Title : Before 18th
Cast : Yesung, Eunhyuk, Siwon, Hankyung, Kyuhyun, Kangin, DLL
Genre : Romance, Humor
Rating : T
Warning : OOC, Typo(s), GJ, BL,
Disclaimer :All belong to Me #plak, All belong to GOD
Summary :Kalau kau belum menikah juga saat umurmu 18 tahun. Aku ragu kau akan bisa menikah lagi.
o.O
"Benarkah Hyung? Kau tadi benar-benar berbuat mesum dengan Hyukiie?" tiba-tiba sebuah suara lirih yang agak bergetar memasuki ruang pendengaran mereka bertiga.
Dengan cepat mereka bertiga membalikkan tubuh, dan mendapati seorang namja mungil berada tak jauh dari mereka bertiga.
Nampak tangannya yang menggenggam tali tasnya agak bergetar.
"Benarkah itu Hyukiie?" tanya namja itu lalu mengangkat wajahnya.
"Yesung.." "Sungiie.."
Namja itu atau Yesung kini mengangkat kepalanya, dan meenatap Hankyung seta Eunhyuk secara bergantian dengan pandangan lirih dan sedikit kecewa.
Eunhyuk yang juga mendapat pandangan kecewa dari Yesung langsung tersadar dan segara berjalan menuju Yesung. Ia ingin menjelaskan duduk perkaranya, agar Yesung tak salah paham dengannya.
Tapi, belum lagi Eunhyuk sampai di tempat Yesung berdiri, Yesung sudah berkata, "Mau apa kau?" dengan pandangan yang sudah tidak bisa dideskripsikan lagi.
"A, aku ingin menjelaskannya padamu Yesung.. ini benar-benar tidak seperti apa yang mungkin sedang kau pikirkan.." terang Eunhyuk dengan agak terbata.
"Lalu?" Tanya Yesung lagi.
Tapi belum sempat Eunhyuk mengucapkan satu patah kata pun, Hankyung yang awalnya berdiri di belakan Eunhyuk langsung mearik tangannya, dan membawa Eunhyuk menjauhi tempat dimana Yesung yang kini menatapa mereka dengan mata yang terbuka lebar yang sarat akan ketidak percayaan atas apa yang dilakukan Hankyung.
Matanya terus saja menatap kearah perginya Hankyung dan Eunhyuk, an tiba-tiba saja tubuhnya jatuh terduduk. Tak terdengar suara apapun, tapi, kedua tangannya digunakannya untuk menutup wajahnya yang memerah.
Kangin langsung tersadar melihat Yesung yang terduduk dengan bahu yang sedikit bergetar. Akhirnya setelah merasa canggung dengan keadannya yang seperti itu, Kangin akhirnyaa mendekati tempat Yesung dan menatapnya dengan pandangan gugup.
"Eumm, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Kangin pelan pada Yesung, yang tidaak membuahkan jawaban apapun.
"Hey! Gwenchana?" Tanya Kangin lagi sambil mensejajarkan wajahnya dengan wajah Yesung. Dan Yesung juga sama sekali tak menjawabnya. Tapi Kangin bisa melihat, kalau bahu Yesung yang bergetar, makin lama makin terasa.
Karena Yesung yang tak juga menjwabnya, Kangin akhirnya menyerah, dan berhenti bertanya. Tapi kemudain, Kangin mengulurkan tangannya kea rah kepala Yesung, dan mengelus rambutnya.
Taklama setelah Kangin mengelus rambutnya, getar-getar menhan isakan yang awalnya Nampak di bahu Yesung, kini sudah mulai berkurang.
Yesung yang merasakan elusan lembut di kepalanya itu mulai mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang tengah mengelus rambutnya.
Saat mendapati bahwa tangan Kangin lah yang megelus rambutnya. Yesung terdiam dan tiba-tiba Kristal bening di matanya, yang tadi nya sudah hamper menghilang kini kembali lagi.
Kangin bisa melihat, Kristal-kristal bening itu kini mulai menumpuk di kelopak matanya, siap untuk jatuh dan membasahi pipi chubby-nya sekali lagi.
Dan Kangin juga bisa merasakan, getaran kecil di bibir Yesung yang tadinya sudah mulai mereda, kini terlihat kembali bergetar. Yesung juga menatapnya dengan pandangan yang benar-benar menyedihkan.
"Hiks.." dan kali ini, isakan itu benar-benar keluar.
Kangin yang kaget melihat Yesung yang tiba-tiba kembali menangis langsug menarik Yesung ke pelukannya, dan meletakkan kepala Yesung supaya bersandar di bahunya.
Kangin terus mengusap-usap kepala Yesung yang kini disandarkan pemiliknya ke bahu kekarnya.
Tapi, belum lagi tangisan Yesung benar-benar reda, terdengar suara sorang namja yang memanggil nama Kangin dengan lirih, "Kanginiie?"
Merasa kenal dengan suara itu, Kangin segera menngangkat kepalanya yang tadi dia sandarkan di atas kepala Yesung. Dan setelah benar-benar melihat namja yang memanggilnya, tubuh Kangin seolah-olah membeku. Bahkan melepaskan pelukannya pada tubuh Yesung, pun dia sudah tidak sanggup.
Yesung yang tak mengerti apa-apa, mengangkat kepalanya. Dan manic matanya mendapati seorang namja manis yang melihat mereka dengan pandangan yang sukar diartikan.
"Nugu?" Tanya Yesungg kemudian dengan polosnya.
Namja itu tak juga menjawab. Yesung yang mulai merasa risih berpelukan dengan namja yang baru ia kenal, apalagi di depan orang lain, perlahan-lahan mulai melepaskan tangan Kangin yang melingkar di pingang dan lehernya.
Namun, namja manis yang tadi memanggil Yesung melihat kalau Kangin seperti tak ingin melepaskan pelukannya dari Yesung, karena saat Yesung berusaha melepaskan tangan Kangin, Kangin bukannya menggerakkan tangannya, tapi malah diam membatu.
Melihat hal itu, wajah namja manis tadii perlahan-lahan mulai memerah. Dia berbalik dan baru saja akan berjalan meninggalkan Kangin, terdengar suara Yesung yang memebuatnya menahan langkahnya..
"Kau ada perlu dengan Kangin, ya?" Tanya Yesun lagi dengan polosnya.
Namja itu terdiam sebentar, dan tanpa membalikkan tubuhnya, namja itu menjawab, "Ah.. tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin menemui Kanginiie ah, maksudku Kangin-ssi dan mengatakan kalau aku ingin putus," suara namja itu terdengar sangat tenang. Dan hal itu malah membuat Kangin semakin membatu tubuhnya dan wajahnya juga semakin memucat.
Namja itu lalu berjalan cepat meninggalkan Yesung dan Kangin.
Yesung yang awalnya terdiam mendengar kata-ata namja itu, kini tersadar, dan bagaikan tersengat lebah, Yesung langsung melompat berdiri lalu menarik lengan baju Kangin.
"Hey bodoh! Dia itu pacarmu dan dia meminta putus. Masakan kau mau diam saja begini? Kau tidak syang padanya?" Tanya Yesung sambil terus menarik-narik lengan baju Kangin, supaya Kangin may berdiri.
"Heeyy! Ayolah! Jangan seperti ini.." kata Yesung lagi.
Taklama setelah Yesung terus menarik lengan bajunya, Kangin tersadar dan langsung berdiri, membuat Yesung yang tadinya sibuk menarik-nariknya terjungkal kebelakang.
"Appoo.." kata Yesung yang mebgelus-elus bokongnya yang terantuk dengan lantai yang begitu keras.
Tapi kemudian Yesung bangkit dan kemudian menarik tangan Kangin menuju kearah tempat namja tadi berlalu.
"Hey! Kau mau apa?" Tanya Kangin pelan, tapi tetap membiarkan dirinya ditarik oleh Yesung.
"Kau tidak mau membujuk namjachingu mu itu ya?" Tanya Yesung lalu menatap Kangin dengan pandangan tidak percaya.
"Bu, bukan begitu. Tapi dia itu keras kepala sekali.." bisik Kangin pelan.
"Lalu?" Tanya Yesung.
Kangin tak menjawabnya, pikirannya sibuk berkelana kesana kemari, walaupun akhirnya tetap berujung pada namja manis tadi.
Yesung yang terus menarik Kangin kini luali bertanya-tanya, dan akhirnya, Yesung mengetahui bahwa namja tadi memiliki nama Leeteuk yang biasa dipanggil Kangin dengan Teukiie. Dan mereka ternyata sudah menjadi sepasang kekasih, sejak empat bulan yang lalu.
Kini mereka tiba di taman belakang sekolah, Yesung dan Kangin mengitarkan pandangannya keseluruh penjuru taman. Dan manik mata Yesung menemukan orang yang dicari sedang suduk sambil memeluk lututnya dan menenggelamkan kepalany diantara kedua lututnya, tepat dibawah pohon yang berada di ujung taman.
"Itu dia," tunjuk Yesung kearah namja itu.
Kangin diam, dan Yesung melanjutkan, "Jangan segan kerumahku atau menegurku, atau papaun. Dan aku juga akan bercerita pada Leeteuk bila memang dibutuhkan," tambah Yesung sambil tersenyum sangat manis.
Kangin balas tersenyum, dan mengusap rambut Yesung asal.
"Baiklah, gomawo ya.." kata namja itu pada Yesung.
"Mwo? Aku yang gomawo," jawab Yesung. Mereka berdua kini saling tersenyum dan kemudian, Yesung mengerucutkan bibirnya, dan melihat kearah Leeteuk.
Kangin yang paham maksud dari tingkah Yesung bberlari menemui Leeteuk, dan mungkin coba membujuknya.
Yesung yang melihat itu, tersenyum lembut lalu berbalik, dan berjalan menuju tempat tadi ia meninggalkan tasnya –loker-.
"Hahh.. Bukannya mengurusi jodohku, aku malah mengurusi jodoh orang lain. Padahal sebentar lagi sudah ulang tahunku.." gumam Yesung pelan sambil tetap berjalan.
Sedikit lagi sampai ke ruang loker, tali sepatu yang dikenakan aYesung terlepas, dan dia berjongkok untuk memperbakinya.
Belum lagi tali sepatu itu terikat sempurna, Yesung merasa ada orang yang menabraknya dan,
BRAK! Tumpukan buku bagaikan terjatuh dai udara menimpa dirinya.
"Haduuhh…" kata Yesung sambil mengambil buku yang menimpa kepalanya lalu mengelus-elus kepalanya.
"Yah! Lain kali kalau jalan lihat-lihat dong!" omel Yesung pada pemuda yang ada didepannya.
Pemuda itu yang tadinya menunduk karna tengah mengumpulkan buku yang berserakan, mengangkat kepalanya dan, "Kenapa jadi au yang kau skahkan? Jelas-jelas kau yang kurang kerjaan jongkok didepan pintu loker," kata namja itu lagi.
"Hey! Tali sepatuku lepas! Tentu saja aku harus berjongkok untuk mengikatnya kembali."
"Halah, alas an! Bilang saa karena kau sengaja ingin menjatuhkanku, supaya bisa berkenalan denganku kan?" kata namja itu lahi, disertai dengan smirk miliknya.
"Yah! Pede sekali kau ini! Memangnya kau siapa?"
"Kau tidak tau? Aku…"
*TBC*
Nyahaha:D want to know something? Tadi ini fic kehapus padahal aku udah ketik banyak u.u . dan tadi niatnya udah malas mau lanjutin, tapi berhubung aku anak yang baik hati serta tidak sombong dan tidak rajin menabung#bletak aku melanjutkan fic ini.
Jadi, maap maap aja deh kalo ini jadi gimana-gimana .. aku buatnya di saat pikiranku masih dikuasai roh jahat yang biloang suapay gak usah menajutkan ini . berkat menghilangnya letikan ku yang sebelumnya.. *oke, baiklah, lupakan saja.
Oh iya, tahnks to :
Eunhyuk's wife – zakurafrezee – ressijewwlll – Rainy – yeyepapo – kira malaes log in –Kimlala2770 –ika – YesungieLove – Kyusung shiper – Liu HeeHee – HanJi84 –Yeye – Mincrazee – Derfly3424 – The – cloud3024 – pearl2811 – Cloud'yeppa – freakG – Sparkcloudy – HanFanny
Mian, gak bisa balas .. aku ngantukk XO
Bubyee ^^
Riview ? ^^
