BECAUSE OF GHOST
BY YEORKY
Maincast : BAEKHYUN, CHANYEOL
Othercast : LUHAN & OTHER MEMBER EXO
PAIRING : BAEKYEOL *HARUS!*
GENRE : ROMANCE, SCHOOL LIFE
RATED T
Disclaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Ini terinspirasi dari komik Jepang yang judulnya Ghost. Ini jadi kaya ngeremake mungkin ya? Daaan, Ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Biasanya yeorky bikin straight soalnya. Jadi harap review ya semuanya. 'PEMAINNYA PUNYA YEORKY SEMUA' *tolong diabaikan* Yeorky harap harga BBM turun setelah Yeorky post FF ini ^^
WARNING : YAOI, BOYS LOVE, SHOUNEN - AI, BOY X BOY, SEDIKIT OOC MUNGKIN? REVIEW JANGAN LUPA.
Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya? -BAD SUMMARY- - Gabisa bikin summary yang bagus :3
.
.
.
.
= CHAPTER 1 =
"Apa itu?" Tanya seseorang secara tiba - tiba dari ambang pintu. Baekhyun pun segera memutarbadannya cepat dan menyembunyikan sesuatu yang dari tadi dipandanginya, dibelakang punggungnya.
"H-hyung~" sapa Baekhyun gugup. Melihat hal tersebut membuat pria diambang pintu berjalan mendekati Baekhyun. "Hyung mau apa?" Tanya Baekhyun gugup.
"Berikan" pinta Baekbeom –kakak Baekhyun– sambil mengulurkan tangan kanannya. Baekhyun hanya memandang tangan kanan sang kakak dan wajah kakaknya secara bergantian. Raut wajahnya (sok) bingung. "Apanya?" Tanya Baekhyun tak mengerti.
"Yang kau sembunyikan dibalik punggungmu" jawab Baekbeom. "Aku yakin itu hasil nilai ujian tulismu hari ini" lanjutnya. Tangannya mengisyaratkan agar Baekhyun cepat memberikannya. "Aku harap tidak ada nilai jelek!"
"Aku tidak menyembunyikan apa – apa. Hari ini tidak ada ujian tulis" Sanggah Baekhyun membuat sang kakak senyum remeh.
"Mata kirimu lebih besar dari mata kananmu Baek" ucap sang kakak membuat Baekhyun membelakan matanya "Dan kau tidak usah mencari alasan untuk menolak permintaanku katakan tidak saja" sambungnya sambil tersenyum setan
"Hyung~" Rengek Baekhyun
"Berikan!" perintah Baekbeom membuat Baekhyun langsung memberikan kertas ujian tulisnya "Kau pikir aku ini anak kemarin sore yang bisa kau bohongi? Aku ini hyungmu" Baekbeom langsung menyahut kertas itu dan helaan nafas ringan keluar dari mulutnya.
"Kenapa cuman dapat 7? Padahal aku sudah susah payah mengajarimu Bahasa Inggris. Baekki, percuma saja kalau-"
"Kau pintar berbicara namun lemah dalam teori. Aku sudah bosan dengan petuahmu Hyung" Baekhyun memotong omongan kakaknya. Menarik kursi belajarnya dan duduk. "Mian Hyung" guamnya sambil bersender namun dengan kepala tertunduk.
"Kenapa tidak langsung berikan padaku?" Tanya Baekbeom mendudukan dirinya dipinggiran tempat tidur Baekhyun "Kau takut aku marah?" Tanyanya menatap sayang adiknya
"Takut mengecawakanmu" jawab Baekhyun
"Kalau takut mengecewakanku kenapa kau berikan tadi?" Tanya kakaknya dengan senyum jahil "Hah, aku kecewa" ucapnya lalu menunduk dan saling menautkan tangan. Berpura - pura kecewa, berniat menggoda adiknya.
"Kau yang memintanya dariku. Tidak ada pilihan lain selain memberikannya" jawab Baekhyun sambil menyilangkan tangannya didepan dada.
"Kalau tidak mau memberikannya kenapa kau tidak menolak perintahku saja? Katakan tidak mau kan bisa?" Tanya Baekbeom. Membuat Baekhyun menghela nafas kesal. "Hyung jangan memulai" ucapnya kesal.
"Hahaha... Arraseo Arraseo" Baekbeom berdiri lalu mendekati adiknya "Mau sampai kapan kau sulit untuk menolak tawaran, perintah, atau permintaan seseorang?" tanya kakaknya prihatin dengan keadaan Baekhyun. Dia juga ikut menyilangkan tangannya didepan dada "Ada kalanya kau harus menolak"
"Aku sudah menolak tadi" ucap Baekhyun membela dirinya. "Katakan bagian mana yang kau sebut menolak?" Tanya Baekbeom "Kau ini masih muda sudah pikun. Aku kan bilang, tidak ada ujian tulis? Tapi kau masih memaksaku" jawab Baekhyun.
"Itu mencari alasan Baekki bukan menolak. Menolak itu kau mengatakan tidak mau. Bukan mencari alasan agar orang berhenti bertanya padamu" ucap Baekbeom kesal melihat tingkah adiknya. Baekbeom menekuk lututnya. Mensejajarkan badannya dengan tinggi Baekhyun yang sedang duduk. "Dengarkan Hyung ya" Baekbeom memegang kedua pundak Baekhyun membuat Baekhyun menatap manik mata kakaknya yang berwarna coklat terang "Kau harus belajar menolak. Kau tidak bisa terus – terusan mencari alasan untuk menghindari orang. Jika kau tidak bisa menolak, kau akan mendapat masalah dalam hidupmu" ucapnya
"Aku pernah menolak Hyung. Aku pernah mengatakan tidak mau atau tidak bisa" Bela Baekhyun tidak terima. Baekbeom menghela nafas panjang lalu berdiri dan menatap Baekhyun kesal.
"Hanya beberapa kali Baek! Kurang dari 10 kali kuhitung total. Itupun jika dia meminta lagi, kau langsung menerimanya" Kesal Baekbeom yang membuat Baekhyun memutar bola matanya kesal "Sebenarnya aku tadi tidak kecewa. Nilaimu sudah meningkat daripada yang terakhir kemarin kau mendapat 5. Aku hanya melatihmu untuk menolak permintaanku. Hanya saja kau keras kepala" Baekbeom memberikan kertas yang sedari tadi dipegangnya pada Baekhyun "Hilangkan semua pikiran bahwa orang itu akan kecewa padamu jika kau menolak mereka" Baekbeom berjalan menuju pintu "Aku mau keluar. Kalau kau mau keluar, kau harus ijin aku dulu" ucapnya mengakhiri lalu menutup pintu kamar Baekhyun.
"Haaah~" Baekhyun menghela nafasnya panjang. Dia segera berganti baju lalu merebahkan dirinya diatas tempat tidur. Matanya memandang lurus langit – langit kamarnya.
"Kau harus belajar menolak. Kau tidak bisa terus – terusan mencari alasan untuk menghindari orang. Jika kau tidak bisa menolak, kau akan mendapat masalah dalam hidupmu"perkataan kakaknya terus terngiang ditelinganya.
Setiap ada ujian tulis Bahasa Inggris -Yang diadakan setiap 1 bab selesai-, Baekbeom langsung kekamarnya. Meminta hasil dan menghela nafas karena hasil nilai ujian tulis Baekhyun yang tidak pernah diatas 8. Lalu memberi petuah yang sudah dihafal Baekhyun. Dan berakhir menasehati bahwa Baekhyun harus belajar menolak. Selalu seperti itu, pikirnya kesal. "Sampai kapan aku begini? Tidak bisa menolak permintaan seseorang?" tanyanya pada dirinya sendiri. "Mencari alasan supaya mereka berhenti. Atau aku menolak dengan halus sekali namun jika dia meminta lagi, aku tidak bisa berbuat apa – apa" Lanjutnya "Haaaah~ Menyusahkan" Lalu matanya perlahan tertutup. Dan nafas tertatur terdengar.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Byun Baekhyun adalah nama namja itu. Memiliki badan yang tidak terlalu tinggi, berkulit putih susu sehalus bayi, dan wajah yang tampan namun terkesan manis. Murah senyum, berkepribadian hangat, ramah dan penggemar strawberry. Baekhyun tinggal dirumah mewah ini hanya dengan sang Kakak serta beberapa maid dan supir. Ayahnya jarang dirumah karena sering melakukan perjalanan bisnis dan memboyong sang Ibu untuk menemaninya. Hanya ada dirumah di hari - hari tertentu. Namun itu tidak membuat Baekhyun dan Baekbeom sedih. Mereka malah bahagia karena bebas melakukan hal apapun. Mengingat sang ayah agak protektif kepada kedua putranya.
Hanya satu yang membuat Baekhyun frustasi. Sifatnya yang tidak bisa menolak permintaan seseorang dan mudah dibujuk jika dia menolak. Sifatnya yang langka itu membuat dia selalu menjadi sosok empuk untuk anak – anak jahil saat masih menengah pertama dulu. Seperti yang dikatakan Hyungnya, Baekhyun akan mencari alasan supaya orang tersebut berhenti meminta/bertanya.
"Apa susahnya menolak permintaan? Lihat, tanganmu sampai lecet begini" Omel Baekbeom sambil memijiti tangan kanan Baekhyun "Kau itu dikerjai oleh mereka" lanjutnya kesal. Tak habis pikir dengan sifat adiknya yang aneh.
Baekbeom kaget saat mendapati tangan adiknya yang lecet disebelah kanan. Saat ditanya, Baekhyun hanya diam dan mencoba mencari alasan hingga akhirnya dia bilang bahwa dia dimintai tolong menuliskan tugas rangkuman teman – temannya. Tugas merangkum modul 5 yang tebal dan dia harus menuliskan 5 orang temannya yang minta tolong padanya.
"Tapi Hyung, mereka membutuhkan bantuan" ucap Baekhyun membela dirinya "Coba bayangkan kalau aku tidak membantu mereka, pasti mereka sudah dihukum. Mereka sakit hyung. Atau jika aku berada di posisi mereka dan tidak ada yang membantuku, pasti aku juga kesusahan. Dan-"
"Baek hentikan"potong Baekbeom. Dia berhenti memijat tangan kanan Baekhyun lalu menatap adik kesayangannya itu lekat "Aku sudah muak dengan alasanmu. Berapa kali aku bilang kau dikerjai. Mereka hanya memanfaatkan kepolosanmu. Mereka hanya malas merangkum dan berpura – pura sakit. Aish~" Baekbeom menarik lengan adiknya lalu memijitnya kembali.
"Sifatmu itu aneh Baek. Tidak dapat menolak. Sekalinya menolak, kau mudah dibujuk" Gumam Baekbeom prihatin. Dan Baekhyun hanya bisa menundukkan kepalanya.
'Mian Hyung' Ucap Baekhyun dalam hatinya.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Hyung~ Aku pergi dulu..." Teriak seseorang dari pintu utama. "Eo~ Hati – hati Baekki. Tutup pintu~" Balas seseorang berteriak dari arah lantai dua. Namja yang dipanggil Baekki itu berjalan keluar lalu menutup pintu utama sesuai permintaan sang Hyung.
"Annyeong Haseyo Baekhyun-Ssi?" Sapa seorang sambil membuka pintu pagar. "Ne, Annyeong Hasimnika Ahjussi" Balasnya tersenyum pada penjaga rumahnya itu lalu melanjutkan langkahnya.
Baekhyun sangat menyukai seragam yang ia kenakan kali ini. Kemeja putih lengan pendek dengan dasi berwarna biru navy dan sweater berwarna putih dengan logo sekolahnya di dada sebelah kiri dan celana biru navynya. Sangat nyaman menurut Baekhyun daripada seragam saat musim dingin atau gugur yang memakai kemeja lengan panjang dan Blazer berwarna abu – abu. Sebuah earphone putih yang tersambung pada Mp4 player terlihat terpasang pada telinganya. Lagu Give Love milik Akmu menemani langkahnya kali ini. Sambil bersenandung kecil dia berjalan menyusuri jalan daerah rumahya menuju Halte. Daripada diantar jemput mobil, Baekhyun lebih suka berjalan kaki dan naik bis kesekolah.
Saat ditengah – tengah perjalanan, Baekhyun melihat seorang gadis berambut pendek sedang berjongkok menghadap pohon. "Eo? Sedang apa dia? Sepertinya kesakitan" tanyanya pada dirinya sendiri lalu berjalan mendekati gadis itu sambil melepas kedua earphone ditelinganya.
"Jeogi..." Baekhyun menyapanya pelan sambil memasukan Earphonenya di saku celana. Gadis itu menoleh "Neo Gwenchana?" Baekhyun bertanya hati – hati namun entah kenapa, Gadis itu melihat Baekhyun seakan – akan melihat orang jahat. "Igeo. . ." Baekhyun memberinya sapu tangan abu – abu miliknya "Mata mu berair"
"Eeh… apa kau berbicara denganku?" gadis itu mengerjap bingung sambil menyeka asal air matanya. Sapu tangan yang disodorkan Baekhyun tidak dihiarukan olehnya.
"Ne? Ne, aku berbicara denganmu. Dengan siapa lagi memang?" Baekhyun menjawab seraya mengenggam kembali sapu tangannya lalu ikut berjongkok. "Kenapa kau menangis disini? Kau tidak sekolah? Ini seragam sekolah mana? Kenapa yeoja memakai celana? Dan, Eh, kau memakai seragam musim dingin atau memang sekolahmu hanya menerapkan 1 seragam?" tanya Baekhyun bingung. Gadis itu berambut pendek seperti laki – laki. Matanya lumayan lebar tapi tidak terlalu dan kulitnya putih. Gadis itu hanya mematung menatap Baekhyun. Karena tidak mendapat balasan dari lawan bicaranya, Baekhyun menambahkan,
"Ah, maaf aku banyak bicara. Aku dari Georgy High School. Mau berangkat bersama denganku? Kau memakai blazer Coklat muda, apa kau dari Daeyeong? Tidak baik yeoja cantik menangis sendirian dipinggir jalan. Apalagi jalan ini sepi. Jalan ini rawan" Baekhyun berkata jujur. Biasanya ada beberapa kelompok siswa dari sekolahnya atau sekolah lain yang akan menganggu yeoja yang lewat.
Gadis itu menatap Baekhyun dengan mata berbinar. "Jinjayo? Neo..." Ucapannya terputus "Katakan berapa jumlah jariku?" Dia mengangkat jarinya membentuk huruf dua.
"Eh, dua?" Alisnya bertautan. Baekhyun bingung dengan sikap gadis itu. Penjelasan Baekhyun dan pertanyaannya tidak nyambung sama sekali. Buat apa dia menanyakan jumlah jari? Apa dia pikir Baekhyun bodoh?
"Horeeee… akhirnya aku bisa terlihat…" Dia langsung berdiri dan terbang melayang – layang disekitar Baekhyun. "Annyeong, Xi Luhan Imnida" Lanjutnya bow dengan posisi melayang. DEG. Ige Mwoya? Dia melayang? Bisa kuulangi? ME–LA–YANG! Dia terbang. Kakinya tidak nampak ketanah. Dia melayang di udara. Kakinya tertekuk. Pernah melihat film Barbie Mariposa atau Tinkerbell? Luhan melayang dengan kaki seperti Barbie/Tinkerbell itu, tertekuk sedikit. Namun bedanya Luhan tidak memilik sayap. Dan perlakuan Luhan tadi berhasil membuat Baekhyun mati rasa seketika dan membelakan matanya selebar - lebarnya.
GLEK! Baekhyun dengan susah payah menelan air ludahnya sendiri "Kau. . . Kau.. Kau bisa Terbang?" Itu sebenarnya pernyataan bukan pertanyaan. Baekhyun berdiri dengan wajah pucat. "Kau melayang! Kakimu tak tampak ketanah! Neo nuguya?" Tanyanya mulai ketakutan dan mundur beberapa langkah
"Ah Mianhae" Dia membungkukan badannya dalam posisi melayang. "Jelas aku bisa melayang. Aku jarang bisa berjalan" Jawabnya
"Wae?" Baekhyun dengan polos bin bodohnya bertanya seperti itu. Lari Baekhyun lari! Ayolah Baek, manusia macam apa yang bisa melayang selain,
"Aku adalah hantu" Gadis yang memperkenalkan diri sebagai Luhan itu melayang mendekati Baekhyun –yang masih terpaku– seolah tak memiliki beban.
"Han... Hantu?" Baekhyun mengerjap tak percaya dengan apa yang dihadapannya kini. Dia? Bertemu hantu? Dipagi – pagi seperti ini? Dan hantu itu memakai seragam sekolah bukannya baju usang? Oh my big butt!
"Majayo! Geurigo, na Namja. Kau ini bodoh ya? Tidak bisa bedakan mana yeoja mana namja?" Cercanya sambil menyilangkan tangan didadanya dengan wajah (sok) serius.
"Aaa…" Baekhyun berlari sambil berteriak. "Eoh? Yya! Eodika?" yeoja, ani... maksudku, namja itu melayang mengejar Baekhyun yang berlari ketakutan. Takut? Ayolah, siapa yang tidak takut hantu?
"Pergilah… pergilah…" Baekhyun mengibaskan tangannya kebelakang untuk mengusir hantu itu. Namun aku mah apa atuh, Hantu itu semakin melayang mendekati Baekhyun.
"Kenapa kau takut padaku? Tadinya kau tidak takut? Kau malah menawari berangkat bersama dan saputangan untukku" Jelasnya menyejajari lari Baekhyun. Dia melayang – layang disebelahnya. "Tidak usah sungkan. Berteman dengan hantu sepertiku tidak buruk kok" Ucapnya masih menjejeri langkah lari Baekhyun. Baekhyun semakn mempercepat larinya namun hantu itu tetap melayang disisinya. Demi apapun, dia berlari dan hantu itu melayang. Sial!
"Jika dari awal aku tau kau adalah hantu, aku tidak bertanya dan akan lari pabo…" Akhirnya Baekhyun berhenti berlari. "Hosh... Hosh... Hosh..." Dia membungkuk dengan tangan memegang lutut.
"Kenapa berhenti berlari?" Tanya hantu yang bernama Luhan itu bingung.
"Karena percuma saja kau akan tetap mengikutiku. Kau melayang dan aku berlari. Tenagaku tidak sebanding dengan tenagamu. Aku akan mati kelelahan nantinya!" Baekhyun menjawab dengan nafas takteratur
"Baguslah, kita bisa berteman nantinya jika kau mati. Ayo lari lagi" Serunya sambil berpindah ke sisi depan Baekhyun.
Mendengar ucapan itu, nafas Baekhyun semakin memburu karena emosi. "Yak! Pergilah, aku tidak ada waktu bermain denganmu. Aku mau sekolah. Aku tidak suka bermain dengan hantu. Dan aku masih menyukai yeoja. Aku normal. Aku menyukai manusia. Arra?" Tanyanya berdiri tegak namun dia menghilang! "Mwoya? Dia hilang?" Gumamnya bingung
"Ayolah Byun Baekhyun. Aku tidak memiliki teman. Hanya kaulah temanku. Ayolah ayolah. . ." Ucapnya memohon dari arah belakang.
"Ige Mwoya? Teman? Hantu tidak bisa bermain dengan manusia begitu pula sebaliknya" Baekhyun mencari alasan dan tak menghiraukannya. Dia hendak berjalan namun, "Jamkam, Kau tau namaku dari mana?" Tanyanya menoleh kebelakang.
"Tertulis di dadamu!" Ucapnya sambil mengitarkan jari lentiknya itu didada kanan Baekhyun, tempat nametag berada.
"Yak! Aku masih straight!" Untuk kesekian kalinya, Baekhyun berteriak. Tangannya mengibas tangan Luhan lalu berjalan menuju halte.
"Oh, Mian. Aku sudah tidak straight lagi" Balasnya sambil nyengir lalu melayang mensejajari langkah cepat Baekhyun "Dan aku adalah seme" Lanjutnya tersenyum sok cool.
Baekhyun memutar bola matanya malas. "Dilihat dari tingkah lakumu kau itu pantasnya jadi Uke" Ledeknya "Lebih baik kau kembali ke asalmu. Aku takut dengan hantu" Baekhyun berkata jujur. Setidaknya dia tidak berbohong kali ini. Mungkin jika Hyungnya tahu Baekhyun tetap tidak bisa mengatakan, Aku tidak mau, Hyungnya akan marah dengannya lagi.
"Aku mohon, Bantulah aku" Ucapnya memohon. "Hanya kau temanku Byunie~"
"Sok akrab sekali, memanggil Byunie. Kenapa kau tidak kembali saja ke tempat asalmu? Aku tidak bisa membantu apa – apa Luhan! Lagi pula mana ada hantu keluar pagi – pagi?" Baekhyun memberhentikan langkahnya seakaan tersadar sesuatu. "Aku... aku mengatakan tidak" gumam Baekhyun. Tangannya menyentuh bibirnya dia terpaku sesaat. Namun, baru beberapa saat terpaku...
" Aku akan mengikutimu" Luhan berbicara membuyarkan 'keterpukauan' Baekhyun
"YAK LUHAN!"
"Ne?" Dia menoleh "Ah, kau harus memanggilku Hyung" Ucapnya sok "Aku jauh lebih tua darimu. Arra? Cepatlah, bismu datang sebentar lagi! Kau tidak mau terlambat kan?" Tanyanya sambil menyilangkan tangannya.
"Neo!" Baekhyun menatap Luhan ganas. Yang ditatap hanya berkecak pinggang menatap Baekhyun dengan santai "Aish~" Gerutunya lalu melewati Luhan begitu saja.
Dan Luhan memang tidak main – main dengan kata – katanya tadi. Dia memang mengikuti Baekhyun naik kebis. Saat Baekhyun duduk di kursi panjang belakang sendiri, dia ikut duduk disebelah Baekhyun. Lama – lama Baekhyun jengah dengan hantu itu. Karena dia tidak bisa diam sama sekali. Dia terus bercerita tentang hal – hal dunia perhantuan yang membuat Baekhyun harus menulikan telinganya untuk beberapa saat. Dan sekarang, dirinya harus membiarkan hantu itu, setidaknya dia sudah menolak tadi.
Bis berhenti di sebuah pemberhentian. Dua orang siswa, 1 pekerja kantoran masuk kedalam bis dan bispun bergerak kembali. Dua orang siswa itu berjalan kebagian belakang bis dan duduk disebelah Baekhyun yang sebenarnya, tempat duduk Luhan.
"YAK PABOYA!" teriak Luhan langsung berdiri melayang saat seorang siswa duduk ditempat duduknya. "Kau tidak lihat ada aku duduk ya?" Makinya sambil menunjuk - nunjuk pada siswa yang duduk ditempatnya tadi "Duduk sembarangan di tempat orang! Kau itu bla bla bla bla..." Dan Luhan terus mengoceh memaki siswa yang sedang bermain ponsel.
Baekhyun menghela nafasnya. Dia berisik sekali sih!, batinnya lalu memasang earphonenya dan memutar lagu dari Mp4nya.
Ada satu yang membuat Baekhyun bingung, Hantu muncul siang hari?
=TBC=
= PART 1 END =
Jreeeng~ Tes tes, 1 2 3... Ekhem
Akhirnya Chap 1 muncul juga \(^o^)/ Yaaay~
Well, sebenernya itu sifatnya Baekhyun sifat aslinya yeorky di dunia nyata :') Yeorky kadang gabisa nolak, mudah dibujuk tapi itu dulu ya dan itu parah banget. Sampe dulu pernah pas smp, uang jajan yeorky diambil temen soalnya alasannya dia lagi sakit dan gada uang. -_- Dan dengan bodohnya yeorky kasihin gitu aja soalnya kasihan. :')Tapi... Sekarang udah gaseberapa. Jadi sedikit - sedikit ini juga sekaligus ff ajang curhat (?) *lapingus*
Okey, abaikan curhatan tadi. Gimana? Niatnya ini mau ngasih tau... apa ya? Pembukaan mungkin ya? Atau semacam pengenalan karakter? Entahlah?
Ngenalin sifatnya Baekhyun dan hantunya Luhan. Si biang kerok masalahnya si Baekhyun. Si pembuat onar. Penyebab dari segala masalah. Biang rusuh. Apalagi? Ayo sebutin semuanya :D
Belum ada konflik. Konflik baru muncul di chap selanjutnya. Bukan konflik juga sih. Semacam awal masalah? Okey sama aja.
Oiyah, mau jawab review. Kemarin ada yang nanya, "Ini berarti ceritanya flashback?"
Daaaan Jawabannya : Iya. Prolog kemarin itu ceritanya masa sekarang. Baekhyun itu kan ceritanya komikus muda pendatang baru yang baru nerbitin komik judulnya "GHOST LOVE STORY". Nah Chap 1 sampe chap sekian itu nanti isinya 'cerita dari komik yang dikarang baekhyun'. Gitu. Mudeng gak mudeng gak? Kalo enggak, baca ulang deh sampe mudeng.
Daaaan, Review please. Karena ini adalah FF yaoi pertama yeorky, jadi yeorky perlu masukan. Tanggapan. Dan apalah itu namanya.
Daaan, terimakasih buat yang di udah Follow, Favorite, sama review kemarin *bow* Ya ampun sumpah demi apa Yeorky seneng banget *nangis bombay* Aku pikir ini FF bakalan gada yang baca *elus dada* sekali lagi makasih ya~ Jan lupa review lagi biar Yeorky semangat nulis. Dan yeorky jamin gakan nyesel baca ff ini *senyumcool*
Daaan, karena Yeorky baru sadar udah mengulangi penggunaan kata 'Daaaan' sebanyak 4 kali diawal kalimat termasuk kalimat ini, waktunya Yeorky pulang.
Okey, yeorky pulang dulu ya semuanya? Babaaay~ *Ilang bareng kai*
