TOO LOVE
CHAPTER SIX
Cast : Jung Yunho (namja)
Kim Jaejoong (yeoja)
Park Yoochun (namja)
Kim Junsu (yeoja)
Shim Changmin (namja)
Cho Kyuhyun (yeoja)
OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*
Author POV
Satu hari sebelum hari pernikahan Jung Yunho dan Kim Junsu berlangsung semua orang terlihat sibuk mempersiapkan segalanya. Tetapi tidak untuk Jung Yunho, dia terlihat tidak menginginkan pernikahan ini berlangsung.
"Umma, bisa aku bicara berdua saja dengan umma ?" katanya ketika melihat ummanya berlalu di depannya.
"Hm ? Ada apa ? Umma sedang sibuk Yunho-ah."
"Umma.."
"Iya, ada apa Jung Yunho ! Cepatlah bicara ! Umma sibuk !" emosi umma Jung meningkat karena Yunho.
"Mian umma. Tapi aku ingin membatalkan pernikahan ini." ucapnya kemudian menundukkan kepalanya.
"MWO ?" Sang umma tidak percaya akan perkataan putra keduanya itu. Bisa-bisanya dia ingin membatalkan pernikahan padahal pernikahannya akan berlangsung besok.
"Ada apa ini ?" appa Jung tiba-tiba ikut bergabung diantara mereka
"Putramu ini sepertinya kehilangan akal sehatnya !" ucap Umma Jung menahan emosinya.
"Apa lagi Jung Yunho ?" tanya appa Jung
"Aku ingin membatalkan pernikahan ini !" kata Yunho tegas
"MWO ? Tidak akan !" kata appa Jung tak kalah tegas
"Undangan sudah disebarkan Yunho, apa yang akan dikatakan oleh teman-teman appa dan umma." Kali ini umma Jung berbicara halus
Yunho hanya menghela nafas. Dia tidak ingin terlibat pembicaraan ini lagi karena hasilnya sama saja. Dia tetap akan menikah dengan Kim Junsu yang jelas-jelas tidak mencintainya. Yang berciuman dengan Park Yoochun. Dan hebatnya itu semua dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri.
Jung Yunho merasa kesal dengan dirinya sendiri. Berusaha mencintai Kim Junsu walaupun dia tahu itu tidak mungkin. Hatinya telah memilih Kim Jaejoong. Kini dia tahu bahwa dia hanya merasa kasihan terhadap Kim Junsu, terhadap hidup Kim Junsu yang tidak akan lama lagi. Sangat kecil harapan menemukan donor jantung. Dia tahu itu. Jung Yunho kini hanya bisa menyesali dirinya sendiri.
'Kim Jaejoong, mianhe.' Batinnya. Hanya kata-kata itu yang bisa diucapkan oleh Yunho. Dia merutuki betapa bodohnya dirinya, tidak menyatakan perasaannya. Apakah karena tidak ingin menyakiti Junsu ? Tapi apa yang dilihatnya, Junsu berkhianat di atas cintanya. Kenapa dia tidak menyadarinya dari awal. Sungguh lucu sekali permainan cinta ini.
Yeoja berparas cantik yang baru saja keluar dari rumah sakit itu memandangi gaun pengantinnya. Dia akan menikah besok. 'Yunho-ah, aku tahu kamu hanya merasa kasihan kepadaku, tapi maafkan aku.' Batinnya.
"Suie, kamu di dalam ?" seorang yeoja lainnya mengetuk pintu kamarnya.
"Iya, jongie. Masuklah."
"Wah gaunmu cantik sekali. Pasti kamu akan cantik bila memakainya." Goda Jaejoong ketika dia melihat gaun pengantin Junsu yang berada di atas ranjangnya. Jaejoong berusaha menghilangkan kesedihannya.
"Makasih, Jongie. Kamu sudah menerima gaunmu ?"
"Iya, gomawo."
"Kamu pasti akan cantik memakainya Jongie." Kata Junsu kemudian.
"Emm..Suie. Ada yang harus aku sampaikan kepadamu." Jaejoong berkata dengan tatapan seriusnya.
"Apa itu ?"
"Setelah pernikahanmu besok, aku akan meninggalkan Korea. Aku akan melanjutkan kuliahku di Amerika."
"K..kau bercanda kan ?"
"Tidak Suie." Jawab Jaejoong menggelengkan kepalanya.
"Kenapa ?"
"Aku merindukan orang tuaku Suie." Tentu saja kata-kata Jaejoong adalah bohong. Tidak mungkin bila dia bilang karena tidak kuat melihat Yunho bersama Junsu. Dia tidak ingin menyakiti perasaan sahabatnya itu.
"Apakah Yunho mengetahuinya ?"
"Tidak, aku belum memberitahunya. Dan bisakah kamu tidak usah memberitahunya ?"
Junsu menganggukkan kepalanya. "Umm..apakah umma Jung mengetahuinya ?"
"Iya, umma dan appa Jung sudah kuberitahu kemarin."
"Berapa lama kamu akan disana Jongie ?" tanya Junsu lagi
"Mungkin 4 sampai 5 tahun lagi. Aku akan menyelesaikan kuliahku dulu. Lalu, mungkin aku akan melanjutkan perusahaan appaku yang ada disini."
"Berarti aku tidak bisa bertemu kamu lagi." Lirih Junsu
"Apa yang kamu bicarakan Junsu ! Kita pasti bertemu lagi. Dan aku.." Tiba-tiba Jaejoong tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
"Dan aku pasti akan melihatmu bahagia bersama Yunho dan anak-anakmu." Sungguh sulit bagi Jaejoong mengucapkan kata-kata tersebut. Air matanya telah membasahi pipinya tak terduga.
"Jongie…"
"Berjanjilah Suie. Kita akan bertemu lagi." Jaejoong dengan cepat mengusap airmatanya dan memeluk Junsu. Menyemangati hidup sahabatnya itu. Apakah dia akan menemukan donor jantung dan bertahan hidup atau sebaliknya ? Itulah kini yang ada di benaknya.
'Maafkan aku Junsu. Aku tidak bisa membiarkan diriku sakit melihatmu bersama Yunho.' Batin Jaejoong
Hari telah berganti malam. Kali ini Jaejoong memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Rasanya sangat berat untuk melangkahkan kakinya ke rumah Yunho. Melihat orang-orang yang bahagia mempersiapkan resepsi pernikahan yang akan diadakan di taman belakang kediaman Jung itu. Jaejoong berusaha menutup matanya, menetralkan pikirannya. Sudah saatnya untuk benar-benar melupakan Yunho.
End of Author POV
Jaejoong POV
Yunho akan resmi menjadi suami Junsu besok. Aku terlalu bodoh bila masih mengharapkannya berada di sisiku. Asal kamu tahu Jung Yunho, cintaku hanya untukmu. Tersembunyi di ingatanku. Terjaga di hatiku. Tapi aku tahu, cintamu bukan untukku.
Lagi-lagi aku menangis. Kenapa aku menjadi lemah begini ?
Siapa yang mengetuk pintu kamarku, apakah itu umma Jung.
"Masuklah." Aku pun terburu-buru menghapus air mataku
"Jongie."
Suara itu, Jung Yunho. Kenapa dia kesini. Bukankah semestinya dia mempersiapkan dirinya untuk besok. Kenapa setiap mengingat pernikahannya, dadaku selalu berdenyut sakit.
"Iya, kenapa kamu kemari ? Sebaiknya kamu istirahat saja Tuan Jung." Aku sebenarnya tidak berniat mengusirnya. Tapi aku terlalu sakit menghadapi ini.
"Apa kamu mengusirku eoh ?" tanyanya kemudian
"Tidak. Hanya saja kamu kan harus menikah besok. Bukankah lebih baik bila kamu istirahat."
"Aku berniat membatalkan pernikahanku."
Aku tersentak mendengar ucapannya. Apa dia gila ? Semua sudah dipersiapkan, undangan sudah disebar.
"Kenapa ?" Aku menanyakan kepadanya dengan nada setenang mungkin. Walaupun dalam hati aku senang dia berniat membatalkan pernikahannya. Hei, aku seperti orang jahat saja.
"Aku yakin Junsu tidak mencintaiku."
"Maksudmu ?"
"Aku melihatnya berciuman dengan Yoochun di rumah sakit."
"MWO!"
"Jangan berteriak seperti itu. Kamu ingin membuatku tuli eoh ?"
Sejenak aku terdiam. Yoochun mencium Junsu. Apa hubungan mereka berdua ?
DEG
Dadaku semakin berdenyut sakit. Apakah selama ini aku hanya dipermainkan Park Yoochun itu ? Aku tidak menyadarinya selama ini. Akupun menghempaskan tubuhku di ranjangku.
"Ya ! Kenapa kamu ikut tidur di ranjangku !" ucapku kemudian.
"Aku lelah. Aku tidak tahu apakah aku sanggup menghadapi ini semua."
"Apa maksudmu ?"
"Saranghae."
Hei si Jung Yunho pabbo itu mengatakan cinta kepadaku ? Apakah aku tidak salah dengar ? Apa maksudnya mengucapkan hal itu ? Itu hanya membuatku bertambah sakit Yunho pabbo !
"Jangan mengatakan itu !"
"Aku menyadarinya, aku mencintaimu Jongie."
Aku beranjak dari tidurku dan aku memandang jendela kamarku membelakanginya. Aku belum siap untuk semua ini.
"Jangan bodoh Yunho-ah."
End of Jaejoong POV
Yunho POV
Aku mengatakan kepadanya isi hatiku yang sebenarnya. Aku tahu akan berakhir seperti ini.
"Aku tulus mencintaimu, Jongie-ah." Aku kemudian menghampirinya lalu entah kenapa kedua tanganku memeluknya. Dapat kurasakan wangi tubuhnya.
"Lepaskan, Yunho-ah. Besok kamu akan menikah dan tidak sepantasnya kamu kemari." Lagi-lagi dia mengusirku. Dapat kurasakan tubuhnya bergetar berusaha melepaskan pelukanku. Apakah dia menangis ?
"Kamu telat Jung Yunho ! Terlalu telat untuk mengucapkan kata-kata cinta ! Aku sudah lama menunggumu mengatakan itu !"
Aku kaget atas pengakuannya. Apakah selama ini dia juga mencintaiku ? Kenapa aku terlalu bodoh untuk menyadarinya. Seketika dia berhasil melepaskan pelukanku dan dirinya ambruk begitu saja. Jaejoong menangis di hadapanku. Sungguh sakit hatiku melihatnya menangis.
"Jongie.." aku menghampirinya yang kini terduduk dilantai.
"Sebaiknya kamu pergi dari sini Yunho-ah. Lupakanlah aku. Dan akupun akan melupakanmu." Dia berusaha tersenyum di tengah tangisannya.
"Tapi.."
"Ssst.. sudahlah Yunho-ah. Kamu tidak mungkin membatalkan pernikahan ini. Aku juga tidak ingin egois menyakiti perasaan sahabatku sendiri."
"Apakah kamu mau menungguku ?"
"Untuk apa aku menunggu yang tidak pasti Yunho-ah?"
"Aku pasti akan memilikimu. Tapi tidak sekarang."
"Jangan bercanda Yunho. Kamu pasti akan hidup bahagia dan memiliki anak bersama Junsu. Belajarlah mencintainya."
"Tapi, dia menghianatiku." Lirihku kemudian
"Sudahlah, tapi besok dia akan menjadi istrimu."
Kenapa dia terlihat tegar sekali. Apakah selama ini yang dia rasakan ? Memendam cintanya hanya karena tidak ingin menyakiti sahabatnya. Aku memang telat menyadarinya Jaejoong.
"Percayalah padaku. Aku akan memilikimu."
"Apa yang akan kamu lakukan Yunho-ah ? Menceraikan Junsu eoh ?"
Ah, aku tidak dapat berpikir jernih saat ini. "Percayalah padaku." Hanya kata-kata itu yang dapat kuucapkan untuknya.
End of Yunho POV
Author POV
Malam itu akhirnya mereka mengakui perasaannya satu sama lain. Tapi mereka tahu itu sudah sangat telat. Sungguh jahat bila Yunho tetap memaksa kedua orang tuanya membatalkan pernikahannya. Hanya akan menimbulkan malu terhadap orang. Apakah sekarang dia berharap Junsu tidak mendapat donor jantung ? Sungguh pemikiran yang jahat. Sama saja mengharapkan Junsu mati.
"Maafkan aku Yunho, aku akan baik-baik saja. Jagalah Junsu dengan baik ne ?" kata Jaejoong berusaha tersenyum walaupun hatinya sakit.
"Jongie.."
"Berjanjilah kamu akan membuat Junsu bahagia."
"I..iya, tapi percayalah padaku. Aku akan kembali untukmu."
"Hei Jung Yunho ! Jangan pernah mengucapkan itu."
"Aku serius Jongie-ah." Kata Yunho sambil mengenggam tangan Jaejoong.
"Kamu lucu sekali Yunho-ah." Jaejoong tertawa mendengar perkataan Yunho. Dia tahu, ya dia tahu hal itu tidak mungkin terjadi. Apa yang ada dipikiran Yunho hingga berani mengucapkan hal itu. Kembali kepada Jaejoong ? Bukankah itu sudah sangat telat Jung Yunho eoh ?
"Suie, apakah kamu akan berjanji akan bersamaku bila aku menemukan donor jantung untuk mu ?" tanya namja bersuara cassanova itu. Park Yoochun, malam itu mengunjungi Kim Junsu di rumahnya. Nekat sekali perbuatannya. Tidak ada jawaban dari Junsu. Dia hanya menundukkan kepalanya.
"Suie.." Yoochun menggenggam tangan Junsu kemudian.
"Baiklah, berjanjilah ! Dan aku akan mengembalikan Yunho kepada Jaejoong."
"Kamu juga mengetahui hal itu ?" tanya Yoochun kemudian. Dia pikir hanya dia saja yang tahu bila kedua orang itu saling mencintai.
"Tentu saja ! Aku bisa melihat perlakuan Yunho kepada Jaejoong. Dan Jaejoong yang selalu menghindar bila kami berdua."
"Kamu pintar Suie. Tapi ini akan membutuhkan waktu. Kamu mau menungguku kan ?" Yoochun mengusap-usap kepala Junsu lembut.
"Ne." Junsu menganggukkan kepalanya. Tidak bisa dipungkiri lagi, hatinya telah luluh kepada Yoochun. Biarlah untuk saat ini dia egois. Hanya sampai Yoochun menemukan jantung untuknya, atau mungkin sampai dia mati. Itulah hal yang tidak dia inginkan. Dia tidak ingin Yoochun merasa sakit bila dia mati. Karena itu, biarkanlah untuk saat ini Junsu egois.
TBC
REVIEW ?
Gomawo *bow*
Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.
Masih pendek ya ? Huftt
Apakah FF ini Ze lanjutkan ?
Thanks to :
Simvir – Guest – Rilianda Abelira – Irmawks – Jihee46 – indah yunjae – BooMilikBear – Choi Min Gi – michancassie3
20 MARET 2013
-ZE-
