Haii terimakasih untuk semua pembaca yang telah meriview ataupun dan mendukung ff inii. Im so happy actually! Tapi sekali lagi maaf aku baru bisa update seminggu atau bahkan 2 minggu karena lg sibuk sibuk buanget. Tapi aku akan terus coba yg terbaik. So...selamat membaca. dan bantu aku untuk bisa tau buat bikin spasi di FF ini! aku masih gangertii uhuhu

"e,eugh a,aw" Namja Cantik yang sudah berbadan dua ini terbangun dari sebuah tempat tidur. Ia melihat sekelilingnya penuh dengan obat obatan dan bau sangat menyengat. Ia tidak mengenali tempat ini, 'ini dimana?'

"Pagi Jae, kau sudah bangun?" suara itu sudah tidak asing lagi didengar, tetapi ia sudah sangat lama tidak mendengarnya.

"H,hyung? Kenapa kau...kenapa aku ada disini?" tanyanya

"aku menemukanmu ditaman, kau pingsan" katanya dengan suara hangatnya.

"akh, ia.. terimakasih Hyung." Jae teringat dengan kejadian semalam, kejadian yang tidak ia inginkan sampai akhirya berujung seperti sekarang ini. Pria bebadan tegap itu kemudian duduk dipinggir kasur. Memandang Jae lembut.

"kau.. ada apa dengan Yunho? Hingga kau menjadi seperti ini?" tanyanya. Jae tetap terdiam tidak begeming, tatapannya kosong dengan raut muka sedih membuat Namja yang tak kalah tampan dari Yunho ini tak tega.

"yasudah lebih baik kau istirahat." Ia beranjak meninggalkan Jae, Jae kemudian menengok menatap punggung lebar Namja itu.

"Hyung!" panggilnya, Namja itu menengok ke arah Jae.

"...Mianhe... padahal kita sudah lama tidak bertemu, dan sekarang... kau harus melihat keadaanku yang mengenaskan ini." Sedihnya. Namja itu tersenyum.

"hm... tidak apa Jae, kau tahukan sedari dulu aku akan sealalu membantu dan mendukungmu apapun yang terjadi."

"Hehe... terimakasih Hyung"

"dan.. setelah kau merasa baikan. Aku akan minta penjelasanmu" Namja itu menunjuk nunjuk perut Jaejoong. Jae bingung menatap perutnya.

"Aishh... aku belum memberitahukan kehamilanku kecuali eomeoni dan aboeji"

Diluar kamar yang dihuni Jaejoong.

Namja berbadan tegap tadi duduk di sofa besar bertempat diruang keluarga, didepannya ada perapian yang diatasnya terdapat bingkai bingkai foro. Buku buku kdokteran pun banyak bertebaran dimana dimana.

Ada satu Namja lagi datang membawa cangkir berisikan kopi hangat. Lalu ia menaruh kopi itu dimeja disamping Sofa yang diduduki Namja berbadan tegap.

"Siwon...ada apa?" Namja yang memberikan kopi tadi terlihat khawatir.

"hmm... Jae.. ia sudah kembali"

Jaejoong sudah terlihat baikan, ia menatap langit langit Kamar. Ia meirik krah jendela yang cukup besar , disana banyak cahaya matahari yang masuk. Ia mendekati jendela itu, membuka jendelanya dan menghirup udaha pagi yang segar. Fikirannya kembali dengan kejadian semalam, ia tidak habis pikir sampai sekarang bahwa Yunho bisa bersikap seperti itu terhadap dirinya. Mungkin saja sekarang ini juga Yunho tidak akan mencarinya, dan berbalik ke Ahra. Namja Cantik itu membelai pelan perutnya yang sudah keliatan membuncit, lalu fikirannnya kembali dengan Namja yang sudah lama ia tidak bertemu, Hyungnya alias kakak dari Jung Yunho, ya. Jung Siwon. Mereka adalah dua bersaudara adik kakak Jung yang terkenal dengan ketampanan, kecerdasan, dan mempunya Karisma juga wibawa yang bersinar.

Juga teringat kembali akan jumpa pertamanya dengan dimana ia melihat sosok seorang Kakak yang hebat. Tidak angkuh dan tidak sombong, harus ia akui sangat berbeda saat ia bertemu dengan Yunho untuk pertama kali. Ia selalu menanggumi Siwon, hingga sekarang baginya ia adalah sosok Namja yang sempurna.

'Krieet' suara Pintu kamar terbuka

"Hyung... apa kau sudah baikan?" disana sudah berdiri sesosok Namja yang membawa nampan berisi soup dan teh hangat juga obat obatan.

"Kyuhyun!? Ahaha itu kau?" Jae hampir saja terlupa dengan sosok ini. dia adalah Choi Kyuhyun, asisten dari Jung Siwon. Kyuhuyun menempatkan nampan dimeja, lalu tersenyum kearah Jae yan masih menatap Kyhyun seolah tak percaya. Mereka lalu saling berpelukan melepas rindu. Tiba tiba yuhyun melepas pelukannya, matanya kiaan membesar lalmanatap jaejoong. Jaejoong yg kaget dengan lepasan peluka Kyuhyn.

"H,hyung...kau...hamil..." ia menutup mulutnya. Jae yang melihat kelakuan Kyuhyun hanya tersenyum.

"a,aahaha waaa selamat Hyung aku sangat bahagiaa" Mereka saling berpelukan lagi satu sama lain, dua Namja Cantik itu tertawa bahagia.

"kenapa kau tidak mengabari kabar gembira ini hyung kepadaku atau Siwon?"

"mm... kau tau aku ingin sekali memberitahukan kabar ini kepada Hyung Siwon tapi.."

"ou, maaf aku lupa Hyung Yunho sangat Overprotective, apalagi menyangkut Hyung dan Siwon."

Ya, Siwon dan Yunho adalah kakak beradik yang tidak pernah akur dikarenakan sifat ereka yan jauuh berbeda. Ditambah masalah yang menyangkut Jaejoong. kakak adik Jung itu pernah bertengkar hebat akibat memperebutkan Jaejoong si Namja Cantik. So, Yunho sangat Over Protective sekali dengan Jae.

" itu dulu, sekarang tidak." Jaejoong bertaka dengan nada sedih.

"Hyung...ada apa dengan kalian berdua?" tanya Kyuhyuh khawatir. Baginya Jaejoong sudah dianggap seperti Hyung dan Ummanya sendiri.

"anii, Gwenchana... aku sedang tidak ingin membicarakannya..mm..bagaimana kabarmu dengan Hyung Siwon?" tanya Jae antusias ia menarik tangan Kyuhyun untuk duduk di tempat tidur.

"a, baik baik saja. Ada apa Hyung?"

"aa tidak ada.. kau masih setia mengikuti Hyung yaa, Umma Appa mu bagaimana apa mereka baik baik saja?"

"iya, mereka baik baik saja. Walaupun setelah kejadian itu aku memutuskan untuk mengikuti Siwon. Aku akan mengabdi padanya"

Kyuhyun ditemukan oleh Siwon ketika Kyuhyun berumur 14 dan Siwon beumur 23, pertemuan mereka berdua tidak diduga duga. Kyuhyun mencoba untuk mencuri Dompet Siwon teapi tertangkap oleh Siwon, saat pertamakali bertemu Kyuhyun adalah anak yang nakal dan susah diatur, tetapi ia sangat menyayangi binatang. Siwon memutuskan untuk merawat Kyuhyun menjadikannya Asisten untuk Prakteknya. Siwon melihat Kyuhyun sebenarnya anak yang pintar, tetapi karena lingkungan tinggal Kyuhyun dahulu dijalan yang tak memiliki siapa siapa, harus merubah kelakuan dan sifatnya menjadi keras. Hingga sampai suatu saat Kyuhyun berumur 18 tahun ia telah mengetahui siapa kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya adalah Kolektor Seni yang terkenal kekayaannya di Korea. Mereka tidak pernah ada niatan untuk membuang Kyuhyn hanya saja ia diculik oleh salah satu Babby Sitter yang ingin menjualnya. Disaat ia harus memilih untuk tinggal bersama orang tuanya atau bersama Siwon, ia lebih memilih Siwon karena, Siwonlah yang sudah paing berjasa dalam hidupnya. Itu sekilas cerita dari Choi Kyuhyuh. Hingga sekarang Kyuhyun tetap setia pada Siwon.

"emm sebelum kita lanjutkan bercerita, ini dimana Kyu?"

"hmm.. memang sdikit jauh dari Seoul, ini adalah daerah terpencilnya Seoul. Siwon memilih tinggal disini untuk membantu warga agar tidak terlalu jauh untuk berobat."

"ooh... lalu.. baju ini.. kau yang menggantikannya?"

"mm..bukan..mungkkin itu Siwon.."

"Aapa!? Siwon?!" muka Jaejoong sudah memerah seperti Apel. Ia idak menyangka bahwa Hyungnya sendiri yang menggantikannya baju.

"aakh maafkan aku Kyuhyun, aku merepotkan kalian"

"kenapa harus minta maaf? Itukan sudah tugas Siwon untuk mengobati Pasien, baiklah Hyung Cantik, makan Soup yang masih panas ini. dan jangan lupa meminum obat antibiotik yang sudah kusiapkan"

" ."

Itulah acara Reuniana natara Kyuhyun dan Jaejoong.

Malamnya mereka mengadakan makan bersama dirumah, karena siang hingga malam Siwon dan Kyuhyun sibuk, jadi mereka baru bisa makan bersama saat malam.

"Jae, terimakasih atas masakan yang enak ini ya" kata Siwon.

"iya Hyung! Ini enaak, terimakasih banyak" tambah kyuhyun.

"hmm, iya sama sama, aku sduah banyak merepotkan kalian. Jadi aku hanya bisa membantu ini saja" balas Jae ramah.

"jadi berapa usia kehamilanmu?" tanya Siwon to the point sambil masih memakan makan malamnya.

"5 bulan"

"waw usia lima bulan kau berani berlari lari kehujanan, tanpa memikirkan bayimu" kata Siwon santai

Jaejoong terdiam menghentikan makan malamnya, ia tahu apa yang dikatakan Siwon itu benar, bisa bisanya ia melakukan halseperti itu tanpa memikirkan anak yang dikandungnya. Betapa egoist.

"Siwon!" Kyuhyun mengingatkan Siwon agar tidak melanjutkan bicranya. Itulah sifat buruk Siwon bebricara seenaknya tanpa memikirkan perasaan orang tersebut

"gwenchana Kyu, apa yang dikatakan Hyung benar"

"Siwon kau ini sudah membuat Hyung Sedih tau! Padahal baru saja bertemu lagi kau tidak juga berubah!" Kyuhyun kesal karena Siwon telah membuat Hyung kesayanganya ini bersedih.

"aku hanya mengatakan yang sebenarnya saja"

"tapi jangan disaat kita sedang makan bersama, lihat Hyung jadi tidak mau makan lagi" kata Kyuhyun sambil menunjuk, nunjuk Jae.

"kau ini, dia saja terlihat biasa menerima perkataanku, beda dengan kau yang selalu marah ketika aku memberikan nasihat."

"Yah! Jangan keluar dari topik, jangan samakan aku dengan Hyung, Siwon!" Kyuhyun berdiri sambil mengacungkan garpu yang berisi daging kearah siwon. Siwon hanya tersenyum melihat Kyuhyun.

"ihihihi... kalian ini benar benar tidak berubah ya, selalu bertengkar" kata Jaejoong yang tertawa melihat tingkah laku Hyung dan dongsaengnya.

"Hyuung kenapa kau malah tertawa aku kan membelamu"

"ahaha maafkan aku Kyuniee"

Makan malam pun diakhiri dengan canda tawa bersama.

Pukul meunjukan jam 12 malam, semua penghuni rumah sudah tertidur pulas, hanya hewan malam saja yang masih berkeliaran dan suara suara jangkrik yang terdengar. Terkecuali namja cantik ini, iya masih terjaga, merasakan udara malam. Fikirannya berkeliaran berkeliaran membayankan apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Jae kau masih disini?"

"H,hyuung... i,iya... kau belum tidur juga?"

"begitulah. Kau memikirkan Yunho kan?" tanya Siwon tepat pada sasaran.

"aku.." Jae memberikan tampang sedih. Sesungguhnya Siwon selalu tau apa yang dipirkan oleh dari pada Yunho sendiri.

"Cepat atau lambat, adikku akan menemukan keberadaanmu"

"mm, aku tahu itu hyung. Tapi aku ragu apa dia akan mencariku"

Siwon melihat intens namja yang bisa membuatnya jatuh cinta itu, tidak tau apa yang dia pikirkan sekarang. Ia menggerakan tangan nya untuk mengusap lembut kepala Jae.

"hmm, memang kau sudah berapa lama bersamanya?" ia melenggang masuk kedalam

"hyung..."

"cepat kau masuk kedalam, diluar udara sudah tidak bagus" katanya lalu ia melanjutkan masuk kedalam. Jae meliha punggung itu pergi, Jae sendiri tahu bahwa Hyungny itu sangat menyayanginya walaupun sedikit cuek. Tak beralama pun Jaejoong kembali masuk kedalam.

Ditempat lain.

'BRAK!'

"Arrg! Cepat kau cari lagi!"

"Ba,baik Tuan muda..." Body guard berbaj hitam itu dengan cepat pergi dari ruangan Yunho. Mrs Jung yang sedari tadi melihat kegilasahan yang teramat dari anaknya merasa tidak nyaman. Ia mendekati anaknya.

"Yunho.. cobalah kau untuk tenang mereka pasti akan menumakannya."

"Bagaimana aku bisa tenang! Sudah satu hari 24 jam penuh aku mencarinya tapi tidak aku temukan dimanapun!"

"mungkin... namja itu pergi jauh sekali.."

"Dengan keadaan nya seperti itu, itu tidak mungkin! Ia tidak membawa apa apa selain badannya Umma!"jawabnya sambil membentak, nafasna terlihat naik turun. Kemudian Yunho kembali menatap Ummanya.

"Umma... pasti Umma mengatakan sesuatu padanya bukan?! Katakan apa yang Umma lakukan!?" ia mulai mencengkram bahu ibunya kuat. Sambil terus menatap tajam.

"Ia mengatakan sesuatu antara Aku dengan Ahra! Apa yang Umma katakan padanny!?" katanya sambil terus meracau.

"Lepaskan Jung Yunho! Aku itu Ibumu!" Benak Mrs Jung. Yunho melepas cengkramannya, mengambl nafas dalam dalam

"Jika terjadi sesuatu pada Jaejoong, orang pertama yang akan aku salahkan adalah Umma, ingat itu Umma!"

Minggu 26 mei 2015

"Selamat pagi! Kyuhyun,Hyung."

"Pagi"

"Pagi Hyung, waa Pancake!" Kyuhyun segera duduk dimeja makan dengan wajah senangnya. Beda dengan Siwon yang menghampiri Jae yang sedang menyiapkan makanan didapur lalu mengusap kepala Jaejoong sambil mengatakan "terimakasih, kau segeralah makan juga"

Kyuhyun hanya melihat apa yang dilakukan Siwon dari meja makan. Sambil memakan makannnya.

"Heihei, kau ini tunggulah kita kan akan makan bersama" kata Siwon sambil mengusap kepala Kyuhyun lembut. Yang diusap malah cemberut, Kyuhyun kesal dengan kebiasaan Siwon yang suka mengusap kepala itu.

"hihi, tidak apa. Aku tahu Kyuhyun sudah lapar" kata Namja Cantik ini menyusul Kyuhyun dan Siwon.

"ne Hyung, kau masih ingat saja aku suka dengan Pancake bikinan mu"

"telat dulu yang ada dimulutmu itu kyu"

"diam kau Siwon"

"kenapa kau jadi kesal padaku sepert itu?" perdebatan kecilpun dimlai. Jae Cuma bisa tersenyum melihat kelakuan mereke berdua yang tidak pernah berubah dari dulu.

"hihi tentu saja Kyuhyun, oya apa didekat sini ada pasar? Aku ingin membuat Kimbab untuk malam nanti"

"Ada Hyung, ayo nanti akan aku antarkan"
"Tidak usah, biar aku saja ya mengantar Jae"

"ngg Hyung tak apa aku dengan Kyuhyun saja"

"usiamuu lima bulan hampr memasuki enam bulan, kalau terjadi apa apa ditengah jalan bagaimana siapa yang akan membawamu dan membantumu?"

"overprotective sekali"

"male pregnancy itu beda dari biasanya. Waktu melahirkan umumnya saat memasuki bulan ke 7, paling cepat 5 dan paling lama 9" jelas Siwon. Jae hanya ber oh ohh ria.

"baiklah. Aku akan jaga dirumah"

Siangnya Siwon dan Jae kepasar menaiki mobil Siwon. Sedangkan Kyuhyun dengan terpaksa harus stay dirumah.

"Hyung, apa Kyuhyun tidak apa apa?"

"ng"

Jaejoong merasa tidak enak dengan Kyuhyun yang tadi sangat antusias mengajaknya pergi. tidak sampai 20 menit mobi hitam Jaguar milik Siwon sudah mula parkir

"Sudah sampai disini pasarny"

"... kalau sedekat ini kita usah menaiki mobil. Jalan saja juga bisa, ini sekat sekali Hyung," protes Jae. Siwon menengok Jae menatapnya.

"Jae. Kau sedang hamil. Apa kau mau berjalan 20 menit sambil membawa kantong yang berat"

'Brek' Siwon menutup pintu mobilnya.

Jaejoong yang masih didalam mobil tersenyum sendiri, terharu akan perhatian Hyung terhadapnya. Mereka berdua berjalan kedalam pasar, semua pasang mata melihat kearahnya. Mereka berdua seperti sepasang suami istri yang serasi, Istri yang canti dan Suami yang berwibawa, membawa mobil mahal hanya untuk kepasar. Perfect. Pantas saja dibicarakn semua pasang mata yang melihatnya. Mana lagi Siwon adalah Dokter terkenal, dan tidak pernah sekali pun repot repot datang kepasar hanya untuk menemanii seseorang berbelanja.

"Hyung sepertinya kita dibicarakan."

Bisik Jae khawatir, Siwon malah tersenyum biasa saja tidak menganggapi.

Mereka kini sedang memilih milih sayuran. Mata jae sangat teliti memilih sayuran yang masih segar.

"mm... wortel, selada, seledri, jamur, timun.. kau mau apa Hyung?"

"ani, up to you"

"Huh selalu saja seperti itu.. baiklah... oh Kyuhyun!" tangannya mengambil Kol yang tersedia. Tiba tiba tangan Siwon menenghantikan Jae untuk mengambil Kol tersebut. Jae yang bingung melirik Siwon penuh tanda tanya.

"Kyuhyun tidak suka Kol, ia suka Brokoli"

Jae kaget dengan apa yang dikatakan Siwon. Bibirnya tertarik melengkung. Ia tersenyum

"okeyy aku akan mengambil brokoli, Ajumma aku beli ini ya!"

Skip time

"kau mabuk brokoli" kata Siwon melihat Kyu yang sudah ambruk disandaran Sofa dekat perapian.

"kau tak apa Kyu, maafkan aku ya aku terlalu banyak memasak brokoli untukmu."

"gwenchana Hyung, A,aww perutkuu"

Jaejoong meletakan handuk hangat diperut Kyuhyun,

"Gamsahamnida Hyung" jaejoong tersenyum lembut,

"ashh" tiba tiba perut Jae terasa sakit.

"Hyung! Kau tak apa?"

"aku tidak apa apa, aegya hanya sedikit menendang nendang, hihi sepertinya a tahu kalau hyungnya sedang sakit jadi ia khawatir" kata jae mencairkan suasana.

"uugh aegya kau jangan cemaskan aku dan Ummamu yaa." Kata Kyuhyun sambil mengusap usap perut Jae.

"hihi, yasudah aku keatas dulu ya"

"baiklah hyung"

Dikamar Jae duduk dipiggir kasur. Matanya melihat kearah Handphone, 70 Miscall 35 sms.

"Yunnie.."

Cklek suara pintu kamar terbuka,

"Hyung.." Siwon melangkahkan kakinya ke arah jae, lalu duduk disampingnya.

"dia tidak akan tinggal diam, da pasti akan mencarimu dimanapun kau berada"

Namja cantik itu terdiam.

"aku... "

"..." dua duanya terdiam. Siwon menunggu Jae untuk melanjtkan bicaranya.

"aku merindukannya... tapi... selama di Seoul ini ia selalu sibuk dengan pekerjaannya, meninggalkan aku dirumah"

"meninggalkamu dengan Umma?"

"heh.. itu masalahnya...sejujurnya aku idak apa apa berama umma, tapi... sampa ahra kembali datang aku sudah tidak sanggup.." matanya sudah mulai berkaca kaca.

"ia kembali?" tanya Siwon juga kaget mendengar Ahra kemabli, fikirannya balik lagi kepada sang Ibu. Siapa lagi yang menyuruh Ahra datang kecuali Ummanya. Karena Ummanya lah yang sangat menentang hubungan antara Jae dengan Yunho.

"Yunho.. tidak akan mungkin meninggalkanmu secepat itu Jae."

"aku tidak tahu, sudah dua mingu aku melihatnya berjalan beduaan bersama Ahra! Dan ia tidak mau mengakuinya sampai aku mengatakan semua itu hik." Kedua tangannya menutupi wajahnya.

"aku sangat mencitainya tetapi aku takut akan semua hal hyung!"

Siwon memandang Jae yang sedang menangis tersedu sedu.

Grep

Jaejoong terkejut, tangannya digenggam oleh Siwon. Akhornya mata mereka saling bertemu.

"Jae ka bisa tinggal disini semaumu, aku akan selalu ada disampingmu"

Jaejoong terus mendengarkan Siwon.

"aku akan mendukungmu, aku akan membantumu, aku akan selalu menjagamu...aku... bisa menjadi Ayah dari anak ini"

DEG, Jae benar benar tidak menyangka jika Hyungnya akan mengatakan seperti itu, dan sekarang ini ia todak bisa bergerak, serasa terhipnotis dengan tatapan dan kata kata Siwon. Siwon terus menatap Jae, tangannya juga terus mengenggam tangan Jaejoong.

"aku mencintaimu"

'BRAK'!

Kedua pasang mata tiba tiba bergerak kearah pintu. Seorang Namja gagah dengan nafas terengah engah dan matanya yang melotot sedang menatap mereka.

"Jaejoong..."

"Yu,Yunho..."

Bersambung