BECAUSE OF GHOST

BY YEORKY

MainCast : Baekhyun, Chanyeol

Other Cast : Luhan & Other member EXO

Genre : Romance, School Life

Rated : T

Disclaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya Ngeremake gitu. Daaaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*

Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, sedikit ooc mungkin? Review ya jangan lupa :D

Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?

.

HAPPY READING

.

.

.

.

=CHAPTER 2=

Baekhyun adalah anak pendiam disekolahnya. Mulutnya yang selalu mengeluarkan senyum saat berjalan menuju bangunan sekolahnya atau saat berjalan di koridor membuat banyak siswa dan guru suka padanya. Ya, Baekhyun termasuk siswa yang ramah. Siapapun mau menjadi temannya. Semua hafal dengan senyum manis milik Baekhyun. Dia juga lumayan pintar walau lemah dalam Bahasa Inggris. Namun, Baekhyun tidak memiliki banyak teman. Dia irit bicara. Memang banyak yang mau berteman dengannya, namun Dia lebih memilih tidak. Dia membatasi pertemanannya.

Karena sifatnya yang 'unik' tersebut dan pengalaman bertemannya saat masih menengah pertama dulu, membuatnya tertutup dan memilih teman. Yang Baekhyun anggap sebagai teman hanyalah Yixing. Karena Yixing adalah namja yang polos dan tidak macam – macam. Itupun, dia tidak benar – benar terbuka pada namja yang berasal dari China itu.

Namun pagi ini, Baekhyun tidak menunjukan senyumnya. Bahkan saat ada yang menyapanya pun, hanya dibalas seadanya. Hanya lirikan dan senyuman singkat yang terlihat pagi ini. Hell, siapa lagi penyebabnya kalau bukan Hantu sialan dan merepotkan yang di temuinya pagi tadi (baca: Luhan). Luhan terus mengikuti Baekhyun kemanapun Baekhyun pergi dan terus mengoceh sana – sini. Memuji sana sini dan terus berbicara. Baekhyun muak. Kepalanya pusing karena sedari tadi -didalam bis-, Baekhyun harus mendengarkan ocehan Luhan yang panjang bin lebar itu.

"Wah. . . Georgy High School bagus ya? Sudah banyak perubahan. Aku dulu siswa disini. Aku 2 tahun lebih tua dari pada kau. Jadi jika aku masih hidup, aku sudah kuliah sekarang. Kira – kira aku kuliah mengambil apa ya jika masih hidup?" tanyanya pada lebih pada dirinya sendiri.

"Kau tahu? Dulu tidak ada kolam disana. Wah, tukang sapunya ganti. Dulu yang menyapu rambutnya sudah beruban semua. Waaah, itu bangunan baru ya? Wah ada mesin minuman disitu. Ya, Neo Arra? Sebenarnya sekolah ini dulu campur antara sekolah yeoja dan namja. Namun yayasan membangun bangunan lagi dibelakang sekolah ini. Akhirnya mereka memisahkan antara murid yeoja dan namja. Cherry blossom High School untuk Yeoja dan Georgy High School untuk namja"

Haaah~ dia ngomong terus sih, batin Baekhyun memutar bola matanya kesal lalu mempercepat langkahnya.

"Yaaa Kau mau kemana?" Teriak Luhan lalu melayang mengejar Baekhyun. Sedangkan yang ditanya tak perduli dan berjalan meninggalkannya.

"Wah ini perpustakaannya? Sudah berubah ya?" Teriak Luhan di sebelah Baekhyun saat mereka sampai di depan perpustakaan.

"Ya Shikeuro!" Baekhyun berucap padanya lalu masuk keruang Perpustakaan. Ia hendak mengembalikan buku yang dipinjamnya kemarin. Sedangkan Luhan, berkeliling ke bagian berita.

"Gumawo Saem" Ucap Baekhyun membungkuk lalu saat balik badan, "Eomo, Kamchagiya!" dia terkejut ketika mendapati Luhan sudah berdiri dibaliknya dengan senyum yang bodoh menurut Baekhyun.

"Wae geurae Baekhyun-Ssi?" Yeo Seongsaeng bertanya bingung

"Aniyo Ssaem, gwenchana. Kaki kananku menginjak kaki kiriku sendiri" Jawabnya tersenyum garing lalu segera pergi dari perpustakaan dan diikuti oleh Luhan. Yeo seongsaeng hanya tersenyum menanggapi.

"Lama sekali didalam" Seru Luhan saat mereka sudah di luar

"Kau tahu? Tadi aku membaca berita tentang kematianku di bagian berita. Tapi sayang tidak ada fotoku. Kau sudah tau? Kau harus membacanya. Kau kenal aku tidak sebelumnya? Aku Sunbaemu. Aku lumayan terkenal dulu"

Baekhyun menghentikan langkahnya lalu menoleh kearahnya dengan tatapan yang kelewat datar.

"Apa? Ah matta, pasti kau belum disini ya? Aku meninggal saat kelas 2. Berarti kau masih kelas 3 menengah pertama" sambungnya. Matanya melirik keatas seperti sedang berfikir.

"Oh aku terkejut" ucap Baekhyun datar.

"Hell, dan itukah wajahmu saat terkejut?" Tanya Luhan memekik berlebihan. Baekhyun mengangguk. Luhan mempoutkan bibirnya dan matanya melirik keatas, sebal.

"Aku kasih tau ya" Luhan menatap Baekhyun kembali "Walaupun kau terus mengikutiku, aku tidak bisa membantu apa – apa" Baekhyun menyilangkan tangan didepan dada. "Jadi berhentilah mengikutiku Luhan. Lagipula, supir yang menabrakmu sudah ditangkap kan? Tidak ada lagi yang bisa ku lakukan" Seru Baekhyun. Namun jitakan yang ia dapat. "AKKHH!" rintihnya mengusap puncak kepalanya "Ya Wae?" Tanyanya jengkel

"Kau harus memanggilku Hyung!" Tegas Luhan "Tidak sopan sekali!"

"Shireo, memangnya kau ini siapa?" Baekhyun ngotot dan Luhan menjitaknya lagi "Ah appo!" Baekhyun mengusap kepalanya lalu saat menoleh pada Luhan hendak marah lagi, Luhan memelas menatap kearah Baekhyun dengan Puppy eyes dan bibirnya agak melengkung kebawah. Seperti tatapan memohon. Seperti tatapan anjingnya saat minta diberi makan dulu. Baekhyun menghela panjang nafasnya. Hatinya luluh. Dia tidak bisa melihat orang memelas seperti itu. Sial! Itu selalu berhasil!, kesalnya dalam hati.

"Arraseo arraseo! Luhan Hyung. Puas?" Seru Baekhyun lalu melanjutkan langkahnya meninggalkannya membuat Luhan tersenyum puas setelahya.

"Ya tunggu aku" Teriak Luhan lalu menyusul Baekhyun. "Kelasmu dilantai dua kan?" Tanyanya

"Eoh~" Jawab Baekhyun "Kau tahu dari mana?" Tanyanya melirik Luhan

"Aku juga bisa membaca pikiran orang" Jawab Luhan. Baekhyun hanya diam. Terlalu malas untuk menganggapi. "Aku dari lahir sudah bisa membaca pikiran orang. Jadi waktu aku meninggal, kemampuanku ikut bersamaku. Entahlah, kira – kira begitu" sambungnya. Tiba – tiba dia melayang kedepan Baekhyun, membuat Baekhyun menghentikan langkahnya. Lalu menyilangkan tangan didepan dada. Dan menatap Baekhyun dengan senyum meremehkan.

"Apa?" Tanya Baekhyun bingung.

"Aku juga tahu kelemahan dan kekuranganmu" Ucapnya sok dengan nada menjengkelkan. Baekhyun sempat terkejut, namun dia tetap mempertahankan raut wajah datarnya.

"Aku tidak mempunyai kekurangan apapun. Aku terlahir sempurna kalau kau belum tahu" Baekhyun mengilangkan tangannya dan menantang tatapan mengejek Luhan.

"Cih~" Ejeknya "Kau masih tetap mengelak?" Tanya Luhan melayang maju "Kau bahkan tidak bisa menolak permintaan orang. Dan sekalinya kau menolak, kau akan mengalah" Baekhyun memutar bola matanya kesal dan mengeluarkan nafas kasar "Kita sudah lihat buktinya barusan"

"Terserah apa katamu" ucapnya pergi melewati Luhan membuat Luhan tertawa dan segera menyusul Baekhyun.

"Berhenti tertawa!"

"Lu, eh Hyung kenapa kau masih berkeliaran disini? Kenapa tidak kembali ke surga?" Tanya Baekhyun penasaran dengan nada yang masih kesal sekaligus, mengalihkan pembicaraan.

"Karena aku masih belum puas disini" Jawab Luhan dengan senyum eyesmile nya "Masih ada yang membuatku tidak tenang" Lanjut Luhan. "Entahlah. Apa ya? Sebelum semua beres, aku akan terus berkeliaran disini. Ah arra? Tempat yang tadi pagi aku menangis, di tengah jalan situ aku kecelakaan. Dan badanku terpental sampai menatap pohon tadi dan meninggal di pohon itu. Ah~ bahkan di bagian bawah pohon masih ada bekas darahku walaupun sudah samar" Oceh Luhan panjang lebar lalu diam menunggu respon Baekhyun. Dan ternyata Baekhyun sedang mendengarkan lagu dengan ipod dan earphonenya.

"BYUUUN BAEKHYUUUN" Luhan berteriak sambil menarik earphone yang dikenakan Baekhyun "APA KAU MENDENGARKANKU? TIDAK SOPAN SEKALI. KARENA KITA DIPERTEMUKAN OLEH GELOMBANG YANG AMAT TERANGAT SANGAT SUPER DUPER MEGA DAN GIGA PANJANG, JADI KITA HARUS BERTEMAN!" Teriaknya tepat di lubang telinga Baekhyun.

O.M.F.G

"Mwoya Igeee?" Teriak Baekhyun sambil mengusap telinga kanannya "Kau pikir aku tuli? Jangan teriak – teriak, suaramu cempreeeng! Cukup sedari tadi kau mengoceh, sudah membuat telingaku berdengung Hyuuung!" Teriak Baekhyun kesal. Menatap Luhan yang melayang disebelahnya dengan tatapan ingin membunuh. Sambil mengusap telinga kanannya yang berdengung.

Tanpa disadari, semua mata di sepanjang koridor memperhatikannya. "Kenapa dia" , "Dia gila ya?" , "Baekhyun bicara pada siapa?" , "Anak yang aneh" , "Aku baru tahu Baekhyun bisa berteriak" , "Dia tidak tersenyum hell" bisik – bisik tentang dirinya mulai terdengar samar – samar. Baekhyun membawa matanya menyusuri koridor yang ramai ini dan mendapati semua mata memandang dirinya. Dia merasa mereka semua akan membunuh dirinya dengan tatapan mata itu. Baekhyun melupakan satu hal, Dia lupa bahwa yang bisa melihat Luhan hanya dirinya.

"Ah, hehe. Cwesongheyo. Silahkan lanjutkan aktivitas kalian. Aku hanya melatih suaraku" Seru Baekhyun tersenyum garing - garing manis lalu berjalan menuju kelasnya. JENGKEL? OH JELAS!

"Luhan–Ssi, kau tahu kan? Yang bisa melihatmu itu hanya aku?" Gumam Baekhyun kesal. Oh tidak, sangat kesal! Heol! Bayangkan saja diikuti hantu seharian ini? Sesange! Bahkan ini masih pukul 8 kurang.

"Kau seperti orang lain saja, panggil aku Luhan Hyung" Balas Luhan santai. Kau memang orang lain, Batin Baekhyun kesal. "Tapi untung Baekki tidak takut denganku. Karena kau, aku bisa berbicara seperti sekarang" seru Luhan senang

"Memang selama ini kau tidak berbicara? Bahkan seperti ada lebah di kedua lubang telingaku! Dan kau bilang kau tidak bicara?" Tanya Baekhyun agak kesal. Yah, dia pikir tidak ada cara lain selain menjawabnya. Tidak ada gunanya didiamkan, toh dia akan mengoceh terus.

"Tidak, bukan itu. Maksudku selama ini. Sebelum aku bertemu denganmu. Aku sendirian. Kesepian. Alone. Aku harus berbicara pada siapa? Tidak ada yang mendengarkanku atau melihatku" nada suaranya berubah sedih. Luhan menunduk. Baekhyun menoleh pada sosok yang melayang disampingnya itu. Kasihan. Iya. Dia kasihan pada-

"Tapi untung Baekhyun bisa melihatku. Jadi aku tidak apa - apa sekarang" Ucap hantu itu bahagia.

TIDAK! Baekhyun menarik kata - katanya lagi! Dia kasihan pada dirinya sendiri yang harus diikuti hantu seperti Luhan! Ya Tuhan!

"Kau memang memiliki kemampuan seperti itu?" Tanya Luhan yang membuat Baekhyun kembali tersadar dari pemikirannya.

"Molla. Aku juga tidak tahu. Ini pertama kalinya aku melihat hantu. Ternyata hantu memang menyeramkan!" Jawab Baekhyun dengan penekanan kata di akhir kalimat. Dia melangkahkan kakinya memasuki ruang kelas.

"YAK! Sialan kau, aku ini tampan" Balas Luhan "Ah... Ini kelasmu?" Gumam Luhan lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar. "Kelasku dulu di lantai 1. Bagus ya. Baekhyun duduk dimana?" Tanya Luhan sambil terus mengekor dibelakang Baekhyun

"Disini" Jawab Baekhyun lalu mendudukki kursinya yang berada didekat jendela. "Jika aku ulangan, kau harus membantuku menjawabnya. Aku duduk sendirian, jadi duduk diam disebelahku!" Lanjut Baekhyun dengan suara rendah yang cukup untuk didengar Luhan.

"Hay Baek?" sapa Jongdae yang baru datang, duduk tepat didepan Baekhyun.

"Hay Jongdae" Balas Baekhyun tersenyum. Sedangkan, Luhan memutar untuk duduk disebelah Baekhyun. Namun, gerakannya terhenti. Matanya menangkap sosok pria di bangku belakang Baekhyun.

"Wae?" Tanya Baekhyun bingung dengan suara pelan "Ya Luhan Hyung" Panggilnya pelan

"Baekki, Kenapa... kenapa anak itu bisa ada disana?" Bisik Luhan pelan. Sedangkan Baekhyun menatap bingung hyung yang baru dikenalnya itu. Dia mulai mempertimbangkan untuk memanggil pengusir hantu. Lalu tiba – tiba keadaan berubah. Tiba – tiba Baekhyun merasakan dingin dan...

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Luhan tersenyum mendapati Baekhyun yang duduk sendiri. Tempat duduknya pun strategis menurut Luhan. Sama seperti tempat duduknya dulu. Nomor tiga dari depan, terletak disebelah jendela, dan ada jarak kira – kira satu dua meter dari tempat duduknya menuju jendela kelasnya yang menghadap kearah lapangan outdoor.

Dia memutar dari depan untuk kekursi sebelah Baekhyun. Daripada melayang melewati atas meja yang menurutnya tidak sopan walau tidak ada yang bisa melihatnya. Luhan hanya ingin bertingkah seperti murid yang normal.

Namun, Luhan tiba – tiba terpaku ditempatnya melayang saat ini. Matanya terkunci pada sesosok namja tampan dibelakang Baekhyun. Namja yang tengah membaca komik dibelakang Baekhyun. Tersenyum tipis kearah komik yang dibacanya. Semuanya terasa kelu bagi Luhan. Bahkan, panggilan Baekhyun pun tidak dihiraukan olehnya.

"Baekki, kenapa... kenapa anak itu bisa disana?" Bisik Luhan pelan yang membuat Baekhyun bingung.

'Dia disana. Sesange, eotokaji? Mereka sekelas? Jadi selama ini...? Tidak, aku harus mengungkapkannya. Ini kesempatanku! Tapi... hanya Baekhyun yang bisa melihat dan mendengarkanku. Tapi ini kesempatanku! Eoh, Eottoke? Majja! Kalau begitu tidak ada cara lain. Hanya ini satu - satunya cara!

Akhirnya Luhan melayangkan tubuhnya mendekati Baekhyun yang tengah bingung menatapnya kali ini.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Baekhyun yang baru saja menyapa Jongdae, melirik Luhan yang berhenti disebelah meja Minseok, teman sebangku Jongdae. Bukannya duduk, Luhan malah berhenti dan menatap sesuatu yang membuat Baekhyun bingung. Sedang apa anak itu?

"Wae?" Tanya Baekhyun bingung dengan suara pelan pada Luhan Hyung. Namun tidak mendapat jawaban dari Luhan. "Ya Luhan Hyung!" panggilnya pelan.

"Baekki, kenapa... kenapa anak itu bisa disana?" bisik Luhan pelan yang membuat Baekhyun bingung.

"Anak itu kenapa sih?" Pikirnya.

"Aku harus mengusir hantu itu. Aku harus membawanya kekuil. Atau ke gereja ya? Atau mencari jasa pengusir hantu di internet?" Fikirnya. Dia mengeluarkan ponselnya. "Atau aku harus bercerita pada Baekbeom Hyung? Atau... Akh~" Tiba – tiba matanya tertutup. Merasakan sesuatu yang aneh dalam dirinya. "Kenapa ini? Kenapa dingin? Kenapa..." Baekhyun mencengkram kuat ponselnya hingga akhirnya dia tidak merasakan apa – apa.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Luhan melayangkan tubuhnya mendekati Baekhyun dan syuuut~ Luhan masuk kedalam tubuh Baekhyun. Baekhyun merasakan dingin menjalar tubuhnya lalu seketika dia tersadar, dia telah berada di awang – awang.

"Eoh? Kenapa aku berdiri?" bingung Baekhyun lalu memperhatikan dirinya. "Ige Mwoya? Aku... melayang?" Tanya Baekhyun pada dirinya sendiri. Baekhyun menjajakkan kakinya ketanah namun dia tidak bisa berdiri dengan kedua kakinya. "Kenapa... kenapa aku melayang?" Tanyanya pada dirinya sendiri

"Kenapa? Kenapa aku seperti Luhan Hyung? Hyung? Hyung Eodikayo?" Teriak Baekhyun saat menyadari Luhan tidak ada. Lalu dia melihat tubuhnya sendiri "Itu tubuhku... Itu tubuhku!" Dia melayang menuju tubuhnya namun dia terpental menatap jendela kelas saat hendak masuk ketubuhnya sendiri. Tubuh Baekhyun yang asli itu mengerjapkan matanya. "Aku disini lalu siapa yang berada didalam tubuhku?" Tanya Baekhyun bingung sambil memegang pundaknya yang lumayan sakit akibat benturan yang lumayan keras.

"Seolma~"dia membelakkan matanya "Luhan hyung? Kau berada didalam tubuhku?" Tanya Baekhyun bingung. Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun mengerjapkan matanya lucu. "Akhirnya aku bisa merasakan kehidupan kembali" Gumamnya dengan senyum lebar lalu menghadap belakang.

*A/N : Bagi yang gak paham. Luhan masuk/merasuki tubuh Baekhyun. Jadinya "ROH" Luhan ada didalam tubuh Baekhyun. Dan "ROH" nya Baekhyun itu melayang. Jadi didalam tubuhnya Baekhyun itu, arwah/rohnya Luhan. Ngerti kan? Intinya Baekhyun kesurupan Luhan '-' Terus rohnya Baekhyun jadi keluar dari tubuhnya sendiri karena dirasuki. Okey? Jadi kalo ada tulisan : Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun, itu TUBUH baekhyun yang ngomong tapi ASLINYA itu ROHnya LUHAN. Arrachi? Kek orang kesurupan gitu deh. Dia ngomong padahal aslinya roh yang ngerasuk dia yang ngomong. LANJUT!

"Park Chanyeol" teriak Luhan yang berada ditubuh Baekhyun saat melihat Chanyeol yang sudah beranjak dari kursinya. Sedangkan yang dipanggil menoleh. Baekhyun yang badannya berisikan roh Luhan itu berdiri dari tempatnya dan berjalan menghampiri Park Chanyeol dengan wajah tertunduk dan tersenyum. Sedangkan Baekhyun yang melihatnya hanya mengernyit bingung.

"Ya, Luhan Hyuung! Kau mau kemana? Kembalikan tubuhku jangan bikin malu!" Teriak Baekhyun frustasi sambil melayang mendekati Luhan yang berada ditubuhnya.

"Ada apa?" Tanya Chanyeol bingung melihat tingkah Baekhyun –sekali lagi yang berisikan Luhan– alisnya bertautan dan tangannya dilipat didepan dada.

"Hyung kau mau apa? Aku tidak pernah berbicara pada Chanyeol sama sekali! Hyung jangan aneh – aneeeh" Teriaknya frustasi. Hendak menyentuh pundak tubuhnya sendiri yang dirasuki Luhan, namun dirinya terpental jauh. "Akh!" teriaknya "Apa – apaan ini? Aku tidak bisa menyentuh diriku sendiri?" teriak Baekhyun yang menatap jendela kelas.

"Ehm Chanyeol, aku mencintaimu dari dulu" Ucap Luhan yang berada di tubuh Baekhyun itu dengan suara yang cukup keras. Wajahnya tertunduk. Semu merah menjalari wajahnya. Dia tersenyum malu.

Semua aktivitas yang terjadi didalam kelas... berhenti seketika.

JiSung berhenti menyalin tugas.

Woohyun berhenti mengangkat ponsel Jihoo.

Jihoo berhenti mengangkat tangannya untuk merebut ponselnya kembali.

Joonmyeon berhenti beragumen dengan Yifan.

ZiTao dan Sehun berhenti saling menendang stipo.

Minseok berhenti menyapu.

Jeongseob berhenti menghapus papan.

Jongdae yang hendak membenarkan tali sepatunya, juga berhenti.

Satu kelas yang hanya sekedar bersenda gurau, berhenti.

HENING

Semua mata memandang Chanyeol dan Baekhyun –yang sebenarnya berisikan Luhan– dengan mata yang seolah tak percaya. "Haaaah?" Teriak beberapa murid tak percaya dengan serempak

"Yyee?" tanya Chanyeol kaget.

"Wuaaaa~ Luhaaan Hyuung" Teriak Baekhyun "Apa yang kau lakukaaan?" lanjutnya dia melayang frustasi mendekati Chanyeol dan hantu sialan itu.

"Aku mencintaimu dari dulu. Aku sudah memendam perasaan padamu dari dulu" Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu mengucapkan kembali pernyataannya. Kelaspun semakin Hening. Cicak yang berdecak didinding juga ikut diam. Chanyeol menatap Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu. Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun pun menatapnya dengan senyum berseri. Seisi kelas memperhatikan dua insan yang mereka tahu masih 'STRAIGHT' itu.

Baekhyun melayang melewati Luhan dan berhadapan dengan Chanyeol "Ya Chanyeol-ssi, jangan percaya kata – katanya. Itu tidak benar. Baekhyun yang sebenarnya disini. Aku Baekhyuun! Dia Luhan Hyung yang memakai tubuhku... Ya Chanyeol–ssi, kau mendengarku? Kau bisa telepati? Jebaaal ini salah paham" Baekhyun berusaha menjelaskan didepan Chanyeol.

"Kau suka aku?" tanya Chanyeol pelan tak percaya. Baekhyun melongo mendengar pertanyaan Chanyeol, lalu menoleh pada tubuhnya sendiri yang dirasuki Luhan itu.

"Ya Hyung, tanggung jawab apa yang kau lakukan?" Baekhyun kesal lalu menoleh pada Chanyeol lagi.

"Iya aku suka padamu" ucap Luhan. DUAAAR! Baekhyun kehilangan irama nafasnya.

"WATDEHEL APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN?" Teriak Baekhyun menoleh pada Luhan. Luhan mengedip penuh arti pada Baekhyun. Oh SHIT! "Hyuung, kembalikaan tubuhkuu" Teriaknya frustasi. Baekhyun mendekati tubuhnya sendiri, hendak memasukinya namun dia kembali terpental.

"Ya Byun Baek, bukannya kau bilang kau Straight?" Tanya Jongdae memecah keheningan kelas. Semua pandang mata menatap Jongdae.

"Jongdae–ya, aku disini. Itu bukan aku" Baekhyun melayangkan tubuhnya mendekati Jongdae.

"Ternyata kau Gay juga. Baru kemarin kau mengejekku dengan Minseok" ledek Jongdae dengan senyum meledek

"YAK! Aku bukan Gaay!" Teriak Baekhyun tak terima.

-FLASHBACK-

Ya memang. Kemarin, Minseok dan Jongdae baru saja jadian. Mereka mengumumkan berita itu didepan kelas dan teman – teman sekelasnya bersorak bahagia. Namun tiba – tiba Baekhyun berkata, "Ya ampun, bertambah lagi pasangan gay dikelas" gumamnya sambil berdiri hendak meninggalkan kelas.

"Kenapa?" Tanya Jongdae bingung

"Aku hanya tidak menyukai hubungan sesama jenis. Ayolah itu tabu! Aku masih suka dada dan bibir yeoja" Ucap Baekhyun terus berjalan keluar kelas.

"Ah, dikelas ini hanya dia yang Straight. Aku lupa" ucap Minseok

"Tidak hanya dia, ada satu lagi" Seru Yifan melirik Chanyeol yang tengah membaca komik.

"Aku akan mentraktir cola satu kelas" Minseok merangkul Jongdae. Dan suasana kelas pun kembali ricuh.

-FLASHBACK OFF-

Minseok yang sebelumnya berada di depan kelas, berjalan mendekati Jongdae. Dia mendudukan pantat montoknya itu diatas meja Jongdae "Aku hanya tidak menyukai hubungan sesama jenis. Ayolah itu tabu! Aku masih suka dada dan bibir yeoja" Minseok memperagakan Baekhyun yang megejek hubungannya dengan Jongdae kemarin. Teman – temannya tertawa. Baekhyun menghampiri Minseok dan memelas didepannya.

"Mungkin karma karena sering meledek kita yang sudah tidak straight" Balas Yifan "Bahkan baru kemarin dia meledek dan sekarang dia sudah menyatakan cinta" dan teman – temannya tertawa kembali.

"Akhirnya... Akhirnya aku bisa mengucapkannya juga" tubuh Baekhyun yang berisikan Luhan itu membalikkan tubuhnya dengan senyum sumringah diwajahnya berteriak ditengah keramaian kelas "Akhirnya aku bisa menyatakannya" Lanjutnya lalu menoleh kesebelah kanan "Setelah sekian lama aku menyimpannya"

"Wooooo~" kelas semakin ricuh.

"OH MY GOOOD!" Baekhyun frustasi akan tingkah Hyungnya yang bodoh itu.

"Kau tak apa Bacon?"

"Don't call me Bacon guys!" teriak Baekhyun

"Byun Baekhyun seleramu tinggi juga ya? Kau menyukai uri Chanyeol"

Tubuh Baekhyun -yang berisikan luhan- bersemu merah.

"Baekhyun kau punya keberanian juga ya menembak dikelas?"

"Bla... bla... bla..." Suasana kelas menjadi bertambah gaduh.

Brak Brak Brak Joonmyeon menggebrak mejanya membuat semua menoleh kearahnya.

"'Daebak! Namja pendiam yang terkesan kalem dan dingin serta menolah mentah – mentah hubungan sesama jenis, menyukai Chanyeol' mungkin itu headline majalah sekolah yang bagus untuk terbit besok" dan seisi kelas kembali tertawa.

"Yeorobuuun, Na Yeogiseo~" rengek Baekhyun lelah karena dia terus melayang kesana kemari untuk menyadarkan teman – temannya. Sedangkan Chanyeol sedari tadi hanya diam mematung memperhatikan Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu dan teman – temannya. Oh bahkan dia terlalu bodoh untuk membalas semua perkataan teman - temannya.

"Psst~" Sehun tiba – tiba mendiamkan semuanya. Semua mata menuju pada Sehun "Uri Byun Baek sudah menyatakan cintanya. Sekarang giliran Park Chan untuk menjawab pengakuan cinta Byun Baekhyun" Seru Sehun yang mendapat CIYE dari teman – temannya.

"Bagaimana Park Chanyeol? Terima saja..." seru Jongdae "Jangan – jangan Chanyeol straight? Nanti cinta Baekhyun bertepuk sebelah tangan dong!" Ucap Tao yang kembali mendapat suara ricuh teman – temannya.

"Ige Mwoya~" Baekhyun membelakkan matanya. Reaksi teman – temannya membuatnya bingung sendiri. "Hyung, berhentilah... kau membuatku malu. Orang yang sudah mati bisa berbuat semaunya ya. Menyusahkan sekali" Seru Baekhyun

"Ada apa ini? Kenapa ramai sekali?" Seru seseorang dari arah pintu seketika. Semua mata menoleh dan kaget mendapat Jeong Songsaeng sudah berdiri di ambang pintu "Semuanya kembali ketempat duduk!" Seketika murid – murid berhamburan duduk ditempatnya masing – masing dan Jeong Songsaeng berjalan menuju meja guru. Untuk pertama kalinya Baekhyun bersyukur dengan kehadiran guru killer itu.

"Hyung, kembalikan tubuhku~" pinta Baekhyun kesal. Lagi. Luhan hanya mengedipkan matanya. OUGH!

Ponsel Baekhyun bergetar. Luhan yang masih berada didalam tubuh Baekhyun itu, membuka ponsel milik Baekhyun. Dan akhirnya Baekhyun melayang mendekati tubuhnya, lalu duduk dikursi kosong sebelah tubuhnya untuk membaca pesan di ponselnya.

Eh?

Dan kerutan samar - sama terlihat di kening Luhan yang masih berada didalam tubuh Baekhyun dan Baekhyun yang duduk disebelah Luhan. Keduanya saling menatap lalu...

=T B C=

=PART 2 END=

Hellobellooo?

Akhirnya Chap 2 udah selesai. Gimana? Serugak?

Ini adalah AWAL dari SEMUA KONFLIK yang akan DIALAMI SAMA BAEKHYUN besok - besok.

Daaan, mau kasih 'pembenaran' sedikit. Kan Yeorky bilangnya, Baekhyun gakenal Chanyeol? Iya emang mereka gasaling kenal. Soalnya Baekhyun itu dikelas kelewat diem. Dia cuman tahu chanyeol, tapi gapernah berinteraksi sama sekali sama chanyeol. Gitu~

Ngomong - ngomong, semua mudeng gak sama 'keadaan' yang saya tulis diatas?

Aduh, Yeorky sempet bingung gimana ngetiknya. Sempet ketik-hapus-ketik-hapus soalnya imajinasi Yeorky terlalu tinggi sih :3 sampe bingung ngetiknya.

Buat yang minta Chanbaek momen, chap selanjutnya bakalan ada... tenang aja. :D

Makasih ya kemarin yang udah repiew, fav, follow cerita ini. Yeorky janji gakan kecewa sama ff ini.

Yudah, Yeorky pulang dulu ya?

Jangan lupa Review ya semuanya? Dibutuhkan tanggapan buat nambah semangat. Hehehe~

Dadaaah semuanyaaaa~ *nutup pintu*