TOO LOVE
CHAPTER NINE
Cast : Jung Yunho (namja)
Kim Jaejoong (yeoja)
DLL
OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*
Flashback Three Years Ago
The Wedding Life Jung Yunho and Kim Junsu
Di awal pernikahan Jung Yunho berusaha menepati janjinya selalu bersama-sama suka dan duka. Ucapan seorang Kim Jaejoong masih berputar-putar dikepalanya.
'Belajarlah mencintai Junsu dan lupakan aku, ne?'
Bagaimana bisa seorang Jun Yunho yang sangat mencintai Kim Jaejoong melupakannya begitu saja ? Di satu hari sebelum pernikahan saja Jung Yunho nekat ingin membatalkan pernikahannya demi Kim Jaejoong.
Tapi yeoja cantik yang telah meninggalkan negara kelahirannya ini menyuruhnya untuk melupakannya. Sungguh berat ujian ini bagi Jung Yunho yang kini menyandang status Kim Junsu. Dia sama sekali tidak berniat menyentuh Kim Junsu. Karena dia hanya ingin melakukannya hanya dengan Kim Jaejoong.
'Jaejoong-ah, aku sangat merindukanmu.'
"Yunho-ah, sarapan sudah siap. Segeralah turun." Suara yeoja yang tak lain adalah Junsu mengetuk pintu kamar Yunho. Kamar Yunho, bukan kamar Yunho dan Junsu. Walaupun kini mereka telah memiliki rumah sendiri dan walaupun mereka adalah sepasang suami istri. Yunho sepertinya masih sangat tidak menginginkan hal ini. Junsu pun sadar akan hal itu. Dia benar-benar seperti orang jahat yang memanfaatkan seseorang saja.
Kim Junsu seorang yeoja yang kini menjadi istri dari seorang Jung Yunho. Hidupnya divonis tersisa dua tahun lagi. Dan akan semakin berkurang. Melupakan seorang pria yang benar-benar mencintainya, Park Yoochun. Alasan bodoh-nya tidak ingin Yoochun merasa sakit hati bila Junsu mati. Hingga memisahkan dua manusia yang saling mencintai tidak lain adalah Jung Yunho dan Kim Jaejoong.
"Ne." Yunho menjawab singkat dari dalam kamarnya. Setelah Yunho berpakaian rapi dia lalu menuju ruang makan yang berada di rumah besarnya itu. Disana terlihat Junsu telah menunggunya.
Sungguh kehidupan pernikahan mereka hanya seperti sandiwara saja, tidak adanya lagi cinta yang menghubungkan mereka. Cinta yang seharusnya milik orang lain.
"Yunho-ah, hari ini kita tidak kuliah kan ? Lalu kamu mau pergi kemana berpakaian rapi seperti itu ?" tanya Junsu disela-sela sarapan paginya.
"Aku akan ke perusahaan appa dulu." Jawabnya sambil melanjutkan sarapannya.
Tidak bisa dipungkiri lagi, Jung Yunho adalah pewaris Jung Corp yang berada di Korea ini. Karena kuliahnya yang sebentar lagi selesai kurang lebih satu setengah tahun itu, maka dia memutuskan untuk belajar dari sekarang cara menjalankan perusahaan yang telah didirikan dari nol oleh appanya itu.
"Oh begitu." Junsu yang melihat Yunho telah selesai sarapan kemudian merapikan meja makan mereka. Sekilas tampak seperti pasangan suami istri yang ideal.
"Junsu-ah, mungkin aku akan pulang larut malam. Jadi tidak usah menungguku." Yunho yang berada di ambang pintu berpesan kepada Junsu.
"Larut malam lagi ?" tanya Junsu kemudian. Semenjak pernikahan mereka yang baru berjalan beberapa bulan ini, Yunho sering pulang larut malam. Junsu hanya bisa menerima kelakuan suaminya itu. Dia tidak pernah bertanya kepada Yunho kemana suaminya itu pergi. Apakah kamu mulai merasa bersalah Kim Junsu atau yang kini telah menjadi Jung Junsu ?
"Ne, aku pergi dulu." Yunho lalu pergi meninggalkan Junsu di rumah besarnya, tanpa ada ciuman selamat tinggal. Layaknya perlakuan seorang suami terhadap seorang istri.
Kini Junsu sendirian di rumah. Mereka belum memiliki pelayan karena Junsu tidak menginginkannya. Junsu yang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah untuk menghilangkan rasa bosannya. Dan biasanya Junsu baru selesai membersihkan rumah ketika hari beranjak siang. Lalu dia masak untuk makan siang walaupun dia tahu hanya dia saja yang makan siang seorang diri.
Seperti siang ini Junsu makan seorang diri di ruang makannya. Sepi tentu saja. Ketika Junsu hendak mencuci piring, tiba-tiba bel rumahnya berbunyi. Dengan langkah buru-buru dia menuju ruang tamu dan membuka pintu rumahnya.
"Yoochun-ah ?" ternyata yang mengunjunginya adalah Yoochun yang tidak lain adalah lelaki yang dia cintai. Yang telat dia sadari bahwa dia telah mencintai laki-laki cassanova itu.
"Suie, bolehkah aku masuk ?" tanya Yoochun kemudian
"Tentu saja, silahkan masuk Yoochun-ah." Lalu dia menuju ruang tamu dan kini dia berdua dengan Yoochun di rumah besarnya itu.
"Rumahmu besar sekali Suie." Ucap Yoochun berbasa-basi
"Terimakasih, ini adalah pemberian dari orang tua Yunho."
"Ah, dimana Yunho ? Apakah dia tidak di rumah ?"
"Ne, dia sedang ke perusahaan appanya." Jawab Junsu
"Jadi kamu sendirian saja ?" tanya Yoochun lagi
"Ne, kamu ingin minum apa ? Akan aku buatkan."
"Sepertinya teh saja sudah cukup."
"Tunggu sebentar." Lalu Junsu beranjak dari duduknya dan menuju dapur rumahnya. Dengan cekatan dia membuat dua buah teh lalu kembali menuju ruang tamunya. Disana terlihat Yoochun setia menunggunya.
"Gomawo." Yoochun-pun kemudian meminum teh buatan Junsu itu.
"Hati-hati, teh itu masih sangat panas Yoochun-ah." Tegur Junsu
"Kamu perhatian sekali, tapi sayang kamu tidak memilihku."
Junsu terdiam mendengar perkataan Yoochun. Sungguh kata-kata Yoochun menyakitinya.
"Mianhe, aku hanya tidak ingin kamu…"
"Terluka karena kamu akan mati ?" Yoochun dengan cepat memotong perkataan Junsu. Junsu hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia ingin menangis sekarang hanya karena kata-kata Yoochun tadi.
"Suie…aku tidak bermaksud begitu." Yoochun pun bergeser duduk di samping Junsu dan mengelus puncak kepala Junsu.
"Mianhe, aku memang jahat. Aku orang yang jahat. Aku memisahkan mereka berdua. Aku tidak memilihmu. Aku hanya memikirkan diriku sendiri." Junsu pun berbicara di tengah tangisannya yang telah pecah.
"Jangan menangis Suie. Memang sampai sekarang aku belum menemukan donor jantungnya. Tapi kamu masih ingat janjimu kepadaku kan ?" tanya Yoochun yang masih menenangkan Junsu agar tidak menangis. Junsu hanya mengangguk dan menghapus airmatanya.
"Baiklah, aku pulang dulu Suie-ah." Yoochun yang melihat Junsu telah tenang berniat untuk meninggalkan rumah besar itu.
"Ne." Junsu mengangguk lemah.
Pertemuan singkat Yoochun dan Junsu hanya menambahkan rindu Junsu. Dadanya kembali berdenyut sakit. Seketika Junsu memegang dadanya. Apakah jantungnya mulai menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti berdetak ? Memang beberapa bulan ini Junsu sering merasakann sakit didadanya. Tapi dia tidak pernah memberitahu perihal ini kepada Yunho maupun orangtuanya.
Satu tahun pernikahan mereka pun berlalu. Hari-hari yang mereka lalui tidak berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Dimana Yunho sibuk dengan perusahaannya dan Junsu hanya berdiam diri di rumahnya. Tidak jarang Yoochun datang ke rumahnya di siang hari. Hingga pada suatu siang, kejadian yang tidak terduga terjadi. Untuk pertama kalinya Kim Junsu menjadi seorang wanita yang sesungguhnya. Kim Junsu menjadi milik Yoochun seutuhnya. Sentuhan-sentuhan lembut Park Yoochun masih membekas di tubuh Kim Junsu. Sungguh perbuatan yang tidak lazim dilakukan bagi seorang wanita yang memiliki seorang suami. Tapi masih pantaskah Jung Yunho disebut seorang suami bila dia tidak pernah satu kalipun menyentuh Kim Junsu yang berstatus istrinya.
"Yunho-ah, aku mual sekali. Aku izin tidak pergi kuliah hari ini." kata Junsu yang kini berada di wastafel dapurnya memuntahkan segala isi perutnya.
"Baiklah, aku akan meminta izin pada dosen. Bila ada apa-apa hubungi saja aku." Yunho berlalu begitu saja dari ruang makannya dan meninggalkan lagi Junsu sendiri di rumah besarnya.
'Kenapa aku selalu merasa mual begini. Apakah ?' batin Junsu mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Dugaan-dugaan yang tidak ia inginkan mulai membuatnya takut. Lalu siang itu juga dia menuju apotek terdekat dan membeli suatu alat yang biasa kita sebut 'test pack'
Junsu pun kembali ke rumahnya dan kemudian memakai test pack tersebut berharap dugaannya salah. Tetapi dua garis yang ditampilakn di test pack itu berkata lain.
'Aku hamil?' Junsu yang melihat dua garis itu terduduk di dalam kamar mandinya. Berharap dia hanya bermimpi. Apa yang akan orang katakan jika dia memiliki anak yang bukan hasil berhubungannya dengan suaminya tetapi dengan orang lain ?
Dengan segera dia mengambil handphonenya yang berada di kantong celananya lalu menulis pesan text kepada orang yang tidak lain adalah calon appa dari bayi yang dikandungnya.
Aku hamil Yoochun-ah. Bagaimana ini ?
Kemudian Junsu mengarah ke ranjangnya dan merebahkan dirinya. Dielusnya perutnya yang kini telah berdiam satu nyawa lagi. Air matanya mulai mengalir membasahi pipinya. Kejadian yang tidak pernah diduganya terjadi begitu saja.
'Apakah aku harus mengaku kepada Yunho ?' pikirnya. Bukankah itu berita bagus Kim Junsu ? Yunho akan menceraikanmu dan kamu bisa bersama Yoochun dan tentu saja Yunho bersama Kim Jaejoong. Happy ever after.
Suara bel rumahnya menyadarkan lamunannya. Junsu kemudian menuruni anak tangga rumahnya dan menuju pintu ruang tamunya.
"Suie-ah ? Benarkah ?" namja berjidat lebar itu langsung saja memeluk Junsu yang belum sempat melihat wajah tamunya itu.
"Ne." lirihnya
"Kenapa kamu tidak senang begitu Suie ?" tanya Yoochun yang kini memengang kedua pundak Junsu dan menatap Junsu.
"Aku tidak tahu harus berkata apa kepada Yunho. Kau tahu kan dia tidak pernah menyentuhku." Lirihnya lagi.
"Aku yang akan mengatakan kepadanya bahwa kamu tengah mengandung anakku." Tegas Yoochun.
"Jangan, Yoochun-ah."
"Wae Suie ? Bukankah ini bagus ?"
"Apa yang akan dikatakan orangtuaku dan orangtua Yunho. Mereka pasti akan marah besar kepadaku." Junsu kemudian menundukkan kepalanya dalam-dalam menatap lantai rumahnya. Hei, mereka masih berada di teras rumah.
"Ayo, masuk dulu Suie. Tidak enak bila didengar tetangga." Yoochun mengajak Junsu ke ruang tamu dan duduk di sofa yang berada disana. Tangan Yoochun mengenggam erat tangan Junsu.
"Jadi ?"
"Aku bingung apa yang harus kulakukan saat ini. Yunho pasti akan menganggapku wanita murahan begitu juga orangtuanya dan orangtuaku." Lirihnya lagi
"Aku akan bertanggung jawab, Suie."
"Bukan itu yang kupermasalahkan Yoochun-ah !" bentak Junsu kemudian
"Lalu ?" tanya Yoochun yang tersentak kaget. Dapat dirasakannya tubuh Junsu yang bergetar.
"Ini suatu kesalahan Yoochun-ah ! Kesalahan besar !" Junsu mulai berteriak-teriak tidak jelas.
"Tenangkan dirimu Kim Junsu ! Aku tidak ingin terjadi apa-apa pada bayi ini !" Yoochun kemudian membentak Junsu.
"Bayi ?" Yunho yang baru saja memasuki rumahnya tidak sengaja pembicaraan mereka berdua.
"Bu..bukan begitu Yunho-ah. Akuu.."
"Tolong jelaskan Park Yoochun, apa yang terjadi disini !" dengan nada tegas Yunho memandang tajam ke arah Yoochun
"Baiklah." Yoochun kemudian hendak menjelaskan tetapi Junsu menatapnya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, Suie-ah." Yoochun mengelus kepala Junsu dan kemudian dia melanjutkan bicaranya.
"Junsu hamil dan bayi itu adalah anakku."
"MWO ?" Yunho kaget akan penuturan singkat Yoochun.
"Maafkan aku Yunho-ah. Aku memang istri yang tidak baik." Junsu kini berlutut dihadapan Yunho yang masih berdiri dengan wajah kaget.
"Jangan salahkan dia Yunho-ah. Aku akan bertanggung jawab." Kata Yoochun lagi kemudian menyruh Junsu untuk bangkit dari berlututnya.
"Kamu telah mempermalukan keluarga kita, Kim Junsu." Desis Yunho memanggil Junsu dengan marga asli Junsu. Bukannya dengan marganya
"Maafkan aku." Hanya kata-kata penyesalan itulah yang bisa Junsu ucapkan.
"Park Yoochun sebaiknya tinggalkan kami berdua." Lanjut Yunho dengan nada dingin.
"Sebaiknya kamu tidak memukulnya, dia sedang mengandung anakku." Ucap Yoochun tak kalah dingin.
"Dia istriku bukan istrimu, Park Yoochun. Silahkan tinggalkan rumah kami."
Yoochun pun mau tak mau meninggalakan kediaman Jung dengan wajah cemas. Dia cemas bila Yunho mengamuk dan Junsu terkena imbasnya.
"Maafkan aku Yunho-ah." Lirih Junsu ditengah tangisannya. Yunho pun menarik lengan Junsu agak kasar dan mendudukkannya di sofa ruang tamu.
"Kamu tahu perbuatanmu akan mempermalukan keluarga eoh ?"
"Aku tahu, Yunho-ah."
"Lalu mengapa kamu melakukan perbuatan yang semestinya tidak dilakukan !"
"Akuu.."
"Sudahlah aku tidak ingin mendengar alasanmu lagi ! Jangan berpikir aku akan menceraikanmu ! Aku tidak ingin rekan-rekan kerja keluarga kita menyindir pernikahan ini ! Aku tahu kamu sangat mencintai Yoochun ! Aku tahu Junsu ! Aku tahu betapa sakitnya pernikahan kita ini ! Pernikahan yang tidak pernah berhasil." Yunho yang mulai emosi kemudian meluapkan segalah hal yang telah lama dipendamnya.
"Aku tahu rasanya berpisah dari orang yang dicintai." Kemudian nada bicaranya mulai melemah. Dia tidak sanggup untuk melanjutkan perkataannya. Dia ingin menangis bila mengingat Kim Jaejoong. Betapa bodohnya dirinya tidak menyadari cintanya kepada seorang Kim Jaejoong dan cinta Kim Jaejoong kepada dirinya.
"Mianhe, Yunho-ah"
"Tidak usah meminta maaf terus Junsu. Lahirkanlah bayimu dengan selamat. Besarkan anak itu bersama Yoochun." Setelah cukup lama memutar otaknya, akhirnya Yunho yang tidak tega pun mengalah.
"MWO? Bukankah tadi kamu bilang tidak akan menceraikanku ?" tanya Junsu yang bingung akan penuturan Yunho yang berubah pikiran.
"Datangilah Yoochun, Suie-ah. Biar aku yang akan menjelaskan kepada keluarga kita."
"Yunho-ah, aku tidak memaksamu."
"Benar, ini hanya kemauanku sendiri. Cukup aku yang merasakan sakit ditinggalkan oleh wanita yang benar-benar kucintai."
"Yunho-ah. Gomawo." Betapa terpananya Junsu. Betapa tegarnya Yunho menghadapi semua ini. Semuanya karena keegoisan Junsu.
"Besok kita akan mengurus surat cerai. Aku akan menjelaskan kepada keluarga kita."
"Tapi, bagaimana bila mereka akan marah besar ?"
"Tidak akan."
Masa-masa pernikaha yang begitu singkat telah terjadi di pernikahan Jung Yunho dan Kim Junsu. Pernikahan yang memang tidak berhasil. Junsu mengakui segala perbuatannya dihadapan kedua orangtuanya. Yunho-pun mengaku tidak pernah berperan sebagai suami yang baik. Orangtua mereka hanya bisa pasrah dan tidak mungkin mempertahankan pernikahan mereka lagi bukan. Yoochun pun dinikahkan oleh Junsu yang kini telah empat bulan itu. Yunho pun mulai menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya. Kuliahnya telah selesai lebih awal.
"Umma tahu kamu mencintainya, Jung Yunho." Kata Umma Jung kepada anaknya yang tengah duduk di salah satu ruangan dimana diadakan resepsi pernikahan Yoochun dan Junsu
"Maksud umma ?"
"Kim Jaejoong, kamu mencintainya bukan."
Tidak bisa dipungkiri lagi, perkataan ummanya tepat sasaran.
"Bagaimana umma mengetahuinya ?"
"Apakah kamu lupa ? Setiap malam kamu selalu memandang jendela kamarmu dan melihat kamarnya ? Lalu sebenarnya kamu sangat senang ketika dia pindah kerumah kita. Dan umma benar-benar yakin ketika kamu ingin membatalkan pernikahanmu dengan Junsu."
Yunho hanya tertegun tidak percaya, selama ini ummanya memperhatikannya.
Sepertinya pernikahan Yoochun dan Junsu tidak berjalan mulus. Kelakuan lama Yoochun kembali. Waktu itu Junsu tengah hamil delapan bulan harus menghadapi kenyataan pahit. Memergoki suami keduanya, Park Yoochun berselingkuh di rumahnya sendiri. What the hell Yoochun ! Junsu yang baru saja pulang dari dokter kandungan tidak jadi melangkahkan kakinya memasuki rumahnya, lalu dia kembali memasuki mobilnya dan yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Yunho. Dia pun menuju ke kediaman Jung Yunho. Sepanjang perjalanannya menyetir, pikirannya kembali akan janji Yoochun tentang donor jantung.
'Yoochun sialan ! Kamu brengsek ! Aku bersumpah tidak akan menemuimu ! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh anakku !' hatinya kembali bergemuruh.
"Tenang Suie, aku akan bertanggung jawab hingga anakmu lahir." Pupus sudah harapan Yunho saat itu yang ingin segera mendatangi Jaejoong di Amerika. Membawa yeoja cantik itu kembali kepelukannya. Dia merasa kasihan kepada Junsu yang menangis tak karuan. Cintanya hanya dipermainkan saja pikir Yunho. Untung saja sebagian besar rekan-rekan kerja orang tua mereka tidak mengetahu perihal perceraian dan pernikahan Junsu dan Yoochun. Jadi, sebagian besar orang menganggap anak yang dikandung Junsu adalah anak dari seorang Jung Yunho.
'Mianhe Kim Jaejoong' lirihnya.
Bagaimana nasib dari seorang Park Yoochun ? Setelah mengetahui perihal Junsu yang meninggalkannya. Junsu yang kembali kepada Yunho. Pria cassanova itu hanya tersenyum getir. Kembali mengingat kesalahannya di rumahnya. Begitu susahnya dia mendapatkan wanita yang dicintainya dan begitu mudahnya dia melepaskannya. Tapi, Yoochun tetap berusaha mencarikan donor jantung untuk Junsu. Bahkan pernah suatu saat Yoochun ingin mendonorkan jantungnya sendiri, tapi sayang jantungnya tidak cocok untuk Kim Junsu.
Di salah satu rumah sakit kini terbaring lemah seorang wanita di salah satu ranjang memperjuangkan hidupnya. Kim Junsu, wanita itu terlihat pucat. Setelah melahirkan seorang putri kecil jantungnya kembali melemah.
"Umma appa, maafkan Suie." Kata yeoja cantik itu yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit
"Suie apa yang kamu bicarakan."
"Yunho ."
"Ne, aku disini Suie." Kata Yunho lalu mengenggam tangan Junsu
"Apakah anak kita cantik ?"
"Ne, dia mirip sepertimu."
"Tolong rawat dia dengan baik. Maaf aku tidak bisa merawatnya."
"Suie, kita harus merawatnya bersama-sama." Jawab Yunho dengan tegar. Dia tahu, ya dia sangat tahu walaupun hal itu tidak mungkin.
Kim Junsu, setelah melahirkan seorang putri kecil. Jantungnya langsung melemah. Dan kini hidupnya tergantung pada alat-alat yang berada di tubuhnya.
Orang tuanya gagal menemukan donor jantung. Begitu pula dengan Yunho.
Yunho saat itu sangat terpukul. Di saat ia belajar mencintai Junsu dan menghadirkan seorang putri kecil. Junsu harus pergi meninggalkannya selamanya.
"Maafkan aku. Ingat pesanku, Yunho-ah." Setelah mengucapkan kata-kata itu, mata yeoja cantik itu tertutup. Tertutup untuk selama-lamanya.
"JUNSUU !" sontak sang umma menangis tak tertahankan melihat putri kandungnya pergi selama-lamanya. Appanya berusaha menenangkan sang umma yang kini menangis terisa-isak. Yunho saat itu masih mengenggam tangan Junsu. Dia teringat kembali akan pesan Junsu sebelumnya. Ya, dia harus menjalankan pesan yang diberikan Junsu itu.
Keesokan harinya di Pemakaman Kim Junsu.
Kini telah beristirahat dengan damai seorang wanita muda bernama Kim Junsu anak dari pasangan Mr dan Mrs. Kim. Istri dari seorang Jung Yunho dan merupakan ibu dari seorang Jung Junsu II. Ya, Yunho menamakan anaknya dengan nama Junsu. Tidak bisa dipungkiri wajah anak tirinya itu mirip dengan wajah 'mantan' mendiang istrinya. Kenapa mantan ? Tentu saja karena ketika Junsu mendatanginya waktu kandungannya menginjak delapan bulan. Yunho tidak pernah menikahinya kembali. Mereka hanya tinggal bersama. Tetapi tidak ada seorang pun yang tahu kecuali keluarga mereka.
'Apakah ini KARMA yang diterima Junsu?'
Selamat tinggal Junsu. Beristirahatlah dengan damai di surga sana. Hanya itulah kata-kata perpisahan terakhir untuk seorang Kim Junsu yang kini telah bersatu dengan tanah.
Park Yoochun mendatangi makam istrinya. Yoochun sengaja datang disaat semua orang telah pulang. Dia tidak ingin mencari masalah dengan keluarga Junsu tentu saja.
"Junsu-ah, maafkan aku. Maafkan aku yang bodoh ini. Aku sangat mencintaimu !" seorang namja bersuara husky itu kini telah berlutut di depan makam mendiang istrinya. "Lihat, Junsu-ah. Bumi pun menangisi kepergianmu. Tunggu aku disana Junsu-ah !" seketika hujan turun dengan derasnya bersamaan dengan derasnya air mata seorang namja yang sangat telat menyesali perbuatannya.
Flashback end
Tiga tahun kemudian di sebuah bandara di Korea Selatan
"Yunho-ah..bangun, kita sudah sampai."
"Enghh.." Yunho-pun terbangun ketika suara yeoja yang tidak lain adalah Kim Jaejoong menyadarkannya kembali.
"Sepertinya tidurmu nyenyak sekali eoh ?" tanya Jaejoong.
"Mianhe Kim Jaejoong." Yunho pun mendekap Jaejoong dengan erat. Membuat seorang anak kecil yang berada ditengahnya terhimpit. Dan tentu saja membuat Jaejoong bingung tak terkirakan.
"Appa..sakiitt." protes anak kecil itu.
"Ah, maafkan appa. Suie-ah." Yunho mengelus-elus kepala anaknya.
"Jangan peluk aku pabo !" Jaejoong yang tidak terima dipeluk kemudian memukul dada Yunho.
Yunho hanya senyum-senyum menanggapi reaksi Jaejoong. Tetapi sangat berbeda dengan reaksinya dulu. Sekarang Jaejoong lebih bersikap dingin dan datar terhadapnya.
Yunho pun teringat akan pesan Junsu sebulan sebelum dia melahirkan.
'Yunho-ah, tolong rawat anakku. Anggaplah dia anakmu sendiri. Jangan biarkan Yoochun merebutnya darimu. Dan besarkanlah anak ini bersama Kim Jaejoong. Berikanlah surat yang dipegang oleh umma-ku kepada Jaejoong. Dia pasti akan mengerti hal ini.'
Kini Yunho telah berhasil membuat Jaejoong kembali ke negara asalnya, tapi akankah dia berhasil mendapatkan hati dari Kim Jaejoong ? Walaupun dia tahu Jaejoong menyimpan foto itu yang kini berada padanya. Tapi, benarkah cintanya masih sama ?
Dan seperti apa isi surat yang diberikan Junsu untuk Jaejoong. Yang ditulis Junsu ketika hari pernikahannya ?
TBC
REVIEW ?
Gomawo *bow*
Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.
Apakah FF ini Ze lanjutkan ?
Reply Review
Jihee46 : Update done ^^
Choi Eun Seob : Wah, setiap chapter di review ^^. Gomawo ne. Gomawo juga dengan koreksinya. Update done ^^
SimviR : Yunjae moment mungkin sebentar lagi tapi bukan di chap 10 *hint*
Choi Min Gi : sudah baca chapter ini kan ? jadi sudah tau Junsu anaknya siapa ? ^^
Nataliakim8624 : Update done ^^ . Ikutin terus FF Ze ne ? hehe
Olivia Salysbury : Iya, Ze update setiap hari ^^. Jadi Ze baru aja bikin FF langsung di publish. Cuma yang chap 9 ini agak telat. Hehe
Rilianda Abelira : Wah gomawo masukannya ^^. Ze senang banget nih. Bagaimana chap sembilan ini ? hehe
Aoi Ko Mamoru : Panggil Ze dong ^^
Clouds06 : Update done ^^
Fantaotisc baby : Update done ^^.
Michancassie3 : Update done ^^
Aegyokyurin : Update done ^^
25 MARET 2013
-ZE-
