BECAUSE OF GHOST

BY YEORKY

MainCast : Baekhyun, Chanyeol

Other Cast : Luhan & Other member Exo

Genre : Romance, School Life

Rated : T

Discaimer : Gak banyak – banyak. Semuanya punya saya! *rangkul chanbaek*

Warning : Yaoi, Boys Love, Shounen-Ai, Boy x Boy, Sedikt ooc, REVIEW ya

A/N : Yeaaay \(^o^)/ Yeorky balik bawa sebongkah/? Epilog nih :v Okey karena di ff ini banyak readers baru, jadi biar gapada bingung yeorky jelasin dulu ya.

Prolog kemarin itu menceritakan masa kini. Dan chapter 1 – 10 itu flashback menceritakan masa lalunya Baek atau menceritakan isi komik yang dikarang sama Baek. Baek kan ceritanya komikus kan tuh? Nah di Epilog ini, juga balik lagi jadi masa kini. Melanjutkan prolog yang kapan hari itu. Dan di epilog ini 'BANYAK FLASHBACK'.

Adegan flashback bakal disendiriin. Dimulai dengan tulisan 'Flashback' dan diakhiri dengan tulisan 'Flashback end'.

Keterangan :

1. Tulisan berhuruf tebal didalem Flashback itu berarti : "Tulisan yang ada dibalik foto"

2. Tulisan miring yang dikasih bintang (*), itu berarti posisi fotonya. Misalkan : *Luhan tersenyum dengan tangan membentuk peace sign* i

3. Tulisan miring tanpa apa - apa itu ya... menceritakan adegan flashback. Keadaan. dll.

Nah, mudeng kan? Kalo kurang mudeng, coba baca pelan - pelan. Kalo masih gak mudeng, bisa kirim PM kok :D

.

Camera roliiing~

.

Rolliiing~

.

And... ACTION!

.

=EPILOG=

Kedua mata itu mengerjap lucu. Bangun dari tidurnya dan mengusap kedua matanya. Berusaha menyesuaikan diri dengan terangnya cahaya matahari yang memasuki kamarnya. Ah benar, dia lupa menutup tirai semalam. Jam dinding berwarna putih menunjukkan pukul tujuh pagi, membuatnya segera berdiri dan segera membersihkan badannya di kamar mandi pojok ruangan. Setelah memastikan badannya kering, dia membawa langkahnya menuju kumpulan pakaian yang tergantung di tiang pojok kamarnya. Memilih pakaian apa yang pas untuk dikenakan hari ini.

.


Flashback

"Ini adalah foto pertamaku dengan Chanyeol yang diambil saat aku kembali ke Korea. Aku sangat menyukainya. Pandangan matanya dan rangkulan tangannya cukup membuat hatiku berdebar. Akhirnya setelah 5 tahun kembali ke China, aku bisa kembali ke Korea bersama orang yang aku cintai. Aku benar – benar menunggu datangnya hari ini. Aku menyiapkan diriku berjam – jam untuk bertemu dengannya. Memilih baju mana yang cocok untuk kukenakan karena ini adalah pertemuan pertamaku setelah lama tak bertemu dengannya. Sungguh aku berharap dia menyukai kehadiranku hari ini ({})" - *Foto Chanyeol yang merangkul Luhan sambil menatap Luhan dan tersenyum kearahnya. Tangan kirinya membentuk Peace sign. Dan Luhan menatap kekamera dan tangan kanannya membentuk peace sign*

Tulisan tangan rapih di balik sebuah foto pertama di dalam amplop itu cukup membuatnya terkejut. Itu foto kekasihnya dengan mendiang Luhan. Senyum mereka berdua yang sangat hangat seolah memberitahunya bahwa mereka tengah bahagia saat itu. Saling merindukan satu sama lain dan lamanya mereka berpisah. Mungkin itu yang membuat mereka bahagia hari itu. Entah kenapa dia merasakan sesuatu yang tidak enak menjalari dirinya saat ini. Tangannya terulur untuk mengusap foto itu. Memori lama saat masih bersama pria cantik itu, terbuka kembali.

Flashback End


.

Setelah memilah – milah beberapa pakaiannya, dia mengambil sebuah kemeja berwarna putih berkerah dengan sebuah sweater biru diluarnya. Membawanya kedepan cermin seolah bertanya pada cermin itu, ini cocok untukku kah?. Dia kembali tersenyum didepan cermin itu.

"Apakah ini yang dia rasakan dulu? Saat menyiapkan dirinya untuk bertemu dengannya?" Senyumnya perlahan menghilang seiring dengan bajunya yang dibuka. Dia mengganti bajunya dan merapikan rambutnya setelah itu. Lalu tersenyum di depan cermin itu. Memuji ketampanannya sendiri. Atau mungkin kecantikannya sendiri jika kata Chanyeol dan Hyungnya.

Dia mengambil sebuah topi dan sepatu kets putih lalu segera keluar kamarnya. Berjalan menuruni anak tangga dan melewati sisi rumahnya yang kosong untuk mencapai pintu utama. Benar - benar tidak adil. Dia ditinggal di rumah sendiri sedangkan Ayah, Ibu, dan Hyungnya berada di Jepang dengan alasan bisnis. Dibukanya pintu utama dan, Ah! Aroma musim semi seolah menyapa paginya kali ini.

"Emh~" desahnya saat merenggangkan otot. Wangi musim semi dan cahaya matahari yang menyapanya membuatnya nyaman dan hangat. Beberapa tanaman di halaman rumahnya mulai bermekaran secara perlahan.

.


Flashback

"Aku sangat menyukai foto yang satu ini. Melihat dia mengenakan pakaian casual sambil merenggangkan ototnya di halaman rumah. Sapaan cahaya matahari yang mengenai kulitnya dan matanya yang menutup itu sungguh membuatnya semakin tampan. Ini adalah pemandangan musim semi yang paling aku sukai seumur hidupku. Ya tuhan, kapan dia bisa melihatku? Aku sudah memendam perasaan sangat lama padanya. *np: Taetiseo – Only U*" - *Foto Chanyeol di halaman rumah sambil merenggangkan otot. Mukanya menghadap atas. Bibirnya tersenyum. Matanya tertutup. Seperti foto yang diambil secara diam – diam karena terdapat sebuah pilar/tembok penyangga memenuhi sebagian foto sebelah kiri*

Dia tersenyum melihat foto kedua itu. Kekasihnya sangat tampan. Luhan benar. Wajah kekasihnya yang terkena cahaya matahari pagi itu seperti membuatnya berkharisma. Dia semakin mencintai kekasihnya kini. Tapi tulisan di baris akhir membuat senyumnya hilang. Dia kembali memandangi foto itu. Foto candid yang diambil itu seolah memberitahunya bahwa sang kameramen –Luhan- sedang menunjukkan kepadanya bahwa dia sangat menyukai objek fotonya –Chanyeol-. Sebesar itukah rasa suka anak itu terhadap kekasihnya?

Dan tulisan Now Playing Taetiseo Only U, semakin membuat Baekhyun merasa tak nyaman. Dia tahu lagu itu pasti menggambarkan perasaan rusa cantik itu kala itu. 'Sial, kenapa aku jadi merasa tidak enak?' pikir Baekhyun dalam hati sembari memejamkan matanya.

Flashback End


.

Dia tersenyum melihat halaman rumahnya. Bayangan foto semalam kembali teringat di pikirannya. Dia buru – buru menghapus semua itu, sebelum moodnya hancur. Dia melangkah menuju sepeda kayuhnya yang diparkir di garasi rumahnya sambil memasang earphone pada kedua telinganya. Lalu mengambil sepedanya dan mulai menaikinya.

Dia mengayuh sepedanya melewati jalanan yang dipenuhi sisa daun – daun musim gugur. Alunan lagu 'Spring Spring Spring' dari 'Roy Kim' yang didengarkannya dari mp4nya kali ini, seolah menambah suasana hari ini. Senyumnya kembali merekah saat melihat beberapa pasangan kekasih berjalan bersama di pinggir jalan. Menambah kesan apik pemandangan musim seminya kini. Ah, seandainya kekasihnya disini sekarang. Dia kembali tersenyum, merindukan Chanyeolnya. Yah, kekasihnya itu tengah berada di China dengan Appa dan Noonanya.

엑소BECAUSE OF GHOST엑소

Baekhyun menghentikan sepedanya saat telah sampai tujuan pertamanya. Sebuah cafe sederhana berbahan dasar kayu. Dia memakirkan sepedanya dan memasuki cafe itu. Memesan sebuah coklat panas dan roti lalu langsung membayarnya. Cafe itu masih sepi dipagi hari. Hanya ada dirinya yang duduk disebelah jendela, seorang wanita di meja sebelah pintu masuk, dan pasangan kekasih yang tidak jauh dari kasir. Cafe ini adalah salah satu dari segelintir cafe yang disukai olehnya. Karena tempatnya yang nyaman, pelayanannya yang ramah, dan walau biasanya ramai tapi terkesan damai. Juga menunya yang ringan dan pas untuk sekedar sarapan atau bersantai. Ah, dan jangan lupakan harganya yang pas dengan kantong pelajar sepertinya.

.


Flashback

" YoungCafe! Aku tidak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaanku kali ini! Aku dan Chanyeol, kami sedang berada di Cafe favoritnya. Chanyeol mengajakku kemari untuk sekedar makan siang dan berbagi cerita. Kami menghabiskan waktu sampai sore disini. Chanyeol bercerita banyak hal! Dan aku baru tahu, bahwa banyak teman Chanyeol yang menyangka jika aku adalah kekasihnya. Well, aku hanya tertawa kecil menangapinya. Walaupun aku senang setengah mati. Foto ini diambil karena Chanyeol bilang, dia ingin mengabadikan dirinya denganku di cafe favonya ini! Aku tidak akan pernah melupakan ini! Tidak akan! Can you look me now Chan? Ayolah, Hyungmu sangat kesepian!" *Foto Chanyeol dan Luhan saling melirik satu sama lain. Luhan melirik Chanyeol dengan memajukan bibirnya lucu dan Chanyeol melirik Luhan dengan pandangan kesal yang dibuat – buat. Di sisi bawahnya terdapat mug putih dengan tulisan Missing You sebagai hiasan*

Lagi. Baekhyun kembali tertegun. Young Cafe adalah cafe favoritnya juga. Well, itu mungkin saja. Mengingat bahwa bukan hanya dirinya yang tinggal di Seoul sekarang. Pasti banyak orang yang juga menyukai keberadaan Young Cafe termasuk Luhan dan Chanyeol. Dia sedikit terkikik saat pertama kali melihat pose keduanya difoto itu. Namun kembali terdiam saat membaca sederet kalimat yang ditorehkan disana. Dia tersenyum tipis membaca kalimat terakhir. Can you look me now? Oh, ya tuhan! Dia tidak bisa berkata apa – apa lagi sekarang. Dia semakin merasa bersalah sekarang. Walau sosok cantik di dalam foto sudah mewanti – wantinya untuk tidak pernah merasa bersalah dulu.

Flashback End


.

"Siksa haseyo Baekkie~" Ucap seorang pelayan membuyarkan lamunannya. Pesanannya telah datang. Coklat panas dan roti yang dia pesan telah tersedia diatas meja dihadapannya kini.

"Gumawoyo Kyungjae Hyung." Baekhyun tersenyum manis dan pelayan yang sudah akrab dengannya itu pergi meninggalkannya sendirian. Dia meraih Mug putih berisikan coklat panas pesanannya, meniupnya sebentar dan menyesapnya pelan. Ah~ Leganya. Dia hendak menyesapnya lagi jika saja manik matanya tidak menangkap sesuatu. Dia tertegun saat melihat Mug yang dipegangnya kini. Kebetulan apalagi ini? Mug itu sama persis dengan yang dia lihat di foto malam tadi. Mug putih bertuliskan Missing You sebagai hiasan. Dia kembali tersenyum melihatnya lalu segera menyelesaikan ritual makan paginya sambil menikmati musik lawas tahun 90-an yang diputar Cafe ini.

엑소BECAUSE OF GHOST엑소

Dia berjalan menuju sepedanya sambil memasang kembali earphone dikedua telinganya. Menaiki sepedanya dan mulai mengayuh meninggalkan Cafe. Dia masih terus mengayuh melewati jalanan menuju tempat tujuannya hingga sebuah pikiran terlintas, Haruskah dia datang dengan tangan kosong? Atau membawa sesuatu?. Akhirnya dia memutuskan untuk berputar haluan menuju toko kue di dekat situ. Setelah memesan beberapa Cupcake, dia menunggu pesanannya selesai dihias.

.


Flashback

"Ini foto yang sangat memalukan sekaligus menyedihkan! Siang hari itu saat aku dengannya tengah bercerita, dia menegaskan bahwa hubungan kita berdua hanya sebatas platonik. Oh! Tidak! Tidak mungkin! Aku bahkan sudah menyukainya sejak kecil dan ternyata dia hanya menyayangiku sebagai saudara tidak lebih. Aku tidak siap! Tapi aku hanya tertawa menanggapinya dan menangis didalam hati. Aku berjalan kembali kekamarku dan menangis disana. Chanyeol mengikutiku dan bertanya kenapa aku menangis dan aku hanya menjawab, 'Tiba – tiba ingin makan Cupcake seperti di China' dan dia membawaku ketoko cupcake dan membelikan beberapa untukku. Tentu saja aku sedikit senang namun sedih secara bersamaan. Akhirnya dia mengajakku berfoto untuk menghilangkan kekesalan hatiku sekarang. :'( Aku tidak sanggup lagi. Sungguh. Dan yah, inilah foto menyedihkanku!" *Foto Chanyeol merangkul Luhan. Keduanya tersenyum. Chanyeol tersenyum lebar dan Luhan tersenyum tipis dengan sisa air mata di pipi dan mulut yang sedikit belepotan karena Cupcake*

Dia yakin, pria itu pasti sakit mendengar kenyataan bahwa Chanyeol hanya menganggap Luhan sebagai saudara tidak lebih. Seharusnya perasaan itu tidak boleh. Perasaan terhadap saudara sendiri. Walaupun dia bukan saudara kandung, tapi mereka hidup selayaknya saudara selama ini. Tapi dirinya sendiri tak bisa menjamin jika berada didalam posisi Luhan, dia tidak akan menyukai pria tiang itu. Mengingat bagaimana manisnya Chanyeol jika bersikap. Cinta itu lima huruf terangkai yang penuh mystery. Kadang membingungkan, kadang menyakitkan, kadang menyenangkan, dan berbagai perasaan lain yang bermacam – macam rasanya. Baekhyun tersenyum masam saat melihat foto itu.

Flashback End


.

Helaan nafas terdengar setelah memori foto semalam menyeruak kedalam pikirannya. Apa - apaan ini? Hanya kebetulankah? Bahkan toko Cupcake yang didatanginya sama dengan yang ada di foto semalam. Dan jika dia tidak lupa, itu juga toko cupcake saat hari dimana dia membeli cupcake disaat kecelakaan Luhan yang menyebabkannya meninggal.

Dia segera berjalan keluar sambil menenteng box berisi cupcake yang telah dihias. Menaruhnya di keranjang kecil sepedanya dan segera mengayuh sepedanya melewati jalanan menuju tempat tujuannya. Alunan lagu 'Missing You' dari 'Fly To The Sky' yang mengalun dari Mp4nya membuatnya semakin memelankan kayuhan sepedanya. Dia rindu dengannya. Wajahnya sendu sekarang. Kesedihannya bertambah saat matanya menangkap pohon rindang dipinggir jalanan yang dilewatinya kini. Pohon tempat Luhan terbentur.

.


Flashback

"Ini adalah Pohon favoritku. Tidak terlihat istimewa memang, tapi itu sangat istimewa bagiku. Dipohon itu, kalung Chanyeol tersimpan. Di pohon itu, aku terbentur. Di pohon itu, darahku tersimpan. Dipohon itu, aku selalu menyendiri. Dan dipohon itu, Aku bertemu dengan Baekhyun. Aku sangat menyukai pohon ini. Aku sudah meninggal. Aku sudah tidak hidup lagi. Sungguh aku sedih. Tapi ini takdirku. Mau bagaimana lagi? Aku menyesal karena tidak bisa meminta maaf pada Chanyeol, Yoora Noona, Leonmi, Eomma, Appa. Aku sedih karena harus meninggalkan mereka. Aku sedih karena menjelang hari terakhirku, malah membuat Chanyeol marah padaku. Aku sedih. Aku... sendirian sekarang. Dan Pohon ini adalah segalanya bagiku" *Foto sebuah jalanan Seoul dengan Pohon sebagai objek utamanya*

Entah sejak kapan, air matanya menetes. Pohon itu. Luhan Hyung. Tangannya terjulur pada foto itu. Seolah ingin meraba kehangatan Luhan disana. Dia merindukannya. Tapi dia bingung. Kenapa? Kenapa Luhan bisa menulis ini? Kapan dan bagaimana dia menulisnya? Tetesan air matanya menetes kembali. Membayangkan entah bagaimana perjuangan Hyungnya itu dan tulisan penuh kejujuran di balik setiap foto, dia tidak yakin bahwa Luhan baik – baik saja saat menulis ini. Dia yakin, hantu cantik itu juga menangis. Entahlah, dia akan selidiki itu nanti.

Flahback end


.

Dia memperlambat kayuh sepedanya sambil terus memandangi pohon yang ia lewati itu. Memory tentangnya kembali menyapanya kini. Alunan lagu Missing You milik Fly To The Sky seolah menjadi pelengkap rasa rindunya kini. Dan hingga akhirnya, tatapannya kembali kejalanan dan lagu yang berakhir.

Lagu milik Akmu yang berjudul 'I Love You' adalah lagu yang didengarnya berikutnya. Kayuhan pada sepedanya kembali normal dan senyumnya sedikit mengembang saat mendengar alunan lagu penyanyi kakak beradik itu. Seolah lagu itu mengembalikan moodnya yang hilang.

.


Flashback

"Pria manis ini bernama Byun Baekhyun. Dia adalah pria beruntung yang disukai Chanyeol. Aku mencuri foto ini dari Chanyeol. Saat dia tidur, aku merasukinya dan mengambil 3 buah foto dan segera menyembunyikannya dikamar Leonmi. Hehehe~ Setelah meninggal, perasaanku pada Chanyeol masih terasa. Tapi, aku tidak ingin egois. Dunia kami sudah berbeda sekarang. Aku tahu dia menyukai seorang pria disekolahnya. Foto ini sungguh imut menurutku. Dan Chanyeol sering menyanyikan lagu I Love You milik Akdong dengan gitarnya sambil membayangkan atau memandang foto bocah ini. Ouh~ Pangeranku! " *Foto Baekhyun sedang duduk di pinggir lapangan sambil mengerucutkan bibirnya imut. Memakai pakaian olahraga yang kebesaran* *Luhan salah menulis hangeul Pangeran (wangjanim)*

"Ini foto kedua yang aku curi dari Chanyeol. Hehehe~ Sungguh dia manis jika tersenyum seperti itu. Chanyeol tidak salah. Pilihannya tidak salah. Ah, Chanyeol mempunyai kegiatan baru. Belajar setelah makan malam. Lalu setelah itu, bermain gitar sambil bernyanyi lagu jatuh cinta menatap wajah pria mungil itu di foto atau membayangkan fantasynya. Dan berbicara sendiri setelahnya. Seolah tengah curhat pada foto Baekhyun itu. Oh rasanya aku penasaran bagaimana wujud asli pria ini. Tapi ternyata Baekhyun tidak buruk setelah aku bertemu dengannya. Pendiam namun cerewet aslinya. BaekYeol. Cocok bukan?" *Foto Baekhyun dan Yixing yang sedang berselca dipinggir jendela kelas. Baekhyun tersenyum sambil membentuk peace sign dengan tangannya menatap kamera ponsel Yixing. Dan kepala Yixing tidak terlihat karena tertutup tangannya sendiri. Foto yang diambil secara diam – diam karena terdapat buku Bahasa Inggris memenuhi bagian bawah*

"Dan ini adalah foto ketiga yang aku ambil dari Chanyeol. Mungkin dia akan frustasi mencari foto ini kesana kemari. Tapi aku yakin dia memiliki cadangan di ponselnya, Leptopnya, Ipodnya, dan lain - lainnya. Baekhyun yang tertawa renyah dan Chanyeol yang tersenyum lebar dan bodoh menurutku itu entah kenapa sangat cocok. Aku berharap semoga mereka bersatu. Aku ingin melihat Chanyeol bahagia karena aku menyayanginya... sebagai adik" *Foto diambil ditaman. Foto Chanyeol memenuhi sebelah kiri foto dengan senyum lebar dan tangan kanannya menunjuk Baekhyun yang tertawa renyah. Matanya menyipit bibirnya terbuka sedikit. Baekhyun agak kecil di foto itu karena mungkin perbedaan jarak sekitar beberapa meter*

Kaget. Tentu! Fotonya berada didalam amplop coklat itu. Dan yang membuatnya terkejut, dia sendiri bahkan tidak mempunyai foto – foto ini dan kapan foto ini diambil? Dia tidak ingat pernah duduk/berpose seperti itu. Bibirnya mengulum senyum saat melihat foto dirinya sendiri dan membaca tulisan dibelakangnya. Jadi benar? Chanyeol telah memperhatikannya sejak kelas satu? Dilihat dari seragam dan tatanan rambutnya, dia yakin itu diambil saat masih kelas satu. Karena rambutnya masih berwarna coklat.

Yah, sekolahnya membebaskan muridnya memiliki warna rambut selain hitam. Asal itu berwarna gelap atau putih. Tidak warna mencolok seperti merah, ungu, hijau atau biru. Dari ketiga foto tersebut, Baekhyun menyukai foto ketiga. Dimana Baekhyun dan Chanyeol berada dalam satu frame walau Chanyeol lebih besar dan dirinya agak kecil. Chanyeol mencuri foto dengannya. Oh dia merasakan mukanya memerah kini. Dia merindukan Chanyeolnya sekarang.

Flashback end


.

Dia tersenyum lebar. Bahkan sampai matanya menyipit karena senyuman itu. Alunan lagu Akmu dan memory yang berputar seperti film diotaknya sangat membuat perasaannya senang bukan main. Bagaimana Chanyeol memperhatikannya selama ini dan penuturan Luhan dalam foto yang diterimanya kemarin sangat membuatnya senang. I Love... You Sarangheyo... Neol boneun narimyeon dulman mannaneun nari anindedo~ Bahkan tanpa sadar dia ikut bersenandung pelan sambil tersenyum mendengarkan lagu itu.

I Love You~ suara seorang wanita mengakhiri lagunya dan bertepatan dengannya yang sudah sampai pada tempat tujuannya. Dia menuntun sepedanya menuju parkiran khusus sepeda. Memakirnya. Lalu mengambil box karton cupcake yang tadi dipesannya lalu menentengnya masuk kedalam.

Dia melepaskan earphonenya lalu memasukkannya kedalam saku. Dia berhenti sejenak ditengah – tengah gedung itu. Memandang sekeliling lalu tersenyum dan meneruskan langkahnya. Menaiki anak tangga dengan sangat hati – hati dan tersenyum senang. Memperhatikan cupcake bawaannya dan langkahnya bergantian.

Dia memasuki sebuah ruangan dengan banyak guci didalam setiap bilik. Lalu berjalan menuju lemari kaca sebelah jendela lalu berjongkok setelahnya. Senyumnya terkembang sambil memperhatikan foto yang tertempel dibalik kaca dengan boneka rusa kecil didepannya.

"Hay Hyung? Aku datang" sapanya sambil melambai lalu duduk menghadap gucci tempat abu Luhan disimpan. "Lihat apa yang kubawa?" dia mengeluarkan cupcake yang sedari tadi ditentengnya dan menunjukkan kepada foto Luhan. "Aku bawa cupcake kesukaanmu" ucapnya lalu membuka penutup boxnya.

"Lihat, cantik bukan?" tanya Baekhyun. Lalu dia berdehem. "Jja~ Saengil Chukae Luhan Hyung~" ucapnya sambil mendorong box Cupcake itu mendekati bilik Luhan. Baekhyun memandang foto Luhan yang tersenyum lebar.

"Happy Birthday to you, you... Happy birthday to you you... Anata ni okuru Basudei songu yo okey~~" Baekhyun mengutip lagu Yui berjudul Happy Birthday sambil bernyanyi dengan suaranya yang merdu lalu berpura – pura meniup lilin walau kenyataan tidak ada lilin sama sekali diatas cupcakenya.

"Bagaimana? Kau suka kan?" tanya Baekhyun menatap foto Luhan "Maaf ya aku baru mengunjungimu sekarang. Aku yakin kau pasti tahu kesibukanku dengan Chanyeol sebagai murid kelas 3 bagaimana? Huuuh~ bahkan sekarang Chanyeol sedang ke China. Jadilah aku sendirian menemuimu. Kau tidak marahkan?"

"Hyung, bagaimana keadaanmu? Kau tahu Hyung, aku merindukanmu. Sudah hampir dua tahun terhitung sejak kau meninggalkanku dengan Chanyeol di kelas waktu itu." Baekhyun menatap foto Luhan.

"Hyung kau tahu? Kemarin saat aku ke Icheon, ada hoobae cantik menghampiriku dan melakukan wawancara denganku. Namanya Yoo Lami. Dia sekolah di sekolahku dulu. Dan setelah wawancara, dia memberikanku amplop yang ternyata berisi 8 foto. Foto – foto mu, Chanyeol, dan 3 terakhir adalah fotoku yang bahkan aku tidak tahu kapan itu diambil." Baekhyun memeluk kedua kakinya. "Kau tahu? Selama sehari ini aku mengalami banyak hal yang mirip dengan yang kau tulis. Seperti Mug, Cafe, Toko cupcake, dan masih banyak lagi. Kau tahu itu aneh Hyung." hening. Tidak ada tanggapan.

"Kau kapan menulis itu Hyung? Bagaimana caranya kau menulis? Dan... apa kau tahu, siapa itu Lami sebenarnya?" tanya Baekhyun menatap foto Luhan meminta penjelasan. "Setidaknya, beri aku petunjuk Hyung." lanjutnya. Masih hening. Baekhyun menghela nafas panjang. Rasa penasarannya semakn menyeruak. Mungkin dia harus bertanya pada Chanyeol saat kekasihnya pulang besok. Siapa tahu-

"Baekhyun Sunbae?" sapa seseorang tiba – tiba, memotong pemikiran Baekhyun. Baekhyun menoleh. "Eo? Lami?" pekiknya terkejut. Dia mendapati hoobaenya memakai pakaian casual dan rambut coklat yang tergerai indah berdiri di ambang pembatas ruangan.

"Annyeong Sunbae, kita bertemu lagi..." ucapnya dihiasi senyum manis. Tunggu. Senyumnya tidak asing. Lami melangkah masuk menghampiri Baekhyun yang masih menatapnya intens. Baekhyun seperti pernah melihat senyum itu sebelumnya. Mata menyipit, senyum keatas... Dia merasa pernah melihatnya, tapi dimana? Dan saat Lami benar – benar sudah mendudukkan dirinya disebelah Baekhyun, dia membelakan matanya.

"Luhan Hyung?" gumamnya tanpa sadar dengan ekspresi terkejut yang kentara sekali.

END OF EPILOG

.

Halo semuanyaaa? Apa kabar? *Senyum lebaaar* (/^O^)/

Setelah sekian lama kita gak ketemu *alay* akhirnya kita dipertemukan kembali dalam Epilog ini.

Okey, Sebelumnya minta maaf ya... Sebenernya udah mau di update dari sabtu kemarin. Beneran ._.v

Tapi mood lagi hancur banget gegara guru Bk bilang, ada wacana kalau snmptn mau dihapus. Walaupun masih wacana, sebagai pelajar tingkat akhir, pasti was - was dong!

Dan soalnya selalu tahun ku ini dijadiin kelinci percobaan!

Jadi, yah... berita itu cukup merusak mood :3 Okey, gak cukup lagi... tapi EMANG ngerusak -_-

Apalagi ini Yeorky lagi dipertengahan semester. Tugasnya jadi makin ribet -_-

Gak penting ya? Yaudah sih biarin :3 Curhat aja... Kali aja ada yang sama kelas 3 nya :v

.

Terlepas dari curhatan gak bermutu ini, Gimana tanggapan kalian? Akhirnya Epilognya udah di update tuh...

Ada yang masih bingung, gantung, gak puas, gak sreg sama endingnya, atau bahkan ada yang bisa nebak lami hubungannya apa sama Luhan? atau lainnya?

*ADAAA*

Coba kasih tahu di kolom review. /modus detected/

.

Buat yang bertanya - tanya apa bakal ada lanjutannya, jawabannya : "ADA"

Bakalan di ceritain gimana Lami bisa kirim surat, siapa lami, hubungannya sama luhan apa? jawabannya : "IYA"

Bonus chapter isinya full of sweet moment chanbaek? Jawabannya : "Bakal di usahain"

Dan beberapa ada yang tanya bakal ada sequel atau nc,jawabannya : "Em... Entah ya. Lihat aja besok :v"

Pertanyaan selanjutnya, review aja... entar dibales di-pm /modus detected again/

.

Next chap ada apa?

Next chap ada Luhan, Lami, Baekhyun, Chanyeol.

Spoilernya mana?

Gak dibolehin kasih spoiler sama si Luhan.

.

Jja~ Terimakasih buat yang sudah Favorite, Follow, Readers aktif yang udah review dan Silent readers kalaupun ada.

Yeorky pamit yaaaa~~~

Dadaaah

*ilang bareng kai*