Maaf sebelumnya jika banya TYPO(s) atau bahasa yang tidak dimengerti. Saya masih baru dalam hal tulis menulis. Dan masalah Typo(s) saya ngetik kilat jadi ya mohon maklum jika ada huruf yang tertinggal atau kelebihan. Terimakasih pada semua yang udah sempetin review

Chapter III

Kyuhyun dan Ryeowook sama-sama sedang berada di dapur rumah Kyuhyun. Mereka sedang menata beberapa makanan di piring untuk menyambut para tamu Kyuhyun.

"Oppa, bagaimana dengan chips ini?" Tanya Ryeowook mengeluarkan beberapa bungkus keripik kentang dari kantung belanjaan.

"Masukan pada toples saja Wookie. Toplesnya ada diatas rak sana!" Tunjuk Kyuhyun pada sebuah rak diatas kompor yang lumayan tinggi sambil masih sibuk menata beberapa cupcake di piring.

Mendengar perintah Kyuhyun, segera saja Ryeowook berusaha mengambil toples dirak yang terlalu tinggi untuk ukuran tubuhnya.

Kyuhyun yang baru menyadarinya, bahwa Ryeowook sedang bersusah payah, tersenyum lalu menghampiri Ryeowook.

"Dasar pendek!" Ejek Kyuhyun namun dengan senyuman manisnya. Ia elus rambut Ryeowook lalu ia ambil sebuah toples diatas rak yang menurutnya biasa saja.

Ryeowook cemberut. Kyuhyun terkikik.

"Sudah cepat masukan keripiknya kedalam toples. Mereka akan datang dalam, one two, three." Baru saja Kyuhyun berucap, suara bell dirumahnya terdengar.

'kenapa dia bisa melakukan itu?' Heran Ryeowook dalam hati.

"Bingung kenapa aku bisa tahu?!" Tebak Kyuhyun melihat reaksi Ryeowook yang kebingungan.

"Sudah cepat masukan chipsnya. Aku akan membukakan pintu untuk mereka dulu." Perintah Kyuhyun lalu berjalan keluar dapur menuju ruang depan untuk membukakan pintu bagi para tamunya.

"Anyeonghaseyo Siwon wongeumnim, Shindong-ssi, Kibum hyung, oh ternyata Donghae ikut juga. Silahkan masuk." Sapa Kyuhyun dengan senyuman ramahnya.

"Silahkan duduk. Aku akan bawa beberapa camilan." Kyuhyun berlalu kedapur untuk membawa camilan yang telah ia dan Ryeowook siapkan.

"Kajja kita kedepan. Antarkan makanan ini." Ajak Kyuhyun pada Ryeowook. Ryeowook hanya mengangguk lalu membuntuti langkah Kyuhyun.

"Kim Ryeowook-ssi? Bukankah kau siswa kelas XII-C:1? Kenapa kau bisa ada disini?" Siwon menatap tak percaya pada yeoja yang kini berada dihadapannya disamping namja yang menjadi bawahannya kini.

"Dia calon istriku wongeumnim." Jawab Kyuhyun semabarangan menampakan seringaiannya. Ryeowook memerah karena malu, namun sedetik kemudian, ia menatap tajam Kyuhyun.

"Dia hanya mengada-ada wongeumnin. Aku dihukum menjadi asisstannya wongeumnim." Adu Ryeowook pada Siwon sebagai kepala sekolah.

Siwon menatap heran Kyuhyun.

"Akan ku jelaskan nanti Wongeumnim. Silahkan dicicipi makanannya." Kyuhyun mempersilahkan. Lalu ke 4 tamu Kyuhyun segera mencicipi makanan yang disediakan Kyuhyun, sambil memulai perbincangan mereka tetetang sekolah. Karena merasa tak memiliki keperluan, Ryeowook dan Donghae memutuskan untuk meninggalkan ruang tamu dan menuju kamar Ryeowook dirumah Kyuhyun.

~Ryeowook room~

"Wookie, ternyata Kibum oppa tak seperti yang aku pikirkan. Dia sangat baik, lembut, dan perhatian. Ia jga tak semesum yang aku pikirkan. Aigoo, sepertinya aku akan benar-benar mulai mencintai Kibum oppa. Wookie eottokhae?" Curhat Donghae pada Ryeowook.

"Itu bagus Hae. Aku setuju jika kalian berpacaran asli bukan hanya status tanpa cinta. Lagipula ku lihat Kibum oppa orangnya baik, perhatian dan tampan." Ryeowook sedikit menggoda sahabat terdekatnya itu.

"Ah, Wookie aku membeku." Teriak Donghae tak terlalu keras, memegangi pipinya yang rasanya seperti membeku. Ryeowook tertawa melihat tingkah Donghae.

"Aku juga sedikit merasa bersalah pada Kyuhyun oppa Hae, aku sempat membentak dan berlaku tak sopan padanya. Ternyata ia baik dan perhatian. Ya walaupun selalu mengejek tubuhku yang pendek dan suaraku yang tenor ini." Ucap Ryeowook setelah berhasil menghentikan tawanya. Senyum menghiasi wajahnya saat mengingat perhatian Kyuhyun padanya. Namun berbah menjadi mimik wajah yang kesal ketika mengingat kelakuan Kyuhyun yang selalu mengejeknya.

"Ah, apakah kita akan jatuh cinta pada seonsaengnim kita sendiri?" Donghae membaringkan tubuhnya dikasur queen size dikamar Ryeowook.

"Mollayo. Tapi ini pertama kalinya aku jatuh cinta pada namja yang agak jauh umurnya denganku." Timpal Ryeowook mengikuti jejak Donghae.

"MWO? Apa kau baru saja mengatakan bahwa kau mencintai Kyuhyun seonsaengnim?" Donghae kembali menegakan tubuhnya setelah mendengar ucapan Ryeowook yang sepertinya keceplosan itu.

"Omo. Aniyo, aniyo, aniyo. Aku hanya bercanda Hae. Tak usah seheboh itu. Aku hanya ingin menemanimu yang sama-sama menyukai seonsaengmin." Elak Ryeowook dengan gelagapan. Donghae mengangguk walau sebenarnya ia tak percaya.

'Ah, baboya. Apa yang kukatakan? Kenapa aku bisa berkata seperti itu? Apa benar aku sudah mencintainya hanya dalam beberapa pertemuan saja? OMO. Aniyo. Andwae. Shireo.' Pikir Ryeowook segera menggelengkan kepalanya atas apa yang dipikirkannya.

^18.45 KST^

Tok tok tok

"Wookie, Hae cepat keluar. Kita makan malam." Panggil Kyuhyun dari luar kamar Ryeowook.

"Ne, oppa. Kami keluar." Jawab Ryeowook dan Donghae berbarengan. Lalu mereka keluar kamar dan menuju ruang makan. Disana sudah siap Kibum dan Kyuhyun.

"Lho, Siwon wongeumnim, dan Shindong seonsaengnim kemana?" Tanya Donghae heran tak menemukan dua manusia yang tadi berangkat bersamanya juga Kibum.

"Mereka pulang duluan. Cepat duduk dan makanlah." Jawab Kibum lalu mengeserkan kursi untuk Donghae.

Mereka melulai acara makan malam mereka.

"Chagi, cobalah ini." Kibum menyodorkan sepotong daging dengan sayuran tapat pada bibir Donghae. Donghae bersemu, membuat Kyuhyun dan Ryeowook tertawa kecil.

"Otte?" Tanya Kibum pada Donghae tanpa memperdulikan tatapan Ryeowook dan Kyuhyun yang sepertinya sedikit jealous dengan kelakuan mereka.

"Ma, Mashita." Jawab Donghae gugup.

"Ini tadi aku dan Kyuhyun yang membuatnya. Hah aku tak menyangka masakan kita akan semenakjubkan ini Kyu." Kibum mengedipkan sebelah matanya pada Kyuhyun. Dibalas seringaian oleh Kyuhyun.

"Aku tak menyangka kalian bisa masak." Ucap Ryeowook menyuapkan nasi kemulutnya.

"Aku dan Kibum hyung pernah belajar di culinery school di Itali 1 tahun. Tapi itu hanya selingan waktu senggang kuliah kami." Jawab Kyuhyun tersenyum kearah ryeowook, dan membuat yeoja 18 tahun itu tersipu.

Acara makan malam 4 manusia yang bertemu secara tidak sengaja itu, mungkin, kini telah selesai. Kibum dan Donghae sudah berpamitan pulang 5 menit lalu.

"Aku akan memeriksa hasil ulangan kalian tadi, dan menandatangani beberapa file yang tadi diperintahkan wongeumnim. Sebaiknya kau tidur sekarang." Kyuhyun menutup pintu setelah sebelumnya mengantar Kibum dan Donghae sampai beranda rumahnya.

"Aniyo. Aku asisstant oppa. Berarti aku akan membantu oppa." Ryeowook menolak suruhan Kyuhyun untuk segera tidur.

"Ini akan selesai tengah malam. Kau akan kelehan besok dan aku tak mau sampai kau tertidur dikelas karena membantuku semalaman. Sudahalah Ryeowookie tidur saja." Kyuhyun bersikeras memaksa Ryeowook untuk tidur.

"Shireo! Aku belum mengantuk." Tolak Ryeowook lagi.

"Keurae. Tapi jika kau sudah mengantuk segera tidur. Arra?"

"Ne, arraeso."

Kyuhyun lalu mulai berkutat dengan file-file yang tadi diberikan Siwon. Sementara Ryeowook berkutat dengan laptop Kyuhyun. Ya, Kyuhyun menyuruh Ryeowook untuk memasukan nilai ulangan yang telah sebelumnya ia periksa kedalam daftar nilai para murid yang ia simpan didalam laptopnya.

Waktu telah menunjukan pukul 21.23 KST.

Kyuhyun masih tetep bergumul dengan file sekolah yang memang sangat banyak. Sedangkan Ryeowook, sepertinya ia sudah kelelahan dan mengantuk karena terus mengetik. Saking mengantuknya, kepanya sampai terjatuh dipaha Kyuhyun yang berada disampingnya.

Kyuhyun yang sedang sibuk menandatangani berkas, terperanjat oleh sesuatu yang jatuh dipahanya, yang telah kusebutkan tadi, yaitu kepala Ryeowook.

Kyuhyun tersenyum.

"Sudah kubilang kau akan kelelahan." Kyuhyun bergumam lalu menaikkan Ryeowook ketas tangannya. Menggendong yeoja mungil itu bridal style menuju kamar si yeoja.

Sesampainya dikamar Ryeowook, Kyuhyun segera membaringkan tubuh indah itu diranjang berbalut sprai perpaduan ungu dengan biru itu.

"Kenapa kau bisa begitu cantik Wookie? Tak salah aku menerima perjodohan itu. Ya walaupun pada awalnya aku menolak karena belum mengenalmu. Tapi setelah melihat wajahmu hanya dalam foto, aku meyakinkan diriku bahwa aku harus menjadikanmu istriku kelak, karena aku yakin kau impianku. Walau kau disekolah sangat nakal dan suka berbuat onar, juga nilai pelajaran yang buruk, tapi kau yeoja yang sangat aku impikan. Maka dari itu, aku akan merubah sifat nakalmu dan memperbaiki otakmu agar sedikit lebih cerdas. Maka kau akan menjadi yeoja sempurna pendamping Cho Kyuhyun. Saranghaeyo Ryeowookie. Jaljayo." Kyuhyun bermonolog dengan pandangan terus tertuju pada Ryeowook yang tengah tertidur pulas. Ia lalu menyelimuti tubuh Ryeowook dan mengecup kening Ryeowook.

*flashback*

1 years ago.

"Kyu, eomma tak mau tahu kau harus menerima perjodohan yang sudah appa dan eomma impikan sejak dulu. Appa dan eomma yakin dia yeoja yang baik dan cocok menjadi pendampingmu." Ucap Jaejoong –eomma Kyuhyun melalui telepon, karena Kyuhyun sedang tinggal di Itali untuk kuliah.

"Ah SHIREO! Andwaeyo eomma. Biar Kyu pilih yeoja yang Kyu mau. Kyu bahkan tak mengenal atau melihat wajah yeoja pilihan eomma itu."

"Tidak ada penolakan. Jika kau tetap menolak, jangan harap kau bisa melihat wajah eomma lagi setelah kau pulang nanti. Dan ucapkan selamat datang pada hidup susah di negri orang, karena appa akan mencabut semua fasilitasmu. Kau bisa tentukan Cho Kyuhyun!"

"Andwae! Ne, aku terima. Tapi aku lihat dulu yeoja itu."

"Appa akan segera mengirim foto dan profilnya ke emailmu. Akan ada juga video keseharian dia."

"Ne, eomma."

Kyuhyun menatap takjub layar Komputernya. Disana terpampang sebuah gambar yeoja cantik manis dan imut tengah tersenyum. Dibawahnya terlihat beberapa tulisan biasa, dan sebuah tulisan becetak miring dengan ukuran besar dan tebal bertuliskan "KITA TAK AKAN MEMBERI TAHU RYEOWOOKIE TERLEBIH DAHULU JIKA IA DIJODOHKAN DENGANMU. KITA AKAN MEMBERI TAHUNYA SETELAH KAU BERHASIL MEMBUATNYA JATUH CINTA PADAMU DAN SEAKAN HUBUNGAN KALIAN TERJADI BUKAN KARENA PERJODOHAN. KARENA JIKA RYEOWOOK TAHU, IA DENGAN MUDAH AKAN MENOLAKNYA. DAN KANGIN APPA RYEOWOOK TAK AKAN TEGA PADA ANAKNYA ITU, DAN MEMBATALKAN PERJODOHAN YANG APPA DAN EOMMA INGINKAN. KITA HARUS BALAS BUDI PADA MEREKA, DAN MEMPERERAT HUBUNGAN KITA."

"Ini menarik. Tunggu aku kembali ke Korea Kim Ryeowook." Kyuhyun tersenyum simpul,

*flashback end*

~Keesokan harinya~

"Wookie ireona! Kita harus segera pergi sekolah." Kyuhyun menepuk pelan pipi Ryeowook.

"5 menit lagi appa. Minho-ya, siapkan bukuku!" Gumam Ryeowook dengan mata yang masih terpejam.

'Benar-benar berantakan.' Pikir Kyuhyun melihat keadaan Ryeowook saat tidur. Bentuk sprei yang sudah tak beraturan, bantal yang sudah entah ada dimana, dan sedikit air liur yang menetes dipipi tirus Ryeowook.

"Ini aku Kyuhyun. Kau ada dirumahku, bukan dirumahmu. Cepat bangun! Kita akan terlambat." Suruh Kyuhyun lagi.

"Mwo? Ne seonsaengnim. Mianhae aku pikir ini rumahku." Ryeowook salah tingkah.

"Gwaenchana. Oppa bukan seonsaengnim. Ingat itu!"

"Ne, oppa. Aku mandi dulu."

"Kha! Aku tunggu di bawah untuk siapkan sarapan."

"Arra."

~Ruang makan~

"Apa tidurmu selalu berantakan Wookie?" Tanya Kyuhyun disela kegiatan memotong rotinya.

"Maksud oppa?" Bukannya menjawab, Ryeowook malah bertanya dengan wajah innocent.

"Hahaha. Ya, seperti air liur yang menetes dipipi, bantal yang sudah tak berada ditempat semula, sprai yang sudah tak tentu bentuknya, juga piyama yang sediit terbuka." Kyuhyun tertawa ringan menggoda Ryeowook.

"Mwo? Yak! Oppa kenapa mmelihatku dalam keadaan seperti itu. Aku malu. Ahh eottokhae?" Ryeowook langsung salah tingkah dibuatnya. Ia menundukan kepalanya karena malu.

"Hahaha. Seharusnya tadi aku memotretnya, dan menyebarkan ke seluruh sisa di SM." Kyuhyun makin gencar menggoda Ryeowook setelah melihat reaksi dari si yeoja.

"Oppa kau jahat." Sungut Ryeowook mempoutkan bibir cherrynya.

"Hahaha, mian, mian. Aku bercanda. Kau tetap terlihat cantik ko walau dalam keadaan kacau pun." Kyuhyun menggombal mencoba memulihkan kembali mood Ryeowook. Ia ingat kata-kata Kangin bahwa Ryeowook sangat suka bila diucapkan kata-kata manis, dalam artian pujian atau hanya sebuah rayuan gombal.

"Sudah jangan cemberut lagi yeoja manis. Kita harus segera pergi atau kau mau terlambat?" Kyuhyun mencubit pipi Ryeowook gemas.

~SM Senior High School~

Motor gagah berwarna merah yang kita ketahui milik Cho Kyuhyun salah satu seonsaeng yang mengajar di SM Senior High School tampak memasuki arena sekolah dengan santai. Semua mata tertuju pada motor itu, atau lebih tepatnya pada sepasang manusia yang sedang berada diatasnya. Merasa risih, Ryeowook menundukan kepalanya.

"Oppa, kenapa semua memandangi kita dengan tatapan seperti itu? Aku risih." Bisik Ryeowook saat memberikan helm yang tadi ia gunakan pada Kyuhyun.

Kyuhyun hanya tersenyum seraya mengelus rambut Ryeowook.

"Gwaenchana. Mereka hanya iri padamu. Kau tahu semua orang mengantri untuk diboncengi seorang Cho Kyuhyun yang tampan. Jadi wajar jika mereka seperti itu." Jawab Kyuhyun narsis.

"Ah, jawabanmu sama sekali tak membantu. Aku ke kelas duluan." Setelah pamit, Ryeowook segera berlari menuju kelasnya.

~XII-C:1 class~

Braakk

Seorang yeoja berambut soft curly dengan wajah juteknya datang dan menggebrak meja Ryeowook, saat Ryeowook, Donghae dan Sungmin sedang bercerita sebelum bel masuk berbunyi.

"Yak! Apa-apaan kau Hwang Mi Young?" Bentak Ryeowook tak terima sambil berdiri menantang.

"Ada hubungan apa kau dengan Kyuhyun seonsaengnim?" Tanya yeoja bernama Mi Young itu jutek.

"Memang apa urusannya denganmu? Mau aku punya hubungan apapun dengan Kyuhyun seonsaengnim, bukan urusanmu kan? Jadi apa masalahmu?" Balas Ryeowook tajam.

"Aku tak suka kau mendekati namja-ku." Mi Young menunjuk waha Ryeowook.

"Hah, namjamu kau bilang? Iya jika Kyuhyun seonsaengnim mau mengakuimu sebagai yeojanya. Kenal padamu saja, itu sebuah keberuntungan untukmu." Ryeowook menatap tajam pada Mi Young yang juga sedang menatapnya tajam.

Dibelakang Ryeowook siap Sungmin dan Donghae untuk membantu temannya itu kalau kalau terjadi pertengkaran. Namun dibelakang Mi Young berdiri juga anak buahnya yaitu Jessica dan Yoona.

"KAU!" Baru saja Mi Young akan menampar Ryeowook, bel masuk keburu berbunyi. Dan pertengkaran gagal dilakukan.

"Sudah Youngie, Kibum seonsaengnim akan segera datang. Jika ia tahu, urusannya akan panjang. Nanti saja kita beri pelajaran pada yeoja sombong ini." Tahan Jessica.

"Urusan kita belum selesai pendek!" Bentak Mi Young sebelum duduk dibangkunya karena paksaan Jessica dan Yoona.

~Skip Time~

~Skip Time~

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid berhamburan keluar kelasnya. Namun Ryeowook, Donghae dan beberapa siswa masih berada dalam kelas, sedangkan Sungmin sudah terlebih dahulu pulang karena katanya ada janji.

Ryeowook dan Donghae sedang sibuk dengan ponsel masing-masing. Mereka sedang sibuk mengetik pesan, -Ryeowook untuk Kyuhyun, Donghae untuk Kibum-.

"Kajja Wookie, aku sudah ditunggu namjachinguku." Ajak Donghae. Ia tak bisa menyebut nama Kibum yang sedang menunggunya, karen di kelas masih ada beberapa siswa termasuk Mi Young and friend yang sedang sibuk berdandan.

"Ne, aku juga sudah ditunggu. Hajima, antar aku ke toilet dulu ne? Aku ingin buang air." Kata Ryeowook menyoren tas slempangnya. Donghae hanya mengangguk mengiyakan.

"Ini saatnya kita beraksi girls. Hwaiting!"

~Woman Toilet~

"Cepatlah Wookie, aku sudah ditunggu." Suruh Donghae tak sabar.

"Sabar sedikit Hae." Jawab Ryeowook lalu keluar dari bilik yang tadi ia gunakan untuk buang air kecil. Ryeowook lalu menghampiri wastafel untuk mencuci tangannya.

Saat Ryeowook sedang mencuci tangan, dan Donghae sedang mengutak atik ponselnya, tiba-tiba pintu toilet terbuka dan menampakan 3 orang yeoja yang masuk dengan seringaian menyeramkan. Ketiga yeoja itu langsung mengepung Donghae dan Ryeowook.

"Karena kau berani padaku, akan ku beri kau pelajaran berharga." Ucap Mi Young bersiap melayangkan bogem ke wajah Ryeowook namun keburu ditahan oleh Ryeowook. Ia cegah tangan Mi Young yang hampir mengenai wajahnya, lalu memutar tangan yeoja itu kebelakang punggung si yeoja.

"Kau pikir aku takut padamu? Itu hanya mimpi disiang bolong Hwang Mi Young!" bentak Ryeowook mendorong tubuh Mi Young membentur tembok. Reflek Yoona dan Jessica menolong sang leader digroupnya itu.

Donghae yang sedari tadi terlihat santai memainkan ponselnya ternyata sedang mencari bantuan melalui pesan singkat.

"Brengsek kau Kim Ryeowook!" Mi Young, Yoona dan Jessica berlari menghantam tubuh Ryeowook dan Donghae bersamaan. Perkelaihanpun tak terelakkan.

Tak lama dua namja memasuki toilet yeoja, bukan karena mereka pervert dan ingin mengintip, tapi mereka mendengar laporan bahwa ditoilet yeoja tenga terjadi perkelahian.

"Kim Ryeowook! Hwang Mi Young! Hentikan!" Bentak si namja jangkung.

"Lee Donghae! Jung Jessica! Im Yoona hentikan!" bentak si namja kedua.

"Ikut kami ke ruang guru sekarang!" Namja jangkung yang tak lain tak bukan itu Kyuhyun menarik tangan Ryewook dan Mi Young, menyeretnya menuju keruang guru. Kibum pun turut menyeret yeoja yang lain yang tadi sempat ikut dalam pertengkaran.

~Teacher Room~

"Kalian ini apa-apaan? Memalukan sekali. Untuk apa kalian melakukan hal bodoh seperti ini? Bertengkar dilingkungan sekolah. Mengecewakan." Bentak Kyuhyun. Kelima yeoja yang tadi berkelahi hanya menunduk menyesali perbuatan mereka sambil terus diberi wejangan oleh sang guru yang juga wali kelas mereka. Kibum duduk dikursi memperhatikan kelima yeoja itu.

"Apa masalah yang kalian ributkan?" Tanya Kyuhyun dengan suara yang sedikit direndahkan.

"Mereka tiba-tiba datang menghampiriku, Yonna dan Jessica. Ryeowook lalu menamparku seonsaengnim. Donghae juga ikut menampar Yoona dan Jessica." Jawab Mi Young berbohong.

"Bohong seonsaengnim. Dia yang datang tiba-tiba lalu mengepung kami. Dia akan menamparku tapi kutahan. Ia justru menyerang kami dengan lebih parah." Bela Ryeowook.

"Cih, pintar sekali kau memutar balikan fakta." Mi Young mendecih.

"Aku tidak memutar balikan fakta. Kau yang melakukan itu." Ryeowook menunjuk wajah Mi Young. Keadaan kembali memanas.

"DIAM!" Bentak Kyuhyun. Ia mulai naik pitam karena merasa tak dihargai sebagai seonsaengnim.

Keadaan kembali hening. Ryeowook dan Mi Young kembali menundukan kepalanya takut oleh bentakan Kyuhyun. Bahkan Ryeowook mulai menitikan airmatanya.

'Kenapa rasanya sakit sekali dibentak olehmu oppa. Padahal aku sering dibentak Siwon wongeumnim atau Shindong seonsaengnim karena kelakuanku yang bahkan lebih parah dari ini. Tapi kenapa sangat sesak ya?!' Batin Ryeowook.

TBC^^

Masih berharap . MAKASIH BANYAK BUAT YANG SELALU SEMPETIN RIVIEW. MAAF GAK BISA TULIS SATU-SATU NAMANYA.

Mau sedikit promosi nih, boleh ya?! :D

Kalau ada yang mau request fic, atau mau lebih dekat samaku, dan mau berteman denganku -jujur aku dikit temannya-, hehehe bisa:

Follow: revaeva_evong

Add: Moulidya Revatilla

Hehehe, gomawoyo kalau gak mau gak maksa ko. Hehehe :D