Seoul Elementary School

Disclaimer © This story is mine

All cast in here is God's and they own them self.

But... CHANGMIN AND JO YOUNGMIN FOREVER MINE #digaplok

Rating

T (bisa berubah sesuka jidat saya)

Genre

Romance, friendship ngga kelihatan, Humor sedikit, Garing lah~

Warning!

Boys Love/Yaoi/MxM/Or something like that, Gajeness, Typo(s), OOC, AU

.

Don't like it? I allowed you to leave, now. I mean it. Really.

.

The rest of you, Enjoy this gaje fict!

.

This fict present to :

choisky13 and rahaelxx

.

.

.

.

Seoul Elementary School, sebuah sekolah dasar swasta elit yang berada di ibu kota Korea Selatan, Seoul. Sekolah yang terkenal dengan prestasi-prestasi yang diraihnya juga kurikulum sekolah. Setiap tahun ajaran baru, beribu-ribu orang tua mendaftarkan anaknya ke Seoul Elementary School, makanya kesempatan masuk Seoul Elementar School pun semakin kecil tiap tahunnya. Dan orang beruntunglah yang bisa mendapatkan bangku di Seoul Elementary School.

Dan hari ini adalah upacara penyambutan murid baru sekaligus upacara pembuka tahun ajaran baru. Seluruh murid, guru, dan karyawan bekumpul di lapangan Seoul yang luas. Lee Soo Man, selaku kepala sekolah Seoul Elementary School maju kedepan mimbar dan memberikan pidato yang lebih dikenal dengan Pidato-berkepanjangan-Soo-Man. Semua langsung berdecak kesal dan mengeluh kecewa ketika Soo Man berdiri di mimbar. Yeah, selama dua jam kedepan mereka akan berdiri di lapangan berpanas-panasan dan menyumpah serapahi Soo Man dalam hati.

Lee Donghae, seorang namja kecil murid kelas satu yang kini sedang sibuk membersihkan peluh yang mengucur dari pelipisnya. Sinar matahari yang terik, hawa panas, dan juga udara yang pengap—karena jumlah Seoul Elementary School yang begitu banyak—membuat dirinya merasa panas.

"Aduh, Hae, kelingatnya banyak cekali." Seorang namja yang berwajah cukup manis yang baris di sebelah Donghae menghapus buliran keringat Donghae dengan sapu tangan bermotif monyet nya. Donghae tersenyum pada namja itu lalu mencubit pipinya lembut.

"Gomawo, Hyukkie," kata Donghae sambil tersenyum. Sementara namja manis bernama Hyukkie yang bernama asilnya Lee Hyukjae—namun sering juga dipanggil Eunhyuk—menundukan wajahnya guna menyembunyikan rona merah yang muncul di kedua belah pipinya. Wajahnya terasa panas ketika melihat senyuman maut Donghae.

"Aish, Hyukkie imut!" Donghae makin gencar mencubit pipi Eunhyuk sehingga membuat pipi Eunhyuk memerah akibat Donghae.

"Hae, sakit!" pekik Eunhyuk. Donghae nyengir tidak bersalah.

"Mianhae, Hyukkie."

Eunhyuk mempout 'kan bibirnya lalu menaruh sapu tangan bermotif monyet nya ke dalam saku seragam sekolahnya.

"Ukh, panas! Hae kepanasan!" Donghae mengibas-ngibaskan kedua tangannya ke wajahnya, berusaha membuat angin dari kedua tangannya itu agar wajahnya tidak terasa panas lagi.

"Hyukkie juga," keluh Eunhyuk sambil membuka dua kancing atas baju seragamnya, memperlihatkan dada kecil dan putih Eunhyuk.

"Ya! Hyukkie, kenapa buka baju?" tanya Donghae kaget melihat Eunhyuk.

"Hyuk tidak buka baju, Cuma buka dua kancing caja," jawab Eunhyuk.

"Ish, jangan dibuka, Hyukkie," gerutu Donghae sambil mengancingkan kembali kancing baju Eunhyuk.

"Wae?"

"Tidak ada yang boleh melihat dada Hyukkie celain Hae!" kata Donghae tegas.

"Tapi, panas, Hae~" rengek Eunhyuk sambil berusaha membuka kancing bajunya lagi namun tangannya segera ditahan Donghae.

"Hae~~" rengek Eunhyuk sambil memasang puppyeyesnojutsu andalannya. Donghae menelan ludahnya, ia dilanda dilema sekarang. Ia tidak mau seseorang melihat dada Eunhyuk yang menurutnya—ehem—seksi lalu merebut Eunhyuk-nya dari nya, tapi ia juga tidak tahan dengan puppyeyes nya Eunhyuk. Lihatlah wajah Eunhyuk sekarang, wajahnya memerah dan penuh peluh karena panas dan memasang ekspresi memohon yang membuat jantung Donghae berpicu begitu cepat. Ya, ampun Lee Donghae, umurmu masih enam tahun saja sudah merasakan hal seperti ini. Author saja baru mengalaminya pas kelas 6 SD. Oke, curhatan tidak diterima disini.

"Ukh, Hae nyebelin!" Eunhyuk membuang mukanya, tidak mau menatap wajah-tampan-Lee-Donghae.

"Hyukkie, malah?" Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Eunhyuk. Namun Eunhyuk menjauhkan diri dari Donghae.

Fyuuh~~

Eunhyuk merasakan sebuah tiupan di tengkuk lehernya. Ia melirik ke arah Donghae yang sedang meniup-niup lehernya, mungkin maksudnya membuat Eunhyuk tidak kepanasan.

"Hae, geli~~"

Fyuuuh~~

"Hae, hentikan, geli..."

Donghae menulikan telinganya dan makin gencar meniup Eunhyuk (?). Eunhyuk terkikik geli dan berusaha menjauhkan Donghae darinya.

"ArraseoHyuk, tidak malah cama Hae, hentikan dong~"

Medengar pengampunan dari Eunhyuk, Donghae menghentikan kegiatannya. Lalu tersenyum pada Eunhyuk.

"Cudah tidak panas lagi 'kan, Hyuk?" tanya Donghae.

Dingdong, Donghae. Eunhyuk malah merasa semakin panas kalau kau menunjukan senyuman maut mu itu. Tapi, Eunhyuk hanya mengangguk meng-iya-kan pertanyaan Donghae. Sementara Donghae? Oh, ia cukup bangga karena ia nekat melakukan hal itu. Ah, kalau saja ia menyadari kalau itu adalah salah satu tindakan mesum, pasti dia makin bangga ya?

.

.

.

"Masih ada satu jam lagi sampai bel pulang berbunyi. Kalian tetaplah di kelas dan bermain sepuasnya. Ingat! Tetap di kelas sampai bel berbunyi! Arraseo? Soesaengnim ada urusan sebentar," kata Leeteuk soesaengnim dengan ekspresi setengah galak, setelah itu ia melangkahkan kakinya keluar kelas I-B—kelas Eunhyuk dan Donghae—.

"Hae, main yuk! Tuh, yang lain pada main lempal keltas di depan kelas," kata Eunhyuk sambil menunjuk segerombolan anak laki-laki yang ada di depan kelas.

"Ehmm... malas ah," tolak Donghae.

"Telus main apa dong?" tanya Eunhyuk.

"Kita pelhatikan caja olang-olang yang ada di kelas," jawab Donghae.

"He? Tidak kah itu membocankan?"

"Tidak. Hei, lihat tuh, ada namja manis!" seru Donghae sambil menunjuk seorang namja berambut pirang yang sedang mengobrol dengan teman sebangkunya. Wajahnya manis dan cantik, persis perempuan. Bibirnya juga sangat merah, menggoda.

"Jadi Hyukkie tidak manis?" Eunhyuk memajukan bibirnya kesal.

"Ani, jangan cembulu Hyukkie. Hyukkie yang paling manis," rayu Donghae sambil mengacak-acak rambut Eunhyuk.

"Ya! Lee Donghae!" Donghae nyengir sambil membantu Eunhyuk merapikan rambutnya kembali. Tiba-tiba saja matanya menangkap kedua orang namja yang tengah berpelukan.

"Omoo~ lihat Hyuk, ada telletubbies lagi pelukan~" kata Donghae.

"Iya, Hae. Hyuk lihat. Hyuk juga mau dipeluk," Hyuk memandang iri YunJae couple itu.

"Ya cudah, cini Hae peluk." Donghae merentangkan tangannya, bersiap memeluk Eunhyuk.

"Mwo?Andwae! Hae kalo meluk cuka tidak mau dilepas," tolak Eunhyuk sambil menjauhkan diri dari Donghae.

"Cini Hae peluk~" Donghae mendekatkan dirinya pada Eunhyuk, sementara Eunhyuk terus menjauhkan diri.

"Andwae!"

"Ciniiii~~"

"Huwaaaa!" Eunhyuk berlari menjauhi Donghae. Kebalikan dari Eunhyuk, Donghae malah berlari mengejar Eunhyuk.

"Hyukjae, Hae datang memelukmu~~"

"Umma!Appa!Cungmin hyung! Tolong Hyukkie!"

Dan terjadilah kejar-kejaran antara Eunhyuk dan Donghae. Hampir sebagian orang di kelas memperhatikan mereka. Well, siapa yang tidak memperhatikan kalau mereka kejar-kejaran sambil teriak tidak jelas?

"Lihat Kevin, ada yang sedang lomba lari," seorang namja berwajah tampan dan berambut hitam menepuk teman sebangkunya yang sedang menggambar. Mau tak mau, teman sebangkunya itu menghentikan aktivitas menggambarnya dan mencari orang yang dimaksud oleh namja tampan itu.

"Mana?" tanya namja yang dipanggil Kevin itu.

"Itu." Namja tampan itu menunjuk ke arah Eunhyuk dan Donghae yang sedang kejar-kejaran.

"Ooh, kau dukung siapa Eli? Kevin mau dukung namja tampan itu," kata Kevin sambil menunjuk Donghae. Eli—namja tampan tadi—mengerutkan keningnya. 'Lebihtampananmanasamaaku?' batin Eli kesal.

"Ya sudah, aku dukung namja manis yang dikejar namja yang kau bilang tampan itu," kata Eli sambil menunjuk Eunhyuk.

"Ih, masih lebih manis Kevin!" kata Kevin sambil memasang tampang kesal yang justru menciptakan tampang aegyo.

Oke, tinggalkan couple ini dulu. Bisa dibahas di chapter selanjutnya. Kembali ke HaeHyuk.

Eunhyuk sudah berlari mengelilingi kelas yang lumayan luas itu. Lama-lama ia lelah juga. Dan ia juga tidak sadar kalau tali sepatunya lepas, dan ada seseorang yang tidak sengaja menginjaknya, lalu...

BRUAGH!

"Huwaaaaaaaa!"

Bimsalabim abrakadabra! Lee Hyukjae menangis! Seluruh kelas menghentikan aktivitas awal mereka dan memperhatikan Eunhyuk yang menangis.

"Hyukkie, gwaenchanayo?" Donghae langsung menghampiri Eunhyuk dan memasang tampang khawatir.

"Cakit Hae! Huweee! Lutut Hyuk cakit!" rengek Eunhyuk. Donghae langsung memeriksa lutut Eunhyuk yang membiru.

"Panggil soesaengnim!" saran seorang teman sekelas mereka.

"Bawa ke UKS!" saran seorang lagi.

Donghae panik. Yeah, teman yang lain tidak membantu kecuali melihat dan memberikan saran. Tidak membantu memanggil guru atau lainnya. Akhirnya Donghae menggendong Eunhyuk di punggungnya lalu berjalan keluar kelas.

"Mau kemana?" tanya seorang namjayang duduk paling dekat dengan pintu.

"UKS," jawab Donghae lalu pergi meninggalkan kelas I-B.

.

.

.

"Huks... huks... Hae, cakit," isak Eunhyuk.

"Cebental ya, Hyuk, Hae lagi cali UKS nya nih," kata Donghae. Donghae sendiri sebenarnya tidak tahu dimana letak ruang UKS. Jangankan UKS, toilet saja tidak tahu. Yang dia tahu hanya ruang kelasnya saja.

"Ah, annyeong!" Donghae menyapa seorang namja berbaju putih yang berada tidak jauh di depannya.

"Annyeong, omo! Temanmu kenapa?" tanya namja itu menatap Eunhyuk yang sedang terisak.

"Aku Lee Donghae dali kelas I-B, ini temanku Eunhyuk. Dia teljatuh tadi dan dia bilang lututnya cakit, ahjumma mau membeli tahu dimana letak UKS?" tanya Donghae. Namja itu tersenyum. 'Bahkananakkecilpunmengiraakuseorangyeojya,' pikirnya.

"Kebetulan aku akan kesana. Sini, biar kugendong temanmu." Namja itu mengambil Eunhyuk dari gendongan Donghae lalu menggendong Eunhyuk dipunggungnya. Donghae dapat membaca tulisan di nametag namja itu. Kim Kibum.

Mereka bertiga berjalan sampai di sebuah ruanga yang terletak di dekat tangga. Ruangan kecil berwarna serba putih dan berbau obat-obatan. Kibum mendudukan Eunhyuk di kasur lalu berjalan mengambil kotak P3K. Donghae berjalan mendekati Eunhyuk.

"Mianhae, Hyukkie, ini cemua calah Hae," kata Donghae.

"Ani, ini bukan calah Hae."

"Tapi, kalau caja Hae tidak mengejal Hyukkie, Hyukkie pasti—" Donghae tidak melanjutkan perkataannya, ia malah menangis. Menangis dengan agak keras, membuat Kibum yang kembali dengan kotak P3K heran dengan Donghae yang tiba-tiba menangis.

"Cup, cup, cup, kenapa menangis Donghae-ah? Bukankah Eunhyuk-ah yang terluka?" tanya Kibum sambil memeriksa lutut Eunhyuk.

"Donghae itu cengeng, ahjumma," jawab Eunhyuk sambil nyengir. Tampaknya dia sudah melupakan rasa sakitnya. Donghae hanya diam sambil berusaha menghentikan tangisannya.

"Hem, hanya memar saja kok, tapi Eunhyuk-ah jangan berlari dulu untuk sementara waktu, arra?" kata Kibum. Eunhyuk mengangguk. "Kuberi kompres lututmu agar cepat sembuh, untuk sementara waktu kau disini dulu. Aku akan minta laporkan ke wali kelas kalian, Donghae jaga Eunhyuk-ah, ne?" kata Kibum sambil menaruh kompres di lutut kanan Eunhyuk. Donghae mengagguk pelan tanda meng-iya-kan permintaan Kibum. Kibum tersenyum lalu meninggalkan Donghae dan Eunhyuk berdua di UKS.

"Cakit, Hyuk?" tanya Donghae.

Eunhyuk menggeleng. "Ani, lacanya dingin."

"Hyukkie, mianhae," ucap Donghae sambil membelai helaian rambut pirang Eunhyuk.

"Ini bukan calah Hae. 'Kan cudah Hyukkie bilang, ini calah Hyuk kalena Hyuk tidak hati-hati," kata Eunhyuk.

"Hiks... tapi... tapi..."

"Ih, Hae cengeng, maca gitu aja nangis," kata Eunhyuk dengan nada mengejek. Donghae dengan cepat menghapus air matanya yang hampir tumpah.

"Tadi Hyukkie juga nangis kok! Hyukkie juga cengeng!" kata Donghae tak mau kalah.

Eunhyuk tersenyum. "Gomawo, Hae cudah mau membawa Hyuk ke UKS. Hyukkie cayang Hae," kata Eunhyuk dengan wajah yang merona.

"Nado, Hae juga cayang Hyukkie." Donghae mendekatkan wajahnya pada wajah Eunhyuk lalu mengecup pelan kening Eunhyuk, lalu senyum evil terpampang di wajahnya.

"Wajah Hyukkie memelah, hahaha! Imut cekali!" Donghae mencubiti pipi tembam Eunhyuk.

"Ya! Lee Donghae!"

To Be Continued

.

.

.

.

.

A/N :

Yuhuuuuu~~

HaeHyuk hadir! Huehehe, ada yang req HaeHyuk dan kebetulan saya juga lagi mood buat HaeHyuk. Mian kalo gaje, bikinnya aja malem-malem pas lagi belajar Bhs. Sunda *parah

Rate nya naik jadi T ya, mengingat ini adalah couple paling pervert *di deathglare HaeHyuk

Oh ya, buat Kyuhyun, maunya MinKyu apa KyuMin? *Salut deh sama Kyu, bisa punya 2Min yang saya suka #plak #gapeduli

Ada yang minta KyuMin ada juga yang minta MinKyu, review buat kasih pendapat ya, yang paling banyak yang dipilih. Ngga lucu 'kan kalau Kyu nanti selingkuh.

Terus chapterdepan pair nya apa nih? Sumpah saya pusing. Banyak banget pair yang saya suka. Pair nya harus YAOI ya, kalo engga saya ogah bikinnya #plak

Balasan Review, makasih ya yang udah review *nebarin kolornya Minwoo* Ini dia :

Diitactorlove : Hyaa, gomawo udah mau baca dan review *peluk balik* tentang KyuMin, aku mau nanya, bagusnya KyuMin atau MinKyu?

Fujoshi103 : Gomawo udah mau baca dan review SiBum? Ada dong, 'kan lope abang Kibum dan Siwon polepel #plak tapi chapter berapa, tunggu aja ya ^^

Park Hyo Ra : Gomawo udah mau baca dan review MinKyu ya? Maunya MinKyu atau KyuMin nih? #galau

Minwoochoi : Gomawo udah mau baca dan review Oke, sip, tapi ngga janji semua nya ya~ ;)

Hyemin puny Yesung : Gomawo udah mau baca dan review YeWook? Boleh juga tuh, aku pertimbangkan dulu ya, bisa aja chap depan YeWook, gomawo buat ide nya ^^

choisky13 and rahaelxx : Gomawo udah mau baca dan review nih, udah ku bikin HaeHyuk nya~ bagus gak? Gaje yah? #mundung HaeHyuk forever! Singkirkan Yoona, Yuri, dkk! #plak

loppyloppy : Gomawo udah mau baca dan review ZhouRy? Mungkin kapan-kapan, aku belum terlalu mendalami si Koala #dicincangMimige

Ppyong!

Regards,

Ultimate Seme Yayaoi