TOO LOVE
CHAPTER TEN
Cast : Jung Yunho (namja)
Kim Jaejoong (yeoja)
DLL
OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*
Flashback Three Years Ago
Kim Jaejoong's Life
Setelah beberapa jam lamanya, akhirnya Jaejoong menginjakkan kakinya untuk pertama kalinya di kota New York, USA. Dirinya masih sangat lelah untuk menarik kopernya itu. Mengingat dia belum ada istirahat setelah pernikahan Yunho dan Junsu.
'Siapa yang akan menjemputku ? Apakah appa dan umma?' batin yeoja cantik itu.
Jaejoong yang kelelahan memilih untuk duduk di salah satu kursi di bandara tersebut. Mengaktifkan kembali ponselnya dan berniat menelepon umma-nya. Tetapi kegiatannya terhenti ketika seorang namja yang tak kalah tampan dengan Yunho menghampirinya.
"Jaejoong-ah !" Yonghwa melambai-lambaikan tangannya ke arah Jaejoong.
"Oppa ! Kenapa ada disini ?" tanya Jaejoong yang tidak menyangka akan bertemu dengan Yonghwa disini.
"Tentu saja menjemputmu. Apakah umma-mu tidak memberitahumu ?"
"Tidak." Jawab Jaejoong lagi dengan nada bingung
"Ayo kita pulang, Jaejoong-ah." Ajak Yonghwa sambil menarik koper milik Jaejoong.
"Oppa, bukankah semestinya kamu berada di Australia saat ini ?" tanya Jaejoong penasaran. Karena seingatnya dulu, Yonghwa oppa berkuliah di Australia.
"Aku sudah menyelesaikan kuliah ku. Dan sekarang aku menjalankan perusahaan appa-ku disini."
"Hm. Begitu." Jaejoong kemudian mengikuti langkah Yonghwa yang menuju ke parkiran mobil.
Perlakuan Yonghwa kepadanya sangat baik sekali, Yonghwa membuka pintu penumpang kemudian menyuruh Jaejoong masuk ke dalam mobilnya.
"Gomawo oppa." Ucap Jaejoong. Baru kali ini ada namja yang sangat baik kepadanya. Dulu Jaejoong memang memuji kebaikan Yoochun kepadanya. Tapi ternyata itu semua hanya topeng.
"Bagaimana kabarmu, Jaejoong-ah ?" tanya Yonghwa yang masih fokus menyetir.
"Baik-baik saja oppa." Jawab Jaejoong. Matanya masih memandang ke arah jendela mengagumi kesibukan kota New York itu.
"Apa yang membawamu kemari eoh ?" tanya Yonghwa lagi.
"Maksud oppa ?" tanya balik Jaejoong yang kini menolehkan kepalanya ke arah Yonghwa.
"Maksudnya kenapa kamu pindah kuliah disini."
"Oh, aku sangat rindu dengan appa dan umma-ku oppa !" jawab Jaejoong dengan penuh semangat. Tidak mungkin kan dia bilang untuk menghindari Jung Yunho dan Kim Junsu. Terlalu kekanakan.
"Yup, sampai !" ucap Yonghwa oppa kemudian.
Jaejoong membuka pintu mobilnya dan dia masih setia berdiri di depan bangunan yang tidak bisa dibilang kecil itu. Sebenarnya tidak berbeda jauh dengan rumahnya di Korea, hanya berbeda ukurannya saja. Jika rumahnya di Korea memiliki pekarangan yang luas. Rumahnya di NY ini memiliki pekarangan yang tidak luas tetapi memiliki tiga lantai. Mengingat betapa padatnya penduduk di NY, sangat susah untuk memiliki pekarangan yang luas.
"Hei, kenapa melamun ?" Yonghwa memukul pelan pundak Jaejoong. Karena dilihatnya yeoja cantik itu hanya terpaku di depan rumahnya.
"Tidak." Jaejoong menjawab dengan sedikit terkejut.
"Ayo kita masuk." Ajak Yonghwa kemudian. Dan Jaejoong hanya mengangguk dan mengikuti langkah kaki Yonghwa masuk ke dalam rumahnya.
"Umma Kim ! Aku datang membawa Jaejoong !" seru Yonghwa ketika dilihatnya keadaan rumah yang sepi.
"Kenapa sepi sekali Oppa ?" tanya Jaejoong yang keheranan mendapati rumahnya sepi.
"Mungkin umma Kim lagi keluar. Kamu istirahatlah dulu. Kamarmu ada di lantai dua."
"Ne. Gomawo oppa." Dan yeoja cantik itu melangkahkan kakinya menuju lantai dua. Di sana terdapat salah satu kamar yang berada di ujung. Dengan segera Jaejoong menuju ke kamar barunya tersebut.
'Sebaiknya aku tidur dulu.' Gumam Jaejoong. Dan kemudian dia menghempaskan tubuh rampingnya ke atas kasur barunya.
Hingga tidak terasa hari telah malam, tapi yeoja cantik itu masih tertidur pulas.
"Jongie ? Ayo makan malam bersama." Terdengar suara umma-nya di balik pintu kamarnya.
"Jongie ?" masih tidak ada jawaban dari putri tunggalnya tersebut. Dan umma Kim pun membuka pintu kamar Jaejoong.
"Ternyata kamu masih tidur." Kata umma Kim ketika melihat Jaejoong masih tertidur pulas. Umma Kim pun keluar dari kamar anaknya tersebut karena dia tidak berniat membangunkan putri cantiknya itu.
In The Morning at NY
"Selamat Pagi Appa, Selamat Pagi Umma ! Selamat Pagi Yonghwa oppa?" di pagi hari yang cerah itu Jaejoong terlihat sangat ceria ketika meliahat kedua orang tuanya yang tengah berkumpul di ruang makan dan Jaejoong pun mengecup pipi kedua orang tuanya. Namun, ada yang terasa ganjil. Yaitu kenapa ada Yonghwa pagi-pagi di rumahnya ?
'Kenapa bingung seperti itu Jongie. Ayo kita sarapan dulu." Ajak Umma Jung
"Eh..Ne." jawab Jaejoong kemudian duduk di sebelah Yonghwa.
"Kamu pasti bingung kenapa aku ada disini pagi-pagi begini kan ?" Tanya Yonghwa kemudian yang masih melihat raut bingung Jaejoong
"I..iya. Bisa dibilang begitu oppa."
"Mian kemarin aku belum memberitahumu Jaejoong-ah. Aku juga tinggal di rumah ini. Aku menempati lantai tiga."
"Oh, begitu." Kemudian Jaejoong kembali melanjutkan makannya. Ternyata Yonghwa oppa selama berada disini tinggal bersama orangtuanya. Ternyata orangtua mereka saling menitipkan anak. Begitulah yang ada dipikiran Jaejoong saat ini.
Kemudian keluarga Kim yang utuh ditambah Jung Yonghwa melanjutkan sarapan mereka dalam hening.
"Terimakasih atas sarapan paginya, Umma Kim." Kata Yonghwa dengan penuh sopan santun
"Ne. Jangan terlalu formal seperti itu Yonghwa-ah." Tegur Umma Kim karena Yonghwa masih saja bersifat formal kepadanya.
Yonghwa hanya tertawa menanggapi teguran Umma Kim tersebut.
"Oh ya, Jongie berangkat kuliah bersama Yonghwa saja ya ? Kamu belum hafal jalanan disini kan ?" kata Umma Kim kemudian.
"Jangan merepotkan Yonghwa, yeobo. Biar aku saja yang mengantarnya." Tegur Appa Kim.
"Tidak apa-apa appa Kim. Aku tidak keberatan sama sekali. Ayo Jaejoong kita berangkat sekarang." Ajak Yonghwa kemudian.
"Gomawo Yonghwa-ah." Ujar Umma Kim
"Umma, Appa Jongie berangkat dulu." Ucap Jaejoong kemudian mengecup pipi kedua orangtuanya lagi.
"Hati-hati di jalan nak !" seru umma Kim
"Ah, mian umma Kim. Tapi Jaejoong kuliah di universitas mana ? Aku belum mengetahuinya." Celetuk Yonghwa lagi pasalnya dia belum mengetahui universitas tempat Jaejoong akan melanjutkan kuliahnya.
"Aigo, umma lupa memberitahu. Di New York University." Kata umma Kim.
"Oh, Kami berangkat dulu Umma Appa !" seru Yonghwa.
Saat ini Jaejoong dan Yonghwa telah sampai di NYU.
"Gomawo oppa." Ujar Jaejoong
"Sama-sama. Hubungi aku bila kamu telah selesai kuliah ne ?"
"Ah, apa tidak merepotkan oppa ?"
"Tidak apa-apa Jaejoong-ah."
"Baiklah oppa, aku masuk dulu. Hati – hati dijalan oppa." Lalu Jaejoong membuka pintu mobil Yonghwa dan keluar dari mobil tersebut menuju kampus barunya. Jaejoong merasa gugup untuk pertama kalinya. Untung saja bahasa inggrisnya lancar karena dulu dia mengikuti les bahasa inggris.
Jaejoong terlihat telah selesai berkuliah. Di hari pertamanya dia merasa senang. Bahwa mahasiswa sekelasnya terbilang baik kepadanya yang merupakan mahasiswa baru. Jaejoong berjalan menuju gerbang kampusnya dan kemudian mengambil ponsel yang ditaruhnya di tas ranselnya itu. Dengan segera dia mengirim pesan kepada Yonghwa agar menjemputnya.
Hampir selama 20 menit Jaejoong menunggu, akhirnya Yonghwa datang juga untuk menjemputnya.
Yonghwa pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Jaejoong yang kini duduk di samping gerbang kampusnya. "Mian Jaejoong-ah. Apakah sudah lama menunggu ?"
"Tidak apa-apa oppa." Jawab Jaejoong dengan senyuman manisnya.
Yonghwa sempat tertegun melihat senyuman dari Jaejoong tersebut. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa namja yang merupakan kakak kandung dari Jung Yunho mempunyai perasaan khusus terhadap Jaejoong.
Dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil milik Yonghwa. Awalnya perasaan canggung kembali meliputi mereka hingga Yonghwa membuka pembicaraan.
"Sebaiknya kita makan siang dulu Jaejoong-ah. Apa kamu mau ?"
"Apa tidak merepotkan oppa ?"
"Tidak. Ayo sebaiknya kita ke restaurant langganan oppa." Jawab Yonghwa kemudian.
Begitulah kehidupan seari-hari seorang Kim Jaejoong ketika di NY. Tidak banyak yang berubah, yang berbeda hanya dia semakin dekat dengan seorang Jung Yonghwa. Hingga pada suatu hari ketika Jaejoong pulang kuliah dan seperti biasa Yongha menjemputnya dan mengajaknya makan siang bersama.
"Jaejoong-ah, ada yang ingin kukatakan." Kata Yonghwa dengan raut muka seriusnya.
"Ne ?"
"Saranghae.."
"MWO ?" Jaejoong tersentak kaget atas pernyataa Yonghwa yang tidak pernah diperkirakannya sebelumnya. Karena dia hanya mengaggap Yonghwa sebagai kakak saja tidak lebih.
"Aku tidak memaksamu untuk menjawabnya sekarang." Ucap Yonghwa kemudian sambil mengelus rambut Jaejoong yang kini telah panjang.
"N..ne Oppa. Mianhe." Jaejoong hanya menundukkan kepalanya. Apa yang harus dijawab ? Apakah menerima Yonghwa atau menolak ? Menolak ? Kenapa ? Apakah Jaejoong masih 'menunggu' Yunho ?
Sesampai di rumah, Jaejoong masih saja memikirkan perkataan Yonghwa tersebut. Sangat susah baginya untuk menerima pernyataan cinta Yonghwa. Begitu besarnya kah seorang Kim Jaejoong mencintai Jung Yunho ? Jung Yunho yang sudah menikah dan bahkan mungkin sudah melupakannya ? Bagaimana Jaejoong eoh ? Apa yang akan kamu pikirkan ? Lantas yeoja cantik ini menghempaskan tubuhnya di ranjangnya. Menutup matanya demi menenangkan pikirannya. Tetapi tidak berguna sepertinya. Terlintas bayangan seorang namja yang tidak dipungkirinya lagi masih dicintainya, Jung Yunho.
"Oppa, mianhe..." sepertinya Jaejoong telah memutuskan pilihannya. Semoga yang dipilihnya adalah keputusan yang benar.
Matahari pagi telah tersenyum cerah, menembus kaca yang berada di dalam kamar yeoja cantik yang mempunyai kulit seputih susu ini.
"Engh..." lenguhnya ketika cahaya matahari menusuk matanya yang masih terpejam. Lalu dia bangun dari tidurnya yang terusik oleh cahaya matahari tersebut. Dengan langkah gontai, yeoja yang bernama Jaejoong ini memasuki kamar mandinya berdiri di bawah shower yang mulai membasahi tubuhnya. Lima belas menit kemudian, Jaejoong kembali ke kamarnya dan mengambil pakaiannya di lemari. Sejenak ia berdiri di depan cermin memandang tubuh rampingnya.
"Huft...kenapa semakin kurus begini." Gumamnya.
"Jongie ! Cepat turun ! Kita sarapan bersama !." teriak umma Kim di pagi hari yang semestinya damai ini.
"NE UMMA !" Jaejoong membalas teriakan ummanya tersebut.
Jaejoong kemudian ikut bergabung untuk sarapan yang telah ada Appa dan Umma Kim dan Jung Yonghwa. Tidak lupa Jaejoong memberi kecupan selamat pagi kepada kedua orang tuanya lalu duduk di sebelah Jung Yonghwa. Sebenarnya Jaejoong merasa gugup untuk bertemu dengan Yonghwa. Diliriknya Yonghwa yang tengah menikmati sarapannya. Tampangnya biasa saja, tidak seperti Jaejoong yang gugup.
"Jaejoong-ah, oppa tunggu di mobil ne ?" Yonghwa yang sudah selesai sarapan pun beranjak dari meja makan dan menuju mobilnya.
"N..ne,oppa." Jaejoong dengan cepat-cepat menyelesaikan sarapannya lalu menyusul Yonghwa. Harus hari ini pikirnya untuk menjawab pernyataan Yonghwa tersebut.
"Mian, oppa. Sudah membuat menungguku."
"Tidak apa-apa." Yonghwa segera menjalankan mobilnya tentu saja menuju kampus Jaejoong.
"Oppa..soal kemarin..." Jaejoong menggantungkan kalimatnya dan dia menarik napas dalam lalu mulai bicara kembali. "Mianhe.." Jaejoong kemudian menundukkan kepalanya.
"Hm ? Maksudnya ?" Yonghwa mengerutkan alisnya pertanda bingung karena Jaejoong berbicara setengah-setengah.
"Mianhe, aku tidak bisa menerima oppa. Mianhe oppa. Aku harap oppa dapat menemukan yeoja yang lebih baik dariku." Setelah mengumpulkan semua keberaniannya, akhirnya Jaejoong dapat mengungkapkannya.
"Tidak apa-apa. Aku akan menunggu hingga kamu berubah pikiran." Dielusnya rambut Jaejoong dengan lembut. Jaejoong hanya bersikap biasa saja. Tidak seperti ketika Yunho mengelus rambutnya, terasa nyaman baginya.
"Mian oppa. Sebaiknya oppa mencari yeoja yang baik untuk oppa." Lirih Jaejoong.
"Hahaha..terimakasih sarannya, Jaejoong-ah." Sakit, tentu saja itu yang dirasakan Yonghwa. Bagaimana bisa yeoja yang sangat dicintainya malah menyuruhnya mencari yeoja lain.
"Oppa, sebagai permintaan maafku. Nanti malam kita dinner bersama ne ? Aku yang akan mentraktir oppa. Aku harap oppa bersikap biasa saja. Aku sudah menganggap oppa sebagai kakakku sendiri. Aku menyayangi oppa, tapi sebagai kakakku." Terang Jaejoong panjang kali lebar.
"Baiklah." Yonghwa memaksakan senyumannya untuk Jaejoong.
"Aku kuliah dulu oppa. Gomawo." Jaejoong kemudian keluar dari mobil Yonghwa dan menuju kampusnya. Yonghwa hanya bisa menatap sendu punggung Jaejoong. Yeoja yang dicintainya sejak lama.
"Jaejoong-ah, tidak adakah kesempatan untukku ?" lirihnya kemudian.
Seperti yang dijanjikan, Jaejoong dan Yonghwa dinner bersama. Hanya dinner biasa bukan candle light dinner or semacamnya. Mereka berdua makan dalam diam. Tidak ada yang berbicara sama sekali. Kecanggungan meliputi mereka lagi-lagi.
"Oppa, terimakasih telah menerima ajakanku." Jaejoong memulai pembicaraan ketika mereka sedang menikmati dessert.
"Ne. Anything for you Jaejoong-ah." Hatinya berdenyut sakit. Namun senyuman selalu dipaksakan oleh Yonghwa.
Dan beberapa menit kemudian mereka berdua telah selesai, lalu Jaejoong memanggil pelayan dan meminta bill. Jaejoong membuka dompetnya dan mengambil beberapa lembar dolar. Terlihat selembar foto jatuh dari dompetnya, tapi Jaejoong tidak menyadarinya. Namun, mata tajam Yonghwa melihat foto yang kini berada di kaki meja itu.
"Ayo, oppa ! Kita pulang." Ajak Jaejoong.
"Hm." Yonghwa pun segera bangkit dari kursinya, tentunya mengambil foto yang jatuh dari dompet Jaejoong tersebut. Betapa kagetnya ketika dia melihat foto tersebut. Foto dimana bagian sebelahnya robek hingga menampakkan seorang yeoja dan seorang namja yang tidak lain adalah Kim Jaejoong dan Jung Yonghwa. Terjawablah semuanya. Mengapa Jaejoong tidak menerima cintanya Yonghwa. Dia mencintai bahkan terlalu mencintai Jung Yunho. Love is Painful, right ?
"Apa yang kamu harapkan Jaejoong-ah." Lirih Yonghwa.
End of Flashback
Jaejoong POV
Akhirnya aku kembali ke kota asalku ini. Tidak terasa tiga tahun lamanya aku meninggalkan kota kelahiranku. Apa kabar teman-temanku dan yang lainnya ? Aku sangat merindukannya.
"Jongie, bisakah kamu menggendong Suie sebentar ? Aku akan mendorong troli ini." Yunho meminta bantuanku menggendong Junsu. Aku hanya mengikuti kemauannya saja. Lagian kasihan juga melihat dia yang mendorong troli penuh koper-koperku.
"Eonni cantik." Ucapan Junsu membuat wajahku merah seketika.
"Panggil dia Umma ne ?" Yunho menyuruh anaknya memanggilku umma. Hey, apa maksudnya !
End of Jaejoong POV
Author POV
"Umma." Kata Junsu lagi sambil memegang kedua pipi Jaejoong.
"Apa maksudmu Yunho-ah." Desis Jaejoong kemudian.
"Kamu mengerti apa yang aku maksudkan Jongie-ah." Jawab Yunho santai lalu dia berjalan duluan dan menyetop taksi yang ada di bandara tersebut.
Lalu mereka bertiga masuk ke dalam taksi, dan kini Yunho mengambil alih Junsu yang terlelap dipelukan Jaejoong.
Jaejoong memasang muka datar dan dialihkan pandangannya ke arah jendela. Semuanya terlalu cepat baginya. Apalagi dengan surat Junsu yang ditulis untuknya. Apakah Junsu mengetahui hal ini akan terjadi ?
"Jongie-ah, maafkan aku telah egois. Aku mengetahui. Sangat mengetahui perasaanmu terhadap Yunho. Dan perasaan Yunho terhadapmu. Hidupku hanya sebentar lagi Jongie-ah. Dan disaat itu tiba, kamu harus membahagiakan Yunho. Jangan tinggalkan Yunho lagi Jongie-ah. Simpan perasaanmu hanya untuk Yunho. Bila suatu saat Yunho membawa seorang anak bersamanya, anggaplah dia seperti anakmu sendiri Jongie-ah. Maafkan keegoisanku, Jongie-ah. Aku selalu menyayangimu.
"Umma..bangun.." Junsu kecil menepuk-nepuk pipi 'umma'-nya yang tertidur selama perjalanan.
"Engh..sampai ya." Jaejoong membuka doe eyes-nya dan tangannya reflek mengelus rambut Junsu. Apakah Jaejoong mulai menerima kehadiran Junsu kecil ? Akankah dia mengikuti pesan yang dituliskan oleh Junsu ?
TBC
REVIEW ?
Gomawo *bow*
Wah, mianhe updatenya terlalu lama. Sudah lama pakai tbc lagi. *kabur*. Tuntutan di dunia nyata terlalu menyiksaku. Wah malam ini fanmeeting Jae di Taipei. FM terakhir ya ? Wah jam tangan Jae mahal ya..melebihi harga mobilku. Hahaha *pamer*.
Masih adakah yang mengingat FF Ze eoh ? Huhuhu..
Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.
13 April 2013
Apakah FF ini Ze lanjutkan ?
-ZE-
