Chalice : Oke, Gomeeen kalau telat Update *sujud-sujud* Chalice bingung buat kelompok 3 mau di tampilin gimana, di nistakan #dibunuh. bagaimana *nangis di pojokkan* dan mood juga kaga mendukung TTATT

Kagemi : Baiklah, kita mulai, buka tirai Disclaimer dan warningnya, Eha-chan!

Kageha : *sigh* *ngebuka sebuah gulungan yang dari atas turun sampai bawah (?)*

Disclaimer : Vocaloid bukan milik saya :3 tapi milik Yamaha dan crypton future media X3

Warning : OC ada di sini sebagai peran membantu, OOC, TYPO , EYD salah mengeja, SARAP, Lebay, aneh,ALWAYS GAJE, Garing, kaga lucu, Fic makin gila dan makin gaje, makin kacau DX, Dll yang ada disini.

Note : Maaf jika ada kesalahan dalam cerita Snow White (soalnya udah lama kaga nonton / baca ceritanya X3), dan mohon maaf kalau ada perbedaan di cerita Snow whitenya (soalnya ada yang chalice ubah X3)


Ket :

"ABC" = Bicara

ABC = Keadaan di luar atau dunia nyata bukan di dalam cerita, jadi bisa di bilang ada kejadian nyelip XD

'ABC' = Bicara dalam hati saat mereka melakukan peran.

ABC = sebuah tulisan di kertas atau apa, dan suara BGM atau SFX.

ABC = Jalan cerita drama tersebut yang dibacakan sang narrator cerita di mic (?).

'ABC' = bicara dalam hati.


~happy Reading~


Tirai kembali terbuka (Chalice : BTW... SEJAK KAPAN ADA TIRAI?! EMANG INI PANGGUNG?!Ah bodoh ah... yang penting lanjut #dibunuh reader) Lampu di matikan, papan tulis bertulis sesuatu yang membuat memulaikan cerita.

Luka White

Luka Whiet : Luka Megurine.

Pangeran/ Ibu kandung Luka white (reader : *shock ngebacanya*) : Luki Megurine (Walau sebenarnya yang jadi pangeran itu Gakupo, cuman karena Luki yang terlalu 'protective' kepada Luka, akhirnya dia bernegosasi (baca : Menghajar) Gakupo agar dia mau bertukar peran.)

Nenek sihir alias ibu tiri = Gakupo Kamui (chalice : Cocok kan? kan Gakupo wanita jejadian soalnya XDD *wink* #ditebas)

Pemburu = Nero Akita.

Piko Ututane = Kurcaci pemarah (Chalice : Oke, apakah kalian tidak percaya Piko berperan jadi KURCACI yang pemarah itu?)

Kurcaci pemalu = Miki Ututane

Ketua Kurcaci = Ring

Kurcaci tukang tidur atau lebih tepatnya tidur dan makan, ah salah lebih tepatnya Kurcaci hewan (?)/ Narator = Chalice

Narator pengganti = Yuna Kurogane (OC)

Cermin = Yuri Kurogane(OC)

Kurcaci senang (?) = Kagemi Kageyami (OC)

Kurcaci tukang tidur = Aoki Haruna (OC)

~LETS BEGIIIIN~

Jaman dahuluuuuu kala kala, kala, kala, kala, kala, kala ~ *bergema* (Reader : KELAMAAAN! / Chalice : *Chalice di gantung Reader di atap sekolah (?)*)

Di sebuah kerajaan hiduplah seorang ratu, dia sedang menjahit, tanpa sengaja jarinya tertusuk jarum, dan dia melihat tetesan darahnya terjatuh di salju.

"Ah... Aku berharap aku mempunyai anak berambut pink seperti darah (?), berkulit putih seperti salju dan mempunyai bibir merah yang cantik" ucapnya mengadai-ngadai.

Beberapa lama kemudian Sang ratu melahirkan anak perempuan, AYO KITA UCAPKAN SELAMAT! SELAMAAAAAAAAAAAAAAAT ULANG TAHUUUN~ KAMI UCAPKAN~ SELAMAT~ SEJAHTERAAAAAAAAAAA~ SEHAT SENTOSAAAAA~ *nyanyi* *kelewatan gila*! (*chalice kena gampar harisen lagi*/ Reader, Kiyo, Murid-murid : *sweatdropped*), ehem, anak perempuan yang bernama Luka white, bibir yang merah cantik, Mata azure (benar kaga sih matanya azure? Lupa #plak.) yang indah, Kulitnya yang mulus dan putih bagaikan salju, rambutnya berwarna Pink manis, oke, chalice udah bingung, sejak kapan bayi baru lahir bisa punya rambut secara ajaib? bukannya mereka botak? (*terdengar suara tabokan harisen maut di belakang backstage*)

Beberapa tahun berlalu, Ratu meninggal, Raja menikah kembali dengan wanita lain, DASAR RAJA POLIGAMI! (*terdengar suara Gebukkan harisen maut*/ Ring : JANGAN HANCURIN CERITA KAMI, CHALICE!) Oke, back to story, Tapi saat Luka berumur 14 tahun, Raja meninggal... SYUKURIN! (*terdengar suara gamparan harisen*), Setelah sang raja meninggal Ratu tiri (?) mengambil alih tahta kerajaan.

Dia memperlakukan Luka whiet dengan kejam, menyuruhnya ngepel, bersih-bersih, buang sampah, nangkep terong yang kabur (Kiyo, Reader, Penonton : THE HELL!? SEJAK KAPAN TERONG BISA LARI?! BORO-BORO KABUR! KAKI AJA KAGA PUNYA!), Ngelap kaca, Ngelap Patung Terong, Dasar gila, terong aja di buat patungnya... *sweatdropped*, nge-crossdressing patung terong, dll yang pasti berhubungan dengan selingkuhannya (baca : Terong)

Pada umur Luka White yang ke 17 tahun,

Luka White sedang mengepel lantai.

"Lukaaa" panggil Gakupo.

"Ada apa ya, Ibu?" tanya Luka.

"Kau Siram tumbuhan yang disana" ucap Gakupo nunjuk sebuah tumbuhan hitem putih... EEEEEEEEEEEEH?! KENAPA JADI CROSS?! Oke bunuh saja Tumbuhan nyasar bin gaje itu agar tidak mengganggu jalan cerita (*Tumbuhan belang itu bergerak dan pergi keluar kelas*)

...

...

...

...

AAAAAAAAAAAAAAH! SOMEBODY! HELP MEEE! LONTONG (Baca : Tolong) SAYA MAU DI MA'EM! YUNAAA! HELP YOU CREATOOOOR! HUWEEEEEEEEEEEEEE! (Kiyo, Penonton, Reader : *Sweatdropped*)

*hening*

Ehem... tes... tes... Disini dengan Yuna Kurogane, tes... tes.. baiklah saya menggantikan pembuat saya yang sedang berjuang lepas dari tengkarman Venus Fly-trap yang belang dan ganas itu,

Back To story.

Gakupo menyuruh Luka White membersih kan kebun, Gakupo segera pergi ke ruang rahasianya dan menemukan sebuah cermin yang dikatakan cermin ajaib.

"Wahai, Cermin-" Belum Gakupo menyelesaikan kata-katanya, Cermin itu menyela.

"HEI! ANE ITU NAMANYA YURI! BUKAN CERMIN!" Bentak Cermin tersebut, di dalamnya terlihat lelaki berambut hitam, bermata hitam.

BAKA NII-SAN! INI DRAMA TAUUU! KAGA APA KAN KALAU MANGGIL KAU CERMIN! WONG KAU JADI CERMIN SEKARANG!

"Iya, iya, bawel ah kau, Yuna" ucap Cermin / Yuri dengan malasnya.

KATAKAN SEKALI LAGI, DAN SETELAH DRAMA INI SELESAI, TANPA SEGAN-SEGAN AKAN SAYA SIKSA KAU, NII-SAN!

"...A... Nii-san tidak bilang apa-apa... nii-san bilang kalau Yuna adalah gadis jenius dan termanis" ucap Cermin / Yuri dengan takut-takut

HMP! Nii-san IDIOT! YUNA BERHARAP KAU PUTUS DENGAN YUKO SETELAH MENYADARI KALAU KAU IDIOT!

(Yuri : inner : NGE-JLEB BANGET! *pundung*)

(Kiyoteru, Penonton, Reader, Gakupo, Para pemain : *sweatdropped*)

oke, back to story!

"Wahai, cermin, siapa yang paling cantik di dunia ini?" tanya Gakupo sambil bergaya alay dan eksotis (?).

"HAHAHAHA! TENTU SAJA MY DARLING! YUKO! kulitnya yang putih bagaikan salju, rambut coklatnya yang mirip coklat batangan, bibir merah yang manis, mata berwarna merah Ruby, pecinta tradisional, dan...dan..."

(*seketika seseorang gadis berambut hitam muncul dan menimpuk cermin tersebut dengan benda sesuatu*)

BAKA NIII-SAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN! INI BUKAN SAATNYA MEMIKIRKAN YUKO-NEE! NANTI AJA GOMBALINNYA KE ORANGNYA! BUKAN SAMA PUTRI TERONG ITU, BAKA!

(yuko : *yang berada di dalam buku Oc chalice* Hachiii! Brr... dingin sekali hari ini... / Illia : mungkin karena, Yuko-nee memakai kimono/ Yuko : mungkin...)

Back to story... again...

"Wahai Cermin ajaib, siapa yang paling cantik di dunia ini?" Tanya Gakupo dengan gaya eksotis yang ngebuat Lelaki 'hentai' pada ngiler (?).

"Uhuk... tentu saja Luka white, Ratuuuu~" jawab Cermin dengan nada bancis (?) (inner Yuri : padahal aku pengen bilang Yuko, cuman demi nyawaku mending aku turutin kata-kata Yuna dah... *nangis dalam hati*)

"APUUUAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Gakupo menggelegar mengalahin tawa raja Odin (Lebay terdektesi) HUM HAHAHA! (?)

(Kiyo, Penonton, Reader : *sweatdropped* perasaan yang jadi narattornya kaga bener semua...)

"Kenapa?! kenapa Bisaaaaaaaa?! KENAPA BISA KECANTIKANNYA MELEBIHINKU?!" Pekik Gakupo.

Sang cermin a.k.a Yuri-nii hanya menutup telinganya.

"Kalau kau kaga mau kalah KECANTIKANNYA kau bunuh aja, susah-susah amat" ucap Cermin dengan Kesalnya.

"AHA! KAU PINTAR SEKALI, YURI!" Pekik Gakupo dan langsung memeluk cermin a.k.a Yuri (kenapa bisa? Ya iyalah.. wong itu kaga ada kacanya, cuman kayunya aja =3= #dibunuh)

AAAAAAAAH! GAKKUN DAN YURI-NII YAOI! KU ADUKAN KE YUKO-NEE NIH! (*yuna Ngacir*)

"AH?! JANGAN! PERGI KAU PUTRI TERONG! HIDUPKU BERGANTUNG PADA YUNA!" Dan cermin itu kabur ngejar narrator pengganti.

*hening* *terdengar suara bentakkan dan tendangan maut (yang pasti yang bernasib naas ya Yuri)

ehem.. tes...tes... oke, chalice balik lagi setelah menempuh hidup dan mati melawan tumbuhan nyasar dari fandom lain.

Oke, ayo kita lanjut dan abaikan pertarungan yang terdengar di luar kelas.

Gakupo setelah mendengar ucapan Bijaksana (baca : Ucapan sesat) dari sang Cermin, akhirnya dia menyuruh Luka White pergi ke hutan mencari bunga mawar berwarna Hijau (?) dan Gakupo segera memanggil Pemburu untuk membunuh Luka white)

"Apa kau mengerti itu, Nero? Kau harus membunuhnya dan mengambil jantungnya" perintah nyonya Gakkuna (?)

'Kurang ajar kau, chalice! seenak kepalanya dia mengganti namaku!' batin Gakupo mendengar namanya seenaknya diganti.

"Hamba mengerti, yang mulia ratu" ucap Nero sambil memberi hormat dan dia pergi.

"Aku berharap mendapatkan kabar yang baik, Nero" ucap Ratu Nasuhime(Nasu : Terong, hime = Putri, jadi Nasu Hime artinya Putri terong X3 #dibunuh gakupo)


Luka white berlari di kejar pemburu, Nero terus melepaskan panah ke Luka White, tapi ajaibnya Luka White terus berhasil menghidar dengan gaya Salto (?), Nahan panah dengan Tuna deluxe (?), tendang mata panah tersebut (dan ajaibnya kaga luka), ngehindar dengan gaya balet (?), dll.

Luka White melihat ada sebuah hape (?) nyasar di depannya.

CRING!

di kepalanya numbuh Matahari (soalnya kalau lampu terlalu mainstream X3 #dibunuh Reader) yang berati dia mendapatkan ide cermelang

Segera dia ambil hape tersebut dan melemparkan hape itu ke arah Nero.

"AAAAAAAAAAAAAAAAAHHHH! HAPEEEEE!" teriak Nero melihat hape tersebut terbang.

Nero segera berlari menangkap Hape tersebut dengan gaya balet (yang muter-muter itu lho #dibunuh nero) dan berhasil menangkapnya.

"Fyuuh~ kupikir Hape ini hancur" ucapnya sambil mengelap keringat, backgroundnya adalah cahaya kelap-kelip.

Nero segera membalikkan badannya dan tidak melihat ada Luka sedikitpun.

"A... AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAHHHHHHHH! TIDAAAAAAAAAAAAAAKKK! DIA KABUUUUUR!" Pekik Nero,


"Hah...Hah" Luka terus berlari dan dia terjatuh.

"Aku... lapar... dan dimana aku ya..." ucapnya kecapean.

"eh?" terdengar sebuah suara.

Luka segera mendongakkan kepalanya, dan melihat gadis berambut merah, terdapat antena di kepalanya, memakai rok sailor (?), bermata... lupa #dibunuh,

"Umm..." Luka hendak bertanya cuman...

"KYAAAAAAAAA! Si, siapa kau... ap, apa kau melihatku sedang memeluk kelinci ini? aaah... maluuunyaaa!" pekik gadis itu dan kabur.

"eh? Cho, Chotto matte!" pekik Luka dan mengejar gadis misterius itu.


Luka White sampai di sebuah gubuk (*terdengar suara gamparan keras*) ralat... sebuah rumah sederhana... PUAS?! (Ring : PUAS! *kesal*)

Luka dengan penasaran dia segera masuk ke rumah misterius itu.

"Pe, Permisi" ucapnya sambil membuka pintu.

'Kaga ada orang... perasaan gadis tadi menghilang di rumah ini' batin Luka dan berjalan pelan menulusurin dalam rumah itu.

Rumah yang sederhana tapi nyaman di tinggalin, batinnya.

TEP!

Luka White merasakan dia menginjak sesuatu, dia segera melihat kebawah.

"!" Luka cengo ngelihat apa yang ia lihat.

Dia menginjak badan seorang gadis berambut hitam kecoklatan, berbaju hitam, yang sedang tidur di lantai.

"A, Apa kau baik-baik saja?" tanya Luka white melihat gadis itu arwahnya keluar dari raganya (?).

"umm..." Gadis itu perlahan-lahan membuka matanya lalu melihat luka White.

"Ara? Aku ketiduran di lantai, aah... Kebiasaan burukku tidur dimana saja..." ucap Gadis itu sambil memegang kepalanya dan seketika dia berdiri secara amazingnya

luka hanya terbengong-bengong.

"Doooonttttt~ Woorry~ aku kaga mati kok~ kalau tidur memang udah kaya hibernasiii (?)" ucap Gadis aneh itu sambil memegang tangan Luka White dengan mata bersinar-sinar,... Ara? Creator Jiwa sifat lelakimu bangkit tuh (?)

(chalice : *perempatan di kepalanya* Yuna... KENAPA DIALOGNYA JADI BEGINI?! *nunjuk sebuah buku yang berisi tulisan*)

HAHAHAHA... MAAF... tadi aku mengganti dialogmu saat berantem dengan nii-san~ oke ini kukasih yang aslinya


-take 12 Action!-

Gadis itu berdiri dengan amazingnya.

"Tenang saja, aku cuman hibernasi, siapa kau ya?" tanya gadis itu dengan smilling misterius "Ah... jangan-jangan... kau SARAPAN kuuu!" teriak gadis itu happy dan memegang sebuah pisau,

PLETAK!

Gadis itu di jitak oleh seseorang berambut perak, ada antenanya di kepalanya.

"BERHENTILAH JADI MIRIP KARNIBAL, CHALICE!"Bentak lelaki bermuka shota itu, aura belakangnya adalah aura gelap.

"Ehem, siapa kau ya? Kenapa kau masuk ke rumah kami?" tanya Lelaki itu.

"Umm... namaku Luka white, Ak, aku... Tersesat dan aku mau dibunuh oleh ibu tiriku" ucap Luka White dengan takut.

Kurcaci pemarah dan kurcaci pemakan itu merasa iba.

"Kasihan dirimu, kalau begitu kau kusembunyikan di dalam peru-" BUAK!

kurcaci perempuan itu belum menyelesaikan kata-katanya dia sudah di gampar harisen sama kurcaci berambut bitu muda panjang itu.

"Bisakah kau berhenti makan daging, Chalice? sehari saja" tanya gadis pemakai harisen itu dengan kesal.

Kurcaci itu, Chalice07. memegang kepalanya yang kesakitan.

"O, Ow... Ring... kau jangan suka memukul kepala, tidak baik" ucap Chalice sambil memberi nasehat gaje.

"Terserah aku, memang masalah buatmu?" tanya Ring dengan datarnya.

"Masalah" jawab chalice dengan mantap.

KRIK...KRIK...KRIK... ( Dede Jangkrik numpang masuk fic)

BUAK! BUAK! BUAK!

R.I.P chalice07... semoga berada disisinya (Kagemi : *dibelakang beckstage* Yu, Yuna... ka, kau jangan seperti itu kepada Chalice! / Yuna : Yeah, yeah, i'm sorry)

Sekarang nasib gadis berambut hitam sedikit coklat itu adalah pingsan dengan naasnya (?).

"Baiklah, Kau kuizinkan tinggal di rumah ini, Luka White" ucap Gadis berambut Azure itu, Ring.

"T, Terimakasih,umm..." ucap Luka white kebingungan.

"Namaku Ring, tapi kalau kau mau tinggal disini ada syaratnya" ucap Ring.

GULP!

Luka white hanya menelan ludah saking takutnya,

Apakah syaratnya susah, apakah syaratnya musti mati ditangan mahluk aneh itu (baca : Chalice), apakah dia harus menjadi kurcaci? pikirnya.

"Syaratnya adalah kau harus memasak makan malam, pagi siang sore, saat kami bekerja , membersihkan rumah, dll," Ucap Ring.

Luka white hanya cengo, itu saja?, batinnya.

"Apakah kau setuju?" tanya Ring.

Luka mengangguk mantap

"Baiklah, saya akan memperkenalkan siapa saja kurcaci yang tinggal disini" ucap Ring.


"NAMAKU PIKO, DAN AKU INI COWO! INGAT ITU!" ucap Piko dengan muka sangar

(Kiyoteru, Penonton, Reader : *cengo* (inner : SE, SEJAK KAPAN PIKO YANG POLOS DAN MANIS KINI MENJADI SANGAR BEGITU?!)

Para kurcaci disana (min : Piko) juga sepikiran dengan Kiyo, Penonton dan Reader.

"Nama...ku...M, Miki... KYAAA! MALUUU!'' pekik Kurcaci yang ditemukan Luka di hutan,

Semuanya yang disana hanya sweatdropped.

"Namaku Chalice07, Grr... aku lapar... kau kelihatan enak... grr... apalagi tulangmu!Grr... " ucap Chalice dengan suara mirip anjing.

"Oh my... Kali ini dia kesurupan binatang apa?" ucap gadis berambut hitam, bermata Hitam, memakai eyepatch di mata kirinya sambil memegang kening Chalice

"Anjing buas mungkin" ucap Lelaki berambut aquamarine, bermata Azure, memakai headset di telinganya (?), lelaki itu kepalanya di tidurkan diatas meja dan matanya terpenjam.

"Ah... mungkin anjing-anjing nya yang sudah meninggal merasukin dirinya makanya dia jadi jinak (?) begini" Ucap Gadis hitam itu lagi sambil mengelus kepala Chalice.

"WOOF~" Pekik Chalice.(Chalice (As author in outer fic) : HEEY! KENAPA SAYA JADI NGETIK BEGINIAN?! ah udah makin stress saya sehingga membuat saya sendiri jadi begini... *geleng-geleng sambil megang kepala saking frustasinya*)

Semua yang disana (termasuk yang nonton) Sweatdropped melihat mahluk itu menjadi mirip habis di rasukin roh hewan...

"Tangan-tangan, mana tangannya?" tanya Gadis hitam itu sambil ngulurin tangannya.

"Woof~!" pekik Chalice sambil ngulurin tangan dan lidahnya di keluarkan dan entah kapan bisa ada buntut anjing dan telinga anjing... Saya selaku narrator plus Oc buatannya jadi ngeri dapat bertahan punya pembuat aneh bin ajaib ini...

"Baiklah abaikan kurcaci yang gampang berubah sifat, Namaku Kagemi, salam, kenal" ucap gadis berambut hitam itu sambil mengelus kepala chalice.

"ah... AAAAAAAAAAH! KENAPA AKU BISA DI ELUS KEPALAKU?!" pekik chalice sadar dan langsung mundur beberapa langkah.

"*sigh* kelihatannya dia kembali waras... sayang sekali padahal aku mau motret Chalice Versi Puppy" ucap Kagemi menangis dengan dramatisnya.

#oke abaikan.

"Huweeeee... aku harus mengutuk anjing ku itu... dia membuatku jadi punya sifat begini!" tangis Kurcaci berambut hitam sedikit coklat itu sambil pundung di pojokkan.

Semuanya di sana hanya sweatdropped.

"Baiklah abaikan gadis gila itu, yang terakhir adalah lelaki yang kepalanya tiduran di meja itu" ucap Ring dan menunjuk lelaki berambut biru tesebut.

"..." Kaga ada respon dari Lelaki biru itu.

PLETAK!

Ring bersiap memukul kepala biru tersebut.

"Aoiii..." Ucapnya dengan nada gelap " Kau akan kupukul pakai harisen sebanyak 50 kali"

"Namaku Aoi" ucap lelaki biru itu tiba-tiba dengan wajah ketakutan (Yuna : *berbisik* Dan Rekor untuk Aoi haruna, dia merasa ketakutan, ini musti di abadikan... *berbisik agar tidak di dengar siapa saja*)

Luka dan sisa Kurcaci (min Ring dan Chalice) Hanya bisa sweatdropped.

"Baiklah, selamat datang di Rumah 7 kurcaci, Luka White" ucap Ring dengan senyuman manis.

Di tempat nonton, terlihat Lui memotret Ring yang sedang tersenyum "HEBAT! RING TERSENYUM MANIS! INI MUSTI DIABADIKAN AKU SENANG SEKALI MELIHAT MY DARLING RING YANG SANGAR DAN GALAK TERSENYUM MANIS! RIIING! I LOPH YOUU!" Pekiknya sambil motret-motret Ring dengan berbagai gaya memotret, mulai dari kayang, salto (gimana caranya tuh?), meditasi (?), yoga (?), gaya batu (hah?!) dan lain-lain yang pasti ngebuat semuanya sweatdropped karena Lui sudah menjadi 'Photografer mendadak' Atau 'Fansboy Ring mendadak' (?).

"DIAMLAH KAU, LUI!" pekik Ring dan langsung melemparin Lui pakai Harisen,

DUAK!

Headshot! tepat di kepala Lui, spontan Lui pingsan di tempat dengan darah mengucur deras.

Semuanya hanya sweatdropped.

KRIK...KRIK...KRIK... (Terdengar suara Mbak Jangkrik numpang nyanyi (?))

Baiklah back to story,

"Te, Terimakasih banyak, Ring" ucap Luka sambil tersenyum dan membungkuk kecil.

"hahaha, kaga usah kaya begitu Luka, santai saja!" Tawa Chalice.

"Ingat! kau kaga boleh membukakan pintu untuk orang asing! Ataupun mendapatkan barang dari orang asing, LUKA WHITE! MENGERTI?!" entak Piko dengan wajah uhuk..sangar...uhuk...

Semuanya (min Piko) hanya bisa sweatdropped melihat Piko yang polos dan manis kini menjadi sangar dan uhuk... menyeramkan...

Back to story again.

Luka White hanya mengangguk sambil sweatdropped

"Bagus!" ucap Piko dengan wajah datar

'Piko... Kau mirip ibu menasehatin anaknya deh...' batin Kurcaci lainnya sambil sweatdropped (min Piko dan Aoki)


Esok harinya.

Para kurcaci akan pergi berkerja.

Ring akan pergi ke gunung buat nambang gunung, pake apa? Pakai Harisen lah! Masa pakai palu? Udah mainstream #digampar.

Kagemi dan Chalice mencari daging buat di makan, pakai apa? Ya pakai shotgun dan sabit, panah udah terlalu maisntream #digampar.

Miki pergi ke hutan buat nyari buah-buahan, pakai apa? Ya pakai bakul lah! memang ada lagi yang lain?

Aoki ke hutan buat nyari kayu bakar, pakai apa? Pakai pedang, pakai kapak udah terlalu biasa #digampar.

Piko? Udah ah, dia mah buang aja kelaut #digampar Piko, maksudnya... dia lagi pergi ke Klub malam #digampar lagi, maksudnya dia lagi ikutan nambang bareng Ring ,pakai apa? Pakai joy stik! #dibgampar lagi, ya pakai palu lah! susah susah amat!.

Sekarang tinggal Luka yang sendirian di Rumah sederhana tersebut, dia segera bersih-bersihkan rumah.


Di istana

Nasuhime pergi ke cermin ajaibnya dan bertanya lagi dengan gaya eksotis yang ngebuat semuanya merasa dia adalah WANITA JEJADIAAAAN!

"Wahai cermin ku yang cuantik dan manis" ucap Gakupo sambil nyolek dagu Yuri.

(Yuri Mind : *merinding* Apa dosakuuuu! buu eeeh! pak eeeh! apa dosakuu sehingga bernasib di goda banci jejadian!?)

"Iya ada apa ya, RATU Gakupo?" tanya Cermin dengan nyawa tinggal setengah karena tadi kena jurus critical (?) dari Gakupo.

"SIAPA YANG PALING CANTIK DI DUNIA INI?" tanya Gakupo dengan gaya bancinya.

"Uhuk... tentu saja Luka WHite, Ratu..." ucap Yuri udah sekarat karena udah kena jurus Critical Gakupo lagi.

"APUA!? BUKANNYA DIA SUDAH MUATI?!" Pekik Gakupo dengan kuah mi sedap (baca : Muncrat)

"MENEKETEHE! Ane juga kaga tahu RATU! GUE KAN BUKAN PERAMAL YANG BIN AJAIB BISA TAHU APA AJA, RATU EDAN!" Pekik Cermin kesal 1000derajat celcius dari permukaan darat (?).

"Baiklah kalau begitu, aku akan pakai cara lain" ucap Gakupo dan dia pergi dari tempat.

Sang cermin menghela nafas karena berhasil selamat dari godaan maut banci jejadian tersebut (?)

"Terimakasih kami-sama! aku masih hidup dari godaan NasuHime tersebut!" pekik Cermin tersebut bahagia, kasihan hidup kau yuri-nii...ck..ck...

Di tempat sang ratu terlihat ratu Gakupo sedang memasukkan sebuah ramuan.

"Mata kelabang (?), isi perut Tikus, Kaki laba-laba, Rambut medusa, Bulu sayap Fallen angel (?), bisa ular, Kepala Transfomer si bubblebeam (HAH?!), Tangan ular (Memang ular punya tangan?), dan apel" ucap Gakupo memasukkan bahan-bahan tersebut.

"Dan terakhir adalah..." ucap Gakupo sambil tersenyum senang

BGM : JENG! JENG! JENG!JENG!

"Kecupan cinta darikuuu~~" ucap Gakupo dan mengecup jauh ke arah panci tersebut, entah gimana caranya bisa ada lope-lope terbang ke arah panci tersebut.

BLUAAAAAAAAAAAAAAAAAR! Muncul cahaya pink dan ungu keluar dari cloudron (bener kaga cara tulisnya?) tersebut

"MUAHAHAAHA! SAATNYA MEMBUNUH LUKA WHITE!" Pekik Gakupo bahagia sambil memegang apel yang sekarang berbentuk hati (hah?), berwarna pink dan ungu, jadi hudson (?) deh #digampar.

Dan Ratu Gakupo memakai jubah rusak dan pergi dari istana ke tempat Luka White, pakai apa? kan Dia kaga tahu dimana Luka white? Ada caranya kok! Pakai google map atau GPS lah, gampang kan? #digaploked.


"Laalalalala~" Luka White bersenandung sambil membersih-bersihkan ruangan.

TOK! TOK! TOK!

Luka white mendengar suara pintu di ketok, segera dia pergi ke pintu depan.

'Siapa ya? Kenapa tidak pakai bell?' batin Luka, Oke... ini beneran membingungkan, sejak kapan di jaman snow White ada Bell? Telepon rumah aja kaga ada apalagi Bell?!

Luka segera membukakan pintu dan melihat seseorang wanita memakai sebuah jubah tua.

"Mbakk...tolong belilah apel saya... uhuk...tolonglah beli... saya sudah berhari-hari kaga makan karena tidak ada yang mau beli apel saya...uhuk.." ucap Gakupo bersandiwara.

Luka White merasa iba

"Baiklah, saya akan membeli 1 apel anda" ucap Luka.

Gakupo segera menyerahkan 1 apelnya yang berbentuk hati.

Luka white menerima Apel tersebut.

"Mbak, anda coba deh apelnya, enak lho" hasut Gakupo.

Luka white mengangguk dan segera memakannya.

10 cm...

9cm

7cm...

5cm

3cm

1cm

10mm

6mm

2mm

1,5mm

HAUP!

Luka White memakannya

Gakupo sudah sparkling melihat reaksi Luka mati

1 menit

5 menit

10 menit berlalu... kaga ada reaksi sedikitpun dari Luka.

"Hmm... aplenya enak" ucap Luka.

Gakupo cengo 'HAH?! kok dia kaga mati?!' batinnya.

"Bu, saya beli apelnya satu lagi" ucap Luka White sambil menyerah 1 penny (Reader : Lu kate ini Spongebob?!)

Gakupo Segera menggeram kesal dan melepaskan jubahnya

Luka White shock apa yang ia lihat, DIA ADALAH IBU TIRINYA YANG JAHAT!

Luka white gemeteran ketakutan.

"Aku akan membunuhmu pakai cara lain!" pekik Gakupo,

Luka yang mendengar kata 'akan membunuhmu' membuatnya semakin ketakutan

Gakupo segera membentuk sebuah segel (kaya di naruto gitu lho)

"HIAAAAAAAAAAAAAT! jurus..."

WUSH!

"KEBASAN RAMBUT MAUT ALA GAKUPO HIME! (Chalice : akhirnya dia sadar juga dia wanita =w= #dibunuh)" Pekik Gakupo dan mengibasin rambut mautnya yang ngebuat Luka White mencium bau rambutnya langsung mati

"AAAAH! RAMBUTNYA BAU SEMUUUR JENGKOL!" Dan Luka white mati di tempat,

Gakupo melihat para kurcaci sudah pulang dia segera kabur, pakai apa?Ya pakai elang di indosiar lah! susah-susah amat #ditabok.

WUUUSH!

"HAHAHAHA! SAMPAI JUMPA SEMUANYA, JAA NE~" ucap Gakupo sambil kecup jauh dan sambil mengedipkan matanya,

Para kurcaci yang terkena jurus Kedipan dan kecupan jauh dari Gakupo langsung sekarat, Critical Banget!

"Luka White... mati..." ucap Chalice cengo.

"Namo ami tabha, semoga dia diterima disisinya" ucap Kagemi sambil berdoa.

Mereka segera memasukkan Luka white kedalam Kaca mewah, lalu di paketin #ditabok. maksudnya di taruh di tengah-tengah ladang bunga (?).

Tiba-tiba muncul Pangeran berkuda putih berambut Pink (Luki Megurine)

"Apa itu?" tanya Luki melihat sesuatu yang berada di kotak #ditabok. Maksudnya di dalam peti mati kaca (?) tersebut.

Pangeran Luki terpesona melihat Seorang gadis cantik di dalam kaca peti mati tersebut.

"Ini adalah Luka White dia meninggal..." ucap Miki sambil menangis air mancur

Luki segera membuka kotak kaca tersebut

"Bolehkah aku menciumnya?" tanya Luki (P.S : ini bohongan jadi pasti nya Luki mencium kening Luka, masa cium mulutnya! Ntar Incest lagi!)

Para Kurcaci mengangguk-angguk (Chalice : *nyanyi* Angguk ANGGUK! geleng-geleng~ *geleng-gelengin kepala mirip trio macan) A- #dibunuh)

Tiba-tiba datang Gakupo membawa katana buat bunuh Pangeran Luki agar tidak berhasil mencium Luka dan Luka hidup lagi.

TUK!

Tanpa sengaja Gakupo tersandung batu dan jatuh ke arah peti Luka dan...

CHU!

uhuk... Gakupo dan Luka berciuman, LANGSUNG! Kissuuu!

Luki, Luka yang lagi pura-pura tidur, para kurcaci, reader, penoton, kiyo, hanya becengo ria

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Pekik Luka dengan wajah blushing berat dan langsung menghajar Gakupo pakai tuna deluxe.

"UWEEEEEEEEEEE! AMPUNIN ANE! ANE KAGA SENGAJA!" Pekik Gakupo dan masih di gampar Luka

Kemudian.

Setelah Luka White membunuh (baca : Membuat Gakupo Tepar) Gakupo, Dia dan Pangeran Luki hidup berbahagia,

Selamanya~ Happy Endiiiing~

~OWARIIIIIII~


Tirai ditutup, Para penonton hanya cengo ngelihatnya,

Di belakang backstage terdengar gamparan ikan tuna dan tendangan tuna (yang pasti dari twins Megurine ke Gakupo)

Setelah Tim 3 masuk, Kiyo membacakan kelompok selanjutnya.


1 minggu kemudian.

semuanya melihat papan dan baca nilai drama mereka.

Tim 1 : 50

Tim 2 : 50

Tim 3 : 50

dan seterusnya.

"APAAAAAAAAAAAA! KENAPA NILAI KAMI JEBLOK?!" Pekik Tim 1,2 dan 3 melihat nilai mereka hancur.

"Soalnya cerita drama kalian kaga jelas semua' muncul Kiyo-sensei komen.

Para tim1,2,3 melirik Chalice yang numpang lewat.

"Ara? Kenapa kalian melihatku mirip mau membunuhku?" Tanya Chalice.

"GARA-GARA KAU MENJADI NARRATOR, KAMI JADI JELEK NILAINYA!" Pekik Mereka.

Rin membawa roadroller bersama Len.

Dan mereka Semua mengejar Chalice yang sudah kabur memakai senjata andalan mereka.

~OWARI DENGAN GAJENYA~


Chalice : Ah... Gaje...Dan Lebih Garing... *pundung*

Kagemi : Walau begitu baguslah kau kaga menghiatuskannya karena buntu ide... *makan mochi*

Chalice : Walau dapat mood humor dan langsung mengetiknya, tanganku langsung sakit karena dalam 3 jam menyelesaikan ini chap *pundung* sementara waktu kaga bisa update atau membuat fic baru.. *pundung*

Aoi : *sweatdropped*

Yuna : Walau Gaje dan banyak OC masuk...

Aoi, Kagemi, Yuna : Adakah Reader Mau Mereview?


Balas Review :


Minami no Hikari Kagamine :

Benarkah? Chalice merasa senang dapat menghibur XD

Chalice : pakai Re**na (?) XDD #dibunuh,

Sudah lanjut,

Terimakasih atas reviewnya XDD


Yuu Nisshoku :

kaga apa kok XDD

Chalice juga mau ikutan tos bareng Lenny! *meluk Len* #dilindes.

chalice kaga tahu chap ini humor atau garing XDD

Luka : Terimakasih atas Dukungannya

Oke XDD

Terimakasih atas reviewnya XDD


CoreFiraga :

Yo! terimakasih atas pemberitahuanmu, saya tiba-tiba secara indahnya dapat mood humor XDD #kaga tahu kenapa bisa XD.

Saya waktu buat Chap 3 memang lagi SGM XDD

Uhuk... *ngumpet di belakang gentong* sayang nya saya telat Update... mood kaga ngedukung soalnya DX

ah! Pasti yang di sensor itu Assasins Creed! #sotoy Mode On.

Sudah update XDD

Terimakasih atas reviewnya XDD


Karen White :

Benarkah? padahal itu ide yang kaga sengaja terlintas XDD #digampar Len.

sudah update XDD

Kaga apa plesetin sedikit #digampar, Gomen... saya sering kebalik bagian White dengan Whiet DX maaf...

terimakasih atas reviewnya XDD


airi shirayuki :

Kaga apa donk tambah hancur #digantung.

Mungkin tambah hancur #ditabok tim 3.

sudah update XD

Terimakasih atas Reviewnya XDD


Saitou Kemiko-Arishima Joruri :

itu maksudnya dadanya rata, padahal Len itu wanita #ditimpuk Pisang.

Setuju *angguk-angguk* #digantung di tiang.

BENAR! apalagi pakai kacamata! kalau pakai kacamata dia lebih keren! *mata sparkling*

oke XD

Sudah update XD

Terimakasih atas reviewnya XDD


nijihanaoichi :

Kaga, saya baru baca cerita betawi makanya langsung nulis bahasa betawi X3 saya yang pasti bukan orang betawi tapi chinese XDD

Setuju! dia itu aslinya Transgender! dia itu namanya RINTOOONG, kakek-kakek pada jaman batu #dilindes.

benar-benar #angguk-angguk #digampar.

benar, sesuai kata pepatah anak tidak jauh beda dengan bapaknya X3

Ayo kita tos XDD sesama punya kelas gila ayo kita tos *tos bareng Oichi-chan*

oke ;D

Sudah update xD

Terimakasih atas reviewnya XDD


Yami Nova :

Umm... *buka buku* Belanda, habis itu Jepang.

benar, chalice jadi pengen nih X3

ah, chalice salah ketik. Mustinya itu 'Untuk' bukan 'Untung' chalice kebiasa nulis LenTung makanya jadi begitu X3 #ditabok.

benar juga ya, mustinya nambahin Lui Van Houten #ditabok.

Suda lanjut XD

Terimakasih atas reviewnya XDD


Kisasa Kaguya :

Yuna, Kagemi, Aoi : IIIH! Ryu hentai! Mahluk hentai musti di musnahkan ! #ditabok chalice #chalice di bunuh.

oke ;D

Terimakasih atas reviewnya xDD


Kuro 'Kaito' Neko :

benar-benar, chalice aja kaga kuat bayangin gimana kalau Rin pakai jenggot #dilindes.

Chalice, All : *ngelirik Lui*

Lui : A, apa?! tentu saja saya pakai cermin duplikat punya doraemon (lu kate ini Cross apa?)

#abaikan dialog diatas.

Sudah update XD

Terimakasih atas REviewnya XDD


Kemiko ga bisa login :

tenang saja, chalice juga sering bernasib begitu *nepuk pundak Kemiko-chan*

setuju XD #digampar.

Oke ;D

Sudah update XD

Terimakasih atas reviewnya XD


Mind to Review?