TOO LOVE

CHAPTER SEVEN

Cast : Jung Yunho (namja)

Kim Jaejoong (yeoja)

Park Yoochun (namja)

Kim Junsu (yeoja)

Shim Changmin (namja)

Cho Kyuhyun (yeoja)

OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*

Author POV

Hari Pernikahan Jung Yunho dan Kim Junsu

Pagi ini yeoja cantik yang bernama Kim Junsu itu telah memakai gaun pengantinnya yang bewarna putih dengan sebuket bunga mawar putih ditangannya. Junsu memandang dirinya di depan kaca besar di kamarnya.

'Hari ini aku akan menikah. Maafkan aku Jaejoong.' batinnya.

"Suie, apakah kamu sudah siap ?" yeoja cantik lainnya yang memiliki doe eyes mengetuk pintu kamar Junsu.

Sekejap Junsu kagum melihat Jaejoong yang terlihat begitu cantik memakai gaun putih selutut. Rambut hitamnya dibiarkan teruai.

"Suie ?" Jaejoong melambai-lambaikan tangannya di hadapan Junsu

"N..ne. Kamu sangat cantik Jongie."

"Kamu lebih cantik dari aku Suie. Ayo kita keluar. Appa mu sudah menunggu."

Kim Junsu melangkahkan kakinya dan Jaejoong mengikutinya dari belakang. Sekilas Jaejoong memandang sendu sahabatnya itu. Hatinya sakit, tentu saja.

Upacara pernikahan Yunho dan Junsu sedang berlangsung. Yunho terlihat sangat tampan memakai setelah jas bewarna putih. Para tamu undangan berdecak kagum melihat pasangan yang saling mengucapkan janji setia itu.

'Sungguh pasangan yang serasi'

Itulah yang ada di pikiran para tamu undangan.

"Selamat Yunho-ah, Junsu-ah." Kata Changmin yang tentu saja menghadiri pernikahan mereka.

"Akhirnya kalian menikah." Kata yeoja cantik lainnya, Kyuhyun.

"Terimakasih, Changmin-ah, Kyuhyun-ah. Ayo kita berfoto bersama." Ucap Yunho mengajak kedua temannya itu untuk berfoto bersama.

"Selamat atas pernikahan kalian." Namja bersuara husky itu tersenyum terhadap Yunho dan Junsu. Junsu sesaat menundukkan kepalanya.

'Mianhe, Yoochun-ah.' Gumamnya.

"Terimakasih Yoochun-ah ! Ayo kita berfoto bersama." Yunho tersenyum kepada temannya itu.

End of Author POV

Yunho POV

Aku menikah dengan Junsu. Aku masih tidak percaya ini. Mianhe Jaejoong. Aku harus terlihat senang disini. Tapi, hatiku sakit. Hatiku berkata lain. Ingin rasanya aku menangisi pernikahan yang tidak kuinginkan ini.

"Selamat atas pernikahan kalian Jung Yunho, Jung Junsu." Suara itu sangat kukenal. Betapa sakitnya hatiku ketika dia mengucapkan selamat. Tidak tahukah dia, aku ingin dia yang berada di sampingku saat ini bukan Junsu.

"Jongie, terimakasih." Kulihat Junsu memeluk Jaejoong.

DEG
Dia sangat cantik sekali hari ini. Umma-ku sepertinya berhasil membuatnya lebih feminim. Kutatap sosoknya dalam-dalam. Aku tidak ingin dia menghilang dari pandanganku.

"Yunho ?"

"Yunho-ah?"

"Hei Jung Yunho !"

"Ah, kenapa berteriak seperti itu Jongie ?"

"Kamu berkali-kali kupanggil tapi tidak menjawab Tuan Jung Yunho." Lagi-lagi dia mempoutkan bibir cherrynya. Lucu sekali.

"Mian." Jawab Yunho yang masih mengagumi sosok Jaejoong.

"Kamu tidak mau mengajakku foto bersama eoh ?"

"Haha, ayo kita foto bertiga."

Dan jadilah ketiga sahabat ini berfoto bersama dengan Jung Yunho ditengah disamping kanannya Kim Jaejoong dan samping kirinya Kim Junsu.

"Aku ingin melihat hasilnya." Dengan langkah terburu-buru Jaejoong berlari ke arah fotografer tersebut. Dan kakinya tersandung.

'Omo ! Jaejoong akan jatuh.'

GREP

Reflek aku menahan tubuhnya. Aku memeluknya lagi, terasa nyaman bagiku. Aku ingin terus memeluknya seperti ini.

"Gomawo, Yunho-ah." Jaejoong melepaskan pelukanku.

End of Yunho POV

Author POV

'Maafkan aku Jaejoong'. Lagi-lagi batin Junsu mengucapkan kata maaf. Dia tahu, ya sangat tahu Yunho mencintai Jaejoong. Terlihat dari betapa cepatnya Yunho menahan tubuh Jaejoong yang akan jatuh.

"Jong..Ah, Jaejoong. Bisakah kita bicara berdua saja." Yoochun menghampiri Jaejoong yang tengah berdiri di pinggir kolam sendirian.

"Hm ? Ada apa ?" nada bicara Jaejoong kali ini sangat dingin.

"Maafkan aku Jaejoong-ah." Lirih Yoochun

"Untuk apa ?"

"Untuk semua kesalahanku kepadamu. Kamu mungkin tahu aku hanya memanfaatkanmu. Aku melakukan itu semua agar bisa memperhatikan Junsu saja. Maafkan aku mempermainkan perasaanmu." Kali ini Yoochun bersungguh-sungguh dalam setiap ucapannya.

"Lupakan saja."

"Apa ?"

"Aku bilang lupakan saja, Yoochun-ah !" bentak Jaejoong.

"Kamu tidak memaafkanku ?" tanya Yoochun lagi

"Mungkin tidak semudah itu memaafkanmu. Tapi, anggap saja aku memaafkanmu." Kata Jaejoong kemudian.

"Benarkah ?"

"Ya. Aku memaafkan semua tindakan bodohmu Yoochun-ah !" Ucap Jaejong serius

"Gomawo, Jaejoong-ah."

Jaejoong tidak merespon ucapan terimakasih dari Yoochun. Kemudian dia pergi dari pinggir kolam itu. Dan kini dia menuju ruang tamu kediaman Jung itu. Dilihatnya dari kejauhan pasangan Yunho dan Junsu yang masih menyambut tamu di taman belakang kediaman Jung itu. Bibirnya menyunggingkan senyum tapi hatinya terasa sakit.

Dilihatnya lagi foto mereka bertiga. Dia tersenyum miris melihat foto tersebut. Dan tanpa sadar dia merobek foto Junsu dan kini hanya sisa fotonya dengan foto Yunho saja yang berdampingan.

"Rupanya kamu disini, Jongie-ah. Umma mencarimu kemana-mana."

"Ah umma Jung." Jaejoong dengan cepat memasukkan kembali fotonya ke tas tangannya.

"Apakah barang-barangmu sudah dikemasi semua Jongie ?" umma Jung ikut duduk disamping Jaejoong.

"Ne, aku ikut penerbangan terakhir malam ini."

"Jongie-ah. Umma pasti akan sangat merindukanmu. Apakah Yunho dan Junsu telah mengetahuinya ?" tanya umma Jung

"Junsu sudah kuberitahu, tapi Yunho belum." Jawab Jaejoong dengan mata sendunya.

"Kenapa belum Jongie-ah ? Kamu akan berangkat beberapa jam lagi. Sebaiknya kamu memberitahunya ne ?"

"I..iya umma." Lirih Jaejoong. Hatinya masih berkecamuk. Terasa sangat susah baginya untuk bilang ke Yunho.

"Baiklah, Jongie. Segeralah bilang ke Yunho. Dia pasti akan sedih apabila kamu tidak pamit kepadanya."

DEG

Ucapan umma Jung benar-benar menusuk hingga ke rongga jantungnya. Memang hal itulah yang tidak diinginkan oleh Jaejoong.

"Ne." jawab Jaejoong singkat

"Umma pergi dulu ne. Masih banyak tamu yang datang." Ucap umma Jung

Jaejoong masih menatap punggung umma Jung yang terlihat semakin jauh. Dia masih teringat perkataan umma Jung. Sekilas dilihatnya jam dinding yang berada di ruang tamu itu. Ternyata sudah jam delapan malam, semakin sedikit sisa waktunya di negara kelahirannya ini. Jaejoong menghela nafas dengan berat.

Dia berdiri dari duduknya memasuki taman belakang. Terlihat Yunho dan Junsu masih menyambut tamu undangan. Dengan pandangan sendu, Jaejoong melihat wajah bahagia Yunho dan Junsu. Dia pikir Yunho bahagia terhadap pernikahan itu. Hei, Kim Jaejoong tidak tahukah kamu kalau itu hanya senyum palsu Yunho ?

Lalu dengan langkah lemas, Jaejoong duduk di salah kursi yang berada di sana. Masih memandang pasangan bahagia tersebut. Jaejoong menyunggingkan senyumnya. Entah untuk apa senyumannya itu.

"Aku lelah sekali." Tiba-tiba Junsu duduk disebelah Jaejoong.

"Hm ?"

"Banyak sekali tamu yang datang."

"Sebaiknya kamu istirahat saja Suie, biar aku yang menyambut tamu." Yunho ikut duduk di samping Junsu. Jadilah mereka bertiga duduk bersamaan.

"Baiklah, aku kekamar dulu ne ? Jongie semoga penerbanganmu selamat ne ?" kata Junsu lalu memeluk erat sahabatnya itu.

"Penerbangan apa ?" tanya Yunho dengan wajah bingung

"Astaga !" Junsu menepuk jidatnya merutuki bodohnya dirinya. Bukankah Yunho tidak boleh tahu hal ini.

"Penerbangan apa, Kim Jaejoong ?" tanya Yunho sekali lagi. Namun tidak ada jawaban dari Jaejoong.

"Umm, sebaiknya aku ke kamar saja." Ucap Junsu lalu meninggalkan Yunho dan Jaejoong berdua.

"Jongie.."

"Aku akan ke Amerika, Yunho-ah."

"MWO ? Lalu kuliah mu ?" tanya Yunho lagi masih dengan wajah bingungnya.

Jaejoong tidak menjawab pertanyaan Yunho, melainkan dia meninggalkan taman belakang itu lalu menuju kolam renang yang terdapat di kediaman Jung itu. Dilepasnya sepatu high heelsnya lalu dia duduk di pinggir kolam dan merendam kakinya di air.

"Jongie..kenapa menghindariku ?" lirih Yunho yang ikut duduk di pinggir kolam.

"Kenapa mengikuti Yunho-ah ?" Jaejoong memandang Yunho yang duduk di sebelahnya.

"Bagaimana dengan kuliah mu ? Aku tahu, kamu hanya berlibur saja disana kan ?" tanya Yunho kemudian.

Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku melanjutkan kuliahku disana. Dan aku akan tinggal bersama appa dan umma ku Yunho-ah."

"Kenapa Jongie-ah ?" kini dengan nada serius Yunho bertanya lagi

"Tidak apa-apa, aku hanya merindukan mereka berdua." Jaejoong tersenyum menjawab pertanyaan Yunho.

"Lalu, itu berarti kamu meninggalkanku kan ?"

"Tidak apa-apa kan ? Kamu sudah menikah dengan Junsu. Lalu untuk apa diriku ? Bukankah nanti akan menjadi penganggu pernikahan kalian ?"

"Bu..bukankah kamu telah berjanji untuk menungguku, Jongie ?" tanya Yunho lagi.

Jaejoong mengenggam tangan Yunho dan menatap dalam mata musang itu.

"Yunho, lupakanlah aku. Belajarlah mencintai Junsu. Dia sekarang istrimu. Dia lebih memerlukanmu. Lupakanlah aku Yunho-ah." Badan Jaejoong bergetar mengatakan kalimat itu. Sungguh dia tidak ingin mengucapkan kalimat itu.

"Jongie..apaa.."

"Tidak apa-apa Yunho-ah, belajarlah mencintai Junsu. Dan lupakanlah aku, ne ?" potong Jaejoong cepat. Air matanya telah membasahi pipinya. Cintanya tidak pernah tersampaikan kepada Yunho. Apakah ini takdirnya ? Tidak bisa bersama dengan orang yang dicintainya.

"Baiklah kalau itu maumu, Kim Jaejoong." Kini Yunho berkata dengan nada dingin. Dia tidak menyangka Jaejoong akan berkata hal sekejam itu.

"Maafkan aku." Jaejoong melepaskan genggamannya dan menghapus airmatanya. Tubuhnya terasa tertarik. Benar saja, Yunho memeluknya erat. Walaupun Yunho mengikuti kemauan Jaejoong, bukan berarti hatinya menyetujuinya.

Junsu yang saat itu hendak beristirahat di kamar membalikkan arahnya ke taman belakang. Yeoja cantik itu lupa mengambil sepatunya di kursi tadi. Ya, saat dia duduk tadi dia melepaskan sepatunya. Kemudian matanya mengikuti ke arah Jaejoong berjalan ke arah kolam yang diikuti Yunho. Karena rasa penasarannya, Junsu pun mengikuti mereka berdua.

Dia berdiri di belakang Yunho dan Jaejoong yang sedang duduk di pinggir kolam. Dia mendengar semuanya. Betapa tegarnya Jaejoong. Kini Junsu merasa seperti orang yang sangat jahat yang telah merebut kebahagiaan sahabatnya. Memisahkan kedua orang yang saling mencintai. Junsu pun berlari dari tempat itu dan menuju kamarnya dan kamar Yunho tentu saja. Dia memegang dadanya yang terasa sakit. Jantungnya yang terasa sakit akibat dia berlari.

'Jantung bodoh, cepatlah berhenti berdetak' gumamnya. Lalu yeoja cantik itu duduk di sebuah meja yang terdapat di kamar itu, mengambil secarik kertas dan sebuah pulpen. Setelah selesai menulis, dimasukkannya kertas itu di sebuah amplop. Lalu Junsu keluar dari kamarnya dan mendatangi ummanya yang terlihat sedang berada di ruang tamu bersama appa-nya.

"Umma."

"Ne, ada apa Suie-ah ?"

"Tolong simpan surat ini. Dan berikan kepada Jaejoong ketika dia pulang dari Amerika." Katanya kemudian memberikan surat yang dimaksudnya.

"Mwo ? Baiklah." Ucap umma Jung sedikit bingung maksud anaknya.

Jam telah menunjukkan pukul sembilan malam. Jaejoong telah siap dengan kopernya yang lumayan besar. Tidak lupa ia berpamitan kepada umma dan appa Jung.

"Terimakasih telah menjagaku, umma appa." Ucap Jaejoong dan memeluk kedua orang tua Jung yang sudah dianggapnya orang tuanya sendiri.

"Iya Jongie, sampaikan salam kami kepada orang tua kalian."

"Iya appa." Jaejoong tersenyum lalu dia memeluk umma dan appa Kim yang berada di teras rumah keluarga Jung itu.

"Semoga penerbanganmu selamat Jongie." Ucap umma Kim

"Gomawo." Dan kini dia juga melihat Jung Yunho dan Kim Junsu yang berada di teras itu juga.

"Jongie, aku akan sangat merindukanmu." Junsu langsung saja memeluk Jaejoong

"Ne, aku juga Suie." Jaejoong mengusap-usap punggung Junsu.

"Dan Jung Yunho, jagalah Junsu dengan baik." Ucap Jaejoong memandang Yunho. Tetapi tidak ada jawaban dari namja bermata musang itu. Hatinya terlalu sakit mendengar ucapan dari yeoja yang dicintainya itu.

"Baiklah, aku pergi dulu. Selamat tinggal." Jaejoong yang menyadari tatapan sedih Yunho itu kemudian memasuki mobil. Dia tidak ingin berlama-lama larut dalam kesedihannya.

End of Author POV

Jaejoong POV

Selamat tinggal Yunho. Selamat tinggal cinta pertamaku. Berbahagialah dengan Junsu. Kenapa airmata bodoh ini terus mengalir. Aku mengusap kasar wajahku. Aku berharap aku menemukan kebahagianku sendiri tanpa Jung Yunho.

End of Jaejoong POV

Yeoja cantik itu kini telah berada di pesawat. Meninggalkan negara kelahirannya. Meninggalkan cinta pertamanya, Jung Yunho.

TBC

REVIEW ?

Gomawo *bow*

Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.

Masih pendek ya ? Huftt

Apakah FF ini Ze lanjutkan ?

Thanks to :

SimviR – indahyunjae – yunjaeyoosumin – Rilianda Abelira – BooMilikBear – Vic – Choi Min Gi – Guest – KimYcha Kyuu – Jihee46 – michancassie3 –

21 MARET 2013

-ZE-