BECAUSE OF GHOST
BY YEORKY
MainCast : Baekhyun, Chanyeol
Other Cast : Luhan & Other member Exo
Genre : Romance, School Life
Rated : T
Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*
Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, review!, tanpa edit.
Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?
PS : Ini ffnya agak belibet ya '-' Buat readers baru, Yeorky jelasin disini. Baekhyun itu ketemu hantu Luhan. Terus Luhan ngerasuki Baekhyun. Atau kalau kata orang Indonesia, Baekhyun kesurupan hantu Luhan. Jadi kalau ada tulisan : "Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu" , "Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun" , "Namja manis yang dirasuki" , "Baekhyun yang sebenarnya dirasuki" dan sejenisnya, itu artinya : roh Luhan ngerasuki tubuh Baekhyun, sehingga roh Baekhyun keluar dari tubuhnya. Daaaan, Yang ngomong itu mulutnya Baekhyun, tapi didalem tubuh Baekhyun isinya roh Luhan. Jadi bisa dibilang, Baekhyun itu kesurupan Luhan. Tubuhnya yang ngomong, tapi padahal hantunya yang ngomong. Dan semua orang dibelahan dunia ini, gak tau kalau Baekhyun dirasuki sama Luhan. Yang kurang jelas, bisa kirim PM ke Yeorky kok :3
.
HAPPY READING
.
= CHAPTER 4A=
Ini sudah genap seminggu Baekhyun berteman –secara paksa- dengan Luhan. Kini mereka tengah berada ditaman belakang sekolah. Setelah beragumen panjang lebar dengan si hantu cantik, Baekhyun memutuskan untuk memakan makan siangnya. Lelah. Capek.
"Oh iya, aku ini sudah meninggal! Hehehe..." Gumam Luhan menggaruk tengkuknya sendiri. "Aku lupa." Serunya.
"Watdehel." balas Baekhyun dengan raut wajah kesal lalu mengigit kimbap instannya.
Dan selama seminggu itu pula, Baekhyun memakan makan siangnya dibelakang sekolah. Dia tidak mau Luhan menggunakan tubuhnya. Walaupun memang hantu itu terus merasukinya seenak jidatnya, namun dia ingin tenang untuk beberapa saat. Baekhyun melamun. Jika diingat – ingat, dia jijik dengan dirinya sendiri. Dia harus melihat tubuhnya yang berisikan Luhan menempel dan bergenti – genit ria pada Chanyeol. Bayangan – bayangan kejadian selama seminggu ini memenuhi otaknya.
.
-FLASHBACK-
Saat istirahat pertama.
"Chanyeol, kau mau kemana?" tanya Baekhyun yang berisikan Luhan.
"Apa urusanmu sih Hyung? Sudah jangan ganggu Chanyeol!" ucap Baekhyun kesal
"Mau ke kantin. Kau mau ikut?" tanya Chanyeol dan Baekhyun yang berisikan Luhan itu mengangguk. Dan mereka berjalan bersama meninggalkan Baekhyun yang menatapnya jengkel.
"Ya tuhaaan!" dan Baekhyun terpaksa melayang mengikuti mereka berdua
Saat pelajaran Sejarah Korea
"Ya ampun... bukuku kemana?" tanya Baekhyun yang berisikan Luhan itu kaget. Dia tengah mengecek tasnya kali ini. Chanyeol yang melihatnya bingung
"Ada apa Baek?"
"Hyung kau kenapa lagi? Mulai deh aktingnya!" sungut Baekhyun dengan nada malas.
"Buku paketku tidak ada. Bagaimana ini?" tanya Baekhyun yang berisikan Luhan itu (pura – pura) bingung.
"Bilang saja ingin sebuku berdua dengan Chanyeol! Pake akting segala!"
"Hanya buku paket kan?" tanya Chanyeol. Luhan mengangguk "Buku catatan ada?" dia mengangguk lagi. "Satu buku berdua saja." ucap Chanyeol sambil menggeser buku paketnya.
"Gwenchanayo?" tanya Baekhyun yang dirasuki roh Luhan itu dengan tatapan tak enak.
"Gwenchana~" dan mereka satu buku berdua.
"Ternyata benar! Pantas saja dia meninggalkan buku paketku di loker tadi! Dasar hantu!" Cibir Baekhyun dan Luhan yang berada didalam tubuhnya itu melirik dengan senyum penuh kemenangan.
Saat pelajaran Olahraga.
"Seperti biasa, berpasangan dan kita akan lakukan olahraga senam lantai berpasangan" perintah Jung Seongsaeng.
"Baek, kajja!" ajak Yixing. Tapi Luhan yang berada di dalam tubuh Baekhyun itu berjalan mendekat kearah Chanyeol.
"Baek? Kau mau kemana?" Teriak Yixing
"Hyung, kau mau kemana? Aku biasanya dengan Yixing!" teriak Baekhyun frustasi
"Chanyeol, denganku ya?" tanya Baekhyun yang berisikan Luhan itu
"Chanyeol sudah denganku bantet!" seru Yifan yang berdiri disebelah Chanyeol.
"Kau dengan Yixing saja! Kau itu kelebihan gizi! Chanyeol sudah bilang iya barusan! Kajja Yeoli" dan Luhan menyeret Chanyeol yang bingung.
"Ya ampuun Hyuuuung!" Baekhyun melayang didepan Luhan "Kenapa kau selalu membuatku malu siiih!" teriaknya tapi hanya dibalas kedipan mata oleh Luhan.
-FLASHBACK OFF-
.
Dan kejadian – kejadian lainnya yang tidak bisa Baekhyun ingat kembali. Seperti yang baru terjadi tadi pagi. Saat baru tiba di ambang kelas, tiba – tiba Luhan merasukinya dan berlari menuju Chanyeol dan meneriakkan selamat pagi yang sukses membuat semua mata memandangnya dan menertawakan geli sikapnya. Tuhan, demi apapun, dia kesal dengan hantu sialan ini.
Dan Luhan terus menggunakan tubuhnya hingga pulang sekolah, lalu mengembalikannya dan Baekhyun merasakan lelah yang amat saat tubuhnya kembali. Dan Baekhyun sering frustasi akan hal itu. Kelelahan padahal dia tidak berbuat apa – apa.
"Baekki, kenapa kau murung?" Tanya Luhan dengan wajah yang super datar dan kelewat mutados. Kira - kira, wajahnya seperti ini - '-'
Baekhyun meliriknya. Menghela panjang nafasnya lalu meminum Yogurt Strawberrynya sedikit dan menoleh pada Luhan yang berada disebelahnya.
"Kau ini lebih tua dariku tapi kenapa polos dan bodohnya melebihi ku sih Hyung? Jangan – jangan kau dulu bodoh ya disekolah?" Tanya Baekhyun kesal yang sukses mendapatkan jitakan di puncak kepalanya.
"YAK!" Baekhyun mengusap puncak kepalanya. "Kau tahu, kenapa aku harus bersembunyi di belakang sekolah hanya untuk makan siang?" Tanya Baekhyun to the point.
"Ya ampun, kata – katamu bersahabat sekali" Gumam Luhan berlebihan "Tidak, memang kenapa? Beritahu aku. Kau di Bully ya? Atau kau sedang tidak suka dengan seorang anak? Atau kau ingin..."
"Itu semua karena apa yang telah kau lakukan!" Seru Baekhyun dengan nada datar dan wajah dingin namun Luhan masih merasakan aura tidak bersahat disana.
"Aku? Memangnya aku melakukan apa?" Tanya Luhan bingung. Terlihat alisnya berkerut samar. Mencoba mengingat – ingat apa yang telah ia lakukan dengan Baekhyun.
Baekhyun menghela nafas panjang dan memutar kesar bola matanya
"Hal yang paling dasar dan awal mulanya adalah saat kau menyatakan cinta pada Chanyeol. Lalu mengikutinya kemanapun dia pergi. Berusaha menjadi couple dengan Chanyeol saat pelajaran olahraga kemarin. Pindah tempat duduk dengan Chanyeol dan Il Joo kau suruh untuk duduk di bangkuku. Menghilangkan buku dengan sengaja sehingga bisa 1 buku berdua dengan Chanyeol. Bermesra – mesraan dengan Chanyeol. Membelikannya minuman dan memberikan padanya dengan wajah yang aku berani bersumpah itu menjijikan sekali. DAN HAL MEMALUKAN LAINNYA YANG TIDAK BISA KUSEBUT SATU PERSATU KARENA BANYAK SEKALLI!" Jelas Baekhyun dengan emosi. Luhan mengerjapkan matanya pelan mendapati Baekhyun berteriak dihadapannya.
"Memang apa salahnya itu? Aku menyukainya dari dulu. Jadi apasalah ku?" Tanya Luhan yang lagi – lagi polos dan itu semakin membuat Baekhyun kesal. Setidaknya berpura – pura menyesal kek untuk menenangkan hatiku!, Batin Baekhyun.
"Karena kau memakai tubuhku untuk melakukan itu semua hantu cantik! Jelas – jelas aku tidak pernah berbicara pada Chanyeol dikelas. Eerrr~ Dan aku ini masih straight Hyung." Teriak Baekhyun frustasi.
"Kau yakin?" tanya Luhan polos tanpa dipikir. Baekhyun mendecakkan lidahnya.
"Aku masih menyukai dada yeoja! Aku masih ingin merasakan mulut cherry yeoja. Aku ingin mempunyai yeochin bukan namchin! Bahkan mantan kekasihku sebelumnya sangat cantik!" jawab Baekhyun.
"Kau punya mantan kekasih? Dan itu yeoja?" tanya Luhan tak percaya.
"Jelas aku punya. Namanya Na Kim Yeo. Dan dia sangat cantik. Bahkan wajahnya 11/12 dengan Yoona SNSD. Dan sekarang coba kau bayangkan ketika besok aku dan Kim Yeo bertemu kembali dan kami sama- sama membawa lelaki tampan sebagai pasangan! Kau pikir apa yang dia pikirkan?" tanya Baekhyun dengan dramatis.
"Dia pasti berfikir kau gay." jawab Luhan enteng, polos, santai, dan tanpa beban. Baekhyun mendecakkan lidahnya kesal. Kesal karena seolah - olah Luhan tidak terpengaruh oleh marahnya. "Teru- terus?" tanya Luhan antusias. Baekhyun mengusap wajahnya.
"Dan saat aku tidak mau melakukan apa yang kau suruh, kau dengan seenak jidat lebarmu dan gigi besarmu merasuki tubuhku dan menggunakan tubuhku untuk hal – hal yang memalukaaan. Tak sadarkah kau?" Sambungnya "Kau telah membodohi kehidupan manusia" Geramnya kesal pada Luhan "Dan untung saja Hyungku tidak ada dirumah selama seminggu ini. Apa yang harus aku katakan pada Baekbeom Hyung nanti?"
Luhan memutar matanya keatas dan mempoutkan bibirnya. "Habis... aku tidak menyangka dia sekelas denganmu Baek. Aku jadi terbawa nafsu. Daripada tekanan batin?" jelas Luhan tanpa merasa bersalah. Lalu dia menoleh pada Baekhyun yang masih menatapnya ganas.
"Apa? Teruskan makanmu! Jangan menatapku seperti itu!" Seru Luhan "Aku sudah menyukainya dari lama. Ahh~ agenda cinta yang indah ya?" Gumamnya dengan wajah berseri.
"Aish~" Baekhyun memakan sisa kimbap instannya lalu meremas kesal plastik bungkusnya dan menghabiskan sisa Yogurt Strawberrynya lalu berdiri dan berjalan kembali kekelas.
"Mau kemana? Selalu seperti itu. Jika aku bercerita kau pergi" Gerutu Luhan menyilangkan tangannya di depan dada dan menggerutu kesal
"5 menit lagi bel masuk. Aku harus segera kembali kekelas Hyung. Kau mau ikut aku atau disini?" Baekhyun membalikkan badannya menatap Luhan dengan wajah yang kesal. Bagaimanapun juga, dia masih peduli pada hantu yang sebatang kara itu.
"Jelas aku ikut" Jawabnya dan melayang disebelah Baekhyun. "Baek, kau masih kesal padaku?" Tanya Luhan melirik Baekhyun yang berjalan disebelahnya
"Jelas! Amat teramat sangat. Super duper mega dan giga" jawab Baekhyun meniru ucapan Luhan seminggu yang lalu. Luhan mempotkan mulutnya.
"Hari ini Kim–Ssaem mengadakan ujian bukan?" Tanya Luhan
"Hm" Angguk Baekhyun
"Bagaimana kalo aku beritau jawabannya?" Tawar Luhan membuat Baekhyun menoleh. "Apa?" Tanya Luhan bingung
"Memang kau pintar? Ini ujian Bahasa Inggris." remeh Baekhyun
"Aku akan melihat jawabannya temanmu yang pintar dikelas, dan akan kuberitahukan padamu. Jika perlu, jawaban gurumu langsung." tawar Luhan. Baekhyun menghentikan langkahnya dan menoleh pada Luhan. "Aku serius" ucap Luhan sambil tersenyum (sok) keren "Mereka semua tidak bisa melihatku kan?"
"Oke, Call!" jawab Baekhyun lalu berjalan menuju kelas dan diikuti oleh Luhan.
"Siapa murid yang pintar dikelasmu?" Tanya Luhan
"Joonmyun" Jawab Baekhyun. Luhan mengingat – ingat nama itu.
"Suho nama lainnya. Dia duduk dengan Sehun dikelas. Kau tahu Sehun kan?" Tanya Baekhyun.
"Ah~ yang punya kening lebar itu? Yang duduk dengan albino?" tanya Luhan menatap kearah Baekhyun dengan mimik muka lucu. Baekhyun tersenyum singkat.
"Kau bahkan memberi julukan seenaknya pada teman – temanku." Dengusnya. "Eo, yang itu. Aku akan memaafkanmu. Dari 100%, kekesalanku akan berkurang 10%" Luhan tersenyum bahagia mendengarnya.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Seperti yang telah dijadwalkan, Kim Yoon Jo Songsaengnim akan mengadakan ujian untuk pelajarannya. Baekhyun yang memang lemah dalam pelajaran ini, biasanya hanya mengandalkan Insting dan ingatannya untuk menjawab. Namun hari ini, Luhan akan membantunya. Kekeke~
"Baek, bukannya Chanyeol pintar?" tanya Luhan tiba – tiba. Mereka berdua tengah berjalan kembali kekelas.
"Eo, memang dia pintar." Jawab Baekhyun memasukkan tangannya kedalam saku celana.
"Kau kan duduk dengan Chanyeol, nyontek dia saja." Luhan menaik turunkan alisnya.
"Biasanya jika Kim Songsaeng mengadakan ujian tulis seperti ini, tempat duduk akan diubah sesuai nomor urut!" Luhan melayang kedepan Baekhyun tiba - tiba membuat Baekhyun terjingkat kaget.
"Eo benarkah? Lalu kau duduk dengan siapa? Chanyeol dengan siapa? Tempat duduk kalian jauh?" tanyanya heboh. Baekhyun memandangnya datar lalu melewati Luhan begitu saja.
"Chanyeol dengan Iljoo. Aku dengan Jisung. Aku di depan sendiri dekat pintu masuk. Chanyeol tetap di tempat duduknya sekarang itu." Jawab Baekhyun. "Aku tidak pernah dapat bagus karena Jisung tidak pintar dan sialnya tempat dudukku tidak strategis sama sekali. Asal kau tahu hyung. Tempat duduk, teman sebangku, dan pengawas mempengaruhi nilaimu. Yaaah, setidaknya hari ini kau membantuku." Baekhyun tersenyum tipis.
"Nanti kau bertukar tempat dengan Iljoo ya?" Pinta Luhan. Senyum Baekhyun hilang seketika.
"Mwoya? shireo!" Tolak Baekhyun "Kalau kau ingin berlovey dovey dengannya, pakai tubuh orang lain saja. Jangan tubuhku!" Lanjutnya menoleh pada Luhan yang melayang. Sesekali orang disekitarnya bingung dengan Baekhyun. Berbicara sendirian.
"Tidak bisa! Aku hanya bisa merasuki orang yang bisa melihat dan mendengarku. Dan orang yang sedang tidur. Dan disekolah ini hanya kamu yang bisa melihat dan mendengarku Baek. Dan tidak ada yang sedang tidur. Aku hanya sekedar hantu gentayangan yang masalahnya masih belum selesai didunia. Bukan Hantu yang bangkit kembali." Jawab Luhan dengan menaruh tangannya di pundak Baekhyun
"Hyung, jangan sok akrab!" Baekhyun mengedikan bahunya lalu berbelok memasuki kelasnya.
"Kita kan memang akrab" jawab Luhan. Lalu saat diambang pintu, Luhan merasuki Baekhyun.
"Pinjam tubuhmu ya?" ucapnya lalu, Syuuut~ dan Baekhyun pun melayang diudara.
"Eoh? Aigo hyuuung, kau bahkan tidak mendengar jawabanku! Jebal jangan lagi! Aku mau ujian Hyuung!" Rengek Baekhyun saat mengetahui Luhan berada di dalam tubuhnya.
"Mian Baekki," Bisik Luhan "Iljoo-ya~" panggilnya lalu berjalan menuju Iljoo yang tengah bercanda dengan beberapa teman – teman yang lain. Baekhyun memutar bola matanya malas lalu melayang mengikutinya.
"Ada apa?" tanya Iljoo saat Baekhyun yang berisikan Luhan itu sudah sampai didekatnya.
"Ikut aku sebentar!" dia menarik lengan namja tampan itu keluar kelas. Melewati Baekhyun yang menatap kesal kearahnya.
"Ada Apa? Aku tebak, tak jauh – jauh dari Chanyeol." tebak Iljoo saat mereka berada didepan kelas.
"Bingo! Bertukar tempat denganku ya ujian nanti?" pintanya dengan Aegyeo. Baekhyun baru saja tiba didepan kelas lalu melebarkan matanya saat melihat Luhan yang lagi – lagi beraegyeo dengan tubuhnya.
"Mwoya?" dia segera mendekati kedua orang itu. "Iljoo-ya, jangan! Tolak! Jisung itu tidak pintar. Kau duduk dengan Chanyeol saja! Kau akan rugi duduk dengan Jisung! Kau tahu sendiri kan?" ucapnya pada Iljoo sambil melirik kearah tubuhnya yang dirasuki Luhan.
"Hyung, hentikan Aegyeo menjijikkan itu!" suruh Baekhyun tak tahan melihat tubuhnya sendiri yang dirasuki itu beraegyeo.
Iljoo masih diam. Menimang – nimang permintaan namja yang terus memaksanya dengan aegyeo.
"Geurae, kau duduk dengan Chanyeol" jawabnya pada akhirnya luluh akan aegyeo Baekhyun.
"Astaga!" Baekhyun memijit pelipisnya.
"Gumawo Iljoo. Jangan bilang Chanyeol aku yang minta okey?" Iljoo mengangguk. Luhan yang berada di dalam tubuh Baekhyun itu segera masuk kekelasnya. Baekhyun mengikuti dibelakangnya dengan cemberut.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Hay Chanyeol?" sapa Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu duduk disebelah Chanyeol.
"Hay Baek." Jawabnya tersenyum. "Kau tak pindah?" tanyanya yang melihat namja disebelahnya itu mengeluarkan buku paket bukannya membersihkan barang dan pindah.
"Aku duduk denganmu!" jawab Baekhyun yang berisikan Luhan itu sambil membuka buku. Pura – pura tidak peduli. Baekhyun baru saja tiba disebelah Luhan.
"Duduk denganku?" tanya Chanyeol balik.
"Eo. Iljoo menyuruhku berpindah denganmu." Baekhyun yang berisikan Luhan itu menoleh pada Chanyeol. "Kau tak tahu? Iljoo tidak memberitahumu?" tanyanya pura – pura bingung. Baekhyun memutar bola matanya malas. Chanyeol menggeleng. "Mwoya, sebenarnya apa yang dia rencanakan?" tanyanya lalu menoleh pada Iljoo disebelah sana yang tengah membaca buku. Chanyeol ikut menoleh pada Iljoo dengan alis berkerut samar.
Luhan kembali menatap buku didepannya. "Cih! Dasar tukang drama!" ejek Baekhyun.
Chanyeol mengangkat bahunya. "Apapun itu..." dia menoleh pada Baekhyun "Sepertinya aku harus berterimakasih padanya."
Baekhyun yang berisikan Luhan langsung mengalihkan pandangannya dari buku yang dia baca. "Apa?" tanya Baekhyun yang melayang dan Baekhyun yang dirasuki bersamaan.
"Eoh, aniyo. Lanjutkan belajarmu." Jawab Chanyeol lalu membaca bukunya kembali. Luhan kembali membaca bukunya.
"Dia ngomong apa sih? Siapa terimakasih pada siapa?" gumam Baekhyun bingung. Dia menoleh pada tubuhnya yang dirasuki.
"Hyung, cepat kembalikan tubuhku! Sebentar lagi ulangan!" Seru Baekhyun dengan wajah dingin. Dia tidak bisa berbuat apa – apa jika dirasuki. Karena saat dia dirasuki, roh yang merasukinyalah yang memegang kendali. Jika roh itu tidak keluar dari tubuhnya, maka dia tidak akan kembali ke dirinya sendiri. Baekhyun tidak menyangka jika hantu yang saat ini dilihat sangat merepotkan! Daaan, tidak ada aura hantunya sama sekali!
"Shireo!" Luhan mengisyaratkan mulutnya tanpa bersuara.
"Ya Tuhan, aku janji tidak akan kembali ketempatku lagi. Aku akan duduk dengan Chanyeol sampai pulang nanti. Jebal hyung! Dirasuki itu sungguh melelahkaaan! Dasar hantu tidak tau diri!" Kesalnya dengan menyilangkan kedua tangannya.
"Annyeong hasimnika" Sapa seseorang yang ternyata Kim Yoon Joo Songsaengnim. Dia meletakkan barang bawaannya diatas meja "Taruh tas disamping kanan dan kiri, hanya alat tulis diatas meja, tidak ada ponsel dan kamus atau contekan. Curang sama dengan sobek." Jelasnya dengan tegas. Semua segera memasukkan buku kedalam tas dan menyiapkan peralatan tulis.
"Hyuuung, Jebal" Desak Baekhyun. Sedangkan Luhan membalasnya dengan isyarat mata menggangu saja. Akhirnya, Syuuut~ Baekhyun kembali ketubuhnya sendiri.
"Huh akhirnya. Hyung jangan kemana – mana. Kau berjanji akan membantuku kan? Duduk dengan didepan!" bisik Baekhyun pada Luhan yang tengah melayang disebelahnya.
Chanyeol menautkan alisnya melihat Baekhyun berbicara sendiri. Dia menutukkan bulpennya pada meja Baekhyun dan Baekhyun pun menoleh. "Kau berbicara dengan siapa?" Bisik Chanyeol
"Eoh? Ani amugutu~" Jawabnya dengan senyum dan dibalas senyum juga dengan Chanyeol.
"Kyaa~ dia tersenyuum" pekik Luhan yang akhirnya duduk di kursi kosong depan Baekhyun.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Soal dibagikan. Baekhyun pun melihat soalnya dan mengerjakan beberapa nomor yang dianggapnya mudah. Sedangkan Luhan, duduk menghadap belakang sembari menompang dagu melihat Baekhyun dan Chanyeol bergantian. Sesekali Luhan membantu Baekhyun menjelaskan beberapa soal yang dia tahu. Setelah setengah jam ternyata hanya 5 dari 20 nomer yang telah dikerjakan. Itu pun dengan bantuan Luhan. Baekhyun pun hanya membaca ulang soalnya sambil menerjemahkan soal – soal.
Tiba – tiba Luhan memajukan dirinya mendekati Chanyeol. Baekhyun pun memperhatikan tingkah hyungnya itu dan bingung dengan apa yang dia lakukan. Mau apa dia?, tanya Baekhyun dalam hati. Luhan mendekatkan wajahnya pada wajah Chanyeol. Memperhatikan sejenak wajah tampan Chanyeol. Dia mau apa sih?, batin Baekhyun bingung. Dia meletakkan soalnya dan mengamati apa yang akan Luhan lakukan.
"Dia tampan juga ya?" Gumam Luhan dengan mata berbinar "Sayang aku hantu dan dia manusia. Kita berbeda alam. Andai aku manusia, pasti aku sudah berpacaran dengannya sekarang" Ucapnya yang membuat Baekhyun memutar bola matanya. Sok dramatis!, Batinnya lalu kembali membaca soalnya.
"Bagaimana ya rasanya ciuman?" Tanya Luhan yang membuat Baekhyun membulatkan matanya heboh saat membaca soalnya. "Jika aku bisa menyentuh tangan Baekhyun, berarti bibirku bisa dong menciumnya?" Tanyanya lagi "Baik aku harus mencobanya" ucapnya.
Baekhyun menolehkan wajahnya. Dia melihat Luhan sudah menutup matanya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Chanyeol dengan perlahan. Baekhyun bingung harus berbuat apa. Satu sisi, dia ingin membiarkan namun sisi yang lain dia tidak bisa membiarkan ini terjadi. Seperti tidak rela. Sedangkan Chanyeol yang memang tidak mengerti apa – apa masih tenang membaca soalnya. Luhan sudah mulai dekat dengan wajah Chanyeol. Baekhyun semakin gelisah. Dan...
END
.
.
=CHAPTER 4B=
Dia mengambil soalnya lalu menarik lengan Chanyeol untuk mendekatinya yang membuat Chanyeol kaget.
"Kau mengerti soal ini?" Bisiknya setelah menarik Chanyeol "Eoh?" Tanya Chanyeol bingung karena ditarik secara tiba – tiba. "Ini soal ini" Baekhyun menunjuk asal nomer soal.
Luhan segera membuka matanya karena bibirnya tidak menyentuh apapun. Dia terkejut saat tidak melihat Chanyeol disana. Lalu dia melirik kearah Baekhyun dan menyadari Chanyeol sedang berdempetan dengan Baekhyun. Luhan melihat tangan kanan Baekhyun memegang tangan kiri Chanyeol seolah Baekhyun habis menariknya. Dan Chanyeol sedang melihat soal Baekhyun. Chanyeol menjelaskan sedikit yang dia tahu pada Baekhyun.
"Baekhyun! Kau merusak acaraku!" Geram Luhan yang membuat Baekhyun menoleh kearahnya "Aku hanya ingin menciumnya!" Kesalnya lalu kembali duduk ditempatnya dan melihat pemandangan didepannya. Baekhyun melihatnya seolah mendapatkan ide untuk mengerjai hyungnya ini. Dia merepetkan badannya pada Chanyeol yang membuat Luhan melebarkan matanya "Ya ByunBaek, menjauh dari Chanyeol!" Geramnya
"Kau harus mencari verbnya, lalu rubah yang ini menjadi negatif, dan yang ini letakkan disini. Dan itu adalah jawabannya." Jelas Chanyeol mengakhiri penjelasannya dan melihat Baekhyun yang sedang menatap depan. "Baek?" Panggil Chanyeol.
"Eoh? Ne?" Tanya Baekhyun mulai fokus kembali
"Kau melihat apa? Kau tidak menyimakku ya?" Tanyanya lalu menoleh kearah depan. Luhan tersenyum melihat Chanyeol melihat kearahnya. Lalu cemberut kembali saat Chanyeol menoleh pada Baekhyun lagi. Baekhyun hanya menahan tawanya melihat itu.
"Ani, aku menyimakmu. Terimakasih" jawab Baekhyun.
Chanyeol pun tersenyum dan menjauhkan dirinya dari Baekhyun. Baekhyun melihat Luhan didepannya sedang mendeath glarenya. Heol, bahkan tatapan matanya yang seharusnya menyeramkan itu terkesan imut bagi Baekhyun.
"Mwo? Mwo? Mwo?" Baekhyun mengisyaratkan mulutnya.
"Jika aku tidak ingat aku masih membutuhkanmu dan aku harus mencari kebaikan selagi bergentayangan, aku pasti akan merasukimu dan menabrakkan dirimu ke tengah jalan. Sehingga kau bisa menemaniku sebagai hantu" Jawabnya sambil menyilangkan tangannya. Baekhyun memutar bola matanya sebagai jawaban.
Dia menulis sesuatu pada kertas soalnya. 'Hanya 5 soal yang sudah terjawab. Lihatkan jawaban milik Suho'. Dia memutar soalnya menghadap Luhan.
"Dan, kau masih membutuhkan bantuanku?" Tanya Luhan. "Sekarang siapa yang tidak tahu diri? Aku atau kau?" Tanyanya lagi.
Baekhyun memutar soalnya dan menulis kembali. 'Aku baru sekali ini tidak tahu diri Hyung. Ingat seminggu ini apa saja yang kau perbuat? Maksudku 6 soal. 1 soal sudah dikerjakan Chanyeol ^^ Kekeke~, Cepat, lihatkan jawaban Suho!.' Baekhyun memutar soalnya.
"Ah~ Arraseo Arraseo! Untung aku hantu baik" serunya lalu melayang mendekati Suho. Baekhyun memutar soalnya dan menghapus tulisan tadi.
"Dia sudah hampir selesai. Kau mau mencontoh semua?" Teriak Luhan yang diangguki oleh Baekhyun. "Tulis jawabannya di soal dulu saja Baek" Teriaknya lagi. Baekhyun menyiapkan pensil dan soalnya. Luhan segera membacakan jawaban milik Joonmyeon dan disalin di kertas soal oleh Baekhyun. Setelah itu, Luhan kembali duduk di sebelah ditempatnya semula.
"Bagaimana? Hanya nomer itu yang sudah dikerjakan Joonmyeon. Sudah terisi semua belum?" Tanya Luhan.
Baekhyun menulis, 'Lumayan. Tinggal 3 nomer lagi' di kertasnya.
"Kau mau aku melihat jawaban gurumu? Tadi kulirik dia juga mengerjakan soalmu itu." Tawar Luhan. Baekhyun menulis kembali,
'Tidak usah. Nanti dia curiga padaku'.
"Kenapa?" Tanya Luhan lagi. Baekhyun pun kembali menulis,
'Karena aku tidak pernah mendapat nilai diatas 8 dipelajaran ini. Aku lemah Bahasa Inggris!' Dan mendapat anggukan mengerti dari Luhan.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Ujian pun telah berakhir. Baekhyun memutuskan untuk menyontek Chanyeol untuk 3 nomer terakhir. Saat ini seharusnya Yang Seok Jin Songsaengnim sudah masuk kelas dan mengajar. Namun Suho sang ketua kelas berkata bahwa guru tersebut sedang ada keperluan mendadak yang disambut teriakan bahagia teman sekelasnya. Kesempatan itu digunakan Baekhyun untuk tidur. Dia terlalu lelah seharian ini. Semenjak bertemu dengan hantu sialan itu, Baekhyun jadi sering lelah. Karena dirasuki hantu itu sangatlah melelahkan jika kalian tidak tahu.
Chanyeol sudah tidak ada disebelahnya semenjak ulangan berakhir. Entahlah, Baekhyun tidak mau ambil pusing soal itu. Luhan tidak berulah hari ini. Dia memperhatikan sekelompok siswa yang sedang bermain bola di lapangan outdoor bawah melalui jendela kelas. Karena Luhan sempat curhat bahwa dia sangat menyukai sepak bola. Sesekali dia berteriak jika sesuatu terjadi dengan bolanya. Seperti 'Gol' , 'Opsite' , 'penalti' , dan teriakan lainnya.
Sekedar info, Luhan tidak memihak tim. Dia berteriak ketika tim 1 memasukkan bola. Dia juga berteriak ketika tim satunya lagi memasukkan bola. Dia mendukung kedua tim itu. Dia akan mendukung tim yang skornya lebih tinggi. Dan akan berpindah jika tim satunya yang lebih tinggi. -_-
Baekhyun sedang asyik – asyiknya terlelap saat merasakan sesuatu yang dingin mengenai pipinya. Dia membuka dan mengerjapkan matanya lucu.
"Mwoya?" gumamnya. Dia melihat sebotol yogurt strawberry didepan matanya. Dan Chanyeol yang sudah duduk disebelahnya sambil tersenyum memandanginya. Baekhyun mengangkat tubuhnya dari tidurnya. Memegang sebotol yogurt strawberry tersebut dan menoleh kearah Chanyeol. Alisnya ditautkan tandanya dia bingung.
"Apa ini?" Tanya Baekhyun.
"Yogurt Strawberry." Jawab Chanyeol santai lalu membuka Cola miliknya.
"Aku juga tau kalo ini yogurt!" Jawab Baekhyun agak kesal "Tapi untuk apa? Maaf Chanyeol tapi ku tidak haus! Dan aku juga tidak suka Strawberry!" Baekhyun menolak halus walau ketus sambil meletakkan minuman itu di depan Chanyeol.
"Ey~ jangan bohong! Kemarin kau bilang kau sangat menyukai Yogurt strawberry. Kau akan membelinya setiap hari saat jam istirahat. Lalu meminumnya di halaman belakang sekolah." Ujar Chanyeol meletakkan minuman itu dihadapan Baekhyun kembali. Raut wajah Baekhyun yang bingung sontak berubah menjadi datar. Kira – kira seperti ini - -_-.
"Hantu sialan! Bahkan dia membicarakan kebiasaanku." Gumamnya lirih sambil melirik kearah hantu yang tengah berteriak di jendela itu.
Chanyeol menatap Baekhyun bingung. Baekhyun menoleh kembali pada Chanyeol. "Arraseo, aku mengaku. Aku terima ini. Gumawo" dia membuka penutup botolnya. Susah sekali sih, batinnya.
Chanyeol menggeser kursinya mendekati Baekhyun. Dia mengambil botol itu, membukanya dengan mudah lalu memberikannya pada Baekhyun. Sekali lagi, Baekhyun malu dengan Chanyeol :3.
"Aku telah memikirkannya" Ucap Chanyeol tiba – tiba
"Apa?" Tanya Baekhyun sekilas lalu meminum Yogurtnya
"Aku mau jadi pacarmu Baek." Jawab Chanyeol dengan suara bassnya itu menggunakan volume suara yang agak keras.
"Brruuush~" Baekhyun menyemburkan minuman yang hendak ditelannya itu kearah samping kanan Chanyeol dan mengenai buku tulis serta meja Chanyeol "Yeee?" Baekhyun menganga dengan tak elitnya. Sisa yogurt menetes (dengan tidak elit) dari bibirnya.
Seluruh pasang mata kelas menoleh kepadanya tiba – tiba. Menghentikan aktivitas mereka masing masing. "Aku mau menjadi pacarmu. Aku menerima pengakuan cintamu." Chanyeol mengulangi perkataannya.
1 detik...
2 detik...
3 detik...
"Wohoo~" Kelas pun ricuh.
"Yeeee~" Luhan berteriak sambil melayang – layang di langit – langit kelas lalu melayangkan dirinya kearah Baekhyun dan Chanyeol. "Wah Baekhyuuuun~ selamaat yaaa" teriak Luhan. Baekhyun menoleh pada Luhan dengan tatapan kosong. Otaknya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi.
"Waaah~ Baekhyun, kau resmi menjadi gay!" Jongdae berteriak lalu menjabat paksa tangan Baekhyun. Yifan menghampiri Chanyeol lalu menepuk pundak sahabatnya itu, "Chukae~ akhirnya kau punya pasangan" Ujarnya "Jangan lupa mentraktirku"
"Ada couple baru dikelas kita" teriak Yixing. Dia berjalan mendekati Baekhyun "Selamat teman." Ucapnya sambil menepuk pundak Baekhyun
"SHIKEURO!" bentak Baekhyun tiba – tiba sambil berdiri. Yixing dan seisi kelas pun terdiam! Menatap bingung namja berkulit susu tersebut. "Ini semua kesalahan. Aku tidak, maksudku..." Baekhyun berusaha menjelaskan apa yang terjadi. Chanyeol menatap Baekhyun bingung.
"Baekhyun? Apa yang kau lakukan?" Teriak Luhan
"Baek kau kenapa?" Tanya Minseok yang duduk disebelah Jongdae.
"Baek? Kau baik?" Tanya Yixing menyentuh pelan pundak kawannya itu
"Aku, ini bukan aku. Maksudku aku tidak begitu. Orang lain." Dia masih berbicara tidak jelas hingga akhirnya "Aish~ lupakan" dia berjalan keluar kelas. Dia berfikir tidak mungkin menjelaskan keberadaan Luhan. Luhan mengikutinya dari belakang. Sedangkan Chanyeol, dia masih bingung.
"Baekhyun kenapa?" Tanya Minseok menatap seisi kelas.
"Mungkin dia malu. Kau menjawabnya dikelas. Jelas dia malu! Baekhyun kan anak pendiam?" Jawab Joonmyeon
"Kejar dia tiang!" Teriak Yifan
"Kau juga tiang!" Chanyeol berdiri lalu mengejar Baekhyun
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Baekhyun berjalan menuju taman belakang. Tempat biasanya dia memakan makan siangnya atau sekedar istirahat saat jam istirahat. Karena tidak ada murid yang kesini. Taman belakang berada dibelakang ruang kelas yang akan direnovasi. Jadi tempat ini cocok untuk menyendiri bagi Baekhyun.
"Baekhyun..." Teriak Luhan berusaha mengejar Baekhyun yang berlari sangat cepat. "Kenapa cepat sekali sih larinya anak itu. Atau aku yang melayang terlalu lamban ya?" Gumamnya "Yaa Byun Baek" Teriaknya lagi
"MWOYA?" bentak Baekhyun saat dirinya sudah berada ditaman belakang
Luhan sedikit terkejut dengan bentakan Baekhyun. "Kau...kenapa?" Tanya Luhan lalu melayang kedepan Baekhyun
"Seharusnya aku yang bertanya, kau ini kenapa?" Tanya Baekhyun dengan emosi
"Aku? Memangnya aku kenapa? Aku tidak apa. Aku sehat! Hantu tidak bisa sakit Baek. Pertanyaanmu aneh!" jawab Luhan dengan polosnya
"Jangan sok polos Luhan! Kau telah merubahku! Kau lihat? Park Chanyeol menerima pengakuan cintaku! Ani, pengakuan cintamu lebih tepatnya!" Jawab Baekhyun emosi
"Bagus dong! Itu namanya kemajuan kan?" Tanya Luhan tersipu
"Hyuuung~" rengek Baekhyun lalu jatuh terduduk. Dia memeluk kakinya sendiri. Menelungkupkan wajahnya masuk kedalam sela – sela kakinya. Baekhyun stress akan kehadiran Luhan. Hantu tidak tahu diri! Namun Baekhyun mah apa atuh? Dia tidak bisa berbuat apa – apa?
"Aku bahkan tidak bisa berbuat apa – apa disaat yang seperti ini! Kenapa aku tidak bisa menolak disaat yang seperti ini? Bahkan aku benci karena tidak bisa marah!" ucapnya lemah di dalam sela – sela kakinya.
Tiba – tiba, seseorang menyentuh pundaknya. "Jangan ganggu aku Hyung, aku stress akan ulahmu!" teriak Baekhyun yang enggan untuk mengangkat wajahnya. Lagi, Baekhyun merasakan seseorang mengguncang badannya. "Hyung jebaal! Biarkan aku bernafas sebentar" rengek Baekhyun kesal
"Memang kau dari tadi tidak bernafas?" Tanya seseorang dengan polosnya.
"Baek kau memanggilku?" Teriak Luhan entah dari mana. Baekhyun membuka matanya, alisnya bertautan. Jika yang kedua suara Luhan Hyung, lalu yang pertama siapa? Jangan bilang kalau,
"Chan...yeol?" cicit Baekhyun saat setelah mengangkat wajahnya.
"Wae? Shireo?" Tanya Chanyeol sambil duduk bersila dihadapannya dengan wajah bingung menatap kekasih yang baru saja diterimanya beberapa saat lalu itu.
"Sejak kapan kau disini?" Tanya Baekhyun lalu mengedarkan pandangannya kesekitar, mencari Luhan. Nihil. Luhan menghilang!
"Sejak tadi. Aku mengejarmu. Kau kenapa? Hyung yang kau maksud siapa, aku?" Tanya Chanyeol lembut. Tangannya bergerak mengusap peluh yang ada dikening namja berkulit susu itu. Baekhyun hanya diam. Terlalu lelah hanya untuk menepis lengan Chanyeol. Dan usapan Chanyeol sangat nyaman menurutnya.
"Kau aneh Baekki." Ucapnya lembut yang membuat Baekhyun menautkan alisnya.
"Baekki?" Tanya Baekhyun bingung.
"Wae? Aku suka panggilan itu. Sangat manis untukmu." Ucap Chanyeol. "Kau pernah bercerita bahwa kau suka dipanggil Baekki." Lanjutnya.
"Mwoyaaa!" rengeknya lalu menelungkupkan wajahnya disela kakinya kembali.
"Ya waegeurae?" Tanya Chanyeol lalu mengangkat wajah Baekhyun "Kau sering merengek kalau kau tahu" Ucapnya sambil mengelus pipi Baekhyun.
"Ani, Gwenchana. Aku kelelahan" Jawab Baekhyun tersenyum tipis. Dia merutuki dirinya sendiri. Apa yang kau lakukan Baek? Kau seharusnya menepis tangannya! Ish~, batinnya. Chanyeol membalas senyuman Baekhyun. Dan entah kenapa, senyuman itu terasa hangat dan melegakan bagi Baekhyun. Melupakan sejenak rutukannya dihati.
"Gumawo~" Ucap Chanyeol tiba – tiba.
"Eoh?" Baekhyun kembali sadar dari acara mengagumi senyum Chanyeol. Tiba – tiba, Chanyeol meraih tangan kanannya yang sedang memeluk kakinya.
"Terimakasih karena sudah mau menungguku selama seminggu. Terimakasih karena sudah mau memendam perasaan lama padaku. Terimakasih karena sudah mau mencintaiku. Terimakasih karena sudah mau menyatakan perasaanmu seminggu yang lalu. Ya walaupun yang kau lakukan itu ekstrim di depan semua anak kelas dan kau secara terang – terangan mengerjarku. Amutun, terimakasih untuk semuanya" Ucap Chanyeol tulus. Baekhyun terkejut mendengar ucapan Chanyeol barusan. Dia seakan tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Chanyeol.
"Chan...yeol-ah" Gumamnya. Perhatiannya terkunci pada sosok namja jangkung yang tengah duduk bersila didepannya sambil menggenggam tangan kanannya. Menyunggingkan senyum tulus. Membuat Baekhyun tidak mampu berkata selama beberapa saat.
"Kalau kau tahu, aku sudah menyukaimu sejak lama. Sejak pembagian kelas saat semester awal dulu. Aku tidak sengaja menabrak bahumu. Dan untuk pertama kalinya, kau tersenyum padaku. Dan yeah, mulai sejak itu aku menyukaimu. Mulai semenjak itu juga, aku suka senyummu." Jelas Chanyeol. Dia masih menggenggam tangan kanan Baekhyun. Mengelusnya dengan halus. Seolah tangan Baekhyun adalah mainannya saat kecil dulu.
"Jinjayo?" Tanya Baekhyun dengan mimik serius sambil merubah posisi duduknya menjadi bersila. Dia mulai nyaman dengan lawan bicaranya kini. Sedikit – sedikit, dia penasaran dengan Chanyeol. Karena, mereka jarang bahkan hampir tidak pernah berinteraksi dikelas. Karena Baekhyun yang memang pendiam. Walaupun, rasa kesal masih menjalari dirinya sedikit.
"Eoh~" Jawabnya "Tapi, semakin lama aku memperhatikanmu. Aku jadi ragu untuk mendekatimu" ucapnya membuat dahi Baekhyun berkerut samar "Kau tahu kan, dikelas kita mayoritas gay. Dan setelah aku memperhatikanmu, setiap ada teman kita yang berkencan kau selalu bilang bahwa itu tabu. Dan... aku agak kecewa saat mengetahui bahwa kau straight" lanjutnya
"Ah... Keugae–"
"Tapi aku lega sekarang. Kau sudah menjadi kekasihku. Dan ternyata kau tidak straight. Gumawo Baekki" Chanyeol memotong kalimat Baekhyun dan langsung menariknya dalam pelukan. Membuat Baekhyun melebarkan matanya kaget dengan gerakan Chanyeol yang tiba – tiba.
Apa yang sudah kulakukan? Chanyeol sudah suka padaku sejak lama..., batinnya. Pikirannya kalut saat ini. Bahkan dalam posisi seperti ini, Baekhyun tidak bisa menolak Chanyeol. Ini semua gara – gara Luhan Hyung!, batinnya kesal.
"Baekhyuuuun" Teriak seseorang membuat Baekhyun melebarkan matanya sesaat lalu mendorong Chanyeol dari pelukannya.
"Hyung" Pekik Baekhyun pelan saat mengetahui kalau yang mengejutkannya adalah Luhan, hantu pembuat onar. Sedangkan Chanyeol bingung dengan sikap Baekhyun yang tiba – tiba itu.
"Kalian sudah berpelukan" Gumam Luhan tersenyum.
"Hyung? Memangnya ada siapa?" Tanya Chanyeol lalu menoleh kebelakang. Membuat Luhan senyum pada Chanyeol namun kembali cemberut saat Chanyeol berbalik menghadap Baekhyun. "Tidak ada siapa – siapa Baek" serunya kemudian "Tadi kau juga menyebut 'Hyung'. Hyung siapa sih yang kau maksud?" Tanyanya bingung
"Ah, Keugae..." Baekhyun bingung harus menjawab apa. Dia melirik Luhan.
"Jangan sebut namaku!" ucap Luhan membentuk huruf x dengan kedua tangannya. Dia tidak bisa mengungkapkan keberadaan Luhan pada Chanyeol.
"Ah~ Hyung. Kau harus memanggilku Hyung" Ucapnya pada akhirnya. Membuat Chanyeol bingung kembali.
"Memangnya kenapa?" Tanya Chanyeol sambil menaruh kedua tangannya dibelakang untuk menyanggah tubuhnya.
"Aku lebih tua darimu" Jawab Baekhyun asal. Sedangkan Luhan hanya tertawa puas dari belakang Chanyeol. Meledek kebodohan Baekhyun saat ini. Membuat Baekhyun kesal setengah mati melihatnya.
"Geurae?" Tanya Chanyeol tak percaya. "Aku lahir bulan November, tahun 92." Ucap Chanyeol sambil menyilangkan tangannya didada.
Baekhyun yang mendengarnya tersenyum lega. "Dan aku bulan Mei di tahun yang sama denganmu." Balas Baekhyun tersenyum mengejek.
"Mwoya, hanya beda 6 bulan Baek!" ucap Chanyeol. Baekhyun mulai merasa nyaman dengan percakapan ini.
"Sama saja. Tetap tua aku kan?" tanya Baekhyun menaik turunkan alisnya.
"Tapi akukan Seme. Mana ada seme memanggil Hyung pada Ukenya?" tanya Chanyeol balik, tidak mau kalah.
"Kau Seme?" tanya Baekhyun tak terima dengan ucapan Chanyeol. "Pede sekali!"
"Kenapa? Kau tak mau? Jelas – jelas aku lebih tampan dari pada kau." Balas Chanyeol tersenyum mengejek. "Kau itu cantik bukan tampan!" Baekhyun merasakan wajahnya memerah. Luhan tertawa terpingkal – pingkal dibelakang Chanyeol.
"Mana ada namja yang cantik?" tanya Baekhyun tak terima
"Ada, kau!" jawab Chanyeol. Baekhyun mendengus. "Okey, aku punya ide. Kita sama – sama menyebutkan alasan kenapa pantas jadi seme dan tidak pantas menjadi uke. Setuju?" tawar Chanyeol.
"Eoh! Bersiap – siaplah untuk menjadi uke Chanyeol." Jawab Baekhyun.
"Okey aku mulai!" ucap Chanyeol. "Aku lebih tampan dari pada kau." Ucapnya lagi. "Kau cantik, bukan tampan! Dan jangan mengelak karena aku pernah melihatmu beraegyeo."
"Aku tidak pernah beraegyeo." Balas Baekhyun tak terima.
"Kau pernah baeraegyeo dihadapanku Baek. Kau lupa?" tanya Chanyeol. Baekhyun melirik Luhan dan Luhan tersenyum sambil mengangkat jarinya membentuk peace sign. "Sudah ingat?" tanya Chanyeol. Baekhyun mendengus kesal.
"Aku lebih tua 6 bulan darimu." Baekhyun tersenyum mengejek.
"Jangan bawa – bawa umur Baek." Chanyel mendengus kesal.
"Itu kenyataan!"
"Kau lebih pendek dari pada aku."
"Jangan bawa – bawa tinggi badan!"
"Itu kenyataan!" balas Chanyeol meniru Baekhyun.
"Aku punya 3 alasan kenapa kau pantas menjadi uke." Chanyeol mengangkat tangannya. "Pertama, kau pendek. Kedua, kau cantik. Ketiga, mana ada seme gampang tersipu sepertimu." Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal. "Dan mana ada seme mengerucutkan bibirnya dengan pose imut seperti itu?" Chanyeol memajukan wajahnya dan Baekhyun langsung memundurkan wajahnya. Mereka saling pandang sejenak sebelum akhirnya Baekhyun memutuskan kontak mata terlebih dahulu.
"Lihat? Kau tak ada kriteria menjadi seme Baekki!" Chanyeol memundurkan wajahnya kembali. Baekhyun merasakan panas di kedua pipinya karena malu.
"Tsk. Arraseo arraseo!" Baekhyun berdiri. Chanyeol juga berdiri. Dan Luhan yang tadi ikut duduk pun langsung melayang. "Panggil aku sesuka hatimu." Lanjutnya. Chanyeol mengangguk senang.
"Aku ingin kembali ke kelas" ucap Baekhyun. Chanyeol mengangguk. "Kau, diamlah disini dulu. Lima menit lagi baru kembali! Annyeong Chanyeol." lanjutnya lalu berjalan dengan cepat menjauhi taman belakang tanpa medengar jawaban Chanyeol.
"Baekhyun!" panggil Chanyeol. Baekhyun dan Luhan menghentikan langkahnya (dan layangannya). Dan saat Baekhyun menoleh,
CUP!
Luhan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Baekhyun membeku seketika. Chanyeol mengecup pipi Baekhyun singkat dan berjalan meninggalkan Baekhyun yang terpaku akan kecupan di pipinya.
=TBC=
=END OF CHAPTER 4=
HELLOOO? Chapter 4 udah diapdet. Yeaaaay \(^O^)/
Chapter ini sengaja Yeorky apdet cepet soalnya selama beberapa hari kedepan Yeorky gabisa buka FFN :D
Oiyah, sekedar bocoran aja sih. Kalo kalian teliti baca prolog, terus di gabungin sama summarynya, kalian bakalan nangkep kok ceritanya kenapa Luhan bisa kek gitu. Hubungannya sama baekhyun dan lain - lain. Yaaaa, kalo enggak, tunggu aja chap selanjutnya :D
Oiay, sebenernya ini chapter ada bagian 4A dan 4B. Awalnya, mau di post sendiri - sendiri.
Tapi, berhubung saya gabisa buka akun sampe beberapa hari kedepan, akhirnya Yeorky memutuskan untuk mengapdet Chap 4A&4B dalam satu tempat. Jadi ini wordnya agak panjang. Berbahagialah kalian yang pengen wordnya dipanjangin wkwk
Oiyaaaah, itutuh yang minta Chanbaek bersatu, Chanbaek udah bersatu. Dan di next chapter bakalan ada sebuah keseruan dan kejutan lain!
Ditunggu yaaaa~
Okey, Yeorky bakal bales review yang gapunya akun ffn :D
1. Seseorang : Enggaaak. Yeorky kemarin udah nyari anak yang punya kemampuan indra ke 6 di sekolah baek ini. Tapi nyatanya gak ketemu. Yaudalah, kasihan si Baek. T.T Sebenernya, Baekhyun ini juga 'ASLINYA' gabisa lihat Luhan. Tapi karena ada suatu alasan khusus yang akan dijelaskan di kira - kira chapter 6/7 (mungkn) so tunggu aja. Makasih ya 'seseorang' udah mau review :D
2. Dhl : Iyatuh ngeselin banget! :3 emang aslinya dia punya bakat malu - maluin gitu! Orang ketiga di siapa? Di Chanbaek? Lah itu luhan orang ketiganya wkwk :D Iya tuh udah dijelasin diatas. Ceye suka sama baek dari kelas 1 man! Makasih ya udah mau review :D
3. Guest : Halo? Makasih udah mau review :D Iya wkwk emang dia punya bakat buat bikin orang kesel gitu. Nah, bahagia kan di chap ini panjang? hehe. Oke ini udah di apdet. ikutin terus ya. Dadaaaah~
4. Bunga Julia : Dan kamu ketawa nggak jelas dimobil gitu ceritanya? Bukan jahat, cuman ngeselin aja sih. Iya harus nangkep! Kalo enggak, baca dari prolog lagi ya. hehehe~ Iya ini udah dilanjut. Makasih ya udah mau review *bow*
5. Reader : Halo reader, makasih ya udah mau review ^^ Makasih juga hehe. Luhan? Dia ngerasuki Baekhyun '-' Iya itu sebenernya ada alasannya. Tunggu aja chap - chap selanjutnya. Iya ini udah dilanjut :D Ditunggu ya chap 5 nya ^^
Sekali lagi, terimakasih buat yang kasih review, fav, follow, Readers aktif dan siders.
Ditunggu ya next chapnya. Yeorky pulang dulu. Dadaaah~ *ilang*
