BECAUSE OF GHOST
BY YEORKY
MainCast : Baekhyun, Chanyeol
Other Cast : Luhan & Other member Exo
Genre : Romance, School Life
Rated : T
Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*
Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, review!, tanpa edit.
Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?
PS : Ini ffnya agak belibet ya '-' Buat readers baru, Yeorky jelasin disini. Baekhyun itu ketemu hantu Luhan. Terus Luhan ngerasuki Baekhyun. Atau kalau kata orang Indonesia, Baekhyun kesurupan hantu Luhan. Jadi kalau ada tulisan : "Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu" , "Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun" , "Namja manis yang dirasuki" , "Baekhyun yang sebenarnya dirasuki" dan sejenisnya, itu artinya : roh Luhan ngerasuki tubuh Baekhyun, sehingga roh Baekhyun keluar dari tubuhnya. Daaaan, Yang ngomong itu mulutnya Baekhyun, tapi didalem tubuh Baekhyun isinya roh Luhan. Jadi bisa dibilang, Baekhyun itu kesurupan Luhan. Tubuhnya yang ngomong, tapi padahal hantunya yang ngomong. Dan semua orang dibelahan dunia ini, gak tau kalau Baekhyun dirasuki sama Luhan. Yang kurang jelas, bisa kirim PM ke Yeorky kok :3
.
.
HAPPY READING
.
=CHAPTER 5=
"Begini ya rasanya jadi hantu?" Gumam Baekhyun.
Setelah kesal mengoceh panjang lebar dan membujuk Luhan untuk mengembalikan tubuhnya, akhirnya Baekhyun mengalah. Kini Ia tengah duduk bersila diatas loker siswa -yang tingginya hanya seperut Baekhyun- yang terletak dibelakang kelas. Tangan kanannya menompang dagunya dan tangan kirinya dianggurkan diatas pahanya. Sesekali dia menguap dan menutup mata, namun cepat tersadar kembali.
Setelah insiden kecil di taman belakang sekolah yang membuat dirinya malu karena dikecup oleh Chanyeol, Baekhyun langsung kekamar mandi untuk membasuh mukanya yang serasa panas karena dikecup tadi. Dan saat keluar dari kamar mandi, Luhan langsung melayang kearahnya dan meminta izin untuk merasukinya dan saat Baekhyun ingin menjawabnya, dia sudah berada diawang – awang. -_- Yah, merasuki tanpa mendengar jawaban.
Dan Luhan belum mengembalikan tubuh Baekhyun hingga jam pelajaran terakhir hampir selesai. Yang demi apapun itu, membuat Baekhyun bosan setengah mati dan terus mengoceh kesal sekaligus bersumpah serapah kepada hantu yang dianggapnya tak tahu diri itu. Dan Baekhyun harus menahan malu dan kesal saat melihat Chanyeol berlovely dovey ria bersama Luhan yang sekali lagi menggunakan .NYA!
Tapi, Baekhyun baru menyadari satu hal. Semenjak kehadiran hantu cantik yang menyebalkan itu, Baekhyun memperhatikan bahwa temannya bertambah banyak. Dia baru sadar sekarang. Melihat tubuhnya -yang sekali lagi berisikan Luhan- sedang tertawa renyah bersama beberapa temannya. Atau sesekali dia dengan Chanyeol menggoda Iljoo yang duduk tepat didepan mereka. Biasanya, Baekhyun hanya akan berbicara pada Jongdae, Minseok, dan Yixing. Selebihnya dia hanya menanggapi seperlunya perkataan teman – temannya yang lain atau hanya tersenyum untuk sekedar menanggapi. Baekhyun benar – benar pendiam di kelas.
Baekhyun baru sadar, dia jarang tertawa selepas itu. Luhan yang berada didalam tubuhnya telah membuat perubahan besar pada dirinya. Tanpa sadar Baekhyun tersenyum tipis. Mungkin, sifat asli Luhan Hyung saat hidup dulu seperti itu, pikirnya. Itu yang membuatnya kadang tak tega untuk meminta tubuhnya kembali pada Luhan. Dia jadi membayangkan bagaimana kalau dia berada di posisi Luhan Hyung. Oh, pasti sangat sepi.
Tiba – tiba, Bel pulang berbunyi membuat Baekhyun tersadar dari lamunannya. Dia segera melayang mendekati tubuhnya. Ia melihat Chanyeol dan Luhan tengah beberes sambil berbicara ini dan itu.
"Hyung kembalikan tubuhku." Pinta Baekhyun membuat Luhan yang berada didalam tubuhya, menoleh. Namun Luhan hanya berkedip dan kembali ke aktivitasnya semua. "Oh, kau tahu Hyung? Aku kadang ingin tertawa sendiri. Aku berbicara dengan tubuhku sendiri. Berasa seperti cermin Hyung." sungutnya kesal setengah mati tak di pedulikan Luhan. Dia melayang mendekati jendela kelasnya dan bersender disana.
"Hey, kami pulang dulu ya?" pamit Jongdae sambil menyangklongkan tasnya. Membuat Chanyeol dan Baekhyun yang berisikan Luhan menoleh pada mereka.
"Eoh, hati – hati."
"Annyeong couple baru." Minseok menarik lengan Jongdae keluar kelas.
"Heol, Couple baru!" sungut Baekhyun tak terima sambil menyilangkan tangan didepan dada dan memutar bola matanya kesal. "Tapi kalo dilihat – lihat, Baekhyun dan Chanyeol cocok kok!" gumamnya sambil memperhatikan Chanyeol dan tubuhnya sendiri yang dirasuk Luhan. Namun tiba – tiba dia tersadar. "Mwoya? Baekhyun kan aku! Tidak- tidak, mereka tidak cocok!" gumamnya heboh sendiri.
"Baek, aku mau kekamar mandi dulu. Tunggu disini ya? Kita pulang bersama." Ucap Chanyeol sambil menyangklong tasnya. Baekhyun kembali memperhatikan mereka berdua. Pulang bersama?, batinnya. Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu tersenyum mengangguk dan Chanyeol pun pergi.
"Sudah adegan dramanya?" Tanya seseorang. Luhan menoleh dan mendapati Baekhyun tengah duduk ditepian jendela. "Kau adalah hantu yang benar – benar tak tahu diri!" lanjutnya sambil melayang mendekat kearahnya.
"Terimakasih." Ucap Luhan berakting tersanjung. "Ayolah Baek, aku bisa membaca pikiranmu bahwa kau juga sebenarnya tak tega merebut badanmu sendiri dariku." ucap Luhan yang membuat Baekhyun memutar tubuhnya, membelakangi Luhan.
"Sialan! Jangan gunakan kemampuanmu seenaknya!" Kesal Baekhyun
"Arraseo arraseo~" Luhan mendekati Baekhyun. "Kukembalikan tubuhmu. Bagaimanapun, kau akan pulang bersama Chanyeol hari ini." Lanjutnya membuat Baekhyun senyum kemenangan. Baekhyun memutar tubuhnya menghadap Luhan. Namun dia segera memutar balik badannya lagi. Membuat Luhan mengerutkan keningnya bingung.
"Waeyo?" Tanyanya bingung
"Gwenchana. Cepat kembalikan tubuhku. Aku hanya lelah." Jawabnya sambil pura – pura meregangkan otot. Setelah tubuhku kembali, aku harus lari pulang tanpa Chanyeol. Bisa gawat kalau dia bisa membaca pikiranku, batinnya.
"Arraseo!" balas Luhan. Lalu Syuuut~ Luhan keluar dari tubuh Baekhyun. Dan setelah itu, Baekhyun menyadari dia telah kembali berada didalam tubuhnya sendiri.
"Akhirnya~ aku bisa merasakan tubuhku kembali setelah seharian." ucapnya sambil mengangkat kedua tangannya, meregangkan otot. "Kau itu hantu tidak tahu diri. Aku yang istirahat, kau yang menghabiskan tenaga tubuhku!" omelnya pada Luhan.
"Aku mulai terlatih mendengar ocehanmu Baek." Ucap Luhan membuat Baekhyun mendengus kesal. "Chanyeol mana sih? Lama sekali" Tanya Luhan entah pada siapa membuat Baekhyun kembali tersadar akan rencana awalnya. "Apa dia pulang ya?" Tanyanya lagi lalu melayang mendekati jendela.
Aku harus cepat, pikir Baekhyun lalu jalan mengendap – endap mendekati pintu kelas sesekali memperhatikan Luhan yang menghadap jendela. Lalu tiba – tiba,
"Hay Baekkie?" Chanyeol menyapanya dengan senyum lebar
"Eomo, kamchagiya~" kaget Baekhyun. Luhan menoleh dan menyadari Baekhyun telah berada diambang pintu. SIAL!
"Chanyeol, aku minta maaf. Tiba – tiba Baekbeom hyung menyuruhku cepat pulang. Maafkan aku. Annyeeoong~" sapa nya lalu berlari keluar kelas dan meninggalkan Chanyeol.
"Eo, Annyeong~" Balas Chanyeol bingung
"Eoh? Yaaa Baekhyuuun~" Teriak Luhan lalu melayang mengejar Baekhyun yang sudah berlari. "Annyeong Chanyeool." Sapanya saat melewati Chanyeol yang tentu saja tidak dihiraukan oleh Chanyeol.
"Baaeekkkiiii!" teriak Luhan sambil mengejar Baekhyun yang berlari. "Baeeek tunggu akuuu..." teriaknya lagi.
"Shireooo!" balas Baekhyun terus berlari. "Aku mau pullaaang~" teriaknya. Tak jarang beberapa murid di koridor melihatnya dengan bingung. Bahkan saat Yixing menyapanya, dilewati begitu saja.
"Kau mu kemana Baeeek? Tunggu! Padahal kan kita akan pulang bersama dengan Chanyeol. Ini kesempatan bagus Baek~" teriak Luhan sambil terus melayang mengejar Baekhyun. "Aduh, kenapa larinya cepat sekali sih" gumamnya
"Berisiik ah~" teriaknya membalas Luhan.
"Ah, sial bisnya belum datang" Ucap Baekhyun saat telah sampai halte. "Aku harus ke kuil, mengusir Luhan Hyung!" gumamnya.
"Percuma kan kau lari, pada akhirnya berhenti disini." ucap seseorang tiba – tiba. Baekhyun melirik sebelahnya dan mendapati Luhan disebelahnya dan tanpa kelelahan sedikit pun. "Hantu tidak bisa merasa lelah Baek. Kau ini kenapa sih, kau kan sudah jadi pacarnya Chanyeol!" Kata Luhan seakan mengerti pemikiran Baekhyun.
"Kau kenapa mengikutiku sih Hyung?" tanya Baekhyun kesal setelah menetralkan nafasnya. "Inikan jam pulang sekolah? Sana pulang kerumahmu!" suruh Baekhyun
"Shireo. Aku mau ikut pulang kerumahmu." Balas Luhan membuat Baekhyun menoleh secara sempurna pada hantu yang melayang disebelahnya itu.
"Kau mau apa dirumahku?" Tanya Baekhyun
"Pulang. Rumahku dirumahmu sekarang. Sudah kuputuskan" jawab Luhan tanpa beban
"Hyuung~" rengek Baekhyun
"Sebenarnya... aku tidak punya rumah Baek. Selama ini, aku tinggal di bangunan tua dengan hantu lain. Dan, bangunan itu sudah akan mulai digusur. Aku... tidak punya tempat lagi. Kau tega aku berkeliaran di jalan atau tinggal di kuburan yang menyeramkan?" Tanya Luhan dengan muka memelas. Membuat Baekhyun tak tega saat itu juga.
"Kau kan hantu hyung? Masa takut sama sama kuburan?" Tanya Baekhyun berusaha mengalihkan pemikirannya
"Baiklah, aku akan... aku akan pergi" ucap Luhan menundukkan kepalanya. "Sampai ketemu besok Baek" Luhan membalikkan badannya dan melayang dengan lesu
"Hyung" Panggilnya "Arraseo... arraseo, kau boleh kau boleh!" ucapnya pada akhirnya. Membuat Luhan tersenyum penuh kemenangan lalu berbalik menghadap Baekhyun.
"Gumawo Baaeeek~" teriaknya lalu berputar – putar didepan Baekhyun.
"Haaah~ dasar Hantu sibuk!"
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Baekhyun melancarkan rencananya untuk membawa Luhan ke kuil dan mengusirnya atau setidaknya tidak menghantui kehidupannya. Baekhyun turun di pemberhentian ke 3 dan berjalan menuju kuil yang tak jauh dari halte.
"Baek kita mau kemana?" tanya Luhan bingung.
Namun Baekhyun hanya diam. Setelah sampai, dia bertemu pada pendeta disana dan meminta tolong untuk mengusir atau setidaknya membawa pergi Luhan.
"Ah, mengusir hantu ya? Saya belum pernah mencobanya" ucap pendeta itu
"Tak apa, dicoba dulu saja"
Dan akhirnya mereka bertiga memasuk kuil. Dan setelah menunggu beberapa saat, sungguh watdehel bagi Baekhyun. Dia melihat pendeta itu berusaha bekerja keras menggunakan segala ilmunya untuk mengusir hantu Luhan namun yang diusir malah sedang asyik – asyiknya melihat arsitektur kuil. Dia melayang mengitari ruangan. Melihat – lihat pajangan atau hiasan yang terletak didinding.
"Waaaah~ bagus ya Baek?" Ucapnya dengan mata berbinar terpaku pada salah satu hiasan di dinding.
"Haaaah~" helaan nafas putus asa terdengar dari bibir manis Baekhyun. Akhirnya dia memutuskan untuk menyudahi ritual itu dan mengajak Luhan pulang.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Dan, disinilah mereka. Di dalam bis dengan keadaan Baekhyun yang lelah dan Luhan terus kagum melihat jendela. Dia lelah. Benar – benar lelah. Setelah tubuhnya dirasuki Luhan seharian, harus berlari dari kelas menuju halte yang demi apa itu lumayan jauh, dan harus ke kuil untuk mengusir hantu cantik namun berakhir Luhan yang berputar mengagumi arsitektur kuil dan melupakan pendeta yang tengah mengusirnya, tubuhya kini benar – benar lelah. Dia sedikit terpejam dan berpesan pada Luhan untuk membangunkannya di pemberhentian ke 6.
"Kau bukan tamu penting, jadi tidak ada acara penyambutan. Masuk saja dan jangan pernah menganggap ini rumahmu sendiri. Arraseo?" tanya Baekhyun melirik Luhan di sebelahnya.
"Eung!" Luhan mengangguk mantap. Lalu Baekhyun membuka pintu rumah dan memasukinya diikuti Luhan.
"Waaah, ini rumahmu Baek?" Tanya Luhan saat Baekhyun telah membukakan pintu untuknya. Dia kagum akan rumah Baekhyun yang besar dan bagus menurutnya.
"Bukan, ini ruang tamu ku. Kau seharusnya mengucapkan itu saat di gerbang tadi!" jawab Baekhyun ketus. "Kau mau masuk atau tidak?" tanyanya kesal karena Luhan tidak segera masuk. Dan Luhan pun melayang mengikuti Baekhyun yang kini tengah berjalan menuju kamarnya di lantai dua.
"Baekhyun-Ssi anda sudah pulang?" sapa seseorang saat Baekhyun hendak naik ke lantai atas.
"Eoh, Annyeong Yang Ahjumma" sapa Baekhyun menunduk.
"Annyeong Yang Ahjumma. Xi Luhan imnida" seru Luhan sambil bow 90 derajat membuat Baekhyun melirik sesaat padanya
"Hyung sudah pulang?" tanya Baekhyun sambil melebarkan dasi sekolahnya.
"Belum. Tadi Baekbeom-Ssi menelpon katanya masih sibuk membantu Tuan Byun. Dan beliau bilang anda harus menelpon Baekbeom-Ssi karena-"
"Jam berapa Hyung telpon?"
"Jam 5"
"Oh God, pasti dia menceramahiku karena belum pulang jam segitu. Baiklah terimakasih. Aku akan kekamarku"
"Makanannya sudah siap jika anda ingin makan malam"
"Antarkan kekamarku saja. Aku malas turun kebawah. Badanku pegal semua" Ucap Baekhyun mengakhiri dan diangguki oleh Yang Ahjumma dan Baekhyunpun segera naik diikuti Luhan yang tentu saja melayang.
"Hantu tidak tidur kan?" Tanya Baekhyun membuka pintu kamarnya
"Eo~ maja" jawab Luhan lalu masuk kekamar Baekhyun "Mwoya? Ini kamarmu?" tanya Luhan lalu melayang masuk. Dia mengedarkan pandangannya keseluruh kamar Baekhyun yang tak terlalu besar namun tidak bisa dibilang kecil (baca: lumayan).
"Isi kamar mu seperti anak kebanyakan ya?" tanya Luhan melayang mengitari ruangan. "Kamar mandi, tempat tidur, karpet, televisi, lemari pakaian, meja belajar, rak buku... howa? Playstation?" Luhan mendekati rak televisi "Kau bisa main ini?" Tanya Luhan menoleh pada Baekhyun yang sibuk didepan lemari pakaian.
"Ani, itu cuman pajangan dikamar" jawab Baekhyun malas
"Oh, jinja?"
"God! Jelas aku bisa memainkannya Hyung. Untuk apa punya?" tanya Baekhyun kesal lalu menutup lemari dan berjalan ke kamar mandi
"Kau mau kemana?" Luhan melayang mendekati Baekhyun membuat Baekhyun menoleh kesal
"Mandi. Kau nonton tivi sana" Baekhyun melanjutkan langkahnya "Awas jangan ngintip" lanjutnya lalu masuk kamar mandi.
"Benar – benar hantu merepotkan" gumamnya sambil menggantungkan baju gantinya dan melepas seragam atasnya. "Apa yang harus aku katakan kalau ditanya Baekbeom hyung?" Tanyanya lalu saat menoleh kebelakang untuk menaruh seragam atasnya,
"EOMOKAMCHAGIYA!" teriak Baekhyun kaget. Dia melihat kepala Luhan menembus pintu kamar mandi. Hanya kepala. Badannya berada diluar. *Bayangkan seperti kau melongok keluar jendela* "Mwoya hyuung! Sedang apa kau disini? Aku kan bilang jangan mengintip?" Teriak Baekhyun kesal sambil menutupi badan bagian atasnya dengan seragamnya.
"YAK! Berhenti berteriak! Aku tidak mengintip!" balas Luhan "Remotnya dimana?" Tanyanya dengan ekspresi datar
"Mwoya? Cari saja sendiri!" Teriak Baekhyun "Sana keluar keluaaaar! Jangan mengintiiiip!" Baekhyun mendorong kepala Luhan keluar kamar mandi "Mwoya ige? Aigo~ hantu memang bisa berbuat seenaknya" gumamnya frustasi
"Aish~ dasar pelit. Padahal hanya bertanya dimana remotnya" gumam Luhan diluar kamar mandi
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Ah segarnya" seru Baekhyun saat keluar dari kamar mandi. Dia menggosok kepalanya yang basah dengan handuk. "Kau tidak mau mandi Hyung?" tanya Baekhyun menoleh pada Luhan yang sedang melihat – lihat kamarnya
"Kau meledekku?"
"Ah, aku baru ingat kalau kau itu Hantu" Baekhyun tertawa kecil "Mian" ucapnya
"Baekhyun-Ssi" panggil seseorang dari pintu "Ini makan malamnya" lanjutnya.
"Ne, jamkaman Yang Ahjumma" balas Baekhyun lalu segera menghampiri pintu dan membukakan pintu kamarnya yang bercat putih "Gumawo Ahjumma" ucap Baekhyun lalu segera menutup pintu dan membawa makan malamnya masuk kamar.
"Kenapa tidak menyalakan tivi?" Tanya Baekhyun sambil mendudukkan dirinya di karpet diikuti dengan Luhan. Baekhyun mengambil remot dan menyalakan tivi.
"Tidak semua barang bisa kupegang dan tidak setiap saat aku bisa memegang barang" jawab Luhan "Jika saat – saat tertentu saja aku bisa memegang sesuatu" lanjutnya
"Hantu tidak makan kan?" Baekhyun mengaduk makanannya dan meniupnya
"Tidak tidak" Jawab Luhan "Biasanya kami berkumpul dan aku ditugaskan untuk mencari mangsa untuk dimakan bersama – sama hantu yang lain. Biasanya aku akan mengikuti mangsa ku sampai kerumahnya setelah itu aku memanggil hantu yang lain untuk memakan mangsaku" jelas Luhan membuat Baekhyun menganga tak elitnya didepan sendok yang hendak dia suapkan.
Melihat itu, Luhan hanya tersenyum jahil "Kami memakan mangsa kami sangat sadis. Mencabik – cabik, mencakar, dan kami akan berubah menjadi hantu yang menakutkan. Biasanya mangsa kami akan berteriak kesakitan. Well, aku rasa itu benar. Rasanya mungkin sakit. Biasanya–"
"HYUNG!" potong Baekhyun
"Ne?" Tanya Luhan menoleh pada Baekhyun. Ekspresi Baekhyun sangat lucu sekarang. Wajahnya ketakutan. Tangannya mencengkram erat sumpit dan sendok yang dipegang. Jika bisa dia ingin tertawa sekarang. Namun dia segera menahannya. Balasan untuk membawanya kekuil tadi. Luhan tau, Baekhyun ingin mengusirnya. Tapi siapa sangka, Luhan hantu yang kuat?
"Ah~ habis ini aku akan keluar sebentar. Aku mau kembali ke gedung tempat ku kemarin. Aku harus bertemu beberapa temanku" Luhan berucap seperti tak memiliki beban membuat Baekhyun semakin ketakutan. Membayangkan Luhan yang akan memanggil teman – temannya dan mereka semua akan memangsa Baekhyun. Dan Baekhyun akan berteriak kesakitan. Dan... OH NO! TIDAK! JANGAN!
"Aku pergi dulu ya Baek" seru Luhan beranjak dari duduknya. Dan saat hendak melayang keluar jendela,
"HYUUUNG~ jebaaal jangan tinggalkan aku. Jangan mangsa aku. Jangan bilang pada teman – temanmu. Aku minta maaf. Hyuung, hidup ku masih panjang. Aku belum berbuat apa – apa. Bahkan aku belum pacaran dan melakukan ciuman pertama. Jebal Hyuuuung~ aku takut" ucap Baekhyun panjang lebar ketakutan sambil menahan lengan kiri Luhan membuat Luhan menahan tawanya. Geli akan reaksi Baekhyun yang lucu ini. Namun dia tidak ingin berhenti disitu. Luhan menolehkan kepalanya secara perlahan kearah kiri sambil menatap tajam kearah Baekhyun yang menahan tangannya. Wajahnya dibuat semenyeramkan mungkin.
"Hyuuung~ jebaaal. Aku takuuut. Jangan seperti ini" rengek Baekhyun lagi. Dan akhirnya,
"Pffft... Hahahahaha~" sebuah tawa meledak dari bibir Luhan membuat Baekhyun melongo menatapnya "Kau lucu Baekkie kau lucu~ Ahahaha... ternyata kau penakut! Kau penakuuut! Hahaha~ Kau... Hahahaha" tawanya meledak seperti bom yang jatuh dari udara. Membuat Baekhyun malu setengah mati akan tingkah lakunya beberapa saat lalu.
"Mwoya? Kau mengerjaiku? Tidak lucu Hyung!" teriaknya kesal lalu segera duduk dan memakan makan malamnya kembali tanpa memperdulikan Luhan yang tertawa terbahak – bahak.
"Hahaha... kau tahu Baek? Kau seharusnya melihat mukamu sendiri saat merengek ketakutan tadi. Hahaha, aku tidak bisa berkata apa – apa" Luhan kembali duduk seperti tadi.
"Shikeuro!" Sungut Baekhyun kesal.
"Arraseo... Arraseo... Mianhae" ucapnya tulus namun sedikit tertawa di bagian akhir. "Maaf mengganggu acara makanmu" lanjutnya yang hanya dibalas deheman oleh Baekhyun. Dia kembali memperhatikan acara tivi yang diputar Baekhyun. Keheningan sempat menjalar disekitar mereka.
"Baek" panggil Luhan memecah keheningan
"Hm?"
"Kenapa rumahmu sepi?" Tanya Luhan
"Kau tahu sendiri kan tadi tidak ada orang dirumah?" Jawab Baekhyun malas masih fokus pada makanan didepannya sambil sesekali menoleh pada tivi didepannya.
"Kau selalu makan malam sendiri seperti ini?" tanya Luhan lalu memperhatikan sekitar "Tapi Eomma mu-" Baekhyun memutar kepalanya menghadap Luhan yang duduk disebelahnya dengan ekspresi datar "Oh, Maafkan aku Baek. Aku tidak bermaksuud" Ucap Luhan sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya "Maafkan aku" ucapnya lagi dengan nada sedih.
"Orang tuaku masih ada Hyung, mereka berada di Jepang. Appa dan Eomma sering melakukan perjalanan bisnis. Mereka jarang dirumah" ucap Baekhyun menatap datar pada Luhan. Membuat Luhan mengangkat kepalanya dan memperhatikan Baekhyun dengan wajah polos seolah – olah berkata benarkah?
"Aku biasanya tinggal dengan Hyung. Hyungku kuliah tapi sekarang sedang di Jepang juga membantu Appa. Jadilah aku dirumah sendirian hanya dengan beberapa maid" lanjut Baekhyun membuat Luhan menganggukan kepalanya mengerti.
"Ehem~" Luhan membenarkan posisi duduknya. "Kau pasti kesepian. Tidak ada orang dirumah. Tidak ada yang menyambutmu saat pulang. Baek kenapa kau tidak punya teman disekolah? Apa kau memusuhi mereka? Kau bilang tidak pernah berbicara pada Chanyeol. Kenapa? Baek? Baek kau marah karena kukerjai tadi? Baek? Hei? Baek jawab pertanyaanku. Baek kau marah?" Baekhyun tidak memperdulikan Luhan. Dia terus fokus pada makanannya dan acara Running man yang diputar di tivi membuat Luhan tertunduk "Hei, Baek!" panggilnya sekali lagi namun Baekhyun tetap tak bergerak
"YANG BISA BERBICARA DENGANKU, HANYA KAU BAEK~" tangisnya. Kedua kakinya ditekuk, kepalanya ditelungkupkan diantara kedua kakinya. "Kau tidak kasihan dengan hantu malang seperti aku?" tanyanya masih dalam mode menangis.
"Haaaaah~ dasar anak kecil" gumam Baekhyun menghela nafas "Aku sebenarnya sedikit menjaga jarak dari orang lain!" ucap Baekhyun sambil menyuapkan sendok makannya
"Oh benarkah?" Tanya Luhan sambil mengangkat kepalanya menghadap Baekhyun "Pantas saja tidak punya teman" lanjutnya mengangguk – angguk
"Kau benar – benar hantu yang sibuk Hyung! Tadi tertawa, lalu menangis, lalu datar, lalu menangis lagi, lalu sekarang datar lagi"
"Hidup itu memang harus sibuk Baek!" balasnya sambil merubah posisinya menjadi bersila
"Kau kan tidak hidup? Kau sudah meninggal Hyung!" Tanya Baekhyun melirik pada Luhan
"Ah benar juga ya" balasnya dengan ekspresi lucu "Kenapa kau menjaga jarak dari orang lain?" Tanya Luhan menggeser duduknya menghadap Baekhyun
"Karena sifatku" jawab Baekhyun singkat.
"Kenapa?" tanya Luhan lagi penasaran. Baekhyun diam sejenak. Lalu meletakkan sendok makannya.
"Kau tahu sendiri kan? Aku memiliki sifat yang unik. Tidak bisa menolak dan sekalinya menolak, aku mudah dibujuk. Entahlah, aku tidak tahu memiliki sifat itu dari mana. Padahal Eomma, Appa dan Hyungku sifatnya biasa – biasa saja. Hanya aku yang seperti itu. Saat menengah pertama dulu, aku sering dikerjai oleh teman – temanku karena sifatku yang seperti itu. Hyungku juga sering memarahiku. Karena aku sering pulang dalam kondisi yang tidak baik. Seperti tangan lecet, atau baju basah, atau kondisi – kondisi lain karena habis dikerjai. Hyungku sering bilang bahwa aku itu dikerjai. Cobalah menolak mereka dengan tegas. Aku sudah mencobanya. Namun, tetap saja aku tidak bisa. Pikiranku dan mulutku seperti tidak sinkron. Dan Hyungku bilang, saat menengah atas sekarang aku harus menjaga jarak dari teman – teman agar peristiwa masa menengah pertama tidak terulang kembali" jelas Baekhyun panjang lebar. Tangannya memainkan sumpit yang dipegangnya
"Kau tidak sadar jika kau dikerjai?" Tanya Luhan
"Kadang kala aku sadar. Aku pernah menolak. Seperti misalkan, kau meminta tolong aku untuk mengembalikan buku keperpustakaan. Saat aku menolak, kau akan membujukku kembali dan itu membuatku berpikir 'bagaimana jika aku diposisi mereka. Tidak ada yang mau membantu saat aku meminta bantuan' atau pemikiran – pemikiran lainnya dan akhirnya aku memutuskan untuk membantu mereka. Entahlah rumit menjelaskannya" Luhan memandang Baekhyun iba.
"Apa itu juga terjadi padaku?" Tanya Luhan memastikan
"Kau ingin jawaban jujur?" Tanya Baekhyun balik dan diangguki oleh Luhan
"Iya. Itu terjadi padamu juga. Aku sebenarnya ingin mengusirmu saat pertama kali kita bertemu. Namun entah kenapa itu berat. Lalu saat kau menggunakan tubuhku untuk hal yang sumpah demi apa itu memusingkanku, aku ingin marah tapi tidak bisa. Aku membayangkan bagaimana jika aku berada didalam posisimu. Membayangkan bagaimana sepinya menjadi hantu yang bahkan tidak diperdulikan oleh orang. Otakku selalu berpikiran positive sehingga aku tidak jadi marah. Entah kenapa" lanjutnya lalu menatap Luhan disebelahnya "Dan kalau kau tahu, ini pertama kalinya aku bercerita panjang lebar pada orang lain selain Baekbeom hyung"
"Ehm~" Luhan mengangguk – angguk "Kau benar – benar menjaga jarak ya? Kalau aku pasti kesepian. Aku telah menyadari kalau aku sekarang telah menjadi hantu. Waktu aku pulang kerumah, mereka semua sudah bersedih. Saat aku masuk, mereka semua menangis karena kematianku. Demi apa aku sedih sekali" cerita Luhan. Matanya menerawang jauh keatas. Baekhyun memperhatikan hantu malang disebelahnya itu.
"Keesokan harinya saat pemakamanku, Orang tua dan teman – teman tidak menyadari kehadiranku. Tidak seorangpun yang menyadariku. Aku menjadi bingung harus berbuat apa. Aku sendirian. Hingga Kyuhyun datang dan memberitahuku bahwa aku harus menyelesaikan masalah dunia yang belum kuselesaikan dan mencari kebaikan sebanyak mungkin agar bisa tenang dan kembali kesurga" lanjut Luhan "Kyuhyun adalah malaikat yang mengurusi manusia yang telah meninggal namun masalahnya belum selesai didunia. Biasanya kalian menyebutnya hantu gentayangan"
"Aku baru tahu" balas Baekhyun tertarik pada penjelasan Luhan
"Tapi semenjak aku meninggal, aku tidak bisa menyelesaikan masalahku. Karena aku tidak tahu masalahku apa. Aku tetap sedih karena aku jadi sendirian" Luhan kembali menjelaskan membuat Baekhyun menatap iba pada Luhan "Tapi tidak jika ada tubuh orang yang bisa kurasuki. Aku bisa melakukan hal – hal yang kuinginkan" Ucap Luhan dengan girang membuat Baekhyun tersentak kaget.
"Hyung..." sapa Baekhyun. Raut wajahnya datar karena kesal. Seperti ini - -_-
"Eoh?"
"Kau ini memang benar – benar sibuk. Saat sedih, tiba – tiba bisa merubahnya menjadi bahagia dalam waktu sekejap!" ucapnya membuat Luhan nyengir. Lalu Baekhyun berdiri dan keluar kamar mengembalikan piring kedapur.
"Bukannya kau harus menelpon Hyungmu?" Tanya Luhan saat Baekhyun kembali
"Ah, Matta! Aku lupa!" ucapnya lalu segera mengambil ponselnya "Aku harus bilang apa pada Hyung? Aku tidak bisa bercerita tentangmu!" dan itu menjadi malam yang berat bagi Baekhyun karena harus mencari alasan yang tepat untuk Hyungnya.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Jam masih menunjukan pukul 7 kurang saat terdengar suara gaduh dari dapur. Seseorang tengah memasak sesuatu. Sempat terdengar suara beberapa benda jatuh dan pekikan kesakitan dari bibir seseorang. Membuat Yang Ahjumma berlari tergopoh – gopoh menuju dapur.
"Baekhyun-Ssi?" Panggil Yang Ahjumma kaget
"Oh? Selamat Pagi Yang Ahjumma" Sapa Baekhyun sambil Bow 90 derajat dan tersenyum manis. "Ada apa? Kenapa berlari seperti tadi?" tanya Baekhyun bingung.
"Aku sedang menjemur pakaian dibelakang dan kaget mendengar suara dari dapur" jawab Yang Ahjumma bingung dengan perubahan sifat Baekhyun yang menjadi ramah "Anda sedang apa?" Tanya Yang Ahjumma bingung
"Ah, hehehe... maaf merepotkanmu. Ini aku sedang memasak untuk bekal" jawab Baekhyun sambil memperlihatkan 2 kotak bekal yang telah disiapkan.
"Bekal?" tanya Yang Ahjumma sekali lagi bingung
"Ne. Aku buat dua bekal. Satu untukku. Dan satu lagi untuk Hyung. Kemarin Hyung bilang sekitar jam 8 akan sampai rumah dan katanya langsung berangkat kuliah jam setengah 9. Aku yakin Hyung tidak sempat sarapan. Jadi tolong berikan ini pada Hyung ya?" Ucap Bakhyun sambil melepaskan apronnya.
"Dan, anda mau berangkat sekarang?" Tanya Yang Ahjumma
"Ne. Aku mau mengambil tas dan sweater dulu dikamar. Annyeong Yang Ahjumma" Sapa Baekhyun mengakhiri lalu berlari kekamarnya.
"Ne, Annyeong" Balas Yang Ahjumma terpaku dengan perubahan sifat Baekhyun yang terbilang sangat ramah. Biasanya Baekhyun tidak seramah ini menurutnya.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Ting~ Ting~ *Suara kedipan mata*
Hoaaam~
DEG!
LHO?
Ting~ Ting~ *Sekali lagi ini suara kedipan mata*
"Eh?" Baekhyun mengerjap bingung dengan keadaan sekitar.
"Ini dimana?" Tanyanya lagi sambil mengedarkan pandangan kesekitar. Raut wajahnya bingung. "Perasaan tadi aku masih tidur!" Ucapnya lalu memperhatikan dirinya "Mwoya? Aku sudah berseragam?" Tanyanya kaget meraba – raba tubuhnya lalu kembali memperhatikan sekitar "Daerah mana ini? Ini sebenarnya dimana? Kenapa aku disini?" Tanyanya lagi bingung. Bagaimana tidak kaget. Bangun – bangun, kau sudah ada di jalan dengan keadaan sudah berseragam. Demi apapun itu membingungkan!
"Aduh, kenapa bisnya lama sekali sih? Padahal sebentar lagi ada kejadian menarik. Memanfaatkan tubuh manusia itu menguras tenaga ya ternyata!" ucap seseorang dari ujung Halte sambil memperhatikan jalan, menunggu bis. Baekhyun menoleh sedikit pada orang itu.
"Haaah~" helaan nafas ringan terdengar "Ini pasti ulah Luhan Hyung" ucapnya dengan ekspresi datar. (Seperti ini : -_-) Dia membawa kepalanya menghadap bawah dan matanya menangkap sesuatu yang ganjil pada jari – jarinya. "Eh?" dia mengangkat kedua tangannya
"Mwoya?" tanyanya kaget melihat jari – jarinya yang terbalut plester dan kapas. "Ini luka bakar dan luka potong?" Tanyanya pada dirinya sendiri.
"Eh, bisnya datang!" pekik Luhan lalu melayang mendekati Baekhyun yang masih terpaku pada jari – jarinya. "Ayo cepat Baek!" Dia menarik ujung kerah Baekhyun "Kesekolah naik bis ini kan?" Tanyanya
"..." Baekhyun kehabisan kata – kata. Dia segera menaiki bis itu dan memasukan koin lalu berjalan masuk kearah bis "Kenapa kau disini? Terus tanganku, kenapa?" Tanya Baekhyun lirih dengan kesal melirik pada Luhan yang melayang disebelahnya.
"Ah, mian~ Tanganmu tadi kepotong sedikit saat aku memotong bahan makanan. Lalu terbakar api kompor. Tadi aku membuat bekal untukmu. Lihat saja nanti jam istirahat" Jawab Luhan nyengir
"Sedikit?" Tanya Baekhyun lalu mengangkat tangannya. Menunjukkan pada Luhan jari – jarinya. 1 jari sebelah kiri dan 4 jari sebelah kanan yang terbalut. "Ini namanya sedikit?" Tanyanya lagi. "Haaah~ lagi – lagi menggunakan jasad orang tanpa permisi" gumamnya (-_-")
"Baekhyun?" Sapa seseorang dari arah belakang Baekhyun membuat Baekhyun dan Luhan menoleh pada orang yang memanggil. Dan demi apa bagi Baekhyun dia segera melirik pada Luhan yang sedang melayang disampingnya dengan tatapan "Oh ini maksudnya" membuat Luhan segera kembali menghadap depan.
"Annyeong Chanyeol." Sapa Baekhyun dengan senyum dipaksa.
"Wah, kau juga menggunakan bis ini ya?" Tanya Chanyeol dengan senyum lebar "Aku baru tahu. Rumahmu didaerah sini?" Tanyanya lagi
"Eoh~ begitulah" jawab Baekhyun malas "Huaaaah~" dia menguap lebar didepan Chanyeol matanya mengerjap ngantuk
"Baru jam 7 lebih Baek dan kau sudah ngantuk?" tanya Chanyeol
"Bangunnya jam 6 sih" balas Luhan yang membuat Baekhyun melirik sengit padanya. Sumpah demi apa. Baekhyun yang biasanya bangun jam 7 dan berangkat jam setengah 7 karena jam masuk sekolahnya jam 8 dan jaraknya yang lumayan dekat harus bangun jam 6 untuk hari ini. -_- Dasar hantu tidak tahu diri.
Baekhyun pun berjalan beberapa langkah untuk menjauhi Chanyeol. "Meskipun hantu sialan ini merasukiku semaunya, aku harus menjaga orientasi seksualku" gumamnya dengan wajah serius.
"Baek, kenapa kau menghindariku?" tanya Chanyeol dari arah belakang Baekhyun. Membuat Baekhyun menoleh kebelakang dan sungguh demi apa dia harus mendongak karena tinggi badan mereka yang lumayan berbeda. "Wajahmu terlihat pucat. Kau sakit?" tanya Chanyeol lagi hendak menyentuh wajah Baekhyun, namun...
"Chanyeol badanku sedang tidak baik" ucap Baekhyun mundur satu langkah. Membuat Luhan menoleh dan baru menyadari, bahwa Chanyeol dan Baekhyun berada di tengah – tengah bis.
"Wae?" Tanya Chanyeol bingung
"Hanya tidak baik. Aku pikir, sentuhan bisa memperburuk kondisiku. Aku duduk dibelakang saja." jawab Baekhyun dan berjalan menuju belakang bis.
"..." Chanyeol kehilangan kata – kata
"Tunggu Baek, apa yang kau lakukan? Kenapa kau beralasan seperti itu? Chanyeol hanya khawatir padamu. Tak seharusnya kau ketus padanya" teriak Luhan melayang mendekati Baekhyun. Berisik!, batin Baekhyun "Baek didalam bis dilarang jalan – jalan!" teriak Luhan lagi Siapa peduli, batinnya lagi dan duduk di kursi panjang belakang bis.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Jam pulang sekolah tiba dan Baekhyun langsung pulang dengan cepat karena tidak ingin satu bis dengan Chanyeol.
"Haaah~ Kebahagiaan itu memang hanya dapat diraih dengan tangan sendiri!" ucap Luhan bahagia disebelah Baekhyun saat mereka tengah berjalan menyusuri jalan menuju rumah Baekhyun. Wajahnya memerah. Senyumnya terkembang.
"Sendiri?" tanya Baekhyun pelan menanggapi ucapan Luhan
"Demi apa Hyung? Kau menggunakan tubuh orang seperti boneka" ucap Baekhyun emosi "Merasuki tubuhku saat setelah sampai di ambang pintu. Menyapa Chanyeol, bermesraan dengannya, mengincar berpasangan dengan Chanyeol saat pemanasan jam olahraga, makan siang dengan Chanyeol di kelas dengan bekal yang kau buat, dan banyak hal gila yang aku tidak percaya terjadi hanya dalam sehari!" omel Baekhyun. Dia harus merasa beruntung karena jalanan yang sepi.
"Sudah puas kan?" Tanya Baekhyun menoleh pada Luhan sambil membuka gerbang rumahnya "Sekarang kembalilah kesurga!" lanjutnya sambil menutup gerbang secara sepihak meninggalkan Luhan diluar. Luhan pun melayang keatas melewati gerbang dan berhenti didepan Baekhyun,
"Tidak mau, ah!" ucapnya mengejek lalu melayang meninggalkan Baekhyun
"Dasar hantu tidak tahu diri! Aku akan mencari cara untuk mengusirmu!" teriaknya mengejar Luhan yang melayang jauh.
"Ah, tunggu dulu Baek" ucap Luhan tiba – tiba berhenti saat Baekhyun sudah berada di dekat pintu rumahnya. Luhan melayang masuk menembus pintu.
"Eoh? Kenapa tidak bisa bergerak?" Tanya Baekhyun pada dirinya sendiri "Kejadian tiba – tiba apalagi ini Hyung? Jangan bercanda!" ucapnya sambil terus menggerakan badannya. Dan badannya bergerak kembali setelah beberapa detik. Lalu berjalan membuka pintu rumah, dan
=TBC=
END OF CHAPTER 5
Yoyoyow~
HELLOBELLO SEMUANYA
Iya iya Yeorky tahu kalo ini chapter mungkin gasesuai harapan. T.T
Iya iya Yeorky tahu kalo chapter ini mengecewakan T.T
Maaf ya kalo mengecewakan di chapter ini :3 :D
Sebenernya mau di updete lebih dari ini, tapi wordnya udah panjang
Yaudalah, kasih review dong! Buat nambah semangat :3 Gimana pendapat kalian? Review aja revieeeew~
Oiyah ini mau kasih bocoran buat next chapter :
"Baek, kau tak apa?" / "Chanyeol, aku ingin berciuman!" / "KAU MEMANG KETERLALUAN!" / "Kau... kau jahat Baek kenapa kau bisa berbicara seperti itu?" / "Kau tak kasihan pada Chanyeol?" / "Haaaah~ Panaaas, hentikaaaan!" / "Jebaaall, panaaas! Hentikaaan!" / CHU~ / "YAK! PARK CHANYEOL! / "Jelaskan padaku nanti dirumah supaya aku mengerti kenapa kau bersikap seperti itu kemarin - kemarin!" / "Hyung..." / "Okey, sebenarnya aku adalah..."
Naaaah~ itu adalah bocoran buat next chapter. Huuuuh~ bakal ada apa ya? Kayaknya kebenaran deh wkwk. Tungguin aja deh next chap!
EH TAU GAK? ADA READERS YANG UDAH TAHU RAHASIANYA LOOH!
Siapa?
RAHASIA!
Seperti biasa, Yeorky bakal ngebales review reader yang gapunya akun. Yooow :
1. Dhl : Iya akhirnya ya mereka bersatu tanpa perantara! Iya tuh kayanya dia seneng - seneng aja :/ Yeorky juga bingung. Wkwk penasaran ya? Tungguin aja next chapter
2. Guest : Makasih 'Guest' Iya ini udah di next! Chap 6 nya ditunggu ya. Alhamdulillah udah nangkep! Iya makasih ditunggu yaaa~
3. Guest : (7464) wkwkwk iya enakan tuh. Yeorky juga pengen sebenernya wkwk. Yaudah, Yeorky juga bercanda. Iya yeeeey! akhirnya bersatu juga. Iya ini udah di lanjut kan? Ditunggu ya next nya~
4. Luhaen : Singkat amat :D Iya ini udah di apdet kok... hehehe
5. Cb : Iya ternyata udah ada perasaaaan~
6. Lupa nama : Kobisa lupa nama -_- hehehe iya ceritanya sih gitu wkwk. Ini udah dilanjut kok. Gak lama kan? :D Yakn amat... iya ditunggu ya Chap selanjutnya :D
7. Bunga Julia : Iya akhirnya ya bersatu ^^ Iya Yeorky juga gabisa bayangin -_- Oyah? wkwk. Penasaran ya? tunguin aja next - next chapternya wkwk. Iya ini udah diapdet! Makasih ya~
Makasih ya semuanya udah mau review, Favo, follow. Makasih buat reader aktif dan silent reader (kalo ada) hehe ^^
Tungguin ya next chapternya udah dikasih bocoran noh! Wajib penasaran :D
Yudah, Yeorky pulang dulu ya semuanyaaa~
Dadaaaah~
*Ilang*
