Seoul Elementary School
Disclaimer © This story is mine
All cast in here is God's and they own them self.
But... CHANGMIN AND JO YOUNGMIN FOREVER MINE #digaplok
Rating
K+ (bisa berubah sesuka jidat saya)
Genre
Romance, friendship ngga kelihatan, Humor sedikit, Garing lah~
Warning!
Boys Love/Yaoi/MxM/Or something like that, Gajeness, Typo(s), OOC, AU
.
Don't like it? I allowed you to leave, now. I mean it. Really.
.
The rest of you, Enjoy this gaje fict!
.
.
.
.
.
Lee Sungmin. Seorang namja kecil berwajah aegyo yang tepat hari ini menjadi murid kelas lima di sekolah swasta bergengsi se-Korea, Seoul Elementary School. Sungmin sesekali tersenyum kalau ada murid yang menyapanya, well, Sungmin memang cukup populer di sekolahnya. Wajahnya aegyo, ia berasal dari keluarga yang berada, dan dia juga mempunyai kemampuan vokal yag lumayan. Oh, jangan lupa Sungmin juga menguasai berbagai macam bela diri, wajar kalau ia memiliki banyak teman di sekolah.
"Minnie!" seseorang memanggil Sungmin dari arah belakang. Sungmin menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya. Namun, belum sempat Sungmin melihat siapa yang memanggilnya, seseorang menubruk tubuhnya dengan agak keras. Beruntung Sungmin bisa menjaga keseimbangannya, sehinga Sungmin tidak harus mencicipi kerasnya lantai koridor.
"Minnie, aku rindu padamu~"seorang namja manis berambut hitam panjang memeluk Sungmin erat-erat.
"J-Jungwoo... se-sesak..." lirih Sungmin.
"Ah, mianhae, aku sangat rindu padamu kau tahu 'kan kalau kita sudah sebulan lebih tak bertemu. Oh ya, kudengar dari ibuku kalau Hyukkie juga bersekolah disini mulah tahun ini, kelas berapa dia?" tanya namja bernama Jungwoo itu antusias.
"Dia kelas I-B, tadi dia ditemani ibu ku kelasnya. Memangnya kenapa?"
"Kelas I-B? Sama seperti adik sepupuku dong, namanya Cho Kyuhyun. Dia itu menyebalkan dan jahil sekali. Aku berharap Hyukkie tidak diusili olehnya." Ekspresi Jungwoo terlihat kesal ketika menceritakan adik sepupunya, Sungmin hanya tersenyum melihatnya.
"Kau lupa kalau adikku juga menyebalkan dan jahil?" kata Sungmin. Jungwoo mengangkat kedua bahunya.
"Ayo, kita temui Boa dan yang lainnya sebelum bel!" Jungwoo menarik tangan Sungmin masuk kedalam kelas baru Sungmin, V-A.
.
.
.
"Hyung, hyung! Telnyata Hyukkie cekelas cama Hae~" seorang namja kecil manis berambut cokelat menghampiri Sungmin bersama seorang namja kecil lainnya yang berambut hitam.
"Hm? Baguslah, tapi Hyukkie jangan hanya main sama Donghae ya, di kelas Hyukkie 'kan ada banyak teman," kata Sungmin menasehati namja kecil berambut cokelat tadi yang ternyata adalah adiknya Sungmin, Lee Hyukjae atau yang sudah akrab dengannya memanggilnya dengan Eunhyuk atau Hyukkie. Sedangkan namja kecil berambut hitam tadi adalah pasangan-sehidup-semati nya Eunhyuk, Lee Donghae.
Sungmin sengaja mendatangi kelas Eunhyuk, sekedar memeriksa kalau adiknya baik-baik saja. Ibunya langsung berangkat ke kantor setelah mengantarkan Eunhyuk kekelasnya. Disebelah Sungmin ada Jungwoo dan wanita cantik bernama Kwon Boa.
"Mana adik sepupumu? Katanya dia juga kelas I-B?" tanya Boa pada Jungwoo.
"Entahlah, si setan kecil itu memang tidak bisa ditebak keberadaannya," kata Jungwoo. Sungmin tertawa kecil mendengar perkataan Jangwoo.
"Hyung, hyung, tadi ada teman Hyukkie yang dijahili. Kacihan deh, dia campai mau nangis. Yang menjahilinya wajahnya cepelti cetan, cenyumannya juga mengelikan!" adu Eunhyuk.
"Benal, hyung. Anak jahil tadi bukannya minta maaf malah main game di tempat duduknya!" sambung Donghae dengan penuh semangat.
"Ah, mungkin itu dia si Kyuhyun!" seru Jungwoo. "Dia memang jahil. Selama aku mengenalnya, belum pernah aku dengar dia bilang 'mianhae'," lanjut Jungwoo.
"Kelakukannya sama denganmu," komentar Boa pedas.
"Ya! Apa maksdumu? Aku ini titisan malaikat, dan dia titisan iblis, sama sekali berbeda!" kilah Jungwoo kesal. Boa nyengir tak berdosa pada Jungwoo.
"Menurutku, yang pantas dipanggil iblis itu kau, Boa."
"Apa? Enak saja! Aku cantik begini dibilang iblis!"
"Siapa bilang kau cantik?"
"Ya! Kang Jungwoo!"
Sungmin menghela nafas melihat kedua sahabatnya yang memang jarang akur itu.
"Ya sudah, Hyukkie jangan dekat-dekat dengannya ne? Kalau dia menjahilimu, jangan menjahili balik. Lapor saja pada guru, ne?"
"Ne!" jawab Eunhyuk mantap.
"Baiklah, hyung pergi dulu. Nanti sepulang sekolah tetap dikelas, hyung akan menjemputmu." Sungmin mengacak-acak rambut cokelat dan tebal Eunhyuk.
"Ayo, kita ke lapangan, sebentar lagi bel," kata Sungmin sambil menarik Jungwoo dan Boa yang masih bertengkar.
.
.
.
"Kim ahjusshi lamaaaaa~" keluh Eunhyuk sambil memanyunkan bibirnya.
Sekolah sudah berakhir sejak setengah jam yang lalu. Dan sekolah sudah terlihat mulai sepi, hanya terdapat segelintir orang. Saat ini, Sungmin dan Eunhyuk sedang duduk di ayunan sekolah yang terdapat di depan sekolah. Teman-teman mereka sudah pulang sejak tadi.
"Sabar, Hyukkie, mungkin Shim ahjusshi ada urusan penting," kata Sungmin.
"Tapi, Hyukkie lapal," keluh Eunhyuk. Sungmin menghela nafasnya. Memang, nafsu makan adiknya ini termasuk besar. Sungmin sendiri heran, padahal Umma dan Appa nya tidak ada yang hobi makan, tapi kenapa keluarnya jadi seperti monster makan begini?
"Tapi hyung tak punya makanan. Hyukkie sabar saja ya," kata Sungmin. Eunhyuk makin mengerucutkan bibirnya, matanya mulai berkaca-kaca pertanda bahwa ia akan segera menangis. Sungmin panik sendiri. Eunhyuk itu kalau menangis susah sekali untuk dibujuknya. Sungmin memang mengakui kalao Eunhyuk itu teramat sangat manis, tapi juga menyebalkan seperti sekarang ini.
"Hyukkie lapaaaal~" rengek Eunhyuk dengan suara serak karena hampir menangis.
"Aish, baiklah, baiklah, kita lihat apakah kantin masih buka dan menjual permen dan kue." Sungmin turun dari ayunan lalu menggandeng tangan Eunhyuk. Mereka berdua berjalan menuju kantin sekolah yang tak jauh dari taman bermain.
"Yeiy! Masih ada ahjusshi penjual es krim!" Eunhyuk langsung berlari ke arah ahjusshi yang menjual es krim.
"Ahjusshi, aku mau triple ckup dengan rasa cokelat, mint, dan vanilla. Chococips nya yang banyak, kacih pelmen walna-walni yang banyak juga! Tambahin caus cokelat dan ctlobeli!" seru Eunhyuk dengan bahasa cadelnya. Ahjusshi yang menjual es krim hanya tertawa pelan melihat tingkah laku Eunhyuk, sedangkan Sungmin geleng-geleng kepala sendiri.
Sungmin mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kantin. Matanya menyipit menangkap sosok namja yang sudah tak asing lagi baginya.
"Jungwoo!" teriakan Sungmin menggema di ruangan kantin membuat semua orang yang ada di kantin menoleh padanya. Walau hanya sembilan-delapan orang yang ada di kantin, tapi tetap saja rasanya malu untuk Sungmin karena ditatap begitu. Sementara yang dipanggil—Jungwoo—langsung menoleh ke Sungmin. Jungwoo melambai ke Sungmin, mengajaknya untuk duduk bersama. Pintarnya, Jungwoo membalas teriakan Sungmin dengan lambaian tangan, bukan teriakan seperti yang dilakukan Sungmin.
Sungmin melirik ke arah Eunhyuk yang sudah mendapatkan triple scoope nya. "Ayo, Hyuk, kita duduk sambil makan es krim." Sungmin menggandeng tangan Eunhyuk dan berjalan ke arah meja yang ditempati Jungwoo. Di depan Jungwoo ada namja seumuran Eunhyuk yang—harus Sungmin akui—tampan.
"Kukira kau sudah pulang," kata Sungmin.
"Belum. Supir ku mengantar Appa ku dulu ke Bandara Incheon, baru menjemputku dan setan kecil ini." Jungwoo menunjuk namja kecil didepannya yang sedang bermain PSP berwarna hitam.
"Jadi ini adik sepupumu bernama Cho Kyuhyun yang kau ceritakan tadi?" tanya Sungmin. Jungwoo hanya mengangguk.
"Memangnya Attack hyung cerita apa saja tentangku?" tiba-tiba Kyuhyun mengalihkan pandangannya dari PSP dan menatap Sungmin. Hebat! Kyuhyun tidak berbicara cadel seperti anak umur 6 tahun kebanyakan. Ini menandakan bahwa Kyuhyun adalah anak yang jenius.
"Ya! Namaku Jungwoo, bukan Attack!" protes Jungwoo kesal. Kyuhyun mengabaikan protesan Jungwoo, mata bulatnya menatap Sungmin dari atas sampai bawah, membuat Sungmin agak risih.
"Hyung, memangnya yeojya boleh ya pakai celana seragam kalau di sekolah ini?" tanya Kyuhyun pada Jungwoo. Eh, tunggu, tadi Kyuhyun bilang apa? Yeojya?
"BWAHAHAHAHA!" Jungwoo tertawa keras mendengar pertanyaan Kyuhyun. Ditambah lagi pertanyaan tadi terdapat nada polos Kyuhyun. Sedangkan Sungmin membatu dikira yeojya. Mungkin ini bukan pertama kalinya, ada beberapa orang yang mengiranya yeojya awalnya. Tapi tetap saja Sungmin tidak terima, dia itu namja tulen!
"Berhenti tertawa, Kang Jungwoo! Dan perlu kau ketahui aku ini NAMJA bukan YEOJYA!" kata Sungmin kesal. Wajahnya memerah antara malu dan kesal. Matanya menatap tajam Kyuhyun.
"Jeongmal? Tapi kau benar-benar terlihat seperti yeojya, noona." Kyuhyun memamerkan evil smirk nya. Eunhyuk tidak bohong ketika ia bilang senyuman Kyuhyun itu mengerikan, tapi entah kenapa Sungmin salah tingkah ketika melihat senyuman Kyuhyun.
"Aish! Su-sudah kubilang aku ini namja!" kilah Sungmin.
"Kalau begitu aku mau bukti!" tantang Kyuhyun.
"Silahkan saja!"
Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. "Buka baju mu, dan buktikan padaku kalau kau namja bukan yeojya!"
Sungmin melotot. Apa-apaan bocah bernama Kyuhyun ini? Umurnya 6 tahun tapi sudah pervert sekali! Jungwoo benar, adik sepupunya ini titisan iblis!
"Ada apa, noona? Tak berani buka baju di depan umum? Kalau begitu kau memang benar-benar yeojya." Dengan santainya Kyuhyun kembali memainkan PSP nya. Amarah Sungmin memuncak mendengar perkataan Kyuhyun. Diraihnya tangan mungil Kyuhyun, dan ditempelkan di dadanya. Membuat Jungwoo dan Kyuhyun membelalakan matanya kaget.
"Lihat! Dadaku rata! Aku ini namja seratus persen!" kata Sungmin meyakinkan. Kyuhyun terdiam. Dia bahkan tidak mendengar kalau PSP nya menyerukan suara game over berkali-kali.
"Sudah percaya kalau aku namja?" tanya Sungmin. Jungwoo yang melihat pertengkaran antara Kyuhyun dan Sungmin diam saja, sedangkan Eunhyuk masih sibuk dengan es krimnya. Anak kecil polos sepertinya memang jauh lebih tertarik dengan es krim ketimbang kakaknya yang sedang bertengkar di depannya.
"Belum!" Kyuhyun berseru keras. "Bisa saja kau masih dalam masa pertumbuhan jadi dadanya masih rata!" oh, uri devil Kyuhyun ternyata sudah mengetahui hal-hal seperti itu. Dia memang jenius.
"Ya! Dari mana kau tahu hal seperti itu? Aish, pokoknya aku ini namja tulen! Terserah kau mau percaya atau tidak!" Sungmin menekuk wajahnya kesal. Kebiasaan Sungmin ketika cemberut adalah menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibir cherry nya, membuatnya terlihat begitu imut. Kyuhyun merasakan ada yang berdesir di dadanya ketika melihat ekspresi Sungmin, ia tak tahu perasaan apa itu. Di buku yang dibacanya, perasaan berdesir seperti ini tidak dijelaskan. Mungkinkah Kyuhyun terkena penyakit yang langka?
"Apa lihat-lihat?" kata Sungmin galak pada Kyuhyun. Membuat Kyuhyun kaget dan tersadar dari lamunannya. Ia melihat Sungmin yang sedang menatapnya kesal.
"Noona, menurut buku yang kubaca, kalau kita suka marah-marah kulit akan mengeriput. Wajah noona nanti akan jelek seperti nenek-nenek," ejek Kyuhyun.
"Mwo? Dasar bocah kurang ajar!" kesal Sungmin. Ia melirik Eunhyuk yang tampaknya sudah menyelesaikan es krim nya.
"Ayo, Hyukkie, kita ke gerbang. Siapa tau Kim ahjusshi sudah datang." Sungmin segera menarik tangan Eunhyuk keluar dari kantin, sementara Jungwoo dan Kyuhyun menatap kedua mahkluk manis itu yang makin lama makin menjauh.
"Tidak seharusnya kau begitu, Kyu. Dia itu namja tulen," kata Jungwoo.
"Aku sih masih belum tak percaya. Bisa saja dia memang belum masuk tahap pertumbuhan, jadi dadanya rata," kata Kyuhyun.
"Terserahlah, aku belum belajar tentang pertumbuhan manusia. Aku tak serajin kau yang hobi sekali membaca ensiklopedia setebal lima ratus halaman perharinya." Jungwoo memutar bola matanya malas. Adik sepupunya ini selain tampan dan kaya, dia juga pintar. Bahkan, hal yang belum Jungwoo pelajari pun sudah ia ketahui. Jungwoo yakin, tidak sampai sepuluh tahun lagi Kyuhyun sudah bisa mengurusi bisnis Mr. Cho.
"Hyung, apa kau tak mau menghabiskan susumu? Kalau begitu biar aku saja. Oh ya, aku juga mau permen. Aku mau permen, kalau tidak kuadukan pada Ahra noona!" perintah Kyuhyun lalu merebut susu cokelat Jungwoo yang tinggal setengah. Jungwoo menggerutu sebal, sejenius apapun, sekali anak-anak tetap anak-anak kan?
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
A/N :
Saya update, yuhuuuu~~ ada yang senang saya update? Tidak ada? Baiklah... *nangis di pelukan Changmin*
Ini perasaan saya aja atau memang semakin lama semakin mesum aja yah nih fict (-.-)a. Salahkan otak saya yang yadong tanpa batas, jangan salahkan saya.
Chapter KyuMin ini dibagi jadi dua part ya? Selain karena saya mentok ide #plak saya juga mau fokus sebentar sama proyek ff yadong saya, muahahehuhuehehue!
Oh ya, sekedar catatan, Kang Jungwoo itu member TRAX. Nickname nya Attack. Kenapa Attack sama Boa yang jadi sahabat Sungmin? Simple aja, saya kehabisan ide. Yohoho! #plak
Ah ya, MinKyu nya di publish nya diundur ya. Ada kendala ini dan itu jadi terpaksa publish nya diundur, jadi ga bersamaan dengan update nya fict ini. Mianhae.
Setelah KyuMin saya sudah menentukan pair selanjutnya, yaitu... *sfx: jeng... jeng... jeeeeeng... ZHOURY!
ZhouRy itu request dari teman fb saya, ohohoho! Abis ZhouRy saya mau minta voting pair nya doong...
Pilih! SiBum (SJ) or...
HyunSaeng (SS501)?
Oke, sekian dari saya.
Ppyong!
Regards,
Ultimate Seme Yayaoi
