Okee ini Chapter selanjutanya, terimakasih untuk reviewnya ahaha YJSexolf oiyaa aku galiat loh, makasih yaa atas pesannya, dan terimakasih atas pesan pesan yg lain juga. Karna ini FF ini bener bener baru aku buat, jadi masih belajar cara makainya, cara bales, dll. Terakhir, tetap tolong saran dan pesannya ya terimakasih (btw chap ini idenya lg mandet)
Cahaya Sinar Matahari Pagi masuk ke Jendela Kamar sang Pangeran Keluarga Jung nan Tampan ini. "euugh" sinar matahari yang datang telah membangunkan dirinya dari tidur yang lelap, Lekukan tubuhnya yang Atletis dengan kulit sedikiit kecoklatan menambah keseksiannya. Dengan setengah sadar ia berjalan keluar kamar, langsung mencari sosok yang seharusnya ada disampingnya ketika ia terbangun. Dilihatnya sosok itu sedang membuat kopi panas, didepannya sudah tersedia Roti Panggang, Telur Dadar, dan Sosis Panggang yang lezat.
"Boo...kenapa Pagi Pagi sekali kau sudah Rapih?" tanya Yunho ia heran melihat istrinya sudah berpakaian Rapih dengan Baju putih Dokternya yang panjang. Yap! Jaejoong adalah salah satu Dokter di sekolah SD yang ada di pulau Jeju ini.
"mm, hari ini ada kegiatan check up anak karena hari ini aku masuk pagi dan sedikit tidak enak badan jadi a.. AAAA! Apa yang kau lakukan!? Cepat Mandi dan tutup itu pakai Handuk mu!"
Jelas Jaejoong Berteriak di Pagi yang Sejuk ini. Sang suami berdiri dibelakangnya tanpa memakai kain sehelai pun. Dengan santainya ia berkata
"hah? Kenapa kau berteriak?! Baru saja semalam kita melihat satu sama lain seperti ini?!"
"Yahh! Itu beda lagi urusannya, cepat mandi lalu kita berangkat!"
"tapi boo bagaimana ka'"
"Palliii!"
Setelah selesai acara teriak teriak dan sarapan paginya mereka kembali kerutinitas sehari hari
'Kriing kriing'
"ya! Aku segera kesana?! ...oke oke, bagaimana dengan Mr Nam?! Apa?! Haruskah aku yang menanganinya?! Yah! Yoochon! Dengar yaa!"
Hehh... Namja Cantik menghela nafas disebelahnya hanya mendengarkan sang suami berteriak teriak ditelfon.
"Yunnie hati hatii kau sedang menyetir, apa aku saja yang bergantian menyetir?!"
"a,a tidak usah yeobo,..Yah! Bukan kau Yoo!, sudah aku akan menelfonmu kembali 15 menit lagi" tut.
'Cieeet'. Mobil ferrari mewah berhenti disebuah Sekolah sederhana tetapi cukup besar. Namja cantik itupun keluar dari mobil mewah tersebut.
"okee boo kau harus semangat dan hati hati dijalan ya!"
"seharusnya aku yang mengatakan itu Yunnie..."
"Saranghe Boo!" dengan cepat mobil merah tersebut melaju kencang.
"Nado Saranghe..."
Suasana ruang kesehatan di sekolah itupun mendadak ramai karena hari ini adalah waktunya check up kesehatan untuk murid murid sekolah dasar kelas satu yang kecil dan lucu ini. bagaimana tidak ramai, jika yang memeriksa seorang namja cantik seperti Jaejoong. Dengan kulit yang putih, rambut hitam, dan senyumnya yang manis membuat murid murid disana betah berlama lama untuk diperiksa. Semua mengantri bergiliran. Karena Jae adalah dokter tetap disekolah itu ia dianggap sebagai seonsaengnim tetapi masih ada saja yang memanggilnya Dokter cantik.
"ya, coba buka bajunya sayang, biar seonsaengnim Periksa" kata Jaejoong ramah terhadap anak laki laki yang sedari tadi tidak bicara, tidak sama seperti teman temannya yang sedari tadi bercanda canda.
"ngg" angguk anak itu mantap
Ia melihat anak laki laki itu sangat menggemaskan,
"hmm, kau itu seperti orang tua saja" gemas Jaejoong sambil mencubit pelan pipinya yang tembam.
"yak! Kibumm kau lama shekali syihh!"
"iya! Aku kan juga mau dipeliksa cama Doktel Cantik!" teriak anak yang masih cadel dan diikuti dengan anak anak yang dibelakang mulai ribut.
"shht semuanya, baris yang rapih dan tertib yaa dan jangan berisiik nanti pasti akan cepat selesai"
Tegur Jaejoong lembut. Semua melihat ke arahnya...
"anyaa!aku maunya diperiksa Dokter cantik yang lamaaaa"
"tidaak, akuu!"
"aku!, aku!"
Suasana diruang kesehatan mulai gaduh dan tak terkendali merebutkan Dokter atau seonsaengnim Cantik ini.
"mm..anak, anak... kalian harus cepat karena anak perempuan sudah menunggu diluar juga untuk bergantian dengan kalian, haii, haloo" percuma saja tidak ada yang mendengarkan namja cantik itu. Semua mulai kacau, anak yang bernama Kibum hanya memandang Jaejoong tanpa ekspresi.
BRAK! Tiba tiba terdengar suara pintu yang terbuka.
Masuklah seorang namja berbadan tinggi seperti jerapah lalu bersandar didepan pintu dan bergaya ala ala model model tampan seperti dimajalah.
"Bonjouurr Everybodyy!"
Semua terdiam...meliat tingkah guru olahraga yang satu ini.
"Semuaaa jangan berisik! Karena..." namja jangkung itu mendekat ke arah Jaejoong yang sedang duduk menununggu anak anak untuk diperiksa olehnya.
"seonsaengnim akan diperiksa oleh Dokter yang cantik ini" 'cup' lalu mengecup tangan sang Dokter cantik.
"ANDWAEE!" Teriak anak anak yang lain lalu menyerbu dan mulai memukuli guru olahraga yang jangkung itu.
Jaejoong hanya tertawa kecil melihat kejadian tersebut. Dan Kibuum...hanya melihat Jaejoong sekali lagi tanpa ekspresi..
Jam 5 sore disekolah Dasar dipulau Jeju ini sudah keliatan sepi, semua sudah pulang kerumahnya masing masing dan Dokter cantik ini juga sudah bersiap siap untuk pulang kerumahnya. Ia menatap langit sore yang indah. Ia melihat jam yang ada di tangannya,
'mungkin dia sudah akan pulang, seharusnya aku bawa sepedah saja tadi padahal hari ini aku juga sudah tidak enak badan. Pusing sekali' keluhnya dalam hati.
Sebenarnya bila berangkat maupun pergi ke sekolah, Jaejoong selalu mengendarai sepedah, hanya karena ada kegiatan check up para murid dan badannya sedang tidak fit makanya dia harus datang dari awal. alasannya ya karena jarak antara rumah dan sekolah hanya 15menit bila naik sepedah dan alasan lainnya...Jaejoong tidak mau sekolah ramai hanya karena suaminya datang kesekolah, ya, Jung Yunho. Adalah anak seorang Pengusaha Sukses terkenal seorang anak dari President Jung, Jung Corp.
"yo! Senyorita!"sapa Lee kwang Soo Guru olahraga yang siang tadi membuat keributan di ruang kesehatan.
"Hai, seonsaengnim" sapa Jajejoong ramah
"tidak siaang, tidakpun soree kau selalu tetap cantik dan tampil s.e.m.p.u.r.n.a."
"ahaha...aku ini namja seonsaengnim"
"Anyaa! Kau itu adalah namja yang c.a.n.t.i.k" puji Kwangsoo sambil mengeggam kedua tangan Jaejoong.
"oya, apa kau mau pulang? Pulanglah bersamaku, kita akan pulang bersama! Ahahaha! Ya itu ide sangaatt brriliant! Kwang soo memang s.m.a.r.t!" Puji Kwangsoo kepada dirinya sendiri.. -.-
"ahaha...tidaak, ada hal yang masih aku harus lakukan.. kau pulanglah duluan seonsaengnim"
Canggung Jaejoong, menolak secara halus.
"baiklah...Goodbye senyoritaa!" Kwang Soo melambai lambaikan tangannya sambil berlari kecil ditambahkan adegan slowmotion seperti di film film..
Jaejoong hanya melihatnya heran.
Tiba tiba ia seperti merasakan bajunya ditarik dari bawah, iapun menunduk melihat siapakah pelakunya.
"Kibum?! Kau belum Pulang?!" tanya Jaejoong khawatir, seharusnya semua anak anak sudah pulang dari satu jam lalu.
"ng.." geleng Kibum
"kau tidak ada yang menjemput hari ini? Baiklah kita pulang bersama saja ya, kau tunjukan saja jalannya dimana"
"ng" angguk Kibum
Diperjalanan mereka bejalan pelan menikmati angin sore, mendengarkan suara ombak yang bergulung. Memang pulau jeju hampir seluruhnya dikelilingi lautan dan letak sekolah juga rumah mereka tak jauh jauh dari pesisir pantai. Benar benar suasana yang indah.
Matahari mulai terbenam, langit berubah menjadi orange.
Jaejoong menengok kesebelah tangan kanannya sedang menggandeng tangan kecil yang mengeggam erat tangannya. Pandangan anak yang digandengnya lurus kedepan tanpa ekspresi.
Jaejoong hanya bisa tersenyum, sepertinya ia tertarik dengan anak tersebut.
"kalau kau lelah katakan saja padaku, oke?!"
"ng" anggunk kibum lucu.
Jaejoong tertawa kecil. Masih memandang Kibum lalu ia berfikir
'apakah hal itu bisa benar benar terjadi Halmeoni?'
Sudah sekitar sepuluh menit berlalu lalu mereka berhenti didepan rumah dengan pintu gerbang yang besar. Jaejoong tidak menyangka jika Kibum ini ternyata anak orang mampu.
"kibum apa ini rumahmu?" tanya Jaejoong
"ng" anggng kibum
"baiklah segera kau masuk kedalam rumahmu, seonsaengnim akan melihatmu masuk baru seonsaengnim akan pulang"
Kibum segera berlari masuk kegerbang besar itu, lalu melambaikan tangannya kepada Jaejoong.
Dan disambut lambaian ramah Jaejoong.
Dirumah. Namja cantik itu merebahkan badannya.
"hari yang melelahkan" matanya menyusuri rumah
'benar benar sudah setahun berlalu' katanya dalam hati, lalu ia melihat kearah samping disitu terletak sebuah kamar kosong dengan pintu berwarna putih lembut.
'jika hal itu benar, aku benar benar menginginkan hal itu, seperti yang Halmeoni katakan. Bukan begitu Halmeoni?'
Flashback
Disebuah rumah kecil yang didalamnya terdapat seorang nenek dan cucunya sedang berdoa didepan dupa. Terpajang juga foto seseorang dengan senyum yang indah.
"Halmeoni... apa umma akan mendengarkan do'a kita?" tanya seorang seorang laki laki berparas seperti perempuan. Sangat cantik. Perempuan tua pun menengok ke arah cucunya sambil tersenyum.
"tetentu saja sayang, tuhan akan mendengerkan do'a kita. Karena itu kau terus berdoa buat Umma"
"ng!" angguk anak cantik itu antusias.
"ne.., Halmeoni.. mengapa umma ku seorang laki laki, mengapa Umma bukan seorang perempuan? Mengapa Ummaku tidak seperti umma yang lain?"
Hening sesaat lalu ia perempuan tua mengelus kepala anak kecil tersebut dengan lembut.
"ne Jaejoong, Ummamu memang berbeda dengan lain, Ummamu punya kelebihan khusus mungkin hanya ada 3 dari 50.000 orang didunia. Tetapi itu tidak merubah rasa sayang yang diberikan Umamu, sama seperti Umma anak lainnya yang sayang terhadap anaknnya. Malah mungkin Ummamu adalah umma yang sangat hebat didunia ini. Ia mengorbankan apapun bahkan dirinya untukmu."
"benarkah itu Halmeoni?!"
"tentu saja"
"kalau begituu, aku akan seperti ummaa! Aku ingin menjadi umma hebat seperti umma!" kata jaejoong kecil penuh semangat
"ahaha, iya tentu saja bisa, kau itukan anaknya. Kelak besar nanti jadilah umma yang hebat seperti ummamu, didiklah anakmu dengan baik"
End flashback
'jika itu benar...mengapa sampai sekarang aku..' namja cantik itu mengelur perutnya yang rata. Rasa sepi sudah mulai tumbuh didirinya dari beberapa bulan yang lalu.
'selalu berdua, andai saja dirumah ini diisi dengan suara kegaduhan anak kecil, pasti rasanya menyenangkan.'
Ia menghela nafas berat tangannya memijit pelan keningnya.
"hehh..pusing sekali, badanku terasa pegal semua. Aku lapar lebih baik aku membuat makan malam sekalian" ia bergegas kedapur lalu mulailah acara masak memasak.
Malam sudah tiba, jam di dinding menunjukan pukul delapan malam Hingga makanan jadipun yunho belum terlihat batang hidungnya.
"apa yang dilakukan orang itu?! Biasanya jam segini sudah pulang?" ia meliat kearah jam dinding.
Hinggan Sampai jam sembilanpun yunho belum terlihat. Jaejoongpun terlihat mulai frusatasi.
"Aaaa baiklah, aku akan makan dulan! Maaf yeoobo aku sudah tidak kuat lagi"
Sesuap, dua suap, begitu selnjutnya hingga saat suapan kedelapan.
'mhh aku mual..huek,...huek!' ia langsung melesat menuju kekamar mandi mengeluarkan semua yang telah dimakannya.
'apa ini...kenapa seperti in...mungkin aku sakit pusing karena lelah' setelah memuntahkan isi perutnya ia kembali kemeja makan. Tiba tiba ia ingin mengeluakan isi perutnya kembali ia segera kembali ke wastafel.
Huekk~
'Andwe! Apa mungkin aku...'
