengalir dari vagina Ryeowook.
"Kyu bantu aku." Ryeowook terus berkata lihir.
"Memohon saja terus! Suamimu yang bodoh itu tak akan mendengarnya. Dasar pasangan bodoh!" Sungmin mulai menenggelamkan Ryeowook ke bethub yang berisi penuh dengan air. Warna air yang semula bening berubah merah karena tercampur darah Ryeowook.
Ryeowook melemah. Wajahnya makin memucat karena darah yang terus keluar.
'Tuhan, kumohon selamatkan anak yang aku kandung.' Mohon Ryeowook dalam hati.
Sungmin sudah berhenti menenggelamkan Ryeowook. Ia menjambak rambut Ryeowook lalu menyanderkan pada pinggiran bethub.
"Lemah eoh? Sudah kuperingatkan kau jangan berani melawanku. Mati kau hari ini." Sungmin terus menjambak rambut Ryeowook membuat rambut Ryeowook banyak yang rontok.
Tiba-tiba..
Braakkk..
-TBC-
Satu chapter lagi. Pastinya short chap. Langsung update sekarang juga.
Review terus.. hehehe :D
