Title :

Twins

Cast:

Lee Hyukjae/Eunhyuk

Lee Donghae

Lee Hyera

Genre:

Brothership, Family, Friendship

Warning:

Ff ini asli dari pikiranku, aku hanya meminjam nama mereka saja. Ini bukan plagiat dan jangan diplagiat.

Maaf kalau ada kata yang kekurangan atau kelebihan huruf. Aku ngetik ff ini make hp soalnya.

No Yaoi. Only Brothership.

...

Eunhyuk berhenti setelah melihat suho sedang duduk pada salah satu kursi ditempat itu. Mereka berdua berada disebuah tempat yang sangat mereka kenal. Tempat latihan mereka dulu, tempat dimana dulu mereka sama-sama menggantung mimpi indah dan berusaha mencapainya.

Suho yang melihat kedatangan eunhyuk tetap duduk tapi sebuah senyuman muncul diwajahnya. "kupikir kau tidak datang".

"aku tidak mungkin membiarkanmu menghancurkan apa yang sudah diimpikan oleh adikku" ucap eunhyuk. Eunhyuk mulai berjalan mendekati suho.

"itu berarti kau terima tantangan ku?" tanya suho

Flashback on

Hp yang eunhyuk letakkan diatas meja samping tidurnya tiba-tiba bergetar menandakan ia mendapatkan sebuah pesan baru. Eunhyuk bangun dan mengambil hpnya. Dilayar handphone itu tertulis sebuah pesan masuk dari suho. Eunhyuk memang memiliki nomor suho tapi sudah lama tak pernah ia hubungi.

Temui aku ditempat latihan kita besok pagi

Jika tidak maka pertunjukan musik donghae akan kubatalkan

Itulah isi dari pesan yang dikirimkan suho.

Flashback off

"ini yang terakhir." ucap eunhyuk akhirnya.

Suho lalu berdiri dan melepas jaket juga headphone yang ia pakai. "baiklah.. Ayo" suho berjalan kesebuah arena lari. Eunhyuk mengikutinya dari belakang. Mereka berdiri tepat dibelakang sebuah garis putih.

'belum pernah kucoba, tapi semoga ini berhasil' ucap eunhyuk dalam hati.

"siap.?" tanya suho pada eunhyuk

"tentu saja.." 'aku tidak yakin' lanjut eunhyuk dalam hati.

"1...2...3!"

Dua namja itu berlari dengan sangat cepat mengitari arena lari. Posisi mereka tidak berbeda jauh. Eunhyuk yang awalnya ragu terlihat mulai percaya diri. Suho menyadari hal itu dia tersenyum tapi bukan senyum licik ini senyum bahagia.

Mereka hampir mencapai garis finish. Suho lah yang memimpin tapi bukan memimpin jauh, karena tak berapa lama kemudian eunhyuk menyusulnya dan melewati garis putih yang dibuat sebagai garis finish.

Suho duduk ditengah arena meluruskan kakinya. Eunhyuk mengikuti apa yang dilakukan oleh suho.

"kau masih tidak bisa ku kalahkan, tapi kenapa berhenti dari tim?" suho bertanya tanpa menatap eunhyuk

Eunhyuk yang hendak minum menghentikan gerakannya dan menatap suho. "sudah pernah kukatakan. Kau tidak perlu tau alasannya"

Suho menatap eunhyuk dengan wajah serius. "kenapa tidak?"

Eunhyuk hanya bungkam ia kembali meminum air mineralnya. Saat baru menyentuh bibir eunhyuk, suho menarik botol yang berisi air itu. "kau sudah lupa dengan janji kita?" tanya suho.

...

Hyera dan donghae sedang membersihkan gudang dirumah itu.

"ais.. Dimana bocah itu? Kita sedang sibuk membersihkan gudang dan dia dengan asiknya keluyuran?" gerutu donghae. Sejak mulai membersihkan gudang eunhyuk memang sudah tidak ada dan donghae terus saja menggerutu.

"dia sedang ada urusan hae" hyera dengan sabar berusaha menjelaskan

"urusan dengan siapa?" tanya donghae.

Hyera menhentikan kegiatannya dan melihat kearah donghae. "tadikan sudah noona bilang, noona tidak tau"

"ahh.. Iya aku lupa"

Hyera hanya menggelengkan kepalanya. Mereka kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersih itu. Saat donghae sedang membersihkan sebuah meja yang dulu merupakan meja belajar donghae dan eunhyuk, ia menemukan sebuah piagam dan sebuah foto.

"noona ini milik eunhyuk kan?" donghae berjalan mendekati hyera dan menunjukan apa yang ia temukan.

Juara 1

Lomba Lari Tingkat SMP

Itulah yang tertulis dipiagam. Setelah hyera membaca tulisan dipiagam itu hyera mengangguk.

"lalu kenapa eunhyuk berhenti?" tanya donghae. Dia adalah saudaranya, bahkan saudara kembar tapi kenapa ia tidak tau alasan eunhyuk berhenti.

Hyera melepaskan sarung tangannya. "kita keruang tengah saja bagaimana?" donghae hanya mengangguk. Hyera dan donghae lalu berjalan kearah ruang tengah. Gudang memang berada di dalam rumah mereka.

Donghae dan hyera duduk di sofa putih diruangan itu. Wajah donghae terlihat muram. "noona apa mungkin eunhyuk berhenti karena aku?" tanya donghae. Hyera yang mendengar itu mengelus kepala donghae dan tersenyum. "tentu saja bukan.. Bukan itu alasan terkuatnya".

"bukan alasan terkuat?.. Jadi aku juga salah satu alasan dia berhenti?" tanya donghae lagi. Kali ini donghae bertanya dengan menatap wajah hyera, donghae sangat berharap mendengar semuanya. Ini sudah sangat lama tapi kenapa sampai sekarang ia belum mengetahui alasan eunhyuk berhenti. Saudara macam apa dia ini?.

"yah.. Tapi bukan alasan terkuat" ucap hyera.

Donghae hanya menatap hyera tanpa mengucapkan apapun. Hyera mengerti dengan tatapan itu. Itu adalah tatapan donghae disaat ia butuh kejelasan.

Hyera pun menceritakan semuanya.

Flashback 3 tahun yang lalu.

Seorang namja tampan dengan pakaian lari berwarna merah sedang duduk di sebuah ruang ganti. Namja itu adalah eunhyuk. Eunhyuk sedang berbicara dengan seseorang ditelfon.

"Apa?!.. Noona jangan bercanda!" teriak eunhyuk pada seseorang diseberang sana.

"hiks.. Sungguh hyuki.. Hiks.. Bisakah kau kerumah sakit sekarang?.. Noona sudah tidak tau harus bagaimana?.. Hae.. Hiks.. Hae juga.." hyeralah yang sedang berbicara dengan eunhyuk ditelfon.

"Donghae.?! Donghae kenapa noona?!" eunhyuk sudah terlihat sangat panik ia yang awalnya duduk langsung berdiri dan kembali berteriak pada hyera

"Hiks.. Hae.. Asmanya kambuh.. Noona mohon cepatlah datang hyuki"

"nde, aku kesana sekarang" eunhyuk langsung mematikan handphonennya dan mengambil jaket berwarna biru yang berada di loker. Ia dengan cepat langsung berlari keluar meninggalkan teman-temannya yang terus memanggil nama eunhyuk.

Eunhyuk yang sudah sangat kalut hanya terus berlari. Dipikirannya hanya ada kedua orang ruanya dan donghae saudara kembarnya. Sampai saat eunhyuk berlari menyebrangi jalan raya eunhyuk tidak melihat sekelilingnya. Ia hanya terus berlari tanpa menyadari ada sebuah sedan hitam melaju kearahnya dan..

Bruk!

Bunyi benturan terdengar. Seseorang telah tertabrak itulah pemikiran orang-orang. Dan benar saja di sudut jalan tak jauh dari tempat tabrakan itu terjadi, eunhyuk terkapar dengan darah hampir diseluruh tubuhnya. Jaket birunya sudah berubah warna menjadi merah. Orang-orang mulai mendatangi eunhyuk. Mata eunhyuk masih terbuka tapi sangat lemah.

"Hae-ah" itu lah kata terakhir eunhyuk sebelum ia kehilangan kesadarannya. Salah satu dari orang-orang yang mengerubuninya menelfon ambulance dan membawa eunhyuk kerumah sakit yang tak jauh dari situ

...

"Hyuki-ah kau sudah sadar" tanya hyera pada eunhyuk yang sudah mulai membuka matanya.

"hmm" gumam eunhyuk. Tanda iya.

Eunhyuk sekarang berada disebuah ruang rawat inap di rumah sakit. Hyera memegang tanga eunhyuk dengan hati-hati. Karena tangan itu sedang diinfus.

Setelah berhasil menguasai dirinya eunhyuk bertanya pada hyera "hae?.. Donghae dimana noona?"

"Dia ada di ruangannya" jawab hyera.

"apa ia baik-baik saja?" tanya eunhyuk lagi

"dia baik. Bahkan sudah tidak menggunakan alat-alat rumah sakit lagi ditubuhnya". Hyera mencoba menghilangkan rasa khawatir eunhyuk.

"baguslah.. Apa dia tau aku kecelakaan?"

"tidak noona belum mengatakannya"

Eunhyuk menghembuskan nafas, tanda bahwa ia sedikit lega "baguslah.. Jangan katakan padanya kalau aku kecelakaan.." hyera mengangguk saja.

"sudah berapa lama aku tidur?"

Masih dengan mengelus tangan eunhyuk. "2 hari"

"apa?.. Apa eomma dan appa sudah dikubur?" ada perasaan sedih dihati eunhyuk saat bertanya. Tapi ia berusaha menyembunyikannya. Eunhyuk tidak ingin membuat hyera bertambah sedih, sudah cukup eunhyuk melihat mata hyera yang bengkak.

"sudah.. Kemarin.." suara hyera terdengar bergetar. Oh ayolah eunhyuk tidak bermaksud membuat hyera menangis.

"maaf noona" eunhyuk merasa bersalah membuat air mata hyera tumpah.

"ani.. Harusnya noona yang minta maaf.. Karena noona menelfonmu kau jadi begini.. Dan hiks.. Noona tidak menunggumu sadar dulu baru menguburkan eomma dan appa" hyera semakin menundukan kepalanya.

Eunhyuk berusaha untuk duduk walau tubuhnya terasa sangat nyeri. Eunhyuk ingin memeluk kakaknya. Ia tidak tega melihat hyera menangis. Merasa bersalah? Sangat. Ada penyesalan dalam hatinya, bukan tapi sangat banyak penyesalan dalam hatinya. Eunhyuk memeluk hyera walau dengan susah payah. Mereka menangis bersama. Tapi eunhyuk sama sekali tidak mengeluarkan suara tangisnya, hanya air mata saja yang mengalir dipipi. Berusaha menenangkan hyera sedangkan hatinya sendiri sekarang sedang sakit.

Orang tuanya telah pergi. Masih banyak yang ingin eunhyuk lakukan pada mereka. Tapi Tuhan berkehendak lain. Dan disaat terakhirpun eunhyuk bahkan tidak melihat dan mengantar mereka. Anak macam apa dia ini?. Ia juga tidak ada disamping hyera, kakaknya pasti sangat hancur saat itu. Lalu bagaimana dengan donghae, anak yang paling dekat dengan eomma dan appa. Donghae pasti sangat hancur. Harusnya eunhyuk ada disana, menjadi penenang mereka. Meminjamkan pundaknya untuk donghae dan hyera sandar. Menghapus air mata yang jatuh dipipi mereka. Orang yang tidak berguna. Itulah yang ada dipikiran eunhyuk saat ini.

Eunhyuk menghapus air matanya dan mengusap punggung hyera. "sudah noona.. Sekarang kita lihat donghae yah" hyera mendengar suara eunhyuk serak. Hyera tau eunhyuk menangis, tapi hyera juga tau bagaimana sifat eunhyuk.

"baiklah.." hyera berdiri. Eunhyuk juga hendak berdiri tapi gagal, awalnya eunhyuk mengira bahwa tubuhnya masih lemah. Tapi saat berusaha untuk kedua kali ia sadar kakinya seperti mati rasa. Apa yang terjadi?. Itu lah pikiran eunhyuk. "Noona kakiku.. Kakiku tidak bisa bergerak" dengan tatapan bingung dan takut eunhyuk berusaha menjelaskan apa yang ia rasakan.

Hyera tidak merespon. Malah memalingkan wajahnya. Eunhyuk membuka selimutnya dan melihat kedua kakinya sudah diperban. Masih utuh, ia yakin itu. Karena bentuknya masih seperti kaki walau diperban. Tapi kenapa ia tidak bisa merasakan ataupun menggerakannya?.

"noona kaki ku kenapa?" eunhyuk menarik tangan hyera agar melihat padanya.

"maafkan noona hyuki-ah.. Seandainya noona tidak menelfonmu.."

"tidak, ini bukan salah noona.. Noona hanya harus menjelaskan kaki ku kenapa?" eunhyuk memang panik tapi eunhyuk bukanlah orang yang akan menyalahkan orang lain.

"kecelakaan itu.. Kecelakaan itu membuat luka parah pada kaki kanan dan tulang pada kaki kirimu retak." hyera menjelaskan tanpa menatap eunhyuk. Hyera tidak ingin melihat ekspresi eunhyuk saat tahu tentang ini.

"jadi begitu" eunhyuk bukan orang bodoh. Ia sudah yakin kecelakaan itu pasti akan berakibat fatal. Tapi bukan ini yang ia perkirakan. Kenapa harus kaki?.

"aku mau istirahat noona" ucap eunhyuk pada hyera. Hyera menatap eunhyuk, hyera tau kini eunhyuk sedang terpuruk. Tapi hyera tidak bisa melakukan apa-apa. Hyera mengusap kepala eunhyuk dan mencium puncak kepala eunhyuk. "ini akan sembuh. Itu yang dokter katakan.. Kau masih bisa lari, sungguh" bisik hyera pada eunhyuk.

"kapan?.. Berapa lama?" eunhyuk berusaha menekan emosinya. "1 atau 2 tahun, dengan terapi rutin. Tapi bisa juga lebih cepat dari itu.." hyera tau mimpi eunhyuk, dan apapun akan ia usahakan untuk adik-adiknya.

"sudahlah" ada nada putus asa dari mulut eunhyuk. Eunhyuk kembali berbaring dan membelakangi hyera, hyera tau ini saatnya ia untuk keluar dari ruangan itu. Eunhyuk butuh istirahat.

Setelah hyera keluar. Eunhyuk menangis sejadi-jadinya, sungguh ia sudah tidak kuat menahannya. Ia sudah kehilangan orang tuanya sekaligus, hampir kehilangan saudara kembar, dan sekarang kehilangan mimpi yang sudah sangat dekat untuk diraih?. Kenapa hidupnya begitu mengenaskan? Kenapa semuanya datang secara bersamaan?. Kenapa? Eunhyuk terus meratapi hidupnya. Apa ini yang dituliskan takdir. Sakit, sangat sakit entah bagaimana bentuk hati eunhyuk sekarang. Ia sudah tidak kuat. Eunhyuk terus menangis berharap rasa sakitnya akan sembuh.

...

"kenapa ini?" donghae mengusap air mata yang mengalir dipipinya. Donghae tiba-tiba merasa sedih dan sakit pada dadanya lalu air mata tiba-tiba jatuh. Ia bingung sampai pintu ruang inapnya terbuka.

"noona?" panggil donghae pada hyera yang baru memasuki ruangannya. Mata hyera kembali basah, donghae khawatir. Apa munngkin hyera kembali mengingat orang tua mereka?.

"noona kenapa?" tanya donghae.

"ani. Noona gwenchana"

"lalu kenapa menangis?" donghae mengusap air mata dipipi hyera.

Hyera tidak menjawab tapi malah balik bertanya. "kau sudah merasa baikan?"

Donghae hanya mengangguk. Donghae memang sudah sehat dari kemarin tapi pihak rumah sakit tidak mengizinkannya untuk keluar. Akhirnya donghae hanya sempat melihat wajah kedua orang tua tanpa mengantar kepergian mereka.

Hyera mengembuskan nafas lega. "baguslah"

Kring Kring

Suara handphone hyera berbunyi tanda ada telfon masuk. Hyera membaca nama penelfon pada layar hpnya. "eunhyuk".

'kenapa eunhyuk menelfon?' hyera ertanya dalam hati. Walau dalam keadaan bingung hyera tetap mengangkat telfon itu.

"yeoboseo!" sapa hyera

"noona.. Apa noona sekarang bersama donghae?" mendengar eunhyuk menyebut nama donghae hyera langsung menatap donghae. Donghae yang memang sedang menatap hyera menjadi bingung.

"iya kenapa?" hyera masih bingung.

"siapa?.. eunhyuk?" tanya donghae pada hyera tanpa mengeluarkan suara. Hyera mengangguk.

"bisakah aku berbicara dengannya" eunhyuk ingin bebicara dengan donghae.

"iya.. Hae, ini.." donghae menerima hanphone yang diberikan hyera.

"yak! Kenapa baru menghubungi noona sekarang eoh?.. Ini sudah 2 hari pabo" donghae langsung berteriak sesaat setelah hp itu ia dekatkan ketelinganya.

"aku sedang ada urusan." eunhyuk sengaja tidak ingin memberitahu donghae soal kecelakaannya.

"urusan apa yang lebih penting hah?!.." donghae masih berteriak. Tapi kemudian suaranya mengecil seperti bebisik. "apa kau tau eomma dan appa?"

"aku tau, sungguh maaf aku ada urusan penting" diseberang sana air mata eunhyuk sudah tumpah. Mendengar suara donghae yang seperti ini malah membuat eunhyuk sedih.

"yak! Apa yang begitu penting untukmu.. Hiks.. Eomma dan appa meninggal, dan kau sama sekali tidak ada disini!.. Aku.. Hiks.. Aku dan hyera noona sendirian disini!" donghae yang memang mudah menangis tidak bisa menahan tangisnya lagi.

"maaf sungguh.. Aku juga ingin melihat eomma dan appa tapi tidak bisa" ucap eunhyuk berusaha membuat suara setenang mungkin padahal dalam hati ia menangis mendengar isakan donghae. 'kumohon jangan menangis hae' ucap eunhyuk dalam hati.

"bisakah kau segera selesaikan urusanmu. Kumohon, aku sungguh tidak kuat sendirian. Kau tau noona selalu menangis. Matanya bahkan sudah sangat bengkak" donghae menatap hyera yang sudah kembali menangis.

'aku tau, aku melihatnya sendiri hae' ucap eunhyuk hanya dalam hati. "akan kuusahakan hae.. Sudah yah pelatih sudah memanggilku" eunhyuk sudah tidak kuat menahan tangisnya. Ia mencari alasan agar sambungan telefon itu segera terputus.

"baiklah.. Jaga dirimu baik-baik hyuk" donghae memutuskan sambungan telefon itu. Donghae memeluk hyera. Hyera mendengar itu semua, ia tidak akan sedih bahkan mungkin akan marah jika seandainya dia tidak tau kebenarannya. Tapi donghae dia tidak marah walau tidak tau bahwa eunhyuk sebenarnya tidak bisa datang karena sedang dirawat. Karena donghae tau bagaimana eunhyuk. Ingat mereka itu kembar.

...

Diruangan eunhyuk. Eunhyuk masih menangis setelah telefon itu diputuskan oleh donghae. Eunhyuk menangis, tapi sedikit lega setidaknya benar kata hyera, donghae baik-baik saja.

Tok tok

Pintu ruang rawat eunhyuk diketuk. Dan masuklah serang dokter dan 2 perawat dibelakannya.

"apa kabar tuan lee?" tanya dokter dengan nama hangeng di jas dokternya.

"baik" ucap eunhyuk seadanya.

"apa kaki mu sudah bisa digerakan?" tanya dokter itu lagi sambil membuka selimut eunhyuk. Eunhyuk hanya diam dan mengamati.

"argh!" teriak eunhyuk saat dokter itu sedikit menyenggol kaki kanan eunhyuk.

"itu tandanya obat biusnya sudah hilang. Mungkin nanti kau akan merasa nyilu pada kedua kaki mu, tapi itu hal yang wajar." dokter hangeng menjelaskan apa yang terjadi pada kaki eunhyuk.

"lalu kapan aku bisa berjalan dan berlari" tanya eunhyuk "kalau jalan mungkin hanya butuh waktu 2 atau 3 minggu kau sudah bisa berjalan dengan normal. Tapi untuk berlari, kurasa itu butuh waktu lama."

"jadi, aku tidak akan bisa berlari lagi?" tanya eunhyuk lagi

"masih bisa. Tapi butuh waktu yang lama." ada rasa kecewa dihati eunhyuk mendengar penjelasan dokter hangeng tapi mau bagaimana lagi. Sepertinya ia harus meninggalkan mimpi terbesarnya itu.

"nanti disaat luka pada tubuh anda sudah mengering anda bisa mengikuti terapi. Kaki anda hanya retak saja jadi tidak perlu terapi berat."

Setelah selesai melakukan pemeriksaan pada eunhyuk suster dan dokter itu keluar dari ruangan eunhyuk. Setelah mereka keluar eunhyuk mengeluarkan hp lalu menelfon seseorang

"yeoboseo, pelatih?" sapa eunhyuk

"ahhh.. Nde eunhyuk-ah.. Sebenarnya ada apa? Kenapa kau kabur dari turnamen dan tidak memberi kabar selama 2 hari hah?" suara pelatih memang tidak terdengar marah, tapi eunhyuk tau pelatihnya sesang marah besar padanya.

"maaf hyung.. Aku mau berhenti dari tim" pelatih eunhyuk memang sangat dekat dengan eunhyuk itu sebabnya eunhyuk bisa memanggil pelatihnya dengan sebutan hyung.

"Apa!.. Kenapa?!, ais sebenarnya apa yang terjadi?" seiapa yang tidak kaget anak asuhannya tida-tiba menghilang dan sekarang meminta berhenti?.

"akan ku ceritakan nanti. Sekarang aku keluar dari tim.. Maaf hyung" eunhyuk segera mematikan sambungan telefon tanpa menunggu jawaban daei pelatihnya.

Hari itu eunhyuk resmi membuang mimpinya.

Flashback off

"jadi hari itu. Kaki eunhyuk patah?.. Saudara macam apa aku ini? Bahkan aku tidak pernah tau tentang kecelakaan eunhyuk" donghae merutuki dirinya sendiri mendengar cerita hyera.

"itu bukan salah mu hae" hyera mengusap kembali kepala donghae.

"dasar bodoh.. Kenapa eunhyuk selalu berusaha tegar sih.. Harusnya dia berbagi dengan ku" donghae menyalahkan eunhyuk yang tidak ada didepannya. "kita dilahirkan bersama bukan tanpa alasan. Kita itu kembar agar bisa saling berbagi!.. Dan dia malah menyimpan sendiri semuanya.. Menyebalkan!" donghae berdiri lalu berjalan ke kamarnya sambil menghentakan kakinya.

...

"tidak perlu mengingat masa lalu suho" ucap eunhyuk

Mereka masih berada di tempat yang dulu mereka gunakan untuk latihan.

"kenapa tidak" tanya suho.

TBC

Next chapter akan berisi tentang masa lalu suho dan eunhyuk.

Makasih buat yang udah review, favorite or follow ff ini.

Seperti biasa saran, kritik, dan komentar kalian sangat dibutuhkan.