BECAUSE OF GHOST
BY YEORKY
MainCast : Baekhyun, Chanyeol
Other Cast : Luhan & Other member Exo
Genre : Romance, School Life
Rated : T
Discaimer : Cerita ini asli milik Yeorky. Terinspirasi dari komik Jepang judulnya Ghost. Jadi ini kaya ngeremake gitu. Daaan, ini adalah FF Yaoi pertama Yeorky. Jadi harap review ya semuanya :D Pemainnya punya Yeorky semua, ceritanya juga, semua punya saayaaa *serakah*
Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, review!, tanpa edit.
Summary : Ini adalah pengalaman hidup paling mengerikan bagi namja straight seperti Byun Baekhyun. Dirasuki hantu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, membantu menyelesaikan masalah dan berujung menyatakan cinta pada Park Chanyeol. Namja yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali. Apa yang dilakukan Baekhyun selanjutnya?
A/N : Ini Chapter isinya Flashback ceritanya Luhan dulu ya sebelum dia meninggal :') Hiks~ Jadi kalo ada tulisan miring, berarti Flashback okey? Maka dari itu, Harap di pahami setiap kata, tanda baca, dll. Kesalahan baca ditanggung Luhan semua :v
A/N 2 : Yeorky minta maaf sebelumnya. Yang Chanyeol, Yoora, sama Luhan lihat sesuatu di akhir cerita kemarin itu cuman angin lewat. Itu cuman cerita pengantar tbc maaf ya maaf *bow* Itu gamasuk cerita okey? Endingnya bener - bener di Luhan yang nangis sambil bilang, "Aku akan meninggal semuanya.." hehehe...
.
.
Cameraaaa roliiing~
.
Rolling~
.
And... ACTION!
.
=CHAPTER 8=
FLASHBACK
Toneng Toneng Toneng Toneng Toneng~
Tiba - tiba suara peringatan mesin monitor membuat semuanya tersentak kaget. Semua pasang mata terkejut menoleh pada Pasien Monitor.
"Serangan Jantung!" seru Dokter Anestesi berubah panik "Aku akan memberinya atropin" lanjutnya lalu bergegas
"Gawat! Ubah laju tetes infusnya dan persiapkan DC (alat kejut jantung). Palli!" Suruh Dokter Lee. Beberapa Dokter yang membantu operasi segera bergerak. Suara dari Pasien Monitor seperti menyuruh mereka untuk cepat bergerak.
Seorang perawat segera mengubah laju tetes infusnya. Beberapa Dokter residen mengambil apa yang disuruh oleh Dokter Lee. Dokter Lee sendiri masih berkutat pada perut Luhan yang tengah ditanganinya tadi. Menyingkirkan beberapa alat yang masih ada pada Perut Luhan. "Cepat, tidak ada waktu!" Perintah Dokter Lee. Mereka segera membuka kain penutup tubuh Luhan.
"Aku akan memulai CP.R" Seru Dokter Lee memandang semua pasang mata. Dokter Lee mengaitkan tangannya lalu meletakkan di dada Luhan. "Lihat iramanya!" suruhnya "Hana. Dul. Set." Serunya sambil menekan dada Luhan. Suara peringatan mesin pasien monitor yang tidak kunjung berhenti membuat semuanya berharap cemas.
"Berhenti untuk sementara." suruh Dokter Anestesi "Aku memeriksa irama jantungnya." Semua mata tertuju pada Pasien Monitor. Menunggu beberapa saat. "Mulai lagi" Suruh Dokter Anestesi. Dokter Lee memulai CPR nya kembali.
"Hana. Dul. Set." Gumamnya. Dokter residen disekitarnya semakin berharap cemas melihat Dokter Lee melakukan CPR "Irama jantungnya?" Tanya Dokter Lee masih dengan kegiatannya.
"Irama jantungnya tampaknya sudah kembali sedikit." Jawab Dokter Anestesi. Semua pasang mata menatap bergantian Luhan dan mesin Pasien monitro itu.
"Dokter Lee, DC sudah siap" Seru seorang Dokter sambil membawa DC. Dokter Lee segera menyiapkan DC untuk Luhan. Salah seorang dokter mengoleskan jelly kepada DC itu.
"50 Joule" suruh Dokter Lee. Setelah itu, dia menempelkan alat kejut jantung pada dada Luhan. "Semuanya bersiap" suruh Dokter Lee. "Shock!"
"Shock!"
JEDUG!
Dada Luhan yang terangkat bersamaan dengan semua mata yang beralih menatap Pasien Monitor. Suara peringatan pasien monitor seperti beradu dengan suara Dokter disana. "Turun lagi" seru Dokter Anestesi panik.
"tingkatkan 100 Joule, palli!" Suruh Dokter Lee "Shock!"
"Shock!"
JEDUG!
Semua mata kembali menatap pasien monitor. Garis panjang terlihat di monitor. "Iramanya... tak kembali" seru Dokter Anestesi. Suara peringatan Pasien monitor seperti mengejek mereka.
"Dokter-"
"Aissh~" Dokter Lee membuka masker yang menutupi hidung dan mulutnya dengan frustasi. Dia melakukan CPR ulang. Irama tekanan Dokter Lee seperti beradu cepat dengan surara peringatan Mesin monitor.
"Jebal... jebal..." gumam Dokter Lee "Bertahanlah sedikit." lanjutnya. Matanya memandang penuh harap pada Luhan dan Pasien monitor secara bergantian. Mengharapkan keajaiban. Dokter disekitar Dokter Lee juga sama, berharap keajaiban pada Tuhan.
Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit~
Suara bel panjang dari mesin pasien monitor membuat semua mata melebar dan tertuju pada mesin kotak itu. Garis panjang berwarna putih terlihat menghiasi layar itu. Suara panjang dan garis itu membuat Dokter Lee menghentikan aksinya dan menatap tak percaya.
"Dokter Lee..." panggil Dokter Anestesi itu "Pasien... sudah tidak bisa diselamatkan!" ucap Dokter Anestesi melemah di akhir kalimat.
Dokter Lee mengerjapkan matanya tak percaya lalu mundur satu langkah dan menghela nafas kecewa. Dia membawa pandangannya pada wajah pasiennya yang gagal diselamatkannya.
"Dia lelaki yang cantik." Gumamnya penuh dengan rasa bersalah.
"Dokter Lee, anda sudah berkerja keras!" Ucap beberapa Dokter sambil membungkuk sedikit.
"Tidak... aku tidak bekerja keras" ucap Dokter Lee lemah. "Yang Songsaeng" panggil Dokter Lee "Tolong Jahit kembali dengan sempurna dan... pindahkan ke ruang ICU!" perintahnya "Aku... Aku akan memanggil walinya dan... memberitakan kematiannya!" ucap Dokter Lee berusaha bernafas dengan baik
"Dokter Lee, anda... tidak apa?"tanya seorang Dokter.
"Ne~ Gwenchanseumnida." jawab Dokter Lee berusaha tersenyum.
"Aku akan keluar sekarang!" Ucapnya "Segera laksanakan perintahku!" Dokter Lee segera keluar dari ruang operasi.
엑소 Because Of Ghost 엑소
"Kenapa lama sekali? Apa luka Luhan separah itu?" tanya Yoora khawatir sambil meremas tangannya sendiri.
"Tenanglah noona... semua akan baik – baik saja" Jawab Chanyeol dengan senyum dipaksakan dan berusaha terlihat tenang. Dia sendiri tidak yakin dengan apa yang dia katakan. Sebenarnya dia juga khawatir bahkan melebihi Noonanya mungkin. Tapi jika Noonanya khawatir, dia harus bisa menjadi orang yang menenangkan Noonanya.
Seorang Dokter keluar dari ruang operasi. Semua mata wali pasien menatap kearahnya.
"Wali pasien... Xi Luhan?" Panggilnya membuat Chanyeol menoleh dan Yoora berdiri dari duduknya. Mereka berdua segera menghampiri Dokter itu dengan tergesa. Terlihat dari Chanyeol yang sempat tersandung kakinya sendiri.
"Seongsaengnim?" Panggil Chanyeol khawatir melihat raut muka Dokter itu.
"Sudah terlambat... maafkan aku" ucap Dokter itu sambil membungkuk hormat 90 derajat beberapa saat.
Hening.
Yoora diam.
Park Chanyeol Diam.
Luhan diam.
Beberapa wali pasien diam.
Dokter Lee mengangkat badannya dan diam. Raut wajahnya mengisyaratkan kesedihan dan rasa bersalah. Hembusan nafas terasa sulit. Chanyeol dan Yoora merasakan matanya panas. Sesuatu di dadanya seperti menyeruak tiba - tiba dan membuat dadanya sesak seketika. Mata mereka berkaca. Raut wajahnya berubah. Chanyeol menggeleng tak percaya. Yoora memegang dadanya yang tiba – tiba sakit. Luhan menatap mereka berdua dengan raut wajah yang sama. Matanya panas, hatinya sakit, dia menitikan air mata melihat itu.
"Andwae~ Andwae~" ucap Yoora tak percaya "Itu Luhan yang lain." ucapnya lagi. "Itu pasti Luhan yang lain!"
"Andwae, Luhan ku. Rusaku. Tidak mungkin. Kau pasti bercanda Dokter!" Chanyeol menangis. Baru kali ini Luhan melihat Chanyeol menangis seperti itu. Chanyeol mencengkram kerah jas Dokter Lee. "Anda pasti salah. Mungkin itu Luhan yang lain. Katakan itu salah!" teriaknya. Luhan semakin meneteskan air matanya melihat itu. Dia membawa tangannya untuk menutup mulutnya.
"Pasti diantara kalian ada yang memiliki kerabat bernama Xi Luhan!" ucap Chanyeol menoleh kepada wali pasien yang lain. Para wali pasien semakin menatap prihatin kepada Chanyeol dan Yoora. "Katakan bahwa itu salah Dokter! Aku mohon!" tangisnya lagi.
"Cwesonghamnida" ucap Dokter Lee merasa bersalah "Cwesonghamnida" ucapnya lagi.
"Chanyeol..." Panggilnya Luhan. Dadanya sakit. Nafasnya berat. Dia tak kuasa melihat Chanyeol seperti itu.
Chanyeol perlahan melepaskan cengkramannya pada Jas dokter itu. Tetes demi tetes air mata jatuh dari wajah Chanyeol.
"Maafkan aku" tangis Luhan Tidak kuasa melihat Chanyeol seperti itu. "Iklaskan aku, maafkan aku." dia mendekati Chanyeol. Luhan mengangkat tangannya untuk meraih Chanyeol namun tangannya menembus. Luhan mulai terisak. Dia menggerakkan tangannya lagi untuk meraih Chanyeol. Namun, tangannya menembus lagi. "Chan..nyeol~" isaknya sambil berusaha meraih Chanyeol.
Yoora yang sedari tadi terdiam menyaksikan Chanyeol dan Dokter itu, jatuh terduduk. Dia tidak bisa merasakan kakinya kembali. Wajahnya berantakan. Penampilannya tak secantik biasanya.
"Kenapa kau biarkan itu terjadi? Kenapa kau biarkan Luhan meninggal?" Tangisnya dalam keadaan duduk."Kau Dokter seharusnya bisa menyelamatkannya!" lanjutnya dengan gumamman kecil namun memilukan.
Para wali pasien yang melihat, mulai menitikkan air mata. Beberapa ada yang mulai cemas akan kerabat mereka yang juga akan meninggal seperti Luhan.
"Hiks... Noona" Panggil Luhan lalu dia duduk disebelah Yoora "Maafkan aku Noona. Hiks. Aku minta maaf..." ucap Luhan sambil memeluk tubuh Yoora yang di tembus olehnya.
Dan hari itu, adalah hari yang kelam bagi Luhan. Melihat orang yang dicintainya, menangisi kepergiannya. Untuk selamanya.
Flashback Off
.
"Hyung~" panggil Baekhyun. Matanya berkaca. Hidungnya terlihat merah.
"Jangan menangis bodoh. Dasar cengeng. Itu 2 tahun yang lalu" seru Luhan dengan wajah yang tenang. "Aku juga sedih sebenarnya. Tapi apa boleh buat? Aku sudah meninggal" Cerita Luhan.
Baekhyun yang sesenggukan itu mulai mengatur nafasnya. "Maaf. Aku tidak menyangka akan seperti itu ceritanya." Ucapnya sambil menghapus air matanya. "Lalu apa yang terjadi? Keluargamu bagaimana?" tanyanya dengan sesenggukan. Luhan tersenyum getir.
"Mereka segera mengurus semuanya. Lalu aku pergi dari sana. Aku tidak bisa melihat Yoora dan Chanyeol yang menangis dalam diam seperti itu. Mereka seperti mayat hidup. Apalagi saat mereka memberitakan kematianku pada orang tua ku dan orang tua mereka, aku tidak bisa menahannya lagi. Aku segera pergi dari situ untuk menenangkan diri"
"Kemana kau pergi?" tanya Baekhyun
"Jalan saat aku kecelakaan." jawab Luhan
"Untuk apa?" tanya Baekhyun bingung.
"Entahlah... aku berusaha mengingat apa yang terjadi sehingga aku meninggal. Dan aku kembali menangis mengingat itu semua. Rasanya terlalu cepat. Aku melayang menuju sekolah. Melihat beberapa siswa yang masih ada disana. Rasanya sedih bahwa aku tidak bisa bersekolah lagi. Meninggalkan sekolah yang bahkan belum 1 tahun aku tempati" ceritanya.
Baekhyun memperhatikan raut wajah Luhan yang berubah.
"Lalu aku pergi ke kedai Buble tea yang biasa aku datangi saat pulang sekoah. Pamit kepada Ahjussi dan Ahjumma di sana. Mengunjungi beberapa tempat yang sering aku kunjungi." lanjutnya "Lalu aku pulang saat hampir jam 6 malam"
"Aku melihat mobil Appa dan Appa Chanyeol sudah ada disana. Aku mengira jasadku sudah sampai disana. Lalu aku menguatkan diri untuk masuk kedalam rumah. Mereka semua berkumpul diruang tamu dengan menangis. Terutama Eomma. Aku tak tega melihatnya menangis begitu keras sambil memeluk fotoku seperti itu. Aku ingin memeluknya, namun badanku menembus mereka"
"Lalu setelah beberapa saat, ada seseorang datang dan langsung memukuli Chanyeol"
"Memukuli Chanyeol?" Tanya Baekhyun penasaran
.
Flashback
Ruang tamu jadi diselimuti kesedihan sekarang. Chanyeol, Yoora, Appa dan Eomma Luhan serta Appa Chanyeol tengah bersedih karena kematian Luhan. Chanyeol terus mengucapkan serentetan kata tak jelas. Yoora menggenggam tangannya. Eomma Luhan dan Appa Luhan berpelukan dalam kesedihan. Appa Chanyeol tak jauh beda. Seperti kaset film, semua berputar kembali dibenak mereka.
Tiba – tiba terdengar suara pintu mobil yang ditutup kencang membuat Luhan menoleh kearah pintu masuk.
Tap Tap Tap.
Suara langkah lebar terdengar mendekat kearah rumah mereka. Luhan terkejut melihatnya.
"Leonmi?" Ucap Luhan tak percaya. Keadaan gadis itu kacau. Matanya sembap, hidungnya merah, rambutnya dikucir asal, jaketnya kebesaran dan bagian tangannya basah, baju bagian bawahnya ada yang tidak dikancing, celananya bagian bawah tertekuk, sepatunya ditali dengan tidak sempurna, tasnya disampirkan asal di tangan bagian kanannya."Ya Tuhan Leonmi!" ucapnya lagi sambil menutup mulutnya. Dia hampir melupakan adiknya yang satu ini. Tetes air mata jatuh kembali saat melihat adik cantik kesayangannya menangisi kepergiannya.
Leonmi segera berjalan menghampiri Chanyeol membuat Chanyeol tersadar akan kehadirannya. "Leonmi?" Ucap Chanyeol lalu berdiri. Leonmi menatap muka Chanyeol tak suka. Lalu dia memukuli Chanyeol. "Dasar jahat! Kau jahat Chanyeol kau jahat! Kau jahaat! Kau membunuh Luhan! Kau membunuh kakakku! Kau jaahaaat Chanyeoool! Kau egooiis!" Dia memukuli Chanyeol sambil menangis. Sedangkan Chanyeol tidak bergerak. Air matanya semakin mengalir.
Luhan tersentak kaget melihat tindakan Leonmi. Dia tak tega dengan adikknya yang menangis seperti itu. "Leonmi..." Gumamnya sambil menitikkan air mata.
"Kenapa kau egois? Kau tahu? Dia sangat sedih saat kau menjauhinya. Kenapa kau menjauhinya? Seharusnya kau memaafkannya dan ikut mencari bersamanya. Kau tahu? Dia hari ini membolos sekolah untuk mencari kalung bodohmu itu! Apakah ini yang kau inginkan? Kau puas sekarang? Kau egois Chanyeoool!" Teriak Leonmi sambil terus memukuli Chanyeol. Eommanya semakin menangis mendengarnya. Appa Luhan langsung mengajak Eomma Luhan untuk masuk kedalam. Beristirahat dikamar Luhan.
"Kau jahat Chanyeol! Aku benci kau! Aku benci kau" pukulan Leonmi bertambah pelan seiring dengan tasngisnya yang bertambah. Chanyeol meraih gadis itu kedalam pelukannya. Tangisan Leonmi pecah didalam pelukan Chanyeol.
"Leonmi..." Yeora berdiri lalu mengusap kepala Yodongsaengnya itu.
"Kenapa kau bunuh Luhan? Hiks... Kau jahat Chanyeol hiks aku benci padamu!" tangis Leonmi. Chanyeol semakin mempererat pelukannya.
"Maafkan aku Leonmi" gumam Chanyeol pelan. Yoora ikut memeluk keduanya.
"Appa... kembali kekamar dulu." ucap Appa Chanyeol. Hidungnya merah. Dia berjalan lesu kearah kamarnya. Karena bagaimanapun, Luhan sudah dianggap sebagai anaknya sendiri.
"Luhan... Hiks.." tangisnya. Chanyeol semakin sedih melihat Leonmi. Dia melepaskan pelukannya.
"Maafkan aku" ucap Chanyeol pada Leonmi yang dipeluk Yoora "Aku terlalu egois. Aku terlalu mementingkan diriku sendiri. Jika saja aku tidak egois, pasti Luhan..."
"Chanyeol" panggil Yoora membuat Chanyeol menoleh pada kakaknya "Sudah jangan diteruskan" ucapnya.
"Maafkan aku Leonmi!" ucap Chanyeol yang kesekian kalinya. Dan Chanyeol izin untuk pergi keluar menenangkan diri.
Flashback off
.
"Leonmi tahu kau membolos?" tanya Baekhyun bingung
"Yaaa~ karena aku juga cerita padanya. Pagi - pagi dia menelponku dan aku menceritakan bahwa aku membolos hari itu untuk mencari kalung Chanyeol." Baekhyun mengangguk paham
"Kasihan Leonmi." ucap Baekhyun. "Lalu?"
"Jasadku tiba keesokan paginya dan mereka langsung mengadakan upacara pemakamanku. Aku sudah dimakamkan. Bahkan aku melihat pemakamanku." cerita Luhan. "Tiba – tiba saat aku masih mengikuti prosesi pemakaman, Seseorang menepuk bahuku dan aku terkejut kaget melihatnya"
.
Flashback
"Luhan." Sapa seseorang dari belakang Luhan membuat Luhan terjengkat kaget lalu menoleh
"Kau bisa melihatku?" Tanya Luhan bingung
"Aku bosan mendengar pertanyaan itu!" gumam orang itu "Eoh~ aku bisa. Aku pikir Henry telah memberitahumu bahwa akan ada malaikat yang akan membawamu." Luhan mengingat – ingat
"Eoh? Kau malaikat yang diucapkan Henry?" Tanya Luhan lalu malaikat itu mengangguk.
"Perkenalkan, namaku Cho Kyuhyun. Aku adalah malaikat pengurus manusia yang sudah meninggal tapi masalahnya belum selesai." jelas Kyuhyun membuat Luhan mengangkat alisnya bingung "Darrawa~" suruhnya lalu Luhan mengikutinya. Mereka duduk dibawah pohon yang rindang.
"Saat manusia meninggal, keesokan harinya mereka akan dihampiri malaikat tapi tergantung manusia meinggal itu sendiri. Jika manusia yang meninggal masalah dunianya sudah terselesaikan, maka mereka akan dihampiri oleh Malaikat bernama Ryewook dan akan langsung menuntunnya kesurga." jelas Kyuhyun
"Tapi kalau masalah duniannya belum terselesaikan, maka mereka akan menemuiku. Aku adalah malaikat yang mengurusi manusia yang sudah meninggal namun masalahnya belum selesai di dunia. Yaaah~ setelah ini kau akan menjadi hantu gentayangan." ucap Kyuhyun
"Mwoya?" sanggah Luhan "Wae?"
"Kau memiliki masalah yang belum kau selesaikan didunia." jawab Kyuhyun
"Masalah apa? Aku tidak memiliki masalah apapun!" Luhan bertanya pada Kyuhyun
"Dengarkan penuturanku baik – baik" Luhan memperhatikan dengan baik "Manusia yang meninggal namun masalahnya belum selesai, tidak diizinkan meninggalkan dunia dan kembali kesurga. Mereka dituntut untuk menyelesaikan masalah dunianya terlebih dahulu. Jika mereka mengingat dan menyadari masalah yang belum selesai, mereka akan dikirimi satu orang untuk membantu mereka menyelesaikan masalah. Namun jika mereka tidak menyadari atau tidak mengingat masalah dunianya, mereka dituntut untuk mengingatnya dan menyadari kembali masalah yang dilupakannya itu. Selama belum ingat, mereka tidak diizinkan meninggalkan dunia. Jika sudah mengingatnya, mereka akan dikirimi manusia untuk membantu menyelesaikan masalah mereka lalu mereka diizinkan meninggalkan dunia dan malaikat akan mengantarkannya kesurga." jelas Kyuhyun membuat Luhan melongo
"Jadi... selama aku tidak ingat masalahku, aku akan bergentayangan didunia ini sampai aku mengingat itu semua?" tanya Luhan. Kyuhyun mengangguk. "Dan jika aku sudah ingat, kalian akan mengirimi satu manusia untuk membantu masalahku?" Tanya Luhan lagi dan Kyuhyun mengangguk lagi.
"Selama kau bergentayangan, tidak akan ada manusia yang melihatmu. Hanya beberapa hewan saja yang bisa melihatmu. Kau diberi kebebasan untuk merasuki tubuh manusia. Itulah sebabnya banyak manusia yang kerasukan. Kau diizinkan merasuki manusia yang dapat melihatmu, dan mereka yang sedang tidur. Dan selama kau bergentayangan, kau harus mencari kebaikan sebanyak mungkin. Mengerti? Mungkin selama kau bergentayangan, kau akan bertemu dengan hantu bergentayangan lain. Yah sisi baiknya, kau bisa berteman dengan mereka." jelas Kyuhyun. Luhan mengangguk paham. "Dan kau tidak bisa menggunakan kakimu kembali. Kau bisa duduk, tapi kau tidak bisa berjalan. Kau melayang. Aku pikir, Henry sudah menjelaskan itu padamu kemarin?" Tanya Kyuhyun memastikan
"Eo~ aku paham. Dia sudah menjelaskannya padaku"
"Tapi kau bisa berjalan sewaktu – waktu. Secara tiba – tiba dan dalam waktu tak terduga. Kau juga tidak bisa menyentuh barang manusia. Tapi kau bisa menyentuhnya sewaktu – waktu, secara tiba – tiba dan dalam waktu yang tak terduga." jelas Kyuhyun lagi "Kau paham?" tanya Kyuhyun. Luhan mengangguk
"Aku pergi dulu" Pamit Kyuhyun lalu menghilang tiba – tiba.
Flashback off
.
"Dan dari situlah mulanya kenapa aku bergentayangan, kenapa aku mengenal Chanyeol, dan semuanya. Dan karena aku tak kunjung menemukan apa masalah yang belum kuselesaikan, jadilah aku bergentayangan terus selama 2 tahun ini. Kegiatanku juga lumayan membosankan. Aku merasuki tubuh orang kadang untuk bersenang – senang dan kadang juga untuk membantu mereka. Aku juga mengikuti keseharian Chanyeol. Aku juga datang ke pohon itu untuk beristirahat atau sekedar merenung karena bagaimanapun, Pohon itu tersimpan kalung Chanyeol dan dipohon itulah aku menatap. Disana masih ada sisa darahku bahkan sampai sekarang. Namun sudah pudar – pudar sedikit." Cerita Luhan membuat Baekhyun mengangguk paham
"Jadi, ini semua karena orang yang tidak bertanggung jawab itu?" Tanya Baekhyun
"Eo~" jawab Luhan "Dan orang itu adalah..." Luhan sedikit menggantungkan kalimatnya. Menimang – nimang apakah harus memberitahu Baekhyun atau tidak.
"Kau tahu orang itu?" Tanya Baekhyun tertarik
"Eo~ Kyuhyun memberitahuku. Setelah 2 tahun berpikir dan bergentayangan didunia, aku baru menyadari masalahku setelah melihat kalung Chanyeol yang semakin terkubur. Kalung itu adalah masalahku. Aku belum mengembalikan kalung itu pada Chanyeol. Dan setelah aku menyadari itu, Kyuhyun tiba - tiba datang menghampiriku. Lalu dia menyuruhku mengikutinya. Aku sampai disebuah bangunan tua. Kyuhyun memberiku sebuah papan"
.
Flashback.
"Igeo~" Kyuhyun memberikan sebuah papan berukuran layar leptop. "Akhirnya kau mengingat yang menjadi masalahmu. Kau terlalu bodoh untuk mengingat Lu. Dua tahun." Ucap Kyuhyun dan Luhan senang mendengarnya
"Di papan ini, kau akan melihat reka adegan kematianmu. Dari awal. Disini kau akan mengetahui siapa penyebab kematianmu, siapa yang menabrakmu, bagaimana dokter itu mengoprasimu, dan lain sebagainya. Kau akan mengetahuinya disini." Kyuhyun menggerakan tangannya lalu muncul video digambar itu. "Lihatlah. Aku tinggal sebentar, jika sudah selesai aku kembali dan jangan kemana – mana." Kyuhyun menghilang. Dan Luhan dengan serius melihat video itu.
Flashback off
.
"Oh... jadi karena itu kau bisa menceritakan dari semua sisi? Bahkan saat operasi kau tahu. Ternyata karena malaikat memberimu reka adegannya?" Tanya Baekhyun dan diangguki Luhan "Lalu siapa orang yang tak bertanggung jawab itu?" Tanya Baekhyun penasaran.
"Pengendara sepeda motor yang sedang bertelfon itu adalah orangnya." Jawab Luhan.
"Dan, siapa pengendara motor itu?" tanya Baekhyun penasaran.
"Kau yakin ingin mendengar siapa dia?" Tanya Luhan dan Baekhyun mengangguk.
"Pengendara sepeda motor itu adalah seorang siswa kelas 2 menengah pertama. Seorang siswa di Chunkuk Junior High School. Dia mengenakan jaket tebal saat berkendara. Saat itu dia sedang bertelpon dengan Hyungnya. Hyungnya hendak memberitahu bahwa Eomma dan Appa nya akan pulang hari itu dari Jepang dan hyungnya menyuruhnya untuk membeli kue atau makanan apapun untuk kedua orang tuanya. Tapi karena tidak kedengaran, dia berteriak - teriak. Lalu sambungan tiba – tiba terputus, dan dia berhenti untuk menelpon kembali. Lalu hyungnya bilang seperti kataku tadi, dan dia senang bukan main lalu dia segera menancap gas menuju toko kue yang tidak jauh dari situ." Luhan berhenti sebentar memperhatikan raut wajah Baekhyun. Dan Baekhyun menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Satu sisi, Baekhyun merasa cerita itu tidak asing baginya.
"Dia pergi ketoko kue dan membeli banyak cupcake. Lalu setelah itu, dia keluar toko namun saat hendak menyalakan motornya..."
"Dia melupakan kunci motornya di kasir toko kue itu?" Tanya Baekhyun memotong ucapan Luhan. Luhan diam beberapa saat.
"Eo~" jawab Luhan pada akhirnya. Hening. Luhan melihat raut wajah Baekhyun yang... entahlah sulit diartikan. Matanya menerawang sesuatu. Raut wajahnya berubah. "Orang itu..." Luhan mengantung kalimatnya. "Orang itu adalah kau Baek. Kau yang menyebabkan tabrakan beruntun itu." seru Luhan "Kau adalah orang yang tak bertanggung jawab itu." lanjutnya.
Baekhyun membulatkan matanya. Nafasnya sulit untuk dihembuskan. Raut wajahnya berubah. Hening.
.
Flashback
Baekhyun baru saja pulang dari sekolahnya siang itu. Dia mengendarai sepeda motor dengan kecepatan rata – rata sampai ponselnya bergetar di saku jaketnya. Dia mengambil ponselnya dan mengangkat telpon tanpa melihat siapa penelponnya.
"Yeoboseyo?" sapa Baekhyun.
"Baekhyun kau dimana?" tanya seseorang disana yang ternyata adalah Baekbeom, kakak Baekhyun.
"Ne Hyung? Aku sedang dijalan." Jawab Baekhyun
"Kau bisa membeli beberapa makanan? Eomma dan Appa pulang hari ini!" tanya Baekbeom dari seberang.
"Apa? Aku tidak mendengarmu!" ucapnya. Namun hanya suara berisik yang di dengarnya. Baekhyun menjauhkan ponselnya dari telinga lalu melihat layarnya.
"Masih tersambung kok..." gumamnya lalu menempelkan pada telinganya kembali.
"Baekhyun? Kau mendengarku?" panggil Baekbeom diseberang.
"Hyung apa?" tanya Baekhyun lagi karena tidak terdengar suara Hyungnya. "Aish~" dia segera mengerem dan menghentikan sepeda motornya sebentar.
"Aduh, Hyung ini bicara apa sih?" omelnya lalu menekan kembali nomor ponsel Hyungnya.
"Baekhyun?" panggil hyungnya.
"Hyung tadi bilang apa?" tanya Baekhyun to the point
"Eomma dan Appa pulang hari ini." ucap Baekbeom membuat Baekhyun tersenyum cerah.
"Eoh, benarkah?" tanyanya lagi.
"Eo! Aku juga kaget. Beli beberapa makanan ya? Aku masih harus mengerjakan tugas sekolah." Suruhnya.
"Okey Okey! Aku akan segera pulang!" ucap Baekhyun mengakhiri panggilan telponnya dan segera menancap gas menuju toko Cupcake terdekat.
"Ini pesanan anda." Pelayan itu memberikan kotak berwarna coklat dengan gambar lucu pada Baekhyun. Baekhyun tersenyum puas melihatnya.
"Berapa?" tanyanya. Pelayan kasir itu memberitahu harganya lalu Baekhyun segera membayarnya.
"Ini kembaliannya, terimakasih." ucap Pelayan itu dan Baekhyun segera pergi setelah mengambil kembaliannya.
"Eoh? Kunci motorku?" tanyanya saat hendak menyalakan motornya. "Sial tertinggal didalam!" ucapnya lalu segera masuk kembali dan mengambil kunci motornya yang berada di sebelah mesin kasir dan pulang.
Flashback off
.
"..."
Baekhyun tidak bisa berkata apa – apa selama beberapa saat. Memori lama kembali memenuhi otaknya. Kejadian saat itu. Dia tidak menyadari bahwa kelakuannya akan menyebabkan kecelakaan beruntun bahkan meninggalnya Luhan. Dia tidak menyadari bahwa kebahagiaannya akan menyebabkan kesedihan bagi seseorang. Dia tidak menyadari bahwa seseorang atau mungkin hantu di hadapannya kini, adalah hasil dari perbuatannya.
"Itu adalah alasan kenapa kau bisa melihatku, aku bisa menyentuhmu, kau bisa menyentuhku, aku bisa merasukimu dengan leluasa kapan saja, dan kau yang tidak bisa menolak kehadiranku." Ucap Luhan. Baekhyun masih diam. "Kau adalah manusia yang dikirim oleh Kyuhyun untuk menyelesaikan masalahku." lanjutnya. Baekhyun masih diam. "Hari saat kau melihatku, malam harinyalah aku bertemu dengan Kyuhyun"
.
Flashback
Luhan menatap datar layar didepannya. Matanya panas namun raut wajahnya tak berubah. Seakan mati rasa, dia sudah lelah dengan kesedihan yang dia alami selama ini. Kyuhyun kembali tepat saat video itu selesai. Layar kayu itu kembali menjadi coklat. Kayu itu kembali menjadi kayu biasa.
"Biasanya mereka akan menangis tak terima melihat reka adegan ini. Hanya kau yang meihatnya dengan tatapan datar." ucap Kyuhyun tiba – tiba membuat Luhan mengangkat kepalanya.
"Aku sudah lelah bersedih. Toh aku sudah meninggal sekarang. Aku menangispun, kalian tidak akan menghidupkanku kembali kan?" tanya Luhan sambil memberikan kayu itu pada Kyuhyun.
"Kau cukup bijaksana." Kyuhyun menerima kayu itu "Jadi kau sudah mengerti kan siapa penyebab kematianmu?" Tanya Kyuhyun
"Eo~ pengendara motor itu." jawab Luhan santai.
"Sungguh kau tidak terpengaruh sama sekali?" Tanya Kyuhyun dan Luhan hanya mengangkat bahunya "Oke tak penting. Seperti kataku 2 tahun yang lalu, setelah kau mengingat masalahmu kau akan dikirimi 1 manusia untuk membantumu. Dan pengendara motor itu adalah manusia yang akan ku kirim untuk membantumu." ucap Kyuhyun
"Siapa dia?" Tanya Luhan "Aku perlu tahu siapa yang akan membantuku kan?"
"Namanya Byun Baekhyun. Dia lahir tahun 92. Kau akan bertemu dengannya besok" Luhan sedikit terkejut dan mengerutkan alisnya. Seperti tidak asing dengan nama itu.
"Kenapa?" tanya Kyuhyun melihat perubahan Luhan.
"Tidak. Hanya... Bukannya kau bilang manusia tidak bisa melihatku? Dia mempunyai kemampuan khusus?"
"Manusia yang akan membantu bisa melihatmu. Kau akan dipertemukan besok dengannya. Aku tidak tahu bagaimana caranya, intinya besok kau akan bertemu dengannya. Takdir yang akan membawamu padanya. Jadi, jika kau bertemu dengan orang yang bernama Byun Baekhyun, kejarlah. Dia adalah penolongmu. Dan jika kau ingin kembali kesurga dengan cepat, selesaikan masalahmu secepatnya." Kyuhyun mengakhiri "Okey, aku harus pergi. Selamat bersenang – senang." Kyuhyun menghilang dan Luhan mematung.
Flashback off
"Jadi... itu alasan kenapa kau bertemu denganku saat itu. Ternyata kau adalah manusia yang dikirim Kyuhyun untuk menyelesaikan masalahku." jelas Luhan mengakhiri ceritnya. Baekhyun menitikkan air matanya.
"Aku minta maaf karena telah merepotkanmu selama ini. Itu adalah alasan kenapa aku bersikukuh ingin ikut denganmu. Aku juga berpura – pura tidak tahu apa – apa. Aku berbuat seenaknya dengan badanmu. Aku merasukimu dengan seenaknya. Maafkan aku Baek. Tidak seharusnya aku berbuat seperti itu." ucap Luhan menunduk
"Sebenarnya... sebenarnya aku mendekati Chanyeol dengan tubuhmu, aku ingin membantu Chanyeol." Baekhyun mengangkat wajahnya menatap Luhan
"Kau tahu kan? Aku selalu mengikuti Chanyeol semenjak meninggal. Aku mengetahui segala aktivitasnya. Bahkan saat peristiwa Chanyeol menabrak bahumu saat tahun ajaran baru, aku mengetahuinya. Dan saat Chanyeol mulai memperhatikanmu, aku mengetahuinya. Dan sejak itu pula aku menyadari Chanyeol menyukaimu. Aku tidak pernah mengikutinya kesekolah. Aku membaca pikirannya saat aku main kesana malam hari. Karena Chanyeol selalu berbaring diatas tempat tidur sambil berpikir tentangmu. Chanyeol sering memperhatikanmu dalam diam Baek kalau kau tahu." Cerita Luhan.
"Orang yang menaruh kimbap instan dalam lokermu saat kau kelupaan membawa uang sakumu saat kelas 1 dulu adalah Chanyeol. Orang yang menaruh baju ganti saat kau lupa membawa baju olahragamu adalah Chanyeol. Orang yang menaruh Yogurt Strawbery dalam lokermu adalah Chanyeol. Dia tahu semua tentangmu Baek. Saat aku merasukimu, aku tidak pernah cerita tentang kesukaanmu. Dia yang terus menebak atau berbicara dengan alasan"
"Jadi saat pertama kali aku mendengar namamu dari Kyuhyun, aku sempat kaget. Apakah Byun Baekhyun yang dimaksud Kyuhyun adalah kau. Dan aku semakin yakin saat pertama kali masuk kekelasmu. Kau ingat saat aku memutar untuk duduk disebelahmu? Pandangan mataku terpaku pada Chanyeol saat itu. Aku terkejut melihatnya. Jadi benar dugaanku bahwa kau adalah Byun Baekhyun yang disukai Chanyeol. Jadi aku langsung merasukimu untuk menembak Chanyeol. Aku ingin membantunya dekat denganmu. Maafkan aku Baek. Dan aku sempat terlena mendapat perhatian Chanyeol saat itu. Maafkan aku Baek, aku sudah keterlaluan." ucap Luhan lalu menitikkan air mata.
"Hyung~" Panggil Baekhyun setelah sekian lama terdiam "Hyung... Jeongmal Cwesongheyo~" ucapnya sesenggukkan. "Aku minta maaf. Aku minta maaf. Hiks~ aku minta maaf..." ucapnya.
Luhan tersenyum lalu mendekati Baekhyun dan memeluknya. Baekhyun membalas pelukannya dengan erat dan menangis.
"Aku minta maaf telah membuatmu meninggal. Aku minta maaf karena kelalaianku kau meninggal. Aku minta maaf hyuuung~" Baekhyun terisak dalam tangisnya. Luhan mengelus punggung lelaki itu dengan sayang.
"Gwenchana~ lagi pula semua itu sudah terjadi. Aku sudah meninggal. Aku tidak bisa kembali hidup lagi." Luhan menenangkan Baekhyun
"Aku minta maaf akan sikapku yang kasar saat kau merasukiku. Aku minta maaf Hyung~" Baekhyun terus terisak. "Maafkan aku. Maafkan aku" Luhan terus mengusap punggung anak itu. Dia menjauhkan Baekhyun dari pelukannya. Dia mengusap lengan Baekhyun pelan dan membiarkan Baekhyun menangis dan mengucapkan serentetan kata tidak jelas. Mereka dalam posisi itu selama 1 jam. Dari sekian kata yang Baekhyun ucapkan, Luhan menangkap kata "Maafkan aku" yang terucap entah keberapa kalinya.
Baekhyun sudah berhenti menangis. Luhan mengusap air mata anak itu. Lalu Luhan melayang mendekati meja belajar Baekhyun. Baekhyun memperhatikannya bingung. Luhan diam sesaat didepan meja yang diatasnya terdapat segelas air. Lalu Luhan menggerakan tangannya hendak menyentuh gelas itu, dan
"Berhasil! Aku bisa menyentuh gelas ini" Luhan segera mengambil gelas berisi air itu dan memberikannya pada Baekhyun "Ini minumlah agar kau tenang." suruh Luhan lalu Baekhyun meminum air itu.
Hening.
"Maafkan aku Hyung." kini Baekhyun telah tenang. Matanya sembap. Hidungnya marah. Wajahnya lucu membuat Luhan terkikik sedikit.
"Kau sudah mengucapkan itu berulang kali. Aku memaafkanmu Baek." Luhan mengembalikan gelas itu pada tempatnya lalu kembali duduk dihadapan Baekhyun "Baek~"panggil Luhan
"Eo?"
"Aku minta maaf karena sudah merasukimu seenaknya. Bermesraan dengan Chanyeol. Dan sudah membuatmu susah selama ini." ucap Luhan dan Baekhyun tersenyum manis.
"Tak apa aku mengerti" balas Baekhyun.
"Kau... mau memikirkannya?" tanya Luhan
"Apa?"
"Memikirkan ulang perasaan Chanyeol. Aku tidak yakin kau masih Straight." ucap Luhan hati – hati.
Baekhyun terdiam sesaat. Dia memang sudah terbuka dengan Chanyeol. Setelah mendengar penuturan Chanyeol ditaman belakang saat Luhan menggunakan tubuhnya untuk menembak Chanyeol, dia sempat tersentuh. Dan perhatian yang Chanyeol berikan padanya. Walaupun itu Luhan, tapi Chanyeol melihat bahwa itu Baekhyun. Dan setelah mendengar penuturan Luhan tadi, dia semakin galau memikirkan ini. Apalagi kecupan Chanyeol malam itu. Atau sikap – sikap manis Chanyeol padanya selama ini.
"Tapi... kau menyukai Chanyeol. Bagaimana bisa aku-"
"Aku memang menyukai Chanyeol. Tapi itu dulu. Setelah meninggal, aku berfikir. Mungkin memang perasaan didalam hubungan persaudaraan memang ilegal. Yaaah, seperti incest. Setelah 2 tahun mengikuti Chanyeol, perasaanku menjadi kembali seperti dulu. Rasa sayang kepada kakak dan adik. Dan aku ingin Chanyeol mendapatkan siapa yang dia suka selama ini. Yaitu kau, Baek." Jelas Luhan. Yaaah, sedikit memanfaatkan sifat Baekhyun yang tidak bisa menolak, apa salahnya.
"Aku..." Yah. Baekhyun semakin galau. Satu sisi dia ingin menolak dan mempertahankan ke-straight-annya. Satu sisi, dia ingin. Entah. Ada sisi di hatinya yang meminta Chanyeol terus bersamanya. Dan jangan lupakan sikap – sikap manis Chanyeol selama ini. Dan ciumannya juga, jangan lupa.
"Kau tahu kan? Sikapnya selama ini padamu? Yaaa, walaupun itu aku. Tapi kau tahu sendiri dia melihatnya sebagai Baekhyun. Aku rasa, aku akan tenang jika Chanyeol bisa mendapatkan orang yang disukainya selama ini." Ucap Luhan lagi.
"Aku...akan mencobanya." balas Baekhyun pada akhirnya. Luhan bisa menebak Baekhyun akan berbicara seperti itu. "Kau pasti tahu apa yang aku pikirkan bukan?" tanya Baekhyun.
"Eo~ aku bisa membacanya. Hehehe~ Kau bahkan sudah bericuman dengan Chanyeol"
"Ehm soal itu, itu kecelakaan. Dia yang menciumku duluan." Baekhyun sedikit salah tingkah.
Luhan tersenyum geli. "Dan kau tidak menolak."
"Aku terkejut. Bukannya tidak menolak." Sanggah Baekhyun.
"Dan kau merona setelah di ciumnya. Bahkan kau tidak menolak kehadirannya lagi." Ucap Luhan tersenyum.
"Aku-"
"Kalian bahkan tidak sadar, semakin menjadi dekat. Kau juga tidak menolak saat Chanyeol merangkul atau menggandengmu." Lanjutnya.
"Ah~ soal itu..." Baekhyun meraba tengkuknya salah tingkah. "Yah... aku pikir tidak ada salahnya." Dan Luhan tertawa setelahnya. Lucu melihat Baekhyun yang salah tingkah.
"Kau mau ikut kesekolah denganku besok? Dan kau tinggalah disini. Ini rumahmu sekarang." ucap Baekhyun mengalihkan pembicaraan. Sedikit kesal karena digoda.
"Benarkah boleh?" Luhan langsung berhenti tertawa.
"Benar."
"Howaaa~ terimakasih Baekhyun kau baik." Luhan melayang mendekati Baekhyun dan memeluk namja itu.
"Dan jika kau ingin merasuki tubuhku, kau juga boleh. Asal ijin dulu denganku."
"Gumawoooo~"
"Eo~"
"Kenapa kau jadi baik?" tanya Luhan sambil melepaskan pelukannya.
"Karena, yaah~ anggap saja permintaan maafku. Dan juga, aku kasihan dengan hantu jomblo yang sebatang kara sepertimu."
"Yak!"
"Hahaha~"
BRAK!
Tiba - tiba terdengar suara benda jatuh. Dan saat Baekhyun dan Luhan menoleh, terdapat papan besar tergeletak di lantai dengan tulisan 'TO BE CONTINUE'
TBC
-END OF CHAP 8-
.
Halo semuanya? Maaf updatenya telat satu hari :v
Noh, Tbcnya gak ngeselin kan?
Btw, Itu dari Brak sape ke toubikontinyu angin lewat ya :v
Oiyah, kurang 2 chap lagi mungkin bakal tbc. Yeaaah~
Maaf ya, kemarin lupa gadikasih A/N. Yang chanyeol sama Yoora lihat sesuatu di akhir cerita, itu cuman angin lewat. Itu cuman cerita pengantar tbc :v maaf maaf..
Info aja, Yeorky lagi ngetik ff baru. Belum ada judulnya sih. Yang main hunhan. Tentang balapan - balapan gitu Hehehe~
Itu cerita bakal jadi cerita pengganti Because of ghost ini :v
.
Well, gimana cerita di part ini? Ada yang kaget karna Baekhyun ternyata yang salah?
Pasti enggak ya. Soalnya, ada banyak readers yang bisa nebak dari awal. kekeke~
Kan dah ku kate, Yeorky udah ngasih bocoran di Prolog sama summary. wkwk...
Mempertangung jawabkan perbuatannya Yaudah lah ya, gak penting juga. Yang penting udah tahu semua :v
.
Review dong. Gimana ceritanya kali ini?
Balasan buat review kemarin yaaah :
1. Guest
Q : jgn2 gara2 baekhyun ! bner pasti baek kan thor !?
A : Yaaa~ anda benar. Selamat wkwk ketebak yah?
2. Dhl
Q : AAAAKKKK KENAPA HARUS TBC KENAPAAA?
Luhan meninggalnya horror banget dah:')
Udah ketabrak 3 mobil masih tahan sampe rs juga, nyawanya banyak-_-
Cepetan update ya thor/? :v
A : Karena aku sayang kamu :D hehehe~ Iya.. eh itu kisah nyata loh :v temen smp yeorky dulu pernah cerita dia pernah ngeliat kecelakaan yang orangnya ditabrak 3x. Jadiyah, Yeorky pungut aja itu ceritanya :v serem sih wkwk. Iya ini udah update. Termasuk cepet loh :v
3. Guest
Q : Hey,,heeyy,,heeeeyy,,anyeooongg..
Akhr.a nongol jg, udh Q tgu"in dri seabad yg lalu thor. Ini salah satu FF yg paling gw nanti" in update.a. Q cukup t'kejut? loh ma chap kmaren klw t'nyta si Chan tw Baek tngh diiktin hntu. Tp Chan blm tw kn klw hantu.a i2 si Lulu ? Kira" klw dy tw, bakalan sprti ap yc reaksi.a. Trz ad hub apa antr Lulu ma Baek ? Koq bsa Baek ngeliat Lulu plus nyentuh jg ? Apa ad apa".a? Duh penasaran bnget thoor...
Ooopz, wktu si Lulu pngen tebecein ditengh kota eh tengh cerita, mpir aj si Teddy kena sepak gw. Tp untung g jd,, jd g jd dc?(abaiin)
Chap ini g ad Chanbaek thor ? Dikemanain Chan.a ? Diumpetin ?
Utk akun,, yeorky sma aj kya temen"Q, pd ribet en rese minta aQ bwt bkin akun. Tp g tw npa Q dri dlu mpe skrng walau jamane dah maju canggh bnget, Q sma skali g prnh t'tarik bwt akun. Bodo amat dh mo dibilang kuper,gaptek,gak gaul atw apalah i2,,masbayu..masalah bwt yuu...hehehee (malah curhat) ok lupain, capcyuuuz next chap thor, jngn lama", keburu Baek diculik gw...n_n
_7464
A : Annyeoong? Nih udah di apdet :v gimana ceritanya? Review lagi dong Tuuh di kasih tahu kenapa Baek bisa ketemu sama Luhan Kan khusus flashback. Ya kalo ada chanbaeknya kan aneh gitu :D Enak bikin akun tahu. Entar kta rumpi bareng :v hohoho~ Ini gak lama lohh~ termasuk cepet
4. ooh
Q : lanjut thoooor, duh ngeri banget ngebaca luhan yg ditabrak sana sini, itu si yura sama chanyeolnya bisa ngeliat arwahnya luhan? tapi ngga mungkin kali yaa, soalnya kan chanyeol wktu itu pernah ngusir arwah luhan kan pake jimat gitu, masa chanyeol sejahat itu. eh tau deh, maafkan kegajean sayee hohoho fighting yooooow
A : Ini udah dilanjuuut~ Iya ngeri Yeorky jadi gak tega baca nya :v wkwk maaf itu cerita pengantar tbc. Gamasuk cerita hehehe ._.v Iya gak apa :v Yeorky juga geje kok Iya makasih ya~
5. Bunga Julia
Q : Kakak, ini apa? Ini apa? :( Tragis banget kecelakaannya... gimana gak remuk itu tulangnya... Yeorky psikopat nih #lari
Aku sempet berkaca kaca pas adegan dokternya ngasih tau berita kematiannya. Sedih kak. Pas Luhan berusaha megang, tapi ternyata ketembus.
Itu yang chanyeol sama yoora lihat apa? Beneran atau cerita pengantar nih? -_-
Semangat ya kak, ditunggu next nya
A : Ini fanfiction :D Luhan kan tahan banting Watdeh -_- Hmmm... Yeorky juga suka bagian ituuu. :') Sedih ya. Cerita pengantar :v Iya next chap ditunggu yah
Naaah~ selesai deh chap ini.
Makasih ya semuanya buat yang udah favorite, follow, readers aktif maupun siders :D
Maaf buat chap ini gadikasih spoiler :v udah jam 10 malem ngantuk~
hehehe
Udah ya, Yeorky pulang dulu. Udah ditungguin sama ceye sama baekhyun dirumah :v
Dadaaah~
