Next Chapter! Aku tetap minta sarannya yaa! Selamat membaca
'apa ini...kenapa seperti in...mungkin aku sakit pusing karena lelah' setelah memuntahkan isi perutnya ia kembali kemeja makan. Tiba tiba ia ingin mengeluakan isi perutnya kembali ia segera kembali ke wastafel.
Huekk~
'Andwe! Apa mungkin aku...'
"aishh dimana aku menyimpannya?!"
Jeju, 6 januari 2015 Saat Malam tiba Rumah yang sedikit jauh dari rumah rumah lainnya ini disibukan dengan sesosok namja cantik yang sedang mencari benda yang saat ini sedang dicari carinya.
Laci didalam kamarnya sudah semuanya terbuka, laci di dekat lampu tidur, laci didekat kamar mandi, lemari kamar tidur sudah terbuka, sampai King Bed size miliknya sudah dipenuhi benda benda yang dikeluarkannya dari laci ataupun lemari.
20 menit telanh berlangsung...
"Aakhh! Ini dia!" dengan cepat ia membuka bungkusan benda kecil itu lalu menatapnya intens.
"ok,ok slow down, inhale...exhale.." ia menenangkan pada dirinya sendiri, segera ia kelamar mandi.
'Deg,deg,deg,deg' Suara Jantung Jaejoong bedetak begitu cepat.
"Ok, ini hasilnya, Let see..Omoo! Otokee! Aku takut sekali, tuhan berikanlah hasil yang pasti dan terbaik" Doa Jaejoong, hasil test dari Test Pack benar benar menentukan. Hasil ini sangat dinanti nantikannya selama 1 tahun terakhir ini.
'Deg,Deg,Deg,Deg'...
"Aaaakkk! Omooo!"
Teriak Jae Malam malam, untung saja jarak rumahnya dengan yang lain agak jauh jadi tidak ada tetangga yang kaget karena teriakan jae Malam malam hari begini.
"Dua Garis...Dua Garis...Ahahaha, Tuhan Terimakasih Banyakk"
Malam ini, adalah malam yang teramat Bahagia bagi Jae, karena imipiannya mempunyai anak bukanlah khayalan lagi. Kini telah menjadi nyata. Dengan senyum yang tidak hilang hilangnya ia duduk di atas King bednya.
"dimana sih Yunho?! Mengapa disaat saat begini dia belum datang?! Ah lebih baik aku telfon saja dia" Jae mengambil Handphonenya.
..."Hallo" Kata suara yang ada disana (Yunho)
"Ah, Yunnie kenapa kau belum pulang? Aku ada kab"
"Ah! Boo maafkan aku baru aku ingin menepfon mu, hari ni mungkin aku tidak pulang, karena ada urusan yang harus aku urus dan belum teselesaikan pada malam ini, jadi aku akan menginap di Hotel"
"...o,oh baiklah kalau begitu, hati hati jangan lupa makan yeobo" jawab Jaejoong lemah
"hei, wae? Ada apa sayang? Apa ada msalah? Tanya Yunho Khawatir
"mm... tidak sudah yaa besok kau harus pulang kerumah"
"iyaa pasti. Kalau ada apa apa katakan saja padaku"
"Iyaa, byebye"
"byebye boo" tut.
"hehh" Jaejoong menghela nafas berat. Seharusnya malam ini akan menjadi malam yang bahagia dan seharusnya dirayakan besama sama, Berdua dengan Yunnienya. Tetapi mau bagaimana lagi Yunho anak dari President of JungCorp ini telah membuat Perusahaan Baru dan harus bersaing dengan pengusaha penngusaha lainnya. Bukan pengusaha pengusaha lainnya. Saingan terberatnya adalah dengan Appanya sendiri. Kenapa Yunho membuat perusahaannya sendiri kenapa tidak menuruskan usaha Appanya?...ceritanya Panjang. Panjang?! Ya Panjang! Mulai dari Yunho muda yang Arogant ,Dingin. sampai ia bertemu dengan Jae, lalu perjalanan mereka berdua hingga berakhir dengan Masalah masalah yang muncul. Orang ketiga lah, tidak ada restu orang tua lah, caci dan makian yang datang. Dan masih banyak lagi.
Jaejoong melamun, lalu menghempaskan dirinya di kingbed miliknya dan sang partner hidup.
"hmm...Yunnie tidak pulang malam ini,dasar Pabo!... yasudah Yang terpenting hari ini adalah hari yang sangaaatt bahagia, malam yang sangaat indah! Terimakasih Tuhan telah mengabulkan Doakuu! Helmoni dan Umma disana, sebentar lagi aku akan menjadi Orang Tua hebat seperti kalian!"
Senyum Jae sambil memeluk guling. Dan tidak berselang lama Namja Cantik itupun tertidur.
Skip time
'Cuit,Cuit,Cuit' Pagi telah datang, masih terlihat Namja Cantik ini tertidur pulas lengkap dengan baju yan dipakainya kemarian, alias dari kemarin ia belum mandi.. uuu.
'nggh' Jae terbangun, ia mengejapkan matanya yang indah.
"Omo! Aku belum mandi dari semalam, yaampun" ia teringat bahwa ia memang belum berganti pakaian semalam, namun rasa kagetnya berubah menjadi bahagia, ia tersenyum
"Selamat Pagii Babby. Babby Umma ihihi" sapa jaeoong pada calon babbynya ini.
Ia mengusap usapkan tangannya ke perutnya yang masih rata.
"hmm sepertinya aku harus membersihkan kamar ini dulu, sebelum Yunho pulang"
Lekas ia segera merapihkan kamarnya bekas semalam (ambigu bet), Membersihkan diri, menyiapkan sarapan, dan melesat ke sekolah menggunakan sepedah kesayangannya.
Skip time
"Yeobo! Im home!" Drap drap suara langkah kaki terdengar memasuk rumah yang sederhana ini.
"hei,heii kenapa kau diam saja, jangan hanya duduk dan memandangiku saja. Apa kau tidak rindu padaku?! sudah 40 jam kita tidak bertemu"
Dilihatnya Jaejoong terdiam duduk dimeja makan hanya melihat datar raut wajah Yunho yang sedikit kesal karena tidak dianggap. Yunho menghampiri Jae lalu duduk didepannya. Menatap matanya.
"ada apa dengan dirimu? Apa kau marah karena aku tidak pulang?" tanya Yunho dengan pelan. Takut menambah mood buruk Jae
Namja Cantik itu menatap balik pasangan hidupnya itu lalu memberi sebuah kotak panjang.
Yunho yang bingung dengan kelakuan Isrtinya tersebut pelan pelan mengambil kotak itu dan mulai membuka kotak tersebut,
"apa ini?..."
"Aha,ha... Jangan katakan Jae.." Tawa Yunho pelan. Ia mulai berdiri menghampiri Jae lagi yang sedang menatapnya tersenyum.
"dua garis...berarti kau.."
Dan mendapatkan jawaban anggukan dari Jaejoong.
"waaa! Ahahaha!" Yunho langsung saja menggendong Jaejoong ala Bidral Style dan memutar memutarnya. Sungguh Bahagianya dua pasangan ini. Malam ini pun tetap penuh dengan kebahagiaan.
"Jae, kenapa kau baru katakan sekarang, kanapa kau tidak katakan kemarin?!" tanya Yunho sambil masih memeluk Jae erat.
"Yah! Paboya! Aku baru ingin mengatakannya padamu kemarin tapi kau menyela perkataanku!"
"o,oo maafkan aku Boojae. Kemarin aku benar benar rush. Maafkan Appa juga babby"
Ucap Yunho sambil mengusap usap perut Jae yang masih rata.
"Baiklah! Malam ini aku akan membuat makanan yang sangaaat enak untuk my love Aegya!"
"untukku?"
"Tentu kau juga yang paling penting, kalaukau tak ada, tak ada aegya, eh, tak ada aku tak ada aegya juga"
Jaejoong hanya tersenyum melihat tingkah suaminya. Yunho pun memulai acara masakmasak
Memang semua tahu Keluarga Jung adalah keluarga yang serba bisa, jadi untuk urusan masak memasak, Yunho...not bad. Namja cantik hanya menatap Suaminya dari belakang, terkadang sambil tertawa tawa kecil melihat tingkah laku Yunho yang tidak sabaran menunggu masakannya jadi, ada acara kelebihan airlah, kekurangan garamlah, kelebihan sayuranlah dan lain lain.
"Yunnieaa, Pallii anakmu ini sudah kelaparan" tegur Jaejoong.
"A,aa iyaa Aegya, Appa sudah akan selesai, sabar ya babby" tinggal sedikit sentuhan, makanan sudah jadi.
"Taraaa! This is it! Bimbimbap Ala Cheff Appa!" Yunho menaruh Makanan yang hampir seluruhnya terisi dengan sayuran itu kepada Jae.
"Ok, ayo kita coba" sesuap...duasuap...mm sepertinya nyonya Jung muda ini menyukainya.
"Bagaimana?"
"mm..lumayan" jawab Jae sambil terus mengunyah makanan.
"hmm..makanlah yang banyak sampai habis ya,"
"Yunnie, Aaa" tiba tiba Jaejoong menyodorkan garpu penuh dengan sayur.
"tidaak, kau saja"
"kau juga pasti belum makan kan, ayo makan bersama sama"
Yunho meatap Jae lalu tersenyum,istrinya memang benar benar perhatian. kemudian melapah makanan yang disodorkan Jaejoong.
Suasana diruang makan terlihat nyaman nyaman saja, sedikit perbincangan kecil dan disela sela perbincangan ada tawa tawa kecil yang terdengar.
Rupanya Suasana nyaman ini tidak berlangsung lama ketika Jae menanyakan hal yang membuat Yunho terdiam.
"Yunnie... mm..apakah kabar baik ini sebaiknya kita beritahukan juga ke Abeoji dan Eomeoni?"
Hening seketika, suara suara sendok ataupun garpu terhenti. Yunho menatap Jaejoong tajam.
"hei Jae, kau taukan kalau Umma dan Appa itu, ti"
"Yunho, aku tau Yun, Tapi aku ingin mencobanya dulu. Mungkin saja Mr dan Mrs Jung berubah pikiran setelah adanya kabar baik ini."
"atau mungkin menjadi kabar buruk bagi mereka." Jawab Yunho tak setuju
"Yah! Jung Yunho kenapa kau berbicara seperti itu, Abeoji atau Eomeoni tidak sekejam apa yang kau pikirkan Yunho"
"Appa mungkin tidak, tetapi iya untuk Umma"
"ngg...aku aka menelfon malam ini. Baru jam 8 malam apa tidak apa apa?"
Tanya Jae sambil menatap Jam Dinding.
"iya tidak apa apa, mereka selalu tidur jam 11 atau 12 malam. Kau tau kan mereka itu 'sibuk', Jae biar aku yang menelfon mereka terlebih dahulu" jawab Yunho sambil mulai mencari kontak Umma di Handphonenya dan mulai menelfon.
.tuut.
"Hallo Yunho! Ommo kau ini benar benar ya tidak tau apa Umma mu ini selalu menunggu telfon darimu, kenapa kau hanya tiga bulan sekali menelfon Ummamu ini!"
Terdengar suara tegas perempuan di telfon.
"Maaf Umma aku sibuk, oya Umma ada yang ingin bicara padamu"
Lalu Yunho memberikan handphone pada Jaejoong yang sedari tadi hanya melihat Yunho dengan tatapan khawatir. Jae mengambil handphonenya dari tangan Yunho lalu mulai bicara
"ha,Hallo...eomeonni"
"...ternyata kau. Kau adalah orang yang benar benar tidak aku ingin dengar suaranya. Dan 'Jangan' Pernah memanggilku dengan sebutan itu!"
"Mi,mianhe Mrs Jung... a,aku hanya ingin memberikan kabar baik padamu"
Jawab Jae pelan.
"Hah?! Kabar Baik?!"
"ne, Eomon, eh maksudku Mrs Jung."
Mendengar jawaban jawaban dari Jaejoong lewat telfon, Yunho hanya bisa menatap Isrtinya dan menghela nafas berat.
"i,ya... maksudku, kabar baiknya adalah aku...sedang mengandung, dan mungkin sudah ada 3 hari tetapi aku baru tahu kemarin, dan aku baru sa"
Tuuuuut tut tut
Tiba tiba telfon terputus, Namja cantik itu kebingungan dan menatap Yunho yang disampingnya.
"telfonnya terputus Yunnie... apa pulsa mu habis?" tanya Jaejoong
"tidak mungkin, pasti Umma telah menutup telfonnya" jawab Yunho tegas.
Jaejoong menunduk terdiam, Yunho yang melihatnya Iba lalu membangunkan lamunannya
"Hei, ayo kita tidur besok kitakan harus mulai aktifitas kita sehari hari. Aku harus kekantor, dan kau harus kesekolah."
"Ng..." akhirnya malam itu mereka tidur dengan cepat.
Skip time
"Boo ayoo cepat aku sudah telat!"
"Ah,, kau duluan saja Yunnie aku akan berangkat satu jam lagi" Jaejong tiba tiba muncul dari kamar ia mendekati Yunho lalu membenarkan dasi suaminya itu.
"hei,hei,kau ini kan sedang hamil aku tidak mau kau kenapa napa"
Ok. Yunho sepertinya mulai overprotective dengan istrinya.
"Ahaha aku ini baru hamil, belum juga seminggu. Jadi masih tidak apa apa"
"mm... ok tapi kau jangan terlalu lelah ya, aku tidak mau mengambil risiko besar"
Pesan Yunho penuh dengan kekhawatiran.
'Cup'
"okee Boo aku pergi dulu yaa, Bye Babby Appa pergi dulu sayang! Bye"
Jung muda itupun melesat pergi dengan Ferrari merahnya.
"Ok! Sekarang giliran kita yang bersiap siap Babby!"
Tidak berselang lama setelah Yunho pergi, Jaejoong pun bersiapsiap pergi kesekolah menggunakan sepedah kesayangannya. Namun
'TingTong' Bell pintu rumah berbunyi. Namja Cantik itu menghentikan aktifitasnya.
Dalam hatinya ia bertanya, siapakah gerangan pagi pagi sudah berkunjung kerumahnya.
Apakah tukang koran, atau pak pos?
"Iyaaa, sebentar aku akan kesana" pelan pelan Jejoong membuka pintu rumah.
Begitu kagetnya ia dengan apa yang dia lihat didepannya sekarang. Serasa waktu berhenti, jangtungnya berdetak begitu kencang!
Berdirilah sesosok wanita sekitar umur 56an didepan pintu rumahnya. Dengan pakaian rapih, menggunakan kacamata hitam. Lalu perlahan perempuan itu membuka kacamatanya.
"hai 'Namja Cantik" sapa wanita itu dengan penekanan dikata 'Namja Cantik'nya
...
"e,emeonni...?!"
Bersambung
