Chapter 2

Don't like don't read

Judul : Mencintai Bulan

Author : Sun Setsuna

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rate : T

Warning : Typo(s), AU

Genre : Friendship, Romance, dan Humor

Summary : Bisakah Aku Mencintai Bulan?

Hari dimana acara J-Fest yang akan diadakan di SMA Suna tinggal sehari hari lagi, tapi Sakura tampaknya sedang mengalami kebingungan.

"Huwaa! Aku lupa jalan ke SMA Suna!" teriaknya histeris. "Bodoh-bodoh! Kenapa sih aku tidak bisa mengingat jalan dengan baik!" rutuknya pada dirinya sendiri. Yup, Sakura ini punya sedikit -atau sebut saja banyak masalah tentang mengingat jalan. Jalan yang setiap tahun ia lewatipun belum tentu dia ingat. Bahkan dia pernah tersesat di komplek perumahan dekat rumahnya, ckckck..

"Oh iya, aku telpon Ino saja, dia kan sekolah disana." Ucap Sakura sambil mengatupkan kedua tangannya.

Sakurapun segera mengambil hape miliknya untuk menghubungi temannya yang bernama Ino itu.

"Halo Ino, kau bisa bantu aku tidak?" Tanya Sakura tanpa basa-basi.

"Bantu apa?" Tanya Ino dari seberang telpon.

"Tolong temani aku kesekolah mu minggu besok. Kau bisa kan?"

"Eh? Untuk apa kesana? Kau mau pindah sekolah?" Tanya Ino.

"Bukan untuk itu. Kata temanku, disana mau diadakan acara J-Fest."

"Acara yang tentang jepang-jepangan itu ya?" Tanya Ino mencoba memastikan.

"Iya, sepert itu. Aku mau datang kesana, sepertinya akan menarik. Aku juga mau bertemu dengan seseorang disana,"

"Orang yang kau suka itu ya?" tebak Ino.

"I-iya," jawab Sakura malu-malu.

"Haha.. kau mudah sekali ditebak Sakura. Tapi maaf ya Sakura, aku tidak bisa. Besok aku ada janji dengan seseorang."

"Cowok?" tebak Sakura dengan malas.

"Iya,hehe.."

"Dasar kau ini, kalau udah punya pacar pasti lupa sama temen."

"Bukan pacarku kok, baru calon, hahai.." tawa Ino senang.

"Kalau belum jadi pacar, kau temani aku saja. Aku lupa jalan kesana,"

"Tidak bisa, aku sudah janji dengnnya."

"Terus aku bagaimana dong?" tanya Sakura rada frustasi. Bisa-bisa dia tidak jadi datang kesana

"Jalan saja sendiri, haha.." tawa Ino dengan nada mengejek. Dia sudah tahu kalau Sakura itu buta arah dan tidak tahu jalan.

"Dasar menyebalkan," rutuk Sakura. "Jadi kau tidak bisa nemenin nih?"

"Maaf ya, aku tidak bisa. Bagaimana kalau hari sabtu nya?"

"Tidak bisa, dia datangnya hari minggu. Buat apa aku datang kalau tidak ada dia?"

"Kalau begitu semoga berhasil ya, nanti akan keberitahu jalan buat kesana supaya tidak nyasar, haha.. dah Sakura!" ucap Ino dan menutup telponnya.

"Dasar Ino!" teriak Sakura frustasi. "Bagaimana ini? Masa aku tidak jadi datang kesana? Aku kan ingin bertemu Sasuke disana,"

"Kak, aku boleh ikut tidak?" Tanya adik Sakura tiba-tiba. Seorang cowok berusia 14 tahun

dengan rambut berwarna merah bata.

"Memangnya kau tahu jalan ke SMA Suna, Sasori?" Tanya Sakura ragu.

"Tidak," jawab Sasori polos.

"Kalau tidak tahuh buat apa kau ikut? Kalau kita berdua nyasar kan malah repot!" teriak Sakura gemes ngadepin muka polos yang dipasang Sasori.

"Kalau SMA Suna aku memang tidak tahu, tapi aku pernah beberapa kali main ke daerah Suna. Nanti tinggal tanya-tanya saja kalau sudah dekat. Mudah kan," ucap Sasori nyantai.

"Iya sih, tapi kan…"

"Ayolah kak, aku mau ikut. Bosen nih dirumah. Ya, Please~" pintanya sambil menunjukan puppies eye nya yang sangat bikin Sakura tidak tahan.

"Iya iya, kau ikut," jawab Sakura pasrah.

"Asik asik," jawab Sasori riang.

-Mencintai Bulan-

Hari dimana acara J-Fest pun tiba. Sakura akhirnya mengajak adiknya, Sasori untuk menemaninya kesana. Setelah makan siang, mereka langsung berangkat SMA Suna.

.

.

.

"Kak, ini dimana?" Tanya Sasori sambil melihat sekelilingnya, kuburan.

"Mana kakak tahu, Kakak cuma mengikuti jalan yang diberitahukan Ino," ucap Sakura yang juga tidak tahu sudah sampai dimana. "Katanya kau pernah kedaerah Suna, kenapa kau malah nanya kakak?" Tanya Sakura dengan tatapan curiga.

"Aku memang pernah ke daerah Suna, tapi tidak ke kuburan kayak gini," jawab Sasori ngeles dan bikin Sakura sweatdrop.

"Bisa tidak sampe nih. Mana macet banget lagi," keluh Sakura melihat antrean kendaraan di depannya.

"Haduh, itu tukang rujak ngapain sih mejeng dipinggir jalan? Udah tahu macet bukannya jalan malah mangkal. Bikin tambah macet aja," rutuk Sakura pada tukang rujak yang seenak perut malah jualan dipinggir jalan dan bikin jalan makin sempit.

"Itu lagi mobil angkot pake ngelawan arus. Emangnya jalan punya bapaknya apa? Pada egois-egois banget sih!" kesal Sakura ngadepin macet.

"Telpon kak Ino saja kak," saran Sasori ditengah-tengah kekesala kakaknya.

"Iya dah." Sakura pun meminggirkan motornya dan melepas helmnya untuk menelpon Ino.

"Ada apa Sakura?" Tanya Ino langsung.

"Aku sudah sudah sampai dikuburan nih, terus kemana lagi?"

"Masuk aja ke dalam kuburan, haha.."

"Jangan bercanda Ino!" kesal Sakura. Udah nyasar, macet, disuruh dikubur, siapa yang tidak kesal coba?

"Haha… maaf maaf. Sudah dekat kok. Kau lurus saja, nanti disebelah kanan ada pintu gerbangnya. Kelihatan kok dari jalanan."

"Oh. Begitu ya. Terima kasih ya Ino. Dah!"

"Dah!"

"Bagaimana kak?" Tanya Sasori.

"Sudah dekat," jawab Sakura.

Mereka berduapun kembali meneruskan perjalanannya menuju SMA Suna. Tidak lama kemudian, akhirnya mereka sampai ketempat yang dituju.

"Hah~ cape~," ucap Sasori sambil turun dari motor.

"Kau cape ngapain, hah? Yang bawa motor itu kan kakak," ucap Sakura sambil memarkirkan motornya. Tidak lupa dia juga melepas helm yang dipakainya. Tampak rambut gulalinya atidak basah karena keringat.

"Hehehe.." tawa sasori dengan tampang watados.

Saat ini Sakura memakai kemeja bergaris berwarna cokelat dengan kaus dalam berwarna putih, serta celana panjang berwarna hitam. Pakaian yang sesuai untuk gadis tomboy seperti Sakura.

Sementara itu Sasori mengenakan pakaian berwarna hitam yang ditutupi dengan sweater berwarna merah terang, dan celana panjang berwarna hitam.

"Ayo Sasori, kita kesana!" ajak Sakura menuju lapangan tempat acara J-Fest tersebut.

"Iya,"

Beberapa menit kemudian mereka sampai dilapangan tempat acara J-fest tersebut.

"Teman kakak ada dimana?" Tanya Sasori sambil melihat ke kakaknya.

"Entahlah. Sulit sekali mencari orang di antara kerumunan orang seperti ini." Jawab Sakura sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh area yang cukup luas itu.

"Ketemu?"

"Tidak~," keluhnya sambil mengelap keringat diwajahnya.

"Sudah coba di sms belum?"

"Sudah, tap tidak dibales-bales," tambahnya sambil manyun. 'Dimana sih Naruto itu?'

"Aku bosen nih kak, sambil muter-muter aja ya nyarinya," ajak Sasori sambil menarik baju Sakura.

"Iya dah, siapa tahu aja ketemu."

Merekapun mulai berkeliling ditengah kerumunan para pengunjung. Diantara para pengunjung dan juga cosplayer yang jumlahnya cukup banyak. Ada yang cosplay jadi tokoh anime, tokusatsu, band jepang, atau sepert siswa-siswi jepang. Suasananya benar-benar ramai.

Disebelah kiri area itu berjejer para penjual makanan maupun minuman khas jepang. Mulai dari takoyaki, dorayaki, keripik pedas, es buah atau entah apalah itu yang menurut Sakura bentuknya agak aneh. Sedangkan disebelah kanan berjejer para penjual pernak- pernik seperti pin, gantungan kunci, dvd, baju, dan lain-lainnya. Pokoknya all about jepang ada disini.

Sementara itu ditengah-tengah lapangan tersebut ada taman dan bangku-bangku yang diperuntukna bagi para pengunjung yang ingin istirahat atau sekedar duduk-duduk. Dan di ujung lapangan ada sebuah panggung yang digunakan para band-band penghibur sebagai pengisi acara.

"Kak, itu…" tunjuk Sasori pada seorang cosplayer. Wajah Sasori tampak agak shock melihatnya.

Sakura yang lagi sibuk mencari Naruto langsung mengarahkan pandangannya ke arah tunjukan Sasori.

"Lu-Luffy?" ucap Sakura ragu saat menyebutkan nama kapten bajak laut topi jerami itu.

kostum cosplayer itu memang sudah bagus. Dengan baju merah, celana pendek, dan topi jerami yang dipakainya sudah hampir dipastikan kalau itu adalah Monkey D. Luffy si kapten bajak laut topi jerami. Tapi kalau melihat wujud si cosplayer yang berbadan gemuk dan berjalan kayak banci mungkin kalian langsung ilfeel melihatnya.

"Mau foto sama dia?" tawar Sasori.

"Enggak!" tolak Sakura dengan sangat yakin.

"Hahaha… katanya suka Luffy, kok tidak mau?" goda Sasori jahil.

"Udah ah, cari ketempat lain saja!" kesal Sakura sambil menarik tangan Sasori.

Merekapun kembali mencari sambil melihat-lihat stan-stan penjual makanan.

"Kak, kalau yang itu bagaimana?" tunjuk Sasori pada seorang cosplayer wanita berambut pirang panjang. Dengan gaun putih panjang yang sedang dikenakannya sepertinya dia sedang cosplay jadi Orihime Inoe dari anime bleach dengan kostum sewaktu dia diculik sama Arrancar.

"Nah, ini baru mirip," sahut Sakura terkesan sama penampilan cosplayer tadi. "Kita foto yuk!"

"Tapi banyak yang minta foto denganya kak." Sasori agak ragu karena banyaknya orang yang sedang mengantri untuk berfoto dengan cosplayer itu.

"Mau bagaimana lagi, kita harus mengantri."

Setelah yang pengunjung lain sudah selesai dengan gilirannya, kini giliran Sakura dan Sasori yang foto bareng dengan cosplayer tersebut.

"Permisi, boleh minta foto bareng?" Tanya Sakura malu-malu.

"Iya," jawabnya cosplayer itu ramah.

"Nah Sasori, kau duluan." Ucap Sakura member instruksi pada Sasori untuk mendekat kearahnya. "Siap-siap ya. Satu dua tiga .. Cheese!" ucap Sakura memberi aba-aba.

Jepret!

Sakura berhasil memfoto Sasori dengan cosplayer tersebut.

"Oi Sasori, Gantian. Fotoin yang bagus ya," pinta Sakura pada adiknya tersebut dan memberikan hape miliknya.

Sasori pun langsung mengambil hape tersebut dan bersiap memfoto mereka berdua.

Cosplayer Inoe itu bergaya dengan mengatupkan kedua tangannya didepan dada. Sementara Sakura berdiri di sampingnya dan membuat tanda peace dengan kedua jarinya sambil tersenyum.

Jepret!

"Sudah kak," ucap Sasori sambil mengembalikan hape Sakura.

"Makasih ya," ucap Sakura pada cosplayer Inoe sambil sedikit membungkuk.

"Kau Sakura ya?" Tanya cosplayer tersebut tiba-tiba.

"Eh, iya. Kok tahu?" Tanya Sakura dengan wajah bingung. Seingetnya dia tidak punya teman seorang cosplayer selain Naruto.

"Aku pacarnya Naruto," jawabnya sambil tersenyum.

'Oh,.. Pantesan,' batin Sakura. Jawaban gadis tersebut cukup untuk menjawab kebingungan Sakura. "Namamu Hinata ya?" tebak Sakura. Seinget dia Naruto pernah cerita kalau dia punya pacar yang namanaya Hinata.

"Iya." Jawabnya sambil kembali tersenyum tipis.

'Wah, manisnya,' batin Sakura kagum sama pacar Naruto tersebut.

"Kau lihat Naruto tidak?" Tanya Hinata pelan. Suara gadis ini bahkan hampir tidak kedengeran saking pelannya.

"Tidak. Ini juga lagi nyari, hehehe.." tawa Sakura sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya.

"Udah coba di sms?"

"Udah sih, tapi belum dibales-bales juga, hah~"

"Kemana ya dia?" Tanya Hinata sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling lapangan.

"Um.. Emang tadi datengnya tidak bareng?" Tanya Sakura lagi.

"Bareng sih, tapi tadi pisah sebentar. Trus ngilang. Dimana ya Naruto?" Tanya Inoe dengan muka bingung.

"Jangan-jangan dia diculik." Jawab Sakura dengan efek serem.

"Eh? Diculik? Jangan dong." Tampak wajah Hinata yang menjadi khawatir karena perkataan Sakura tadi.

"Becanda, becanda, hehe.." tawa Sakura jahil.

"Oh, kirain beneran, hehe.." tawa gadis itu lega.

'Polos amat sih nih orang,' batin Sakura sweatdrop. "Emang dia jadi cosplayer apa?"

"Kalau tidak salah dia jadi Ichigo Kurosaki."

"Cie-cie, serasi banget nih, ahahai.." goda Sakura lagi.

Blush!

Seketika itu juga wajah Hinata langsung memerah dan membuatnya terlihat semakin manis.

"Sakura, apa kau sudah ikutan voting?" Tanya Hinata mengalihkan pertanyaan.

"Eh? Voting? Voting seperti apa?" Tanya Sakura yang tidak tahu tentang voting yang dimaksud Hinata.

"Begini. Jadi, setiap cosplayer yang ikutan lomba harus mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya dari para pengunjung."

"Oh… Caranya bagaimana?"

"Mudah saja. Kau tinggal meminta kertas yang disediakan oleh panitia, menuliskan namaku, lalu memasukannya pada kotak yang telah disediakan," ucap Hinata menjelaskan.

"Itu… minta kertasnya dimana ya hehe.." Tanya Sakura lagi. Sakura bener-bener orang yang menerapkan pepatah, 'malu bertanya sesat dihutan' ralat-sesat dijalan, XD

"Disebelah sana," ucap Hinata sambil menunjuk sebuah ruangan disebelah kiri panggung.

"Oh.. oke kalau begitu. Nanti aku voting buat kamu,"

"Terima kasih ya Sakura,"

"Sama-sama,"

"Kalau begitu dulu ya Sakura, aku mau mencari Naruto lagi."

"Iya. Nanti kalau aku ketemu dia akan kuberitahu kalau kau mencarinya."

"Terima kasih ya. Dah!" ucap Hinata kemudian pergi dan menghilang-tertutupi oleh kerumunan orang yang sedang mengahdiri acara J-fest tersebut.

"Kakak kenal dengan cosplayer tadi?" Tanya Sasori heran.

"Oh. Dia pacarnya Naruto."

"Kenapa tidak bilang dari tadi kalau kenal! Kan tadi tidak perlu mengantri!" bentak Sasori mencak-mencak.

"Mana kakak tahu kalau itu pacarnya Naruto! Kakak baru pertama ini ketemu dengan dia!" balas Sakura.

"Kok dia bisa kenal sama kakak?"

"Eh? Iya ya. Aku kan belum pernah bertemu dengannya sebelumnya. Dia kenal darimana ya?" Sakura kembali dibuat bingung dengan pertanyaan Sasori barusan. "Entahlah. Ayo kita cari dia lagi,"

Mereka berduapun memutuskan untuk kembali mencari Naruto.

"Kak, kak, fotoin aku sama yang itu dong," ucap Sasori sambil narik-narik baju Sakura ditengah pencrian. Tangan kanannya menunjuk pada empat orang berpakain sekolah berwarna biru-hitam.

"Itu dari anime apa?" Tanya Sakura yang kurang kenal sama nama anime yang diperankan cosplayer tersebut.

"Itu dari Anime Ouran High School kak, aku suka anime itu, lucu. Minta fotoin yah,"

"Iya-iya, nanti kakak minta fotoin sama mereka. Ayo kita kesana,"

Sakura dan Sasori lalu menghampiri keempat cosplayer Ouran yang sedang mampir kesalah satu toko penjual pernak-pernik.

"Maaf, boleh minta foto, mas," pinta Sakura pelan pada salah satunya.

"Iya," jawab cosplayer Ouran itu sambil menoleh pada Sakura.

"Te-ternyata dia cewek," ucap Sakura gugup saat mengetahui bahwa cosplayer itu sebenarnya adalah cewek yang berpakain cowok. Istilahnya adalah crossdresser. 'Tapi kayaknya dia tidak denger kalau aku tadi manggil mereka pake 'mas', syukur dah. Kalau tidak, mau ditaruh diaman mukaku?.'

"Tunggu sebentar ya," tambahnya dan memanggil ketiga temannya untuk ikut berfoto.

Setelah bebincang-bincang cengan ketiga temannya, seperti nya mereka setuju untuk berfoto bersama Sasori.

"Fotoin yang bagus ya kak," pinta Sasori yang kini sudah berada ditengah-tengah mereka.

"Chesse," ucap Sakura memberi aba-aba.

Jepret!

"Sudah," ucap Sakura sambil mengacungkan jempolnya.

"Makasih ya," ucap Sasori pada keempat cosplayer tersebut.

"Sama-sama," balas mereka sambil tersenyum.

"Kakak mau foto bareng mereka juga tidak?" tawar Sasori.

"Ti-tidak usah." Jawab Sakura kikuk karena mengingat kejadian tadi.

Drrt.. drrtt…

Tiba-tiba ada sms masuk ke hape Sakura.

From Naruto : Sakura, kau tunggu saja didepan panggung

"Hey Sasori, ayo kita kedepan panggung." Ajak Sakura begitu mendapat pesan dari Naruto.

"Iya,"

Mereka berduapun langsung menuju kedepan panggung dan mencari Naruto di sekitar panggung, tapi Sakura maupun Sasori tidak mendapati Naruto disana.

"Kayaknya tidak ada yang pakai costum Ichigo disini kak," ucap Sasori yang mencoba membantu mencari Naruto.

"Cih, dimana sih anak itu," kesal Sakura dan langsung mengambl hapenya dan mengetik sms untuk Naruto.

To Naruto: kau dimana Naruto? Aku sudah didepan panggung nih.

From Naruto : Iya tunggu sebentar, aku lagi diruang ganti.

"Hah, ternyata dia lagi diruang ganti," ucap Sakura pada Sasori. "Kita tunggu saja disini Sasori," ucap Sakura dan bersandar pada salah satu pohon yangada didekatnya.

"Iya kak,"

Sambil menunggu, mereka menonton band-band yang sedang menyanyikan lagu yang entah judulnya apa Sakura maupun Sasori juga tidak tahu. Ada juga sekelompok orang yang melakukan tarian-tarian jepang didepan pangggung lama kemudian, Naruto kembali mengirimkan sms pada Sakura.

From Naruto : Aku sudah dekat panggung, kau dimana?

Sakura langsung mengedarkan pandangannya kesekitar panggung untuk mencari pemuda berambut kuning tersebut.

"Nah itu dia. Ayo Sasori, kita kesana," ajak Sakura pada adiknya itu begitu menemukan sosok yang dicarinya tidak jauh dari tempat mereka berdiri.

"Dor, hahaha.." sapa Sakura sambil mengibaskan tangannya didepan wajah Naruto yang sedang mengetik sms yang sepertinya akan ditujukan untuknya.

Dengan kostum hitam-hitam khas shinigami dan sebuah pedang besar yang berada dipunggungnya, Naruto benar-benar mirip dengan Ichigo Kurosaki.

"Kau sudah ketemu dengan Sasuke?" Tanya Naruto to the point.

"Belum, aku tidak enak kalau tidak denganmu." Jawab Sakura malu-malu. "Oh iya, aku tadi bertemu dengan Hinata. Dia sedang mencarimu tadi."

"Benarkah? Kau ketemu dimana? Aku juga sedang mencarinya dari tadi. Kemana sih dia pake acara ngilang-ngilang segala?" tanyanya sambil mengacak-acak rambut kuningnya itu. Sepertinya dia juga sedang kesulitan untuk menemukan pacarnya itu.

'Bukannya yang ngilang-ngilang itu dia,' batin Sakura sweatdrop. "Tadi aku sih ketemu disana," jawab Sakura sambil menunjuk tempat tadi dia bertemu dengan Hinata.

"Kalau begitu kita cari Hinata sama-sama sambil mencari Sasuke," ajak Naruto dan berjalan meninggalkan Sakura dan Sasori dibelakangnya.

"Ayo Sasori, kita ikuti dia," ajak Sakura ke Sasori.

"Iya," jawab Sasori nurut aja.

Mereka bertiga pun memulai pancarian. Cukup lama mereka mencari, tapi tidak satupun yang ketemu baik Hinata maupun Sasuke. Hah~ beginilah kalau kita mencari seseorang ditempat banyak orang.

Dalam pencarian tersebut, tak jarang Naruto di stop oleh para pengunjung maupun cosplayer lain untuk berfoto bersama. Salah satunya adalah coslayer Dejiko dari anime Digi Charat. Sepertinya dia juga kenal dengan Naruto.

'Sepertinya enak ya jadi cosplayer. Banyak yang minta foto, terkenal, jadi seperti artis saja, haha..' batin Sakura yang sepertinya tertarik dengan apa yang sedang dilakukan oleh temannya itu.

"Ngomong-ngomong, Sasuke cosplay jadi siapa?" Tanya Sakura disela-sela pencarian mereka.

"Kalau tidak salah dia jadi Yufa,"

"Yufa yang dari Final Fantasy IIV?" tanya Sakura lagi.

"Yup, Yufa yang itu,"

"Itu kan cewek. Dia crossdress?" Tanya Sakura yang agak terkejut ketika tahu kalau Sasuke bercosplayer menjadi seorang wanita.

"Memangnya kenapa?"

"Entahlah. Aku Cuma agak kaget, hehe.."

"Kau tidak suka kalau Sasuke crossdress?" Tanya Naruto.

"Kalau Sasuke berubah menjadi wanita seutuhnya tentu aku tidak suka. Tapi karena ini Cuma sementara, alias tidak benar-benar menjadi wanita, dan tidak sampai merubah keprbadiannya, aku rasa tidak apa-apa," jawab Sakura. "Kira-kira, Sasuke akan terlihat tetap tampan atau malah jadi cantik ya? Hehe.."

"Haha.. bisa jadi dua-duanya. Yang pasti, kalau dia mah jadi apaan saja pasti keren. Tidak seperti aku ini, Haha.." ucap Naruto merendah.

"Kau juga keren kok jadi Ichigo," puji Sakura sambil tersenyum.

"Yang begini keren darimana nya? Haha.."

"Beneran kok, keren," jawab Sakura sambil mengcungkan jempolnya pada Naruto.

"Benarkah? Makasih ya kalau begitu, hihi.." tanggap Naruto sambil menunjukan cengiran khasnya.

"Yup, sama-sama.." balas Sakura ikut tersenyum.

Tidak lama kemudian, merekapun menemukan Hinata, tidak jauh dari panggung.

"Kau kemana saja Hinata? Aku mencarimu dari tadi," Tanya Naruto sambil mengacak-acak rambut kekasihnya itu.

"Aku juga dari tadi sedang mencarimu, Naruto," jawabnya sambil tertawa kecil-menkmati setiap usapan yang menyapu kepalanya. Kemudian merekapun larut dalam pembicaraan yang semakin akrab, membuat gadis berambut gulali yang ada didekatnya hanya bisa menatanya dengan iri.

'Hinata, dia beruntung sekali punya pacar yang baik dan lucu seperti Naruto. Dan Naruto, dia juga beruntung sekali punya pacar secantik Hinata. Sepertinya dia juga gadis yang baik. Benar-benar pasangan yang serasi.' Batin Sakura yang merasa iri dengan hubungan temannya tersebut.

'Bodoh, kenapa aku harus cemberut? Seharusnya aku senang kan melihat temanku juga senang? Ayolah Sakura, suatu saat kau pasti akan mendapatkan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupmu,' batin Sakura mencoba menghibur dirinya dan membayangkan wajah Sasuke.

'Kalau melihat mereka berdua. Aku jadi merasa tidak enak kalau terus dekat dengan Naruto. Aku takut kalau akan membuat Hinata cemburu dan merusak hubungan mereka. Tapi aku juga tidak mau jauh dari Naruto. Bagaimana ini?' batin Sakura merasa dilema. 'Sepertinya aku harus mengurangi kedekatanku dengan Naruto. Tapi, apa itu benar? Entahlah, aku juga tidak tahu. Aku hanya tidak mau menyusahkannya.'

"Hei Sakura, jangan melamun terus, nanti dilalerin lho, haha.." ledek Naruto pada Sakura.

"Enak saja! Memangnya aku sampah apa!" rutuk Sakura kesal dan berjalan menghampiri keduanya. 'Yang pasti, aku akan selalu berusaha untuk selalu ada ketika dia mmembutuhkanku,'

"Kau kenapa? Kok bengong tadi?"

"Gak papa, hehe," tawa Sakura. "Oh iya, aku hampir lupa,' ucap Sakura sambil menepuk jidatnya yang lebar itu.

"Lupa apa?" Tanya Hinata dan Naruto bersamaan.

"Tunggu sebentar ya," jawab Sakura dan berlari menuju suatu tempat.

"Mas, saya mau ikutan voting buat temen saya. Boleh minta kertasnya?" Tanya Sakura pada seseorang yang sedang menunggu tempat pengambilan kertas voting.

"Maaf mbak, kertasnya sudah habis,"

"Hah? Yang bener Mas?" tanya Sakura kaget.

"Iya. Liat saja kalau tidak percaya." Jawab mas-mas tersebut sambil menunjukan sebuah kotak kosong. Sepertinya itu tempat dia menyimpan kertas-kertas kosong untuk voting.

Karena tidak mendapatkannya, Sakurapun kembali ketetempat Naruto dan Hinata tadi.

"Hinata, maaf ya. Aku tidak bisa voting untukmu. Kertasnya sudah habis," ucap Sakura dengan tampang lesu.

"Sudah, tidak apa-apa," ucap Hinata.

"Maaf ya, aku jadi tidak bisa ngasih suaraku ke kamu nih,"

"Iya iya, tidak apa-apa,"

"Um.. kalau boleh tahu, itu rambut asli apa pals?"

"Ini Cuma wig kok,"

"Oh.. kalau untuk kostum seperti itu habis biaya berapa?" Tanya Sakura sambil menunjuk kostum yang dikenakan Hinata.

"Itu rahasia," jawab Hinata sambil tersenyum singkat.

'Pasti mahal,' batin Sakura mencoba mengirngira. "Gerah tidak memakainya?"

"Banget~," jawab Hinata singkat sambil sedikit melonggarkan kerah baju cosplaynya.

"Gerah ya? Sini, biar aku kipasin," ucap Naruto dan mengipas-ngipaskan tangannya didepan wajah Hinata.

"Kurang terasa. Ayo-ayo lebih semangat lagi," ucap Hinata memberi dukungan.

"Haha.." tawa Sakura melihat kedua pasangan tersebut.

"Sakura, kami mau muter-muter dulu ya, nanti kalau aku bertemu Sasuke aku akan sms kamu," ucap Naruto pada Sakura.

"Iya,. Aku tunggu kabarnya ya,"

Akhirnya Sakura harus kembali mecari pencarian Sasuke seorang diri. Ralat-maksudnya bersama dengan Sasori.

.

.

"Sasuke ya?" Tanya Sakura sambil menghampiri seorang cosplayer Yufa.

"Iya. Kau Sakura ya? Temannya Naruto?" cosplayer itu, yang ternyata benar adalahSasuke, balik bertanya pada Sakura.

"Eh. I-ya." Jawab Sakura grogi. 'Kok dia bisa tahu namaku?' batin Sakura bingung karena seingetnya dia belum pernah berkenalan secara langsung dengan Sasuke. 'Ternyata Sasuke cantik juga jadi Sasuke, hehe..'

"Bo-boleh foto bareng?" Tanya Sakura malu-malu.

"Hn" jawab Sasuke singkat.

Begitu mendapat ijin dari Sasuke, Sakura langsung merapatkan badannya disamping Sasuke dengan malu-malu. Dan Sasori sudah siap untuk memfotonya.

Jepret!

"Sudah kak," ucap Sasori sambil mengacungkan jempolnya.

"Makasih ya," ucap Sakura bungkuk-bungkuk.

"Iya," jawab Sasuke tetep cool.

"Um… baru dateng ya? Kayanya baru keliatan." Tanya Sakura basa-basi.

"Udah dari tadi kok. Tapi muter-muter,"

"Oh, hehe.." tawa Sakura canggung. "Kau lihat Naruto tidak?"

"Kayaknya tadi lagi di ruang ganti."

"Oh.. kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Naruto dan meninggalkan Sasuke menuju keruang ganti.

"Aku tunggu disini saja ya kak! kakiku sudah pegal!" teriak Sasori yang sepertinya cukup kelelahan karena terus berjalan dari tadi.

"Iya! Kau jangan keman-mana ya!"

"Iya!"

Setelah sampai diruang ganti, Sakura melihat Hinata yang sedang duduk tidak jauh dari tempat tersebut.

"Boleh aku duduk disini?" Tanya Sakura sambil menunjuk tempat kosong disebelah Hinata.

"Iya," jawab Hinata pelan.

Hening..

Mereka berdua duduk dalam diam tanpa ada yang berkata sedikitpun. Sepertinya Hinata terlalu pemalu untuk memulai suatu pembicaraan, jadi Sakurapun mencoba untuk mencairkan suasana dengan memulainya terlebih dahulu.

"Um.. Lagi nunggu Naruto?" Tanya Sakura basa-basi.

"Iya, dari tadi tidak keluar-keluar,"

"Sambil nunggu, bagaimana kalau kita foto bareng?" ajak Sakura sambil tersenyum.

"Eh?" tampak Hinata agak bingung dengan ajakan Sakura barusan.

"Ayolah, tidak usah malu-malu," bujuk Sakura dan langsung merapatkan tubuhnya pada Hinata. "Cheese!" ucap Sakura memberi aba-aba.

Dengan menggunakan tangan kirinya, Sakura segera mengambil foto mereka berdua.

Jepret!

"Yah, posisinya tidak pas." Sakura mengamati hasil foto yang tampaknya terlalu mengarah kepada dirinya. "Sekali lagi ya."

Hinata tidak banyak protes dan menuruti ajakan Sakura.

Jepret!

"Nah, ini baru bagus. Makasih ya," ucap Sakura sambil tersenyum.

"Iya,"

"Ngomong-ngomong, kau mau disini sampai jam berapa?"

"Aku mau sampai acara ini selesai,"

"Berarti sampai malam ya?"

"Iya. Aku mau tahu hasil dari lomba cosplay yang aku ikuti."

"Oh, begitu.. mudah-mudahan menang ya," ucap Sakura sambil tersenyum.

"Amin. Terima kasih ya," balas Hinata dengan tersenyum pula.

Tidak lama kemudian, Naruto keluar dari ruang ganti dengan sudah tidak mengenakan kostum Ichigo lagi. Sepertinya kostumnya tersebut sudah dimasukkan kedalam tas hitam besar yang ada dipunggungnya. Begitu melihat Naruto sudah keluar, Hinata langsung menghampirinya. Disaat yang hampir bersamaan, Sasuke datang ketempat tersebut dan duduk bersama teman-temannya, tidak jauh dari tempat Sakura duduk.

Setelah selesai urusan dengan Naruto, Hinata kembali menuju lapangan tempat acara tersebut. Dan kini Sakura yang gantian menghampiri Naruto.

"Naruto, kalau aku minta nomernya Sasuke menurutmu tidak bagaimana?" Tanya Sakura penuh harap.

"Lebih baik tidak usah," jawab Naruto sambil membenarkan posisi tasnya

"Memangnya kenapa?" Tanya Sakura aagak terkejut dengan jawaban Naruto.

"Tidak usah dah," jawab Naruto sambil membuang muka kesembarang arah.

"Kenapa?" Tanya Sakura semakin penasaran.

"Terserah kau sajalah. Udah dulu ya, aku duluan, " ucap Naruto dan langsung pergi dari tempat Sakura berdiri.

"Hah, kenapa jawabannya seperti itu?" tanggap Sakura agak kesal.

Mendengar pendapat Naruto tadi membuat Sakura menjadi bingung dan bimbang. Kenapa Naruto sampai berkata seperti? Apa maksud dari perkataannya?

Dengan memantapkan niatnya, dengan perasaan berdebar-debar, Sakura akhirnya memberanikan diri untuk meminta nomer hape Sasuke.

"Sa-Sasuke, boleh aku minta nomer hapemu?" Tanya Sakura dengan sangat gerogi.

"Hn," jawab Sasuke sambil menengadahkan tangannya. Sudah pasti dia bukan lag mengemis, tapi meminta hape Sakura untuk menuliskan nomernya. Sakura pun langsung memberikan hape miliknya ke tangan Sasuke dengan gemeteran. Dia tidak menyangka pria yang selama ini disukanya itu akan memberi nomer hapenya semudah itu.

"Sudah," ucap Sasuke dan mengembalikan hape Sakura.

Setelah mencoba mengetes nomer yang diketik Sasuke dengan cara memiscallnya, ternyata itu beneran nomer Sasuke.

"Terimakasih Sasuke, terima kasih," ucap Sakura dengan sangat senang.

"Iya," jawab Sasuke singkat.

"Kalau begitu aku pamit dulu. Sekali lagi terima kasih," tambah Sakura sambil menjabat tangan Sasuke.

Sore itu, Sakurapun pulang dengan perasaan yang sangat senang.

Semenjak itu, Sakura mulai memberanikan diri agar bisa lebih dekat dengan Sasuke. Walaupun terkadang dibalas dengan sikap dingin dan mood Sasuke yang tidak menentu, Sakura tetap bertahan. Hingga sampai akhirnya Sasuke mulai terbiasa dengan Sakura dan menerima keberadaan gadis berambut pink.

The End

Dilbalik layar

Fiuh~ akhirnya selesai juga. Fic ini sebenarnya berdasarkan kisah nyata Sun, /. Disini sun diperanin sama Sakura. Dan temen sun yang namanya Hika-chan jadi Naruto. Tentunya dalam fic ini ada beberapa perubahan dan penyesuaian agar dapat lebih enak dibaca. Melalui fic ini, Sun ingin menyampaikan dan mencurahkan apa yang sun rasakan. *numpang curcol

Jadi ceritanya waktu itu sun lagi suka sama seorang temen FB Sun, sebut aja Ms. X. Dia cewek paling cakep dan manis yang pernah Sun suka, .. Ngeliat fotonya aja bikin jantung jadi dag dig dug kayak mau copot dan bikin badan terasa meleleh. Tapi bukan cuma itu yang buat sun suka. Dia itu rajin shalat dan insyaallah bukan cewek murahan. Sun emang lagi nyari cewek yang kayak gitu, buat dijadiin istri, hehe..

Tapi takdir berkata lain. Dia ngeblock FB sun. Sejak saat itu sun gak bisa liat apalagi koment fb dia lagi. Kalian pasti tahu rasanya tidak bisa menjangkau orang yang kita sukai, kan? TwT. Sun udah coba minta maaf, tapi gak pengaruh. Mungkin ini udah jalan yang ditakdirkan sama Allah. ^^

Sun rasa sebenernya dia baik. Begitulah yang udah sun rasain selama kenal sama dia selama dua bulan ini. Hah~ Jadi kangen sama dia, seandainya perasaan ini tersampaikan… tapi jangan dah, kalo dia baca fic malah marah lagi, haha.,

"ketika kita ingin benci sama orang lain, maka ingatlah kebaikan-kebaikannya," itulah yang sering sun ucapkan dalam hati. Seandainya bisa kayak dulu lagi, hm..

Maaf ya, malah jadi curhat begini, ^^a. Lewat fic ini sun juga mau minta maaf sama hika-chan karena selama ini udah banyak ngeganggu dan ngerepotin, hehe.. arigatou udah mau jadi temen aye. ^^

Aku seperti matahari, dan kau seperti Bulan

Cahayamu selalu menerangi hari-hariku

Menerangi setiap sisi kehidupanku

Kau yang selalu dikelilingi oleh bintang-bintang terang

Mereka yang lebih terang dariku

Yang selalu bisa membuatmu tersenyum

Matahari dan bulan, keduanya memang tidak bisa bertemu

Tapi keduaya tetap terus bersama dilangit yang indah ini

Aku harap kita dapat seperti mereka

Mind to review please…. ^^