BECAUSE OF GHOST

BY YEORKY

MainCast : Baekhyun, Chanyeol

Other Cast : Luhan & Other member Exo, Jisung, IlJoo

Genre : Romance, School Life

Rated : T

Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*

Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt OOC, Wajib review ya semua ^^

Summary : In adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?

NOTE : Ini ffnya agak belibet ya '-' Buat readers baru, Yeorky jelasin disini. Baekhyun itu ketemu hantu Luhan. Terus Luhan ngerasuki Baekhyun. Atau kalau kata orang Indonesia, Baekhyun kesurupan hantu Luhan. Jadi kalau ada tulisan : "Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu" , "Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun" , "Namja manis yang dirasuki" , "Baekhyun yang sebenarnya dirasuki" dan sejenisnya, itu artinya : roh Luhan ngerasuki tubuh Baekhyun, sehingga roh Baekhyun keluar dari tubuhnya. Daaaan, Yang ngomong itu mulutnya Baekhyun, tapi didalem tubuh Baekhyun isinya roh Luhan. Jadi bisa dibilang, Baekhyun itu kesurupan Luhan. Tubuhnya yang ngomong, tapi padahal hantunya yang ngomong. Dan semua orang dibelahan dunia ini, gak tau kalau Baekhyun dirasuki sama Luhan. Yang kurang jelas, bisa kirim PM ke Yeorky kok :3

.

TANPA EDIT, MAAF TYPO MENYEBAR, BAHASA KURANG JELAS, TULIS KEDEKETAN, KURANG JELAS, ETC. BISA PM BUAT YANG GAJELAS ^^

.

.

.

.

=CHAPTER 3=

Ponsel Baekhyun bergetar. Luhan yang masih berada didalam tubuh Baekhyun itu, membuka ponsel milik Baekhyun. Dan akhirnya Baekhyun melayang mendekati tubuhnya, lalu duduk dikursi kosong sebelah tubuhnya untuk membaca pesan di ponselnya.

Eh?

From : Chanyeol

:)

Baekhyun yang asli dan Baekhyun yang dirasuki Luhan itu saling pandang bingung. Oh, sungguh Baekhyun merasa bingung. Apa maksudnya Chanyeol mengirimi pesan berisi sebuah emoticon smile seperti ini? Seharusnya pesan itu berisi jawaban menerima atau menolak. Atau paling tidak makian dan sejenisnya. Bukankah Chanyeol normal? Pesan ambigu ini membuat rasa penasaran mereka semakin bertambah. Membuat keduanya menolehkan kepalanya kebangku belakang mereka, tempat duduk Chanyeol. Mendapati Baekhyun –yang berisikan Luhan- menatap kearahnya, membuat Chanyeol mengalihkan perhatiannya dari ponsel yang digenggamnya.

Chanyeol menyunggingkan sebuah senyuman kearah Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan. Baekhyun dan Luhan saling pandang bingung.

"Lihatlah, karena kau dia jadi gila hyung!" ucap Baekhyun menatap Luhan yang berada ditubuhnya dan Chanyeol yang tengah tersenyum itu bergantian.

Bukannya merasa bersalah, Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu justru menyunggingkan senyum manisnya. Senyum manis yang dimilik tubuh Baekhyun! HELL! Bahkan dirinya tidak pernah tersenyum semanis itu pada orang lain kecuali pada keluarganya sendiri dan mantan kekasihnya dulu. Dia hanya menyunggingkan senyum tipis selama ini. Oh, Baekhyun ingin membunuh hantu itu jika bisa! Biar dia mati lagi, untuk kedua kalinya!

"Oh sialan! Kenapa kau tersenyum bodoh?" Tanya Baekhyun frustasi.

"Chanyeol hanya tersenyum tipis! Untuk apa kau membalas dengan senyum semanis itu? Senyumanku itu mahal Hyung! Tidak boleh dilihat sembarang oraaang!" kesalnya pada Luhan yang tidak menggubrisnya. Baekhyun akan melupakan hobinya yang tersenyum kepada semua orang sekarang!

"Selamat belajar Park Chanyeol!" ucap Luhan yang berada ditubuh Baekhyun itu lirih. Chanyeol mengangguk dan tubuh Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu menghadap depan kembali.

"Manisnya yang mengaku straight tapi habis menyatakan cinta..." ejek Iljoo, teman sebangku Chanyeol. Luhan tersenyum menatap buku tulisnya dan Baekhyun? Jangan ditanya! Dia sedang...

"Oh tidak! Hidupku akan menjadi suram! Ya tuhaaan!" mendramatisir keadaannya sendiri. Penggila strawberry itu menelungkupkan wajahnya diatas meja.

"Dosa apa yang sudah kulakukan selama ini? Apa yang harus aku katakan pada Baekbeom hyung jika dia bertanya? Ouh ya tuhan!" lanjutnya. Luhan hanya terkikik kecil melihat Baekhyun seperti itu.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Baekhyun amat teramat sangat kesal dan bosan sekarang. Kesal karena tubuhnya tak kunjung kembali dan bosan karena dia tidak bisa berbuat apa – apa sekarang. Bahkan ini sudah hampir istirahat jam pertama. Dia juga pegal karena sedari tadi mengoceh panjang lebar pada Luhan yang menguasai tubuhnya, namun tak digubris sama sekali oleh roh cantik itu. Luhan malah sibuk mencatat tanpa memperdulikan Baekhyun yang mengoceh disebelahnya. Oh big damn! Baekhyun kesal sekarang. Dia menompang dagunya dan mengerucutkan bibirnya sebal sambil menggambar pola tak jelas diatas meja.

2 menit lagi bel istirahat pertama berbunyi. Choi Siwon songsaenim tengah berkutat dengan buku absennya sembari menunggu semua siswa selesai mencatat penjelasannya tadi dan menunggu bel istirahat pertama.

Tiba – tiba tubuh Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu menutup semua buku dan memasukan bulpen kesaku lalu berdiri dan berjalan kedepan. Baekhyun yang mendapati hal itu menjadi bingung.

"Kau mau kemana Hyung?" teriak Baekhyun malas "Bel istirahat masih 2 menit lagi!" teriaknya lagi namun tak digubris olehnya.

"Ssaem, boleh aku ijin kekamar mandi?" tanya Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu. Choi songsaeng mengangkat kepalanya lalu tersenyum.

"Eo, silahkan Baekhyun." jawabnya. Luhan tersenyum menanggapi lalu berjalan keluar kelas.

"Kau mau apa kekamar mandi Hyung?" teriak Baekhyun masih enggan berdiri. Tiba – tiba dia menegakkan badannya. "Oh jangan bilang dia kekamar mandi, lalu melepas celana dan... oh tidak! HYUUUUNG~"teriaknya lalu melayang mengejar tubuhnya yang dirasuki itu.

"Apa yang mau kau lakukan? Kau mau apakan tubuhku dikamar mandi? Dasar maniak!" teriak Baekhyun yang sudah berada disebelah Luhan. Luhan meliriknya lalu tersenyum meremehkan membuat Baekhyun kesal setengah mati. "Yak! Sialan! Kembalikan tubuhku!" teriaknya lagi.

"Bagaimana bisa aku disebut maniak? Bahkan aku menyentuh dengan tanganku sendiri! Tangan dari tubuh yang sama!" ucap Luhan saat mereka menuruni tangga yang sepi "Kecuali jika orang lain yang menyentuh. Kau bisa menyebut mereka maniak." lanjutnya enteng tanpa beban.

"Tapi itu tubuhku Hyung!" ucap Baekhyun frustasi sambil melayang kedepan Luhan. Luhan hanya menatapnya sebentar lalu melewatinya begitu saja membuat Baekhyun berkomat – kamit tak jelas. Dia tak bisa membayangkan Luhan menyentuh bagian dirinya yang privasi. Oh tidak! Tidak! Itu tidak bisa dibiarkan!

"Hyuuung berhenti di- eh kenapa dia belok kekanan?" tanya Baekhyun saat melihat Luhan berbelok kekanan bukannya kekiri. Karena kamar mandi paling dekat terletak dilorong sebelah tangga ini. "Dia mau kemana?" tanyanya lagi. Dia segera melayang dan mengikuti tubuhnya yang dirasuki Luhan itu dan tujuannya adalah,

"Kantin?" tanyanya "Untuk apa dia kekantin? Ya tuhan aku merasa menjadi anak nakal sekarang!" lanjutnya lalu melayang mendekati Luhan.

"Kau mau apa dikantin?" tanya Baekhyun kesal dan bingung. Luhan mengeluarkan uang dari celana dan menunjukkan didepan Baekhyun.

"Aku tidak terlalu bodoh untuk mengetahui kau kekantin untuk membeli makanan!" Baekhyun melipat tangannya didepan dada. "Dan Hey, itu uangku! Tidak sopan sekali." Dan Luhan hanya mengedikkan bahunya tidak peduli membalas ucapan Baekhyun.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Luhan kembali kekelas setelah membeli cola dan roti isi, dengan uang Baekhyun. Baekhyun berpikir, mungkin tak apa. Toh jika dia berada didalam dirinya sendiri, dia juga akan melakukan itu. Baekhyun yakin, Luhan merasakan tubuhnya lapar. Ya mungkin tidak ada salahnya.

Bel istirahat berbunyi tepat saat Luhan berada ditangga teratas. Dia tersenyum senang mendapati ini, sesuai rencananya. Saat sampai dikelasnya, Choi Siwon juga sudah tidak ada dikelasnya. Para penghuni kelas juga mulai ramai dan membersihkan meja mereka. Luhan melangkah masuk diikuti Baekhyun yang melayang dibelakangnya. Bukannya duduk dibangkunya sendiri, Luhan malah menghampiri bangku yang terletak tepat dibelakang tempat duduknya. Bangku Chanyeol.

"Oh tidak, jangan lagi!" ucap Baekhyun lalu segera melayang mendekati Luhan yang berada didalam tubuhnya itu.

"Chanyeool~" sapa Luhan yang berada ditubuh Baekhyun itu manis. Suaranya yang lumayan keras namun terkesan imut itu membuat sebagian isi kelas menoleh padanya.

"Apa yang kau lakukan? Satu kelas menoleh padamu! Kau sengaja ya?" tanya Baekhyun disebelah Luhan.

Baekhyun menoleh pada Chanyeol. "Chanyeol, aku minta maaf. Jangan-"

"Hay Baekhyun?" sapa Chanyeol tersenyum. Baekhyun menghentikan ucapannya dengan sangat tidak elit karena terpotong sapaan Chanyeol barusan. Membuat Luhan tersenyum penuh kemenangan sambil melirik Baekhyun disebelahnya.

Baekhyun melirik tubuhnya yang dirasuki Luhan disebelahnya. "Dasar hantu!" umpatnya kesal lalu melayang menjauhi mereka berdua.

"Ini untukmu." Luhan memberikan cola dan roti yang dibelinya tadi "Aku barusan dari kantin" lanjutnya. Baekhyun sontak membulatkan matanya lebar – lebar lalu menoleh.

"Untukku?" tanya Chanyeol sambil menerima pemberian Luhan

"KAU MEMBELI ITU UNTUKNYA?" entah itu pertanyaan atau pernyataan, Baekhyun mengucapkan itu dengan berteriak dan kembali melayang mendekati mereka.

"Iya aku membeli untuk Chanyeol." Luhan menjawab pertanyan Chanyeol sambil tersenyum manis dan melirik Baekhyun yang sudah sampai disebelahnya. Seolah jawaban itu juga untuknya.

"Terimakasih Baek." Chanyeol tersenyum lalu sebelah tangannya sibuk merogoh tasnya.

"JEBAL! BAHKAN ITU MENGGUNAKAN UANGKU!" Baekhyun masih tidak terima. Tangannya terkepal. Matanya menatap Luhan sengit. Namun dia bisa apa? Baekhyun tidak bisa menyentuh tubuhnya sendiri jika dirasuki. Sangat merepotkan!

"Baek, aku baru tahu kau ini tipe orang yang berusaha keras!" ucap Jongdae sambil menutup resleting tasnya. "Kau berusaha agar Chanyeol menerimamu." lanjutnya sambil tertawa kecil. Chanyeol menoleh pada Jongdae dan hanya tersenyum menanggapi. Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu juga tersenyum. Dan Baekhyun yang asli? Asdfghjkl. Tidak bisa dijelaskan.

"Kau bawa bekal?" tanya Luhan yang berada ditubuh Baekhyun itu bingung saat melihat Chanyeol mengeluarkan kotak bekal. Chanyeol mengalihkan pandangannya pada Baekhyun –yang berisikan Luhan-.

"Eo. Mau makan bersama Baek?" tawar Chanyeol mengangkat kotak bekalnya.

"TIDAK!" jawab Baekhyun tegas.

"Mau!" jawab Luhan yang berada ditubuh Baekhyun senang "Kajja~" dan dia menarik lengan Chanyeol membuat teman – temannya yang masih berada dikelas ber-ciye-ria.

"HEY! Yang ditanya itu Baekhyun! Bukan Luhaaan!" teriaknya "Ah molla! Jika begini terus, aku bisa stress!" dia akhirnya melayang pergi dari kelas tanpa ada niatan mengikuti kemana perginya Chanyeol dan tubuhnya yang dirasuki Luhan itu.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Chanyeol dan Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu berada di atap sekolah sekarang. Mereka duduk di kursi – kursi yang tidak terpakai.

"Hm... udaranya sejuk sekali." gumam Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun sambil meregangkan kedua tangannya. Chanyeol tersenyum melihat tingkah Baekhyun –yang sebenarnya berisikan Luhan- itu. Dia membuka kotak bekalnya lalu menunjukkannya pada Luhan.

"Wah, kimbap..." gumam namja mungil yang dirasuki itu. "Aku sudah lama tidak merasakan kimbap." lanjutnya. Luhan mengambil satu potongan besar. Menatapnya sambil memutar tangannya lalu sedikit mengendusnya. Chanyeol bingung melihat itu.

"Kau sedang apa Baek?"

"Kau buat sendiri? Ini bukan kimbap instan kan?"

"Aku buat sendiri!" jawab Chanyeol kesal merasa tersinggung.

"Aku hanya bercanda..." Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu tersenyum bocah menanggapi Chanyeol. Lalu dia menyodorkan kimbap yang dipegangnya tadi pada Chanyeol.

"Wae? Kau tak mau?" tanya Chanyeol bingung

"Ani, suapi aku!" pinta Luhan yang berada ditubuh Baekhyun "Supaya tambah enak Chan..." lanjutnya. "Biasanya jika makan disuapi dengan yang buat akan tambah enak."

"Jadi Baek, kau mau mengatakan jika kau berada direstoran kau minta disuapi oleh kokinya?" tanya Chanyeol sambil terkekeh

"Ide bagus, akan aku coba besok – besok" jawab Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu.

"Berikan padaku" suruh Chanyeol dan Luhan memberikan potongan kimbap itu.

"Bilang Aaaa" suruh Chanyeol dengan nada lucu. Luhan tersenyum.

"Aaaaa" Luhan melebarkan mulutnya lebar – lebar dan dia segera keluar dari tubuh Baekhyun.

Syuuuut~

"Eoh?" cicit Baekhyun pelan. Dia mengerjapkan kedua matanya lucu. Barusan dia tengah melihat kelas sebelah yang dimarahi habis – habisan oleh Jeong songsaeng dan berakhir tak istirahat. Lalu tiba – tiba, dia kembali kedalam dirinya sendiri. Kejadian yang tak sampai hitungan 1 detik itu jelas membuat Baekhyun bingung. Baekhyun menyentuh kedua pipinya. "Aku kembali" ucapnya. Dia bisa merasakan tubuhnya kembali. Tangannya meraba seluruh tubuhnya.

"Aku kembali!" ucapnya bahagia. "Tubuhku kembali. Akhirnya." lanjutnya sambil meraba dadanya. Dia merasa lega.

"Baek?" suara berat itu seperti membuat Baekhyun tersadar dari acara bahagianya barusan. Dia mulai memperhatikan daerah sekitanya lalu mengernyit bingung. Bukankah tadi dia berada dikelas 2-2? Kenapa sekarang berada diatap sekolah?

"Baekhyun?" panggil seseorang membuyarkan lamunannya. Dan Baekhyun menoleh lalu kaget mendapati Chanyeol disini. Disebelahnya. Menatapnya heran dengan tangan meemegang kimbap menggantung diudara. Seperti ingin menyuapi, batin Baekhyun bingung

"Chanyeol?" Baekhyun mengerjap heran.

"Kau tak apa?" tanya Chanyeol khawatir dan bingung disaat yang bersamaan. Keningnya berkerut samar. Baekhyun mengangguk sebagai jawaban. "Kenapa kau bertingkah aneh?"

"Bertingkah aneh?" tanya Baekhyun balik. Oh, dia baru ingat. Luhan. Ini pasti ulahnya! Dia yakin. Dia membawa matanya menyusuri atap sekolah itu, mencari keberadaan Luhan. Namun nihil. Hantu cantik itu tak ada disana. Awas kau hantu sialan!

"Baekhyun?"

"Eh, iya?"

"Kau mau aku suapi atau tidak?"

"Kenapa harus disuapi?"

"Bukankah kau yang minta?"

"Aku yang minta?" tanya Baekhyun kaget. Chanyeol mengangguk. Luhan Hyung -_-, batin Baekhyun kesal. Melihat Chanyeol kebingungan membuatnya tak tega untuk menolak.

"Eh, itu apa?" tanya Baekhyun memperhatikan makanan yang dibawa Chanyeol.

"Kimbap?" jawab Chanyeol bingung.

"Itu kimbap instan?" tanya Baekhyun lagi.

"Sudah kubilang, aku buat sendiri Baekhyun!" jawab Chanyeol mengehela nafas kesal "Kau tidak yakin? Apa segitu buruk penampilan kimbap buatanku?" tanyanya lagi.

"Ani, hehehe maaf." Baekhyun membuka mulutnya dan Chanyeol memasukkan kimbap itu kemulut Baekhyun. Baekhyun langsung menutup mulutnya tanpa tahu tangan Chanyeol masi memegang kimbap itu.

"Jariku!" Baekhyun membuka mulutnya kembali saat merasakan jari Chanyeol memenuhi mulutnya. "Kimbapnya saja yang dimakan. Jariku jangan" Chanyeol menggosokkan jarinya pada celananya.

"Mian, tidak sengaja." Baekhyun mengunyah kimbap buatan Chanyeol.

"Eottae? Enak kan?"

"Eo. Ini enak sekali!" jawab Baekhyun senang. "Kau yakin membuatnya sendiri?" tanyanya sambil terus mengunyah kimbapnya lucu

"Kau sudah bertanya itu 3 kali" jawab Chanyeol dan Baekhyun hanya tersenyum kecil menanggapi. Chanyeol terkekeh melihat cara Baekhyun mengunyah kimbap buatannya itu. Seperti kesusahan. Pipinya sedikit mengembung karena potongan kimbap yang dikunyahnya agak besar dan mulutnya yang kecil. Chanyeol mengulurkan kedua tangannya dan menepuk kedua pipi Baekhyun keras.

"Uhuk Uhuk..." Baekhyun tersedak kimbap yang akan ditelannya. Dasar Chanyeol sialan. "Uhuk.. a.. uhuk... ir... uhuk..." pintanya pada Chanyeol. Dia memukul dadanya, dengan maksud mengurangi batuk dan meredakan keseleknya.

"Apa?" tanya Chanyeol pura – pura bingung.

"Uhuk..." Baekhyun menunjuk cola yang dibawa Chanyeol

"Ini?" tanya Chanyeol bingung. Dia menunjuk roti. Baekhyun menggeleng. "Oh kau menunjuk cola?" Baekhyun mengangguk. Oh tenggorokannya sakit sekarang. Chanyeol cepatlaaah!

"Uhuk Uhuk" Chanyeol membukakan cola itu dan langsung direbut oleh Baekhyun. Dan dengan rakus, meminumnya. "Uhuk... Uhuk... Ehem..."

"Sudah baikan?" Baekhyun melirik kesal pada Chanyeol. "Apa? Kembalikan colaku" dan Baekhyun memberikan cola itu.

"Untung kau memberiku cola tadi. Jika tidak, kau bisa mati tersedak hari ini"

"Untung kau lumayan pintar tadi, mengerti maksudku menunjuk cola. Jika tidak, aku bisa mati tersedak hari ini. Dan aku tidak akan membuat hidupmu tenang!" Baekhyun menatap Chanyeol kesal.

"Sama – sama." balas Chanyeol tersenyum

"Aku tidak sedang berterimakasih" sungut Baekhyun kesal. Chanyeol mengedikkan bahunya tak peduli lalu mengambil sepotong kimbap dan memakannya.

"Kau kenapa bertingkah aneh tadi?" tanyanya

"Kapan aku bertingkah aneh?"

"Tadi. Awalnya kau ceria. Minta disuapi, lalu membuka mulutmu lebar – lebar dan sepersekian detik setelahnya kau berubah menjadi bingung dan aneh. Bahkan kau menanyakan hal yang sudah kau tanyakan sebelumnya." jawab Chanyeol. Baekhyun mengingat – mengingat lalu mengangguk – anggukan kepalanya mengerti.

"Oh... Aku sering amnesia tiba – tiba." jawab Baekhyun asal ikut mengambil kimbap.

"Amnesia tiba – tiba?" tanya Chanyeol bingung. Baru kali ini mendengar istilah seperti itu. Baekhyun mengangguk menjawab pertanyaan Chanyeol. "Memang ada amnesia tiba – tiba?"

"Ada."

"Sejak kapan?"

"Sudah lama."

"Buktinya?"

"Aku?"

"Kenapa aku tidak tahu?"

"Kenapa kau harus tahu?"

"Kenapa aku harus tidak tahu?"

"Kenapa kau bertanya padaku Yeol?"

"Karena kau penderitanya" Baekhyun memutar bola matanya malas.

"Cari saja dibuku."

"Aku tidak pernah menemukan yang seperti itu."

"Bukumu kurang lengkap."

"Kau punya buku penjelasannya?"

"Tidak."

"Lalu?"

"Tanyakan pada guru sains."

"Kenapa tidak padamu?"

"Kenapa harus aku?"

"Karena kau penderitanya."

"Kenapa kau terus bertanya?"

"Karena aku penasaran!"

"Dan kapan kau akan berhenti bertanya?"

"Dan kenapa aku berhenti bertanya?"

"Karena aku tidak bisa mengunyah dengan benar Chanyeol. Kau banyak bertanya. Pertanyaanmu tidak penting" jawab Baekhyun kesal. Chanyeol menatap Baekhyun datar sebentar lalu mengedikkan bahunya dan melanjutkan makan kimbapnya.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Baekhyun berjalan dengan santai menuju kelasnya. Saat tiba – tiba Luhan merasuki tubuhnya lalu berlari menuju kelas tanpa mengindahkan teriakan Baekhyun. Iljoo hendak masuk kekelas saat tiba – tiba tangannya ditarik oleh Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun.

"Yayaya, Baek!" pekik Iljoo saat tangannya ditarik. "Kita mau kemana?" tanyanya sambil berusaha menarik tangannya kembali. "Tugasku belum selesai!"

"YA HYUUNG, KAU MAU KEMANA?" teriak Baekhyun saat melihat tubuhnya yang dirasuki menarik tangan Iljoo. "Aish~" dan terpaksa dia mengikuti mereka.

"Byun Baek" panggil Iljoo. Mereka berdua menuruni tangga dengan tergesa dan segera berbelok kekiri, tujuannya adalah,

"Kamar mandi? Untuk apa kita kekamar mandi Baek?" tanya Iljoo bingung.

"Hyung kau mau apa kekamar mandi berdua dengan Iljoo? Ya ampun jangan aneh – aneh Hyung!" seru Baekhyun lalu melayang mendekati mereka.

Brak!

"YAK!" teriak Baekhyun. Dia berhenti melayang tiba – tiba karena pintu kamar mandi ditutup tepat saat dia hendak melayang masuk.

"Baek" panggil Iljoo sambil melepas tangannya dari genggaman Baekhyun yang berisikan Luhan. "Sebenarnya mau apa kau menarikku kekamar mandi? Tugasku belum selesai!" tanyanya kesal. Baekhyun yang berisikan Luhan yang sedang mengunci pintu dari dalam itu menoleh pada Iljoo dan tersenyum miring. Iljoo yang melihatnya pun menjadi bingung.

Baekhyun diluar sana akhirnya memutuskan untuk menembus pintu kamar mandi.

"Baekhyun?" panggil Iljoo "Baek kau kenapa? Kau mau menerkamku?" tanya Iljoo tenang. Namun Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu terus memajukan langkahnya dan Iljoo hanya diam ditempat.

"Hyung jangan berbuat bodoh lagi, aku mohon!" Pinta Baekhyun kesal dan frustasi. Namun Luhan tak menghiraukan ucapan Baekhyun.

"Baek kau tahu, aku ini seme. Aku tidak mempan diancam dengan begituan. Yang ada malah aku yang balik menerkammu!" ucapan Iljoo barusan mampu menghentikan aksi Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu.

"Eo, benarkah?"

"Haaah~ setidaknya disini sepi!" Baekhyun menghela nafas lega

"Kau ini sebenarnya mau apa?" tanya Iljoo. Luhan memutar otaknya sekarang.

Apa yang harus kulakukan? Iljoo seme ternyata. Haruskah aku beraegyeo?, tanya Luhan dalam hati.

"Tugasku belum selesai Baek! Kau ingin Kang songsaeng menghukumku?" tanya Iljoo lagi. Dan namja mungil yang dirasuki didepannya itu menggelengkan wajahnya dengan ekspresi dibuat seimut mungkin.

"Aku ingin minta tolong Iljoo-ah" ucapnya dengan wajah dan suara yang dibuat imut. Wajah Baekhyun yang memang menggemaskan saat beraegyeo, membuat Iljoo menghela nafasnya. Dan membuat Baekhyun yang asli menatap horor kearah Iljoo dan tubuhnya yang dirasuki Luhan.

"HYUNG! Kenapa kau beraegyeo?!" kesalnya menatap Luhan.

"Minta tolong apa?" tanya Iljoo

"Aku ingin duduk dengan Chanyeol" pinta Baekhyun yang berisikan Luhan itu.

"ASTAGA! Kenapa minta pindah segala?" teriak Baekhyun menggema dikamar mandi.

"Baiklah!" jawab Iljoo

"Ya ampun!" pekik Baekhyun saat mendengar jawaban Iljoo

"Tapi jangan bilang pada Chanyeol aku yang menyuruh" pinta Luhan lagi.

"Baiklah" jawab Iljoo lagi.

"Terimakasih Iljoo~ Kau yang terbaik"

"Eoh~ sama – sama" dan Baekhyun sekarang berusaha membenturkan kepalanya ketembok yang sebenarnya tidak bisa karena kepalanya terus menembus.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Keesokan harinya, Luhan kembali merasuki tubuh Baekhyun saat Baekhyun tengah berjalan kekelas. Dengan seenaknya dan secara tiba – tiba, Luhan masuk ketubuh Baekhyun lalu segera berlari menuju kelas dan meninggalkan roh Baekhyun yang melayang. Membuat Baekhyun berkomat – kamit dan bersumpah serapah lalu mengejar tubuhnya yang dirasuki.

Dan kejadian – kejadian yang memalukan terjadi kembali. Apalagi setelah sekarang, Iljoo sudah bertukar tempat dengannya. Baekhyun harus menghela nafas dan menutup mukanya malu saat semua temannya menertawakan / menggodanya. Itu memang Luhan, tapi yang dilihat oleh mereka semua adalah Baekhyun. Seperti saat disuruh mengerjakan soal Ekonomi tentang rumus fungsi permintaan dan fungsi penawaran didepan. Bukannya menulis jawaban, Luhan malah menulis "Chanyeol" dipapan. Membuat guru memarahinya dan membuat teman – temannya tertawa.

Baekhyun malu dan kesal. Dia baru kali ini dipermalukan seperti itu.

1. Malu karena Luhan menulis 'Chanyeol' bukannya jawaban

2. Malu karena dimarahi dan ditertawakan satu kelas

3. Malu karena hangul yang ditulis Luhan itu salah. Yang seharusnya tulisannya Chanyeol menjadi Janyol.

"Bagaimana bisa kau menulis nama Chanyeol menggunakan Jieut* bukannya Chieut** sebagai jawaban?" tanya Songsaengnim tak habis pikir. "Kembali ketempat dudukmu! Dan tolong perhatikan saya Byun Baekhyun-Ssi. Saya tidak mentolerir anak – anak yang cuek pada pelajaran saya!" ucapnya dan Baekhyun yang berisikan Luhan itu kembali duduk.

Sekali lagi. Walaupun itu adalah Luhan, tapi semuanya melihat itu adalah Baekhyun. Oh Baekhyun sangat malu dan kesal sekarang.

"Aku tidak tahu kau sangat bodoh dalam pelajaran Ekonomi. Itu bahkan rumus yang mudah Hyung" ucap Baekhyun kesal menatap sosok disebelahnya.

"Bagaimana bisa kau menulis Chanyeol dengan Jieut sebagai jawaban keseimbangan pasar setelah disubsidi?" tanyanya lagi sambil menatap garang kearah Luhan "Aku juga baru tahu kau terlalu bodoh untuk membedakan mana Chieut dan mana yang Jieut! Lihatlah kau berhasil membuat satu kelas menganggapku bodoh!"

"Aku sudah 2 tahun tidak sekolah. Aku lupa cara mengerjakan rumus fungsi penawaran dan permintaan seperti itu" jawab Luhan lirih tak peduli. Dia tetap menatap papan, memperhatikan guru sambil mencatat penjelasannya dibuku tulis milik Baekhyun.

"Tapi tidak harus menulis nama Chanyeol dengan Jieut sebagai jawaban kan Hyuuung? Kau bahkan salah menulis hangeul Chanyeol!" ucap Baekhyun kesal setengah mati.

Luhan mengangkat bahunya tak peduli dan itu membuat Baekhyun kesal. Sangat! Bagaimana bisa dia tak peduli? Dan coba lihat, satu kelas sesekali melirik kearahnya dan menertawakan kebodohannya. Dan coba lihat sekali lagi, Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu tersenyum sambil peace sign kearah mereka semua!

Setelah jam pelajaran berakhir, Luhan baru mengembalikkan tubuh Baekhyun dan membuat Baekhyun lega. Dia segera berlari pulang secepat kilat karena malu dengan semua temannya dan Chanyeol. Dan Luhan, juga tidak pernah mengikutinya kerumah. Baekhyun hanya mengehela nafas lega. Setidaknya, dia bisa santai dirumah tanpa harus repot – repot mengurusi hantu itu.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Keesokan harinya, Baekhyun berangkat dengan perasaan senang seperti kemarin – kemarin. Karena Luhan tidak menampakkan dirinya lagi semenjak jam pelajaran terakhir kemarin. Beda seperti kemarin – kemarin, Luhan akan menampakkan dirinya dihalte atau di gerbang sekolah. Tapi hari ini? Dia tidak melihatnya sejauh ini. Dia tersenyum tipis pada semua orang yang dilewatinya atau mereka yang menyapa Baekhyun. Saat hendak memasuki kelasnya,

"BAEKHYUUUN~"

"Aaaaa" teriak Baekhyun berjingkat kebelakang. Membuat semua teman yang sudah didalam kelas dan Sehun yang ingin memasuki kelas terjingkat kaget karena teriakan Baekhyun. Baekhyun menoleh dan mendapati Luhan tersenyum bodoh kearah Baekhyun.

"Hay Baekhyun?" sapa Luhan hangat.

"Kau lagi?" tanya Baekhyun tak habis pikir. Baru saja dia senang karena bebas.

"Selamat pagi juga" jawab Luhan tersenyum

"Aku tidak sedang menyapamu! Kau ingin membuatku mati karena terkejut ha?" tanya Baekhyun kesal. Teman – temannya yang melihat Baekhyun marah – marah diambang pintu itu menjadi bingung. Mereka saling menatap satu sama lain.

"Baekhyun marah – marah pada siapa?" tanya Chanyeol bingung pada penjuru kelas

"Aku pikir Sehun. Diambang pintu hanya ada mereka berdua" sahut Suho.

"Baek? Kau kenapa?" panggil Sehun lirih karena terkejut dengan ucapan Baekhyun yang marah – marah barusan.

"Kau terkejut? Itu memang tujuan dari mengejutkan orang kan?" tanya Luhan polos

"Kau itu benar – benar bodoh atau pura – pura?" tanya Baekhyun balik

"Eh?" Sehun yang merasa pertanyaan itu untuknya, menjadi bingung. Teman – temannya yang menonton pertengkaran didepan juga kaget. Memang dia habis melakukan apa sehingga Baekhyun marah seperti itu?

"Aku salah bicara?" tanya Luhan dengan mimik muka bingung yang dibuat lucu. Baekhyun memutar bola matanya malas.

"Sedang apa kau disini? Kau tidak bisa membiarkanku tenang?" Baekhyun melipat tangannya didepan dada

"Ini kan kelasku juga" gumam Sehun

"Sekolah" jawab Luhan balik

"Ini bukan sekolahmu! Lebih baik kau pergi sekarang, Aku malas melihatmu" balas Baekhyun dan Sehun terkejut mendengar jawaban Baekhyun.

"Kau tidak boleh marah – marah seperti itu" ucap Luhan. "Lihatlah sekelilingmu!" suruh Luhan. Membuat Baekhyun berdecak kesal lalu menoleh keselilingnya. Baekhyun membelakan matanya terkejut dan melepaskan silangan tangannya didepan dada karena mendapati semua mata disana menatap aneh dan bingung kearahnya.

Teman – temannya yang berada didalam kelas, menoleh padanya yang berada tepat diambang pintu. Teman – temannya yang hendak masuk kelas juga menatap aneh pada Baekhyun yang dianggap marah – marah tidak jelas pada Sehun. Baekhyun baru ingat, dia berada diambang kelas. Dan hanya dia yang bisa melihat Luhan. Baekhyun menoleh pada Luhan kembali dengan tatapan 'Ini-semua-karena-kau'. Luhan terkikik geli mendapati Baekhyun yang seperti itu.

"Kau, marah padaku Baek?" tanya Sehun lirih. Baekhyun menolehkan wajahnya pada Sehun yang berdiri disebelahnya.

"Kenapa membentakku? Aku salah apa padamu?" tanyanya lagi. Oh tidak mata Sehun mulai berkaca – kaca. Semua teman – temannya menatap garang kearahnya sambil menyilangkan tangannya didepan dada atau memasukkan tangannya kesaku celana.

Glek!

Tao dan Sehun adalah saudara satu ibu beda ayah. Tao satu tahun lebih tua dari Sehun dan mereka berdua adalah maknae dikelas 2-1. Jika dilihat dari umurnya, Tao seharusnya masih duduk dibangku kelas 1 menengah atas dan Sehun di bangku kelas 3 menengah pertama. Namun karena Sehun sekolah lebih cepat 1 tahun, dia dan Tao jadi sama – sama duduk dikelas 1 menengah atas. Dan karena kepintaran mereka yang melebihi teman – teman sepantaranya dikelas 1, semester 2 kemarin para guru sepakat meningkatkan grade mereka dan menaruh mereka dikelas 2 menengah atas sejajar dengan para Sunbaenya. Maka dari itu, seluruh siswa dikelas 2-1 sangat menjaga mereka karena mereka adalah Maknae kelas.

"Sehun? Kau kenapa?" tanya seseorang yang baru datang tiba – tiba. Baekhyun menoleh dan mendapati Tao menatap adik tirinya itu lalu menatap semua temannya meminta penjelasan. Semua mata yang menatap pada Baekhyun, seolah menjawab pertanyaannya.

"Kau ini kenapa sih Baek? Datang langsung marah – marah? Kau pms?" tanya Suho sang ketua kelas menghampiri kerumunan didepan pintu. Luhan tertawa mendengar ucapan Suho membuat Baekhyun melirik garang pada hantu itu.

"Eh bukan, maksudku aku..." dia bingung harus menjelaskan seperti apa. Dia mendapati Chanyeol menatap bingung padanya dibangkunya sana. "Jadi, aku tadi..." dia mengalihkan pandangannya pada Luhan meminta pertolongan.

"Apa? Tidak tahu malu sekali minta pertolongan setelah marah – marah" Luhan menyilangkan tangannya didepan dada.

"Baek?" panggil Suho menuntut penjelasan Baekhyun. Baekhyun semakin menatap Luhan melas.

"Arraseo Arraseo" dia melayang mendekati Baekhyun dan merasuki tubuhnya.

Syuuut~

"Haaaah~" Luhan yang rohnya sudah berada didalam tubuh Baekhyun itu merentangkan kedua tangannya tinggi – tinggi walau kenyataan badannya tidak tinggi. Semua mata termasuk roh Baekhyun yang telah melayang itu menatapnya bingung.

"Kau sedang apa Hyung?" tanya Baekhyun bingung

"Baekhyun?" Panggil Suho

"Ah~ maaf" Baekhyun yang berisikan Luhan itu tersenyum lebar "Kalian semua kenapa menganggapnya serius sih?" Teman – temannya yang menatapnya itu bertambah bingung. "Sehun, jangan menangis. Dasar cengeng" ejeknya.

"HYUNG! Kenapa tambah memperburuk suasana?"

"Kau ini kenapa sih Baek? Kau punya masalah apa dengan adikku?" tanya Tao tak terima. Chanyeol bangkit dari kursinya lalu mendekat kearah kerumunan itu. Melihat itu, Luhan memanfaatkan keadaan

"Aku tidak punya masalah apapun dengan adikmu" jawab Baekhyun yang dirasuki Luhan.

"Kau punya!" bentak Tao pada Baekhyun sambil mengusap punggung Sehun.

"Chanyeol, Tao marah padaku" Baekhyun yang berisikan Luhan itu merajuk pada Chanyeol yang sudah berada disebelahnya.

"Oh tidak, dia semakin memperburuk keadaan" ucap Baekhyun lalu memijit pelipisnya. Chanyeol membawa tubuh Baekhyun yang dirasuki kepelukannya.

"Tao sabar, mungkin Baekhyun..."

"APRIL MOOOP!" teriak Baekhyun yang berisikan Luhan itu tiba – tiba. Hening. Semua mata menatap Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu kaget. Ternyata Baekhyun hanya bercanda? Sehun yang semula menunduk, mengangkat wajahnya dan menatap cengo kearah Baekhyun.

"Oh, benar juga. Ini kan 1 April?" tanya Baekhyun pada dirinya sendiri.

"Maafkan aku semuanya... Aku hanya bercanda. Ini Aprilmop. Kita harus merayakannya bukan?" tanya Baekhyun yang berisikan Luhan itu dengan berbinar. Teman – temannya memandang Baekhyun yang berisikan Luhan dengan pandangan 'benar-juga-ya'

"Aku pikir kau benar – benar marah padaku!" ucap Sehun kesal lalu menghapus beberapa air yang jatuh dari matanya.

"Hehehe... Maafkan aku!" pinta Baekhyun yang berisikan Luhan itu tulus. Baekhyun yang melihat tingkah Luhan itu tersenyum geli. Luhan melirik kearahnya lalu mengedipkan sebelah matanya.

"Gumawo" ucap Baekhyun. Semua kembali masuk dan menjalani aktivitas mereka masing – masing. Luhan juga masuk dan duduk dibangkunya yang sudah bertukar tempat dengan Iljoo.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

"Jjaa~ sekarang, kembalikan tubuhku" pinta Baekhyun lega. Luhan yang baru saja menaruh tasnya, hanya meliriknya. Memandang dari atas sampai bawah lalu tersenyum remeh.

"Seharusnya aku bisa menebak ini! Aku yakin ini rencanamu." Ucap Baekhyun duduk diatas meja Luhan. Luhan menatapnya dan mengangkat bahunya sebagai jawaban lalu memainkan ponsel Baekhyun kembali.

"Kau jangan bertingkah aneh – aneh hari ini!" pinta Baekhyun kesal. Luhan yang tengah bermain ponsel Baekhyun itu tiba – tiba tersenyum jahil. Lalu melirik Baekhyun dihadapannya dan melirik Chanyeol disebelahnya.

"Ada apa dengan tatapanmu itu?" tanya Baekhyun curiga. Luhan tersenyum melirik Chanyeol disebelahnya. Lalu mendekati Chanyeol.

"Chanyeol" panggil Baekhyun yang berisikan Luhan itu dengan nada imut. Chanyeol mengalihkan pandangannya dari komik yang dibaca menuju namja mungil disebelahnya.

"Hm?"

Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu mulai memajukan wajahnya. Mata Chanyeol membulat mendapati Baekhyun memajukan wajahnya dengan senyum miring.

"Baek?" panggilnya gugup

"HYUUUNG! APA YANG AKAN KAU LAKUKAAAN?" teriak Baekhyun fustasi. Dia berusaha menghentikan, namun tangannya tidak bisa menyentuh tubuhnya sendiri.

"Baekhyun?" panggil Chanyeol. Dia memundurkan wajahnya kala wajah Baekhyun semakin dekat dengan wajahnya.

"Baek, tugasmu..." ucapan Iljoo menggantung saat menoleh dan melihat Baekhyun yang agak berdiri memajukan wajanya pada Chanyeol. Iljoo menyenggol Jisung yang tengah menyalin tugas disebelahnya.

"Apasih?" tanya Jisung kesal

"Baekhyun" Jisung menoleh dan,

"Apa yang kalian lakukan?" tanyanya dengan suara keras yang mampu membuat semua mata memandang kearahnya. Semua temannya mengikuti arah pandang Jisung dan Iljoo lalu kaget melihat Baekhyun dan Chanyeol.

"HYUUUNG! Satu kelas memperhatikan kalian!" panggil Baekhyun "Jebal jangan mempermalukanku!"

Baekhyun yang dirasuki Luhan itu berhenti memajukan wajahnya kala wajah mereka sudah dekat. Chanyeol menatap Baekhyun dengan tatapan, 'kau-mau-apa' dan Baekhyun yang berisikan Luhan itu menatapnya dengan senyum miring yang terpatri jelas diwajahnya.

"Chanyeol~" panggil Baekhyun yang berisikan Luhan itu mesra.

"Eoh?" jawab Chanyeol gugup

"Aku mencintaimu!" ucap Baekhyun yang berisikan Luhan dengan senyum mengembang lalu berdiri dan berlari keluar kelas.

"HYUUUUUNG!" teriak Baekhyun lalu melayang mengejar Luhan.

=TBC=

CHAP 3 END

Annyeong semuanya?

Chap 3 sudah tuntas! Yang minta fast updete, ini termasuk updete kan? Dan yang minta dipanjangin wordnya, ini juga panjang loh :D

Okey okey, sekarang waktunya review! Gimana pendapat kalian semua? *nyodorin mic*

Di chap 3 ini, Yeorky bermaksud menceritakan sedikit kelakuan nista Luhan sama Baekhyun.

Jadi Yeorky minta maaf buat yang minta Chanbaek momen, yang bener bener Chanbaek, Yeorky gabisa bikinin. T.T

Soalnya kan ceritanya Baekhyun gapernah omong - omongan sama Chanyeol. Baekhyun disini ceritanya masih Straight saudara - saudara sekalian. Jadi ini Yeorky bikin momen Chanbaeknya secara gak langsung. Atau bisa dikatakan melalui Luhan. Hehehe~

Buat yang sebel sama Luhan, jangan sebel. Soalnya kalau gak ada Luhan, Chanbaek gabisa bersatu. Ini udah tuntutan jalan cerita sih :3

Oiyah, ternyata banyak dari Readers yang gapunya akun ya? Yang gapunya akun FFN, Yeorky bales reviewnya disini aja ya?

1. Bunga Julia : Kyaaa~ ada yang pernah baca komiknya. Makasih *bow* Iya Yeorky kan ngeremake. Jadi ya gadiambil semua. Ini banyak perubahan banget. Kedepannya juga banyak perubahan kok. Iya ikutin terus ya Bunga Julia ^^

2. Guest : Chanyeolnya belum tau mau nerima apa enggak :3 Ini si Chanyeol main rahasia - rahasiaan. Iya ini udah di apdet kan? Termasuk fast loh

3. Bunga Julia : Kamu review lagi ^^ Yeorky gabisa jawab. Tebak sendiri aja. Yeorky juga ngetiknya ketawa sendiri. Itu udah dijawab kan? Jongin ilang ditelan bumi :D Ini udah dilanjut. Sekali lagi, Ikutin terus ya Bunga Julia :D

4. Lu'World : Terimakasih lulu :D Iya gapapa. Review aja cukup.

5. Love ff : Iya ini udah dilanjut :D makasih udah review

6. Love ff : Ini love ff dari orang yang sama? Iya ini udah dilanjut. Ditunggu ya selanjutnya.

7. Guest : Iya ini udah dilanjut. Iya dong, kan authornya yeorky jadi manis :D *abaikan* ikutin terus ya. Terimakasih udah review

8. Me : Hay 'me' ? Ini udah dilanjut. Ini termasuk cepet kan? hehe

9. Guest : Terimakasih udah review :D Bisa - bisa aja. Itu pertanyaan bakalan dijawab di chap akhir - akihir. Hehehe. Itu udah dikasih tulisan/penjelasan kok. Terimakasih. Nado saranghae~

Terimakasih semuanya sudah review, follow, dan fav :D

Diikutin terus ya... Yeorky janji gakan nyesel baca FF ini.

Terimakaish semua jangan lupa review.

Yeorky pulang dulu... Dadaaaah *ilang*