Maaf sebelumnya jika banya TYPO(s) atau bahasa yang tidak dimengerti. Saya masih baru dalam hal tulis menulis. Dan masalah Typo(s) saya ngetik kilat jadi ya mohon maklum jika ada huruf yang tertinggal atau kelebihan. Terimakasih pada semua yang udah sempetin review
.
.
Chapter II
Donghae dan Ryeowook segera menghentikan tawanya, seketika mereka ingat ini sudah masuk waktu istirahat, dan itu berarti sudah tiba saatnya mereka kembali bertemu namja-namja yang menurut mereka menyebalkan itu.
"Huhh, aku harus kembali bertemu dengan Cho sialan itu." Keluh Ryeowook menatap malas keluar jendela.
"Aku juga malas bertemu dengan Kibum seonsaengnim. Dia sangat mesum dan genit wookie." Timpal Donghae menekuk wajahnya.
*flashback*
~Kibum room~
"Tak usah takut dan sungkan padaku Hae-ya. Aku tak akan macam-macam pada yeoja cantik dan manis sepertimu. Tak usah setegang itu." Kibum mendekatkan wajahnya pada wajah Donghae yang sedang duduk disofa diruangannya. Itu membuat Donghae bergetar.
Kibum tersenyum manis, lalu mengelus rambut hitam Donghae.
"Tak usah bertele-tele seonsaengnim. Cepat katakan apa hukuman ku."
"Arrayo. Kau hanya perlu menjadi asisstantku selama 3 bulan dan temani aku tidur di apartement selama kau menjadi asisstantku. Arraeso? Aku tak menerima penolakan."
"MWORAGO? Kau gila seonsaengnim? Kita tak ada hubungan apapun, jadi tidak mungkin kita tinggal satu atap. Apalagi untuk waktu lama. 3 bulan itu lama seonsaengnim." Donghae sangat, sangat terkejut dengan penuturan Kibum. Awalnya ia pikir Kibum lebih manusiawi dan berpikir jernih saat melakukan sesuatu, tidak seperti Kyuhyun. Tapi ia salah, Kibum bahkan lebih mengerikan daripada Kyuhyun.
"Keureu, kalau begitu masalahnya, mulai sekarang kau adalah yeojachinguku." Ucap Kibum terdengar asal, namun ia bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
"Mwo? Kau semakin tidak waras seonsaengnim. Bagaimana kita berpacaran jika kita tidak saling mencintai." Donghae mengalihkan pandangannya pada Kibum, menatapnya tajam.
Kibum tersenyum menganggumkan.
"Ani, aku mencintaimu sungguh. Cinta pada pandangan pertama. Jika masalahnya kau belum bisa mencintaiku, tak masalah karena cinta bisa tumbuh seiringan dengan berjalannya waktu. Selama kita bersama 3 bulan kedepan mungkin kau sudah bisa mencintaiku sepenuhnya. Bukankah kau belum mempunyai namjachingu kan?" sungguh, ucapan Kibum tak dapat Donghae percaya. Bagaimana bisa seonsaengnim barunya itu menyatakan cintanya pada Donghae. Ini tak masuk akal.
"Tapi seonsaengnim.." Belum sempat Donghae melanjutkan ucapannya, bibirnya keburu dibungkam oleh bibir indah Kibum.
"Aku akan terus berusaha agar kau cepat mencintaiku, arraeso?" Kibum mengangkat wajah Donghae yang tadi menunduk setelah ia cium tepat dibibirnya.
Donghae hanya mengangguk lemah. Kibum tersenyum dan langsung mendekap tubuh donghae.
"Aku tak akan jahat padamu chagi. Kau hanya tinggal terima aku dihatimu."
"Sekarang kau boleh kembali ke kelas." Lanjut Kibum.
*flashback end*
"mworagoyo? Jadi kau sekarang yeojachingu Kibum seonsaengnim? Aigoo.." Ryeowook yang terkejut dengan cerita Donghae secara refleks berteriak GJ. Dan dengan cepat pula Donghae menutup mulut si yeoja bersuara tenor itu.
"Jangan berisik Kim Ryeowook! Aku akan malu jika ketahuan berpacaran dengan seonsaengku sendiri." Donghae memperingati Ryeowook dengan suara pelan namun tegas.
"Mianhae." Gumam Ryeowook saat mulutnya dihalangi oleh tangan Donghae.
Para siswa yang sedang berada dilorong yang sedang dilewati Ryeowook dan Donghae untuk menuju ruangan Kibum dan Kyuhyun memandang mereka dengan tatapan aneh yang sulit diartikan. Donghae dan Ryeowook hanya mengangguk meminta maaf.
Akhirnya merekapun sampai didepan ruang Kyuhyun. Mereka hanya diam mematung.
"Hae, tunggu aku masuk kedalam baru kau masuk ke ruang Kibum seonsaengnim ne?!" pinta Ryeowook yang dibalas anggukan singkat dari Donghae.
Tok tok tok
"Ryeowookie kau datang?" Seorang namja tampan dengan senang membukan pintu saat Ryeowook baru saja mengetuknya.
"Omo, Kibum hyung, lihatlah yeojachingumu datang bersama yeojaku." Lanjut Kyuhyun antusias melihat Donghae.
"Jinjja?" Kibum menengokan kepalanya keluar untuk melihat.
"AH, kau benar Kyu. Silahkan masuk nona-nona yang cantik." Kibum menarik tangan Donghae dan Ryeowook masuk bersamaan.
"Kebetulan kita sedang makan pagi menjelang siang. Apa kalian mau makan juga? Kibum hyung membawa banyak bekal hari ini. Benarkan hyung?" Kyuhyun mempersilahkan kedua yeoja itu duduk lalu mulai mengeluarkan bekal dari sebuah paper bag.
"Ani, seonsaengnim kami sudah kenyang." Bohong Ryeowook dan Donghae bersamaan.
Namun setelah itu terdengar bunyi perut yang lapar minta diisi. Kyuhyun dan Kibum terkikik dibuatnya. Inilah yang disebut sudah kenyang?
"Tak usah sungkan dengan kami. Ini makanlah." Kibum menyerahkan sekotak makanan pada Donghae diikuti Kyuhyun memberi Ryeowook sekotak bekal seperti Donghae.
"Astaga. Aku hanya bawa 2 pasang sumpit dan 2 sendok. Bagaimana ini?" Kibum pura-pura memasang wajah panik. Sebenarnya ia sudah merencanakan ini berdua dengan Kyuhyun.
"Tak apa seonsaengnim, kami tak usah jadi makan saja. Biar nanti pulang sekolah kami makan." Jawab Donghae sedikit gugup.
"Ah tidak, tidak, tidak bisa seperti itu. Aku tak mau perut kalian sakit. Sudah tak apa kita bisa gunakan 1 sumpit untuk berdua dan 1 sendok untuk berdua." Kibum tersenyum lembut.
Donghae dan Ryeowook terbelalak.
'Ya Tuhan, kenapa ada mahluk seperti ini yang kau takdirkan menjadi seorang pendidik?' batin Ryeowook.
'Apa benar kedua namja saiko ini seorang guru? Aku tak bisa mempercayainya.' Kini giliran Donghae yang membatin.
"Mari makan." Seru Kyuhyun dan Kibum.
Kini mereka sedang acara suap suapan. Donghae disuapi Kibum, sedangkan Ryeowook oleh Kyuhyun.
Ini sangat aneh. Apakah ini bisa terjadi disebuah sekolah? Entahlah. Karena ini adalah sebuah fanfiction, mohon dimaklum dengan keanehan ini. Karena fanfiction hanya sebuah fiktif belaka.
"Mulai sekarang, jika sedang tidak disekolah, panggilah kami oppa ne? Usahakan agar kita tak saling kaku. Lagipula kita hanya terpaut usia 3 tahun, dan 4 tahun dengan Kibum hyung. Arraeso?" Ucap Kyuhyun namun lebih menyerupai perintah.
Lagi-lagi Donghae dan Ryeowook hanya bisa mengangguk pasrah.
Waktu istirahat SM Senior High School telah berakhir. Kibum, Donghae, Kyuhyun, dan Ryeowook pun sudah selesai makan siangnya yang kepagian dan makan paginya yang kesiangan. Kini Kyuhyun sedang berjalan beriringan dengan Donghae dan Ryeowook yang sedang membawa tas kerja Kyuhyun juga beberapa buku dan soal untuk ulangan menuju kelas Ryeowook dkk.
Memang, sehabis istirahat adalah pelajaran matematika yang diajar oleh Kyuhyun.
Akhirnya mereka bertiga sampai didalam kelas.
"Selamat siang semua. Seperti ucapanku kemarin kita akan melakukan ulangan pada hari ini." Tutur Kyuhyun santai namun tetap tegas. Mendengar ucapan Kyuhyun para murid yang ber-IQ rata-rata lemas dibuatnya tak terkecuali Ryeowoook dan Donghae.
Setelah Ryeowook dan Donghae duduk dibangku masing-masing, Kyuhyun segera membagikan lembar kerja pada para siswanya. Saat melewati bangku Ryeowook, Kyuhyun sempat berbisik,
"Jika kau tak lulus lagi dalam tes-ku, aku akan memberikanmu les matematika dirumahku. Arraseo?"
Ryeowook mengangguk takut. Lalu Kyuhyun melanjutkan acara bagi membagi kertas soal itu.
"Hae-ya, eottokhae? Hidupku hancur. Aku menyesal karena sempat berurusan dengan namja gila itu." Bisik Ryeowook pada Donghae yang duduk disebelahnya, sedangkan Sungmin didepan mereka.
"Aku pun begitu Wookie." Sahut Donghae dengan suara sekecil mungkin, berusaha agar sang seonsaeng tak akan memarahinya.
Pelajaran Kyuhyun telah berakhir 2 jam lalu. Pelajaran lain pun sama. Kini saatnya seluruh siswa SM Senior High School bersorak karena terlepas dari bebannya disekolah hari ini.
Ryeowook berjalan lunglai menuju parkiran yang disana sudah siap Kyuhyun dengan ninja merah yang ia kendarai. Tersenum saat Ryeowook mendekat, lalu memberikan helm cadangan yang ia bawa.
"Kenapa cemberut? Aku tidak mau lihat wajahmu murung lagi. Ayo semangat Wookie. Fighting!" Kyuhyun mengelus pipi Ryeowook kemudian mengepalkan tangannya keudara, menyemangati Ryeowook yang terlihat sangat lesu.
Ryeowook tersenyum dengan penuh paksaan lalu menaiki motor besar Kyuhyun dengan bantuan sang empunya motor.
Motor besar dengan suara yang menderum terlihat membelah jalanan kota Seoul yang nampak lancar seperti biasa. Seorang namja tampan dengan gagah mengendarai motor berwarna merah metalic itu. Dibelakangnya seorang yeoja cantik nan imut duduk dengan wajah yang tertekuk. Kenapa si yeoja malah murung yang kontras dengan air wajah si namja yang terlihat sangat bahagia? Entahlah, mari kita tanyakan saja pada rumput yang bergoyang.
Akhirnya mereka sampai dipelataran rumah mewah Ryeowook. Ryeowook segera masuk rumahnya diikuti Kyuhyun.
"Eomma, aku pulang." Teriak Ryeowook sesaat setelah mempersilahkan Kyuhyun duduk diruang tamunya.
"Kau sudah pulang chagi? Bagaimana ha—ri—mu." Ucapan Leeteuk -Ryeowook eomma- terpotong ketika melihat siapa yang putrinya bawa kerumah.
Kyuhyun segera bangkit dari duduknya begitu melihat Leeteuk menuruni tangga.
"Neo?!" Tunjuk Leeteuk pada Kyuhyun dengan nada terkejut.
"Eomma, berbiacara lembutlah. Ia seonsaengnim Wookie disekolah." Ryeowook memperingati Leeteuk agar tak mempermalukan dirinya didepan seonsaeng gilanya itu.
Kyuhyun yang seakan sudah mengerti keadaan, buru-buru mengedipkan matanya pada Leeteuk seakan berkata 'Sudah ahjumma ikti saja permainanku.' Saat Ryeowook tak melihat kearahnya.
Leeteuk yang langsung mengerti isyarat Kyuhyun segera menurunkan telunjuknya yang tadi ia gunakan untuk menuding Kyuhyun. Jika diperhatikan jelas, maka akan terlihat Leeteuk yang sedikit mengangguk saat kyuhyun memberi isyarat padanya.
"Anyeonghaseyo ahjumma. Cho Kyuhyun imnida. Cheoneun Ryeowook seonsaeng imnida." Kyuhyun membungkukan badannya 90°. Diabalas hal serupa oleh Leeteuk.
"Eomma ada yang ingin aku dan Cho seonsaeng bicarakan. Tapi aku akan mengganti bajuku dulu. Eomma temani Cho seonsaengnim dulu ne?" Ryeowook berucap saat dirinya sudah berada didekat tangga menuju kamarnya.
Lagi-lagi Leeteuk hanya mengangguk. Ia masih bingung dan belum bisa mencerna dengan baik keadaan ini.
Sementara Ryeowook berganti pakaian, Leeteuk dan Kyuhyun saling bertatapan.
"Bagaimana kau bisa menjadi seonsaengnya disekolah?" Leeteuk seakan sedang mengintimidasi Kyuhyun. Yang sedang ditanya hanya bisa tersenyum lebar memamerkan deretan gigi putihnya.
Tak berselang lama, seseorang masuk kedalam rumah itu dengan stelan kantor yang digunakannya.
"NEO?!" Nama paruh baya yang tak lain ayah Ryeowook itu, sangat terkejut melihat namja muda yang sedang berbincang dengan istrinya itu.
Lagi, Kyuhyun tersenyum innocent. Lalu menceritakan yang dilakukannya pada dua mahluk paruh baya itu.
"Jadi aku sengaja ahjumma, mendaftarkan diri menjadi pengajar disekolah Wookie. Tenang saja ahjumma, ahjussi, aku sudah mempersiapkan ini dengan matang. Tinggal tunggu waktu yang tepa saja untuk bicara padanya. Sekarang ahjussi dan ahjumma ikuti saja permainan ini. Aku hanya ingin merubah sifat Wookie. Gwaenchana ne ahjussi, ahjumma?" Kyuhyun mengakhiri sesi ceritanya yang sangat panjang pada orang tua Ryeowook. Beruntung Ryeowook memang lama dalam hal berpakaian, jadi mereka tak perlu takut Ryeowook akan mendengarnya.
"Kau anak yang hebat dan cerdas Kyu. Baiklah kami akan bergerak seperti air dialiran sungai yang selalu mengikuti arah." Kangin tersenyum puas dengan penuturan Kyuhyun barusan. Begitupu Leeteuk.
15 menit setelah Kyuhyun menyelesaikan penjelasannya pada Kangin dan Leeteuk, Ryeowook akhirnya keluar dari kamarnya dengan menggunakan kaus santai berwana soft purple dibalut cardigan panjang hingga lutut berwarna putih bersih yang menutupi celana jeans mini yang ia kenakan.
Kyuhyun menelan salivanya berat melihat penampilan Ryeowook yang sekarang. Berbea jika sedang disekolah, Ryeowook terlihat seperti yeoja nakal. Dan sekarang dengan rambut sedikit keriting berwana coklat itu menambah kesan cantik, manis dan elegant dimata Kyuhyun.
"Appa, kau sudah pulang?" Ryeowook mendudukan tubuhnya disamping sang appa.
Kangin tersenyum lalu memeluk tubuh Ryeowook.
"Ryeowook memang sangat manja pada appanya Kyuhyun-ssi. Jadi mohon dimaklum saja." Leeteuk menunjkan sikap formalnya pada Kyuhyun agara tak membuat Ryeowook curiga.
Kyuhyun tersenyum kaku. Sungguh, mereka adalah aktor dan aktris hebat. Bisa memerankan drama ini dengan baik.
"Begini eomma, aku emh anu euh apa ya? Emh aku bingung." Ryeowook gelagapan.
"Begini ahjumma, ahjussi, aku meminta Ryeowook untuk menjadi asisstant sementaraku. Selama satu bulan saja. Dan akuu meminta izin agar Ryeowook dibolehkan pulang petang. Tapi ahjumma dan ahjussi tenang saja aku akan selalu mengantar Ryeowook pulang." Kyuhyun yang melihat Ryeowook gelagapan, dengan tanggap menggantikan yeoja itu untuk bicara,
Ryeowook yang sedari tadi sudah waspada dengan jawaban Kyuhyun, akhirnya menghembuskan nafas leganya. Pasalnya, ia takut Kyuhyun mengadu pada orang tuanya tentang nilai matemaatikanya yang buruk, tapi ternyata itu tak terjadi.
"Ah begitu ya? Memang rumahmu dimana Kyuhyun-ssi?" Tanya Leeteuk.
"Diperumahan RiverView ahjumma. Jaraknya memang agak jauh dari sini, tapi dekat dengan sekolah." Jawab Kyuhyun. Sedangak Ryeowook hanya bisa diam mengikuti alur pembicaraan.
"Kalau begitu kasihan Wookie dan kau sendiri Kyuhyun-ssi. Harus bolak-balik dengan jarak yang tak dekat ini." Kangin angkat bicara.
"Tapi ahjussi, aku sangat butuh bantuan Ryeowook untuk mengerjakan tugasku disekokah. Aku percaya pada Ryeowook tak bisa yang lain. Karena aku sudah bisa lihat bahwa Ryeowook adalah yeoja yang baik, sopan, jujur dan pintar." Ucap Kyuhyun sedikit menggombal. Tak pelak membuat segurat tipis berwana pink muncul dipipi Ryeowook.
"Ne, ne aku mengerti. Kalau begitu, bagaimana jika Ryeowook menginap saja dirumahmu Kyuhyun-ssi? Ini semua agar tak ada yang merasa lelah, dan Wookie atak akan kesiangan kesekolah jika pergi dari rumahmu yang tak jauh dari SM." Usul gila Kangin.
"Mwo? Appa jangan bicara sembarangan!" Tegas Ryeowok pada Kangin. Ia terkejut dengan usalan sang appa.
"Sudahlah, tak apa chagi. Kyuhyun-ssi namja baik. Ia tak mungkin macam-macam padamu." Timpal Leeteuk.
"Ne, benar kata eomma. Apa kau tinggal bersama orang tuamu Kyuhyun-ssi?" Tanya Kangin.
"Ne, tapi sekarang mereka sedang pergi ke Jepang. Harabeoji sakit disana." Jawab Kyuhyun.
"Baiklah tak apa, asal kau jangan macam-macam pada anaku dan jangan sakti dia." Suruh Kangin mutlak.
Kyuhyun tersenyum puas. Ryeowook terbelalak dengan izin yang diberikan orang tuanya. Bagaimana bisa? Adakah orang tua yang mengizinkan anaknya tinggal bersama namja asing? Ini aneh.
"Sebaiknya sekarang kau segera bersiap chagi." Suruh Leeteuk menuntun Ryeowook kekamar untuk mempersiapkan bajunya.
Sementara itu diruanng tamu,
"Kita berhasil ahjussi." Kyuhyun dan Kangin tampak berhigh five bersama.
"Tapi ia terlihat sangat tak bersemangat ahjussi. Apa yang harus aku lakukan? Aku tak suka melihatnya selalu cemberut bersamaku." Tawa Kyuhyun seketika hilang digantikan wajah murungnya mengingat wajah Ryeowook yang susah sekali tersenyum saat bersamanya.
"Jangan panggil aku appa Ryeowook, jika aku tak tahu bagaimana cara membuat Ryeowook kembali tertawa." Kangin menyeringai.
"Kau hanya perlu meperbaiki imagemu dihadapan Wookie, yang mungkin saat kalian bertemu itu bukan dengan cara yang baik. Kedua bisikan ia kata-kata manis, lalu ajak dia membeli ice cream coklat berukuran jumbo dan boneka jerapah atau accesories jerapah lainnya. Aku jamin itu akan membuat Ryeowook kembali tersenyum dan tak akan dingin padamu." Saran Kangin. Membuat Kyuhyun ikut menyeringai.
Ryeowook akhirnya datang dengan sebuah tas besar dipunggung dan satu koper yang ia tarik. 'seperti yang akan menginap 1 tahun saja.' Inner Kyuhyun melihat begitu banyak barang bawaan Ryeowook.
"Kenapa barangnya banyak sekali? Aku tidak membawa mobil." Gerutu Kyuhyun, mengacak rambutnya.
"Pakai mobilku saja Kyuhyun-ssi. Ini jarang aku pakai." Ucap Kangin menyerahkan sebuah kunci mobil. Kyuhyun tersenyum.
"Gamshahamnida ahjussi. Besok aku akan kembali kesini untuk mengembalikan ini dan mengambil motorku. Sekarang kita harus segera pulang ahjussi, ahjumma. Karena pukul 5 nanti, rekan-rekan guruku akan berkunjung kerumahku." Pamit Kyuhyun saat mereka sudah berada di beranda mansion keluarga Kim.
Leeteuk dan Kangin mengangguk bersamaan.
"Aku pergi appa, eomma. Sampaikan salamku pada Minho dan suruh dia mengunjungiku tiap Minggu dirumah Cho seonsaeng, ada janji yang harus kutepati." Ucap Ryeowook dibalas anggukan Kangin dan Leeteuk. Lalu Kyuhyun dan Ryeowook segera masuk mobil mewah Kangin setelah berpamitan.
~On The Way~
"Sepertinya kita harus mampir ke Supermarket yang ada di Mall didepan itu. Aku harus membeli beberapa camilan dan minuman untuk rekan-rekan guruku. Tak apa kan?" Kyuhyun meminta persetujuan Ryeowook.
"Ne, seonsaengnim." Jawab Ryeowook malas.
"Oppa! Bukan Seonsaengnim. Ini bukan lingkungan sekolah. Arraeso?" Titah Kyuhyun.
"Ne, o-op-pa." Ryeowook gugup saat harus menganggil Kyuhyun dengan sebutan 'oppa'.
^Sesampainya diMall^
Kyuhyun dan Ryeowook sedang bertukar pendapat mengenai makanan dan minuman apa yang enak untuk menjamu tamu.
35 menit kemudian, troli belanjaan yang dibawa Kyuhyun sudah penuh dengan berbagai macam barang. Mereka berjalan menuju cashier. Setelah selesai membayar belanjaan yang dibeli, Kyuhyun dan Ryeowook keluar dari Supermarket dan menyusuri Mall yang mereka lewati untuk menuju tempat dimana mobil yang mereka gunakan diparkirkan.
Saat baru sedikit berjalan, Kyuhyun segera menghentikan langkahnya. Ryeowook yang heran segera mengikti arah pandang Kyuhyun yang ternyata tertuju pada sebuah kedai ice cream.
"Ryeowookie, lihat ada kedai ice cream. Aku ingin kesana dan pesan ice cream jumbo." Pekik Kyuhyun kegirangan seperti anak kecil yang melihat ice cream.
'Ternyata dia lembut dan kekanakan. Tak seperti presepsiku dan Donghae.' Batin Ryeowook melihat tingkah Kyuhyun. Kau berhasil tuan Cho.
Kyuhyun menarik tangan Ryeowook kearah kedai ice cream itu.
"Kau mau rasa apa Ryeowookie?" Tanya Kyuhyun dengan ekspresi wajah yang sangat girang seperti anak-anak. Itu membuat Ryeowook tersenyum. 'aku berhasil.' Inner Kyuhyun senang.
"Aku ingin rasa coklat." Jawab Ryeowook dengan senyuman membingkai wajahnya.
"Baiklah, 2 ice cream coklat ukuran jumbo agashi." Ucap Kyuhyun pada sang penjual ice cream.
Setelah mendapat ice cream yang diinginkan, Kyuhyun dan Ryeowook kembali mnyusuri Mall. Kini Ryeowook sudah merubah moodnya menjadi ceria. Tanpa sadar mereka saling menautkan sebelah tangan mereka masing-masing.
"Omo! Ryeowookie lihat disana! Ada toko khusus accesories jerapah. Aku sangat suka jerapah." Pekik Kyuhyun. Matanya berbinar, kali ini ia melihat sebuah counter bertuliska 'Giraffe Shop accesories'.
"Mwo jerapah? Aku suka jerapah. Kajja kita kesana oppa." Ryeowook menarik tangan Kyuhyun dan berjalan didepan Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum. 'ini menyenangkan.' Ia berteriak dalam hati.
Ryeowook dan Kyuhyun segera mencari barang-barang yang menarik ditoko itu. Akhirnya mereka sepakat untuk membeli costum jerapah yang sama namun beda ukuran, bando jerapah yang sama, dan 2 boneka jerapah yang sedikit berbeda ukuran.
Kyuhyun memandang pantulan dirinya dicermin yang ada ditoko itu. Ia tersenyum. Ternyata ini lucu dan menyenangkan, pikir Kyuhyun.
"Wookie, kita harus abadikan moment ini. Kajja kita berphoto." Kyuhyun mengeluarkan ponsel android dari dalam kantung celananya.
Mereka tersenyum senang, lalu melihat hasil fotonya.
"Aigoo, uri kyeopta." Puji Kyuhyun tertawa lepas. Ryewookpun ikut tersenyum. Tapi sekertika senyuman itu memudar. 'Kenapa aku jadi seperti sedang kencan dengannya?' pikir Ryeowook.
'Biarkanlah seperti ini sesaat. Toh, ini menenangkan juga.' Batinnya lagi, kini dengan senyuman kembali muncul.
Setelah puas berbelanja, mereka memutuskan untuk segera kembali kerumah Kyuhyun karena waktu sudah menunjukan pukul 16.10 KST, karena sebentar lagi teman Kyuhyun akan segera datang kerumahnya.
TBC
Sebenarnya apa yang disembunyikan Kyuhyun, Leeteuk dan Kangin dari Ryeowook? Jawabannya mudah-mudahan di chapter selanjutnya.
Masih niat lanjutin? Review ya?! #sedikitmaksa hehehe :D Gamshahamnida buat yang udah sempetin baca dan Review ;) see you next time on next chapter. ~semoga ada yang nunggu~
SPECIAL THANK'S TO:
, dwiihae, Lee Chizumi, octaviani, yoon HyunWoon, ryeo ryeo ryeong, auliara66543364, ryeofha 2125, ChieKyu-Yewook, fieeloving13, ryeoclouds27, leetaory, bryan ryeohyun, vebry, jas merah, sri, ryearyeo, dan fiewook. Gamshamnida^^.
