BECAUSE OF GHOST
BY YEORKY
MainCast : Baekhyun, Chanyeol
Other Cast : Luhan & Other member Exo
Genre : Romance, School Life
Rated : T
Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*
Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, review!, tanpa edit.
Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?
PS : Ini ffnya agak belibet ya '-' Buat readers baru, Yeorky jelasin disini. Baekhyun itu ketemu hantu Luhan. Terus Luhan ngerasuki Baekhyun. Atau kalau kata orang Indonesia, Baekhyun kesurupan hantu Luhan. Jadi kalau ada tulisan : "Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu" , "Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun" , "Namja manis yang dirasuki" , "Baekhyun yang sebenarnya dirasuki" dan sejenisnya, itu artinya : roh Luhan ngerasuki tubuh Baekhyun, sehingga roh Baekhyun keluar dari tubuhnya. Daaaan, Yang ngomong itu mulutnya Baekhyun, tapi didalem tubuh Baekhyun isinya roh Luhan. Jadi bisa dibilang, Baekhyun itu kesurupan Luhan. Tubuhnya yang ngomong, tapi padahal hantunya yang ngomong. Dan semua orang dibelahan dunia ini, gak tau kalau Baekhyun dirasuki sama Luhan. Yang kurang jelas, bisa kirim PM ke Yeorky kok :3
.
.
TULISAN MIRING BERARTI FLASHBACK Okey? :D
.
HAPPY READING
.
=CHAPTER 6=
"Ah, tunggu dulu Baek." ucap Luhan tiba – tiba berhenti saat Baekhyun sudah berada di dekat pintu rumahnya. Luhan melayang masuk menembus pintu.
"Eoh? Kenapa tidak bisa bergerak?" Tanya Baekhyun pada dirinya sendiri "Kejadian tiba – tiba apalagi ini Hyung? Jangan bercanda!" ucapnya sambil terus menggerakan badannya. Dan badannya bergerak kembali setelah beberapa detik. Lalu berjalan membuka pintu rumah, dan
"Oso Oseyo Baekhyun~" seru Luhan saat Baekhyun membuka pintu dengan senyum manisnya membuat Baekhyun menatapnya beberapa saat. Hening. Lalu Baekhyun segera berjalan melewati Luhan dengan tatapan datar dan biasa saja. "Eoh? Kenapa?" Tanya Luhan bingung karena mendapat reaksi yang biasa saja.
"Sedang apa kau?" Tanya Baekhyun bingung sambil berjalan menuju rak sepatu
"Kalau kau pulang kerumah, tidak ada yang menyambut kan?" Tanya Luhan "Seperti itu tadi kan tidak sedih." lanjutnya sambil melayang mendekati Baekhyun
"Aku sebenarnya tidak sedih saat Eomma dan Appa sering keluar kota bahkan negri untuk perjalanan bisnis. Tapi jika waktu pulang ada yang menyambutku, terasa lega." Ucap Baekhyun sambil melepas sepatunya "Karena biasanya tidak ada yang menyambutku. Yang Ahjumma repot mengurus rumah. Hyung kadang pulang malam karena setelah kuliah, dia harus membantu Appa mengurus perusahaannya yang ada disini." lanjutnya sambil meletakkan sepatunya di rak.
"Yang Ahjumma aku sudah pulang." teriaknya lalu berjalan menaik tangga.
"Tapi sekarang ada aku kan Baek?" Tanya Luhan "Aku menjadi temanmu~" ucapnya sambil melayang mendahului Baekhyun dan menunggu Baekhyun didepan pintu kamar.
"Kenapa tidak masuk?" Tanya Baekhyun bingung "Kau kan bisa menembus?" Tanyanya lagi lalu membuka kamarnya dan masuk sambil melonggarkan dasinya.
"Tidak sopan!" jawab Luhan yang membuat Baekhyun tertawa meledek "Kenapa?"
"Aku baru tahu kalau kau mengenal sopan setelah apa yang kualami selama ini." Baekhyun melewati Luhan dan langsung meletakkan tas dan mengambil baju ganti dan segera masuk kamar mandi. Baru menutup kamar mandi, dia keluar lagi.
"Kenapa? Lupa bawa baju ganti?" tanya Luhan bingung.
"Ani." jawabnya lalu menyalakan tivi "Aku tidak mau terjadi seperti kemarin. Kau menembus masuk kedalam kamar mandi. Kau mau lihat apa?" Tanya Baekhyun
"Eum, terserah. Aku sudah lama tidak lihat tivi." jawab Luhan dan Baekhyun pun mengganti salurannya menjadi acara kartun dan langsung masuk kamar mandi. Meninggalkan Luhan yang memekik didepan tivi.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Bichaneun geotdeuleun manha~ Geu ane jinjareul bwabwa~ Call me baby be Call me baby~"
"Hyung, Shikeuro!" ucap Baekhyun. "Aku tidak bisa fokus." lanjutnya lalu kembali ke aktifitasnya semula.
"Cih~ fokus bermain game maksudmu?" Tanya Luhan memperhatikan Baekhyun yang kembali berkutat dengan Ipodnya.
Ting Tong!
Bel rumah berbunyi nyaring. Membuat Baekhyun dan Luhan bertatapan sebentar. "Siapa jam segini bertamu? Tumben?" Tanyanya pada Luhan
"Kau kan yang punya rumah. Mana ku tahu." jawab Luhan tak perduli dan mereka pun kembali ke aktifitas semula. Baekhyun yang bermain game dan Luhan yang menyanyi sambil menonton tivi.
Ting Tong!
"Kenapa tidak dibukakan oleh Yang Ahjumma sih?" Tanya Baekhyun lagi lalu beranjak dari duduknya hendak membuka pintu untuk tamu itu. Namun langkahnya terhenti dan menoleh,
"Hyung." panggilnya membuat Luhan menoleh pada Baekhyun dan memberikan tatapan APA? "Ayo berdiri. Ikut aku kebawah membuka pintu." Ucap Baekhyun
"Kau kan bisa sendiri? Kau takut? Bahkan kau sudah berteman dengan hantu Baek!" balas Luhan malas
"Ayolah Hyung~"
"Mereka sedang bernyanyi Baek" ucapnya sambil menunjuk tivi
Ting Tong!
"Hyung, jebal! Sudah menumpang, tidak tahu diri lagi!" ejeknya yang suskes membuat Luhan berdiri dan melayang dengan kesal mengikuti Baekhyun.
"Yang Ahjumma?" Teriaknya saat menuruni tangga namun tidak ada sahutan. "Apa mungkin belanja mingguan ya?" Tanyanya pada dirinya sendiri
Ting Tong!
"Tunggu sebentar Tuan Tamu." teriaknya
Tap Tap Tap
Cklek~
"Hai Baek?"
Baekhyun melebarkan matanya sebentar lalu,
BLAM!
Dia langsung menutup pintunya dengan cepat dan keras saat melihat siapa tamunya. Dan langsung menoleh belakang dan menghadap Luhan "Kita sekarang bikin PR yuk?" Teriaknya sambil merentangkan kedua tangannya agar Luhan tak menembus pintu.
"Ey~ Sampai kapanpun aku akan menghantuimu dan keluargamu!" Ucap Luhan. Kepalanya direndahkan, matanya menyipit, pandangannya terkunci pada Baekhyun, dan bibirnya tersenyum evil.
"Hahaha~ bicara apa sih?" Tawa Baekhyun mengelak lalu mengajak Luhan kembali kekamarnya. Namun,
Ting Tong~ Ting Tong~ Ting Tong~ *Neken belnya gak tau diri banget ya?*
"Haaah~" Helaan nafas malas keluar dari mulut Baekhyun membuat Baekhyun akhirnya membukakan pintunya untuk tamunya yang tak lain tak bukan adalah, JENG JENG JENG... Chanyeol.
Cklek~
"Kau sombong sekali sih Baek? Kemarin malam padahal kau menelponku!" ucap Chanyeol dengan ekspresi polos membuat dahi Baekhyun berkerut samar
"Menelponmu? Kapan?" Tanyanya bingung
"Kira – kira..." Chanyeol melirik keatas "Jam 2 malam." Jawabnya membuat Baekhyun melirik sengit pada Luhan yang melayang disebelahnya.
"Call Me Baby be Call me baby~" Luhan hanya bersenandung pelan sambil menoleh pada jendela di sebelah pintu tanpa menghiraukan Baekhyun yang melirik sengit kearahnya.
"Karena besok libur, kau mengajakku untuk main ke sini terus kujawab, ok. Tapi aku harus pergi ke suatu tempat dulu baru bisa kesini dan kau bilang, tak masalah dan aku pun menyanggupi. Lalu kau bilang selamat malam padaku dan aku membalas selamat malam dan kau mematikan telponnya." jelas Chanyeol membuat Baekhyun tersadar kembali "Kau lupa?" Tanyanya
"Aku tidak..."
"Iya iya, seperti itu. Karena badannya milik Baekhyun" Potong Luhan melayang kesebelah kanan Baekhyun dengan senang membuat Baekhyun menghela nafas pelan lalu mengubah mimik mukanya menjadi serius. Amat sangat serius.
"Park Chanyeol, Hari ini kondisiku kurang baik. Penyakitku sudah kronis. Telat sedikit tidak bisa diselamatkan. Maafkan aku" Ucapnya serius pada Chanyeol.
"Siapa yang kronis?" Tanya Luhan bingung menoleh pada Baekhyun "Ah, Jahat kamu!" serunya tak terima "Pinjam tubuhnya dong!" Ucap Luhan menarik tubuh Baekhyun.
"Tidak" Gumam Baekhyun pelan namun mantap sambil menahan dirinya.
"Pinjam Baek! Kau harus iklas!" seru Luhan sambil tetap menarik tubuh Baekhyun namun Baekhyun tetap menahannya.
Dan Chanyeol hanya bingung memperhatikan Baekhyun yang bergerak – gerak sendiri. Alisnya terpaut. Mimik wajahya bingung. Kepalanya dimiringkan sedikit.
"Tidak mau" ucapnya menahan tubuhnya dari Luhan. "Aku-"
Syuuut~
"Tidak mau!"
"Baek? Kau tak apa?" Tanya Chanyeol mendekati tubuh Baekhyun.
"Mwoya? Aku sudah diawang – awang?" pekik Baekhyun pada dirinya sendiri lalu menoleh pada tubuhnya yang telah berhasil dirasuki Luhan "Astaga Hyuung!"
"Baekhyun? Baekki? Gwenchana? Baek?" Tanya Chanyeol lalu melambai – lambaikan tangannya didepan wajah Baekhyun yang ternyata sudah berisikan Luhan. Tubuh Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu mengerjap lucu.
"Ah, Mian Chanyeol~ Na Gwenchana" Jawab Luhan yang berada ditubuh Baekhyun dengan senang. "Silahkan masuk, maaf tidak menyuruh mu masuk dari tadi. Kajja, anggap rumah sendiri." lanjutnya sambil menarik lengan Chanyeol.
"Ah, Ye ye~" balas Chanyeol dengan senyum kikuk terkejut karena perubahan sikap Baekhyun yang benar – benar drastis.
"Eeerr~ Hyuung, kenapa dibawa masuk sih?" Geram Baekhyun lalu mengikuti mereka masuk kedalam. "Hyung, ini kan rumahku. Kau tidak boleh seenaknya dong." Baekhyun melayang – layang di depan Luhan yang berada didalam tubuhnya, namun tak dihiraukan oleh Luhan. "Oh, anak ini pandai berakting ternyata!" lanjutnya
"Tunggu disini ya Yeolli" Ucap Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun sambil menyuruh Chanyeol duduk di sofa ruang tamu. "Akan aku ambilkan minuman" lanjutnya lalu masuk kedalam.
"Mwoyaaa? Ah~ tidak sopan sekali masuk – masuk rumah orang!" seru Baekhyun lalu mengikuti Luhan "Tau seperti ini, aku tidak akan mengajakmu turun kebawah tadi. Penyesalan tiada tara kalau sudah seperti ini. Hyung kau itu-"
"Baek, Dapurnya dimana?" Tanya Luhan tiba – tiba berhenti sambil memperhatikan sekitar
"Tidak sopan sekali memotong pembicaraan orang!" Baekhyun menggeram kesal lalu melayang kedepan Luhan "Hey, ini rumahku!" lanjutnya sambil menyilangkan tangan didepan dada
"Arra! Maka dari itu aku bertanya padamu dimana dapurnya. Kalau ini rumahku, aku tidak akan bertanya. Kau ini bagaimana sih Baek?" Balas Luhan membuat Baekhyun menatap kesal kearahnya "Kearah sana mungkin ya?" tanyanya pada dirinya sendiri lalu berjalan kearah kanan.
"Eoh? Sesange! Hantu macam apa yang tidak tahu diri?" ledeknya lalu mengikuti Luhan.
Luhan kembali keruang tamu setelah mengambil 2 kaleng minuman dan beberapa makanan ringan. Chanyeol dan Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun duduk bersebelahan sambil tertawa saat Chanyeol melontarkan lelucon atau menggodanya dan Baekhyun hanya memperhatikan mereka dengan tatapan ingin membunuh. Sesekali dia berada disebelah Luhan, sesekali berpindah kesebelah Chanyeol.
"Rumahmu sepi Baek. Kau tinggal sendiri di rumah sebesar ini?" Tanya Chanyeol sambil memakan snack yang disediakan. "Orang tuamu? Hyungmu? Atau beberapa pegawai mungkin?" Tanyanya lagi
"Eomma dan Appa sedang berada di Jepang, perjalanan bisnis. Hyung sedang di perusahaan Appa yang berada disini. Membantu Appa. Yang Ahjumma sedang belanja mingguan mungkin? Entahlah~" jawab Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu sambil memakan snacknya
"Heol~ kau berkata seperti itu seolah – olah kau adalah Baekhyun yang asli." ejek Baekhyun saat mendengar jawaban Luhan "Tau seperti ini, aku tidak akan curhat denganmu" lanjutnya yang dibalas dengan cibiran oleh Luhan.
"Kupikir enak juga kita berkencan diluar. Apalagi ini akhir pekan. Tapi, di rumah kita bisa berdua saja. Ehm, lebih tenang..." ucap Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun malu – malu. Baekhyun memutar bola matanya sambil melayang kearah tembok dan bersender disana.
"Eoh Majja" balas Chanyeol dan akhirnya mereka berdua pun saling menatap. Baekhyun ingin menjebol atap jika bisa. Adegan seperti drama yang berada di hadapannya ini membuatnya kesal setengah mati. Dia tidak masalah jika Luhan seperti itu, tapi hey, Luhan menggunakan tubuhnya. Yang diliat oleh Chanyeol adalah Baekhyun bukan Luhan! Oh my god!
Ini gawat. Situasi seperti ini seharusnya tidak bisa dibiarkan. Mereka berdua bertatap muka. Kalau dibiarkan seperti ini, nanti berakhir buruk. Biasanya di drama – drama, adegan seperti ini akan berakhir... Ciuman, Baekhyun membelakkan matanya saat mengetahui pemikirannya yang terakhir Astaga, Ciuman. Maldo Andwae, ini tidak bisa dibiarkan. Pasti Luhan Hyung yang akan memintanya duluan atau menyosornya duluan. Pasti-
"Chanyeol, aku ingin berciuman"
DEG!
"Eh?"
"MWO?" mata Baekhyun terbuka dengan tidak elitnya. Belum sempat dia menuntaskan pemikirannya, Luhan sudah mengucapkannya. Oh, sesange! Eomma Appa Hyung, Aku minta maaf. Ani. Ani. Chanyeol pasti menolaknya. Dia tidak mungkin-
"Geurae" Seru Chanyeol mendekati Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun membuat Baekhyun melebarkan matanya.
"Mwoyaaa? Apa – apaan?" Ucap Baekhyun kaget dengan jawaban Chanyeol. Dia segera melayang mendekati Luhan dengan kekesalan yang menumpuk. "Luhan Hyung!" bentaknya pada Luhan
"Apa yang sudah kau lakukan dengan tubuhku!" ucapnya kesal mencekik leher sambil menggoyang – nggoyang Luhan yang berada didalam tubuhnya
"Hanya ciuman saja kan, tidak apa!" balas Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun
"Baek?" Chanyeol melihat heran pada Baekhyun yang berbicara sendiri. "Aku bilang iya kan?" tanya Chanyeol bingung. Merasa bahwa perkataan itu untuknya.
"Tidak akan pernah!" teriak Baekhyun kesal
"Kamu orang yang jahat! Kalau tidak mau, pergi sana!" Ucap Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun sambil berusaha melepaskan tangan Baekhyun dari lehernya. Chanyeol semakin bingung melihat tingkah kekasih dihadapannya itu.
"KAU MEMANG KETERLALUAN!" Teriak Baekhyun melayang kedepan Luhan. "KAU TETAP TIDAK AKAN BISA MENGERTI! SEMUA YANG KAU LAKUKAN INI SIA – SIA HYUNG! PERCUMA! WALAUPUN KAU MERASUKI TUBUHKU UNTUK MENDEKATI CHANYEOL, TETAP DIA AKAN BERPIKR BAHWA ORANG ITU ADALAH AKU! BAEKHYUN BUKAN LUHAN!" Teriaknya sambil menunjuk Chanyeol yang berada disebelah Luhan. Emosinya memuncak.
"KAU TELAH MEMANFAATKAN TUBUH ORANG LAIN HYUNG! KAU MEMANG MENIKMATINYA TAPI DIBALIK ITU KAU SUDAH MENYUSAHKAN DAN MEMBUAT SEMUA ORANG SEDIH! CHANYEOL JADI BERPIKIR BAHWA ITU AKU! AKU SEMAKN KESUSAHAN KARENA ULAHMU! TIDAKAH KAU SADAR HYUNG?" Ocehnya lagi. Emosinya benar – benar meluap sekarang.
"Kau... Kau jahat! Kenapa kau bisa bicara seperti itu?" Tanya Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun itu sambil menitikan air mata.
"Baek... Kau... Kau tak apa?" Tanya Chanyeol khawatir
"Sebenarnya yang penting itu adalah hati Baek. Tubuh itu... cuman tempat! Walaupun tubuh ini milikmu, tapi sekarang ini adalah tubuhku. Karena... karena hatiku ada ditubuhmu. Roh ku ada ditubuhmu" tangisnya lalu berdiri sambil menunjuk Baekhyun yang emosi didepannya
"Chanyeol telah memberikan pehatian padaku. Bukan padamu!" ucapnya menangis emosi pula.
"Kalau Baekki ingin menyendiri kapan saja, berarti kita cocok." ucap Chanyeol lalu berdiri menghampiri tubuh Baekhyun yang sebenarnya berisikan Luhan itu. "Kita bisa berbagi tempat. Kau bisa bercerita padaku. Dan aku akan mendengarkan seluruh ceritamu. Aku benar – benar menyukaimu Baek. Masih banyak hal yang ingin kulakukan denganmu" lanjutnya. Luhan dan Baekhyun menoleh pada Chanyeol
"Chanyeol~" gumam Luhan dengan mata berkaca.
"Lihat? Kau tak kasihan dengan Chanyeol yang menyukaiku daripada kau? Dia menyukai Baekhyun bukan Luhan!" tanya Baekhyun sambil menunjuk pada Chanyeol yang berada dibelakang Luhan
"Aku tak akan mengembalikan tubuhmu!" ucap Luhan lalu tiba – tiba Chanyeol memeluknya dari belakang.
"Sudah, jangan diteruskan!" Gumam Chanyeol. Kedua tangannya mengunci tangan Baekhyun dengan pelukannya. Dia memeluk erat tubuh lelaki mungil itu sampai tidak bisa bergerak.
"Chan... Chanyeol~" gumam Baekhyun yang berisikan roh Luhan. "Panas! Chanyeol~ HAH! Tidak! Panaaas! Lepaskan!" Luhan yang berada dialam tubuh Baekhyun itu meronta – ronta kepanasan namun tidak dihiraukan oleh Chanyeol
"Hiaaa~ Panas panaaas~ apa lagi ini?!" Teriak Baekhyun memegangi seluruh tubuhnya. Dia melayang - layang disekitarnya.
"HAAH~ PANAS~ HENTIKAAAN! Tidak... Akan.. ku... HAAH PANAAAS! JANGAAAN!"
"Jebal panas! Ini panas!"
"INI TUBUHKU... Tidaaaakk!"
"Aaaarrrggghh~" teriak Luhan dan Baekhyun bersamaan.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Engh~"
"Baekki, kau sudah sadar?" Ucap seseorang. Baekhyun membuka matanya, mengerjap lucu menyesuaikan diri pada keadaan sekitar. "Syukurlah kau sudah sadar" Baekhyun bangun dari pingsannya di sofa.
"Chanyeol?" Dia memperhatikan Chanyeol yang duduk disebelahnya
"Baekhyun." Balas Chanyeol sambil tersenyum lebar. Baekhyun memperhatikan tubuhnya. Meraba – raba tubuhnya. "Eoh? Berhasil. Tubuhku kembali" ucapnya girang "Tubuhku kembali Yeol!" teriaknya lalu memeluk Chanyeol seketika membuat Chanyeol tersentak kaget.
"Iya Baek tubuhmu kembali" balas Chanyeol salah tingkah. Baekhyun segera sadar dan melepaskan pelukannya.
"Mian~ aku terlalu senang." ucapnya "Apa yang terjadi padaku?" Tanyanya pada Chanyeol
"Sebentar" Chanyeol membuka kancing jaket yang dikenakannya membuat Baekhyun menunggu dengan bingung bin penasaran. "Jajaang~" ucapnya sambil tersenyum lebar menunjukkan giginya yang rata.
Chanyeol membuka jaketnya dan menunjukkan beberapa kertas ditempel dibagian dalam jaketnya. Membuat Baekhyun memperhatikan lebih dekat apa yang ditempel oleh Chanyeol.
"Kau mau melihat badanku apa kertas ini? Dekat sekali..." ucap Chanyeol. Baekhyun tersentak kaget lalu segera memundurkan badannya
"Itu.. apa?" Tanyanya penasaran
"Pengusir Hantu" jawab Chanyeol
"Pengusir?"
"Eo~ Dulu teman Nonna ku pernah mengalami hal yang sama seperti mu. Kau bisa mendapatnya dari jasa pengusir hantu." jelasnya membuat Baekhyun tersadar akan sesuatu. Dia berdiri
"Kemana anak itu?" Tanyanya lalu memperhatikan sekitar
"Mungkin terbang entah kemana." Chanyeol ikut berdiri
"Eoh, kau bisa melihatnya?" tanya Baekhyun menoleh pada Chanyeol "Kau menyadarinya?"
"Tidak" jawab Chanyeol "Awalnya aku tidak menyadari. Aku baru menyadari akhir – akhir ini. Kau sering bicara sendiri, berubah sifat tiba – tiba, awalnya jalan lalu berlari tiba - tiba. Dan kejadian - kejadian lainnya yang membingungnkan."
"Kau penguntit ya?" tanya Baekhyun curiga menatap Chanyeol
"Apa? Tidak tidak... Enak saja. Hobiku sebenarnya memperhatikanmu... hehehe" Chanyeol menjawab dengan senyum lebar menatap Baekhyun.
Baekhyun mengedipkan matanya, lalu segera membuang mukanya. Entah kenapa, dia merasa salah tingkah. "Ehem... dan kau menyimpulkan dari situ?" tanya Baekhyun.
"Aku hanya mengira kalau kau mungkin diikuti hantu. Jadi aku berjaga menempelkan kertas itu pada jaketku. Dan setelah melihat kejadian tadi, aku jadi yakin. Dan ternyata memang benar." jelasnya panjang lebar lalu melemparkan dirinya untuk duduk disofa
"Gumawo Chan~" ucap Baekhyun lalu ikut duduk "Aku sebenarnya kasihan dengannya."
"Baek" panggil Chanyeol
"Hm?"
"..."
"Mwoya? Kau memanggilku tapi diam saja"
"Ani. Tidak usah dipikirkan yang penting kau kan sudah bebas." Chanyeol membuka jaketnya lalu "Igeo, mungkin ini bisa kau gunakan besok – besok." Chanyeol memberi satu kertas pengusir hantunya.
"Eoh, ngomong – ngomong aku kemarin membawanya ke kuil. Pendeta disana mengusirnya namun dia malah berkeliling kuil sambil mengagumi arsitektur kuil. Apa – apaan" dia menerima kertas itu lalu memandangnya. Chanyeol tertawa gemas melihat Baekhyun lalu dia mengusak pelan kepala Baekhyun dan berdiri. Dia baru melihat sisi yang laindari Baekhyun sekarang.
"Kenapa kau mengusak rambutku?" tanyanya kesal mendongak pada Chanyeol yang sudah berdiri
"Kau lucu. Tanganku jadi tak terkendali." Jawabnya lalu memasukkan tangan kedalam saku jaket "Aku harus pulang." Baekhyun ikut berdiri lalu mengangguk. Mereka berdua berjalan menuju pintu utama.
"Chanyeol." Chanyeol menoleh "Neomu Gumawo!" Baekhyun tersenyum sambil memegang pintu rumahnya
"Gwenchana, bukan apa – apa." balas Chanyeol. Dia berjalan lalu berhenti sejenak dan kembali lagi.
"Ada apa?" tanya Baekhyun bingung.
"Ada yang tertinggal"
"Apa?" Baekhyun menoleh kebelakang. Mengecek ruang tamunya ada barang tertinggal atau tidak. "Tidak ada apa – apa Yeol" dan saat dia membawa kepalanya untuk menoleh pada Chanyeol lagi...
Chu~
Chanyeol mengecup bibirnya. "Annyeong Baek" sapa Chanyeol melambai lalu berjalan menuju gerbang. Meninggalkan Baekhyun yang masih terpaku sambil menyentuh bibirnya.
"Itu ciuman pertama ku..." gumamnya
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
Minggu, Senin, Selasa.
Baekhyun telah bebas dari Luhan sekarang. Sudah tiga hari berlalu. Semenjak Chanyeol memeluk tubuhnya untuk mengusir Luhan, semenjak itu pula dia tidak melihat Luhan sama sekali. Dia juga belum menceritakan kejadian itu pada Hyungnya karena Hyungnya tidak bertanya dan dia juga tidak ada niatan untuk bercerita. Semuanya kembali seperti semula. Mungkin hanya beberapa yang berubah. Seperti, dia menjadi terbuka pada beberapa temannya dan mencoba berteman dengan teman – temannya. Sering berinteraksi dengan Chanyeol walau tidak sesering saat dirasuki Luhan dulu. Hidupnya juga jauh lebih tenang. Tapi yang penting, kehidupan Baekhyun telah kembali seperti biasa. Iyakan?
Tapi kenapa rasanya aneh ya?, pikirnya. Kini, dia tengah melihat pemandangan sekolahnya dari jendela kelasnya. Sesekali menghembuskan nafas pelan. Seperti sedang resah. Rumah juga terasa sepi. Padahal dia cuman 2 hari dirumahku, seperti ada yang kurang...
"Baekki." panggil seseorang dari arah belakang. Baekhyun menoleh.
"Chanyeol~" dia tersenyum pada Chanyeol yang berjalan mendekat kearahnya lalu mentap keluar jendela lagi.
"Kau sedang apa disini?" Tanya Chanyeol merangkul Baekhyun sambil ikut melihat keluar jendela "Kau akhir – akhir ini sering melamun" lanjutnya.
Ah benar, ada perubahan lagi semenjak perginya Luhan. Baekhyun juga menjadi dekat dengan Chanyeol. Semenjak ciuman secara tiba - tiba di rumah Baekhyun sabtu kemarin, Baekhyun sering salah tingkah sendiri di depan Chanyeol. Chanyeol jadi sering menggodanya dan Baekhyun akan salah tingkah setelahnya. Tapi, Label 'berpacaran' mereka dilupakan sejenak. Chanyeol juga enggan untuk bertanya lebih lanjut perihal status mereka. Chanyeol memustukan untuk mendekati Baekhyun dari awal lagi. Karena dia sadar, kemarin yang didekatinya adalah hantu bukan Baekhyun. Disitu kadang Chanyeol merasa sedih.
"Entahlah, rasanya ada yang aneh" jawab Baekhyun
"Sekarang kau telah bebas dari hantu Baek. Tapi kenapa... Jangan – jangan kau tertarik dengan hantu itu?" Tanya Chanyeol dengan wajah serius sambil menunjuk Baekhyun "Arrrggh~" dan dihadiahi sebuah jitakan dari Baekhyun.
"Dia hantu laki – laki" Kata Baekhyun "Dia sempat bilang padaku kalau dia itu Seme. Tapi dilihat dari tingkahnya yang kau tahu sendiri bagaimana kan? Dia benar – benar uke sejati" lanjutnya sedikit tertawa
"Ya, tidak ada aura semenya" balas Chanyeol "Seperti mu Baek" lanjutnya
"Hahaha... Iya seperti... tunggu? Sepertiku?" tanya Baekhyun pada dirinya sendiri lalu menoleh pada Chanyeol dan Chanyeol sudah berjalan menjauhinya dengan sedikit terkikik. "YAK PARK CHANYEOL!" Teriaknya tak terima "Aish~ jeongmal!" dia menghadap jendela kembali. Tapi diketahui siapapun -bahkan mungkin Baekhyun sendiri tak tahu-, pipinya berwarna merah sekarang.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Siksa hasipsiyo Baekhyun-Ssi" ucap Yang Ahjumma
"Ne, Siksa hasipsiyo" balas Baekhyun tersenyum lalu segera menyantap makanannya dan Yang Ahjumma meninggalkannya. Setelah beberapa saat, dia meletakkan sumpitnya. "Padahal tadi aku lapar" ucapnya "Haaah~ sepi! Padahal dia selalu membuatku kebingungan sekali"
"Seharusnya aku bisa tenang karena bisa kembali" lanjutnya. Baekhyun kembali merenung lalu dia segera minum air putihnya dan beranjak pergi. "Yang Ahjumma~ aku pergi dulu. Tutupi saja makanku. Nanti kuteruskan lagi. Annyeoong" Teriaknya lalu segera pergi tanpa mendengar jawaban dari Yang Ahjumma.
Selalu seperti ini. Ketika dia telah menolak dan telah bebas, dia akan segera menyesali perbuatannya. Walau ingin menolak pemikirannya, namun hati kecilnya akan segera mengatakan kalau perbuatannya (menolak) itu salah. Tidak ada cara lain. Jika begini terus, dia akan resah dan hidup dipenuhi rasa bersalah.
Dia berlari keluar rumahnya. Menyusuri jalanan dan berhenti disuatu tempat. Baekhyun berjalan menghampirinya.
"Jeogi..." Baekhyun menyapanya pelan. Seseorang itu menoleh "Neo Gwenchana?" Baekhyun bertanya hati – hati namun entah kenapa, orang itu melihat Baekhyun seakan – akan melihat orang jahat. Matanya menyiratkan kesedihan. "Igeo. . ." Baekhyun memberinya sapu tangan abu – abu miliknya "Mata mu berair"
"Baekhyun?" serunya tak percaya.
"Hay Hyung, aku kembali" Baekhyun tersenyum menatap Luhan yang tengah berjongkok menghadap pohon. Sapu tangannya digenggamnya kembali. Posisinya persis ketika pertama kali Baekhyun menemuinya. Mereka berdua seperti dejavu. "Dugaanku benar, kau berada disini" lanjutnya.
Luhan menatapnya sebentar lalu dia segera mengalihkan pandangannya pada pohon didepannya lagi. "Kenapa kau disini? Aku telah mengganggumu Baek. Aku selalu berbuat seenaknya. Tidak seharusnya kau datang kesini" ucapnya dengan suara yang semakin membuat Baekhyun tak tega.
"Ya~ aku tahu itu" balas Baekhyun.
"Pergilah! Sekarang aku tidak mau mengikutimu lagi" Ucapnya dengan nada tinggi sambil melirik kearah Baekhyun. Baekhyun sedikit membungkukkan badannya lalu mengulurkan tangan kanannya,
"Aku datang untuk menjemputmu Hyung" ucap Baekhyun membuat Luhan menoleh secara sempurna padanya.
"... kenapa?"
"Aku ingin seperti ini. Jelaskan padaku nanti dirumah supaya aku mengerti kenapa kau bersikap seperti itu kemarin – kemarin. Sepeninggalmu, aku merasa kesepian Hyung" jawabnya dengan tulus. Luhan memandang uluran tangan Baekhyun dan Baekhyun secara bergantian. "Tidak ada yang bikin ulah lagi"
"Gumawo Baekki" ucapnya sambil membalas uluran tangan Baekhyun dan melayang disebelah Baekhyun. "Maafkan aku karena sikapku kemarin – kemarin" ucapnya lagi dengan senyum tulus
"Ne.. ne..." balas Baekhyun "Sekarang, Jja~ kita pulang" dan mereka berdua pun berjalan, ah maksudku Baekhyun berjalan dan Luhan melayang secara berdampingan menuju rumah Baekhyun.
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Jadi... bisa kau jelaskan padaku?" tanya Baekhyun. Mereka berada di dalam kamar Baekhyun sekarang "Kau belum memberiku penjelasan sama sekali tentang siapa dirimu, hubunganmu dengan Chanyeol, dan lain sebagainya." lanjutnya lalu bersila diatas tempat tidurnya.
"Aku tidak yakin kau mau mendengar ceritaku..." ucap Luhan
"Aku mau. Mungkin aku bisa membantumu?"
"Baiklah akan kuceritakan padamu" Luhan ikut bersila. Menarik nafas sedikit lalu menghembuskan secara perlahan membuat Baekhyun bingung.
"Kau bernafas Hyung?" Tanya Baekhyun bingung
"Aniyo, supaya menghayati saja" jawab Luhan. Dan ekspresi Baekhyun berubah menjadi -_-.
"Okey... " Luhan memulai ceritanya. "Namaku adalah Xi Luhan. Aku mempunyai adik bernama Xi Leonmi, dia beda 4 tahun denganku. Aku berasal dari China namun saat umur 5 tahun, aku dan Leonmi mengikuti Appa dan Eommaku ke Korea untuk urusan bisnis. Appa ku menjalin kerja sama dengan pengusaha korea yaitu Appa Chanyeol. Itu yang menyebabkan keluargaku ke Korea. Untuk urusan bisnis dengan keluarga Chanyeol. Dan disitulah aku mulai mengenal Chanyeol"
Baekhyun mengangguk - anggukkan kepalanya. Pantas saja mereka kenal, batinnya.
"Aku dan Chanyeol adalah teman sedari kecil. Saat aku pindah kesana, umurnya masih 3 tahun. Sebenarnya keluargaku mempunyai rumah di Korea. Tapi karena Appa dan Eomma sering pulang malam karena mengurus perusahaannya yang berada di Korea, atau keluar kota dengan Appa Chanyeol untuk mengurus bisnis mereka, jadilah aku dan Leonmi tinggal dirumah Chanyeol. Sekedar informasi, Eomma adalah sekertaris Appaku." membuat Baekhyun mengangguk – angguk paham dengan penjelasan terakhir.
"Chanyeol, Aku, Leonmi, dan Yoora noona otomatis menjadi dekat. Sewaktu kecil, aku adalah anak cengeng. Karena sering kesepian rindu dengan Eomma dan Appa, dan Yoora Noona sering menjahili ku. Tapi Chanyeol selalu ada untukku ketika aku menangis. Dia selalu datang padaku, lalu mengelus pungungku, dan bilang 'jangan menangis Hyung, nanti aku ikut nangis'. Dia menghiburku dan sedihku hilang. Pada saat itu, Leonmi tidak terlalu dekat denganku dan Chanyeol. Dia dekat denga Yoora Noona dan baby sitter yang disewa keluarga Park dan Eomma appaku.."
"Dia sangat perhatian padaku Baek. Padahal aku yang lebih tua dari pada dia, tapi dia yang lebih perhatian padaku. Semakin bertumbuhnya kita, aku jadi punya perasaan lebih padanya. Bukan sekedar kakak dan adik. Tapi aku jadi suka dengannya. Saat itu aku masih kecil. Aku masih SD dan aku belum mengerti apa itu suka apa itu kasih sayang. Akhirnya aku menjalani hubungan dengan perasaan aneh dengannya. Hingga akhirnya pada suatu acara makan malam keluarga ku dan Chanyeol, Appa bilang bahwa kami akan kembali ke China karena urusan bisnis disini sementara sudah selesai dan perusahaan di China membutuhkan Appa. Aku, Leonmi, Chanyeol, dan Yoora Noona menjadi sedih karena mendengar kabar itu dan itu artinya kami harus berpisah. Terutama aku dan Chanyeol. Akhirnya aku pindah ke China saat aku kelas 3 menengah pertama dan Chanyeol kelas 1 menengah pertama dan Leonmi kelas 5 sekolah dasar"
"Singkat ceritanya, aku kembali lagi ke Korea saat tahun ajaran baru kelas 2 menengah atas tanpa memberitahu Chanyeol. Dan Leonmi tidak ikut. Dia bilang, tidak ingin pindah sekolah lagi. Akhirnya, dia dititipkan pada nenek. Aku sekolah disekolahmu sekarang, Georgy High School. Namun dulu, Georgy High School belum menjadi sekolah khusus namja dan belum ada Cherry Blossom. Dan seragam yang kukenakan kini adalah seragam lama Georgy High School saat Yeoja dan namja masih bergabung dalam 1 sekolah belum dipisahkan" Baekhyun mengangguk paham.
"Aku menjemput Chanyeol saat pulang sekolah. Dia berjalan bersama temannya dan tidak menyadari kehadiranku"
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
-FLASHBACK-
"Long time no see Park Chanyeol" Ucap Luhan saat Chanyeol melewatinya begitu saja. Membuat Chanyeol berhenti dan menyadari suaranya begitu Familyar. Chanyeol menoleh dan melihat seseorang namja yang tak terlalu tinggi berdiri membelakanginya.
"Wae?" Tanya Jongin bingung melihat Chanyeol yang menatap seseorang didepannya.
"Kau tak rindu denganku?" tanya Luhan sambil memutar badannya dan sukses membuat Chanyeol membelakkan matanya lebar.
"EOH? LUHAN HYUNG?!" Teriaknya tak percaya. "Hyuuung~" Dia berlari kearah Luhan dan langsung memeluknya erat, mengangkatnya dan memutar tubuh Luhan. Well, mereka menjadi tontonan publik sekarang. "Kau Luhan Hyung? Kau Luhanku?" Tanya Chanyeol setelah menurunkan Luhan. Tangannya meraba wajah Luhan seolah tak percaya bahwa yang berada didepannya adalah Luhan.
"Baru berpisah 2 tahun, kau sudah lupa denganku? Menyebalkan sekali!" sungut Luhan berpura – pura kesal.
"Ani... aku ingat denganmu! Aku ingaaat! Kajja kita pulaang!" dia menarik lengan Luhan meninggalkan temannya sendirian.
-FLASHBACK END-
엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소
"Dan setelah itu, kami menjadi dekat seperti masa kecil. Chanyeol bercerita banyak hal tentang kehidupannya selama 2 tahun kami berpisah. Dia juga bercerita semenjak aku menjemputnya, banyak yang mengira aku dan dia berpacaran. Namun Chanyeol menegaskan bahwa hubungannya denganku adalah platonik dan tidak lebih. Aku baru menyadari 1 hal setelah 2 tahun berpisah dengan Chanyeol. Perasaanku semakin bertumbuh dan berubah menjadi rasa membutuhkan dan ingin memiliki. Aku sempat bertanya pada Chanyeol, dan dia bilang dia menyayangiku sebagai Hyung sama seperti dia menyayangi Yoora sebagai noonanya tidak lebih. Dan disitulah aku kecewa. Dia juga bilang padaku bahwa aku tidak boleh mempunyai perasaan yang lebih padanya, karena kita adalah kakak adik. Dan aku hanya bilang, Mwoya? Aku juga menyayangimu. Kau kan adikku. Tidak lebih. Mana mau aku berkencan denganmu? Aku mengucapkan itu dengan tertawa tapi menangis didalam hatiku"
Baekhyun menatap prihatin kearah Luhan.
"Ah, dan aku juga baru mengetahui satu hal lagi. Eomma Chanyeol meninggal saat dia kelas 2 menengah pertama karena kecelakaan. ." Baekhyun tersentak kaget mendengarnya "Aku kembali tinggal dirumahnya. Dia tinggal dengan Yoora Noona saja. Seperti masa kecilku, Appa Eomma ku, dan Appa Chanyeol melakukan perjalanan bisnis keluar kota dan sempat ke Jepang beberapa minggu"
"...Terus?" tanya Baekhyun tidak tahu lagi membalas apa.
"Itu adalah cerita kenapa aku bisa mengenal Chanyeol dan hubunganku dengan Chanyeol." jawab Luhan
"Lalu... kenapa kau bisa meninggal?" tanya Baekhyun hati - hati.
Kosong. Tatapan mata Luhan kosong setelah mendengar pertanyaan Baekhyun. Dia seperti mengilas balik semuanya dan tersenyum getir setelahnya.
"... Chanyeol adalah anggota tim basket disekolah kami. Suatu ketika, ada perlombaan di Busan yang melibatkan sekolah – sekolah terkenal."
"Chanyeol anak basket? Pantas tubuhnya tinggi..." balas Baekhyun
"Lalu ada kejadian yang sampai saat ini kusesali dan aku baru sadar, bahwa kejadian itu adalah alasanku tidak bisa tenang dan kembali kesurga sampai sekarang."
"Kejadian?"
"Eo~"
"Kejadian... apa memangnya?" tanya Baekhyun bingung dan penasaran. Dan Baekhyun menutup mulutnya setelah mendengar cerita Luhan. Dan kejadian yang didengar Baekhyun dari Luhan adalah,
"Penempatan TBC yang tidak tepat..." Luhan menggantungkan kalimatnya. "Lagi!" lanjutnya dengan wajah datar namun kesal menatap kearah Baekhyun.
=TBC=
Cut Cut Cut
Lu : "Haaah~ Akhirnya kelar juga syuting hari ini. Yuk Baek, pulang. Si Cadel udah nunggu di rumah."
Baek : "Iya yuk... Udah ya Yeorky, pulang dulu. Udah ditunggu sama si Chanyeol di rumah."
LuBaek : "Daaah~ tunggu episode selanjutnya yaaah~"
Tap Tap Tap *cklek*
HALOOOO?
Hayo siapa yang kaget sama kenyataannya? Gak ada? Yah~ Yeorky kecewaaa :v
Ada yang kesel sama Yeorky karena (LAGI LAGI) ada adegan ChanLu? Dan (LAGI LAGI) penempatan TBC yang gak pas? Dan kesel karena Wordnya pendek?
Ada yah? Maapin deh... :D *Bow*
Tuntuttan cerita soalnya... Ini kan nyeritain masa lalunya Chan sama Lu. Maapin ya maaaaap~
Dan buat tbc, Tahu sendiri kan? Artisnya mau pulang, mau ketemu Seme masing - masing
Review dah review, tumpahin segala keluh kesah kalian sama ff ini dikotak review yang ada dibawah ini.
Okey, biar gak pada marah, nih Yeorky kasih SPOILER chap 7 :D :
"Chanyeol, Mianhae~" / "Aku malas makan dengan mayat seperti kalian!" / "Eoh... aku menyusuri semua jalan-" / "Akhirnya... Thank god. Kau telah-" / ... menimbulkan suara berdecit... / "H-hyung..." / ...menatap pohon itu... / "Lalu ada seseorang yang membangunkanku" / "Aku malas menjelaskan ini berulang - ulang-" / "Ini... ini..." / "Pikirlah sendiri... jadi apa artinya?" / "Maafkan aku, aku hanya..." / "... kekurangan sumber daya" / "Tegang sekali suasananya.." / "Apa - apaan? Ini... paksa kalau mereka masih menolak!" / "Karena... tahan sebentar!..." / "Mereka di..." / "Maafkan aku Chanyeol, Noona" Luhan menutup mukanya dengan kedua tangannya"
Dan itu adalah spoiler yang ASLI kelewat BANYAK! Tapi tetep dong, Ada kata - kata yang diilangin :D Wajib penasaran yah? wkwk
Ada yang bisa nebak, Chap depan ada apa? Ini keluar dari Komik Ini Yeorky bikin sendiri :D
Okey, sekarang Yeorky bakalan bales review yang gak punya akun ;) Sesuai permintaan, pertanyaan bakalan ditulis :D
1. Guest
Q : Chanbaek tp luhannya malah kliatan dominan. malah diktan momen chanbaek nya. just review
A : Yeorky bingung kalo jawab review an kaya gini. Soalnya Luhan emang punya masalah disini. Dan emang chanyeol sama baekhyun awalnya kan gak kenal. Jadi... aneh aja menurut Yeorky kalo tiba - tiba banyak sweetmoment mereka, kan aneh aja. Kesannya kaya cepet dan gimana gitu. Terus Luhan jadi gak ada gunannya. Nah, Luhan disini memperkenalkan dan menyatukan chanyeol dan baekhyun. Yaaa, maapin yeorky ya kalo gak sejalan sama pikran para readers sekalian tapi nanti akhir - akhir bakal ada momen chanbaeknya kok...
2. Ooh
Q : baru ketemu ni ff thor, kereeeen, lanjut yaaa.
A : Waaah, ikutin terus yaaah... Iya ini udah dilanjut kok
3. Nyeol
Q : Iiiih greget sama baekhyunnya o! Kasihan chanyeol :(. Kalo boleh saran, perbanyak dong percakpan chanyeol sama baekhyun XD, greget soalnya saya. Trus lucu kan kalo tiba-tiba chanyeol sms baek, padahal baek ga tau kapan baek ngasih nomor ponselnya*dan itu ulah luhan. Aga sedih aja, soalnya chanbaek nya kuragg interaksinya. sejauh ini chingu hebat banget, mana bisa saya buat ff kyak chingu XD. Tapi saya so-sokan banget ya ngritik chingu, maaf. Ya hanya karena saya kurang mendapat interaksi chanyeol dan baekhyun. Di saat lagi deg-degannya eeeh udah beres lagi interaksi sama chanyeolnya sedihkan XD. Udahlah banyak banget bacotan saya nya. Maaf :( asliiiiii ga bermaksud apa ke chingu, jujur chingu hebat banget buat ff ini. Semangat! :D
A : Hay nyeeool? Kalo yeorky greget sama semuanya :D Pas semuanya keungkap, chanyeol sama baekhyun bakal banyak percakapannya kok #YahKeceplosan Eeehh kok pikran kita sama. Di komik aslinya gitu sih ceritanya wkwk. Tapi itu banyak banget tambahan dari Yeorky. Yaaah kalo masa chanbaek, bisa dibaca di jawaban nomer 1 :D Gak apa, Yeorky maah suka di kritik buat membangun. Terimakasih yaa... ditunggu buat next chapternya.
4. Guest
Q : Type your review here. Anyeoooong,, authr adlh salah satu authr yg Q suka, c0z update.a g lama, rajiiin kayak aqyuuh,,hehee..(tebar lopeh lopeh)... Diksh bocoran, bwt diriQ makin g sabar nungguin.a. Kira" ap yg diliat Baek dpn pintu yc, apakah sosok diriQ..(NGAREP)... Yeorky hwaiting,,saranghandaaaaaaa... _7464
A : Annyeoong makasih ya. Soalnya ini cerita udah yeorky ketik sampe epilog. Jadi apdetnya seminggu sekali. Hehehe.. *simpen lopeh lopeh* Dan yeay, akhirnya diapdet juga kan chapter ini Dan setelah tahu apa yang diliat baek, gimana? wkwk Ne, saranghandaaaaa~ itu ngomong ngomong 7464 artinya apaan sih? kepoo
5. DoyunhopRaine
Q : Waaahh makin penasaran,lanjut ya thor
A : Ciyeeeh penasaran. :D udah di apdet tuh... gimana? next chapter wajib penasaran ya :D
6. baekhyun cabe
Q : Thor gw slama niy jadi siders, maaf y he3x gk px akun sih! Klo mslx bles tulis prtnyaanx juga dong, mager buka reviw.x. Ok! Kzl sm luhan kadang2 -_- kzl jg sm baek gk bisa nolak! Fastup y thor. Gw tngu
A : Seengaknya namanya jangan baekhyun cabe juga kali -_- Dan, iyah ini udah dikasih reviewannya noh... Yeorky kesel sama semuanya deh biar adil :D Iya, ini udah update. Next chap ditunggu yah :D
7. Bunga Julia
Q : Kalo next chapnya sesuai komik, aku tahu kelanjutannya nih..Meskipun udah baca komiknya, tapi sama aja kalo baca lagi ya tetep aja kesel. Apalagi luhannya dibuat ngeselin da tambaha cerita yang gak ada di komik bkin greget ceritanya :) Cepet updete ya yeorky. Yang panjang wordnya...
A : Daaan, iya emang sesuai komik tapi selanjutnya tahu sendiri kan? Dari chapter ini sampe chapter akhir bakal keluar dari komik kok :D Iya dan yeorky yakin, mungkin kamu bakal kesel setelah ini. wkwk. Iyadooong... harus ditambahin biar greget dan ngudek hati para readers #Apansih Iya ini udah di apdet kok :D wordnya udah panjang juga tuh... hehehe
Jjaa~ Terimakasih semua sudah menyempatkan waktnya yang berharga buat membaca FF (absurd) ini
Yang kesel sama Yeorky karena ff ini, jangan kesel ya :D Next chap ada yang bikin kamu kaget!
Makasih yang sudah review, fav, follow :D Readers aktif ataupun siders. (Kemarin sidersnya ngechat admin wkwk itu diatas juga ada yang ngaku )
Yeorky pulang dulu ya semuanya? Dadaaah~
*nutup pintu*
