Seoul Elementary School
Disclaimer © This story is mine
All cast in here is God's and they own them self.
But... CHANGMIN AND JO YOUNGMIN FOREVER MINE #digaplok
Rating
T (bisa berubah sesuka jidat saya)
Genre
Romance, friendship ngga kelihatan, Humor sedikit, Garing lah~
Warning!
Boys Love/Yaoi/MxM/Or something like that, Gajeness, Typo(s), OOC, AU
.
Don't like it? I allowed you to leave, now. I mean it. Really.
.
The rest of you, Enjoy this gaje fict!
.
This fict is dedicated for :
Diitactorlove, Hyemin puny Yesung
.
.
.
.
"Upacara Penyambutan Murid Baru dan Tahun Ajaran Baru selesai."
Dan bagaikan menyambut adzan berbuka puasa, murid Seoul Elementary School menghembuskan nafas lega ketika mendengarkan pengumuman itu. Yah, setelah hampir dua jam lebih mereka dijemur di lapangan luas Seoul Elementary School dan dipaksa mendengarkan pidato tak jelas kepala sekolah mereka, akhirnya mereka bisa mendinginkan badan di ruang kelas mereka yang ber-AC. Anak-anak kelas VI-A berlari ke ruang kelas mereka, ingin cepat-cepat mendinginkan diri.
Kelas VI-A adalah kelas unggulan di antara kelas VI Seoul Elementary School. Kelas anak-anak berbakat dan memiliki orang tua yang punya peranan penting di sekolah ini. Misalkan saja, Kim Jongwoon—atau nama panggilannya Yesung—murid bermata sipit dan berwajah lonjong ini mempunyai suara yang amat sangat indah, sudah banyak kompetisi menyanyi yang ia menangkan, dan ayahnya adalah salah seorang pejabat di pemerintahan Korea Selatan yang menyumbang dana dalam jumlah besar untuk sekolah, sedangkan ibu Yesung adalah artis papan atas Korea Selatan dengan title lulusan Seoul Elementary School, membuat semua orang mendaftarkan anaknya Di Seoul Elementary School berharap anaknya bisa menjadi artis seperti ibu nya Yesung.
Kembali ke kelas VI-A, dimana Yesung sedang memandang bosan keluar jendela. Ya, bosan, sudah tiga puluh menit yang lalu wali kelas mereka pergi meninggalkan kelas dan mereka bebas melakukan apa saja asal itu masih di dalam kelas sampai bel berbunyi, dan tidak ada kegiatan yang bisa Yesung lakukan selain melamun.
"Kenapa melamun, hyung?" tanya namja tampan bermata bulat seperti anak anjing yang duduk di belakang tempat duduk Yesung. Yesung melirik sebentar namja itu lalu kembali memandang ke luar jendela.
"Kau tahulah, bosan. Tak ada hal yang bisa kulakukan," jawab Yesung.
"Kenapa tidak lompat dari atap sekolah saja?" kata si namja bermata anjing itu asal.
"Lucu sekali, Hyunjoong-ah, kenapa tidak kau coba saja duluan?" Yesung mendelik pada namja bernama Hyunjoong itu.
"Aku hanya bercanda, hyung, makanya kalau ke sekolah itu bawa ponsel," kata Hyunjoong sambil mengeluarkan ponselnya yang berwarna putih dengan corak bintang.
"Malas, lagipula aku bukan dirimu yang punya Youngsaeng untuk diajak sms-an," kata Yesung. Hyunjoong terkekeh kecil mendengar perkataan teman sekelas sekaligus sahabatnya yang lebih tua beberapa bulan darinya itu.
"Makanya cari pacar hyung, aku yakin ponsel mu tidak akan terbengkalai seperti sekarang kalau kau mempunyai pacar." Hyunjoong menatap jenaka Yesung, yang dibalas oleh hembusan nafas kesal oleh Yesung. Yesung memperhatikan kelasnya sebentar, lalu bangkit dari duduknya.
"Mau kemana?" tanya Hyunjoong.
"Jalan-jalan sebentar, habis bosan di kelas," jawab Yesung lalu berjalan keluar kelas. Hyunjoong mengangkat kedua bahunya dan kembali fokus pada ponsel nya dan mengirim pesan ke namjachingu nya dari kelas sebelah, Heo Youngsaeng.
.
.
.
Yesung berjalan menyusuri koridor sekolah, tujuannya adalah atap sekolah. Tempat dia biasa tidur atau hanya sekedar melepaskan penat saja. Tiba-tiba Yesung melihat seorang namja kecil yang celingak-celinguk sendirian di koridor. Penasaran, Yesung menghampiri namja kecil itu.
"Annyeong, kau sedang apa?" tanya Yesung. Tak dapat dipungkiri, bahwa wajah namja kecil itu amat sangat manis, membuat Yesung sempat terpana.
"Wookie cedang cari dimana toilet, Wookie mau buang air, hyung tahu dimana toilet?" tanya namja kecil itu.
"Toilet? Ah, kau anak baru sih, jadi belum tahu jalan. Sini, hyung antar." Yesung menggenggam tangan mungil namja itu lalu berjalan menuju toilet.
"Nama hyung ciapa?" tanya namja kecil itu.
"Kim Jongwoon, tapi panggil saja aku Yesung hyung, ne? Kalau kau, siapa namamu anak manis?" tanya Yesung pada namja kecil itu. Namja kecil itu sedikit menunduk, guna menyembunyikan rona merah diwajahnya karena dipuji Yesung manis.
"Kim Ryeowook imnida, tapi panggilnya Wookie caja," kata Ryeowook. Yesung tersenyum pada Ryeowook. Geli juga mendengar Ryeowook yang cadel 's'.
Ketika sampai di toilet, Ryeowook langsung cepat-cepat masuk ke dalam bilik terdekat dan melaksanakan 'panggilan alam'nya. Yesung tersenyum lalu berjalan menuju wastafel, sekedar mencuci tangan.
"Hah~ leganya~" Ryeowook keluar dari bilik kamar mandi lalu mencuci tangan di wastafel. Yesung memperhatikan Ryeowook dari atas sampai bawah. Wajah Ryeowook memang tergolong amat sangat manis, lihat saja pipinya yang tirus, bulu matanya yang lentik, dan bibirnya yang tipis namun merah menggoda. Badannya juga mungil, menambah kadar kemanisannya. But, wait... resleting celana Ryeowook belum tertutup! Ya, Yesung! Kenapa kau memperhatikan sampai resleting celana hah?
"Wookie, resletingmu belum tertutup," kata Yesung. Ryeowook yang sedang mengeringkan tangannya di mesin pengering tangan langsung melihat ke arah bawah tubuhnya.
"Eoh? Hwa! Hyung jangan lihat! Wookie malu!" Ryeowook cepat-cepat memutar balikan tubuhnya, menutupi wajahnya. Aneh sekali, kalau dia malu seharusnya dia cepat-cepat mengancingkan resletingnya 'kan? Dasar bocah.
"Wookie, hyung tidak melihatnya kok—yah, sedikit—lebih baik kau mengancingkan resletingmu dari pada menutupi wajahmu seperti itu," kata Yesung.
Ryeowook cepat-cepat menaikkan resleting celananya tapi...
"Eh? Kok tidak bica naik?"
Ryeowook menarik-narik kancing resletingnya ke atas. Tapi, tetap saja tidak mau naik. Ryeowook membalikan tubuhnya menghadap Yesung.
"Yecung hyung, otthokae? Recletingnya rucak~" Ryeowook memasang tampang paniknya. Membuat Yesung menelan ludahnya susah payah. Yeah, bayangkan saja seorang namja kecil berwajah amat sangat manis menunjukan ekspresi panik yang malah terlihat imut sambil memegangi resleting celananya, terlihat seperti minta... yah... 'kau tahu apa'. Yesung bahkan bisa melihat gambar seekor panda berwarna hijau di bagian resleting yang terbuka itu.
"Ehem!" Yesung berdehem, mencoba menghilangkan pikiran kotornya. Yesung sudah kelas enam, maklum saja kalau pikirannya sudah mulai menyeleweng, ditambah, Yesung sebenarnya termasuk orang yang mesum.
"Yecung hyung, otthokae? Jangan memelototi Wookie ceperti itu, ceperti mau memakan Wookie, Wookie jadi takut," kata Ryeowook. Yesung tersentak. Jadi dari tadi dia memandang lapar Ryeowook? Sadarlah Kim Jongwoon, dia masih kelas satu!
"Emmh, si-sini... hyung bantu." Yesung berjalan mendekati Ryeowook, lalu berjongkok, mensejajarkan tingginya dengan Ryeowook.
Gulp!
Oh my, sekarang Yesung bisa melihat dengan jelas wajah Ryeowook yang sangat manis. Omona! Bibirnya itu! Merah sekali! Dan matanya, hitam kelam! Bulu matanya sangat lentik, seperti yang dimiliki para yeojya. Pipinya tirus dan kulitnya seputih porselen. Dan Yesung seratus persen yakin kalau pipinya sangatlah lembut.
"Hyung, berhenti menatap Wookie ceperti itu," kata Ryeowook memasang ekspresi takutnya. Membuat Yesung kembali ke alam sadarnya.
"Ah, mi-mian." Yesung melirik ke arah bawah tubuh Wookie. Blush! Merah sudah wajah lonjong itu. Yesung menggelengkan kepalanya, menghilangkan segala pikiran kotor yang sempat menghampiri otaknya dua kali.
"A-ah, te-ternyata ada benang yang menyangkut, makanya tidak bisa dinaikkan," kata Yesung dengan sedikit tergagap. Ia memutuskan tali itu dan melepaskannya dari kancing resleting Ryeowook. Lalu cepat-cepat ia naikkan resleting itu agar pikiran kotor tak mendatangi otaknya lagi. Yah, bagaimana pun juga, fict ini bukan rate M.
"Nah!" seru Yesung cepat sambil berdiri lalu pura-pura merapikan kerah bajunya.
"Gomawo, Yecung hyung baik!" Ryeowook menunjukan senyuman malaikatnya, membuat Yesung terpana.
'Omona! Neomu kyeopta!' batin Yesung seraya menahan diri untuk tidak mencubit pipi Ryeowook saat itu juga.
"A-ah, sudah ya, Wookie hafal jalan kembali ke kelas 'kan?" tanya Yesung pada Ryeowook.
Ryeowook diam tak menjawab, melainkan menatap Yesung dengan mata hitam kelamnya.
"Wookie?"
"Wo-wookie lupa," jawab Ryeowook pelan. Yesung menghela nafas pelan.
"Ya sudah, hyung antar, Wookie kelas berapa?" tanya Yesung.
"I-A."
"Kajja." Yesung meraih tangan mungil Ryeowook lalu menggandengnya. Ryeowook merasakan pipinya memanas saat Yesung menggenggam tangannya dengan erat. Ada perasaan asing yang menyeruak ke hatinya. Perasaan yang amat berbeda saat bersama Appa, Umma, ataupun hyung nya sendiri. Perasaan yang membuatnya terasa terlindungi dan aman, perasaan yang terasa hangat.
Yesung sendiri tak bisa mengontrol debaran jantungnya sedari tadi. Yah, sejak dia membetulkan resleting celana Ryeowook sih. Entahlah, seharusnya Yesung tak usah memusingkan hal itu, toh Ryeowook juga namja sepertinya dan juga Ryeowook masih kecil, seharusnya dia bersikap biasa saja tak usah panik seperti ini. Tapi, debaran jantungnya, selalu berdetak cepat setiap kali ia menyentuh Ryeowook.
Kedua insan itu berjalan bergandengan dengan diam. Tak ada yang bicara. Sama-sama asyik dengan dunia nya sendiri. Yesung masih berusaha mengontrol detak jantungnya, sedangkan Ryeowook sibuk melihat-lihat apapun yang mereka lalui.
'Loh? Kenapa sudah sampai di kelas II-B? Aish, terlewat!' Yesung merutuki kebodohannya sendiri karena terlalu sibuk mengontrol detak jantungnya sehingga tidak menjadari kalau ruang kelas I-A sudah terlewat.
"Nah, ini ruang kelas Wookie 'kan?"
Ryeowook mengangguk, lalu menatap Yesung dengan manik hitam kelamnya.
"Gomawo." Ryeowook kembali tersenyum manis. Membuat jantung Yesung makin berdetak cepat.
"Aish, kalau begini terus bisa-bisa aku jantungan," gumam Yesung hiperbola. Hanya hal seperti itu tidak membuat kita kena serangan jantung, Yesung.
.
.
.
"Kau yakin tidak mau ikut, hyung?" Yesung menggeleng.
"Ani, aku tidak mau merepotkanmu," jawab Yesung. Hyunjoong mengangguk paham.
"Kalau begitu, sampai besok ya, hyung, pai pai~" Hyunjoong menarik tangan Youngsaeng sambil melambai pada Yesung dan memasuki mobil porsche keluaran terbaru.
"Hah~ sekarang apa coba? Aku tak bawa ponsel dan Kangin hyung belum juga menjemputku. Menyebalkan sekali orang satu itu," gerutu Yesung sambil kesal. Karena bosan ia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar, kalau Kangin hyung masih belum menjemputnya, ia memutuskan untuk pulang naik bus saja.
Yesung melihat beberapa orang yang sedang main di lapangan basket. Entah itu benar-benar main basket, main kejar-kejaran, ataupun menyendiri di bawah pohon yang berada pinggir lapangan. Tunggu, sepertinya Yesung mengenal orang yang menyendiri di bawah pohon itu.
"Wookie?"
Ya, wajah manis dan tubuh mungil itu, itu Ryeowook. Yesung mendekati Ryeowook yang duduk di bawah pohon itu.
"Wookie," panggil Yesung. Ryeowook mendongak, wajahnya langsung berbinar melihat Yesung.
"Yecung hyung!" pekiknya senang.
"Belum pulang?" Yesung menempatkan dirinya duduk di sebelah Ryeowook.
Ryeowook menggeleng. "Umma belum jemput." Ryeowook mempout kan bibirnya imut. "Hyung cendiri? Kenapa macih dicini?"
"Hyung ku belum menjemput," jawab Yesung. Ryeowook mengangguk pelan. Dan keduanya pun terdiam. Yesung terdiam memperhatikan Ryeowook sedangkan Ryeowook asik melihat anak-anak bermain basket.
'Matanya bulat dan hitam kelam, indah dan menenangkan. Hidungnya mancung. Bibirnya merah merekah, menggoda. Dan pipinya tirus. Oh, manis sekali dia, aku benar-benar tak tahan. Aish, jantungku berdebar lagi,' batin Yesung sambil memegangi dadanya.
"Hyung, kenapa memegangi dada hyung ceperti itu? Hyung cakit?" tanya Ryeowook khawatir.
"A-ani." Yesung menggelengkan kepala besarnya pelan, lalu menatap Ryeowook yang kebetulan juga menatapnya. Mereka terdiam dalam posisi saling menatap.
Deg, deg, deg, deg. Jantung Yesung seakan berpacu begitu cepat. Ia bahkan bisa melihat pantulan dirinya di bola mata kelam Ryeowook. Yesung tidak tahan. Dengan perlahan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook lalu...
Chu~
Yesung mencium pipi Ryeowook! Astaga! Biar kuperjelas biar tambah heboh! YESUNG MENCIUM PIPI RYEOWOOK!
Yesung cepat-cepat menjauhkan wajahnya dari wajah Ryeowook lalu membalikkan tubuhnya. Ukh, wajah Yesung benar-benar memerah sekarang. Tak menyangka kalau dia nekat melakukan hal itu. Mencium anak kelas satu yang baru dikenalnya tadi pagi? Omo, Yesung, kurasa kau harus memeriksakan diri ke dokter jiwa. Ya! Siapa itu yang melemparkanku kulit kacang?
Ryeowook memegang pipinya yang dicium Yesung tadi. Wajahnya terasa panas, tapi ia senang. Sangat senang. Entah kenapa Ryeowook mendapatkan dorongan dari hatinya untuk membalas perlakukan Yesung.
"Hyung." Ryeowook menepuk pundak Yesung. Yesung diam tak merespon Ryeowook.
"Hyung~" kali ini Ryeowook memanggil dengan nada merajuk. Yesung tetap tak merespon. Yesung mengira kalau Ryeowook akan marah karena dia tiba-tiba saja menciumnya, lalu Ryeowook akan mengadu pada ibunya, dan ibu Ryeowook akan melapor pada polisi lalu setelah itu Yesung dihakimi dan melalui proses persidangan yang sangat rumit sampai akhirnya ia dipenjara karena telah mencium anak kelas satu. Oke, pikiran Yesung ini hiperbola.
"Yecung hyung." Yesung mengalah. Ia membalikkan tubuhnya menghadap ke Ryeowook.
"Wookie, hyung minta ma—"
Chu~
Yesung membelalakan matanya kaget. Lebih kaget dari pada ketika ia mencium pipi Ryeowook tadi. Bagaimana tidak kaget? Ryeoook menciumnya, tepat di bibir. RYEOWOOK MENCIUM YESUNG TEPAT DI BIBIR. Walau hanya sekilas tetap saja mengagetkan untuk Yesung. Mungkin bagi Ryeowook ini biasa saja, hei, dia masih umur enam tahun dan tak mengerti kalau hal ini sebetulnya hal yang sakral tapi untuk Yesung ciuman ini sangat berarti untuknya.
"Wo-wookie kenapa menciumku?" tanya Yesung. Ryeowook hanya tersenyum innocent.
"Membalas ciuman hyung yang tadi," jawab Ryeowook. Aish, Ryeowook, lihat gara-gara perkataanmu tadi Yesung jadi salah tingkah.
"A-ah, mi-mian soal ciuman tadi, hyung tadi tidak sengaja. Lupakan saja, ne?" air wajah Ryeowook berubah ketika mendengar penuturan Yesung.
"Jadi hyung tidak cuka kalau cium Wookie? Hyung benci Wookie?" Ryeowook mulai terisak dan tak lama kemudian menangis. Nah loh, Yesung, anak orang dibikin nangis!
"A-ani, bukan itu maksud hyung, tapi... aish, Wookie jangan menangis lagi ya? Uljjima..." Yesung berusaha menenangkan Ryeowook.
"Huweee!" Ryeowook menangis makin jadi. Suaranya yang melengking membuat mereka jadi pusat perhatian orang-orang yang ada di dekat situ, walau tidak banyak sih.
Yesung panik. Ya iyalah panik, dia yang jadi idola sekolah masa menangisi anak kelas satu? Kalau nanti di mading ada berita seperti ini 'Kim Jongwoon sang idola dari kelas VI-A menangisi seorang anak kelas satu dari kelas I-A' sama sekali tidak lucu 'kan? Dan sialnya, tak jauh dari mereka ada salah satu anggota dari klub berita, Jung Jessica.
"Sssh... uljjima, Wookie, berhentilah menangis, hyung tidak membenci Wookie kok," Yesung semakin panik ketika Jessica menatap mereka terus dengan tatapan curiga. Jangan sampai ia mengeluarkan ponselnya dan memotret mereka.
Ryeowook masih saja menangis. Yesung panik. Oke, masih ada satu cara agar suara melengking Ryeowook tidak terdengar, tapi Yesung tidak yakin dengan caranya ini. Ah, disana Jessica sudah mengeluarkan ponsel dari tas nya. Yesung tidak punya pilihan lain.
Cup~
Cukup satu ciuman membuat tangisan Ryeowook berhenti dan juga membuat semua orang disitu terkaget-kaget, termasuk Jessica.
Jessica tampak menjatuhkan ponselnya hingga ponselnya rusak. Ia terlalu terbius dengan pemandangan yang tak jauh darinya, matanya melotot seakan-akan mau lepas dari tempatnya, mulutnya menganga lebar, dan wajahnya pucat. Ekspresi kaget ala Jung Jessica lah. Tanpa ba-bi-bu lagi dia berlari menjauhi pasangan YeWook itu, meberitahukan semua orang kalau Yesung mencium Ryeowook tanpa bukti yang jelas.
Oke, back to our cute couple.
Yesung melepaskan bibirnya dari bibir Ryeowook, lalu menatap manik kelam Ryeowook yang berair.
"Mianhae, hyung salah bicara. Hyung sayang Wookie," kata Yesung sambil tersenyum manis pada Ryeowook. Ryeowook terdiam, terpana oleh senyuman Yesung sedangkan Yesung menghilangkan jejak air mata di pipi Ryeowook. Ah, dia menyentuh pipi tirus Ryeowook. Ternyata lebih halus dari dugaannya. Jemari Yesung terus bermain di pipi Ryeowook.
"Saranghae." Yesung tidak tahu ia dapat keberanian dari mana mengatakan kata itu, kata-kata itu terlepas begitu saja, tapi hatinya merasa lega dan senang karena telah menyatakan perasaannya. Ya, setelah pendekripsian panjang author kalian tentu tahu 'kan kalau Yesung menyukai—ah, lebih tepatnya mencintai Ryeowook. Memang terlalu cepat untuk anak seumuran dia mengerti cinta, tapi bukankah cinta tak mengenal umur?
"Nado, Wookie juga cayang hyung." Ryeowook ikut tersenyum. Bibir tipis itu melengkungkan senyum yang sangat indah, membuat Yesung tak dapat menahan diri untuk mencubit pipi Ryeowook.
"Ya! Hyung, appo..." Ryeowook mengelus-elus pipinya yang memerah. Yesung nyengir kuda.
"Mian, besok saat istirahat hyung ke kelas mu, kita makan siang bareng, ne?"
"Ne!" Ryeowook menganggukkan kepalanya senang. "Ah, itu Umma! Umma!" Ryeowook melambaikan tangannya pada wanita paruh baya yang membalas melambaikan tangannya.
"Wookie pulang dulu ya, hyung," kata Ryeowook. Yesung mengangguk.
"Ne, hati-hati di jalan," ucap Yesung. Ryeowook melangkahkan kaki mungilnya ke arah ibu nya, tapi tiba-tiba ia berhenti dan berjalan kembali ke arah Yesung.
"Waeyo?" tanya Yesung heran melihat Ryeowook malah kembali.
"Wookie lupa cecuatu."
"Apa?"
Cup~
"Ciuman celamat jalan. Umma cering melakukannya pada Wookie. Pai pai, hyung~" Ryeowook berlari meninggalkan Yesung yang terdiam sambil memegangi pipi kanannya yang dicium Ryeowook tadi. Aish, Yesung, kau 'kan tipe seme masa' hanya karena pipimu dicium begitu kau cengo seperti itu? Sebagai seseorang bertipe seme aku kecewa padamu. Oke, lupakan.
Dalam hati, Yesung berjanji, untuk membalas ciuman Ryeowook tadi, dan senyum evil pun terlukis di wajah tampannya.
To Be Continued
.
.
.
.
.
A/N :
Hoya! Chapter kali ini YeWook dan HyunSaeng nyempil-nyempil. Kkk~ mian kalo gaje dan tidak seru seperti chapter sebelumnya.
Maaf update nya lama, saya bertemu dengan musuh bebuyutan saya sejak SD bernama UAS dan terpaksa vakum dari dunia maya selama seminggu (-.-) mianhae. Dan chapter ini masih rate T. Bukan karena pair nya pervert tapi emang saya nya pervert #plak
Oh ya, chapter depan itu KyuMin. Mianhae buat yang minta MinKyu, soalnya banyak yang milih KyuMin, jeongmal mianhe. But keep read this fict, okay? Saya benar-benar berterima kasih yang sudah mau review dan mau voting. Buat chapter depan saya akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan, apalagi yang udah saya kecewakan duluan.
Tapi tenang buat MinKyu shipper. Berhubung saya juga seorang MinKyu shipper saya akan buat fict khusus MinKyu. Tunggu tanggal main nya #plak
Terima kasih yang udah bilang fict ini ngegemesin. Saya juga tidak kalah ngegemesin #plak #ganyambung
Oh ya, Kevin dan Eli itu dari U-KISS maklum lah saya 'kan KISSME. Kkk~ dan buat SiBum, HanChul and the other couple akan saya masukan kedalam kotak request. Entah kapan dibuat, tapi sabarlah menunggu ;)
Thanks for the review, i love you guys so much :*
Ppyong!
Regards,
Ultimate Seme Yayaoi
