chalice : *ngendap-ngendap kabur dari lokasi*
Yuna, Kagemi, Aoi : (inner : MENCURIGAKAN!)
Yuna : Gelagat mencurigakan sekali kamu, Chalice *Nyeret Chalice mendekat TKP (?)*
Chalice : AYEEE KHILAF! *logat Betawi jaman dulu* MAAF KAN SAYA TELAT UPDATE TTATT, Soalnya saya mencari informasi lebih di internet (susah sekali dan cerita pitung di PLKJ/PLBJku hilang DX) dan mengetik cerita ini TTATT.
Yuna, Kagemi, AOI : KENAPA KAU PAKAI LOGAT BETAWI!?, CHALICE?!
Chalice : GOMEEEN! kan ini soal cerita betawi jadi kaga apa donk #killed.
Disclaimer : *kecapean mental maupun fisik #plak* Vocaloid bukan milik chalice (kalian tahu siapa yang punya kan? chalice cape ngulang #dibunuh), tapi kalau cerita GaJe ini milik chalice :3
Warning : SANGAT Garing DX, GaJe, Abal, Tidak benar dalam EYD, TYPO, OOC, OC mungkin, Lebay, Bahasa kacau, bahasa campuran betawi-jepang-indo-inggris-gaul, Bahasa sedikit kasar atau sedikit 'hentai', FIC YANG GILA KARENA CHALICE LAGI GILA HARI INI, Dll.
Ket :
"ABC" = Bicara
ABC = Keadaan di luar atau dunia nyata bukan di dalam cerita, jadi bisa di bilang ada kejadian nyelip XD
'ABC' = Bicara dalam hati saat mereka melakukan peran.
ABC = sebuah tulisan di kertas atau apa, dan suara BGM atau SFX.
ABC = Jalan cerita drama tersebut yang dibacakan sang narrator cerita di mic (?).
'ABC' = bicara dalam hati.
Balas Review :
Karen Whiet :
Iya, Chalice lagi nostlagia dengan cinderella makanya jadi begini :3
Cerita X3 *ditabok*
Tidak mungkin, kan Kita belum tahu bagaimana XD
Chalice juga bingung gimana caranya bisa kaya gitu #gaploked. kalau Miku dia merobek bajunya pas Ada cahaya terang XD
Memang sengaja di buat OOC :3, benarkah? chalice senang XD
Terimakasih atas Reviewnya :3
Dan sudah update XD
Minami no Hikari Kagamine :
Chalice juga kaga tahu kenapa bisa dapat ide kaya gitu XD.
Tapi intinya... terimakasih atas reviewnya XD
CoreFiraga :
Chalice juga bingung ini cinderella atau juliet dan romeo :3,
Benarkah? Chalice aja ketawa sampai 15 menit aja langsung tepar XD
Kagemi : Tenang aja, chalice udah sering di bunuh Vocaloid Chara dan Ocnya, jadi bisa di bilang dia immortal di dalam ficnya :D
Tidak, chalice justru senang kalau ada reader menulis review panjang-panjang XD
Sudah update XD
Terimakasih atas Fave dan Reviewnya XD
Saitou Kemiko-Arishima Joruri :
Benarkah? chalice juga pengen ngelihat gumiya XD
Thia? Umm... bentar *mikir*... Boleh kok XD
Sudah update XD
Terimakasih atas Reviewnya XD.
Kisasa Kaguya :
Chalice tertawa membaca review anda, lucu dan humor nya terasa (?) XD
Oke, ini mulai OOT...
Benar, nama yang cukup indah kan? #di timpuk Wortel.
Setuju, Kebalik ya XD hahahaha #dibunuh.
Oke, anda juga harus ganbatte XD
Terimakasih atas Reviewnya XD
NijihanaOichi :
Benar... pooor... Miku *puk-puk kepala Miku* #kena timpuk negi.
Oke, Saya akan ganbatte XD
Terimakasih atas Reviewnya dan Favenya, Oichi-chan XD
Sudah update XD
nekoyoshyosh :
Sudah ada nih, silahkan di baca XD
Sudah lanjut XD
Terimakasih atas reviewnya XD
Note : Gomen jika cerita pitungnya aneh dan kacau... Chalice udah lupa cerita originalnya *pundung* jadi cerita Pitung akan di ubah chalice 89% alias nyaris sepenuhnya *dibunuh warga Betawi jaman dulu (?)*
~Happy Reading~
Tim 2 segera keluar dari kelas dan tirai di tutup (?), lampu di matikan dan TENG! TENG! Saatnya nonton bioskop (?).
LenTung (?)
LenTung : Len Kagamine.
Komandan kompeni : Lui
Pak Piun (Bapak Pitung) : Meito sakine.
bu Pinah (Ibu Pitung) : Meiko Sakine.
Prajurit Kompeni : Dell Honne
Haji Naipin (Guru Pitung) : Rin Kagamine.
Narator, Prajurit Kompeni : Chalice07 (Reader : JAH! Nih author masih jadi narrator aja!)
Narrator pengganti : Kagemi Kageyami (oc Chalice)
Jaman dahulu di betawe (*tiba-tiba ada suara gamparan di belakang Backstage*)
Pencinta cerita Betawi : KENAPA JADI BETAWE?!
Chalice : oh salah ya? #digampar
Betawi di kuasai oleh Mbak Belanda (*Terdengar suara lentusan senjata* Belanda Sekutu : WOY! author bodoh! kenapa nama negara kami jadi 'mbak'?! kami bukan cewe aja! kami juga ada yang cowo! #abaikan) Yang JUAHAT (?) dan Kejam!
Rakyat Betawi sangat-sangat-sangat miiiiiiiskiiiin sekali *suara bernada*
Di sana hiduplah seorang yang belajar bela diri dari GURU Rinny-sensei! (?) yang bernama LenTung (?) atau bisa di bilang Lontong (*terdengar suara lindesan di belakang backstage yang mengakibatkan penonton sweadropped*) Ralat! Ralat! namanya LenTung.
"Rinny-sensei (Reader : Kami bingung? ini lokasinya di indonesia atau di jepang? Pakai sensei segala *Sweadropped*), Apakah ada yang mau ajarkan ke aye?" tanya Lentung.
"Hohoho... ada-ada, jurus rahasia ku" ucap Rinny sambil ngelus jenggot ( Reader dan Kiyo-sensei : HEEELLL!? SEJAK KAPAN RIN ADA JENGGOT?!)
Lentung yang mendengar jurus rahasia segera dia mempertajam pendengarannya dan sangat tertarik.
"Apa itu, Cek gu! (Reader : (inner : KOK JADI BAHASA BEGINI?!)" Tanya LenTung.
"Jurusnya adalah..." Ucapan Guru Rin menggantung, dia segera menggerakkan tangannya mirip mau mengeluarkan jurus bela diri.
SFX : DENG! DEEEENG! DENG DENG DENG! DENG! DEEEENG! *nada suaranya nada suara musik china :D*)
Lentung memandang gerakan-gerakan Rin dengan mata bling-bling.
"JURUS BAU KETEK SATE AYAM (kiyo-sensei dan murid-murid : (inner : Sejak kapan Sate ayam punya Ketek?!)" Ucap Rin sambil makan sate ayam.
BRUUUK!
LenTung jatuh ala anime
"Senseii! (?) Kapan kau mengajarkan aku jurus rahasia yang kau tadi kasih tahu tadi!" rengek LenTung (*terdengar suara gamparan keras dari backstage*)
"Uhuk... sabar, Sensei mau makan sate ayam dulu," ucap Rin sambil makan sup ayam (?).
"SENSEIIIIII!" Rengek LenTung dengan puppy eyes ( *yang membuat para Fansgirl Len dan Chalice yang berada di backstage Nosebleed*)
"Sabar sabar, aye mau makan dulu, bisakah ente (?) diam?" tanya Rin Sensei sambil mengelus Jenggot (*terdengar tendangan keras di belakang backstage*)
UWAAAH! GOMEN! GOMEN! SAYA BERCANDAAAAAA! (Kiyosensei dan Murid-murid hanya sweadropped) UWAAAAAAH! JANGAN BUNUH SAYA FANSBOY RIN! AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA! (Lui : HEI! matikan Micnya dulu!)
*hening*
(*terdengar suara gamparan dan jitakan kencang di belakang backstage membuat para penonton sweadropped*)
EHEM... gomen... ada kesalahan teknis.
Rin-sensei segera terpengaruh dengan jurus puppy eyes Len yang ngebuat wanita nosebleed, segera memakan habis makanannya, Piring dan sendoknya juga ikut serta masuk kedalam perutnya (?)
"Baiklah saya akan mengajarkan 2 jurus rahasia gurumu itu, kau sudah berhasil mendapatkan semua jurusku, sekarang aku akan menurunkan 2 jurus rahasiaku" ucap Rin dengan tegas.
"jurus apa itu, Guru rin!" teriak LenTung kaga sabar.
"Jurus pertama adalah ilmu kebal!" ucap Rin dengan tegas.
"Dan jurus kedua?" tanya LenTung dengan tidak sabar
"Akan saya kasih tahu setelah kau bisa menyempurnakan jurus kebal ini" ucap Rin dengan tenang "Jurus itu gampang sekali di pelajarin walau kekuatan mengalahkan musuh cukup kuat, tapi akan saya ajarkan jurus Kebal karena itu susah, jadi kau mengerti itu, LenTung?, dan Ingat jurus kedua hanya bisa di pakai sekali" tanya Rin.
LenTung menganggukkan kepalanya "SAYA MENGERTI SENSEIII!"
Setelah LenTung berjalan pulang karena sudah tidak pulang 1 hari 1 malam #plak.
"AKU PULANG!, Ibuuu! ayaaaaaaah~" ucap LenTung dengan suara bernada saat dia memasukin area dalam rumah.
"Selamat pulang, LenTung" ucap Meiko dengan smilling,
"Ah, selamat pulang, LenTung, bagaimana dengan pelajaran ilmu silatmu?" tanya Meito sambil nyangkul lantai (?)
"Baik, ayah" ucap LenTung dengan senyum bak matahari.
"Hohoho... Senyuman charmingku ternyata menurun padamu yah, nak" ucap Meito sambil menepuk pundak LenTung.
"Iya donk, ayah, LENTUUUUNG GITUUH LOCH~" ucap LenTung bangga sambil bergaya alay,
Dan di belakang background dua mahluk nista itu terdapat tulisan "HAHAHAHAHA!"
'KOK JADI BEGINI CERITANYA?!' Batin Meiko, Kiyoteru, penonton dan Reader sambil sweadropped.
"Nah, Nak. besok kau harus membantu bapak di ladang, 'kay? Kau tahukan anak baek musti taat kepada orang tua" ucap Meito dengan senyuman charmingnya.
LenTung mengangguk berati iya "TENTU SAJA BABEH! (?)" teriak LenTung dengan semangat api sepanas 100000 celcius dari permukaan laut (?)
Meito dan LenTung berpelukan ala teletubes.
Meiko hanya bisa sweadropped sambil geleng-geleng kepala.
LenTung membantu Babehnya atau bahasa kerennya Bokapnya atau Nyokapnya (*terdengar suara tamparan maut di belakang backstagenya*) atau Bapaknya atau bahasa paling kerennya his Father (?). di ladang.
Pekerjaan di ladangnya di mulai dari :
- Ngeggoda wanita belanda (*terdengar suara tabokan di belakang backstage*
- Nyangkul batu (?)
- nanem duit (?) di kebon.
- Nyiram Hewan di dalam tanah (?).
- Meluk tumbuhan pisang (?) dengan aura pink-pink.
- Cium-cium pisang raja.
dan... (*sebelum chalice menyelesaikan kata-kata dia sudah di tabok Reader duluan*) KENAPA KALIAN MEMUKULKU?! (Reader : CERITANYA JADI GAJE TAUUU! UDAH! HABISIN DURASIN SAJA! CEPETAN! TOPIKNYA LANGSUNG!) OKE, OKE...
Die (bukan bahasa inggris lho, ini hanya asal saja #plak) Melihat Babehnya di tabok sekutu eh? atau kompeni ya? tau ah Gulita (*terdengar gamparan maut di belakang backstage*)
"HEI! Kau! Kau bisa kaga sih nyangkul dengan cepat?!" omel Dell selaku sang sekutu.
"Uuhuhuhuhu... maafkan aye bapak... saya sudah tue (?) saya sakit linu nih..." keluh Meito sambil megang punggungnya.
"Bapak! bapak! memangnya aye bapak lu apa?!" Omel Dell yang lupa dia melakonin Kompeni " Kalau pegal pakai tolak Ang*n (Reader : 'apa hubungannya coba?')" ucap Dell sambil promosi sebuah minuman tertulis TOLAK TANAH (?).
Meito hanya sweadropped melihat Kompeni tersebut Malah promosi minuman,
"AAAH! NO BERI NO SIK! SEKARANG! BERIKAN AYE BARANG-BARANG YANG ENTE PUNYA!" omel Dell sambil berkacak pinggang.
Meito segera mengambil cadangan celana pendeknya yang dia simpan di dalam Bra-nya, (Reader, Kiyoter, penonton : WTH?! MEITO PAKAI bra?! DEMI KAMI SAMA!) dan memberikannya ke Dell.
"Apa ini?" tanya Dell melihat Meito memberikannya sebuah celana dalam (?).
"Cadangan celana dalamku, kan kau bilang memberikan apa yang kupunya sekarang jadi yang ada sekarang ya ini" ucap Meito dengan tenang.
"Jadi aye terima nih?" tanya dell dengan logat betawi walaupun dia melakonin Belanda.
"Ya iyalah!" omel Meito.
Akhirnya dengan berat hati-berat badan- berat tangan- berat kepala- berat kaki- berat dosa (?)- dan- (*terdengar suara lindesan di belakang backstage*)
Back to stori,
Lentung melihat babehnya di palak Kompeni itu hanya menggeram kesal.
'Awas kau belanda! kau sudah menyiksa Rakyat Betawi! akan saya balas engkau!' batinnya sambil memecahkan 1 tangkai sapu lidi (Reader : JAH! gitu aja bangga!)
LenTung mendapat ide cukup 'Brilian' yaitu adalah... MENJUAL DIRI (*terdengar suara lindesan dan tabokan di belakang backstage*) Oke, Oke... maaf ada kesalahan sangat teknis (?) yang benar adalah... DIA MENCURIIII! YEAH! MAGIC LENTUNG BERAKSI! (Reader : Lu kate ini Magic Kaito apa?!)
DAN Lentung segera menulis surat untung Ketua kompeni Lui.
Di sebuah TEMPAT yang megah terlihat sang Ketua Kompeni, LUI VAN DHE BOSCH (Kagemi : Memangnya ini sudah di tahun berapa, chalice? kok ada van de bosch sih?!)
Dia memegang sebuah kertas
"By : LenTung si cowo Keceh.
To : Kompeni Leader (?).
Pada tanggal x, bulan Z tahun XXXX Saya akan mencuri harta benda anda, bersiap-siaplah!
tertanda Magic LenTung."
Lui, hanya bisa sweadropped membacanya.
"Bagaimana ini, tuan Lui? Hamba takut dia mencuri barang-barang hasil rampasan dari Rakyat Betawi?" tanya Lelaki atau perempuan ya? berambut hitam sedikit kecoklatan, bermata hitam sedikit coklat, berambut ponytail pendek, memakai seragam lelaki kompeni.
"Biarkan saja, Charlie, Aku yakin dia kaga berhasil Merampas harta benda belanda ini" ucap Lui dengan tenang.
"TUUUAAAAN LUUUIIII!" terdengar sebuah teriakan memanggil Lui.
Lui melihat Dell berlari sambil memegang sebuah kardus.
"Ada apa?" tanya Lui
"Saya sudah membawa barang rampasan dari rakyat" ucap Dell dengan tenang.
"Bagus, coba kau sebutkan apa saja yang sudah kau rampas sekarang?' tanya Lui.
"Penghasilan kita menurun drastic, akan saya sebutkan benda apa saja yang saya dapat,1. Celana dalam Pak Meito, 2. 12 Emas palsu, 3. 25 Perak rusak, 4. Bra PAK MEITO, 5. 100 kilogram jagung, ..." Dell menyebutkan semua benda yang berada di kardus kecil yang entah gimana caranya benda-benda itu muat di dalam kardus kecil itu.
Lui hanya ngangguk-ngangguk mengerti "Jadi mereka sudah tidak ada harta seperti emas, Perak, berlian dan Perhiasan ya?" tanya Lui.
Dell angguk-angguk
"Baiklah Nanti bulan depan kita paksa mereka harus ada benda-benda berharga" ucap Lui
Dell angguk-angguk disco.
"Ngomong-ngomong ada yang kurang" ucap Lui.
"apa itu?" tanya Dell.
"Celana Dalam Ring" ucap Lui dengan wajah datar.
Ring yang berada di mejanya hanya menampilkan wajah kesal dan blushing, segera ia melemparin Lui dengan Harisen besar dan ALHASIL TEPAT mengenai wajah SHOTA Lui.
"Ehem... akan saya ralatkan perkataan saya, Baiklah, bubar semuanya BUBAR! NO BU NO BAR! BUBAR!" omel Lui sambil ngeluarin cambuk.
'Charlie' dan Dell lari demi menyelamatkan diri dari Cambukan Maut pak Lui.
"HUWAAAA! LUI-CHAN MARAAAH!" teriak 'Charlie' dengan suara yang berubah drastis mirip cewe.
"Diam kau Lelaki jejadian!" omel Dell sambil lari.
dan mereka sembunyi dii.. Charlie sembunyi di dalam gentong dan Dell di dalam kardus yang mau di paketin besok.
Lentung berada di rumah Pak Lui kompeni shota.
Dia berhasil mencuri hasil rampasan di rumah pak Hadeh-hadeh Lui (namanya kok jadi ganti sih?!)
dia menghitung hasil rampasannya.
di mulai dari :
- Emas 100 gram (?)
- Perak 1 kilogram
- Celana Dalam dan bra Bapaknya.
- Perhiasan 250 buah
- Permata 120 buah.
- Sepatu buntut 500 buah.
- Sapu lidi 120 buah.
- Rempah-rempah 123 buah.
- 50 karung beras
- dll.
"Baiklah akan saya bagikan ini ke rakyat jelata" ucap LenTung dan pergi ke alun-alun kota.
sudah 5 hari Kompeni belanda kecolongan.
"Bagaimana ini, Tuan Lui?! Harta benda kita sudah menipis!" teriak 'Charlie' Panik,
"Iya, dan parahnya lagi Celana dalam Pak Meito dan duplikat celana dalam yang saya buat dari punya Ring kecolongan juga" ucap Lui dengan wajah Datar dan gaya mikir.
Ring yang berada di tempat duduknya hanya blushing berat 'HEI!? GIMANA CARANYA DIA NGEDUPLIKAT?! APAKAH WAKTU KERJA KELOMPOK DIA AMBIL DAN DIA DUPLIKATIN?! Awas kau Lui! Dasar Kekasih yang mesum!' Batin Ring dan sudah menyiapkan Harisen yang siap memukul Lui setelah drama selesai.
'Charlie' dan Dell hanya sweadropped.
"Kita harus menangkapnya agar kita tidak rugi" ucap Dell mengusulkan
'Charlie' dan Lui mengangguk setuju.
LenTung berada di depan rumah pak Lui dan siap mencuri lagi.
Saat dia masuk kedalam gerbang tuh mansion dia melihat... uhuk... sebuah banci eh? tunggu 'charlie' kan cewe wujud Charlie kan wujud crossdressingnya Chalice?! jadi bisa di bilang cewe yang beraura suram.
"Selamat datang, Pak Lentung" ucap Gadis itu dengan senyuman skartiknya, sambil membungkuk hormat.
"ah iya, terimakasih atas sambutannya yang ramah ini (?)" ucap Lentung sambil memberi hormat
Dan dua mahluk insan nista ini hanya tertawa garing.
Krik...krik...krik (Bapak Jangkrik numpang lewat :3 #killed )
"ehem... baiklah, Pak Lui ingin ketemu anda, LenTung" ucap Gadis itu sambil berdehem dan auranya sekarang kaga suram lagi tapi sparkling!
"Benarkah? memangnya ada apa?" tanya Lentung dengan 'BAKA'nya.
Gadis itu hanya sweadropped.
"TENTU SAJA BUAT MENGHUKUM MU LENTUUUUUNG! KAU SUDAH MEMBUAT NASIB BELANDA MISKIN! INI SUNGGUH TERLALU!" omel Gadis itu dan memegang kerah (?) baju Lentung dan menggoyang-goyangkannya saking frustasinya.
"UUUUUWAAAAAAH! LEPASKAN SAYAAAA!" Teriak LenTung.
"TIDAAAK AKAN! KEMBALIKAN BARANG-BARANG YANG KAU RAMPAS, LENTUUUUNG!" teriak Gadis itu dan menggoyangkan kepala Lentung.
"UWAAAAAAH! Otak saya geteeeeeeeeeeeeeer!" teriak Lentung saat kepalanya di goyang-goyangkan gadis itu.
Dan gadis itu tetap menyiksa Lentung tanpa ampun...
Dell yang melihatnya hanya sweatdropped.
"Hei, Chalice, kau sudah menyiksanya, bisa-bisa dia anmesia (?) tau" ucap Dell sambil sweatdropped.
"Oh iyaya! aye lupe!" teriak gadis itu dan menghetikan 'menggetarkan otak LenTung' "AYO IKUT AYE, LENTUNG!"omel gadis itu dengan wajah kesal.
"Hei, kau kompeni atau orang betawi?! kok pakai logat betawi?!" omel lentung kesal.
"Kaga apa donk! hobi hobi gue! Tante gue aja kaga pernah komplain gue pakai logat betawe!" Omel gadis itu dengan muka evil smile.
LenTung hanya sweadropped.
Dan mereka masuk kedalam mansion itu.
"HOHOHO marbelous! marbelous (?)! Kalian berhasil membawa LenTung!" puji Lui sambil tepuk tangan.
Chalice tanpa crossdressing hanya tersenyum senang "Tentu saja, Luiiiii-chaaaaaaaaaaaaaaaan~" ucapnya sambil loncat-loncat kegirangan mirip MKKB (masa kecil kurang bahagia)
Lui, Lentung dan Dell hanya sweadropped melihat aksi 'Kekanakkan' chalice yang kambuh dan musti di bawa ke Rumah sakit jiwa (?).
"Ehem, kau tau kenapa aye membawa ente ke sini?" tanya Lui.
Lentung hanya geleng-geleng.
"Sebenarnya alasan saya adalah..." ucap Lui menggantung.
KACHANK!
Chalice dan Dell menodongin LenTung dengan Shotgun.
"MEMBUNUHMUUU! HAHAHAHAHA!" Tawa Lui dengan psikopat.
DOOOOR! (entah ini pakai senjata apa yang bisa menghasilkan suara yang mirip dengan asli #plak.)
Lui, Chalice dan Dell hanya bercengo-ria~
Lentung...
Lentung...
LENTUUUNG MASIH HIDUP SODARA-SODARA SEKALIAN!
Lentung bergaya ala super hero.
"HUAHAHAHA! AKU MEMILIKI JURUS KEBAL! SEHINGGA KALIAN TIDAK BISA MEMBUNUH AYEEEEEE! HAHAHAHA!" tawanya mirip tawa antagonis (?)
Chalice, Lui dan Dell hanya sweatdropped
'Hei LEN! kok kamu jadi bersuara mirip antagonis sih?! yang antagonis ini kami tahuuu!' batin mereka.
"Cih! tembak dia lagiii!" komando Lui.
Chalice dan Dell menembakin Lentung dengan panah cinta (*terdengar suara tabokan dan suara sayatan pedang di belakang backstage*) KAGEHA! JANGAN BERUSAHA MENEBAS MEREKA! INI DI LUAR UNDANG-UNDANG TAHU! (Rin : Hei, Kagemi! setidaknya Matikan Mic dulu deh...) mic? OH IYAAAAAA! SAYA LUPA! TUNGGU BENTAR, NARRATOR PENGGANTI PERGI DULU, ADA URUSAN.
*hening*
'KOK JADI DEJAVU YA?!' Batin Kiyoteru, Reader dan Penonton.
'PEMBUAT DAN OCNYA SAMA AJA! KAGA BERES SEMUA!' batin Len, Lui dan Dell.
"..."
(*terdengar suara tabokan dan suara shotgun beneran di belakang backstage*)
*hening sejenak*
ehem! tes... tes... 3...2...1... Lenny mahluk shota...tes...tes...
"HEEEEEI!" protes Len kesal.
Oke, back to story.
Chalice dan Dell segera menembakin Lentung dengan Shotgun mereka lagi.
DOR! DOOOOR! DEEEEEEEER! ONE TWO THREE! YAIYAIYAIYA!~! *suara lagu hape mainan* (?) (jadi nostlagia (?))
Chalice dan Dell setelah menembak, mata mereka terbelalak.
LENTUNG TIDAK TERLUKA SEDIKITPUN!
"HAHAHAHA! SUDAH KU BILANG *dengan nada lagu sudah ku bilang, tetes air mata~ (lupa namanya #plak)* AKU PUNYA JURUS KEBAL!" Tawa LenTung mirip antagonis.
Chalice dan dell hanya cengo dan Lentung segera kabur dari TKP.
"KEJAR DIAAAAAAAAAAA!" Komando Lui.
Dell mengejar LenTung sedangkan Chalice duduk di lantai sambil makan sarden (?).
"HEI! KENAPA KAU MALAH MAKAN?!" omel Lui.
"Aku tidak punya energi lebih, kau tahukan aku tipe gadis yang mempunyai energi kecil" ucap Chalice sambil makan sarden bakar,
Lui hanya geleng-gelengkan kepala.
LenTung pergi ke ruang eh salah, tempat rahasianya yang hanya di ketahui dia, bapak dan ibunya, dan gurunya.
"Fiuh~ Untung saja saya berhasil kabur dan membawa sedikit barang rampasan" ucap LenTung.
Ibunya datang ke Lentung.
"ANAAAAAAAAKKKUUU!" teriaknya.
Lentung yang melihat ibunya hanya berteriak.
"PERGI! KAU BUKAN IBUKU!" teriak LEntung.
"APA?! KUKUTUK KAU JADI PISANG RAJA!" teriak Meiko dengan suara kesal.
MEito yang berada di dekat lokasi hanya sweadropped.
'KOK JADI MALING KUDANG SIH CERITANYA?!' batin Meito, Reader, Kiyo dan penonton
"Ibuu! saya punya sedikit barang rampasan untuk anda" ucap Lentung dan memberikan 1 gram (?) emas.
PLETAK!
"DASAR ANAK BUODOH! INI JANTUNG BAPAKLUUU! BERANINYA ELU BUNUH BAPAK LUU! DASAR ANAK DURHAKA!" bentak Meiko setelah memukul LenTung memakai Centongan nasi.
'KOK JADI MELENCENG KE TANGKUBAN PERAHU?!' batin Meito, Reader, kiyo,dan penonton sambul cengo
"Ampuuunin aye," ucap Lentung sambil nangis kejer.
Kita pindah ke lokasi lain, di lokasi Lentung udah kaga bener.
Terlihat Lui, Dell dan Chalice menyusun sebuah rencana licik.
"Apa kau sudah tahu lokasi bapak dan ibunya Lentung?" tanya Lui.
"Sudah, Komandan" jawab Dell.
"Apa kau sudah menemukan lokasi gurunya Lentung, Chalice?" tanya Lui.
"Sudah, Komandan" Jawab Chalice sambil memberi hormat laksana Prajurit.
"Bagus, kita tangkap mereka untuk memancing Lentung!" ucap Lui dengan liciknya.
TOK! TOK! TOK! DUAG! DUAG! DUAAAAAAAAAAG!
Dell mengetuk pintu sebuah gubuk dengan kasarnya.
"Iye! iye! sabar kek!" omel pemilik rumah itu.
"HEEEEEEEEEEEEI! APAKAH DISINI ADA PENGHUNINYA?! CEPETAN BUKA KEK!" omel Dell
CKLEK!
"YA SABARLAH! AYE LAGI MAKAN TAHUUU! DASAR! LELAKI PUTIH SALJU!" Omel Guru Rin kesal.
"IYE! IYE! udah cepetan ikut AYE!" ucap Dell kaga sabaran sambil nyeret Rin
"HEI! KAU MAU BAWA AYE KEMANE!?" Teriak Guru rin.
Terlihat Dell berpikir.
"Ketempat kebun jeruk, mau kaga?" tanya Dell dengan suara lembut (?) tapi penuh maksud
"OOOH! TENTUUU!" ucap Rin senang dan dengan senang tiasa dia mengikutin Dell tanpa curiga sedikitpun.
Chalice segera memasukin perumahan Ny. Meiko dan Mister (?) Meito.
tok! TOK! TOK! TOOOOOK! (?) PETOK! PETOK! (kok jadi nyambung suara ayam?)
"Iye, Iye, ade ape ye?" tanya Meiko setelah membukakan pintu dan melihat manusia bertopeng (?), berambut hitam kecolkatan.
"HOHOHOOOOHOOO! SAYA ADALAH MANUSIA BERTOPENG MEMBAWA SURAT DARI KOMANDAN LUUIIIII!" teriak Mahluk itu sambil bergaya ultraman (?).
Meiko yang mendengar kata 'Komandan Lui' segera ia gemeteran.
"Me, Memangnya ade ape ye?" tanya Meiko.
Chalice segera melepaskan topengnya, wajah di ubah cool (?), pakaiannya seketika tanpa di ketahui berubah menjadi pangeran berkuda dua (?).
"Tentu saja membawa bu meiko dan pak Meito ke pesta sakenya" ucap Chalice dengan suara di ubah ke laki-lakian.
MEndengar kata 'Sake' Meiko segera terngiur, begitu juga Meito yang berada di dekat situ.
"AYOOO!" teriak mereka heppy.
Chalice bersiul dan muncul elang besar yang ada di film di Indosiar (?).
"Ayo naik" ajak Chalice.
Meito dan Meiko hanya melongo hebat.
'SEJAK KAPAN ADA ELANG BESAR DISINI?! DAN GIMANA CARANYA DIA MENDAPATKANNYA?!' batin Kiyo, Penonton, Meiko dan Meito sambil sweatdropped.
Dan mereka terbang sampai ke mansion Komandan Lui.
Di kediaman Lui.
Terlihat Meiko, Meito dan Rin diikat.
"HEIIII! MANA JERUUUUKNYA?!" teriak Rin sambil memberontak.
"BENAR! BENAR! KATANYA ADA PESTA SAKE!" protes Meito dan Meiko bersamaan.
"Hihihi... kalian di bohongiiin~ kalian memang bodoh~~" ejek Chalice sambil guling-guling di lantai (?).
DUAK!
Chalice kejedot Tembok dan tepar.
Meito, Meiko, Rin, Lui dan Dell hanya sweatdropped.
"Baiklah, cepetan kasih tahu dimana LenTung dan apa rahasia jurus kebalnya!" Omel Lui sambil memegang cambuk.
"TIDAK! tidak akan saya kasih tahu!" omel Rin.
Lui hanya mengeluarkan perempatan di kepalanya dan sudah bersiap mencambuk rin.
"Tunggu, saya punya ide bagus" ucap Chalice.
Lui mengangguk setuju dan mundur.
Chalice mengeluarkan sekotak jeruk.
Mata Rin langsung bling-bling.
"Kau mau ini?" Tanya Chalice dengan evil smirk.
Rin angguk-angguk disco.
"Jadi apa rahasianya?" tanya Chalice dengan senyuman licik.
"Rahasianya adalah..."
Lentung berjalan-jalan dan tiba-tiba jatuh Surat dari langit yang gimana caranya tidak di ketahui.
LenTung segera membacanya.
"To : LenTung
From : Komanda laksana maeda (?) Lui.
HAHAHAHAHA! *Tawa antagonis* BAPAK, IBU DAN GURU MU SUDAH AYE CULIK! DATANG LAH KE JALAN XXX NO ZZZ! DAN DAPATKAN KUPON GRATIS KE NERAKA! HAHAHAHAHA! DATANGLAH JIKA TIDAK MAU KEHILANGAN BABEH DAN NYAK LOOOO! DAN JANGAN LUPA GURU LUUU! MUAHAHAHA!
kecup sayang (?) dari Lui (Kok jadi begini?)
tertanda Lui Hudson (?)."
LenTung hanya menggeram kesal membacanya.
Dan dia segera ke mansion Komandan Lui.
TONG TONG! TONG!
Lentung memukul pentungan (?) di mansion Lui.
"HEIII! KOMANDA SHOTA (?) KEMBALIKAN BAPAK DAN EMAK GUE!" Teriak LenTung sambil mukul pentungan.
"HEEEEEEEEEEEI! GURU LU DI LUPAKAN NIH CERITENYE?!" Terdengar suara Guru Rin.
"Oh iya! DAN JANGAN LUPE KEMBALIKEN GURU GUE!" Omel Lentung.
"HAHHAHAHAHAHA!" tawa Lui dengan nada antagonis.
"KAU SUDAH BERADA DI TEMPAT KEMATIANMU SEKARANG, LENTUNG!" tawa Lui.
Chalice dan Dell memegang sebuah Shotgun.
"LENTUNG! PAKAI JURUS ITU!" Teriak Rin.
"BAIK!" Teriak LenTung dan bergaya ala silat.
"HIAT! HIAT! HUUUUUUUIAT!" Teriak LenTung.
Lui, Chalice dan Dell segera menambahkan kewaspadaan.
"JURUS : TE TE KU RATA " Teriak LenTung
Seketika Lui tepar di tempat 'AKHIRNYA DIA SADAR KALAU DIA ITU RATA!' batinnya sambil tepar.
"KOMANDAN LUIII!" Teriak Dell dan mengevakuasi Lui
"HEIII! ITU PLAGIAT! ITU KAN KATA-KATA YANG DICIPTAKAN GURU INGGRISKUUU! SAAT MAU MENCUBIT PINGGANG MURID-MURIDNYA!"protes Chalice kaga setuju dan mulai OOT.
Dan Para belanda segera pergi dari Batavia (?).
Dan rakyat betawi hidup tenang setelah keberhasilan LENTUNG melawan Belanda...
Dan hidup bahagia dengan Rin-Sensei (?).
~OWARIIIII~
Tirai tertutup, Kiyoteru, Reader dan murid-murid hanya cengo.
'KOK CERITA PITUNGNYA DI BAGIAN AKHIR JADI BEGINI?! BUKANNYA PITUNGNYA MENINGGAL?!' batin mereka semua,
Di belakang backstage terdengar suara gamparan harisen yang dihasilkan dari ring ke 'kekasih'nya.
"Ehem... kelompok tiga" panggil Kiyoteru setelah melihat kelompok 2 sudah kembali dan cuman perbedaannya adalah wajah Lui bekas gamparan harisen.
"AYO" ajak Luka dengan suara tegasnya.
~BERSAMBUNG~
Chalice : Hihihi... *tawa sendiri*
Kagemi : Jah! Creator kita udah kaga beres nih...
Kageha : apa dia ketawa membaca cerita garingnya?
Yuna : Mungkin
Chalice : Bukan, bukan, Saya ketawa mengingat kejadian hari ini XD, satu kelas di hukum gara-gara kaga ngerjain pe-er B.I XD dan teman chalice ada yang teriak "8B selalu kompak! PALING KOMPAK DIBANDING 8A!" Hadeh...hadeh... kaga waras semua *Sweadropped sambil tersenyum*
Kagemi : Abaikan chalice berbicara tentang kelasnya yang terkenal 'Gila'...
Kageha : Intinya...
Aoi : Apakah ada yang baik hati memberikan Review ke Fic chalice yang garing ini?
Mind To Review?
