Pertama tama aku pengen kasih tau aku bisa update mungkin bisa seminggu sekalli karena aku lg banyak urusan, jadi... maaf ya dan untuk chapter kemarin aku buat cerita BaekRen agak banyak karena itu hanya sebagai perkanlan Couple tersebut selanjutnya ttp YunJae koo . Next selamat membacaa
'Cklek' "BooJae sayang aku pulang, bagaimana harimu kau belum tidur juga?" Yunho membuka dasinya, lalu mendekati Jaejoong yang sedang tidur tiduran di kasur.
"aku.. menunggumu Yunnie, tumben jam segini kau belum pulang?" tanta Jej pelan.
"hehh.. kuau tahu permasalahan dikantor hari ini sedang menempuk" kata Yunho sambil meneglus pucuk rambut Jae.
"masalah kantor..?"
"Iya, hei apa ada masalah?" tanya Yunho khawair melihat Jae sedikit aneh hari ini. lebih... sedikit pendiam.
"tidak ada apa apa, mm ayo Yunnie kita makan kebawah, aku akan menyiapkan makan malam untukmu, kau belum makan kan?"
" .. sudah makan Babby"
Jaejoong terdiam ingatannya saat ia melihat Suaminya bersama perempuan seksi itu benar benar melekat. Sehabis kejadian itu Jae langsung pulang ke rumah dan terus berfikir apa yang sebenarnya terjadi dan dilakukan oleh suaminya itu. Selingkuh kah dia?
"ohh begitu yasudah, aku ingin tidur cepat hari ini aku lelah sekali"
"iya, kau tidurlah. Aku mau mandi dulu" 'cup' Yunho mencium kepala Jae lalu menyelimutinya.
Malam ini Jae tertidur dengan tidak tenang.
Esoknya kembali ke rutinitas semua, Mr Jung dan anaknya Yunho kembali bekerja, terkecuali Jaejoong dan Mrs Jung. Mereka berdua juga kembali ke kegiatannya masing masing. Sampai pada akhirnya makan siang pun tiba.
Seperti biasa makan siang selalu hening yang terdengar hanya suara suara piring sendok dan garpu yang beradu. Namun disela sela makan siang ini.
"Hei. Aku ingin tahu. Kemana kau kemarin hah?!" pertanyaan Mrs Jung yang tiba tiba membuat Jae sangat terkejut. Ia seketika berhenti dengan kegiatan makannya.
"a,aku.. tidak kemana mana Mrs Jung" Jawab Jae takut, ia tidak habis pikir bagaimana Mrs Jung tahu kalo kemarin Jae pergi mengelilingi Seoul... ah... Body Guard itu..
"ohoho Rupanya kau mau membohongiku. Kau pikir aku ini Bodoh apa!? Kau sedang ada dilingkungan Jung dan kau tidak akan bisa sembunyikan apa apa dariku!" bentak Mrs Jung.
"hehh, kau tahu. Selama kau ada disini darah tinggi ku benar benar selalu diuji! Andai saja dulu Yunho tidak bertemu denganmu, pasti aku tidak akan seperti ini dan Yunho tidak perlu mengulang semua dari awal" kata kata Mrs Jung sangat menyakiti hati Jaejoong. ia berfikir mungkin yang dikatakan Mrs Jung itu ada benarnya, seharusnya dari awal ia tidak usah bertemu dengan Yunnie sekalian jadi mungki tidak ada yang akan tersakti seperti sekarang ini.
"Ma,maaf kan aku..." katanya pelan
"Maaf?! Kau hanya bisa selalu minta maaf! Lebih baik kau bereskan semua makanan dimeja ini! nafsu makan ku sudah hilang!" Mrs Jung meninggalkan Jae yang masih terdiam. Matanya hampir saja berlinang air mata kalau ia tidak buru buru membersihkan meja makan yang penuh dengan makanan ini.
'TING TONG'
Salah satu Maid buru buru membuka Pintu, dia terkejut siapa yang ia telah datang mengunjungi Rumah Jung ini.
"hai, aku ingin bertemu dengan Mrs Jung. Aku sudah ada janji dengannya jadi biarkan aku masuk"
Kata Gadis Cantk nan Seksi itu.
"ba,baiklah silahkan masuk Nyonya"
Jaejoong sedang membersihkan Meja makan, terkadang Babby yang ada dikandungannya menendang nendang membuat Jae merasakan sakit. Ia tetap saja membersihkan Meja makan sambil memegangi perutnya, para Maid yang ingin membantu tetapi mereka terlalu takut jika nanti ketahuan oleh Mrs Jung yang akan membuat Resiko lebih besar lagi.
'Tap tap tap' suaru sepatu Hak wanita memasuki ruang Meja makan Jung.
"Ah kau, Jae sedang apa kau ada disini" tanya wanita itu. Suara itu... ia tidak pernah mendengarnya selama dua tahun terakhir, dan tidak akan pernah mau mendengarnya lagi. Ia menengok dengan perlahan. Alangkah terkejutnya nya melihat sosok yang tidak asing lagi.
"Go Ahra..."
"Hai Jae sudah lama sekali kita tidak bertemu, ohoho kau.. disini sudah menjadi pembantu rupanya"
Ahra menatap Jaejoong jijik
"kau.. sedang apa disini Ahra?"
"Ah! Kau sudah datang, hai cantikk lama tidak berjumpa" tiba tiba Mrs Jung mengampiri Ahra, lalu mencium kedua pipinya. Beda sekali perlakuannya ketika aku datang kesini.
"Hai Mrs Jung aku sangat rindu padamu hihi, mm Mrs Jung dia ini... sedang apa dia disini?" ia menunjuk nunjuk Jajeoong yang sedang berdiri menatap keduanya sambil memegang serbet.
"Ah, diaa mmmm pokoknya ceritanya sangat panjang, lebih baik kita kelantai atas saja, biarkan dia disini membersihkan meja makan"
"oke, Ayo" mereka berdua pergi meninggalkan Jae yang tediam terpaku menatap keduanya pergi. Ini benar benar mimpi buruk buatnya. Sudah ia diperlakukan seperti in sama Mertuanya sendiri, sekarang ia mesti bertemu dengan Wanita masa lalu Yunho. Ya, Go Ahra adalah wanita yang paling disayangi oleh Ibu mertuanya Mrs Jung. Awalnya Yunho ingin dinikahkan dengan Go Ahra tapi perjodohan itu batal karena Yunho menolak dengan keras. Hatinya benar benar dipenuhi dengan ketulusan Jaejoong.
"Nyonya Jaejoong biarkan aku membantu anda?" kata salah satu Maid yang tak sengaja melihat kejadian tadi membuatnya tidak tega.
"tidak usah, kau kerjakan saja tugasmu, aku tidak mau kau sampai dihukum"
"t,tapi Nyonya.."
"tak apa, Kajja. Pergilah" Maid itu pun pergi dengan ragu, jaejoong membohongi diri sendiri. ia seniri sakit hati dengan apa yang dilakukan Mertuanya sendiri.
Setelah membereskan meja makan ia ingin beristirahat sejenak, segerahlah ia keatas, saat ia berjalan kekamarnya. Tiba tiba pintu Kamar utama yaitu kamar Mr dan Mrs Jung terbuka,
"Ah, kebetulan sekali Jae. Tolong kau bawakan minum untuk ku dan tamu kesayanan Umma."
"ta,tapi eomeonie a,akukan baru saja"
"Sshhtt!" Mrs Jung mencengkram tangan Jae keras. "A,aw "
"Jangan panggil aku eomeonie, apa kau lupa ha! Sekarang cepat ambilkan minum!"
"maafkan aku, baik Mrs Jung" dengan wajah menahan sedih Jae segera menuju Dapur utama, tak lama ia pergi ke atas membawakan cangkir teh dan kue kecil dengan hati hati ia mengetuk pintu Kamar besar itu.
"ya, masuklah" saut Mrs Jung dari dalam. Jae masuk kedalam dan melihat kedua perempuan itu saling bercanda, Jae menaruh cangkir dan kue ke Meja panjang diantara mereka.
"ooh.. jadi kau sudah bertemu dengan anakku?" tanya Mrs Jung
"hm begitulah, aku bertemu dengannya semalam. Ia menghabiskan waktu bersama ku"
'Jadi... wanita yang bersama Yunnie semalam it Ahra?!'
"oh ya!? Baguslah kalau begitu, sebelumnya aku sudah mengatakan pada Yunho kalau kau akan datang. Jadi dia bisa menunggumu terlebih dahulu."
"iya, Terimakasih Mrs Jung"
"Anyaa kau panggil saja aku Umma. Kau ini kan sudah seperti anakku"
'Deg!'
'memanggil Umma.. Go Ahra boleh memanggilnya Umma...kenapa, kenapa hanya aku yang sduah jelas termasuk keluarga Jung tidak boleh memanggilnya Umma kenapa?!' teriak Hati Jae.
'Tes' air matanya tidak sanggup lagi ditampung, buru buru ia pergi dari sana sebelum mereka tahu Jae menangis.
'Grek' Pintu Kamar ditutup pelan Jae ia buru buru kekamarny menumpahkan kesedihannya.
"Tidak sopan sekali dia itu, keluar tanpa pamit" kata Mrs Jung sebal
"tak apaa Umma, biarkan saja dia. Mari kita lanjutkan pembicaraan kita sampai mana ya tadi?"
SKIP TIME
Esoknya setelah Mr Jung dan anaknya Yunho pergi.
"Jae! Kemari kau" Jae menuju arah Mrs Jung, terlihat buku yang berserakan diperpustakaan Keluarga Jung.
"tadi aku sedang mencari sesuatu diantara selipan didalam ribuan buku ini, dan aku aku sudah mendapatkannya. Jadi tugasmu sekarang adalah membereskan buku buku yang berserakan ini sesuai dengan Alpabet, dan.." Mrs Jung menunjuk sebuah tangga. "pakailah tangga ini untuk menaruh buku yang lebih tinggi. Mengerti?! Kalau sudah mengerti aku akan pergi, hari ini aku ada janji untuk minum teh bersama dengan Ahra. Selamat bersenang senang Namja Cantik"
'Brak' Pintu perpustakaan Jung pun ditutup. Meningalkan Jae yang berdiri melihat keseluruh arah yang dipenuhi ratusan buku yang berserakan, lalu ia menatap Rak Buku paling tinggi.
"Aigoo, bagaimana caranya aku menaruh buku di Rak paling tingi itu dengan kondisi seperti ini? Mrs Jung sungguh kejam" keluhnya. Ia mulai merapihan satu persatu buku yang ada di Rak bawah, saat ini pikirannya bercabang, ia memikirkan Bagaimana caranya ia menaruh Buku di Rak paling atas yang tingginya 2 kali liat darinya, Apa yang sedang dilakukan Yunnie saat ini. sampai sekarang ia terus memendam perasaan takutnya sendiri, lalu apa yang direncanakan oleh Mrs Jung, semenjak kedatangan Ahra semua benar benar semakin buruk, terutama perlakuan dari Mrs Jung yang tidak peduli dengan keadaan Jae, bahkan tidak mau mengaggapnya ada.
Sudah 3 jam berlalu Jaejoong sudah mulai lelah, ia mengelus peutnya, perutnya sudah mulai ngilu ia tahu ia harus segera menyelesaikan ini.
"akh, tinggal Buku yang ada di Rak paling atas saja, baiklah ayo kita selesaikan, aku pasti ibisa melakukannya." Dengan hati hati Jae membawa beberapa buku lalu menaiki tangga khusus untuk menaruh buku. Ia mulai menaki tangga itu, tap tap tap, Jae sendiri tahu akan bahaya yang ia adapi. Ia bisa saja jatuh dari tangga yang lumayan tinggi itu, tetapi dikalahkan oleh watak Keras Kepalanya. Itu juga salah satu sifat jelek ang tidak disukai Yunnie kepada Jae, 'Keras Kepala'
'Srek!' "A,akh!" Kaki Jae tidak memijak anak tangga dengan benar akibatnya Jae sedikit terpeleset
"Gwenchana, gwenchana tidak apa apa" Namja Cantik itupun kembali dengan kegiatannya merapihkan buku hingga selesai.
Malamnya.
" Coba lihat aku bawakan apa untuk mu dan Aegya" srek srek... "Tara!"
"wah! Puding Vanilla! Omoo Yunnie Gamsahamnida,"
"iya,apa yang tidak untuk mu sii Jae, bagaimana kabarmu hari ini" Yuho selalu manyakan kabar Jae
"iya baik." Jawabnya bohong.
"baguslah, mm Jae cobalah kau berkomunikasi dengan Umma, aku fikir jika kau mendekati Umma dengan Perlahan ia akan merubah pandangannya terhadapmu."
Jaejoong seketika menatap Yunho tajam, ia agak sedikit sensitif. Yunho tiak tahu apa apa, tidak tahu apa yang telah diperbuat Ibunya. Tidak tahu bagaimana ia selalu tersakiti dengan kata katanya sehingga Jaejoong sendiri pun menajdi segan untuk mendekat.
"iya, siang tadi Mrs Jung.. maksudku eomeonie sedang pergi jad aku tidak ada waktu bersamanya." Jae tidak mau mengatakan bahwa ia sudah bertemu dengan Ahra dan bahwa Ummanya Yunnie sudah bertemu jua dengan Ahra.
"Baiklah kalau begitu, hei kau belum memberikan pelukan selamat datang kepadaku"
"aish, aku tidak mau memeukmu yang masih bau itu, mandi Palli!"
Dengan Gontai Yunho mengambil handuk lalu berjalan menuju kamar mandi. Jae sendiri sedang belajar merajut di atas tempat tidurnya.
'Drrt Drrt Drrt' suara Handphone bergetar di atas Meja Rias. Jaejoong melirik Handphone itu.
'punya Yunnie'... Jae mendekati Handphone Yunho.
"Telfon dari seseorang tapi tidak tertera Nama..Tit" Jae mengangkat Telfon misterius itu.
"Haloo Yunho yaa, kenapa kau tidak mengangkat Telfon dariku sihh, aku kan ingin mengatakan Hal yang sangat penting padamu"
'Su, suara ini.. Go Ahra...' 'Tit' Jaejoong mematikan sambunganya lalu menauh kemabali Handphone Yunho
Jantungnya kini berdetak dengan cepat. Ternyata selama ini Yunho sudah berhubungan kembali dengan Ahra, asa cemas kini sudah sangat melanja Jae.
"BooJae apa yang kau lakukan" Yunho melihat Jae yang berdiri seperti patung.
"a,anyaa aku hanya ingin mengambil minyak kayu putih, aku sedikit mual"
"apa kau tidak apa apa? Mau ku panggilkan dokter?"
"tidak usah, aku baik baik saja setelah tidur nanti."
"Kau ini.. besok sudah bulan ke 5 aku tidak mau ada apa apa dengan anakku"
"heh, sudah kubilang tak apa Yunnie, Gwenchana aku tidur duluan. Maafkan aku Yunho" Jae menarik seimutnya.
"Iya, selamat malam Jae. Cup" Yunho mengecup kening Jaejoong. tanpa a tahu bahwa Jaejoong sekarang sangat gelisah. Ia meneteskan air matanya diam diam.
Bersambung
Note: karena lagi sibuk banget. Aku benar benar Cuma punya sedikit waktu untuk menulis cerita *Curhat
