"Jae tolong ambilkan Topi ku!"
"Jae bawakan aku Teh Hijau Cepat!"
"Jae Bereskan Meja makan!"
Semakin hari semakin Jae seperti Lelah dibuatnya (Mrs Jung) ia lama lama seperti Pembantu Pribadinya Mrs Jung. Ia selalu mengandalkan Jae untuk keperluan pribadinya. Ambil ini lah, ambil itulah. Bahkan tidak segan segan untuk menyuruh Jae yang lebih Extreme yang membahayakan Bayi yang dikandungnya. Ia sudah benar benar tidak peduli pada Jae.
Malamnya dikediaman Jung. Mr dan Mrs Jung sedang bebincang kecil sambil menonton TV. Jae ingin mengambil minum dibawah, sebelum itu ia harus melewati Ruang Keluarga dimana Tuan dan Nyonya besar bersantai sekarang. Mata Mrs Jung tidak lepas dari Jae dari ia keluar Kamar Hingga ia menuruni Tangga. Sesaat setelah Jae mengambil Minum, ia kembali kekamarnya. Tetapi.
'PRANG!'
"Aigoo bagaimana ini. aku memecahkan cangkirr" Teriak Mrs Jung dibuat buat sambil mlirik Jae,
Jae segera menghampiri mertuanya.
"eomeonie tidak apa apa?" tanya Jae cemas
"Kau tidak Lihat Apa!? Salah satu Cangkir koleksiku Pecah. Cepat bantu bersihkan sebelum aku terluka!"
"baik eomeonie.." Jae mulai mengambil pecahan pecahan cangkir.
Mrs terenyum puas, sedangkan Mr Jung hanya menatap Jae. Begitulah hampir keseharian Jae dirumah yang besar ini, jika Mrs Jung berhadapan dengan Mr Jung dan Yunnie perlakuannya terhadap Jae tidak se kejam ia dengan Jae jika hanya berdua.
Jae terus bertahan dalam kondisinya hamil lima bulan. Mrs Jung memang tidak peduli dengan Jae yang sedang Hamil, ia sudah tidak suka denganya dari awal bertemu. Tetapi tdak dengan Mr Jung diam dam, ia sebenrnya memperhatikan Jae.
"Sudah hentikan" suara datar Mr Jung mengaggetkan Jae yang sedang mengambil pecahan pecahan gelas dan Mrs Jung tentunya yang menatap kaget suaminya.
"T,tapi aku" Mrs Jung membela diri
"ku bilang berhenti memungut pecahan itu, lebih baik kau pergi kekamar saja"
Dalam situasi ini Namja Cantik itu bingung harus mendengarkan siapa. Ia putuskan untuk mengikuti Mr Jung yang paling ia hormati. Ia segera melenggang pergi dari ruang tamu.
"Yeobo kenapa kau berbuat seperti itu!?"marah Mrs Jung tidak suka dengan sikap suaminya.
"Harusnya aku yang bertanya kepadamu" Mr Jung lagsung beranjak dari sofa dan meninggalkan Mrs Jung terpaku menatap heran suaminya.
Tok tok tok seseorang mengetuk kamar YunJae,
"Abeoji! Ada apa Abeoji, silahkan masuk" kata Jae kaget melihat Ayah Mertuanya datang kekamarnya tiba tiba.
"Dimana Yunho? Dia belum atang juga?" tanyanya
"err, iya. Iya belum mengabariku lagi.." kat kata Jae terlihat sangat khawati. Mr Jung menatap Jae
"ini, aku dengar kau suka ini."
"Aaaa, i,inikan Cake kesukaanku... Abeoji Terimakasih banyak!" Jaejoong membungkukan badannya.
"sudah sudah, cepat kau masuk lagi bahaya kalau sampai anakmu kenap kenapa" Mr Jung menyuruh Jaejoong untuk tidak berlma lama membungkukan badan, khawatir akan Babbynya. Jae yang merasa tersentuh dengan perhatian Mr Jung tersenyum bahagia. Mereka tidak tahu sedari tadi ada mata yang penuh dengan amarah menatap adegan haru tadi.
SKIP TIME
Ting tang ting, suara sendok, garpu, dan piring beradu dimeja makan, makan siang dirumah Keluarga Jung selalu sepi, karena semua sibuk dengan urusan masing masing. Hanya Mrs Jung saja yang masih sering berada dirumah tetapi sekarang Mrs Jung sudah ditemani Jae.
'Yunnie.. sedang apa ya sekarang... kenapa minggu minggu ini ia jarang sekali menjawab telfon ku ya... apa dia..sedang bersama.."
"KIM JAEJOONG!"
"I,iya eomeonie, maksudku Mrs Jung.." Jawab Jae kaget dibentak keras oleh Mrs Jung yang ternyata sedari tadi memanggil Jae.
"Kau ini Tuli ya? dasar Namja Sakit! Kau ni benar benar menyebalkan!"
Jae benar benar sakit hati dngan kata kata 'Namja Sakit'
"heh...! Cinjha! Jujur.. aku selalu muak melihatmu! Dari awal saja aku tidak pernah suka padamu, kau itu miskin! Dan tidak punya siapa siapa. Jangan harap aku akan menerimamu, meski Yunho ataupun sampai Suamiku membelamu,Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerimamu! Camkan itu!" 'BRAK'
"Sekarang bereskan Meja makan ini! jika kau ingin makan bersmaku, kau juga yang harus membereskan semua!"
Tap tap tap Mrs Jung meninggalkan Jaejoong yang diam menunduk.
"Oh, satu lagi...aku hanya kasihan saja...jika suatu saat nanti anakmu terkejut dengan kenyatan bahwa Umma nya adalah seorang 'Namja'" tambahnya sambil menunjuk nunjuk jijik perut Jae.
"Tidak.." tiba tiba Jae mengatakan sesuatu
"Tidak akan terjadi..."
Mrs Jung kaget karena Jae sudah berani menantang tatapan si ratu Singa.
"itu tidak akan terjadi Mrs Jung. Aku akan membesarkan anak ini degan baik. Aku akan mengajarkan kepadaku untuk belajar dari kehidupan dan selalu berbuat kebaikan" Katanya dengan nada dan mata meyakinkan menatap Mrs Jung yang kaget. Kata kata Jae seperti sindiran untuk dirinya. Kini Mrs Jung sangat marah
'PLAK' tamparan keras di pipi Jae mendarat
'Bruk' Jae sampai terjatuh kebelakang.
"Kurangajar kau ya! Dasar Tidak tahu diri! Lebih baik watu itu aku segera menghabisimu saja!"
Mrs Jung mempercepat langkahnya menuju kekamar atas.
"A,au... ashh.. hik , Yunnie kau dimana ?" Jaejoong mulai terisak tdak merubah posisinya.
Didalam kamar Jae terus menangis, ia belum pernah ditampar sekeras itu oleh siapapun.
'Tuut, tutt, tuut'
"Yunnie, angkat Telfonnya hik"
Sudah setengah jam lalu Jaejoong menelfon Yunho tetapi selalu tidak diangkat.
"Ummaa..Appa...oehalmeoni...aku rindu kalian..hik, saat ini aku benar benar membutuhkan seseorang. Aku tidak punya siapa siapa... hik, Namja Cantik itu memeluk Bantal. Mengirup Aroma Yunho yang masih menempel.
"hik, Yunho...Pulanglah" dan tidak lama iapun tertidur.
Tik, tik, tik Rintik rintik hujan mulai membasahi kota Seoul. Tidak terkecuali kediaman Jung yang besar ini.
"nggh" Namja cantik itu mulai terbangun dari tidurnya.
"ng... a,apa sudah jam 10 malam.." ia beranjka dari tidurnya dengan perlahan. "a,aw..." ia memegangi perutnya, pertutnya sedikit ngilu. Ia mengambil ponselnya berharap ada miscall dari suami tercinta tetapi...
"tidak ada satupun... bahkan tadi akusudah menelfon berpluh puluh kali... aku... khawatir sekali... Babby... perasaan Umma tidak enak...aku akan menjemputnya sekarang" ia memutusakn untuk mejemput sang suami dikantor. Berharap segera bertemu secepatnya dengan sang kekasih sejatinya.
Jaejoong menjemput Yunho engan Taxi, ia selalu melihat sekeliing jalan, Restoran hingga toko di pinggir jalan. Ia terus berdoa kepada Tuhan agar tidak terjadi hal hal yang diinginkan.
'Deg!' matanya tertuju pada salah satu Restoran yang terkenal dengan suasana Romantis. Keluarlah Yunho dengan Ahra, Ahra menggelayutkan tangannya ke lengan suaminya manja. Sudah jelas apa yang ia khawatirkan, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri. 'Sakit' itulah yang ia rasakan dadanya serasa dihantam Batu besar.
"Stop! Pak kita berhenti disini sebentar " Taxi itu berhenti, Jaejoong terus melihat kearah Yunho dan Ahra. Mereka seperi sedang membicarakan ssuatu. Je terus mengawasi mereka dari kejauhan, jantungnya berdebar sangat cepat. Tiba tiba ia melihat Ahra mendekat lalu 'CUP' adegan Ahre mencium Yunho tidak terhindarkan. Jaejoong sudah tidak lagi bisa menahan amarah rasanya ia ingin cepat cepat kesana lalu menampar Ahra.
Jaejoong membuka pintu Taxi lalu mendekati mereka berdua.
'Plak' Jaejoong menampar Ahra. Yunho dan Ahra sangat terkejut mengetahui Jae sudah berada didekat mereka.
"J,Jae! Apa yang kau lakukan!" Yunho kaget Jaejoong tiba tiba menampar Ahra, Jae malah terheran heran dengan apa yang dikatakan Yunho.
"Apa yang kulakukan hah!? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu! Apa yang telah kau lakukan selama ini Jung Yunho!" Jae sudah tidak peduli lagi orang orang menatap mereka, berbisi bisik satu sama lain dan sekalipun hujan rintik rintik yang terus membahasahi kota Seoul.
"hah? Apa yang kau katakan?" tanya Yunho tak mengerti
"aku menelfon mu berpuluh puluh kali kau tidak pernah mengangkat satupun. Aku selalu mencemaskanmu. Tetapi kau malah berkencan dengan si Jalang itu!"
"O,opaa..aku takut" Ahra bersembunyi di balik Yunho.
"Brengsek , jangan sentuh Suamiku!" Jaejoong menarik tangan Ahra kasar. "a,akh Oppa!"
"Hei, Jaejoong tenanglah" Yunho melepaskan cengkraman Jae.
"Kau... kenapa kau malah membela dirinya dari pada aku!?" tetes demi tetes air mata mulai keluar dari mata cantiknya. Ia sudah muak dengan sikap Yunho yang terus membela Ahra.
"Kau tidak mengerti... aku dan Ahra tidak.."
"Aku sudah tau.. aku sudah tau bahwa Ahra sudah kembali. aku sudah tau Ahra terus berhubungan denganmu salama berminggu minggu ini." Yunho Kaget dengan apa yang dibicarkan Jae.
"hik, aku sudah muak dengan semua ini! aku sudah muak dengan mu! Kau tidak pernah tahu apa sudah kulakukan selama ini! aku lelah... hik, aku lelah dengan apa yang telah Ibumu lakukan terhadapku! Aku membenci kalian semua!
"Yah! Hentikan Kim Jaejoong!" Yunho membentak keras Jaejoong, didepan orang orang semua, didean Go Ahra.. Jaejoong terkejut bukan main, bagaimana ia bisa membentak istrinya sendiri yang sedang hamil, embela Perempuan lain didepannya. Dan yang paling parah, Yunho memakai embel embel Kim dan bukan Jung. Hancur sudah semua, Air mata Namja Cantik itu mengalir deras dari kedua matanya. Hatinya begitu sesak.
'PLAK!' Jaejoong menampar Yunho, ia mulai berlari dan terus berlari meninggalkan Yunho yang masih terdiam, masih tidak percaya apa yang dilakukan Jae dan yang telah ia perbuat.
Tes tes tes... Hujan mulai menetes begitu deras, tetapi tidak menghentikan Jae yang terus berlari sambil menangis, ia sudah muak dengan segala hal. Ia sudah tidak tahan dengan yang Yunho perbuat, sesungguhnya tidak akan jadi masalah untuk Jae jika ia terus mengalami ejekan atau suruhan dari Ibu mertuanya, tetapi jika sudah menyangkut dengan Yunho. Ia tidak bisa menanhannya.
Drrrssssss
Hujan sudah turun dengan lebat. Namja Cantik itu berhenti disebuah taman. Ia teduduk masih sambil terus menangis. "Umma, Appa, oehalmeoni.. apa yang harus Jejoong lakukan..A,akh"
Ia memegangi perutnya, perutnya sangat sakit. Pandanganya mulai gelap.. dai kejauhan seseorang datang membawa payung mendekati Jaejoong...
"a,akh..Hyung.. i,itukah kau?"
Dan semua gelap.
Bersambung
