TOO LOVE
CHAPTER EIGHT
Cast : Jung Yunho (namja)
Kim Jaejoong (yeoja)
DLL
OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*
Three Years Later
Jaejoong POV
Cerah sekali pagi ini secerah hatiku. Besok aku akan menyandang gelar Sarjana Hukumku. Tidak kusangka akan secepat ini. Sebaiknya aku memberitahu Yonghwa oppa nanti siang sekalian makan siang bersamanya. Yonghwa oppa sangat baik padaku. Dia telah mengisi kekosongan dihatiku. Ya, Jung Yonghwa yang tidak lain adalah kakak kandung dari Jung Yunho.
#Flashback
Tiga tahun yang lalu ketika aku menginjakkan kakiku di kota ini, Yonghwa oppa-lah yang menjemputku.
"Jaejoong-ah !" Yonghwa melambai-lambaikan tangannya ke arahku.
"Oppa ! Kenapa ada disini ?" tanyaku yang tidak menyangka akan bertemu dengannya disini.
"Tentu saja menjemputmu. Apakah umma-mu tidak memberitahumu ?"
"Tidak." Jawabku lagi dengan nada bingung
"Ayo kita pulang, Jaejoong-ah." Ajak Yonghwa sambil menarik koper milik Jaejoong.
"Oppa, bukankah semestinya kamu berada di Australia saat ini ?" tanyaku penasaran. Karena seingatku dulu, Yonghwa oppa berkuliah di Australia.
"Aku sudah menyelesaikan kuliah ku. Dan sekarang aku menjalankan perusahaan appa-ku disini."
#End of Flashback
Jung Yonghwa, namja yang berusia lebih tua lima tahun dariku itu telah menjadi direktur muda. Yang jelas dia sangat baik padaku. Namun, aku tidak pernah berpikir menjadikannya kekasihku walaupun dia memintanya. Hatiku masih saja menunggu kehadirannya. Ya, kehadiran seorang namja yang menikah dengan sahabatku sendiri tiga tahun yang lalu. Terlalu bodoh diriku bukan ?
"Umma, Selamat Pagi." Sapaku kepada ummaku yang sedang berada di dapur.
"Pagi Jongie. Ceria sekali hari ini."
"Besok aku akan diwisuda umma, tentu saja aku sangat senang."
"Ne. Ayo sarapan Jongie. Appa telah menunggu."
Ya, beginilah hari-hariku semenjak berada disini. Aku memang merindukan masa-masa ini. Berkumpul dengan keluargaku yang asli. Tapi sebagian hatiku masih merindukan sosok namja itu. Padahal sudah dua tahun berlalu. Begitu susahnya melupakannya.
"Umma,Appa Jongie pergi dulu ne ?" Aku pamit kepada ummaku. Hari ini aku masih harus kekampus.
"Hati-hati Jongie." Lalu aku mengecup pipi umma dan appaku.
End of Jaejoong POV
Author POV
Di waktu yang berbeda di tempat yang berbeda. Seorang namja bermata musang tengah berada di bandara bersama putri kecilnya yang kini berusia satu tahun.
"Appa, mau kemana ?" tanya gadis kecil yang mewarisi wajah ummanya
"Mendatangi teman appa." Jawab namja itu sambil mengelus-elus sayang kepala anaknya.
Tidak berapa lama, pesawat yang ditumpangi sang namja dan putri kecilnya pun lepas landas.
"Oppa!" seru Jaejoong ketika memasuki ruangan Yonghwa
"Hm, kenapa Jongie. Sepertinya senang sekali." Kata Yonghwa yang masih sibuk dengan laptopnya.
"Tentu saja. Besok aku akan diwisuda." Ucap Jaejoong lagi dan menghempaskan badannya di sofa.
"Selamat, Jongie-ah."
"Oppa, aku ingin mengajakmu makan siang." Kata Jaejoong lagi
"Tunggu sebentar ne ?"
"Huftt, oppa bila kamu terus sibuk seperti itu. Kapan kamu akan menikahnya." Goda Jaejoong.
Yonghwa hanya tertawa menanggapi ucapan Jaejoong. Dia masih terlalu cinta terhadap Jaejoong. Tetapi yeoja cantik itu menolak pernyataan cintanya. Tapi dia masih berharap Jaejoong dapat membuka hatinya untuknya.
"Oppa, terimakasih untuk hari ini !" ucap Jaejoong yang sangat senang dibelikan berbagai macam barang dari Yonghwa.
"Anggap saja sebagai hadiah kelulusanmu." Jawab Yonghwa lalu dia mencium kening Jaejoong. Jaejoong tersipu malu terhadap tindakan Yonghwa yang tiba-tiba mencium keningnya.
Ternyata mereka tidak menyadari kehadiran seorang namja bermata musang yang tengah duduk di ruang tamunya.
"Hyung, jangan bermesra-mesraan di depanku ne ?" suara namja yang terasa familiar itu menegur.
"Yunho-ah ! Astaga ! Kapan kamu datang kesini ? Dimana istri cantikmu ? Dimana anakmu ? Hyung rindu sekali." Sederetan pertanyaan yang keluar dari mulut hyung-nya diabaikannya.
Mata doe eyes itu menatap tidak percaya kepada namja bermata musang itu. Benarkah itu Yunho ? Itulah yang ada dipikirannya saat ini.
"Appa…." Gadis kecil itu berlari-lari menghampiri appanya yang tidak lain adalah Yunho
DEG
Mata doe eyes itu seketika sendu memandang sosok kecil yang mirip dengan Junsu.
"Dia anakmu, Yunho-ah ? Aigoo, cantiknya." Kata Yonghwa lalu menghampiri gadis kecil itu.
"Ne, hyung." Jawab Yunho singkat.
End of Author POV
Yunho POV
Jaejoong, kamu semakin cantik. Dan, rambutmu telah panjang. Aku sangat merindukanmu Jaejoong-ah. Tapi sepertinya aku telat. Kamu memang benar-benar melupakanku eoh ? Kamu membuatku sakit dengan memilih kakakku sendiri, Jaejoong-ah.
End of Yunho POV
Author POV
"Siapa namanya anakmu Yunho-ah ?" Pemilik cherry lips itu menghampiri anak kecil yang kini dipangku oleh Yonghwa.
"Junsu."
"MWO ?"
"Namanya Junsu. Jung Junsu."
"Kenapa sama dengan nama istrimu Yunho-ah ?" tanya Yonghwa bingung.
"Jadi kalian berdua tidak tahu beritanya eoh ?" Umma Kim yang membawa minuman dan snack ikut bergabung di ruang tamu.
"Tidak." Jawab Jaejoong dan Yonghwa bersamaan
"Junsu meninggal setahun yang lalu." Ucap Yunho kemudian
"APA ?" Jaejoong tentu saja kaget. Bagaimana dia tidak mengetahui perihal ini. Perihal sahabatnya yang meninggal setahun yang lalu.
"Kami tidak berhasil menemukan donor jantung." Kata Yunho lagi.
#Flasback
"Umma appa, maafkan Suie." Kata yeoja cantik itu yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit
"Suie apa yang kamu bicarakan."
"Yunho ."
"Ne, aku disini Suie." Kata Yunho lalu mengenggam tangan Junsu
"Apakah anak kita cantik ?"
"Ne, dia mirip sepertimu."
"Tolong rawat dia dengan baik. Maaf aku tidak bisa merawatnya."
"Suie, kita harus merawatnya bersama-sama." Jawab Yunho dengan tegar. Dia tahu, ya dia sangat tahu walaupun hal itu tidak mungkin.
Kim Junsu, setelah melahirkan seorang putri kecil. Jantungnya langsung melemah. Dan kini hidupnya tergantung pada alat-alat yang berada di tubuhnya.
Orang tuanya gagal menemukan donor jantung. Begitu pula dengan Yunho.
Yunho saat itu sangat terpukul. Di saat ia belajar mencintai Junsu dan menghadirkan seorang putri kecil. Junsu harus pergi meninggalkannya selamanya.
"Maafkan aku. Ingat pesanku, Yunho-ah." Setelah mengucapkan kata-kata itu, mata yeoja cantik itu tertutup. Tertutup untuk selama-lamanya.
"JUNSUU !" sontak sang umma menangis tak tertahankan melihat putri kandungnya pergi selama-lamanya. Appanya berusaha menenangkan sang umma yang kini menangis terisa-isak. Yunho saat itu masih mengenggam tangan Junsu. Dia teringat kembali akan pesan Junsu sebelumnya. Ya, dia harus menjalankan pesan yang diberikan Junsu itu.
# End of Flashback
"Maafkan aku tidak mengetahui hal ini." Jaejoong menundukkan kepalanya dan dia menangis lagi. Kali ini menangisi sahabatnya sendiri.
"Sudah, jangan menangis Jongie." Yonghwa lalu memeluk Jaejoong. Disandarkannya kepala Jaejoong di dadanya. Pemandangan tersebut tentu saja membuat iritasi seorang Jung Yunho.
"Ini umma-nya Junsu menitipkan surat ini kepadaku. Katanya di saat pernikahanku tiga tahun yang lalu, Junsu menitipkan ini kepada umma-nya untuk diberikan kepadamu Jaejoong-ah."
Jaejoong lalu mengambil surat tersebut. Tetapi dia tidak membukanya.
"Apakah kamu mau mengunjungi makamnya Jongie ?" tanya Yonghwa kemudian
"I..iya, setelah wisuda besok." Lirih Jaejoong.
Dan wisuda Jaejoong pun berlangsung. Dihadiri oleh kedua orang tuanya, Yonghwa dan Yunho terlihat ikut serta. Tentu saja ajakan dari ummanya Jaejoong.
"Selamat Jongie." Yonghwa memberikan sebuket bunga kepada Jaejoong
"Terimakasih oppa !" Jaejoong langsung memeluk Yonghwa. Lagi-lagi pemandangan yang membuat mata Yunho iritasi.
"Jaejoong-ah. Selamat" ucap Yunho kemudian. Ingin sekali dia memeluk Jaejoong saat itu tapi segera ditahannya.
"Terimakasih Yunho-ah." Jaejoong memandang wajah tampan Yunho. Tidak banyak yang berubah dari Yunho. Yang berubah hanyalah dia menjadi seorang appa di usianya yang muda.
"Jongie, kamu jadi kembali ke Korea ?" tanya ummanya memastikan
"Ne, Umma. Aku ingin mengunjungi Junsu. Mungkin hanya beberapa minggu, lalu aku akan kembali lagi kesini." Jawab Jaejoong
"Umm, Jongie. Ada yang ingin appa bicarakan." Kata appanya kemudian
"Ada apa, appa ?" tanya Jaejoong lagi yang masih sibuk bermain dengan Junsu kecil.
"Appa berpikir sebaiknya Jongie melanjutkan perusahaan appa di Korea."
"MWO ?" Jaejoong kaget dan kini menatap appanya.
"Kamu mau kan ?" tanya appanya kemudian
"Ne." Jaejoong hanya mengangguk pasrah. Tidak mungkin dia menentang appanya itu. Percuma saja pikirnya.
"Yunho-ah, bisa kita bicara berdua saja ?" kata Yonghwa kemudian menarik tangan Yunho menuju teras belakang kediaman Kim itu.
"Ada apa, hyung ?"
"Tolong jaga Jaejoong ne ?" kata Yonghwa kemudian menepuk pundak adiknya itu
"Mwo ? Bukankah dia pacarmu hyung ?"
"Tidak, dia telah menolakku. Aku tahu dia masih sangat mencintaimu."
"Hyung tahu darimana ?"
"Lihatlah." Lalu Yonghwa memberikan sebuah poto yang terdapat robekan disampingnya. Yunho pun mengambil foto tersebut. Dan betapa terkejutnya dia melihat foto ini.
"Dimana hyung mendapatkan ini ?" tanyanya lagi dengan wajah sangat terkejut
"Waktu itu aku sedang makan malam berdua Jaejoong. Dan saat itu dia yang mentraktirku. Ketika dia membuka dompetnya, foto ini jatuh dan dia tidak menyadarinya." Jawab Yonghwa panjang kali lebar
"Setelah itu aku baru tahu alasan Jaejoong menolakku." Tambah Yonghwa lagi
"Hm." Yunho masih memandang foto itu. Foto disaat pernikahannya dengan Junsu. Foto yang semestinya menampilkan mereka bertiga, tapi kini hanya ada Jaejoong dan Yunho difoto tersebut.
'Jaejoong-ah, apakah kamu masih menungguku ?' gumamnya dalam hati.
"Jongie, apakah sudah siap ? Ayo, oppa antar." Ajak Yonghwa
"Ne, oppa. Jongie pamit dulu." Jaejoong pun pamit kepada kedua orang tuanya. Lagi-lagi dia harus terpisah dari kedua orang tuanya.
Dan sekarang mereka telah berada di bandara. Yonghwa terlihat mencium pipi tembem Junsu kecil.
"Oppa terimakasih telah mengantar. Aku pasti akan merindukanmu, oppa.' Ucap Jaejoong.
"Ne, jadilah wanita yang cantik Jongie." Yonghwa mengacak-acak rambut Jaejoong. Jaejoong mempoutkan bibirnya tidak terima perlakuan Yonghwa.
"Terimakasih hyung." Kata Yunho lagi.
"Ne, cepatlah masuk. Kalian tidak ingin ketinggalan pesawat bukan ?"
"Iya." Lalu Yunho mengambil Junsu yang digendong oleh Yonghwa
"Selamat tinggal, Junsu. Ah, Yunho jangan lupa perkataan hyung tadi !" seru Yonghwa. Jaejoong yang mendengar perkataan Yonghwa hanya mengkerutkan alisnya.
"Jaejoong-ah. Aku sangat merindukanmu." Kata Yunho kemudian. Tetapi tidak ada jawaban dari Jaejoong. Dia berjalan duluan ke dalam pesawat.
Yunho bingung dengan sikap dingin Jaejoong. Dia kira Jaejoong masih menunggunya gara-gara foto yang dikasih hyungnya tadi. Tapi sepertinya tebakannya salah.
'Jaejoong-ah, apakah kamu benar-benar melupakanku ?'
End of Author POV
Jaejoong POV
Aku juga sangat merindukanmu, Yunho-ah. Tidak tahukah betapa sulitnya hari-hariku dulu. Hampir setiap malam aku menangisimu.
Aku sangat kaget ketika kamu sudah mempunyai anak. Berarti kamu benar-benar telah mencintai Junsu dan tentu saja melupakanmu. Aku akan mundur Yunho-ah. Kuharap kamu akan merawat anakmu dengan baik.
'Yunho-ah, apakah kamu benar-benar melupakan perasaanmu kepadaku ?'
TBC
REVIEW ?
Gomawo *bow*
Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.
Wah, banyak yang sedih ya sama chapter tujuh kemarin ? Mianhe. Hehe.
Apakah FF ini Ze lanjutkan ?
Thanks to :
Rilianda Abelira – SimviR – Guest – Guest – csimbun – Guest – nataliakim8624 – KimRyeona19 – Choi Min Gi – michancassie3 -
22 MARET 2013
-ZE-
