TOO LOVE

CHAPTER ELEVEN

Cast : Jung Yunho (namja)

Kim Jaejoong (yeoja)

DLL

OOC, GENDERSWITCH, TYPO, ZE masih pemula. Mohon dimaklumin. ZE perlu saran dan kritik. Terimakasih untuk semua yang telah meluangkan waktunya membaca FF ini. Sekali lagi *bow*

Kembalilah Jaejoong di kediaman Jung. Sebenarnya dia hanya ingin bertamu saja. Lalu dia akan tinggal di rumahnya sendiri. Umma Jung juga memakluminya. Tetapi tidak dengan anak kecil itu yang tidak lain adalah Jung Junsu. Tangisannya pecah ketika Jaejoong pergi meninggalkannya.

"Huaaa..Ummaaaaa."

"Cup..cup..uljima Suie-ah." Yunho telah berusaha mati-matian menenangkan anaknya yang tak kunjung berhenti menangis. Dan parahnya lagi, hari telah malam. Sudah berjam-jam anak berumur satu tahun itu menangis.

"Yunho-ah,sini biar umma yang menenangkan." Akhirnya umma Jung pun turun tangan melihat putra satu-satunya tidak bisa menenangkan tangisan Junsu.

"Uljima ne, cucu umma. Besok Jongie eonnie akan kesini lagi."

"Jongie umma, umma." Ralat Yunho.

"Mwo ?" umma Jung kaget mendengar penuturan dari Yunho tetapi hatinya terasa senang. Entah kenapa.

"Hikss..umm..mmaa." Sepertinya Junsu kecil mulai kelelahan menangis dan akhirnya tertidur. Namun dalam tidurnya masih mengigaukan 'umma'nya itu.

"Hai, suie. Umma datang." Jaejoong yang pagi itu diberitahu oleh Yunho akhirnya mengunjungi Junsu.

"Ummaaaa." Junsu kecil pun berlari dan memeluk Jaejoong dengan erat.

"Suie, apakah mau ke taman belakang bersama umma ?"

"Ne." Jawab Junsu cepat dan menganggukkan kepalanya.

Yunho dan umma Jung yang kebetulan melihat pemandangan tersebut merasa sangat senang.

"Yunho-ah, segeralah katakan kepadanya."

"Apa itu umma ?"

"Ck. Jangan pura-pura tidak tahu pabbo !" Umma Jung yang kesal anaknya berlagak seperti orang polos itu menghadiahkan sebuah jitakan manis dikepala Yunho.

"Appo Umma ! Nanti tunggu waktu yang tepat umma." Yunho hanya bisa mengelus-elus kepalanya.

"Hai, anak appa. Sepertinya senang sekali hari ini !" Yunho mengangkat Junsu lalu mengelus sayang kepala anaknya itu. Dan anak itu hanya mengangguk lucu saja.

"Jaejoong-ah, gomawo."

"Hm, bisakah kamu memanggilku Jongie lagi eoh ?"

Yunho kemudian memandang Jaejoong dengan pandangan tidak percaya. Memang setelah sekian lama mereka bertemu kembali. Yunho memanggilnya Jaejoong bukan Jongie. "Apa ?" tanya Yunho memastikan bila dia tidak salah dengar.

"Panggil aku Jongie, Yunho-ah." Ucap Jaejoong lagi sambil meninggalkan Yunho dan Junsu.

Yunho kemudian tersenyum. Sepertinya Jaejoong mulai membuka perasaannya kembali kepadanya. Itulah yang dipikirkannya saat ini.

"Jongie-ah, tunggu !" Yunho yang menggendong Junsu mulai mengikuti langkah Jaejoong yang ternyata menuju ruang keluarga kediaman Jung itu. Jaejoong tersenyum tipis kala Yunho memanggilnya Jongie.

"Apakah hari minggu kamu mau menemani kami ke taman bermain, Jongie ?"

Jaejoong nampak berpikir sejenak "Hm, baiklah. Aku baru akan mengurusi perusahaan Appa hari Senin."

"Gomawo !" Yunho tampak senang sekali saat itu. Tidak disangkanya Jaejoong tidak menolak ajakannya.

Hari Minggu pun tiba. Jaejoong nampak memilih-milih pakaian di kamarnya. Sudah banyak pakaian yang dikeluarkannya dari lemari dan sekarang memenuhi ranjangnya.

'Apa yang harus kupakai' batinnya.

'Apa yang kupikirkan. Ini bukan ajakan kencan' batinnya lagi.

Akhirnya setelah hampir satu jam memilih-milih pakaian, Jaejoong nampak telah siap dan kemudian keluar dari rumahnya hendak menuju rumah Yunho. Ternyata Yunho bersama Junsu telah menunggunya di depan rumahnya.

"Ummaaaa." Lagi-lagi gadis kecil itu berlari menghampiri 'umma'nya.

"Suie-ah, kamu cantik sekali." 'Wajahmu sangat mirip dengan Junsu' tambahnya lagi dalam hati.

"Jongie.."

"Ne Yunho-ah ?"

"Kamu...cantik sekali." Akhirnya Yunho mengucapkan kata-kata itu. Tentu saja dia terpana melihat Jaejoong yang dibalut dengan dress bewarna peach selutut dan sepatu boot yang menurut Yunho terlihat sangat menggemaskan.

Seketika pipi Jaejoong memerah. Kalau diingat-ingat bukankah ini pertama kalinya Yunho mengatakan itu. "Gomawo, bisakah kita pergi sekarang ?" tanya Jaejoong kemudian memecahkan kecanggungan diantara mereka berdua.

"Ah, ne." Yunho kemudian dengan sigap membukakan pintu mobilnya. Dan dimulailah perjalanan ke taman bermain.

"Ummaa...Suie mau naik itu." Rengek Junsu kemudian yang masih ingin bermain.

"Sebentar ne Suie, umma lelah sekali." Saat ini mereka berdua sedang duduk di salah satu bangku taman. Bagaimana Jaejoong tidak merasa lelah jika daritadi Junsu ingin mencoba semua permainan dan Jaejoong harus mengejarnya kesana kemari.

"Ummaa..." rengek Junsu lagi yang kini ada dipangkuan Jaejoong.

"Tunggu appa kembali ya ? Appa lagi membelikan kita minuman." Akhirnya Junsu hanya mengangguk pasrah saja.

"Umma, balon."

"Apa ?"

"Itu" tunjuk Junsu yang melihat ada sebuah balon yang terbang tepat dihadapan mereka berdua. Jaejoong kemudian mengambil balon tersebut dan dia membaca secarik kertas yang terikat ditali balon tersebut.

'Will You Marry Me, Kim Jaejoong?'

Jaejoong yang masih memangku Junsu hanya bisa menatap tidak percaya dengan tulisan tersebut. Ya, dia hapal itu tulisan siapa. Tulisan dari seorang Jung Yunho, cinta pertamanya. Yang telah ditinggalkannya. Yang hendak dilupakannya. Tapi semua itu sangat susah. Jauh di lubuk hati Jaejoong. Dia mencintai bahkan sangat mencintai laki-laki tersebut. Hatinya selalu terbuka untuk Jung Yunho seorang.

Kemudian dengan sigap, Jaejoong menggendong Junsu dan mulai mencari sosok Jung Yunho. Dia mulai berlari-lari mencari laki-laki yang telah mencuri hatinya sejak lama itu. Nafasnya terengah-engah namun diabaikannya. Hingga kemudian dia tersenyum melihat laki-laki tersebut yang berdiri di dekat air pancur taman tersebut.

"Jung Yunho ! I do !" katanya lalu kemudian memeluk Yunho. Erat sangat erat seolah-olah tidak ingin kehilangan lagi. Yunho kemudian tersenyum. Betapa senangnya hatinya. Diabaikan tatapan orang-orang yang melihat adegan tersebut. Banyak yang terpukau akan kejadian tersebut.

"Umma..appo!" keluh Junsu yang merasa terjepit diantara mereka berdua.

"Mian, Suie-ah." Ucap Jaejoong kemudian melepaskan pelukannya dari Yunho.

Keesokan harinya. Hari telah berganti dan sekarang adalah hari Senin. Jaejoong kemudian bersiap-siap untuk ke kantor. Hari ini adalah hari pertama dia memimpin perusahaan appanya.

"Permisi Nona, ada Tuan Jung Yunho menunggu anda di bawah" kata salah seorang pelayan.

"Baiklah, sebentar lagi aku turun."

"Jongie-ah, kamu mau kemana ?" kata Yunho yang melihat Jaejoong menuruni anak tangga.

"Kerja." Jawab Jaejoong.

"Andwe ! Aku tidak mau calon istriku kerja. Siapa yang akan menjaga Junsu. Calon istri. Tentu saja.

"Tapi bagaimana dengan.." belum selesai Jaejoong berbicara. Yunho telah mencium cherry lips itu dengan lembut. Sekedar morning kiss.

"Yunnie..." wajah Jaejoong kembali merona.

"Aku suka panggilan itu."

"Hehe, lalu ada apa ke rumahku pagi-pagi begini ?"

"Tentu saja membicarakan pernikahan kita."

"Mwo ?" Jaejoong terkejut. Dipikirnya apakah akan secepat ini.

"Sebelumnya ada yang ingin kubicarakan tentang Junsu." Kemudian pancaran mata Yunho menjadi sendu. Jaejoong yang menyadari hal tersebut kemudian mendudukkan diri di sofa ruang tamunya. Dan dilihatnya Yunho duduk disampingnya. Sepertinya ini masalah serius.

"Junsu ?" tanya Jaejoong lagi memastikan

"Iya, ada hal yang tidak kamu ketahui mengenai Junsu."

"Baiklah, ceritakan." Jaejoong kemudian menggenggam kedua tangan Yunho. Seolah-olah menyalurkan tenaga kepada Yunho.

"Dimana aku harus memulainya." Yunho menarik nafas dalam dan kemudian melanjutkan "Junsu bukanlah anakku, Jongie-ah."

"MWO?" Jaejoong kemudian mengeratkan genggaman tangannya dengan tatapan tidak percaya.

"Aku tahu kamu pasti akan terkejut. Makanya aku akan menjelaskannya. Jadi dengarkanlah dengan baik Jongie-ah."

"Hm."

"Junsu adalah anak Park Yoochun dan Kim Junsu, 'mantan istriku'. Saat itu aku tidak berperan sebagai suami yang baik. Aku menghabiskan hari-hariku dengan bekerja. Hingga aku mengetahui bahwa Junsu hamil karena Yoochun. Aku memang sudah lama mengetahui bahwa mereka berdua saling mencintai. Kamu juga tahu kan Jongie-ah ?"

"Ne, teruskan." Jaejoong masih menggenggam tangan Yunho dengan erat.

"Karena hal tersebut, aku menceraikan Junsu dan menyuruhnya menikah dengan Yoochun. Aku bercerai baik-baik dengan Junsu. Tapi ternyata nasib berkata lain Jongie-ah. Di saat itu aku yang hendak mendatangimu ke Amerika harus tertunda karena Junsu yang tengah hamil sembilan bulan menangis mendatangiku. Kau tahu kenapa Jongie-ah. Yoochun berselingkuh. Lalu..."

"Sudah, cukup Yunnie." Jaejoong menangis sejadi-jadinya. Dia tidak menyangka bahwa nasib sahabatnya seperti itu. Lalu Yunho memeluk Jaejoong. Akhirnya semuanya telah disampaikannya. Hal yang tidak diketahui banyak orang.

Hari Pernikahan Jung Yunho dan Kim Jaejoong

Setelah dua minggu setelah pengakuan Yunho tersebut. Mereka pun mengadakan pernikahan. Kali ini pernikahannya diadakan di sebuah hotel mewah. Tentu saja banyak tamu undangan yang hadir mengingat posisi keluarga Jung dan keluarga Kim yang terkenal. Setelah saling mengucapkan janji setia, resepsi pernikahan pun berlangsung.

"Jongie, umma sangat bangga denganmu." Kata Ummanya memeluk erat Jaejoong.

"Gomawo, umma." Jawab Jaejoong.

"Selamat atas pernikahan kalian."

"Umma Appa Kim ? Terimakasih telah datang." Ternyata mereka adalah Appa dan Umma Kim yang tak lain adalah orang tua mendiang Kim Junsu.

Lalu kemudian datanglah kedua pasangan yang menghampiri Yunho dan Jaejoong.

"Selamat atas pernikahan kalian, Hyung. Jaejoong noona." Pria jangkung itu kemudian memeluk Yunho dan Jaejoong bergantian.

"Minnie-ah, jangan merusak gaun pesta Jaejoong eoh !" geram Kyuhyun

"Hehe, aku hanya merasa sangat senang saja."

"Gomawo, Minnie, Kyuhyun-ah."

"Ne, semoga kalian berbahagia selalu." Ucap Kyuhyun.

"Ummaaaaa." Junsu lantas memeluk kaki sang ummanya tersayang.

"Suie-ah, sini umma gendong." Lalu Jaejoong menggendong Junsu yang terlihat sangat lucu memakai dress itu.

"Hyung, apakah diaa..."

"Tolong jangan bicarakan hal itu di depan Junsu, Minnie-ah. Dia terlalu kecil untuk mengetahuinya." Changmin hanya mengangguk saja menuruti perkataan Yunho.

"Wah, selamat untuk kalian berdua." Tiba-tiba seorang pria bersuara husky itu ikut berbaur. Dan saat itu wajah Yunho mengeras meredam amarahnya. Jaejoong sadar akan hal itu karena genggaman tangan Yunho semakin erat.

"Yunnie...sudahlah." lirih Jaejoong.

"Yoochun hyung ?"

"Ne, ini aku Changmin-ah." Jawab Yoochun santai.

"Apa yang kamu lakukan disini ?" tanya Yunho kemudian

"Tentu saja menghadiri pernikahan kalian. Bukankah kalian mengundangku ?" tanya Yoochun balik

"Aku tidak.."

"Ne, aku memang mengundangmu." Putus Jaejoong cepat.

"Jongie.." Yunho menatap tak percaya. Pasalnya Yunho tidak ingin mengundang Yoochun.

"Anakku.." lirih Yoochun kemudian.

"Dia bukan anakmu, Yoochun." Ucap Yunho tegas.

"Suie, apakah kamu mau berkenalan dengan hyung itu ?" tanya Jaejoong kepada Junsu yang masih berada digendongannya.

"Jongie..." lagi-lagi Yunho menatap tak percaya. Sedangkan Changmin dan Kyuhyun telah pergi dari tempat itu mengingat mereka tidak ingin ikut campur.

"Sudahlah, tidak apa-apa kan. Sekali ini saja." Ucap Jaejoong sambil tersenyum.

"Nah, Yoochun-ah. Apakah kamu ingin menggendongnya ?"

"Tentu saja." Lalu Yoochun menggendong Junsu kecil. Ini adalah pertama kalinya dia melihat wajah anaknya yang memang sangat mirip dengan Junsu itu.

"Siapa namamu adik kecil ?"

"Jung Junsu, hyung."

"Kamu sangat cantik seperti ummamu."

"Tentu saja hyung !" ucap Junsu penuh semangat. Umma yang yoochun maksud dan Junsu maksud tentu saja berbeda.

Begitulah pertama kali pertemuan appa dan anak itu. Dan setelah itu Yoochun berjanji tidak akan menampakkan dirinya lagi. Dia akan pergi meninggalkan Korea dan menjalankan bisnisnya di Jepang.

Sedangkan Changmin dan Kyuhyun mereka masih menikmati masa-masa pacaran mereka. Changmin dan Kyuhyun bersama-sama membuka sebuah restaurant.

Ketika malam tiba. Kini adalah malam pertama Jung Yunho dan Kim Jaejoong resmi menjadi suami istri.

"Jongie.." Yunho kemudian menghampiri istrinya yang terlihat duduk ditepi ranjang itu.

"Ne."

"Sranghae."

"Nado..Saranghae"

Akhirnya setelah sekian lama, kata-kata cinta yang tulus pun diucapkan.

'Yunho-ah, kamu tahu aku akan selalu mencintaimu selamanya. Karena hatiku hanya milikmu.'

TOO LOVE – END

"Jongie...jongie. Bangun, sayang !" Yunho berusaha membangunkan Jaejoong yang tampak tertidur di antara tumpukan kardus.

"Enghh...sakiit." keluh Jaejoong.

"Aku daritadi mencarimu kemana-mana. Ternyata kamu tidur disini !"

"Hm, sepertinya aku bermimpi."

"Mwo ?"

"Tidak, aku ingin mengunjungi makam Junsu." Ucap Jaejoong kemudian

"Hm, baiklah. Akan kupanggil Junsu dulu."

"Ne." Aku tunggu di bawah."

'Junsu-ah. Apa kabarmu disana ? Apakah kamu bahagia ? Tidak terasa pernikahanku dengan Yunho telah berjalan lima tahun. Dan kamu tahu Junsu-ah. Anakmu semakin cantik sama sepertimu. Terimakasih Junsu-ah telah menitipkannya kepadaku. Aku sangat menyayangimu Junsu-ah.'

Kemudian Jaejoong melangkahkan kakinya dari kamar yang masih dipenuhi kardus-kardus tersebut. Ya, mereka baru saja pindah rumah. Dilihatnya lagi foto yang daritadi digenggam oleh Jaejoong. Foto di masa-masa mereka masih bersekolah. Tiga orang sahabat yang kini memiliki nasib yang berbeda.

"Umma ! Cepat turun !"

"Ne, sebentar Suie-ah." Jaejoong kemudian tergesa-gesa menuruni anak tangga. Sungguh susah membawa-bawa perut yang semakin lama terlihat besar itu. Tentu saja Jaejoong kini telah hamil dan memasuki bulan ke tujuh.

"Pelan-pelan Jongie-ah. Apakah kamu mau membunuh bayi kita eoh ?"

"YA! JUNG YUNHOO !"

END

Inspirasi dari : TOO LOVE – XIAH JUNSU

REVIEW ?

Gomawo *bow*

Finally, aku menyelesaikan FF ini. Wah terimakasih untuk yang sudah review dari awal cerita sampai terakhir. Aku tahu FF ini tidak terlalu bagus. Tapi aku senang masih ada yang mau baca.

Especially Thanks untuk yang REVIEW. Aku jadi semakin semangat berkat kalian yang REVIEW.

Dan selesailah sudah FF pertamaku. BANZAIIIII !

Arigatou Gozaimasu yang sudah review, follow, favorite FF Ze. Arigatou Gozaimasu juga yang sudah baca FF Ze terutama Silent Reader. Review dong. Hehe.

17 April 2013

-ZE-