TOO LOVE
CHAPTER FIVE
Cast : Jung Yunho (namja)
Kim Jaejoong (yeoja)
Park Yoochun (namja)
Kim Junsu (yeoja)
Shim Changmin (namja)
Cho Kyuhyun (yeoja)
OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*
Author POV
Kini, yeoja cantik itu merasa berat untuk bangun dari tidurnya. Rasa bersalah menyangkut dihatinya. Tapi, apakah keputusan yang diambilnya benar ? Melanjutkan kuliah di Amerika. Ya, ummanya menyetujuinya untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika. Tetapi tentu saja setelah pernikahan Yunho dan Junsu berlangsung.
Sisa satu hal itu saja yang harus dilalui. Menyaksikan seorang namja yang sesungguhnya masih dicintainya menikahi sahabatnya. Hati tidak pernah berbohong bukan ? Sekuat apapun berusaha melupakan seseorang pasti tidak akan semudah membalikkan tangan.
Kim Jaejoong, yeoja cantik itu memandang langit-langit kamarnya. Setelah kejadian kemarin, dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya yang hanya ditinggali oleh pelayan-pelayan rumahnya. Dipejamkan doe eyes-nya, dan seketika jatuh bulir-bulir airmatanya.
#Flashback
"Jongie ? Aku mencarimu kemana-mana. Ternyata kamu berada di taman ini." Suara yang sangat dihapal Jaejoong menghampirinya.
"Chunnie…" lirih Jaejoong
"Kenapa tidak mengangkat teleponku ?"
"Aku tidak mau mengganggumu bersama yeoja-yeoja mu !"
"A..apa maksudmu Jongie ?" Tanya Yoochun hendak menggenggam tangan Yoochun tetapi ditepis Jaejoong.
"Pikirkan saja sendiri !" Jaejoong berdiri dari duduknya lalu melangkahkan kakinya untuk pergi. Tetapi tangannya ditahan oleh Yoochun.
"Saat itu aku mabuk, Jongie. Mianhe."
"Jangan panggil namaku dengan sebutan itu ! Menjijikan !" ucap Jaejoong berusaha melepaskan genggaman tangannya.
"Maafkan aku Jongie." Kini Yoochun bersungguh-sungguh
"Maaf, aku tidak bisa ! Dan hentikan memanggilku Jongie !" Dengan sekuat tenaga Jaejoong berhasil melepaskan genggaman Yoochun. Meninggalkan Yoochun yang kini penuh dengan penyesalan.
#End of Flashback
Mengingat kejadian itu membuat Jaejoong tersenyum miris. Mengasihani dirinya yang dipermainkan. Cintanya tidak pernah terbalaskan.
End of Author POV
Jaejoong POV
'Tenang Kim Jaejoong. Tidak usah terlalu dipikirkan. Kebahagianmu yang sebenarnya pasti akan menghampirimu bukan.'
Ah, hari ternyata sudah siang. Apakah umma Jung mengkhawatirkanku ? Aku tidak sempat bilang kalau aku pulang ke rumah. Bodohnya diriku. Terhanyut dalam kesedihan ini. Apakah di Amerika nanti aku akan menemukan kebahagianku, Tuhan ?
Aku menuju ke rumah Yunho, niatnya sih mengambil mobilku mengingat kemarin aku numpang di mobil Yunho bersama ummanya. Rumahnya sepi sekali, apakah mereka masih berada di rumah sakit pikirku. Sebaiknya aku ke rumah sakit lagi. Aku tidak mau umma Jung mengkhawatirkan tingkahku yang lari tiba-tiba dari ruangan Junsu. Ya, Junsu. Kenapa hidupmu begitu menyakitkan, kamu beruntung memiliki Jung Yunho. Tapi, apa benar hidupmu sisa dua tahun lagi. Lagi-lagi aku cemburu. Huft.
"Anyeong." Sapa-ku ketika berada di ruangan Junsu. Sepertinya ramai sekali.
"Ah, Jongie. Kemari chagi." Umma Jung tersenyum kepadaku. Kemudian aku memilih duduk di sofa sambil membaca-baca majalah yang terdapat disana. Kuabaikan pandanganku terhadap seorang Jung Yunho yang begitu tulus menyuapi Junsu makanan.
"Jongie, apakah kamu tahu pernikahan Yunho dan Junsu akan dilaksanakan seminggu lagi ?" umma Kim menghampiriku dan duduk di sebelahku.
"Ne, Umma. Jongie ingat." Jawabku berusaha tersenyum walaupun itu susah.
End of Jaejoong POV
Yunho POV
Aku lega sekali Jaejoong kembali ke rumah sakit. Ingin rasanya mengejarnya kemarin. Sepertinya dia habis menangis. Maafkan aku Jaejoong, tidak memberitahu tentang penyakit Junsu. Kenapa dia biasa saja ketika umma Kim memberitahu pernikahanku dan Junsu akan dilaksanakan seminggu lagi ?
Memikirkan pernikahan, apakah aku akan benar-benar bahagia bersama Junsu. Sampai saat ini, aku tidak pernah berdebar bila didekatnya.
"Maafkan umma, Suie. Umma belum menemukan Jantung yang cocok untukmu hingga saat ini." Umma Kim kini beralih ke Junsu.
"Tidak apa-apa umma, Suie sudah cukup senang kok." Junsu yang lemah ini selalu tegar dan mengucapkan kata-kata itu. Begitu sulitnya menemukan donor jantung yang cocok dengannya. Tapi, apabila Junsu mendapatkan donor jantung berarti aku tidak bisa memiliki Jaejoong bukan ? Hei Jung Pabbo, apakah kamu mendoakan orang mati. Ah, kurutuki diriku sendiri.
End of Yunho POV
Jaejoong POV
"Suie, maafkan aku tidak mengetahui penyakitmu. Aku memang sahabat yang bodoh." Kata Jaejoong dan mengenggam erat tangan Junsu.
"Aku tidak ingin kamu khawatir Jongie." Junsu tersenyum mengucapkan kata-kata itu.
"Maafkan aku Junsu. Hanya aku yang tidak mengetahuinya." Lirih Jaejoong dan tidak diduganya air matanya mengalir.
"Hei, sudahlah jangan menangis. Mana Jongie-ku yang kuat." Junsu menghapus airmata Jaejoong.
"Maafkan aku. Aku akan membantu mencari donor jantung untukmu."
"Gomawo."
Hari tidak terasa telah malam, Jaejoong dan Yunho masih berada di rumah sakit. Sedangkan umma Jung dan umma Kim telah pulang ke rumah tadi sore. Sesekali Jaejoong bercanda dengan Junsu mengingat masa-masa kecilnya dulu. Yunho hanya bisa tersenyum miris.
"Permisi." Sapa seorang namja yang berada di pintu.
"Ah, Yoochun-ah ! Masuklah." Sapa Yunho yang melihat temannya datang menjenguk
DEG
Jaejoong merasa sakit hati melihat Yoochun datang menjenguk Junsu. Memorinya teringat kembali akan kejadian di apartement Yoochun.
"Sepertinya sudah malam, aku pulang dulu." Kata Jaejoong terburu-buru. Lalu dia meninggalkan ruangan itu.
"Kenapa Jongie terburu-buru seperti itu ?" Tanya Yunho kemudian.
"Kemarin dia meminta putus denganku." Jawab Yoochun.
"MWO ?" secara bersamaan Yunho dan Junsu kaget
"Sudahlah, aku baik-baik saja."
Reflek Yunho merasa lega mendengar perihal Yoochun putus dengan Jaejoong. Tapi, bagaimana cara memilikinya sekarang ?
"Suie, umma menyuruhku mengambil cincin pernikahan kita. Kamu tidak apa-apa kutinggal bersama Yoochun ?" Tanya Yunho mengingat ummanya menyruhnya mengambil cincin malam ini.
"Iya Yunho-ah." Angguk Junsu
CUP ~
Yunho mencium kening Junsu lalu keluar dari ruangan Junsu.
"Suie, apakah mereka sudah mendapatkan donor jantung ?" Tanya Yoochun yang kini duduk di kursi samping ranjang Junsu
"Belum."
"Kamu tahu aku menyayangimu kan ?" Tanya Yoochun tiba-tiba
"Tolong jangan mengungkit hal itu lagi." Jawab Junsu kemudian dan pandangannya masih lurus ke depan.
#Flashback
Saat itu Junsu masih menjadi mahasiswa tingkat pertama di kampusnya. Dia senang sekali ketika Yunho sejurusan dan sekelas dengannya.
"Perkenalkan, aku Park Yoochun." Namja bersuara husky itu duduk di meja samping Junsu.
"Kim Junsu." Junsu memandang aneh kepada Yoochun yang tiba-tiba menghampirinya.
"Kamu mau menjadi pacarku ?"
"Apa kamu gila ?"
"Kamu lucu sekali Junsu-ah."
"Aku sudah memiliki pacar."
"Aku tidak peduli."
"Terserahlah"
"Aku pasti akan membuatmu berpaling kepadaku Kim Junsu."
Setelah itu, Yoochun benar-benar berusaha mendapatkan Junsu. Di segala kesempatan yang ada, dia selalu mendatangi Junsu. Tapi, Junsu tidak pernah menganggapnya ada.
"Sudahlah, tidak usah mengejarku lagi !" Junsu mulai lelah ketika Yoochun selalu mengikutinya hingga sekarang
"Tidak akan."
"Aku sakit, Yoochun ! Aku sakit ! Aku akan mati !" tiba-tiba kalimat itu keluar begitu saja dari mulut Junsu.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati Kim Junsu !"
"Aku pasti mati ! Mereka tidak mendapatkan donor jantung untukku ! Kau tahu itu !"
"Aku pasti akan mendapatkannya !"
Itulah janji Yoochun kepada Junsu. Hingga dia menjadikan Kim Jaejoong pacarnya. Sebenarnya itu hanya alibinya untuk memperhatikan Kim Junsu yang akhir-akhir ini selalu bersama Jung Yunho.
#End of Flashback
"Kamu tahu kan Yunho hanya kasihan kepadaku ?" lirih Junsu menundukkan kepalanya.
"Suie.."
"Sudahlah, aku tidak ingin kamu merasa kasihan juga kepadaku." Ditepisnya tangan Yoochun yang hendak memegang pipinya yang terlihat pucat itu kini.
"Aku mencintaimu Suie. Aku tulus mencintaimu." Yoochun menyatakan perasaannya lagi.
"Aku tahu." Junsu menyunggingkan senyum
"Lalu ? Kenapa kamu masih bersama Yunho ?"
"Karena aku tidak ingin kamu sakit hati bila aku mati nanti."
"Kamu tidak akan mati Kim Junsu !" nada bicara Yoochun menaik. Dia sangat kesal apabila Junsu menyerah akan hidupnya. Kim Junsu yang tidak dimilikinya.
"Benarkah ?" pertanyaan Junsu seperti meremehkan Yoochun
"Percayalah, aku mencintaimu. Aku akan membuatmu menjadi milikku." Lalu Yoochun mencium bibir Junsu tanpa ada perlawanan dari Junsu.
Di luar ruangan, terlihat Yunho yang baru saja balik dari mengambil cincin pernikahannya. Tapi, langkahnya terhenti di depan pintu ketika melihat pemandangan yang membuat matanya iritasi seketika. Yoochun mencium Junsu ? Seperti itulah yang dilihatnya sekarang.
TBC
REVIEW ?
Gomawo *bow*
Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.
* Chapter nya pendek-pendek ya ? :( . Gomenasai .
19 MARET 2013
-ZE-
