BECAUSE OF GHOST

BY YEORKY

MainCast : Baekhyun, Chanyeol

Other Cast : Luhan & Other member Exo

Genre : Romance, School Life

Rated : T

Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*

Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, review!, tanpa edit.

Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?

PS : Ini ffnya agak belibet ya '-' Buat readers baru, Yeorky jelasin disini. Baekhyun itu ketemu hantu Luhan. Terus Luhan ngerasuki Baekhyun. Atau kalau kata orang Indonesia, Baekhyun kesurupan hantu Luhan. Jadi kalau ada tulisan : "Baekhyun yang berisikan roh Luhan itu" , "Luhan yang berada didalam tubuh Baekhyun" , "Namja manis yang dirasuki" , "Baekhyun yang sebenarnya dirasuki" dan sejenisnya, itu artinya : roh Luhan ngerasuki tubuh Baekhyun, sehingga roh Baekhyun keluar dari tubuhnya. Daaaan, Yang ngomong itu mulutnya Baekhyun, tapi didalem tubuh Baekhyun isinya roh Luhan. Jadi bisa dibilang, Baekhyun itu kesurupan Luhan. Tubuhnya yang ngomong, tapi padahal hantunya yang ngomong. Dan semua orang dibelahan dunia ini, gak tau kalau Baekhyun dirasuki sama Luhan. Yang kurang jelas, bisa kirim PM ke Yeorky kok :3

.

TULISAN MIRING BERARTI FLASHBACK Okey? :D

Di chap ini banyak adegan flashbacknya! Harap di pahami setiap kata, tanda baca, dll.

.

Cameraaaa roliiing~

.

Rolling~

.

And... ACTION!

.

=CHAPTER 7=

"... Chanyeol adalah anggota tim basket disekolah kami. Suatu ketika, ada perlombaan di Busan yang melibatkan sekolah – sekolah terkenal."

"Chanyeol anak basket? Pantas tubuhnya tinggi..." balas Baekhyun

"Lalu ada kejadian yang sampai saat ini kusesali dan aku baru sadar, bahwa kejadian itu adalah alasanku tidak bisa tenang dan kembali kesurga sampai sekarang."

"Kejadian?"

"Eo~"

"Kejadian... apa memangnya?" tanya Baekhyun bingung dan penasaran.

"Chanyeol mempunyai sebuah kalung berbentuk partitur nada *kek yang di exo next door*. Sebelum dia berangkat, dia menitipkan kalungnya padaku."

"Kalung?" Tanya Baekhyun tak percaya. Chanyeol mengenakan kalung?, tanyanya dalam hati.

"Eoh. Kalung. Dia ingin aku menjaganya karena tidak ingin hilang saat dibawa ke Busan. Singkat cerita aku menjaganya dan Chanyeol berangkat keluar kota untuk lomba."

"Lalu?"

"Chanyeol kembali keesokan harinya dan dia bilang, tim sekolahnya menang juara 2. Lalu aku membantunya membereskan barang – barangnya lalu dia meminta kalungnya. Aku kembali kekamar, mencari kalung itu. Tapi kalungnya hilang. Kalungnya tidak ada di tempat terakhir aku menyimpanya" dan Baekhyun kaget mendengarnya.

.


=FLASHBACK=

"Chanyeol Mianhae..." Pinta Luhan

"….." Chanyeol masih terdiam. Mukanya merah. Pandangannya dialihkan. Dia tak kuat melihat muka Luhan yang memohon. Namun Chanyeol benar – benar marah. Marah karena Luhan.

"ChanyeolJebal!" Pinta Luhan sekali lagi. Namun Chanyeol masih terdiam. "Park Chanyeol kau tidak tuli kan? Jebal~" Pinta Luhan sekali lagi. Chanyeol tak kuat mendengar suara Luhan yang memohon. Hatinya serasa bergetar saat Luhan memintanya seperti itu.

"Sampai kapan kau akan marah padaku? Aku mohon, maafkan aku. Aku mohon…" Pinta Luhan sambil memegang tangan Chanyeol

"Cukup Hyung!" Bentak Chanyeol sambil mengibaskan Tangannya. Luhan tersentak. Chanyeol tidak pernah membentaknya seperti ini. "Dengar, aku tidak akan marah jika kau tidak menghilangkannya."

"Tapi, ini hanya sekedar kalung Yeol. Ini masalah spele. Untuk apa kau besar – besarkan?" Seru Luhan. Chanyeol kaget mendengarnya. Matanya melebar dan menatap Luhan dengan tatapan tak percaya. 'Apa? Sekedar? Spele?', Batin Chanyeol berapi – api.

"Mwo Hyung? Sekedar? Sepele? Kau tidak menyadari? Kalung itu berharga bagiku. Tapi semudah itu kau menghilangkannya dan meminta maaf padaku tanpa berusaha mencarinya? Kau tahu itu kalung apa? Itu kalung pemberian Eommaku Hyung! Itu satu – satunya peninggalan Eomma yang terakhir. Tidakah kau sadar Hyung?" Suara Chanyeol meningi. Mukanya memerah. Luhan terkejut mendengarnya. Dia baru tahu bahwa itu adalah kalung peninggalan Eommanya. "Aku minta bantuanmu untuk menjaga supaya tidak hilang, tapi kau malah menghilangkannya!"

"Aku... Aku tidak tahu. Maafkan aku Yeol" ucap Luhan. Dia mulai sesengukkan. "Chanyeol..." Luhan meraih tangan Chanyeol

"Cukup! Terserah apa katamu!" Seru Chanyeol wajahnya datar. Suaranya dingin. Pandangan matanya tajam. Dia pergi meninggalkan Luhan yang sedang meangis di kamarnya.

Luhan terpukul mendengarnya. "Eeerrr! Kenapa aku hilangkan kalungnya? Kemana sih kalung itu?" Tanya Luhan kesal pada dirinya sendiri sambil terus mengobrak – abrik kamarnya. Mencari kalung.

=FLASHBACK END=


.

"Kalung itu... pemberian Eommanya?" tanya Baekhyun tak percaya. Luhan hanya diam tak menggeleng ataupun mengangguk. Tapi dari raut wajahnya, Baekhyun tahu Luhan sedang tidak baik.

"Hyung~" Baekhyun meraih lengan Hyungnya itu. "Ceritanya pelan - pelan saja... Kita mempunyai malam yang panjang." ucapnya sambil mengelus tangan Luhan. "Lalu... selanjutnya apa yang terjadi?" Tanya Baekhyun "Ceritanya pelan – pelan saja"

"Setelah kejadian itu, Chanyeol sengaja menghindariku. Dia berangkat lebih pagi daripada aku. Dirumah juga dia menghindariku. Saat makan malam, Yoora Noona sempat bingung melihat perubahan yang terjadi padaku dan Chanyeol yang diam – diaman. Dia sempat bertanya namun Chaneyol hanya menggelengkan kepala dan aku hanya tersenyum masam menanggapi Yoora Noona"

.


FLASHBACK

"Aku seperti makan dengan mayat disini" Ucap Yoora sambil menyuapkan makanannya membuat Aku dan Chanyeol memperhatikan dia. "Kalian ada apa?" Tanyanya kepada Chanyeol dan Luhan. Namun Chanyeol dan Luhan hanya menatap datar pada satu – satunya yeoja dirumah itu. Yoora menatap Chanyeol tajam.

"Apa?" tanya Chanyeol datar.

"Kau bertengkar dengan rusa liar ini?" Tanya Yoora. Luhan memperhatikan Chanyeol dan Chanyeol menggeleng

"Tenggorokan ku sedikit sakit." Tatapan Yoora beralih pada Luhan. "Kau bertengkar dengan tiang listrik ini?" Tanyanya pada Luhan. Dan Luhan menggeleng.

"Aku sariawan Noona."

"Haaah~ baiklah, tenggorokanmu sakit, kau sariawan, dan aku yang akan memegang peranan sakit gigi! Jika Ahjumma sudah pulang, beritahu Ahjumma untuk memegang peranan bibir pecah – pecah" Ucap Yoora kesal sambil menatap keduanya bergantian. Luhan dan Chanyeol hanya memandang Yoora dengan tatapan datar "Dasar anak muda" Sungutnya.

"Kau juga anak muda noona. Memang kau sudah tua?" Tanya Chanyeol menyuapkan sendok nasinya ke mulut.

"Bahkan kau hanya beda beberapa bulan denganku Noona" tambah Luhan datar juga menyuapkan nasi ke mulutnya.

"Terserah terserah terserah. Aku malas makan dengan mayat seperti kalian! Aku selesai" dia berdiri membawa piringnya kedapur lalu kembali ke meja makan, "Ahjumma sedang keluar untuk belanja bulanan. Jadi cuci piring sendiri, titip punyaku" ucapnya ketus mengakhiri lalu kembali kekamarnya.

FLASHBACK END


.

"Hahaha~" Baekhyun tak bisa menahan tawanya. "Sariawan, Tenggorokan sakit, Sakit gigi, Kalian ada - ada saja. Hahaha~ lalu?"

"Setelah itu, aku dan Chanyeol melanjutkan makan dalam keheningan. Sesekali aku menatapnya, tapi dia tetap makan dan hening tanpa memperdulikanku. Lalu dia selesai duluan dan membawa piringnya dan Yoora Noona kedapur. Aku segera mempercepat makanku dan membawa kedapur juga. Kulihat dia lagi mencuci piring.

.


FLASHBACK

"Hai Chanyeol" sapa Luhan berpura – pura tidak ada apa – apa dan hanya dibalas deheman oleh Chanyeol. Setelah dia selesai mencuci piringnya dia segera berbalik, hendak kembali kekamarnya.

"Aku selesai. Titip punya Yoora noona." ucapnya dingin berjalan melewati Luhan

"Chanyeol"

"Kalungnya sudah ketemu?" Tanya Chanyeol tanpa berbalik

"Be..belum." Luhan menunduk lalu Chanyeol langsung berjalan menuju kamarnya tanpa berkata apa- apa lagi.

FLASHBACK END


.

"Keesokan harinya, Chanyeol kembali menjauhiku. Kejadian kemarin berulang kembali. Dan aku tidak bisa tahan akan itu. Akhirnya aku memutuskan untuk membolos dan mencari kalung Chanyeol dengan menyusuri jalan yang kulewati kemarin – kemarin." Luhan menarik nafas sebentar. "Aku mencarinya selama berjam – jam. Jam ditanganku sudah menunjukan pukul 1 siang dan itu saat musim dingin. Bayangkan bagaimana dinginnya saat itu? Apalagi aku mencari sejak jam 8"

"Mwoya? Kau mencari selama... 5 jam?" tanya Baekhyun membelakkan matanya kaget.

"Eoh~ aku menyusuri semua jalanan yang aku lewati sejak Chanyeol menitipkan kalungnya hingga hari disaat kalung itu hilang. Banyak yang aku lewati Baek. Jadi aku harus mencarinya satu – persatu disetiap jalan."

"Daebak~ Maldo Andwae~"

"Kau ingat pohon saat pertama kali kita bertemu?" tanya Luhan

"Eoh~"

"Saat hari dimana Chanyeol menitipkan kalung, aku sempat mampir kedaerah situ karena aku belum berjalan – jalan sejak sampai di Korea. Lalu aku memutuskan untuk mencari kesana. Aku meneliti setiap jalan yang kulewati, tapi nihil. Akhirnya aku berhenti sejenak dibawah pohon itu. Bagaimanapun juga aku lelah.

.


FLASHBACK

"Yatuhan, dimana kalung itu?" Tanya Luhan sambil terus memikirkan kesehariannya kemarin – kemarin. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Mengingat – ingat dengan pasti apa saja yang dilakukannya.

"Aish~ Bodoh!" kesal Luhan merutuki dirinya sendiri "Dimana Kalung Chan..." Omongan Luhan terputus saat tak sengaja menoleh keseberang jalan. "Yeol?" lanjutnya sambil memperhatikan sesuatu diseberang jalan. "Apa itu?" Tanya Luhan. Ada sesuatu berkilau dipinggir trotoar pas dengan lubang pembuangan.

"Itu kan, Kalung Chanyeol. Yatuhaaannn, ternyata terjatuh di jalan" teriak Luhan lega

"Akhirnya... Thank's god, kau telah mengabulkan doaku" Seru Luhan pada dirinya sendiri. Wajahnya sangat gembira. "Aku harus mengambilnya..." Lanjut Luhan

FLASHBACK END


.

"Kau tahu kan jalan itu mempunyai 2 jalur? Jalur kanan dan jalur kiri. Pohon itu terletak di jalur kiri dan kalung itu berada di samping trotoar jalur kanan dan dekat dengan pembuangan" cerita Luhan. Baekhyun membuat bayangan di kepalanya. "Saking senangnya aku, aku tidak melihat sekitar Baek saat menyebrang jalan. Aku langsung berlari menyebrang dan tatapan tertuju pada kalung Chanyeol. Dan setelah itu..."

"Setelah itu?" Tanya Baekhyun penasaran

"Aku ditabrak, dan terjadi tabrakan beruntun setelah itu." jawab Luhan dan Baekhyun tersentak kaget. Tanganya menutup mulutnya, matanya melebar. "Dan itu semua, karena keteledoran seseorang!" lanjutan omongan Luhan membuat Baekhyun bingung.

.


TO BE CONTINUE

.

.

.

GAJADI~ Hehehe

Maap yeee~ Idenya Luhan :v


FLASHBACK

Luhan berjalan dengan terpingkal karena kakinya yang pegal berjalan seharian. Dia berjalan lumayan pelan karena menahan kakinya yang sakit. Namun di satu sisi, terdapat sepeda motor yang melaju dengan kecepatan rata – rata di jalur kiri sambil telpon.

"Yeoboseyo?" Serunya "Ne Hyung? Aku sedang dijalan... Apa? Aku tidak mendengarmu" teriaknya lalu menjauhkan ponselnya dari telinganya. Melihat layarnya. Memastikan masih dalam keadaan menElpon atau tidak lalu menempelkan kembali pada telinganya "Yeoboseyo? Hyung? Keras sedikit. Aku dijalan" ucapnya. Dia tidak memperhatikan jalan.

Sedangkan Luhan baru saja tiba di jalur kanan. Dia masih harus berjalan untuk mencapai ujung trotoar. Beruntung jalanan sedang sepi.

"Aduh~ kakiku sakit sekali sih..." gerutu Luhan jalan terpingkal. Di sisi lain, orang itu tetap berkutat dengan telponnya tanpa memperhatikan jalan. Dan Luhan yang sudah berada di tengah jalur kanan.

"Hyung apa?" tanyanya pada telpon. Sedangkan Luhan sudah hampir mencapai trotoar dan senangnya bukan main saat mendapati kalung Chanyeol.

Di sisi lain, orang itu malah berhenti di tengah jalan secara tiba – tiba. "Aduh, Hyung ini bicara apa sih?" Tanyanya lalu segera memencet nomor Hyungnya.

Di sisi lain lagi, terdapat Bis sekolah yang melaju cepat dari jalur kiri tepat dari arah belakang orang itu. Pengemudi bis itu awalnya tidak menyadari adanya yang berhenti ditengah jalan, sampai saat berjarak 20 meter pengemudi itu menyadari ada sepeda motor berhenti ditengah jalan. Pengemudi Bis sekolah itu segera mengerem kendaraannya dengan kuat.

Luhan baru saja memungut kalungnya dan berteriak senangnya bukan main karena berhasil menemukan kalung Chanyeol. Dia segera berdiri dan hendak berjalan menuju jalur kiri, kembali pulang kerumahnya. Tidak sabar menunjukkan temuannya pada Chanyeol. Membayangkannya saja sudah membuat senyumnya merekah.

Saat jarak 10 meter, pengendara motor sudah menyalakan mesinnya dan melaju sangat cepat sambil menggenggam ponselnya. Di sisi lain, Saat melihat pengendara motor itu beranjak pergi, pengemudi Bis tidak bisa mengendalikan laju Bis sekolahnya hingga oleng dan menembus jalur kanan. Lalu Bis sekolah itu terguling membuat Luhan terkesiap kaget saat mendengar suara yang begitu dasyat. Lalu saat dia menolehkan kepalanya menuju asal suara, Bis sekolah itu terguling kearahnya dan Luhan tidak memiliki waktu untuk menyelamatkan diri.

Luhan tertabrak Bis sekolah itu dan badannya terlempar kebelakang. Dibelakangnya terdapat mobil yang melaju lumayan kencang lalu mengerem mendadak hingga menimbulkan suara berdecit dan mobil itu menabrak Luhan hingga Luhan terpental keseberang jalan. Luhan hendak mendarat sampai ada mobil mengerem mendadak. Ban mobil belakang yang mengepot, menabrak Luhan hingga terpental kembali kearah Pohon besar tempat Luhan beristirahat tadi.

Kepalanya membentur pohon besar itu, kalungnya terlepas jatuh kedalam semak – semak disekitar pohon, lalu badannya terguling sampai ketengah jalan jalur kiri. Darah mengucur deras dari kepala, hidung, tangan, dan kakinya. Matanya menatap pohon itu tangannya bergerak seolah ingin menggapai lalu dia segera tidak sadarkan diri.

FLASHBACK END


.

"H-hyung~" cicit Baekhyun. Dia terkejut mendengar cerita kematian Luhan yang menurutnya sangat tragis itu "Jadi kau meninggal karena ditabrak Bis sekolah lalu badanmu terpental kebelakang dan ditabrak mobil sehingga badanmu terlempar keseberang jalan, ditabrak lagi sehingga menatap pohon lalu badanmu menggelinding sampai ketengah jalan?" tanya Baekhyun tak percaya dengan apa yang dia dengarkan. Luhan mengangguk "Eommo~ Ya tuhan" dia menutup mulutnya sendiri terkejut dengan cerita Luhan.

"Dan setelah itu, terjadi tabrakan beruntuk karena semua kendaraan saling menghindar. Aku membaca berita kematianku di perpustakaanmu saat aku mengikutimu pertama kali keperpustakaan. Aku membaca 1 orang tewas, yaitu aku. 6 luka ringan, dan 8 luka parah. Supir itu kritis dan koma selama 2 hari"

"Lalu... setelah itu?" tanya Baekhyun

"Mungkin kau tidak akan percaya setelah ini, tapi ini kenyataannya."

"Ceritakan saja"

"Tiba – tiba ada seseorang yang membangunkanku."

"Membangunkanmu?"
.


FLASHBACK

"Yya~ Ireona!" Teriak seorang sambil membangunkan Luhan dengan kakinya. Luhan mengerjapkan matanya. Alisnya mengernyit merasakan sedikit nyeri di beberapa tubuhnya. Luhan pun tersadar dan segera bangun. Namun dia tidak bisa berdiri dengan baik. "Jangan berdiri seperti itu. Kau sudah tidak bisa menggunakan kedua kakimu lagi." ucap orang itu. Luhan menatapnya dengan tatapan bingung. Baru sadar bila ada orang di dekatnya.

"Aku malas menjelaskan ini berulang – ulang pada anak baru." Orang itu lalu mendudukkan dirinya disebelah Luhan. "Perhatikan aku baik – baik!" ucap orang itu lalu Luhan memperhatikannya. Orang itu mencontohkan bagaimana caranya harus berdiri. Namun bukannya berdiri, orang itu langsung melayang. Membuat Luhan melongo tak percaya. "Begitu caranya. Tidak usah memasang wajah kaget berlebihan, oke? Contoh aku cepat!" suruh orang itu.

Dengan yakin tak yakin, Luhan mengikuti cara orang itu Luhan cukup kaget dengan hasilnya. Dia melayang. "Eomo? Aku melayang? Aku bisa terbang?" Tanya Luhan tak percaya. "Kenapa aku tak bisa berjalan?" Tanya Luhan lalu menunduk hendak mengecek kakinya namun terkejut dengan apa yang dilihatnya. Dia melihat dirinya sendiri dengan tubuh dipenuhi banyak darah.

"Ini... ini..."

"Majja, itu kau" jawab orang itu membuat Luhan menoleh padanya. "Kau adalah Xi Luhan bukan? Lahir 20 April 1990? Dari China? Kau ditakdirkan mati hari ini. Dengan keadaan tertabrak sana sini dan ditengah jalan ini. Tepat di titik ini." Ucap orang itu membuat Luhan menatapnya tak percaya. Luhan hendak membuka mulutnya, namun...

"Namaku Henry. Aku adalah malaikat yang bertugas mengurusi orang – orang yang baru meninggal. Akan kujelaskan. Ya benar, kau sudah meninggal. Kau meninggal karena tertabrak Bis sekolah karena keteledoran orang tak bertanggung jawab. Walaupun detak jantungmu masih berbunyi didalam tubuhmu yang asli, tapi itu hanya reaksi biasa. Itu akan berhenti saat kau berada dirumah sakit nanti. Jadi untuk mempersingkat waktu karena setelah ini aku harus ke daerah lain karena ada yang akan meninggal, jadi kau ku bangunkan sekarang." jelas Henry. Luhan lalu memperhatikan dirinya yang tergeletak di tengah jalan, lalu melihat keadaan sekitar yang berantakan. Mencoba mereka ulang kejadian yang baru saja terjadi.

"Setelah ini akan ada ambulan datang untuk membawamu dan berusaha menyelamatkan nyawamu. Tapi sebelum kau menangis meraung – raung disana dan meminta untuk hidup, kuberitahu sekarang. Kau tidak bisa hidup lagi. Besok setelah pemakamanmu, kau akan bertemu dengan malaikat lain dan akan membawamu kesurga. Kau diberi waktu untuk menyaksikan kematianmu terlebih dahulu" Henry menulis sesuatu didalam notebooknya.

"Jadi aku sudah meninggal?" gumamnya

"Pikirlah sendiri. Kau bisa melihat badanmu sendiri berarti apa artinya?" tanya Henry "Baiklah baiklah, aku harus pergi. Bye Luhan~ selamat bersenang – senang." ucap Henry lalu segera meninggalkan Luhan yang masih terpaku tak percaya.

FLASHBACK END


.

"Lalu dia menghilang begitu saja meninggalkan aku yang masih bingung." Baekhyun melongo tak percaya dengan cerita Luhan barusan "Dan ekspresiku sama sepertimu sekarang saat mendengar cerita dari Henry." Baekhyun segera menyadarkan dirinya lalu berdehem singkat.

"Maafkan aku, aku hanya... err~ sulit percaya saja." Baekhyun membenarkan posisi duduknya. "Dan dia mengucapkan selamat bersenang – senang? Apa – apaan. Lalu setelah itu?" tanya Baekhyun

"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan saat itu. Jadi aku terus berdiri, maksudku melayang disebelah jasad tubuhku. Lalu aku teringat sesuatu, Ah matta kalung Chanyeol. Aku melayang mendekati pohon untuk mencari kalung itu. Dan aku melihat kalung itu berada di tanah tertutup tanaman yang tumbuh disekitar pohon. Saat aku ingin mengambilnya, aku gagal. Aku tidak bisa menyentuh kalung itu. Aku terus mencobanya namun gagal. Lalu tiba – tiba ambulan datang. Saat aku menoleh, mereka keluar dengan tergopoh – gopoh dengan membawa brankart"

"Aku langsung melayang mendekati mereka. Mereka membawa jasadku masuk ambulan dan akupun ikut masuk kedalam ambulan. Mereka melakukan segala jenis pertolongan pertama. Dan aku hanya berharap – harap namun kembali teringat ucapan Henry, bahwa aku tidak akan mungkin hidup lagi. Seketika aku merasa sedih"

"Jadi tidak ada gunanya mereka melakukan pertolongan pertama padamu?" Tanya Baekhyun

"Begitulah~"

"Lalu?"

"Lalu salah seorang staff merogoh sakuku. Aku bingung apa yang hendak dia lakukan"

.


FLASHBACK

Setelah melakukan pertolongan pertama, salah seorang staff merogoh saku baju, celana, dan Blazzer Luhan.

"Eoh? Dia mau apa?" Tanya Luhan bingung "Yya! Dasar cabul! Singkirkan tanganmu!" teriak Luhan tak terima. Lalu setelah itu dia melihat Staff itu mengeluarkan ponsel dan dompet Luhan. "Aigo~ kau mau mengambil uangku ya?" Tanya Luhan tak terima. "Jangan mentang - mentang aku sudah meninggal ya..."

Staff itu membuka dompet Luhan lalu membaca tanda pengenal disana. "Woohyun, ingat – ingat ya. Namanya Xi Luhan" ucap staff itu pada staff yang bernama Woohyun.

"Mwoya namanya aneh sekali? Sepertinya bukan dari Korea" balas Woohyun. Lalu staff itu memasukan dompet Luhan pada tas Luhan. Lalu beralih pada ponsel yang dipegangnya.

"Siapa yang harus kutelpon?" Tanya Staff itu bingung.

"Panggilan terakhir dalam daftar telfon keluar saja Key" Jawab Woohyun. Staff yang dipanggil Key itu segera beralih ke daftar panggilan. "Panggilan terakhirnya bernama Chanyeol dengan love disebelahnya"

"Itu saja. Aku yakin itu kekasihnya. Beritau dia saja, pasti dia akan bilang pada orang tua gadis ini" ucap Woohyun

"YAK! KAU BUTA? AKU INI NAMJA, BODOH!" teriak Luhan tak terima

"Kau buta? Dia ini namja" ucap Key sambil menekan tombol untuk menelpon Chanyeol.

"Eoh Jinja?" Tanya Woohyun tak percaya

"Eo~ dikartu namanya tertulis namja. Aku sih tidak yakin. Dia cantik begini" Jawab Key. Luhan memutar matanya malas

"Kau sedang menelpon?" Tanya Woohyun lalu diangguki oleh Key "Keraskan suaranya. Aku ingin tahu suara kekasihnya" lanjutnya membuat Luhan merona. Lalu setelah itu

"Kebetulan kau telpon. Kupikir kau terlalu bodoh untuk mengabari" Chanyeol mengangkat telponnya. Key dan Woohyun saling pandang bingung lalu sama – sama menoleh pada ponsel "Kau lupa jalan menuju rumah ya? Sampai jam segini belum pulang! Kemana saja kau rusa liar? Cepat pulang. Yoora Noona mengomel panjang pendek karena kau belum pulang! Menyusahkan sekali! Mau mencari perhatian ya?" Key dan Woohyun saling pandang kembali.

"Dia masih marah padaku" gumam Luhan "Aku tidak bisa menyentuh kalungnya" dia menunduk.

"Apa ini dengan Chanyeol?" Tanya Key hati – hati

"Eo? Ini siapa? Kenapa ponsel Luhan bisa ada padamu? Luhan kemana?" Tanya Chanyeol bingung. Perasaanya berubah menjadi tak enak diseberang sana

"Maafkan aku. Namaku Kim Kibum. Aku-"

"Dimana Luhan?" Potongnya

"Saat ini, Xi Luhan sedang dilarikan kerumah sakit karena kecelakaan. Kami sedang dalam perjalanan menuju Seung Won University Hospital. Harap segera-"

"Astaga Rusaku!" Lalu Chanyeol segera memutuskan sambungan.

Tut Tut Tut~

"Pacarnya unik!" seru Woohyun yang diangguki oleh Key.

"Panggilan sayangnya adalah rusa. Tidak mesra sekali"

FLASHBACK OFF


.

"Aku yakin Chanyeol terkejut mendengarnya" Seru Baekhyun "Sama sepertiku sekarang"

"Eo~ majja. Dia langsung kerumah sakit saat itu juga"

"Lalu?"

"Lalu saat aku sampai di rumah sakit, pegawai rumah sakit langsung tergopoh – gopoh membawa tubuhku keluar. Saat aku keluar dari ambulan, ternyata banyak ambulan yang berdatangan membawa korban – korban kecelakaan tadi. Lalu aku segera mengikuti salah satu dokter residen yang membawaku ke ruang emergency"

.


FLASHBACK

Ruang emergency (UGD) penuh dan kacau akibat banyak korban luka parah memenuhi ruangan mereka. Beberapa dokterpun berdatangan namun mereka terpaku sejenak menatap keadaan ruang ugd mereka. Banyak pasien terlebih anak sekolah yang merintih kesakitan dan dokter residen yang kalang kabut memeriksa luka dan mengobati sana sini. Lalu tiba – tiba seorang dokter residen menghampiri mereka.

"Jumlah pasien kecelakaan saat ini 15 orang" ucap Dokter residen yang bernama Hwang Jisung

"Hwang songsaeng, Apa penyebab kecelakaannya?" Tanya Dokter yang paling depan. Bernama Dokter Lee

"Sopir Bis sekolah tidak bisa mengendalikan laju Bisnya hingga oleng dan keluar jalur, lalu tabrakan beruntun terjadi. Total penumpang bus 20 orang dan tidak ada korban jiwa. Tapi semua mengalami luka – luka dan satu siswa dengan luka parah karena terpental cukup jauh. 15 korban kecelakaan dikirim kerumah sakit kita"

"Kenapa mereka mengirim semuanya kerumah sakit ini?" Tanya seseorang dengan suara agak keras sambil menyerobot kedepan. Tanda pengenalnya bertuliskan Choi Minhoo

"Rumah sakit yang paling dekat adalah rumah sakit kita dan juga, beberapa rumah sakit terdekat lainnya kekurangan sumber daya" jawab Dokter Hwang

"Terlalu banyak pasien pelajar sekolah dan bahkan akan bertambah sebentar lagi. Kita harus melakukan operasi darurat sesegera mungkin" ucap Dokter perempuan. Tanda pengenalnya bertuliskan Kang Seul Gi.

"Ada 8 pasien dengan cedera kepala atau tulang, aku sudah menghubungi bedah saraf dan ortopedi. Sisanya semuanya disini" Ucapan Dokter Hwang itu membuat Dokter Choi yang menyerobot tadi menggigit jempolnya.

"Minta bantuan Departemen Bedah umum dan periksa setiap pasien disini. Dahulukan anak – anak karena saraf mereka masih terlalu belia" Ucap Dokter Choi lalu kumpulan dokter dibelakangnya segera menyebar

FLASHBACK END


.

"Tegang sekali suasananya" Ucap Baekhyun "Apa yang kau lakukan disitu?" Tanyanya

"Aku hanya berdiri disamping jasadku sambil sesekali memperhatikan mereka. Dan aku baru kali ini melihat keadaan darurat. Keadaan ugd benar – benar kacau kalau kau tahu" jawab Luhan. "Aku sempat memperhatikan sekitar saat salah satu Dokter memberikanku pertolongan pertama. Kau mau mendengar ceritanya?" Tanya Luhan

"Eo. Sepertinya menarik"

"Okey. Saat itu~"

.


FLASHBACK

Luhan berdiri terpaku disebelah jasadnya. Matanya melihat keadaan ruang ugd yang sedang panik.

"Segera bawa kateter dan vena sentral. Cepat!" Suruh Dokter Kang pada dokter satu lagi dan dokter itu segera pergi. Lalu Luhan menoleh pada pasien disebelahnya.

"Sepertinya Hemoperitoneum. Segera ambil CT" suruh Dokter Park kepada dokter satunya. Dan Dokter yang disuruh segera berlari. Lalu Luhan membawa pandangannya pada Dokter Choi Minhoo.

"Diduga pneumotoraks. Segera ambil sinar – X dada" Suruh Dokter Choi dan dokter yang disuruhnya segera pergi.

"Terlalu banyak pasien mengantri jadi butuh waktu untuk mendapatkan CT atau sinar – X" Teriak Dokter yang baru datang pada Dokter Kang. Luhan membawa pandangannya menuju dokter itu lagi.

"Apa – apaan. Ini keadaan darurat, harus diprioritaskan! Paksa kalau mereka masih menolak!" Suruh Dokter Kang dan dokter tadi keluar kembali.

"Terlalu banyak pendarahan diperut, Dokter Lee" Ucap salah seorang dokter yang melakukan pertolongan pada Luhan, Dokter Song. Tangannya menekan perut Luhan dengan kasa perban. Menekan agar darah tak keluar dari perutnya. Luhan kembali memperhatikan 3 dokter yang menangani dirinya. Dirinya berharap cemas. Dokter yang semula menangani pasien disebelahnya, segera menghampiri Luhan.

"Karena trauma dekat perut, pembuluh darahnya pecah. Tahan sebentar. Perlengkapan operasi. Cepat!" Suruhnya Dokter Lee pada Dokter disebelah Dokter Song. Dokter itu pun segera berlari mengambil perlengkapan operasi lalu kembali. "Ini"

Dokter Lee segera mengambil sapu tangan steril, memakainya pada tangannya, lalu membawa tangannya pada perut Luhan. Bersiap hendak menangani luka yang berada diperut Luhan.

Dokter Lee memberi isyarat pada Dokter Song untuk mengangkat tangannya yang menutup perut Luhan itu. Dokter Song pun mengangkat tangannya, dan darah segar mencuat keluar. Dokter Lee sempat terkejut mendapati Darah muncrat kearahnya. Dia segera membawa tangannya menuju perut Luhan. Menekan perut Luhan dengan tangan satu, dan tangan satunya mengambil beberapa alat untuk membantunya.

"Ada nyeri tekan disekitar perut. Nyeri lepas tekan dan demam. Ini enterobrosia. Dia harus segera dioperasi. Dokter Yoo, tolong siapkan ruang operasi. Aku akan memindahkanya" Suruh Dokter Kang membuat Luhan menoleh padanya. Melupakan sejenak Dokter lee yang menanganinya.

"Berbahaya jika terlambat, segera atur ruang operasi" Dokter Choi juga berkata demikian.

"Darahnya semakin banyak" Ucap Dokter Lee. Luhan kembali memperhatikan Dokter yang menanganinya itu. "Siapkan ruang operasi untukku sekarang!" suruhnya pada Dokter yang berkacamata. Dan dokter itu segera berlari pergi.

"Dia terlalu memiliki banyak luka, tolong tangani yang sebelah sini" Suruh Dokter Lee. Beberapa saat, Dokter berkaca mata kembali.

"Dokter Yoo sudah mengatur 8 ruang untuk operasi sisa pasien disini dan pengaturan untuk ansetesiologi sudah selesai. 8 perawat dan 8 Dokter Anestesi sudah bersiap di masing – masing ruangan" ucap Dokter berkacamata

"Tekan perutnya seperti ini dengan halus. Aku sudah melakukan pertolongan pertama untuk sesaat. Ayo pindahkan dia" Suruh Dokter Lee dan mereka memindahkan tubuh Luhan keruang operasi. Luhan mengikuti.

FLASHBACK END


.

"Hyung, aku tidak tahu harus berkata apa" Ucap Baekhyun dengan ekspresi terkejut melongo. Luhan tersenyum kecut.

"Aku sebenarnya sangat khawatir akan diriku sendiri tapi mengingat ucapan Henry, aku jadi biasa saja. Toh aku akan mati nanti?" Ucap Luhan membuat Baekhyun mengangguk – angguk

"Kau juga ikut masuk kedalam ruang operasi?" Tanya Baekhyun

"Apa? Tidak tidak. Aku tidak seberani itu untuk melihat tubuhku sendiri di bedah – bedah" jawab Luhan yang membuat Baekhyun sedikit tertawa "Jadi aku cukup menunggu diluar"

"Lalu apa yang terjadi? Dan, dimana tiang itu? Dia tidak datang?" Tanya Baekhyun antusias

"Tentu saja datang. Lalu setelah itu"

.


FLASHBACK

Luhan mengikuti sampai depan ruang operasi. Dia hendak masuk, namun diurungkan niatnya. Untuk apa juga masuk? Dia juga tidak berani melihat tubuhnya sendiri yang dibedah. Jadi dia hanya menunggu didepan ruang operasi.

Lalu dia tersadar, Chanyeol belum datang. Akhirnya Luhan kembali melayang menuju ruang ugd. Menunggu Chanyeol disana. Saat baru sampai diruang Ugd, dia melihat Chanyeol dan Yoora datang dengan kondisi kacau. Dia segera menghampiri mereka.

"Syukurlah kalian datang. Ayo ikut aku! Aku sedang dioperasi!" Ucap Luhan melayang disektar mereka

"Dimana, Chanyeol?" Tanya Yoora panik

"Aku juga tidak tahu Noona" jawab Chanyeol.

"Aku diruang operasi. Ayo ikut aku" Luhan terus melayang meyakinkan mereka.

"Jeogi~" Chanyeol menarik lengan salah seorang Dokter secara paksa "Dimana pasien kecelakaan yang baru tiba?" Tanya Chanyeol

"Mereka diruang operasi" Jawab Dokter itu. Yoora dan Chanyeol segera berlari meninggalkan Dokter itu. Lalu mereka kembali lagi pada Dokter itu. "Dimana ruang operasinya?" Tanya Chanyeol lalu Dokter itu menunjukkan arahnya dan dia segera berlari diikuti dengan Yoora.

Didepan Ruang Operasi, Chanyeol melihat beberapa wali pasien menunggu disana. Yoora terkejut melihat itu. "Banyak sekali wali yang datang?" Tanya Yoora "Separah apa kecelakaannya?" matanya berkaca tak kuasa membayangkan Luhan.

"Dia akan bertahan Noona tenanglah" Chanyeol merangkul Yoora yang tengah menangis. "Dia rusa yang kuat" lanjutnya membuat Luhan menatap Iba pada mereka.

"Aku akan meninggal semuanya" Luhan menitikkan air mata melihatnya "Maafkan aku Chanyeol, Noona" Luhan menutup mukanya dengan kedua tangannya.

엑소 BECAUSE OF GHOST 엑소

Chanyeol dan Yoora terkejut saat mendengar seseorang berbicara. Saat mereka menoleh, mereka terkejut. Luhan bingung karena melihat Chanyeol dan Yoora menatap kearahnya. Luhan menolehkan kepalanya melihat arah tatapan Yoora dan Chanyeol dan Luhan pun sama terkejutnya. Mata mereka semakin membelalak tak percaya saat melihat...

Yeorky berkata, "To Be Continue"

TBCYB=

TO BE CONTINUE YANG BENERAN

.

CUT!

Alohaaaa? Yeorky kembali dengan membawa chapter 7 niih~

Dan bawa TBC yang lumayan tahu diri :v

Gimana? Itu udah diceritain gimana Luhan bisa meninggal. Apa hubungannya sama Chanyeol. Dan lain sebagainya.

Walaupun masih ada yang memang dirahasiakan *smirk*

Ada yang kaget? Atau mungkin kesel karena Luhan yang meninggal secara tragis disini?

Atau mungkin biasa aja soalnya ceritanya mainstream?

Maaf ya, ini padahal yeorky muter otak bikin adegan kecelakaannya :')

.bow.

Okey, yang merasa kesel, atau kurang, atau mungkin punya kritik saran, tulis aja di kolom review :v

Udah jadi kebiasaan deh, nulis Spoiler. Yudah ya, nih bocorannya :

"Serangan jantung!" / "Siapkan DC" / "Irama jantungnya sudah kembali..." / "Jebal... Jebal.." / Beberapa wali pasien diam. / "Maafkan aku." Tangisnya / "Jangan menangis bodoh. Dasar cengeng..." / "-lalu setelah itu ada orang yang datang dan langsung memukuli Chanyeol" / "Kau jahat Chanyeol! Aku benci kau!-" / "-seseorang menepuk pundakku" / "Kau bisa melihatku?" / "Kau memiliki masalah yang belum kau selesaikan di dunia" / Baekhyun membulatkan matanya. Nafasnya sulit untuk di hembuskan. Raut wajahnya berubah. hening. / "itu adalah alasan kenapa kau bisa melihatku, aku bisa menyentuhmu, kau bisa meyentuhku-" / "Sebenarnya aku mendekati Chanyeol-" / Dan malam menyedihkan itu berakhir.

NAAAAH~ KURANG APA TJOBAK?

Spoiler sebanyak itu... Itu udah mencakup seluruh FF tuuuh~

Next chap bakalan ada yang mengejutkan. Mengungkap identitas

Yooow, ini balesan review yang gak punya akun :

1. Guest

Q : jgn2 ni orang berdua lu-baek sodara an ya kak *asalnebakgajelas heheeeee

A : Halo makasih revienya *kedip ganjen* Ehm... kasih tau gak ya? Tunggu next chap yaaa~

2. ooh

Q : lanjuuuuut thooor, pantesan aja luhannya suka banget sama chanyeol, ternyata kan udah dari kecil mereka kenalnyaa, fighting thor ditunggu next chap nyoooo

A : Ini udah dilanjut hooo~ Yagitu deeeh~ sinetron banget ya? wkwk. Iya next chap di tunggu yaaaa

3. Guest

Q : Huwahaghaghaghag...)
sumveh dri chap awal mpe skrng, slalu berhsil bwt aQ ngakak ndiri. Untung baca.a dikamar, jd bebas ngekspresiin.a, mo nendang", mo lempar guling jg gak mslh, sesuka hati gw lah.
Q keinget lg ma chap kmaren yg si Lulu maen nyelonongin aj pala.a kekmar mandi, sumveh tu ank kurng ajr bnget, coba ngajak" gw donk, berbagi pemandangn lah gitu..( Ddoeengg,,kena timpuk Chan:' i2 jatah gw keleuss). Trz suka jg pas moment.a si Lulu narik nafs ha.a utk pnghyatan doank, WHAT THE teeet_(bunyi sensor gagal)..HAHAHAHAHAAA..(sekejap ikutin Baek muka dtar jg:'gaje bnget ni hantu). Aq suka bnget ma kraktr Lulu dsni thor, lucu,gokil,gemezin,jengkelin?, . Ngehibur bnget. Tapiiiiii, ad yg kurng dichap ini dan i2 fatal bnget, NAPA HARUUZ DI TEBECEIN..? KENAPA,KENAPA,KENAPA.? Bisa g si tebece itu dilenyapin ? Disewain kemana kek ? Atw diumpetin kemana kek ? Kesel bngt guwah, kezel,kezeel,kezeeell..
Utk mslh 7464 itu, maaf itu praifesi bngeetz. Itu rahasia aQ dan uri Baekki n_n
ok segini aj coz aQ ntr lg ad meeting ma Chanbaek, ma'f klw cincong.a kependekan. Yeorky Q tgg next chap.a. Fightiiiing...
_7464

A : Untung gak di halaman rumah :v Yeorky ikut ngintip kok Ahahaha, iya itu Yeorky ngetiknya ketawa sendiri Luhan multifungsi disini emang :p Kan Luhan yang bilang tbc kemarin, bukan Yeorky. Jadi yeorky gatau apa - apa :v wkwk... inisial namakah? Ikutin terus ya '7464'~ *love sign* Bikin akun dooong~

4. Bunga Julia

Q : Ya ampun TBC nya bikin greget. Ngebayangin muka Luhan waktu ngomong tbc sama ngajak baekki pulang rasanya lucu banget. Dan eonni ini out of the box banget. aku suka chapter ini. dari sekian banyak chapter yang udah di apdet, entah kenapa chapter ini yang paling normal dan yang paling ringan aja. Itu kenapa luhan bisa meninggal? Next ya yeorky, fast up word panjang ditunggu :)

A : Halo Bunga, kamu rajin banget reviewnya hehe.. iya dia emang songong :3 Iyadong. Saatnya keluar dari komik :v Chapter kemarin ganormal gitu ya Yang ini normal gak? Iya ini udah di next. Buat yang next chap, tunggu ya... sering - sering mampiiir~

5. Guest

Q : tbc tbc tbc tbc. ap i2 tbc?
bkn kzl sumpah -_-
nxt y thor d tgu

A : Tbc adalah to be continue :v Kalo tbc chap ini gak ngeselin kan? :v Iya buat yang next di tunggu yaaa~

6. Baek

Q : Spoiler tidak membantu, tbc bikin kesel, word pendek banget yeorky kurang panjaang/plak
Dilihat dari spolernya, next chap bakal ada kecelakaan kayanya xD

A : Yang ini membantu? Yang ini gabikin kesel kan? Yang ini panjang looh~ hehehe~ Daaan memang iya ada tuuuh~ gimana? Review lagi yaaa

Jjjaaaa~ Selesai deh

Sekali lagi, terimakasih semua sudah mau membaca ff (ketjeh) ini :D

Yang kesel karena chapter ini, maafin yaaaa~ *bow*

Makasih buat yang sudah follow, favorite, readers aktif maupun siders ya itupun kalo masih ada siders :D

Pokoknya makasih :v

Yeorky masuk dulu ya... udah malem :D

Dadaaah~

*nutup pintu*