Wiiii, gak kerasa udah Chapter 5 aja nii, for jaelous: hehe makasih reviewnyaa. : ahaha gimana atuh kalau Yunho yg tersiksa? yj040686: makasih saranyaa tapi sejujurnya aku masih belum ngerti cara pake FF. Belum tau cara menegidt ulang dan reply huhu .FYI Guys aku juga masukin cerita dan judul yg sama ke asianfic mungkin kalau di Asian spasi,baitnya lebih keliatan thnx.

ok dicerita ini aku akan menambah Tokoh dari Boyband Nuest. Siapa yang tau? Yap Baekhyo dan Ren atau BaekRen. Aaaa aku lagi suka bgt sama Couple yang satu ini, mereka tu Cutee abiis. Mungkin aku akan membuat Prequel cerita BaekRen. Kita langsung aja ya kembali ke cerita.

"Ya, bagaimana... Apa?! Apa kau tahu satu Engine Pesawat itu berapa hah?! Saya tidak mau tahu kau harus menyelesaikan masalah ini dalam waktu 3 hari! Jika saya harus sampai turun tangan...kau akan menyesal nantinya" tut

Jung Yunho memijat mijat keningnya. Selalu saja ada masalah di perusahaan baru miliknya ini. ya memang harusa bekerja extra untuk bisa melampaui perusahaan sang Ayah yang sudah mendunia.

"kau ini, aku kira setelah kau bertemu dengan Jaejoong kau akan betubah, ternyata masih saja. Mengerikan" kata Youchun tiba tiba memasuki ruangan kerja pribadi milik Yunho

"Yah! Kau urus saja anak buah mu yang tidak becus itu!"

"heh, mau bagaimana lagi. Pokoknya aku sudah mengatakan harus berhati hati untuk memilih Client. Mereka saja yang tidak mau dengar. Hei bagaimana dengan keadaan Jaejoong apakah dia baik?" Youchoon sebenarnya sangat merindukan sahabatnya itu. Terakhir kali mereka bertemu sekitar satu tahun yang lalu, itupun karena merayakan rumah baru Jae dan Yunho.

"baik, dia sedang hamil embat bulan"

"APA! J,Jaejoong Hamil!? Kenapa kau tidak memberitahu kabar baik ini kepadaku hah!? Apa aku bukan lagi sahabatmu!?"

"maafkan aku, pikiranku sibuk dengan perusahaan ini" jawabnya santai

"Hei! Kita ini sudah sering bertemu ya!"

"aku kan sudah minta maaf! Lagi pula Jae itu istriku bukan istrimu!"

"Tapi aku ini sahabatnya!"

"Ya!.."

"Maaf Tuan telah mengaggu pembicaraan kalian, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Tuan Jung" tiba tiba pertengkaran dua sahabat itu harus terhenti karena adanya sekertaris yang masuk kedalam ruangan pribadi Yunho.

"siapa?" Tanya Yunho

"mmm dia..."

Beda halnya dikediaman besar Jung ini, terlihat Jae sedang menghela nafas berat dengan bertumpuk tumpuk buku disekitarnya. Ya, Jaejoong sekarang sedang berada di perpustakaan keluarga Jung.

"Aku sudah menghabiskan sepuluh buku tebal disini. Aku sangat bosan...ne Babby, apa yang harus kita lakukan?" tanyanya sambil mengelus elus perutnya

"Ah! Apa aku sms...Kwang Soo saja ya? Hehh, aku rindu sekolah, guru guru, dan anak anak pastinya. Bagaimana kabar Kibum ya?"

Jae mulai memencet tomboh tombol yang ada dihandphonenya. Tiit!

"Yap! Sudah! apa lebih baik aku telfon saja ya? Tetapi...masih jam 1 siang, pasti Kwang Soo masih sibuk" belum lama Jae bergumam tiba tiba.

'tilililit' "hah?! Kwang Soo" Jae terkrjut melihat nama tang tertera dipanggilan Handphonenya

"Hallo? seonsaengnim"

"Senyoritaa! Sudah seminggu kau tidak datang kesekolah, aku rindu padamu!"

"aku juga seonsaengnim. Bagaimana keadaan anak anak disana?"

"hehe panggil aku Kwang Soo saja, anak anak disini Baik Jae, mereka selalu menanyakan dimana dirimu berada, aku bilang saja kau sedang keluar kota ada urusan penting"

"hmmm aku juga sangat merindukan mereka. Bagaimana kabar Kibum? Oya apa sudah ada Dokter pengganti disana" tanya Jae, sepertinya ia kelihatan sedih sekali, ia benar benar merindukan suasana sekolah, terutama anak anak,

"Kibum... seperti yang kau amanahkan, aku selalu melihat perkembangannya. Ya walaupun akannya pendiam, ia tetap mengikuti pelajaran dengan baik. Dia suka sekali bolak balik ke ruangan kesehatan sepertinya ia mencarimu Jae. Oya, ngomong ngomong soal Doker Pengganti sudah ada Dokter pengganti, Dokter nya masih muda, ia perempuan. Walaupun sedikit judes, tetapi dia sangat perhatian kepada anak anak Jae seperti dirimu, cantik...Ah! tenang saja, walaupun dia cantik, tetapi tidak ada yang mengalahkan kecantikan dirimu! Kau yang terbaik Senyorita!"

Teriak Kwang Soo ditelfon,

"hehe iya Kwang Soo, mm kwang"

"seonsaengnim sedang apa sih! Ayo kita lanjutkan bermain bolanya!"

Samar samar teriak suara anak anak ditelfon,

"Ah, sepertinya aku harus segera menutup telfon ini,nanti aku telfon balik Jae, Bye Senyorita! Jaga kesehatanmu!" tut tut tut.

"Ahh aku baru saja ingin menitipkan salam pada anak anak dan Kibum"

Bibir Namja Cantik itu mengerucutkan bibir kecilnya.

"Mmm, sudah sekitar seminggu aku disini. Aku seperti terkurung, bagaimana... kalau... jalan jalan siang ke Seoul. Sudah hampir dua tahun aku tidak pernah jalan jalan keliling Seoul. Oke! Mumpung Mrs Jung sedang ada acara diluar. Aku putuskan akan keliling Seoul siang ini! Babby ayo Lets Go!"

Dengan setelan Sweater ditambah dengan Cardigan kesayangannya dan tas selempang. Dia ready untuk jalan jalan melihat kota Seoul. Baru sampai ia di Gerbang keluar tiba tiba dari arah belakang dua BodyGuard datang menghampiri Jae.

"maaf Nyonya Jaejoong. Anda mau pergi kemana?" tanya salah satu Body Guard.

"ngg... aku hanya ingin keliling Seoul saja" Jawab Jaejoong bingung, hari ini ia ingin berkeliling Seoul sendiri, dan.. bersama Babby tentunya. Dengan tujuan utamanya mengingat masa masa muda dulu bersama Yunho Appa Babby.

"biarkan kami mengawal Nyonya"

"Ah tidak usah, aku bisa menjaga diriku sendiri. kalian Istirahat saja"

"Tapi Nyonya. Sudah Tugas kami untuk menjaga Nyonya Jaejoong jika ingin berpergian"

"Pokoknya kalian istirahat saja, ayoo hush hush hush" Kata Jaejoong sembari mendorong dua BosyGuard itu lembut

"Ayo, aku akan melihat kalian pergi sampai kalian menghilang dari hadapanku" Jaejoong menatap mereka berdua tajam dan menyilangkan kedua tangannya. Memastikan bahwa mereka berdua benar benar tidak mengikuti Jaejoong. Setelah pasti keduanya menghilang dari hadapannya, Jajeoong mulai pergi melanjutkan jalan jalan siangnya.

Baekhyo Pov

Hari ini aku berjanji akan bertemu dengan kekasih ku. Sudah sekitar satu jam lebih aku menunggu nya padahal aku sudah bepenampilan rapih, dengan Jaket kulit Coklat ku dan Sepatu Cokelat kesayangan. Aku terus melihat Jam tangan. Ok, sudah satu setengah jam. Tetapi aku terus setia menunggunya karena... ini adalah kencan pertama.

"Aaaaa! Kenapa ia lama sekali sii!?" Teriak ku Frustasi sambl menjambak rambut sendiri.

"Yah! Apa yang kau katakan!?"

"R,Ren kau sudah satang dari kapan?" Jawab ku Gugup saat melihat kekasuh ku sudah ada dibelakang"

"dari saat kau teriak" jawabnya sinis

Walaupun ia adalah Namja yang Judes, tetapi Kecantikannya tidak bisa lagi dipungkiri. Lebih cantik dari perempuan. Bahkan dari mantan mantanku. Hari ini dia sangat Cantik sekali. Dengan rambut pirangnya, dengan poninya ditambah ia menggerai rambut pendeknya yan biasanya ia kuncir. Lalu dengan sweater Pink softnya, celana Jogernya, tas jenjengnya. Aaaa semua yang ada di dririnya selalu terlihat sempurna!

"Anyaa bukan Begitu My Ren, kau tahu aku sudah berpenampilan sempurna untukmu tapi kau lama sekali datangnya"

"Yah! Sudah bagus aku datang kesini!"

'Plak!' Ren menggeplak kepalaku keras

"A,auu Yah! Kenapa kau memukul kepalaku!" kataku kesakitan.

"Tanyakan pada dirimu sendiri!" kata dia sambil berlalu, dia berjalan meninggalkanku yang sedang mengusap palaku kesakitan. Aku buru buru mengejarnya, Ren itu benar benar orang yang sensitif, terlalu sensitif, melebihi perempuan.

"hei, hei maafkan aku Ren. Ini adalah kencan pertama kita aku terus menunggu saat saat ini, maafkan aku sekali lagi Jae"

Kataku pelan sambil menarik tangannya, ia terdiam menundukan kepalanya. Lalu mulai menatapku,Oh Gosh! Kenapa ia begitu Cute!

"Baiklah sekarang kita mau kemana?" tanyanya sambil tetap cemberut.

"Baiklah pertama tama kita akan nonton Film Romantis!" sejujurnya aku sudah menyiapkan rangkaian acara khusus untuk hari ini sampai sampai banyak membeli majalah Khusus kencan, pakaian apa yang harus dikenakan, warna apa yang memberi keberuntungan.

"aku Bosan menonton film!" tiba tiba Ren meolak untuk pergi ke Bioskop.

"jadi kau mau apa Sayang?"

"mmm..kebun binatang" jawabnya pelan.

"Ok! Kita kekebun binataang" aku mulai bersemangat kembali, lalu kita mulai berjalan kaki menuju Halte Bus. Dijalan menuju Halte Bus suasananya sepi, Ren terus saja berjalan kedepan, Aku bingung harus berbuat apa, jangan sampai Kencan pertama kali ini gagal. Aku lihat disepanjang jalan banyak toko toko kecil, makanan ,permen, hingga aku melihat toko eskrim. Ren sangat menyukai makanan manis. Mungkin jika aku membelikan eskrim Moodnya akan berubah. Lalu aku mulai mempercepat jalanku untuk bisa mencegahnya maju lebih jauh lagi.

"Ren Cakaman. Bagaimana kalau kita berhenti.."

"Aaww!" "Aaah!" aku bertrubruk seseorang. Ashhh sudah kulihat Jaket Kulitku berlumuran Eskrim yang tumpah mengenai Jaket kulit kesayangan. Bagus! Hari ini malah Moodku yang akan berubah,

"Hei kau ini! kalau jalan Lihat Li..." "Bidadari...". satu kata untuk orang yang ada didepanku sekarang.

"A,aa maaf aku tidak melihat ada dirimu dibelakang, maaf" ha?! Dia...Namja sama seperti Ren, kenapa dia begitu cantik ya walau agak sedikit gemuk sampai aku tidak mengenali bahwa dia juga seorang namja seperti ku. Tidak kusadari aku menatapnya begitu lama.

"A,a ti, tidak apa apa. Hehe ini bukan masalah besar, aku bisa membersihkan noda ini sendiri" jawabku cengengesan sendiri.

"Ah, tidak aku yang salah, maafkan aku sini biarkan aku membersihkan jaketmu" Bidadari itu mulai mengelap Jaket kulit kesayanganku dengan serbet di tasnya. Deg Deg Deg. Ampun tuhan! Jantungku berdetak dengan cepat. Bagaimana ini, wajahnya sangat dekat!

"tidak apa apa aku bisa melakukannya sendiri" aku menolaknya dengan halus, dari pada ia mendengar debaran jantungku yang tidak dapat berhenti dengan cepat sama saja aku mempermalukan diriku sendiri.

"baiklah...ng? wah maaf ya aku menganggu kencan kalian?" kata Namja cantik itu melirik kearah Ren aku juga mengikuti arah mata Namja itu, ok. Dengan meilhat matanya aku bisa tahu bahwa Ren tidak suka dengan Namja didepanku ini.

"Wah! Pacarmu cantik sekali, Perempuan yang imut" kata Namja itu dengan senyum yang indah. Mendengar perkataanya aku reflek menengok ke arah Ren yang tidak bisa lagi menahan amarahnya. Wajahnya sudah berubah memerah. Pipinya sudah ia kembungkan.

Dengan takut takut aku menjawab kesalah pahaman.

"err, dia itu Namja..."

"Ah! Maafkan aku! kau sangat imut, jadi kukira kau ini Perempuan, ihihi" Namja Cantik itu malah cekikikan -,- langsung saja Ren pergi meninggalkan kami berdua. Melihat kelakuannya aku kelabakan.

"Mianhe,mianhe! Aku harus mengejarnya Bye!"

End Baekhyo Pov

Norml pov

Jaejoong melihat pasangan itu dari kejauhan, satunya mengejar namja yang berjalan lebih cepat, satunya lagi berjalan tidak mau berhenti.

'Ups, sepertinya aku membuat kesalahan, memang namja itu imut sekali sampai kukira ia perempuan. Tapi aku sudah membuat mereka bertengkar, aku jadi merasa bersalah' dalam hati Jae merasa tidak enak.

"ne, Babby umma merasa tidak enak pada kakak, kakak ! umma harus bertanggung jawab!"

Jae pun mulai mengkikuti pasangan heboh itu diam diam, sambil memakan eskrimnya yang mulai mencair. Tap tap tap Jae mulai berjalan perlahan mendekati pasangan yang sedang bertengkar. Lalu berhenti dibelakang pohon besar. Mendengarkan pembicaraan mereka

"yaampun apa berbuat seperti ini benar?" tanyanya pada diri sendiri.

"Ah biar saja, mereka pasangan uniq sii ihihi"

Kembali ke Baekhyo dan Ren yang sedang bertengkar.

"Maafkan ku Ren, dia tidak bermaksud seperti itu"

"..."

"My Ren kau jangan diam saja" Tanya Baekhyo Frustasii melihat tingkah kelkuan sang kekasih

"Aku tidak marah dengan Namja itu."

"Lalu apa? Aaagh!" Baekhyo menjambak rambutnya frustasi. Ren yang melihatnya malah semakin kesal.

"...Kau ini... Paboyya!"

'Bruk' Ren mendorong keras Baekhyo,Baekhyo hanya terdorong sedikit saja, ya karena badan Baekhyo besar. Ren yang badannya kurus kecil tentu saja tak sebanding dengan kekuatan Baekhyo. Renpun berlari meninggalkan Baekhyo yang terbengong bengong. serasa dunia milik berdua, mereka benar benar tak peduli dengan orang orang yang sedari tadi sudah menatapnya.

"omo! Ini gawat!" Jaejoong memakai kaca mata hitamnya lalu mengikut Ren, Dasar sekarang ia malah menjadi seperti Ibu Ibu yang mengkuti kencan pertama anaknya -,-.

Di Taman dengan Danau Kecil ditengahnya, Ren duduk dibawah Pohon yang berguguran.

"hik,hik Baekhyo Pabbo! Kenapa dia selalu tidak mengerti?!" Tangannya mnutupi wajah cantiknya yang bersedih. Tiba tiba disebelahnya diduduki seseorang.

"Kau kenapa bersedih?" Kata orang itu.

"Kau?! Apa yang kau lakukan disini?!" tanya Ren kaget melihat ternyata Jaejoonglah yang dudukdisampingnya.

"hihi, tidak aku hanya kebetulan lewat jalan ini, lalu aku melihatmu sendiri ditaman seperti sedang bersedih, jadi aku menghampirimu. So, kau kenapa?"

Ren terdiam.. "tidak, tidak apa apa.."terlihat sekali dari raut wajah Ren sedang memikirkan sesuatu.

"hmm.. kau sedang bertengkar dengan pacarmu ya?!" Tanya Jae

"d,dia bukan pacarku!" Ren membantah, tetapi wajahnya memerah, karena tampang Ren yang imut itu Jae ingin mengerjainya sedikit.

"sejujurnya lelaki yang bersamamu tadi tampan juga.." kata kata Jae membuat Ren menatap Jae curiga. Apaan apaan Namja ini, sudah baru bertemu langsung sok akrab begitu mungkin pikirnya.

" ah...aku..." kata Ren Terbata bata, iya ingin menolak tetapi tidak bisa. Jae terkikik melihat tingkah langkuh Ren

"hihi, tidaak aku hany bercanda, mana mungkin aku suka dengan namja lebih muda" tanpa sadar Jae keceplosan. 'ups' ia membungkan mulutnya cepat dengan kedua tangannya.

"kau..." Ren terkejut mengetahui bahwa Jae juga sama seperti dirinya.

"hmm, kita sama. oya aku Jae, namamu?" Jae mengulurkan tangannya menunggu jawaban dari Ren. Ren menatap Jae ragu, tetapi akhirnya ia mau menerima Jae.

"Ren" jawabnya singkat. Jae benarbenar tertarik dengan mereka berdua sehinggaia ingin mengenal mereka lebih dalam.

"jadi ada apa dengan kalian?" tanya Jae antusias. Ren masih terdiam, ia benar benar bingung. Pertama ia ingin mengatakan sejujurnya, tetapi ia malu. Kedua lawan bicaranya sekarang adalah orang baru bertemu dengannya hari ini. tetapi jauh didalam hatinya ia merasakan sedikit nyaman dan aman dengan orang baru itu.

"aku...aku sebal..."

"...kenapa kau sebal?"

"...dia itu... tidak sensitif" katanya sambul mengerucutkan bibir mugilnya.

"maksudnyaa?"

"ma,maksudku, mmm itu kau tahu kan ini adalah kencan pertama dan dia malah...ng.." Ren kikuk malu malu untuk mengutarakan perasaannya. Jae yang melihat dan merasakannya hanya tersenyum, lalu menepuk nepuk pelan kepala Ren.

"Ren, lebih baik kau mengutarakan perasaanmu sebenarnya. Jangan ada yang ditutupi. Kau tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, pikirkanlah perasannya juga. Aku tahu dia itu sangat. mencintaimu, begitu juga denganmu kan?" Kata Jae bijak.

"...kau benar...aku memang terlalu egoist."

Tiba tiba dari jauh Baekhyo berlari mendekati Ren dan Jae terengah engah.

"Renn! Hosh, hosh, hosh" ia berlari mendekati.

"Ren aku mohon maafkan aku! maafkan aku juga jika aku telah berbuat salah. Tetapi please... kau jangan seperti ini. aku tidak mau hubungan baru kita sudah kandas saja karena hal sepele!" katanya sambil mengeggam tangan Ren.

Ren mengerutkan dahinya.

"Sepele kau bilang?"

"A,anya! Buka itu maksudku My Ren ka, kau tahu kan aku tu sudah menunggu saat saat ini, dan kau.."

"sst stt. Sudah jangan diteruskan , nantinya akan panjang. Aku sudah melupakannya ko. Aku juga salah, maafkan aku Chagiya." Ren menyentuh muka Baekhyo lembut.

"Ren.. oh Ren" 'Cup'

Mereka berciuman ditaman yang indah. Tanpa peduli dan Baekhyo sadari bahwa Jae melihat adegan mereka sambil tersenyum senyum ala Ibu Ibu yang melihat adegan anaknya melakukan aksi romantis Baekhyo melirik Jae.

"A,aa..kenapa kau ada disini!?" Kaget Baekhyo malu karena tertangkap basah dengan aksi romatisnya.

"Kau.. sedang apa disini?" tanya Baekhyo lagi.

"hih, aku sedang berjaan jalan sajaa"

"kau sedari tadi hanya berjalan sendirian?" tanyanya lagi.

"sendiri? oou tidak. Aku bersama dengan babby" kata Jae polos.

"Babby?"

"yap! Babby" Jae mengelu elus perutnya. Semua terdiam. Ren dan Baekhyo lama untuk memutar otak mereka yang sedang dipenuhi dengan Cinta. Dan..

"AAAAAAA" teriak mereka bersamaan.

"Kau!" kata Bakhyo kaget tak percaya.

"Hyung, apa benar kau...sedang mengandung?" tanya Ren

"sttt, tapi ini Rahasia ya, khusus kalian berdua"

"jadi...namja pun bisa hamil..." Baekhyo berfikir

"Ren! Ayo kita menikah sekarang!"

"Yah! Apa yang kau katakan!?"

"kita buat bahterah Rumah Tanga!"

"Yah! Baekhyo Paboyaa!" 'Bletak!'

"A,auuu sakit Chagiyaa" Baekhyo mengelus elus kepalanya. Jaejoong hanya tertawa kecil melihat tingkah laku Couple lucu itu. Padahal mereka baru saja berbaikan.

"Makanya kau jangan katakan yang tidak tidak!, errr hyung... berarti Ayah Bayi ini kemana?" tanya Ren takut takut.

"mm... ia sedang bekerja"

"Ah! Kalau begitu bolehkah aku datang kerumahmu?! Aku ingin sekali berkonsultasi! A,auuu"

Kata kata antusias dari Baekhyo dihentikan oleh cubitan Ren.

"hihi boleh saja... tapi.. aku harus bicarakan bersama suamiku nanti ya" kata Jae lagi

"oke! Aaa sudah jam 3 siang, kita harus cepat pergi my Ren!" Baekhyo mulai menarik tangan Ren

"a,aa cakaman. Hyung bolehkan kita bertukar nomor?"

"hmm.. boleh, berikan nomormu, nanti aku akan menghubungimu"

"ahahaha, Gamsahamnida Hyung" Ren sangat senang karena ia bisa bertukar nomor telfon dengan Jae, sepertinya untuk kedepan Jae akan selalu sibuk dengan curhatan dari kedua Couple ini.

Setelah keduanya bertukar nomor Handphone, Ren dan Baekhyo melanjutkan Kencan mereka yang tadi ada sedikit terkena hambatan. Jaepun melanjutkan jalan jalannya untuk mengelilingi Seoul. Hari ini Jae sangat senang karena bisa bertemu dengan Couple yang manis, menambah pertemanan dengan orang baru, dan terakhir ia bisa dengan bebas bernostalgia di Main kota di Korea Selatan ini. tanpa ia sadari malam sudah mulai tiba, ia tersadar ia harus segera pulang sebelum Mertuanya datang kerumah.

"omo, aku harus segera mencari taxi untuk pulang" Jae menunggu di depan restoran yang berjejer dipinggir jalan.

'ah itu ada Taxi' saat ia ingin melambaikan tangannya untuk memberhentikan taxi. Ternyata sudah ada orang yang melambaikan duluan tidak jauh dari dirinya. Dan alangkah terkejutnya lagi orang itu adalah Suaminya sendiri Jung Yunho.

"Yunho... sedang apa dia ada ditempat ini?" tanyanya heran pada dirinya sendiri. ia mencoba untuk menghampiri Yunho. Tetapi langkahnya harus berhenti karena dari Restoran itu keluarlah seorang Wanita Seksi. Dilihatnya dengan seksama Yunho membantu Wanita itu untuk menaiki taxi.

"Y,Yuho..."

Bersambung