-Last chapter-
"OMO." Donghae mendobrak pintu kamar mandi di kamar Sungmin.
"Kau? Apa yang kau lakukan pada Ryeowookku?" Bentak Donghae menunjuk Sungmin tepat dimukanya. Sungmin hanya tersenyum iblis.
"Kyu! Igo Kyu! Ryeowook disini!." Teriak Donghae lalu mendekati Ryeowook yang mulai tak sadarkan diri.
"Wookie ireona! Ini oppa." Donghae menepuk-nepuk pipi Ryeowook.
"OMO. Apa yang terjadi pada Ryeowooku hyung?" Kyuhyun panik melihat Ryeowook yang tak sadarkan diri terendam air berwarna merah yang ia yakini air yang tercampur darah Ryeowook.
"Iblis ini yang melakukanya pada Wookie." Jawab Donghae membantu Kyuhyun menggendong Ryeowook keluar dari bethub.
"Sialan kau! Urus dia hyung aku mau bawa Wookie ke rumah sakit. Ikat dia dan bawa dia kerumah sakit dekat sini. Akan kuhabisi dia disana." Ucap Kyuhyun menggendong Ryeowook ala bridal sedikit berlari kearah mobilnya.
"Wookie ireona! Mianhae chagi. Ireona jebal." Kyuhyun mulai menangis saat menidurkan Ryeowook dikursi samping kemudi. Tanganya telah berlumuran darah Ryeowook.
"Kyu.. jebal selamatkan anak kita." Ucap Ryeowook lirih. Ternyata ia belum sepenuhnya kehilangan kesadarannya. Ia masih sedikit sadar.
"Kau juga akan selamat." Sebelah tangan Kyuhyun yang tak digunakan untuk mengemudi ia gunakan untuk menggenggam tangan dingin Ryeowook.
"Kumohon jangan tertidur Wookie, berbicaralah. Jangan pejamkan matamu." Kyuhyun melihat Ryeowook yang akan memejamkan matanya kembali. Ia ingat ucapan ayahnya jika seseorang mengalami kecelakaan tapi tak sampai kehilangan kesadaran, jangan membiarkannya memejamkan mata, karena itu bisa mengurangi kemungkinan si korban mengalami koma.
"Wookie kau ingat saat kita baru bertemu? Aku sudah langsung mencintaimu. Apa kau juga begitu?" Kyuhyun terus berusaha membuat Ryeowook tetap bangun.
"Ne." Jawab Ryeowook lemah. Kyuhyun bisa sedikit lega karena Ryeowook masih bisa menanggapi.
"Waktu itu kau sangat cantik dan sexy. Kau masih ingat bagaimana pertama kita bercinta? Itu sangat menyenangkan, iya kan Wookie." Walau dengan wajah sangat panik, Kyuhyun tetap terus berusaha.
"Ne." Lagi-lagi hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Ryeowook.
"Hey jangan tidur, kita akan sampai sebentar lagi." Kyuhyun mengelus dahi Ryeowook. Air mata terus mengalir dari mata Kyuhyun.
'Tuhan selamatkan istri dan anakku.' Doa Kyuhyun.
Akhirnya Kyuhyun bisa sedikit tenang karena ia bisa selamat sampai ke RS dengan cepat. Ia memanggil perawat yang kebetulan lewat lalu membawa Ryeowook ke ruang gawat darurat.
Setelah sedikit berdebat dengan erawat dan dokter, akhirnya Kyuhyun diperbolehkan menemani Ryeowook saat ditangani oleh dokter.
"Ini sudah agak terlambat. Kita harus melakukan proses persalinan." Ucap si dokter. Kyuhyun menagangguk cepat.
Dengan cepat para perawat membawa Ryeowook keruang bersalin. Kyuhyun terus berada disamping Ryeowook, dengan setia menggenggam tangan istrinya itu.
Sesampainya diruang bersalin dokter bertanya pada Ryeowook apakah ingin melakukan persalinan dengan cara normal atau dengan jalan cesar, dan tentu dengan menyebutkan sebab akibatnya.
Dengan mantap Ryeowook menjawab ingin melahirkan normal, karena ia ingin merasakan rasa perjuangan menjadi seorang ibu walau dokter telah mengatakan resiko kematian yang sangat tinggi bisa terjadi pada Ryeowook. Kyuhyun hanya bisa pasrah akan keputusan yang dipilih Ryeowook.
45 menit berlalu, akhirnya proses persalinan Ryeowook sudah selesai dengan waktu yang terbilang cukup singkat karena Ryeowook sudah pembukaan 8 walau usia kandungannya baru menginjak 8 bulan.
Seorang bayi laki-laki dengan tinggi 53 cm dan berat 3,3 kg terlahir dari rahim Ryeowook. Langsung saja salah satu perawat membersihkannya dari darah yang menempel. Kyuhyun kembali menangis, kini tangisan bahagia.
Digendongnya bayi tampan dengan hidung mancung walau mungil itu, yang baru saja selesai dibersihkan. Kyuhyun mendekat keranjang Ryeowook.
Ryeowook tersenyum lemah. Perlahan senyuman itu memudar diikuti dengan menutupnya kelopak mata Ryeowook.
"Wookie, Wookie ireona~! Jebal ireona chagi." Kyuhyun menyerahkan bayinya pada salah satu perawat. Kyuhyun menepuk-nepuk pipi Ryeowook.
Dengan sigap dokter yang tadi menangani Ryeowook segera memeriksa keadaan Ryeowook.
"Kondisinya sangat lemah. Mungkin ia tak akan sadar untuk beberapa hari kedepan. Tapi tuan tenang saja, ini tak akan lama. Ryeowook agashi hanya butuh waktu untuk mengembalikan kekuatan tubuhnya, setelah itu semuanya akan baik-baik saja." Tutur Dokter yang Kyuhyun pikir seumuran dngan ayahnya itu.
"Ryeowook agashi harus dipindahkan keruang rawat. Dan putra anda harus disimpan di ingkubator untuk beberapa jam kedepan karena kondisinya juga yang kurang sehat." Jelas dokter yang diketahui dari name tagnya bernama Choi Seunghyun itu.
"Ne uisa. Gamshahamnida. Aku akan urus biaya administrasi dan menyelesaian urusanku dulu uisa. Ku mohon jaga istriku jangan sampai meninggalkan dia. Setidaknya oleh satu perawat saja. Oke uisa?"
"Ne tuan, aku akan melakukannya." Jawab pria berumur kira-kira 45 tahun itu.
Setelah membungkuk hormat, Kyuhyun berjalan keluar ruang bersalin dan mengeluarkan ponselnya.
"Hyung, eodiseo?"
"Aku di parkiran blok E Kyu. Aku sudah membawa serta yeoja iblis itu bersamaku."
"Ne, arraeso. Aku kesana sekarang hyung."
-Parking Area Block E-
Emosi Kyuhyun tiba-tiba meluap seketika melihat Sungmin keluar mobil Donghae dengan diseret oleh sang empunya mobil.
"Apa maumu? Kenapa kau melakukan itu pada istriku HAH?" Mata Kyuhyun memerah karena emosi. Ia jambak dengan kasar rambut curly Sungmin.
"Aku tak melakukan apapun Kyu. Dia jatuh di kamar mandi saat ia numpang mandi dikamar mandiku." Sungmin masih berkilah walau ia sudah tertangkap basah.
'Cuih', Kyuhyun meludah dekat wajah Sungmin. Sungmin naik pitam, tapi ia tetap berusaha tenang.
"Kau masih mau berkilah meskipun sudah tertangkap basah HAH?" Dengan Kyuhyun mendorong tubuh Sungmin hingga menabrak bagian sisi mobil Donghae. Donghae hanya diam menyaksikan betapa emosinya Kyuhyun saat itu.
PLAAKKK
Kyuhyun menampar pipi Sungmin sangat keras hingga menyebabkan pipi Sungmin membiru dan berdarah ada sudut bibir yeoja itu.
"APA MAUMU IBLIS? Kau datang ke kehidupanku dengan Ryeowook dan mengatakan kau memiliki anak dariku, lalu setelah kita cek DNA hasilnya positif. KENAPA INI BISA TERJADI HAH?" Kyuhyun berteriak emosi. Untunglah parkiran sangat kosong saat itu, jadi tak ada yang tahu jika Kyuhyun sedang meluapkan emosinya.
Buuagghhh.
Kyuhyun menendang kaki Sungmin membuat Sungmin jatuh seketika.
"Itu memang bisa terjadi. Karena anak yang dibawa yeoja ini memang anakmu, tapi bukan dia ibunya. Dia hanya mencuri janin Ryeowook saat masih berusia 1 bulan, lalu dibesarkan disebuah benda yang memang ia dan keluarganya rancang untuk menumbuhkan janin." Ucap seorang namja paruh baya yang tiba-tiba datang mencampuri urusanna.
"Mianhanda ahjussi, hajima kau siapa? Kenapa bisa berkata begitu?" Seemosi apapun Kyuhyun, ia bisa menjaganya saat berbicara dengan orang yang lebih tua darinya apalagi orang itu orang yang tak dikenalnya.
"Dia appa Ryeowook." Jawab Donghae.
"Mwo? Bagaimana hyung bisa tahu?" Kyuhyun menatap bingung kearah Donghae dan namja tua itu bergantian. Lengan Sungmin masih ia genggam erat supaya yeoja itu tak melarikan diri.
"Ahjussi pernah datang ke mimpiku dan menyuruhku menjaga Ryeowook." Jawab Donghae lagi. Ia tersenyum hormat pada namja tua yang berdiri disampingnya. Si namja tua yang kita ketahui dari pernyataan Donghae adalah ayah Ryeowook atau lebih tepatnya Kim Kangin membalas senyuman Donghae.
"Ne, aku appa Ryeowook. Dan yeoja iblis ini adalah suruhan bangsa Red Phyrena. Ia datang ke kehidupanmu dan putriku untuk menghancurkan hidup kalian. Ia datang karena diutus oleh leluhurnya yang tak lain adalah ayahnya sendiri, Jung Seong Ju. Bangsa Red Phyrena membenci Ryeowook yang seenaknya saja menolak lamaran Yesung kakak yeoja ini, yang menurut mereka itu adalah sebuah penghinaan. Jadilah Ryeowook diincar oleh mereka untuk disiksa atau yang lebih fatal dibunuh. Sampai Ryeowook kabur ke bumi dan memutuskan menjadi manusia. Aku yakn kau sudah mengetahui semua tentang siapa kami dan mahluk apa kami." Jelas Kangin panjang lebar, namun sepertinya ia hanya menjeda penjelasannya karena akan ada penjelasan yang lebih rinci nanti.
Kyuhyun dan Donghae menyimak dengan seksama penjelasan Kangin.
"Lalu kau dan Ryeowook menikah. Dan kalian bersedih karena tak kunjung diberikan keturunan. Sebenarnya Ryeowook telah mengandung anakmu sejak bahkan sebelum kalian menikah. Jangan kira aku tak tahu sifat dan kelakuan kalian saat itu, aku hanya mentolelir karena kalian masih termasuk usia-usia yang nakal. Namun dengan ilmu yang Red Phyrena miliki, ia mengambil janin yang Ryeowook kandung secara diam-diam lalu disimpan dibenda yang telah kusebutkan tadi. Karena Ryeowook bukanlah orang yang peka terhadap sesuatu yang baru, itu mempermudah mereka mengambil janin itu. Setelah janin itu tumbuh dan akhirnya lahir seorang bayi yeoja dari janin itu. Dan itulah sebabnya saat DNA kau dan anak yang dibawa yeoja itu hasilnya positif karena kau dan anak itu memang benar ayah dan anak. Seharusnya kau juga mengecek yeoja ini maka akan dietahui jika yeoja ini hanya mengada-ada. Jadi wajar jika Ryeowook baru bisa hamil 8 bulan lalu karena itu sudah masuk masa suburnya kembali setelah masa yang harusnya Ryeowook alami itu mengandung dan menyusui. Kau mengerti dengan semua ucapanku?" Lanjut Kangin tak kalah panjang dari penjelasan sebelumnya.
Kyuhyun mengangguk mantap.
"Jadi Minhyun memang anakku,tapi dengan Ryeowook?" Kyuhyun memastikan, ia sedikit tak yakin.
"Ne." Jawab Kangin.
"Satu lagi, kau ingat kejadian-kejadian yang hampir mencelakakan Ryeowook dan bayimu? itu semua yeoja ini yang perbuat. Ia selalu berusaha bisa melenyapkan Ryeowook dan bayinya saat kau tak ada dirumah dan akan berubah menjadi yeoja baik hati saat kau pulang." Ucap Kangin.
"Tapi bagaimana ahjussi, maksudku appa mengetahui semua ini? Tak apa jika aku memanggil appa?" Tanya Kyuhyun sedikit ragu.
"Tentu. Karena aku selalu memantau apa saja kelakuan Ryeowook selama dibumi. Tentu aku tahu semuanya." Jawab Kangin tersenyum.
"Aku mengerti appa. Lalu aku harus berbuat apa pada iblis ini?" Tanya Kyuhyun memandang jijik pada Sungmin.
"Biar appa yang urus dia. Kau kembalilah keruang rawat istrimu. Dia sangat membutuhkan kehadiran dan semangat darimu." Jawab Kangin lalu mengambil alih Sungmin dari genggaman tangan Kyuhyun dan bergegas pergi.
"Appa chamkan! Bukankah appa seharusnya menjadi angel? Kenapa appa tak memiliki sayap seperti Ryeowook saat aku bertemu denganya untuk pertama kali?" Satu lagi pertanya Kyuhyun yang menyita pikirannya sedari tadi.
"Aku dan istriku sudah memutuskan untuk menjadi manusia dan menjaga putriku dengan baik." Jawab Kangin menoleh pada Kyuhyun sambil berlalu.
"Isriku sedang berada diruang rawat istrimu. Cepat temui mereka." Sambung Kangin kini tanpa menoleh.
Dengan cepat Kyuhyun dan Donghae menaiki lift menuju ruang rawat Ryeowook dirumah sakit terbesar di Seoul ini.
"Aku merasa sedang didunia dongeng Kyu." Ucap Donghae berjalan beriringan dengan Kyuhyun keluar lift saat lift sudah menunjukan lantai 7.
"Aku juga berpikir seperti itu hyung, tapi ini semua nyata dan bukan hanya khayalan semata. Istriku, sahabat yang sudah kau anggap dongsaengmu sendiri itu adalah keturunan malaikat." Timpal Kyuhyun tersenyum ringan. Ia rasa sesak dada dan pening dikepalanya tiba-tiba menghilang.
"Ne kau benar. Pantas saja aku sudah dapat firasat buruk tentang si Sungmin itu. Kira-kira akan diapakan ya yeoja iblis itu oleh appa Ryeowook?"
"Mollayo, kita tunggu kabar selanjutnya saja." Kyuhyun membuka pintu ruang rawat Ryeowook saat Kyuhyun dan Donghae sampai didepannya.
"Kyuhyun." Tiba-tiba seorang wanita paruh baya memeluk Kyuhyun dengan erat. Dengan cepat Kyuhyun membalas pelukan itu. Ia harus seikit membungkukan badannya karena yeoja yang ia yakini eomma Ryeowook ini tingginya hanya seleher Kyuhyun.
"Eomma." Gumam Kyuhyun.
Yeoja paruh baya yang mari kita sebut Leeteuk itu melepas pelukannya pada Kyuhyun.
"Ryeowookie.." Lirih Leeteuk.
"Semua akan baik-baik saja eomma. Ryeowook akan segera siuman sebentar lagi. Eomma tak perlu khawatir." Leeteuk hanya mengangguk mendengar ucapan Kyuhyun.
Kyuhyun dan Donghae segera duduk disofa yang disediakan diruangan itu. Namun baru sebentar, Donghae segera keluar sambil menempelkan ponsel ditelinganya, menghubungi seseorang.
~SKIP~
Waktu sudah menunjukan pukul 20.15 KST. Bayi Ryeowook yang awalnya disimpan di ingkubator kini sudah dipindahkan dikasur bayi yang terletak disamping ranjang Ryeowook.
Kyuhyun masih setia duduk disamping Ryeowook dengan menggenggam tangan Ryeowook. Disofa ada Eunhyuk yang datang sejak pukul 14.45 dengan membawa serta Dongjae dan Minhyun yang memang disuruh Kyuhyun untuk dibawa, sedang duduk bersander bersama Donghae disisinya dan Minhyun dipangkuannya juga Dongjae yang berada dipangkuan Donghae.
Dikasur yang memang disediakan untuk yang menunggu pasien terlihat Leeteuk dan Kangin yang sudah menyelesaikan urusannya dengan Sungmin dan mengembalikan yeoja itu ke habitat awalnya, tengah duduk bersama diatasnya.
Sedangkan Ryeowook masih betah memejamkan matanya.
Selang beberapa menit tiba-tiba tangan Ryeowook yang sedari tadi digenggam Kyuhyun muali bergerak, dan perlahan dengan sangat perlahan kelopak mata Ryeowook mulai terbuka.
"Wookie kau sudah bangun sayang? Syukurlah, ini mukzizat." Ucap Kyuhyun senang tak pelak menari perhatian orang yang sedang berada diruangan itu.
"Kyu, yeoja itu jahat padaku." Rancau Ryeowook dengan air mata yang menetes.
"Tenanglah, yeoja itu sudah pergi. Kita sudah aman sekarang." Kyuhyun terus mengelus rambut depan Ryeowook.
"Aku takut. Dia mau membunuh anak kita." Adu Ryeowook lagi.
"Ssttss, sudahlah tak usah dipikirkan lagi. Sekarang lihatlah siapa yang datang?" Kyuhyun tersenyum menunjuk Kangin dan Leeteuk.
"Appa? Eomma? Bagaimana kalian bisa ada disini?" Tanya Ryeowook bingung.
Kangin dan Leeteuk tersenyum, lalu menceritakan semua yang tadi telah diceritakan pada Kyuhyun dan Donghae.
Ryeowook kembali menangis. Ia bingung rasa apa yang sedang mendominasinya saat ini, entah itu senang, bahagia ataupun haru.
"Lalu dimana anak-anakku sekarang?" Tanya Ryeowook menghapus air matanya.
"Jika kau menanyakan Minhyun, ia ada bersamaku. Dia sudah terlelap." Jawab Eunhyuk sedikit berbisik karena tak mau membangunkan ketiga anak kecil yang semuanya sedang terlelap saat ini.
"Dan jika kau menanyakan Ryeohyun, ia masih terlelap diranjangnya." Jawab Kyuhyun menunjuk ranjang disisi kasur Ryeowook itu.
"Ryeohyun?" Tanya Ryeowook.
"Ne, mari kita beri nama bayi kita Ryeohyun, singkatan dari Ryeowook Kyuhyun dan menurut eomma itu artinya kekuatan, semangat dan aura baik bagi orang disekitarnya. Dan mari kta ganti nama Minhyun menjadi Hyunwook. Karena menurut eomma nama Minhyun memiliki arti kebengisan dan kekejian, tapi jika Hyunwook itu memiliki arti keromantisan, keanggunan dan kebaikan hati. Otte, kau setuju?" Kyuhyun mendudukan tubuhnya disamping Ryeowook dan mengelus rambut depan Ryeowook.
"Ne, aku setuju. Cho Hyunwook dan Cho Ryeohyun." Ucap Ryeowook senang.
"Aku sangat bahagia sekarang. Tak ada lagi mahluk jahat yang akan mengusik hidup kita dan kita akan hidup bersama selamanya dan tentunya dengan bahagia." Kyuhyun memeluk Tubuh Ryeowook erat. Semua yang berada di ruang itu ikut tersenyum bahagia.
'
'
Dan seperti inilah kisah cinta antar manusia dengan mahluk sejenis malaikat. Berakhir dengan bahagia dan menyenangkan. Tanpa ada seorangpun yang akan mengganggu hubungan dan kebahagiaan mereka.
-THE END-
Maaf ya buat para pumkins atau bias dari charcter jahat disini –kalau ada-, aku minta maaf sebanyak-banyaknya karena aku jadiin bias kalian jahat disini mohon pengertiannya ini hanya sebuah Fic dan hanya sebuah bentuk imajinasi jangan jadiin alasan untuk ngehina karya saya. Terima kasih sebelumnya.
Anyeong ^^
